"Ini adalah misimu yang pertama. Jangan sampai gagal. Jika kau gagal...". Pria dengan sorot mata tajam menatap pemuda dihadapannya dengan pandangan mematikan. Mengancam jika sampai misi pertama yang diberikan gagal.

Si surai hitam balas menatap pelatihnya. Dengan pandangan dingin yang kentara. Penuh dengan dendam dan amarah jika mata sehitam langit malam ditelusuri. "Maka aku akan mati". Sang murid melanjutkan perkataan pelatih tanpa rasa gentar disetiap kata.

"Targetmu adalah Deong Daek Beong. Penjual narkoba disekitar daerah Gangnam. Polisi masih belum menemukannya. Dia berbahaya meskipun seorang diri".

Ruang yang menyerupai arena latihan menembak dan berlatih membela diri seperti di kepolisian kala itu terlihat lenggang. Tak ada yang sibuk menembak sasaran, berlatih bela diri, atau bahkan teriakan marah dan serapahan para mentor. Cukup senyap dan mencengkam karena penerangan temaram disekitar.

Hari ini adalah evaluasi kemampuan bagi para trainee Black Phantom, organisasi bawah tanah yang sangat berbahaya. Tempat berkumpulnya anak-anak buangan yang telah dijual dipasar gelap yang dilatih untuk menjadi pembunuh bahkan pelindung. Gagal melakukan misi dihari pertama ujian, maka hukuman yang pantas adalah mati. Itulah aturan bagi para pemula di organisasi ini.

"Baik, pak". Pemuda bersurai hitam berdiri dengan posisi siap dengan tanga kanan mengepal di dada kiri sementara yang satu dalam keadaan istirahat dibalik punggung.

"Dia adalah bawahan Meiguchi Himne. Mafia asal Jepang. Jadi, pastikan kau menyelasaikan tanpa meninggalkan jejak". Pelatih menepuk pundak anak didiknya pelan. Ia berharap besar pada pemuda yang satu ini. Dia adalah aset berharga Black Phantom dimasa mendatang.

"Aku berharap besar padamu. Jadilah anggota elit seperti saudaramu, sixth".

"Ye! Jun master". Teriak si murid ketika pelatih berbisik kepadanya.

SNIPPER CODE

Desclaimer:
Exo itu milik tuhan yang dijaga sama ortu mereka dan didebutkan sama SM :v. Author hanya minjam nama saja beib :3. Cerita milik saya murni sekali.

CAST: Byun Baekhyun, Park Chanyeol and other

Genre: Mysteri, romance, action, and little bit of comedy

Rating: T++

Pairing: ChanBaek, and other official exo couple

N/B: jalan cerita terinspirasi sama all anime yang pernah daku tonton :v

AVIANCE PRESENT

Chapter 2 (The Gun)

Baekhyun tersentak kaget ketika mendapati wajah pria blonde yang diklarifikasikan sebagai sepupunya begitu dekat saat ia menengok kebelakang.

Kris Wu. Si tinggi dari China. Tampan, kaya, dan terkenal. Namun memiliki orientasi seks menyimpang. Lupakan fakta terakhir.

Baekhyun berusaha untuk berdiri seperti biasa. Memaksakan untuk menampilkan dirinya dalam keadaan baik didepan sang sepupu. Baekhyun benci ditatap lemah oleh orang disekitarnya. Sungguh.

"Kau terlihat tidak baik, Baek. Mau kuantar pulang?". Kris menatap Baekhyun khawatir. Lihatlah wajah pucat Baekhyun dengan keringat yang membasahi pelipisnya. Dan bagaimana melihat cara Baekhyun bernafas cukup menyadarkan Kris dengan keadaan sepupunya. Tidak salah lagi, penyakit Baekhyun kambuh.

"Huh?...Daripada mengasihaniku lebih baik kau mengajak ku makan. Hey! Sudah lama tak berjumpa. Oh ayolah, jangan menatapku seperti orang lemah begitu". Baekhyun meninju bahu Kris sambil mendengus kesal.

Kris mengerjapkan matanya. Sedikit kurang menelaah apa yang tadi barusan dilakukan Baekhyun.

