"YO!".pekiknarutokeras di tengah - tengahlapanganuntukolahraga -lapangan out door pas kurokonulis kanji- sehinggabeberapasiswamaupunsiswi yang sedangberada di kelassegeraberlarikearahjendelauntukmelihatapa yang sedangterjadi, karena jam sudahmenunjukanpukul 07:55 bertepatandengan 5 menitpembelajaranakandimulai. sehinggahampirseluruhsiswa - siswisudahberada di kelas.

"AKU! NAMIKAZE NARUTO-".

"AKAN MENIKAHI HYUGA HINATA SEKA-!".

BRUGH CROTT BRUSHH

berbagaimacamekspresiterlihatmimisan, jatuhkebelakang, danmenyemburkanmakananatauminuman yang berada di mulutmereka.

"BUKAN BODOH!".narutomemotongucapandarihinata yang melanturjauhakanapa yang iaucapkandanterlihathinata yang meringiskarenanarutomenjitaknyadengankeras. hinata? yahdiamenemaninaruto di tengahlapangdariawalnarutoberteriak. tadinyaiaberniatcumamenemani, tapinarutomenjedakalimatsaatmengatakannamanyadanentahilhamdarimanaiaberteriakmenyelanarutokhukhukhu...

"AKU AKAN MENJADI PEMAIN BASKET TERHEBAT DI SELURUH DUNIA!".narutokembaliberteriaklantangdenganmukamerahpastinya. setelahberteriaknarutoberniatuntuksegerakekelassebelumtangankananhinatamenariktangankirinyasehingganarutokembalimenghentikanlangkahnya.

"DAN AKU AKAN MENIKAHI PEMAIN BASKET TERHEBAT DI SELURUH DUNIA!".

Disclaimer :

bukanmiliksaya

Warning :

Ooc, typo, EYD, Dll.

Pairing :

Naruto x hinata

The yellow flash

The yellow flashIII

Pagi mengawali hari setiap hari, siang kembali di isi, dan malam kembali mengakhiri. itu terjadi setiap hari Lelah atau tidak itu bukan masalah, tapi dari bagaimana kau mengawali hari, mengisi hari, dan mengakhiri hari yang kau jalani itu yang menjadi masalah. Ada yang mengawali dengan merenung, berkhayal, bahagia itu tergantung banyak orang juga. Ada yang mengisi hari dengan tawa, canda, maupun duka. Ada yang mengakhiri dengan tangis, sinis, maupun optimis.

Saat ini jika kita memasuki cerita kembali terlihatlah dua pasangan laki-laki dan perempuan-ralat 'semi-laki – laki'-. Tengah berjalan untuk mengawali harinya.

~Naruto pov. ~

Aku tidak tau apa yang merasuki gadis ini sehingga bisa berpenampilan seperti ini. Dulu! Ini dulu sekali! Saat aku masih tinggal di jepang, yah aku memang dari jepang itu ketika kecil saat ayah belum menikah dengan ibu. Dulu aku sempat mengajarinya bermain basket, bagaimanapun aku adalah pecinta basket aku sangat sangat sangat menyukai basket dan gadis ini berhasil mengalihkan rasa suka ku ini. Entah bagaimana dan apa cara gadis ini agar memikatku. Tapi, gadis ini berkata 'aku juga sangat suka basket!'. Dan akhirnya aku kembali lagi ke dunia basket, tapi dengan rasa suka ku yang terbagi. Baiklah dulu gadis ini adalah gadis normal bahkan bisa dikatakan idaman semua laki-laki kalo otaku mungkin akan menyebutnya 'waifu idaman'. Atau 'yamato nadeshiko'. Tapi sekarang! Penampilan rambut yang di buat ponytail dengan sedikit ranbut yang menghiasi kening-poni-. Dan rambut yang berwarna indigonya. Ah ia kembali ke rambut normalnya. Oke saat ini hinata memakai gaya char anime yang kata hinata ia adalah -deidara- salah satu anggota akatsuki-tentunya anime madara shippuden-.

