KRISYEOL FAMILY SERIES

Tittle : Baby and Daddy's Day Out

Pairings: Krisyeo, slight! KaiHun

Character: Kris, Chanyeol, Kevin (OC), Lee Sungyeol, Sehun, Jonghun (OC)

warning (s) : Mpreg, fluff yang sangat berlebihan, alur sedikit membingungkan (entahlah), typo(s)

disclaimer: Author tukang curcol yang satu ini cuma punya jalan cerita yang entah pasaran atau enggak ini XDD


Krisyeol Family Series - Baby and Daddy's Day Out

Tidak pernah Kris Wu kehilangan wajah tenangnya sampai-sampai ingin ia mencekik namja yang saat ini berada di hadapannya. Kalau saja ia tidak memikirkan akibat terburuknya, yaitu nyawanya sendiri yang melayang, ia tidak akan segan-segan melakukan hal itu saat ini juga.

Bagaimana ia bisa bersikap tenang jika ia harus ditinggal seorang diri dengan putra mereka yang baru berusia 6 bulan. Karena ajakan sepupu Chanyeol slash setan pengganggu yang datang seenaknya tanpa diundang atau membuat janji terlebih dahulu dan meminta Chanyeol untuk menemaninya belanja dalam rangka ulang tahun perusahaan suami sepupu Chanyeol.

Dimana umur 6 bulan adalah masa-masa itu adalah masa rewelnya seorang bayi dan ia masih sangat membutuhkan bantuan dari istrinya untuk meredakan tangisan rewel Kevin Wu.

Bukannya ia tidak pernah mengasuh Kevin seorang diri, tetapi setiap kalinya ia mengkhususkan satu hari untuk bersama dengan buah hatinya, Chanyeol pasti selalu berada di dekatnya dan meng-handle putra pertama mereka itu jika kerewelan baby Wu mencapai titik dimana ia tidak bisa mengurusnya.

Dan kali ini, kemungkinan kalau istrinya bisa kembali sebelum pukul tujuh malam adalah sesuatu yang sangat mustahil, dan lebih mengkhawatirkannya lagi adalah saat ini jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul 10 pagi. Dan bahkan sang pangeran keluarga Wu itu belum terjaga setelah ia kembali tidur pukul 7 pagi tadi.

Kris Wu pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke dapur untuk membantu Chanyeol yang nampak sibuk menyiapkan kebutuhan Kris dan bayi mereka di rumah selama ia memuaskan hobi tersembunyinya yaitu berbelanja. Ia memilih untuk pergi ketimbang harus bertahan di ruang tamu apartemen minimalisnya dan menghadapi ketidakpekaan sepupu dekat istrinya itu karena telah mengganggu momen rutin di akhir pekan keluarga Wu.

Ia pun tersenyum ketika ia mendapati Chanyeol sedang menakar susu formula dan memasukkannya ke dalam botol dot bergambar rilakkuma yang merupakan favorit bayi tampan mereka. Kris pun berjalan menghampiri Chanyeol dan memeluknya dari belakang.

Chanyeol tidak sedikitpun merasa kaget dengan lengan yang melingkar di pinggangnya. Ia justru menyandarkan dirinya pada dada tegap namja yang tengah memeluknya erat saat ini. Merasa diperbolehkan, Kris pun menyurukkan wajahnya pada leher jenjang Chanyeol dan menghirup aroma citrus milik Chanyeol yang bercampur dengan aroma bedak bayi yang memiliki efek menenangkan bagi Kris Wu.

" Chanyeol-ah..." gumam Kris pada perpotongan leher Chanyeol.

" Hmmm..."

" Bisakah kau tidak pergi menemani sepupu sialanmu itu berbelanja?" tanya Kris dengan nada merajuk terdengar jelas di telinga dumbo si namja yang lebih pendek.

" Wae? Kau tidak senang melihatku menghabiskan waktu bersama sepupuku dan bersenang-senang, huh?" gerutu Chanyeol dengan tangan yang tidak hentinya melakukan semua yang harus dipersiapkannya untuk meninggalkan Kris dan Kevin berdua saja.

" Bukan begitu, tetapi tidakkah kau ingin menghabiskan waktumu hanya dengan bersantai di rumah. Hanya ada kita bertiga maksudku," kata Kris sedih.

Chanyeol terkekeh membayangkan wajah merajuk suaminya ketika ia mengucapkan kata-kata barusan. Ia tahu dengan pasti penyebab suaminya itu merajuk seperti ini.