Perlahan, rasa sakit akibat pukulan Baekhyun terasa. Pemuda itu tersadar, sejurus kemudian mengelus bahunya pelan sembari terkekeh. Dia melupakan sebuah aturan yang dibuat oleh Baekhyun.

"Mianhae, Baekie". Kris mengacak rambut Baekhyun gemas. "Jadi sudah berapa lama kita tak berjumpa?". Tanya Kris dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam saku Coat coklat sepanjang paha dari merk terkenal. Tubuhnya terlihat menjulang tinggi ketika berdiri tegak. Syal yang melilit lehernya berkibar tertiup angin sore.

Baekhyun menghitung dengan jari lentiknya atas pertanyaan Kris barusan. "6 bulan...mungkin...". Ia sedikit ragu dengan jawabannya, Baekhyun melupakan pertemuan terakhir mereka karena terlalu sibuk belajar di sekolah. Sial. Dia sedikit merasa tak enak kepada Kris. Padahal Baekhyun sudah berjanji tidak akan pernah melupakan Kris barang sedetikpun.

Tangan Kris terulur mengacak rambut Baekhyun lagi. Sebegitukan sibuknya Baekhyun hingga melupakan kepergian sepupu tampannya ini. Kata yang terakhir adalah bentuk kenarsisan seorang Kris Wu. Jadi, abaikan saja.

"7 bulan tepatnya. Kau merindukanku, tidak ?". Tanya Kris.

"Tentu saja. Kau inikan sudah kuanggap sebagai kakak kandung. Tanpa hyeong, kehidupanku menjadi tak berwarna". Jawab Baekhyun dengan wajah meyakinkan.

"Berlebihan. Ah, hari ini kau mau makan apa?". Kris mencubit pipi Baekhyun pelan.

"Apa saja hyeong". Baekhyun tak ambil pusing dengan perlakuan Kris yang sering menganggapnya anak kecil. Daripada risih, Baekhyun malah merasa senang akan perlakuan Kris kepadanya.

Mereka berdua memasuki mobil Kris yang terparkir beberapa meter kedepan dari tempat Baekhyun menguntit. Kemudian, Mercedes SLR McLaren kebanggaan Kris mulai melaju dengan kecepatan sedang ditengah jalan yang ramai.

Baekhyun tak bisa lagi menyembunyikan perasaan senangnya. Kris datang ke Korea adalah pertanda yang sangat bagus. Disamping Baekhyun mendapat kebebasan, ia juga bakal mendapatkan hiburan yang menyegarkan otak. Karena Kris tak segan untuk mengajak Baekhyun berlibur, meski dalam kasusnya ia hditugaskan untuk menemani Zi Tao. Berbicara tentang Zi Tao...

Baekhyun baru menyadari bahwa makhluk yang paling dicintai oleh Kris tidak ada disana. Biasanya pria bermata panda dengan kemampuan Martial Arts cengeng itu ikut mengunjungi Korea. Yang pada akhirnya mereka akan bercengkrama ria membicarakan berbagai macam hal. Oh, Baekhyun tak bisa menampik akan rasa rindunya dengan Zi Tao. Kekasih Kris Wu.

"Hyeong...Tao-ge tidak ikut kesini?. Padahal aku sangat rindu dengannya". Baekhyun berubah murung.

Kris mengalihkan perhatiannya dari jalanan sebentar hanya untuk melihat Baekhyun.

"Tao sedang banyak tugas dari dosennya. Oh iya, dia menitipkan salam untukmu. Maaf karena tidak bisa datang". Kris menyampaikan pesan dari kekasihnya untuk Baekhyun.

Yang lebih muda menghela nafas panjang. Dia masih sedikit kecewa agaknya.

"Daripada itu, kenapa kau bisa berdiri di dekat kedai kopi tadi?. Apalagi dengan wajah pucat dan nafas tersenggal. Ada masalah apa?". Pertanyaan Kris membuat degup jantung Baekhyun berpacu. Sial. Dia melupakan misi membongkar kebenaran tentang si anak baru. Berita buruknya, Baekhyun terlalu gengsi untuk mengutarakan apa yang ia lakukan disana beberapa saat lalu.

