Tittle: I Hate You, Hyung chapter 3
Cast: Cho Kyuhyun(16 y.o), Lee Donghae as Cho Donghae(17 y.o), Park Jungsoo as Cho Jungsoo(20 y.o), and other.
Genre: Brothership, family, angst dll.
.
.
Warning: Typo bertebaran, cerita pasaran, jelek, alur membingungkan dan kekurangan lainnya. ADA ADEGAN PEDOFIL, untuk berjaga-jaga rate saya naikan. JIKA TIDAK SUKA DENGAN FF INI, TIDAK USAH BACA!
.
This story is mine.
All cast milik tuhan dan diri mereka sendiri.
.
Happy reading^_^
Flashback...
Sosok kecil itu meringkuk di atas ranjang putih miliknya. Kedua lengannya melingkari lututnya yang menghimpit dada. Mata bulatnya mengerjap pelan, menatap kosong bulir air hujan yang jatuh membasahi bumi.
'Tes'
Sebulir air mata mengalir membasahi pipi chubbynya. Kesepian yang begitu mengerikan di rasanya. Teriakan orang-orang sakit jiwa bersahut-sahutan dengan suara gemuruh yang menggelegar membuatnya menutup telinga rapat-rapat, tubuhnya gemetar ketakutan.
"Hyungie..." suara khas anak-anak itu mengalun begitu pilu. Dimana gerangan sang hyung berada. Mengapa ia tak menjemputnya keluar dari tempat yang menakutkan ini.
"Hae hyungie...Kyu takut...hiks..."
"Umma dimana...hiks..appa jahat...hiks...hiks..." tubuh kecil itu semakin bergetar hebat. Menahan isakan tertahan di dalam dadanya.
'Cklek'
Suara engsel pintu yang terbuka membuat Kyuhyun kecil terkejut dan segera bersembunyi di balik selimut tipis rumah sakit miliknya. Berada disini hampir seminggu tak membuat Kyuhyun akrab dengan orang-oranh disini. Lagi pula bagaimana mau akrab, jika kebanyakan di tempat ini berisi orang-orang kelainan jiwa.
"Hai..." seorang namja berusia kira-kira 30-an memasuki ruangan dengan begitu pelan. Entah apa tujuannya, tapi namja itu menutup pintu kemudian menguncinya dari dalam dan membuang kunci itu entah kemana.
Namja berseragam khas pasien rumah sakit itu berjalan mengendap pelan seolah takut ketahuan oleh suster yang berjaga. Entah bagaimana seorang pasien jiwa bisa lolos dari pengawasan susternya dan bahkan mengunjungi pasien lain. Terlebih di rumah sakit ini daerah perawatan untuk pasien dewasa dan pasien anak-anak disendirikan.
"Ah-ahjusi siapa?" Wajah penuh derai air mata itu mengintip di balik selimut yang di jadikannya tempat bersembunyi.
"Kau manis juga anak kecil. Sesuai dengan kesukaanku..." namja itu berjalan mendekat, menimbulkan decitan sandal rumah sakit dengan lantai putih keramik itu yang entah kenapa begitu mengerikan untuk Kyuhyun. Instingnya mengatakan jika ahjusi ini adalah orang jahat.
Namja itu mendudukan diri diatas ranjang, tepat di samping Kyuhyun. Tangan kokohnya menyibak dengan paksa selimut yang menutupi tubuh kecilnya hingga hawa dingin langsung dirasanya.
"Wow...kau benar-benar kesukaanku" mata namja itu jelalatan, menatap mesum tubuh mungil berbalut kulit putih bersih milik seorang bocah dihadapannya.
"Manis..." tangan besar namja itu membelai lembut wajah Kyuhyun, mulai dari pipi, dagu hingga kemudian mengusap bibir mungil berwarna merah itu dan mengecupnya pelan. Kyuhyun terperanjat seketika.
"Malam ini kau akan melayaniku anak manis"
Kyuhyun mengusap bibirnya kasar. Sebagai anak kecil ia tak memperbolehkan orang lain selain umma dan hyungnya mengecup bibirnya.
"SUSTER! SUSTER!" Melihat gelagat tak baik dari orang dihadapannya dengan segera Kyuhyun berteriak. Namun dengan segera namja itu membekap mulut Kyuhyun.
"Sssttt...jangan berteriak sayang. Tenanglah...ahjusi tidak akan menyakitimu. Ahjusi hanya ingin sedikit bersenang-senang denganmu. Kajja..." namja itu mulai melucuti pakaian yang dikenakannya. Sengaja atau tidak, aktivitasnya memberi kesempatan Kyuhyun untuk kabur.
"Hiks...orang jahat..." Kyuhyun berlari cepat ke arah pintu, menggerak-gerakan engsel pintu dengan brutal. Namun sayang, pintu itu terkunci.
