Flower High School©Sansan Kurai
Super Junior©SM Entertainment
Friendship, Fantasy
2014
.
.
.
Cerita sebelumnya..
"Tidak terjadi hal buruk kurasa," bisik Kangin pada Shindong yang ada disisinya.
"Ya.. tapi sepertinya ia sedang tak ingin diganggu.." Shindong pun menanggapinya dengan berbisik. "Menjaga dia tetap hidup kurasa itu yang terpenting.."
"Kalau begitu kita awasi Heechul dan yang lain.."
Shindong menganggukkan kepalanya sekali sembari menatap punggung Leeteuk yang kian menjauh.
.
Ϯ~F.H.S Chp.3~Ϯ
.
Leeteuk meregangkan ototnya dengan perlahan. Ia mendesah pelan lalu segera bangkit dari ranjangnya. Ditolehnya jendela yang ada disisi kirinya.
"Pagi cepat sekali datang.." Leeteuk menggumam pelan.
Tok tok
Leeteuk mengurungkan niatnya untuk melipat selimut. Ia berjalan cepat kearah pintu, ditariknya kunci pengait lalu segera memutar knop pintu itu.
"Pagi... Baru bangun?"
"Ada apa Kyu?" Leeteuk bertanya sembari membalikkan tubuhnya tanpa menutup pintu, membiarkan Kyuhyun tetap terlihat diambang pintu.
"Anak baru sudah datang dan ia tengah berdiri di halaman asrama.."
Sekali lagi Leeteuk mengurungkan niatnya untuk melipat selimut. Ditolehnya Kyuhyun dan diamatinya wajah Kyuhyun, berusaha mencari gurat kebohongan disana. Namun nihil, Leeteuk tak menemukan kebohongan diwajah polos itu.
"Kalau begitu aku akan segera bersiap dan menemuinya.." ucap Leeteuk sembari melipat selimutnya.
"Baiklah.." Kyuhyun telah melangkahkan kakinya sekali namun ia menghentikannya dan ia mencondongkan tubuhnya kebelakang agar ia bisa terlihat oleh Leeteuk. "Oh iya.. jika kau tidak cepat, dia akan menjadi santapan lezat bagi Heechul dan yang lain.. saat aku mengetuk pintu kamarmu ini, mereka sedang 'terbang' kearah anak itu.. bye.."
"APA?!"
Raungan Leeteuk tak ada gunanya karena sosok Kyuhyun sudah tak ada disana. Dengan secepat kilat Leeteuk mengganti piyama putihnya dengan seragam sekolah, memakai sepatunya lalu segera melesat meninggalkan kamar yang ditempatinya seorang diri itu.
"Mau kemana?"
Leeteuk tak mengindahkan pertanyaan dari Ryeowook yang baru saja dilewatinya, ia terus berlari dan berlari hingga mencapai halaman asrama yang ditutupi oleh rumput hijau yang lumayan lebat.
Ziinngggg~~~
Tak ada seorangpun ditempat itu. Leeteuk menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri. Nihil, sama sekali tak ia temukan apapun ditempat itu.
"Apa orang itu bisa menghilang?" Leeteuk menggumam pelan sembari terus mencari sosok yang ia belum tahu wujudnya. "Atau jangan-jangan dia sudah.."
"Kau mencari apa?"
Hampir saja Leeteuk berteriak mendengar pertanyaan serta tepukan yang cukup keras dipundaknya itu. Ia membalikkan tubuhnya dan mendapati Shindong berada disana sembari menatapnya ingin tahu.
"Kau mencari apa?" Shindong kembali melontarkan pertanyaan itu saat Leeteuk terus saja terdiam dengan telapak tangan yang melekat didadanya.
"Anak baru.."
"Eh?" Shindong melongo mendengar jawab yang diberikan Leeteuk, detik berikutnya Shindong pun tertawa terpingkal-pingkal hingga memegangi perutnya. Leeteuk yang tak tahu apa yang sedang ditertawakan Shindong pun hanya bisa menatap pria gembul itu dengan tatapan dingin.