"Ahh itu...". Baekhyun sbuk mencari alasan yang logis.

Kedai Kopi, Gangnam

Chanyeol menatap keluar jendela kedai kopi yang menyajikan tempat Baekhyun berdiri sesaat yang lalu. Pandangannya sulit diartikan. Dia bertopang dagu dengan wajah murung, sampai rasa dingin menyebar dipipi kanannya. Chanyeol bangkit dari lamunan.

Ia mendelik tajam kearah pria berjas yang tega mengganggu lamunannya mengenai Byun Baekhyun.

"Eiyh! Santai bro...". Pria berambut coklat meletakan kopi dingin didepan Chanyeol. Sementara dirinya duduk bersebrangan dengan Chanyeol sembari memegang kopi panas ditangan kanan.

"Kau membuatku kesal sunbae. Tak bisakah kau membiarkanku mengingat 'dia' dimasa lalu". Chanyeol enggang untuk menikmati kopi favoritnya. Dia masih kesal dengan pria dihadapannya ini.

"Lalu aku harus menunggumu selesai melamun, huh?". Dia meminum kopinya dengan gaya elegan. Kemudian tersenyum simpul kearah junior yang kini tengah berada dalam mood buruk. Mengingat Chanyeol baru saja berdebat dengan penjaga kedai. Dan lagi, apa-apaan dengan panggilan formal yang digunakan Chanyeol untuk memanggilnya.

Chanyeol mendengus yang dilanjutkan dengan mencibir.

"Sepertinya targetmu tadi menguntit kegiatanmu. Kau bodoh atau apa sampai membiarkan dia begitu". Tukas senior Chanyeol dengan tatapan datar.

"Well, hanya untuk membuatnya-"

"-Itu tak akan membantu, Chanyeol". Ucapan Chanyeol dipotong dengan perkataan yang telak.

Chanyeol merasakan darahnya mendidih. Dia kesal . Apakah salah jika ia membantu.

Apalagi yang dibicarakan ini menyangkut misi Chanyeol.

"Dia tak mungkin bisa kembali".

Chanyeol diam.

"Karena jika dia kembali, dia tidak akan selamat lagi...Dunia yang kita geluti ini sangat kejam. Kau tahu sendiri, Yeol".

Chanyeol mengerti. Sangat mengerti. Dunia yang ia geluti sekarang penuh dengan kebusukan . Dia tahu itu. Namun...Tak bisakah ia berharap orang yang selama ini menjadi alasan ia bertahan di dunia ini untuk kembali?. Atau sekedar mengingat nama dan wajahnya?. Chanyeol merindukan 'dia'. Apakah pria didepannya tidak merindukan 'dia'?.

"Aku tahu apa maksud mu tadi, Yeol. Tapi kumohon untuk tidak mengacaukan semua yang telah kita rencanakan sejak dulu". Kata sei senior memohon.

"Hyeong...Bagaimana bisa kau berkata seperti itu untuk adikmu?".Balas Chanyeol dengan nada memburu.

=======Snipper Code======

Luhan menyalakan laptopnya. Membuka website percakapan yang dinamai 'Black Phantom cyber' dan memulai obrolan dengan anggota disana. Ada banyak hal yang tidak diketahui orang tentang Xi Luhan. Siapa sangka pemuda berwajah manis ini adalah salah satu anggota elit di organisasi yang sangat terkenal mengerikan di Korea.

Sudah hampir satu tahun terakhir, semenjak kedua orangtuanya meninggal dan dia harus hidup di Korea, Luhan bergabung dengan organisasi bawah tanah yang bergerak licin. Luhan bukanlah anggota yang mengikuti pelatihan fisik seperti anggota yang bekerja dilapangan. Karena dia tidak bekerja dilapangan. Ia hanya akan memantau dan memberikan akses bagi para anggota data dan menyulitkan polisi melacak apa yang telah ia lakukan.

Spot yang paling disukai Luhan adalah dibalkon kamar tidurnya yang tepat menghadap kearah kota metropolitan.