" Tidak perlu khawatir Kevin daddy, semua akan baik-baik saja. Aku percaya daddy bisa menjaga Kevin selama seharian ini, daddy adalah daddy Kevin yang paling keren," kata Chanyeol menenangkan.

" Tapi bagaimana kalau aku ternyata tidak bisa melakukannya? Bagaimana kalau aku tidak bisa menenangkannya? Bagaimana kalau Kevin celaka ketika aku memalingkan kepala? Bagaimana kalau..."

Chanyeol yang tidak tahan dengan ucapan pesimis ayah dari Kevin itupun membalikkan badannya dan membungkam bibir suaminya itu dengan bibirnya sendiri dalam sebuah ciuman singkat.

" Aku yakin padamu. Aku tahu kau bisa melakukannya. Hyung hanya masih terasa canggung ketika belajar mengasuh Kevin. Kau sudah banyak belajar, tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Jangan terlalu pesimis pada dirimu sendiri," kata namja yang mendapat julukan the-ever-positive-man itu sambil menepuk-nepuk bahu dan rambut suaminya yang kini memeluknya dengan erat itu.

" Lagi pula kau bisa mengaktifkan baby monitor yang ada di kamar kita jika kau harus melakukan hal lain. Kau tentu tahu cara menggunakannya, daddy," tambah Chanyeol.

Tapi namja yang lebih tinggi darinya itu tidak segera beranjak dan melepaskan pelukannya sehingga meledaklah tawa Chanyeol.

Seorang Kris Wu merajuk!

Garis bawahi kata merajuk saudara-saudara!

Kris Wu dan kata merajuk adalah sesuatu yang sangat aneh jika digabungkan dalam sebuah kalimat. Sangat tidak cocok.

Well, jika itu menurut pandangan orang yang tidak mengenal Kris Wu yang sebenarnya tentu saja.

Kenyataannya?

" Aigoo, bayi besar umma sedang merajuk rupanya. Kalau begitu bagaimana jika aku berjanji?" tawar Chanyeol yang berhasil membuat kepala pirang milik Yifan terangkat dari bahu Chanyeol.

" Hmm?"

" Aku akan pulang sebelum jam 6 sore, bagaimana?" tawar Chanyeol.

" Jam 4 sore," sanggah Yifan.

" Jam 6 sore atau aku akan pulang tengah malam," ancam Chanyeol. Mau tak mau Kris pun menuruti ancaman si namja berjuluk giraffe itu.

" Ja, semuanya sudah siap... aku yakin kau telah menghafal semua ini di luar kepala, hyung. Kalaupun kau lupa sesuatu, aku sudah menuliskan daftarnya di post-it-note," kata Chanyeol sembari menunjuk kertas kuning berukuran sedang yang tertempel di pintu kulkas.

" Aku pergi dulu, hyung. Bersenang-senanglah dengan Kevin," serunya denganya senyuman sejuta-megawatt-nya yang nyaris menandingi sinar matahari yang mencolok mata di musim panas.

Belum sampai Chanyeol melangkahkan kakinya meninggalkan dapur, ia pun berbalik dan berlari kembali ke dalam pelukan Kris dan mencium singkat bibir mungil namja yang lebih tinggi dari dirinya itu.

Saat Chanyeol akan melepaskan ciuman singkatnya, tangan besar Kris pun menahan kepala Chanyeol untuk tetap bertahan dalam ciuman singkat yang kini mulai memanas dengan pertarungan kedua daging bertulang lunak mulai terjadi.

Sayangnya momen yang selangkah menuju tahapan make-out itu harus terhenti oleh gangguan sepupu sang jerapah.

" Kuharap aku tidak mengganggu kalian, tapi sekarang sudah pukul sepuluh pagi, kita tidak ingin berbelanja di bawah teriknya matahari bukan?" sindir sepupu Chanyeol yang bernama Lee Sungyeol itu dengan nada sinisnya yang membuat siapapun ingin melempar sandal mereka ke arah wajah yang tak kalah manis dengan namja bermarga Park itu.

" Beruntung kau adalah sepupu Chanlie, Lee Sungyeol, kalau tidak kau pasti sudah ditemukan terjatuh dari lantai 14 apartemen ini," balas Kris tak kalah sengitnya. Chanyeol pun hanya tersenyum melihat mantan ketua murid dan wakil ketua murid pada masa ia SMA dulu beradu mulut seperti ini.