"Pergi... Jangan sakiti aku..hiks.." Kyuhyun memohon. Namun namja yang sudah topless itu mendekat ke arah Kyuhyun dengan seringai mengerikan terpatri di bibirnya. Memojokan tubuh mungil Kyuhyun dan mengangkatnya, mendudukannya di atas nakas kecil yang ada disana.
"Kajja sayang..." dengan gerakan cepat namja itu mengunci pergerakan Kyuhyun yang masih meronta dan melumat kasar bibir anak kecil di hadapannya. Tangan nakalnya bergerilya membuka baju pasien yang Kyuhyun kenakan dan mulai menorehkan kissmark di kulit selembut bayi itu.
"Eungh...per..umh...gi.. Jangan..ahh" Kyuhyun memukul-mukul namja dihadapannya. Ia berontak, mencoba melepaskan diri dari aktivitas yang membuat tubuhnya tak nyaman. Hey, ia masih anak kecil, mana ia tahu jika sekarang ia tengah dilecehkan.
Pukulan itu berhenti, Kyuhyun lelah, ia sadar tenaganya tak mungkin melawan namja dewasa yang sedang memanggut bibirnya dan mendesah nikmat itu. Tiba-tiba sorot mata Kyuhyun berubah kosong. Tak ada sorot penuh ketakutan seperti tadi. Dan tanpa sadari, tangannya seolah bergerak sendiri, Kyuhyun kecil diam-diam mengambil sebuah pisau buah yang memang ada disana.
Dan
'Jelb'
"AGGRRRHH..." teriakan memekakkan terdengar sedetik kemudian, darah segar mengalir deras dari dada sebelah kiri sang namja, bekas tusukan pisau tajam.
Mata namja itu memerah, otot-otot wajahnya mengeras menahan sakit, lengan kanannya dengan segera menekan daerah lukanya yang masih menyemburkan darah. Namja itu menatap tak percaya anak kecil dihadapanya.
"K-kau..." namja itu sempat berucap sebelum tubuhnya terjatuh kelantai dan menyapa dewa kematian dengan mata terbuka lebar.
Meninggalkan sesosok anak kecil yang menatap datar mayat serta pisau penuh darah ditangannya.
"Rasakan!"
Malam itu ruangan berwarna putih menjadi saksi bisu perbuatan tak terduga yang dilakukan oleh seorang anak kecil.
Mulai saat itulah mulai tumbuh sepercik kebencian di hatinya. Sepercik kebencian yang akhirnya menggunung seiring berjalannya waktu. Hyung kesayanganya, Donghae tak pernah datang untuknya. Tak pernah datang guna menyelamatkannya dari tempat ini.
Ia merasa, seolah tak dipedulikan lagi.
Nyatanya, dilain tempat, Kyuhyun tak tahu jika sang hyung yang mulai saat ini dibencinya sedang bergelut dengan hidup mati yang memperebutkannya dalam ketidak sadaran.
Flashback end
.
.
.
"Ayo kita ke kafetaria!" Ajak Heechul pada sang sahabat yang nampak pucat dan lelah akibat menunggui sang adik yang masih juga belum sadarkan diri.
"Aku belum lapar Heechul-ah, kau saja" Tolak Jungsoo halus.
"Heh! Mana mungkin aku meninggalkanmu sendiri disini. Kau ini jangan menyalahkan dirimu terus" ujarnya kala melihat tatapan bersalah Jungsoo pada Donghae yang masih terbaring lelap.
"Kalau saja aku mempersiapkan cadangan obat untuknya, ia tidak akan kehabisan obat dan jadi begini" ujar Jungsoo penuh sesal.
"Sudahlah, ini bukan salahmu. Lagi pula dimana adikmu yang satu lagi? Kyu...Kyu..siapa?"
"Kyuhyun Heechul-ah" mata Jungsoo bergerak-gerak seolah mengingat sesuatu. Kyuhyun...
"Astaga! Aku belum memberitahunya jika Donghae masuk rumah sakit! Tolong jaga Donghae dulu Heechul-ah" Jungsoo menepuk keningnya keras dan segera berlari keluar guna menelpon adik bungsunya.
.
.
.
"Brengsek!" Mata itu berkilat penuh amarah "Kenapa Jungsoo hyung harus pulang. Bagaimana jika dia belum mati. Sial!" Kyuhyun merutuk sambil berjalan mondar-mandir, meremas-remas ponselnya berharap ada kabar kematian dari Jungsoo yang singgah di ponselnya.
'Drrttt...drtt..' ponselnya bergetar. Tertera nama Jungsoo disana.
"Yeobboseoyo" Kyuhyun mengangkat panggilan itu dengan harap-harap cemas.