Duduk dibawah sinar rembulan dengan ditemani segelas coklat hangat dimeja. Cuaca buruk tidak dapat menghalangi Luhan untuk duduk dibalkon disetiap malam. Ini sudah menjadi kewajiban Luhan setiap hari. Seperti kewajiban murid untuk mentaaati peraturan sekolah yang ada. Luhan memulai obrolan setelah sebelumnya melakukan pengamanan alamat IP.

Ninth_XI: Yo! Adakah misi baru...? (Aku sudah gatal ingin mempermainkan polisi :v)

Luhan menunggu balasan dari teman-temannya.

Teman yang sampai saat ini belum sekalipun ia pernah temui. Hanya sekedar mengintip dari databese organisasinyapun tidak pernah. Oh, keinginan Luhan sekarang pada dasarnya adalah ingin membobol databese milik Black Phantom. Bukan. Dia bukan polisi yang menyamar sebagai komplotan penjahat untuk menerkam target. Hanya terlalu penasaran dengan seluruh anggota elit di organisasi. Sial. Entah mengapa ia jadi sedikit menyesal karena menolak tawaran untuk menjadi agen dilapangan.

Tak berapa lama kemudian, sebuah tanggapan muncul.

Thirdbl: Kau senang sekali membuat polisi pusing, Ninth. BTW, kau belum tahu?. Anggota elit akan sejenak berhenti melakukan misi. Kecuali Second.

Luhan mengerinyat mendapati informasi baru mengenai jadwal anggota elit yang sementara dihentikan. Udara semakin dingin. Luhan yang hanya mengenakan boxer dan kaos putih tipis mulai merasakan dingin disekujur tubuh. Tangan kiri Luhan menggapai coklat panas diatas meja. Membawanya lebih dekat kehidung, kemudian menyesap aromanya perlahan . Uap panas yang mengepul dari susu coklat cukup membuat Luhan hangat meski tidak menyeluruh.

Ninth_XI: Eh, masa?. Kok aku tidak tahu. Second pasti tengah membantu urusan master five. Enak sekali dia.

Luhan jadi iri dengan Second. Kabarnya, dia adalah orang yang cukup berbahaya. Skill yang dikuasi ialah menembak dari jarak jauh. Yang secara otomatis mahir dalam menembak dari jarak apapun. Dia adalah anak emas Black Phantom yang kedua. Akan tetapi, apa boleh buat. Kemampuan Luhan hanya sebatas ini saja. Tidak terlalu hebat dari yang lain . Menjadi pasukan elit dan mendapat upah besar sudah lebih dari cukup untuknya.

SecondP: Aku malah lebih suka tidur daripada membantu master five.

Luhan menggeleng pelan sambil tersenyum. Belum sempat dia membalas, sebuah ID lain muncul terus secara bergantian dengan frekuensi yang cepat. Mereka semua menikmati obrolan ini. Hati Luhan menjadi hangat membayangkan semua squad elite of Black Phantom berkumpul. Pasti sangat menyenangkan.

Fifth_S: Aku yakin kau menikmati misimu. Apalagi kudengar first terlibat dalam misi. Kau senang kan, second? hahahahaha

Sixthhh: Aku bertaruh kau sangat ingin meniduri first saat kalian pertama bertemu nanti. Mengaku sajalah Second kekekekeke

SecondP: Kupastikan akan mengubur kalian hidup hidup!

Fifth_S: Ughh seramnya ... hahahahahaha

Sixthhh:Woah! uri leader sangat menakutkan...ngehahahahahahahahaha

SecondP: DIAM

Sixthhh: Jangan bilang kalau kau kini tengah menahan malu, leader :v

SecondP: Malu?. Karena apa?. First sudah menjadi masa lalu ku bodoh . Dia sudah pergi dari kehidupanku dan kalian. -_-

Fifth_S: Kami merindukan first. Dan tak percaya jika leader sudah melupakan dia.

Sixthhh: Aku juga sama.

SecondP: Hey! Kupastikan besok akan memenggal kalian berdua!