" Kalau begitu aku pergi dulu," kata Chanyeol memecahkan badai salju yang tercipta di antara kedua namja berwajah dingin di hadapannya. Ia pun kembali mencium singkat sudut bibir yang kini kembali melengkung ke bawah itu.

" Selamat bersenang-senang. Jam 6 atau hukuman kau dapatkan," ancam Kris malas. Chanyeol pun hanya bisa menahan tawanya mendengar Kris yang bersungut-sungut seperti itu.

Kris Wu yang sedang berada dalam mode merajuknya adalah bayi besar yang sangat menggemaskan tentunya. Walaupun wajah datar sedatar lemari pendingin itu tetaplah tidak tergantikan.

Tetapi Chanyeol yang sudah mengenalnya dengan sangat baik tentu saja menyadari tanda-tanda seorang Kris Wu sedang merajuk. Mata yang biasanya bersinar tajam itu akan menyayu dengan bibir yang akan sedikit dimajukan, hanya sedikiiit saja sampai-sampai ekspresi datarnya masih tetap berada di sana.

Yah itulah mode merajuk Kris Wu jika sedang berada di hadapan umum. Di depan sepupu Chanyeol mungkin bisa dikategorikan sebagai di depan umum mungkin.

Suara kunci otomatis yang terdengar setelah pintu kediaman mereka tertutup menjadi tanda Chanyeol telah meninggalkan kediaman mereka bersama sepupu rempongnya. Dan tak berapa lama berselang, Kevin Wu pun memutuskan untuk mengakhiri tidur paginya.

Suara rengekan yang terdengar dari arah kamar mereka membuat Kris membatalkan niatnya untuk merebahkan tubuh tingginya di sofa ruang keluarga. Ia pun dengan sigap meraih bayi berumur enam bulan yang sudah akan beranjak dari posisi sebelumnya dengan memegang pinggiran ranjangnya yang cukup tinggi.

" Aigoo, baby Wu, sudah bangun huh?" kata Kris dengan lembut ketika ia membawa Kevin dalam gendongannya. Baby Kevin yang tadinya hampir menangis keras-keras itupun tediam ketika daddy nya telah menggendongnya dengan sebotol susu di tangannya.

" Baiklah jagoan daddy, hari ini adalah hari kita berdua, biarkan mama pergi dengan samchon-mu sedangkan kita berdua akan bersenang-senang hari ini," kata Kris sembari mengajak bayi berusia 6 bulan itu berkeliling ruang keluarga apartemen minimalis mereka.

Mata bulat yang diwariskan oleh Chanyeol pada baby Kevin memandangnya dengan penuh perhatian. Sedangkan bibir mungil yang Kris tahu merupakan warisan darinya tidak menunjukkan pergerakan apapun.

Campuran ekspresi yang cukup kontras itupun membuat Kris semakin gemas dengan bayi gembil yang ada di dalam pelukannya. Dengan sayang ia pun menciumi pipi bulat bayi menggemaskan itu.

" Bagaimana kalau kita mengunjungi paman Sehun dan monggu di klinik?" tanya Kris. Mendengar makhluk favoritnya selain ibunya disebut, bibir mungil itu tertarik dan menunjukkan gigi depannya yang belum sepenuhnya tumbuh itu.

Tawa riang dari bayi yang berada di dalam gendongan pria tinggi itu menjadi jawaban dari ajakan Kris mengunjungi Sehun, sepupunya yang bekerja sebagai dokter hewan itu. Kris pun tersenyum semakin lebar mendengar tawa gembira Kevin.

Kris pun meraih tas bayi dan mengisinya dengan beberapa keperluan baby Kevin yang sebelumnya telah disiapkan oleh Chanyeol.

Time for Baby Kevin Day's Out yey!

Sepanjang perjalanan menuju klinik hewan tempat Sehun membuka praktiknya, bayi yang berwajah campuran antara tampan dan menggemaskan itu sibuk mengomentari sesuatu yang ada di sekitarnya dengan celotehan-celotehan suara bayinya yang sama sekali belum membentuk kata-kata yang cukup jelas untuk diketahui.