"Kyunie-ah, kau di rumah?" Tanya Jungsoo di seberang telepon dengan terburu. Sedikit seringai sinis terpasang dibibir Kyuhyun kala menangkap sedikit cemas dalam nada bicara sang hyung.
Pasalnya saat ia pulang ke rumah dan membewa Donghae dalam keadaan kritis, ia tak melihat dongsaeng bungsunya di rumah.
"Ne hyungie. Ada apa?" Kyuhyun berpura-pura tak tahu apapun. Padahal dengan jelas ia mengintip di balik pintu, melihat raut cemas hyung tetuanya bersama seorang teman yang tidak Kyuhyun kenal melarikan Donghae ke rumah sakit.
"Donghae masuk rumah sakit, kau bisa kemari? Seoul Hospital?"
"Apa?! Hae hyung masuk rumah sakit?" Sangat jelas nada panik itu dibuat-buat, tentu saja.
"Ya, kemarilah, akan kukirimkan alamatnya"
"Baik hyungie. Eum, bagaimana kondisinya?"
"Masih belum sadar, tapi kau jangan khawatir ia sudah baik-baik saja sekarang"
"Arra hyungie" sambungan itu terputus.
"Benar-benar sial. Khawatir eh? Jangan harap! Menyusahkan, kau memang menyusahkan hyung!"
.
.
.
Lihatlah, hampir setengah jam berlalu, dan Kyuhyun hanya terduduk diam di sudut sofa bersama dengan namja cantik yang entah siapa namanya, sedang Jungsoo hanya terduduk diam kembali menatap Donghae lamat.
Oh, bahkan saat ia datang pun, Jungsoo hanya menyapanya barang sejenak, kemudian ia didiamkan seperti sebuah patung, benar-benar membuat Kyuhyun bebal. Apa hanya ada Donghae yang ada dimatanya?
Tangannya terkepal erat diatas pahanya. Matanya memandang tajam objek yang tengah terbaring itu.
Begitu fokus hingga tak menyadari tatapan aneh yang dilayangkan oleh namja cantik disebelahnya.
Suasana begitu canggung dan sepi, membuat Heechul tak tahan juga "Jungsoo-ah, ayo ke kafetaria dulu, dari tadi kau belum makan" dan nampaknya membujuk sang sahabat untuk makan 'lagi' tidak buruk juga.
"Ani Heechul-ah, aku belum lapar" jawaban yang sama.
"Aish, aku tidak terima penolakan lagi, lagi pula ada adikmu disini, dia akan menjaga Donghae. Kajja!"
"Heechul-ah..."
"Kajja!"
"Haish baiklah. Kyuh, kau bisa menjaga Donghae bukan?"
"Tentu saja, hyungie tak perlu khawatir"
Meninggalkan Kyuhyun berdua bersama Donghae.
"Kau benar-benar menyusahkan hyung..." Kyuhyun mendecih pelan, memandang sang hyung yang masih terbaring lemah dengan berbagai peralatan medis di tubuhnya.
"Kenapa kau masih hidup hah?" Kyuhyun nampak benar-benar nampak seperti psikopat sekarang. Dengan pakaian hitam tertutup, tentu saja untuk menutupi luka yang masih basah dilengannya agar tak ketahuan Jungsoo, disertai sebuah seringai kejam ia mendekati sang hyung.
Tangannya terulur membuka masker oksigen yang menutup bagian hidung serta mulut sang hyung.
"Hh...hhh..ugh.." ia tersenyum senang saat melihat Donghae nampak mulai kesulitan menghirup oksigen.
"K-kyuhh..." suara lemah terdengar selanjutnya. Mata Kyuhyun terbelalak kala mendapati kelopak mata sang hyung mulai bergerak-gerak hendak terbuka.
Pada akhirnya mata itu terbuka sepenuhnya, mengerjap pelan kemudian memandang sang adik di sampingnya yang masih memegang masker oksigen.
"Kyuh..." tangannya dingin itu mencoba meraih tangan hangat milik Kyuhyun. Namun Kyuhyun menghindar. Membuat Donghae merasa sedih.
"Kau tahu hyung" pernyataan ambigu Kyuhyun. Tahu apa? Hey, Donghae baru saja sadarkan diri, jelas implus otaknya belum berjalan dengan baik aniya?
"Apa kau akan mengirimku lagi ke sana?! Ke rumah sakit jiwa?!" Kyuhyun bertanya tajam.
Ada apa ini? Mengapa nada bicara sang adik begitu tajam terhadapnya, berbeda dengan Kyuhyun yang biasa berbicara dengan nada datar terhadapnya.
"Kau akan mengadukan hal itu pada Jungsoo hyung?" Kyuhyun mencengkram leher Donghae hingga membuat hyungnya itu semakin sesak.