Luhan hanya bisa terpaku membaca setiap percakapan yang muncul. Mereka membahas tentang first dengan entengnya. Padahal, yang Luhan ketahui, topik ini tak sepatutnya diperbincangkan oleh mereka. Luhan hanya sedikit mengetahui seluk beluk first, yang dikatakan sebagai orang yang memilki kekuatan setara dengan para master. Dia adalah pimpinan dari elit tim yang sesungguhnya. Orang yang harus diwaspadai. Tapi, dari rumor yang beredar, first sudah 3 tahun ini menghilang. Tidak ada yang tahu kemana dia pergi. Well, beberapa yang mengetahui perihal first hanya bisa menutup mulut alias bungkam saja. Luhan ingin sekali bertemu dengan orang yang disebut-sebut sangat mematikan itu.

Thirdbl: Jangan membuat candaan dengan membawa first.

Sixthhh: Kau kaku sekali -_-. Lagipula itu bukan candaan.

Thirdbl: Tidak takut dengan hukuman?. Menurutku kalian membuatnya seperti candaan.

Sixthhh: Kan ada Ninth yang selalu melindungi percakapan kita dari anggota yang lain. Aish kau ini memang kaku ya.

SecondP: Kau lupa dengan dewan master -_-

Fifth_S: Pffftt...otak Sixth beneran bodoh ternyata.

Sixth: Sialan kau fifth.

Ninth_XI: Mmmm...well, aku akan terus berlatih keras untuk metode pengamanan agar tak bisa ditembus dewan master. Dan meraih gelar bagus di organisasi.

SecondP: Semoga berhasil.

Fifth_S: Aku mendoakanmu.

Sixthhh: Sehat selalu, Ninth. Jika kau sakit, kita tidak bisa memulai oprasi juga.

Thirdbl: Lakukan yang terbaik.

Ninth_XI:Nde. Jalja...

Luhan keluar dari percakapan dan langsung mematikan laptopnya. Dia bangkit dari tempatnya duduk dengan kedua tangan yang sibuk membawa laptop dan gelas yang masih tersisa setengah coklat panas yang mulai mendingin. Luhan menutup pintu balkon dengan kaki. Menggesernya kearah kanan hingga pintu kaca itu sepenuhnya tertutup rapat.

Dia berjalan menuju tempat mencuci piring setelah sebelumnya meletkan laptop diatas sofa diruang bersantai.

"Fisrt, sebenarnya dimana kamu?".

Kedai kopi wrestling, Seoul

Kris menggelengkan kepalanya tatkala melihat Baekhyun dengan lahap memakan ice cream kesukaannya dicuaca yang dingin. Padahal Kris tahu sekali sebagaimana bencinya Baekhyun terhadap udara dingin.

"Kau benar-benar tak terduga, Baekhyun". Kris mengangkat cangkir kopinya. Menghirup dalam-dalam aroma yang menguar. Dia tersenyum lembut kearah pemuda yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Baekhyun masuk kedalam list teratas orang yang sangat disayangi Kris. Tentu saja setelah Tao dan kedua orangtuannya. Baekhyun itu unik. Dan tak terduga. Dibalik sifat sok kuatnya, Baekhyun memendam sebuah sisi yang rapuh dan gelap. Kris bersumpah untuk menjaga Baekhyun dengan segala ketidak terdugaannya.

"Hah?! Apa?!". Baekhyun mendadak menghentikan kegiatannya sejenak untuk meminta penegasan dari gumaman Kris yang terlampau pelan di dengar.

"Lupakan saja...".

Baekhyun mengiyakan saja. Dia sedang tidak mood untuk membuat perdebatan dengan Kris. Oh ayolah tak lihatkah kalian dengan kesibukan Baekhyun yang harus segera menghabiskan ice cream berukuran besar ditengah musim dingin , Sendiri. Tanpa ada yang membantu. Bakhyun maniak ice cream. Tapi dia benci dingin. Jangan tanyakan alasannya. Dan... ini sama sekali tidak menyangkut Sooman. Jadi jangan terlampau berburuk sangka dengan paman Baekhyun yang satu itu.

Kris mengetuk-ngetukan jarinya dimeja dengan pandangan fokus kearah cangkir kopi.