Sedangkan Kris dengan perhatian menunjukkan sesuatu yang menarik di sepanjang perjalanan mereka, termasuk dengan boneka alpaca yang terpajang di etalase salah satu toko yang mereka lewati. Ketika Kevin menunjuk boneka itu dengan gembira, tanpa pikir panjang Kris pun memasuki toko itu dan membelinya.

Boneka alpaca yang dinamai Ace dan sebuah boneka rilakkuma yang tak kalah besarnya membuat bayi menggemaskan itu tak henti-hentinya memainkan keduanya dengan gemas.

Pemandangan seorang namja tinggi dengan wajah tampan dan dingin dengan seorang bayi di dalam gendongannya serta dua boneka lucu yang dimainkan oleh sang bayi, membuat banyak pejalan kaki tanpa peduli gender mereka, menoleh dua kali dan melemparkan senyumnya pada pemadangan di hadapan mereka.

Tiba di depan klinik, mereka berdua pun disambut dengan berbagai macam suara hewan yang berada di sana, meskipun suara gonggongan anjing lebih mendominasi tempat itu.

Perawat yang melihat kedatangan dua anggota keluarga Wu itupun mengisyaratkan untuk langsung menuju bagian belakang dimana kantor Sehun berada.

Memasuki kantor yang bernuansa kalem dengan warna cream yang mendominasi, mereka berdua disambut oleh celotehan menggemaskan dan suara gonggongan anjing. Mendengar suara itu, sang bayi Wu itupun meronta untuk dibebaskan.

Dan Kris pun dengan senang hati menurunkan Kevin dan membiarkannya merangkak menuju bayi lainnya yang sedang bermain dengan anjing poodle berwarna cokelat.

" Hei," sapa Sehun yang tidak terlalu kaget dengan kedatangan sepupunya bersama dengan sang bayi keluarga Wu yang menggemaskan yang tanpa undangan itu.

" Hmm..." balas Kris.

" Tumben kau dan baby Kevin keluar dari sarang kalian di hari libur seperti ini?" tanya Sehun sembari melemparkan sekaleng minuman soda yang ditangkap dengan mudah oleh Kris.

" Chanyeol sedang diculik oleh sepupu rempongnya itu," balas Kris singkat. Sehun pun langsung mengerti akan kebosanan yang dirasakan oleh keluarga kecil itu tanpa sang mood maker di rumah mereka.

" I see," Sehun pun melanjutkan acara bermainnya dengan Jonghun, anak tunggalnya yang kini berusia 9 bulan, serta Kevin yang kini ikut serta dalam acara "mari bermain dengan monggu", anjing kesayangan keluarga Kim yang sudah bersama dengan keluarga itu bahkan sebelum pemiliknya menikah dan memiliki seorang anak.

" Kau sendiri kenapa tidak menghabiskan akhir pekan ini dengan suamimu hitammu itu?" tanya Kris sembari mengawasi Kevin dari sudut mata tajamnya.

" Ada sedikit masalah dengan klien baru yang ia tangani jadi ia harus menyelesaikan berkas-berkas hasil penyelidikan sebelum persidangan perdana," balas Sehun tanpa membalas ejekan untuk suaminya yang dilontarkan oleh sepupunya.

Suami Sehun, Kim Jongin atau lebih dikenal oleh publik sebagai Kim Kai adalah seorang pengacara yang banyak dikenal oleh publik semenjak beberapa tahun belakangan dengan prestasinya menyelesaikan beberapa kasus besar yang mendapat perhatian publik.

" Resiko menjadi orang terkenal yang dicari oleh kriminal dan para korban," kata Kris.

" Yep, bahkan telepon tengah malam dari dalam penjara pun harus ia terima," balas Sehun santai. Kedua orang dewasa itupun kembali memfokuskan diri mereka pada bayi masing-masing yang kini sibuk berceloteh satu sama lain dengan bahasa alien mereka.

" Jam 12 nanti Jongin akan menjemput kami untuk makan siang bersama, apa kau mau ikut, hyung?" tawar Sehun. Kris nampak berpikir sejenak.

" Tidak perlu, aku akan kembali ke apartemen saja, lagipula Kevin pasti rewel jika ia terlalu lelah setelah terlalu lama bermain," balas Kris dengan pandangan yang tidak pernah terlepas dari jagoan kecilnya.

" Wow, aku tidak menyangka mempunyai Chanyeol-hyung dan Kevin di kehidupanmu akan merubahmu sedrastis ini. Siapa yang tahu kalau Kris Wu ternyata adalah seorang devoted daddy seperti ini," ejek Sehun sembari mengangkat Jonghun ke pangkuannya dan membersihkan wajahnya dengan tissue basah.