"Sepertinya ada yang sedang menjadi badut gagal disini.."
Seketika Shindong menghentikan tawanya saat mendengar kata-kata yang penuh dengan sindiran itu. Ditatapnya beberapa orang yang berdiri jauh dibelakang Leeteuk. Leeteuk sendiri telah membalikkan tubuhnya saat mendengar kata-kata itu.
Heechul, Kibum, Siwon dan Yesung tengah berjalan santai menghampiri keduanya dengan seringaian diwajah mereka masing-masing.
"Aku tak tahu ternyata Prince and Princess kita bisa bangun sepagi ini.." Shindong menatap keempat orang itu dengan santai. Princess yang dimaksud Shindong disini adalah Heechul.
"Kau!" Kibum menggeram pelan sembari menatap Shindong, tatapan membunuh yang selalu ditunjukkan anak itu saat ia tengah marah atau tersindir. Secepat kilat Kibum melesat kearah Shindong. Melihat itu Shindong hanya mendesah lelah.
Trang!
Percikan api keluar dari pedang besar berwarna hitam milik Kibum serta tombak panjang berwarna putih milik Leeteuk saat keduanya bergesekan. Leeteuk menatap Kibum dingin, sedangkan Kibum menatap remeh Leeteuk.
"Tak kusangaka.. ternyata pendoa kita mulai meningkat kemampuannya.." Kibum menyeringai lalu melompat mundur. Dikibaskannya pedang besar itu dan langsung lenyap dari tangannya.
"Kau sudah menemukannya Leeteuk?"
Tanpa menoleh dan melihat siapa yang tengah menanyainya, Leeteuk mengangkat tangan kanannya yang bebas. Muncul sebuah pisau kecil yang terselip diantara telunjuk serta jari tengahnya. Dilemparkannya pisau itu kebelakang. Shindong yang berdiri tepat dibelakang Leeteuk hanya memiringkan kepalanya kekanan agar tak terkena lemparan itu dan itu mengakibatkan pisau itu meluncur lurus tepat kebelakang Shindong.
Kyuhyun yang berdiri disana bersama dengan yang lain pun segera menyingkir sembari terkekeh, tak menyangka bahwa Leeteuk akan melakukan hal itu pada mereka—melemparkan pisau.
"Ohh.. kau belum menemukannya.." Kyuhyun kembali berucap sembari berjalan menghampiri Leeteuk dan juga Shindong, diikuti oleh yang lain.
"Aku tak tahu ternyata kau masih tertipu dengan tipuan lama Kyuhyun.." Sungmin terkekeh pelan sembari menyenggol lengan Kyuhyun.
"Wow... sepagi ini apa yang dilakukan Prince and Princess kita ini?" Kyuhyun menunjuk empat orang yang berdiri lumayan jauh dari mereka dengan dagunya. "Kalian akan mengadakan pesta penyambutan untuk murid baru itu? Oh.. dan sejak kapan kepala besar itu bergabung lagi dengan kalian? Bukankah dia seharusnya masih terkapar seperti mayat di rumah sakit?"
"Kyu! Jaga ucapanmu!" tegur Kangin sembari menepuk pundak Kyuhyun keras. Kyuhyun hanya mendengus sembari menyeringai. "Shin.. ke kantin.."
"Ayo.."
"Hey! Mau kemana kalian!" Kibum berseru marah saat melihat Kangin serta Shindong yang pergi meninggalkan halaman asrama.
"Apa kau tuli?" Shindong menolehkan kepalanya sembari menatap Kibum dengan tatapan kebingungan. "Bukankah Kangin baru saja mengajakku ke kantin?"
"Grrrr~" Kibum menggeram pelan. "Jangan harap kalian bisa pergi dari sini!"
"Cukup!"
Semua yang berada di halaman asrama itu menatap sinis sosok Jinki yang baru saja berseru dengan suara dingin. Jinki berjalan memasuki halaman asrama dan balas menatap mereka tak kalah sinisnya.