"K-kyu...hh..apa yang kau lakukan?" Donghae bertanya terbata. Perlakuan Kyuhyun membuatnya bingung, ia tidak akan bertanya-tanya jika Kyuhyun melukainya. Tapi ini...apa adiknya ini sedang berusaha membunuhnya?
Cengkraman itu terlepas "Aku membencimu hyung"
'Deg'
Kalimat singkat yang entah mengapa sanggup membuat Donghae menitikan air mata.
"Kyuhyunie... Jangan..." tangan lemah Donghae menggapai tangan Kyuhyun. Kali ini ia tak mengelak. Ia biarkan tangan lemah itu menariknya, hingga ia terjatuh dalam pelukan tubuh hyung lemahnya. Menumpukan kepalanya di dada sang hyung hingga ia dapat mendengar detakan tak beraturan dari dalam dada kakaknya itu. Membuat masker oksigen yang sedari tadi depegangnya jatuh ke lantai.
"Jangan benci hyung. Hyung tak akan memasukanmu ke rumah sakit seperti yang dilakukan appa dulu. Hyung tidak akan memberitahu Jungsoo hyung. Hyung tidak akan marah kau melukai hyung sebanyak apapun. Hyung janji akan selalu melindungimu saengie..." entah mendapat tenaga dari mana Donghae dapat berucap sepanjang itu.
'Kau salah hyung, bukan karena itu aku membencimu. Tapi mendengar kau berjanji melindungiku rasanya...'
"Hyungie..." Gumam Kyuhyun begitu lirih hingga tak seorangpun dapat mendengarnya. Mata dengan tatapan kosong itu tiba-tiba berarir, air mata terjatuh dari pelupuk mata Kyuhyun. Begitu deras hingga Donghae merasakan pakaian depannya telah basah. Kyuhyun tak mengerti apa yang terjadi padanya, mendengar ucapan sang hyung, entah kenapa ia merasa terlindungi? Perasaan nyaman melingkupinya.
Dengan lembut Donghae mengelus surai ikal Kyuhyun yang masih bersandar di dadanya. "Jangan benci hyung...Hyung sangat menyayangimu..."
'Tes'
Lagi, bisikan lirih sang hyung yang ditujukan kepadanya membuat lagi-lagi air matanya menetes.
.
'Brak'
Kaca besar di sebuah toilet rumah sakit itu hancur berkeping setelah sebuah bogem mentah memukulnya dengan kuat. Beberapa orang yang kebetulan berada di sana memilih menyingkir karena takut dengan kelakuannya. Kyuhyun mengambil salah satu pecahan kaca kemudian merematnya dengan keras.
Matanya terpejam merasakan sensasi sakit dan perih yang begitu menenangkan untuknya.
"Ada apa denganku?" Ia bertanya pada dirinya sendiri. Matanya terbuka, dipandanginya telapak tangan yang kini berwarna merah, darah segar merembes dari luka-luka yang baru di buatnya sendiri.
'Cho Kyuhyun bodoh! Apa yang kau lakukan huh?! Kenapa kau menangis seperti wanita huh! Memalukan!'
Suara-suara mengerikan bagai bisikan setan berputar di kepalanya. Selalu begini, bisikan yang selalu dapat mempengaruhinya kini seolah mengoloknya karena gagal menghilangkan nyawa yang begitu mudah ia renggut sebenarnya.
'Tidak Kyuhyun, kau melakukan hal yang benar. Sadarilah kau menyayanginya. Jangan lakukan hal akan membuatmu menyesal' ah, nampaknya sang malaikat tak mau kalah dalam beradu argumen.
'Jangan dengarkan! Kau bisa melakukannya! Kenapa malah melarikan diri seperti pengecut huh! Kembali ke sana dan bunuh dia sekarang!'
"AGRHHH..." Kyuhyun berteriak keras. Kepalanya sakit, dan bisikan itu membuatnya berkali lipat bertambah pusing.
TBC...
Note: Wihh, tbc nya nanggung banget yah(watados kekeke), So sorry pendek (udah lama gk update, pendek lagi # digetok chingudeul pake centong). Terimakasih banyak kepada chingu yang udah review, favo, maupun foll.
Maaf sekali jika ada chingu yang tidak nyaman dengan adegan yg ada di ff ini, sekali lagi ini hanya fanfic dan tidak terjadi di dunia nyata. Saya sangat terbuka dengan kritik dan saran, namun saya sangat menolak dengan namanya bash, falme atau apapun itu. Jika tidak suka dengan ff ini, cukup tinggalkan saja, jangan meninggalkan komentar yang menyakiti hati. Sekian, semoga menghibur chingudeullll^^