"kau merubah gayamu, hmm?". Aku berucap dengan mengalihkan pandanganku yang tadi tertuju ke depan.

"tentu saja, un! Naruto-danna juga melihatnya kan?". Apa – apaan itu ucapannya! Pembawaan karakter hah! Sial padahal dulu ia cantik sekali! kenapa perempuan ini bisa jadi begini! Aku ingin sekali bilang 'aku tidak suka padamu, kita akhiri saja hubungan ini'. Dan berlalu layaknya di film ah bukan film, tapi anime dengan genre romance yang pernah hinata perlihatkan. Sayangnya aku tidak akan beran mengataknnya karena jika aku mengucapkannya bukannya dia yang menyesal, tapi AKU!.

"aku penasaran hinata?". Ucapku yang seolah berusaha membuatnya penasaran.

"bagaimana kau menyembunyikan ... eto...".

"apa, un?".

"tapi berjanjilah jangan memarahiku atau mengejekku?". Aku kembali berusaha untuk berucap menyangkut dengan hal yang mungkin ... pribadi.

"ya naruto-danna, cepat saja katakan, un?". Hinata sepertinya benar – benar penasaran dengan apa yang akan aku tanyakan ini. Mengalihkan wajahku ke arah lain agar aku tidak melihat wajah hinata.

"apa kau .. eto ... pe-perempuan?". Ucapku entah kenapa malah jadi terbata seperti ini dan ...

~hening~

Mengalihkan lagi wajahku ke arah hinata yang sedang menatapku dengan mata yang berkaca – kaca. Sial! Apa aku keterlaluan? Yah itu pasti. Mana ada perempuan yang akan kuat jika ia di sebut laki – laki walau secara tidak langsung. Kudekati hinata memeluknya seraya bergumam maaf. Hinata mendorongku, aku tidak menolaknya mungkin hinata butuh waktu untuk sendiri. Hinata menggenggam tangan kananku dan menariknya menuju ... payudaranya.

Pluk

Kami berada di daerah pertokoan yang pastinya banyak yang melintas. Bahkan tadi aku sempat melihat ada yang menghentikan langkah kakinya hanya untuk melihat aku dan hinata yang tengah berpelukan. Segera kutarik tanganku dari hinata denga wajah yang memerah full merah.

"apa yang kau lakukan, baka!". pekikku yang pastinya semakin banyak yang melihat ke arahku dan hinata.

"ten-tu saja agar k-au mengetahuinya, ... un". Entahlah aku tidak mengerti dengan apa yang ia maksud, bukan perkataannya! Tapi, nada dan ekspresinya itu. Ia sedikit terisak mukanya memerah dan tersenyum, tidak lupa dengan bawaan karakter yang ia mainkan dan sepertinya ia tadi sempat melupakannya.

"ada apa dengan ekspresi bodoh itu!". Aku segera menarik tangan kanan hinata untuk kembali mengawali hari dengan kegiatan sekolah.

~Naruto pov. End~

naruto juga hinata kembali berjalan seolah melupakan kejadian yang tadi yang bisa di bilang –absurd- dan tak terasa perjalanan mereka seolah menjadi sebuah perjalan ekspres walau hanya dengan kaki –mungkin terlalu asyik dengan dunia mereka sendiri-.

Di depan gerbang SMA Seirin mereka hanya menjadi obrolan biasa dan kebanyakan dari mereka sudah memaklumi jika hinata dan naruto sudah sah dan tidak bisa diganggu gugat lagi! Dan mungkin ini memecahkan masalah tentang 'kenapa hinata tidak pernah terlihat sangat dekat dengan seorang gadis? Apa ia gay?'. Dan perasangka aneh dan absurd itu terjawab dengan sendirinya.