"Ayo.." Kangin merangkul pundak Shindong dan berlalu dari tempat itu, detik berikutnya Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook mengikuti kedua orang itu dan terakhir Leeteuk.
"Kalian juga menajuh dari tempat ini!" perintah Jinki pada Heechul, Siwon, Kibum dan Yesung. Setelah menggeram pelan, keempat orang itu pun menyingkir dari tempat itu.
"Jangan harap kalian bisa mengganggu kegiatan hari ini.." desis Jinki.
.
Ϯ~F.H.S Chp.3~Ϯ
.
"Berikan aku 2 mangkuk bubur dan aku tak akan mengganggumu lagi.." ucap Kangin bosan pada gadis penjaga kantin yang tengah sibuk meladeni beberapa siswa yang juga tengah memesan sarapan mereka. Shindong yang berdiri disisi Kangin hanya bisa terkekeh pelan mendengar perkataan Kangin. "Kenapa kau tertawa? Tak ada yang bisa ditertawakan ditempat ini."
"Caramu meminta itu sungguh aneh.." sahut Shindong. "Haruskah kau mengucapkan itu? 'berikan aku 2 mangkuk bubur dan aku tak akan mengganggumu lagi'." Shindong mengulangi perkataan Kangin sembari terkekeh.
"Karena aku bosan dengan makanan disini," ucap Kangin sembari menerima semangkuk bubur yang masih panas itu, begitu juga dengan Shindong. Keduanya segera pergi menuju meja panjang tempat dimana yang lain tengah duduk bersantai.
"Kalian tak pesan sarapan?" tanya Shindong sembari mulai memasukkan sesuap bubur kedalam mulutnya.
"Aku bosan dengan makanan disini.." sahut Kyuhyun. Shindong pun menganggukkan kepalanya namun segera terdiam saat melihat Leeteuk yang kini tengah diam sembari menatap telapak tangan kanannya. Shindong menyenggol pelan lengan Kangin lalu dengan samar menunjuk Leeteuk dengan dagunya.
"Leeteuk.. kau sedang apa?"
Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook pun menoleh ke arah Leeteuk saat Kangin menyerukan pertanyaan itu dan Sungmin yang duduk disisi Leeteuk pun ikut terdiam saat melihat kearah telapak tangan Leeteuk.
"I.. itu.."
.
Ϯ~F.H.S Chp.3~Ϯ
.
"Aku kira sudah banyak yang berubah ditempat ini, ternyata sama saja.. membosankan.." dengus Yesung sembari merebahkan dirinya di atas meja. Mereka kini tengah berada di ruang santai di dalam asrama mereka.
"Kau ingin perubahan seperti apa? Kau ingin aku merubahnya untukmu?" ucap Siwon.
"Ya.. buat ruangan ini menjadi basah.." sahut Yesung asal. "Kalian tahu.. belum ada sehari aku kembali ke tempat ini.. aku sudah merasa bosan.."
"Sebentar lagi kau akan mendapat tontonan yang menarik.." Heechul memainkan rambut panjangnya sembari menatap Yesung dengan tatapan yang sulit diartikan. "Semalam aku sudah mengatakannya padamu kan tentang H2?"
"Hmm.." Yesung menggumam pelan.
"Tapi aku belum melihat mereka pagi ini.. bukankah seharusnya mereka sudah sampai?" tanya Kibum.
"Ssstt..." desis Yesung sembari meletakkan telunjuk didepan bibirnya. Kibum pun langsung terdiam. Yesung memejamkan matanya lalu mengarahkan kedua tangannya ketelinga. "Kalian dengar itu? Mereka datang.."
"Ya.. Diwaktu yang bersamaan.." Heechul menyeringai sembari menatap Kibum dan Siwon bergantian. Kedua orang itu mengangguk dan segera menyingkir. "Kau ingin pergi?"
"Sebentar lagi.. masih terlalu ramai di luar sana.." bisik Yesung.