"Baek, bagaimana kalau besok kita pergi menemui Jonghyun hyeong?". Kris menatap Baekhyun penuh harap. Pria blonde merindukan sepupunya yang dulu bersekolah di London selama empat tahun lebih dan kini baru saja kembali ke Korea. Sebenarnya, Jonghyun sudah tiba di Korea sejak tiga bulan yang lalu, hanya saja...Kris baru bisa datang menengok sekarang dikarenakan pekerjaan kantornya yang sangat banyak. Ironis memang.

Baekhyun kembali menghentikan kegiatannya untuk berpikir. "Well, aku juga sebenarnya hendak pergi kerumah Sooman samcheon bersama Luhan besok. Kalau memang hyeong mau kesana, ayo saja". Baekhyun mengaduk-aduk ice cream yang tengah ia nikmati.

"Okelah. And then wait, what do you want after meeting samcheon, Baek?". Kris menyelidik.

Baekhyun mengangkat bahunya acuh lalu kembali melanjutkan aktifitasnya tanpa menjawab pertanyaan Kris.

"Ya!Byun Baekhyun!". Kris melotot

======Snipper Code=======

Baekhyun memasuki mension mewah keluarga Byun dengan raut wajah senang. Kris mengikuti sepupunya dari belakang. Lelaki itu juga menanggalkan coat coklatnya segera setelah memasuki kedian Baekhyun yang hangat, menyisakan kemeja putih ditubuh atletisnya.

"Tuan muda sudah pulang. Nyonya sangat mengkhawatirkan anda". Pelayan pribadi Baekhyun melaporkan apa yang telah terjadi disini dengan segala kerendahannya. Baekhyun menghela nafas.

"Kris hyeong belum memberitahu ibuku, ya?". Baekhyun kali ini menatap Kris . Si tinggi yang sudah asyik duduk disofa empuk ruang keluarga sembari memainkan ponselnya. Merasa terpanggil, Kris menoleh kearah Baekhyun berdiri.

"Mianhae. Aku lupa". Jawabnya dengan cengiran.

"Apakah anda barusan bersama dengan tuan muda Wu?". Tanya sang pelayan. Baekhyun mengangguk. "Jadi, tolong katakan pada ibu kalau Kris hyeuong ada disini, ah...suruh maid untuk membuatkan minuman hangat untuk kami".

"Siap, tuan muda. Kalau begitu saya permisi". Pelayan pribadi Baekhyun memohon undur diri untuk melaksanakan perintah majikannya.

Baekhyun duduk disamping Kris yang sedang sibuk dengan ponselnya. Hening. Tidak ada yang memulai percakapan. Kris masih sibuk dengan ponselnya. Sementara Baekhyun sibuk mengerucutkan bibir mungilnya karena merasa tak dianggap oleh Kris.

"Hyeong sedang melihat apa sih?", akhirnya Baekhyun bertanya. Yang cerewet mencuri lihat kelayar ponsel yang lebih tua.

"Sedang mengecek senjata milik snipper ...". Kris menjawab masih dengan fokus mata kearah ponsel. Baekhyun berbinar ketika mendengar kata 'snipper'. Sejak ia koma beberapa tahun silam dan siuman, hal yang sangat disukai oleh Baekhyun adalah menembak dari jarak jauh. Dan segala hal yang berhungan dengan kepolisian. Diantara semuanya, Baekhyun sangat tertarik dengan snipper. Si pelindung dari jarak jauh. Iblis yang harusnya paling ditakuti dalam peperangan.

Kris melirik Baekhyun.

"Kau terlihat senang sekali", Kris berkata.

"Aku juga ingin melihatnya, hyeong". Baekhyun menarik ponsel Kris agar ia bisa melihat layar ponsel milik direktur muda China itu. Dia tak menggubris perkataan Kris yang sebelumnya.

"Baiklah...". Kris mengalah saja. Lagipula, Baekhyun itu sudah harus diajarkan untuk waspada dan mengenal seluk beluk pergerakan organisasi bawah tanah. Mempelajari senjata yang digunakan juga membantu. Dan setelah itu, Kris akan mengajarkan cara membuat organisasi bawah sebagai kawan bukan lawan. Baekhyun harus mengerti dengan dunia yang akan ia geluti sebentar lagi.