Berjalan ke arah kelas dengan tenang meski masih banyak dari beberapa persen orang –lebih tepatnya perempuan- yang memandang tajam ke arah naruto tentunya.

"hinata apa kau tidak bosan bercosplay?". Ucap naruto karena mulai bosan dengan suasana hening.

"tidak, un". Jawab hinata santai.

"apa tidak ada lagi yang mau kau katakan?". Naruto mencoba mengembalikan suasana 'pantas saja tadi di jalan sangat hening'.

"kau marah?". Tanya naruto –ia menghela nafas-.

"tidak, un".

"baiklah bagaimana agar hinata-sama ini memaafkan naruto yang brengsek ini?". Hinata menyeringai, naruto yang melihatnya bahkan sampai bergidig ngeri. Hinata semakin memperlebar senyum miliknya hingga bisa dikatakan mulutnya seolah terbelah.

"ak-aku ti-". Ucapan naruto terpotong karena hinata.

"baiklah ...

~skip~

Naruto dari awal masuk kelas entah kenapa terlihat lesuh bahkan sampai akhir kelaspun naruto tetap menunjukkan lagi muka lusuhnya dan jangan lupakan semakin naruto menunjukan gerak – geriknya maka semakin banyaklah burung yang berkicau. Terlihat jelas bahkan naruto sampai memerah mendengarnya, karena 'naruto tidak bisa mengimbangi hinata!'. Dan semakin benarlah fakta itu dengan naruto yang memerah karena malu. Naruto ingin menyangkal tapi itu malah membuat ia semakin mencurigakan.

Naruto mengambil tasnya dan hinata yang mengekori di samping kanannya –itu sih bukan mengekori -_- -. Ia berjalan keluar dari kelasnya untuk menuju ke lapangan indoor basket milik SMA Seirin karena hari ini adalah hari terakhir latihan. Karena besoknya harus dipakai tuk mengistirahatkan tubuh dan besoknya lagi unjuk gigi di depan kaijou –itu yang ada di pikiran riko-.

Melihat gedung yang ia biasa jadikan tempat latihan tengah ramai oleh para gadis itu terlihat aneh bagi naruto. Karena hinata di sini bukan di dalam. Naruto menerobos masuk ke dalam lapangan dan melihat kagami tengah bertanding melawan orang beranbut seperti 'tai' menurut naruto –gak sadar diri loe-. Mendekati senpainya yang tengah melihat pertandingan antara orang berambut kuning dengan kagami.

"yo! Hyuga senpai?". Hyuga mengalihkan arah pandangnya kepada naruto dan hanya mengangguk, setelahnya kembali melihat ke arah kagami.

"sebenarnya ada apa, senpai?". Tanya naruto kembali.

"orang itu!". Hyuga menunjuk orang yang berambut kuning dengan pinggirannya berwarna hitam.

"dia salah satu kiseki no sedai!". Hyuga fokus mengabaikan untuk menatap lawan bicaranya. Karena ini memang bukan waktu tepat untuk mengalihkan wajah pada lawan bicara meskipun itu tindakan yang kurang sopan.

Naruto mengalihkan wajahnya ke arah kagami dan orang berambut kuning.

~lapangan~

Kise a.k.a orang berambut kuning dengan pinggiran hitam. Tengah memantulkan bola di tangannya.

Wusshh DUUAKH

Dengan tiba-tiba kise berlari ke arah kiri. Kagami mengikutinya ke arah kiri, tapi saat kagami beralih dari bertahan ke berlari bertepatan dengan kaki kanan yang melangkah harus kembali dikejutkan dengan kise yang melakukan crossover ke arah kanan sehingga membuat langkahnya tertinggal. Kise terus berlari dan langsung melompat saat melihat kesempatan di depan mata. Kise melompat dan akan melakukan dunk sebelum sebuah tangan menghantam bola yang akan ia masukan.