"Baiklah.." Heechul pun berdiri disisi Yesung dengan tangan terlipat. Menatap lurus kearah perapian yang gelap.
.
Ϯ~F.H.S Chp.3~Ϯ
.
"Itu mereka.."
"Iya.. itu mereka.."
"Mereka benar-benar kalah?"
"Benarkah?! Aku masih tak mempercayainya!"
"Mereka benar-benar tidak berguna!"
"Hey! Siapa itu yang datang bersama dengan mereka?"
"Iya.. mereka terlihat tampan dan manis.."
"Sepertinya mereka bukan dari Korea.."
Kibum dan Siwon yang mendengar komentar-komentar itu hanya bisa menyeringai.
"Sepertinya santapan kita banyak.." desis Kibum.
"Dan sepertinya pendoa kita akan murka melihat ini.." Siwon menunjuk orang-orang yang tengah menjadi buah bibir pagi itu. Keduanya diam memperhatikan Jinki serta anggota OSIS lain yang berjalan cepat menghampiri pria berambut hijau dan biru yang kini menghentikan langkah mereka.
"Akhirnya kalian datang juga, Eunhyuk.. Donghae.." ucap Jinki dingin.
Pria berambut biru dan hijau itu nampak menatap dingin Jinki.
"Siapa mereka!" Eunhyuk—pria berambut biru itu—menunjuk pria yang kini berdiri dibelakangnya.
"Mereka yang akan menggantikan kalian," jawab Minho. "Cepat pergi temui Kepala Sekolah!"
"Aku tak sudi bertemu dengan tua bangka sialan itu!" geram Donghae—pria berambut hijau—sembari menatap Minho tajam.
"Jaga mulutmu, Donghae!" perintah Key. "Sekarang cepat temui Kepala Sekolah!"
"Atau perlukah aku menyeret kalian berdua kesana?" Taemin menatap keduanya sembari terkekeh pelan.
Donghae dan Eunhyuk menggeram pelan mendengar penuturan Taemin. Seakan-akan mereka ini binatang yang tidak ada harganya.
"Hae.. Hyuk.."
Mereka yang merasa terpanggil pun menolehkan kepalanya dan mendapati 6 orang pria tengah berjalan menghampiri mereka. Shindong yang berjalan didepan mereka semua melambai ke arah Donghae dan juga Eunhyuk.
"Apa-apaan ini?!" Leeteuk menunjuk orang-orang—lebih tepatnya 3 orang—yang berdiri dibelakang Donghae dan Eunhyuk. Lalu beralih menatap Jinki, menuntut penjelasana akan kehadiran 3 orang tak diundang itu.
"Mereka yang akan menjadi anggota baru kalian," sahut Jinki.
"Kau bercanda, Jinki!"" seru Leeteuk frustasi.
"Apakah Jinki terlihat sedang bercanda!" dengus Taemin sembari menatap sebal Leeteuk. "Henry, Hankyung dan Zhoumi akan menjadi tanggung jawabmu mulai detik ini."
Bagaikan tersambar petir, Leeteuk menatap ngeri 3 orang pria yang kini balas menatapnya dengan ramah.
~to be continued~
.
.
.
cukup lama bagi saya menyelesaikan chapter ini..
entah kenapa saya merasa skill menulis saya menghilang dan itu membuat saya tidak melanjutkan fanfiction ini selama kurang lebih 3 bulan..
saya sebenarnya rindu untuk menulis lagi.. melanjutkan fanfiction ini..
tapi apa boleh dikata, sekali lagi.. skill menulis saya menghilang..
sepertinya saya perlu belajar lagi..
tapi saya mengucapkan terima kasih pada kalian yang masih mau membaca fanfiction ini sampai detik ini..
saya akan berusaha keras melanjutkan fanfiction ini hingga FIN..
sampai jumpa di chapter selanjutnya..
N.B : kalian bisa mengingatkan saya untuk melanjutkan fanfiction ini.. silahkan mencari semua kontak saya diinstagram sansankurai