" Dan siapa yang tahu seorang pangeran es macam Oh Sehun bisa jatuh cinta kepada bocah yang selalu ia panggil dengan sebutan bocah berandal macam Kim Jongin dan kini menjadi seorang ibu yang over-protective pada anak satu-satunya, Kim Jonghun," balas Kris sembari memasang seringai tampannya.

Kedua sepupu itu terus saja melontarkan ejekan satu sama lain sampai akhirnya seorang namja dengan kemeja berwarna biru gelapnya datang dan mengambil Jonghun dari pangkuan ibunya.

Kedua keluarga itupun berpisah di depan klinik Sehun. Sepanjang perjalanan pulang Kevin tak hentinya memainkan kedua boneka barunya seakan ia sedang bercerita kepada dua teman barunya. Kris hanya bisa tersenyum dan mencium melihat kelucuan putranya.

Sebelum tiba di kompleks apartemen tempat keluarga Wu tinggal, Kris pun menyempatkan untuk mampir ke supermarket yang letaknya tak jauh dari kompleks apartemennya untuk sekedar membelikan camilan favorit sang pangeran keluarga Wu itu.

Setibanya kedua Wu itu di kediaman mereka, Kris pun segera meletakkan tumpukan barang belanjanya di meja makan dan beranjak ke kamar dengan Kevin yang mulai mengantuk masih berada di dalam gendongannya.

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka, kedua Wu itupun tampak siap untuk istirahat siang mereka. Tak beberapa lama, mereka pun tertidur dengan lelapnya hingga mereka tidak menyadari Chanyeol telah kembali.

Ia pun mendapati pasangan ayah dan anak itu tertidur dengan posisi yang sangat tidak elit, dengan boneka-boneka milik Chanyeol dan Kevin berserakahan di sekitar keduanya. Chanyeol pun tertawa kecil ketika menyadari kehadiran dua baru di atas kasur mereka yaitu, boneka alpaca dan rilakkuma berukuran cukup besar.

Saking penuhnya kasur king size milik pasangan Wu itu hingga nyaris tidak ada ruang untuk Chanyeol menelusup di dalamnya. Chanyeol juga harus menahan tawa gelinya ketika ia menggunakan kamera handphone nya untuk mengabadikan momen ayah dan anak itu.

real_pcy Tired after Baby and Daddy Day's Out! #Welcome_to_family_AlpacaWu_and_BigYeolKkuma

Tulis Chanyeol dalam akun media sosial miliknya dengan senyum lebar ketika memandang dua namja yang sangat ia cintai itu.

- END -


A/N: Halo halo... gimana episode Krisyeol Family kali ini? agak ngebosenin kah?

Makasih banyak banget buat readers yang udah ninggalin review di chapter sebelumnya... seneng liat cerita ini ternyata banyak diminati (?) meskipun aku nggak yakin ceritanya pasaran atau enggak ehehehehe...

buat yang minta chapter depan harus lebih panjang... ini udah di kasih panjang ehehehe... walaupun mungkin ngebosenin *dilempar bakiak*

yak saatnya episode sebut nama XDDD

thanks to Fienyeol, KayLiKim3, adeviaprksoora, Baby Crong, Lulu Auren (uhhh... aku kangen kamu *peluk*), ParkMitsuki, HK, exochanxi, thedolphinduck, kumiko Ve yang udah menyempatkan untuk review di chapter sebelumnya XDDDD

makasih banget kalian udah bikin semangat buat nulis Krisyeol masih bertahan XDDD

Oh iya, kalau kalian iseng dan nemu ff dengan judul "Myungyeol Family Series" itu adalah ff pendahulunya ff ini... aku nggak bakalan bikin ff dengan judul sama-sama family series ini hanya dengan remake... jadi adegan di dua keluarga ini bakalan beda... dan emang ceritanya Chanyeol dan Sungyeol itu sepupuan dan Kris sama Sehun sepupuan... jadi tiga keluarga itu bakalan saling muncul di cerita masing-masing XDD

jangan lupa review lagi? ahahahaha... Atau ada ide buat cerita ini? usul bisa dipertimbangkan buat jadi salah satu chapter lhooo XDDDD

Oke... sekian dulu deh curcolnya...

Until next time,

Ciao

Kim Sora