"Oh iya Baek, aku akan membelikanmu pistol genggam nanti. Kau pilih mana yang sangat kau sukai...".

Kris menampilkan halaman penuh berisi pistol kepada sepupunya. Baekhyun, meskipun masih sedikit bingung tetap saja sibuk memilih senjata yang dirasanya pas dengan dirinya. Terus kebawah, Baekhyun masih belum menemukan pistol yang cocok. Kris juga beberapa kali merekomendasikan yang bagus. Namun Baekhyun menolak. Bukannya dia tidak percaya dengan Kris, hanya saja...Baekhyun tidak merasa jatuh hati kepada pistol pilihan Kris.

"Tuan muda, minumannya...". Seorang maid perempuan menaruh dua gelas cocktail dimeja. Setelah selesai, ia segera pergi kedapur lagi. Meninggalkan dua pemuda tampan diruang keluarga.

Kris meyerahkan ponselnya pada Baekhyun. Menyuruh anak itu unuk memilih senjata yang dia inginkan. Dia menenggak cocktail didepannya dengan perlahan, menikmati setiap detik cairan yang kini tengah berjalan lancar ditenggorokannya.

"Ah, enaknya...". Ujar Kris."Nah, sudah ketemu belum?".

Baekhyun hampir saja mengembalikan ponsel Kris dengan raut wajah muram. Hingga sekelebat bayangan gambar pistol melintas didepan matanya. Jantung Baekhyun berpacu dengan cepat. Dia merasakan jatuh hati pada senjata itu. Senjata sederhana yang jarang digunakan para petinggi. Senjata yang biasa digunakan oleh para polisi.

Kris menaruh gelas cocktailnya hanya untuk melihat pilihan Baekhyun. Well,Kris tahu bahwa Baekhyun telah menentukan pilihannya. Dilihat dari manapun itu sudah tersirat dengan jelas. Tepat dugaan. Baekhyn tengah memandangi sebuah gambar pistol hitam sederhana. Dia sibuk membaca keterangan sekilas mengenai pistol itu. Kris sedikit terkejut mengetahui pilihan Baekhyun.

"SIG Sauer P226, apa yang kau suka darinya?". Tanya Kris penasaran.

"Aku merasa senjata ini adalah pelindung yang selalu aku gunakan dulu, sebelum aku koma...".

Other place

Chanyeol menatap pistol ditangnnya dengan penuh kerinduan.

"Kau benar-benar melupakanku, ya...".

T B c

Huaaa gimana chapter ini? aku rada bingung nih :v semoga aja bagus ya :3 .

Amandaerate

Ini udah dilanjut... semoga tambah penasaran *plak* hahahaahhah XD

Sebut saja B

Cerita ini lahir /? emang inspirasi dari anime itu :3 aku suka banget sama plotnya sih. Kamu juga tau code breaker, ya? XD

Yousee

Iya...dia penasaran bangat/? sama si ceye...maklum lah, dia kan baru saja negliat apa yang dilakuin ceye kemarennya... apalagi didikan Sooman cukup mempengaruhi *plak* abaikan aja :3 semoga suka :D

HoshinoChanB

Iya. Baekhyun itu amnesia ...dia lagi berusaha ngingat masa lalunya dan...liat aja di next chap :v. Btw tebakan kamu gak sepenuhnya salah ehehehehe Kris disini berperan sebagai kakak siaganya Baekhyun :v

Atirahseptiani64

Hahahaha ini udah dilanjut. Tenang aja kok...FF ini bakal aku lanjutin ampe tamat :D seneng banget deh tau ada yang suka sama cerita abalku ini :,3

Thanks or all yang reviews , follow, dan fav...Kalian yang terbaik deh karena udah mau nyempetin baca karyaku. oh iyamaaf ya kalo banyak typo :3 saia ini miss typo kawan T.T...Silent reader, aku juga makasih sama kalian yang udah mau baca karyaku :D...

min to reviews? '-'