TAP TAP

Kise membulatkan matanya dengan apa yang ia lihat. Ia tidak percaya, ia tidak melihat kedatangannya dan ia tidak merasakan kehadirannya layaknya kuroko. Kise langsung menyeringai untuk mengendalikan emosinya yang sedikit shok karena ada orang yang bisa melakukan hal mustahil seperti kuroko.

"kau hebat-ssu". Ucap kise memberi pujian pada naruto sembari menormalkan senyumannya.

"namaku namikaze naruto". Naruto memperkenalkan dirinya.

"kise ryouta, apa kau juga dari seirin –ssu". Kise menampilkan sikap periangnya pada naruto.

"one on one?". Naruto menerima bola yang terlempar ke arahnya –tepatnya dari hinata yang telah mengerti tentang naruto-.

"sialan! Kalian mengabaikanku!". Kagami berbicara di tengah perbincangan kise dan naruto dan yang terjadi kagami kembali di acuhkan –pundung di pojokan-.

"terserah". Kise menampilkan seringainya dan naruto mulai berjalan ke arah area three point.

"dua point ia yang menang". Naruto mengoper bolanya pada kise.

"apapun itu!". Kise kembali mengoper bolanya pada naruto.

DUGH DUGH DUGH

Naruto memantulkan bolanya dengan santai dan ciri khas naruto yang masih belum memperlihatkan matanya.

Wusshh

Naruto berlari ke arah kiri dengan tiba –tiba. Kise mengikutinya ke arah kiri, tapi sesaat kise merasakan de javu karena kejadian kagami yang beralih dari bertahan ke berlari di ikuti olehnya dan benar saja bertepatan dengan kaki kanan menyentuh tanah naruto segera melakukan crossover ke arah kanan. Kise yang tak mau kemasukan tidak ambil peduli dengan de javu yang ia rasakan. Kise tetap melangkahkan kaki kanannya dan langsung berbalik ke arah ring, tapi yang ia lihat hanya ketertinggal karena naruto telah melangkah lebih dulu. Dan satu lagi ia berlari mengejarnya, tapi tetap saja kise tidak bisa mengejarnya.

Blush

Bola masuk dengan mudah karena lay-up naruto.

"kiseki no sedai! Jangan membuatku tertawa! Bahkan skill yang kau miliki tak lebih dari seekor monyet!". Naruto berujar datar dan jangan lupakan ucapan sinis yang ia tujukan pada kise. Kise menundukan wajahnya hingga menutupi matanya.

"jika kau ingin tau! Seekor monyet pun bisa mengalahkan dirimu!". Kise menunjukan matanya dan terlihat mata yang tajam bagaikan elang yang akan berburu mangsa.

"dan kau mengakui bahwa kau memang seekor monyet!". Naruto menunjukan seringai kemenangannya dan kise hanya mengabaikannya bagaikan angin lalu. Naruto berjalan menuju ring dan mengambil bola yang tergeletak di lantai. Berjalan ke arah kise yang tengah berdiri di area three point.

~luar lapangan~

Semua kembali kaget dengan apa yang diperlihatkan oleh naruto. Gerakan kagami kembali di copy oleh naruto mereka tau naruto itu hebat. Sedangkan kagami yang melihatnya hanya bisa terdiam kemudian menyeringai seolah kembali menemukan mangsa yang akan ia kalahkan.

"itu sangat mudah untuk di tiru bahkan olehku". Suara itu keluar dari seorang lelaki cantik dengan poni yang menutupi mata kanan dan ponytailnya membuat semua yang mendengar kembali terkejut.

"a-apa benar hinata-kun?". Tanya riko dengan ruam merah di pipinya.

"tentu saja, un". Hinata kembali membalasnya. Hyuga dan yang lainnya, kecuali kagami, kuroko hanya mampu berbicara dalam batin 'monster'.

~lapangan~

TAP DUGH DUGH

Kise menerima pass yang di berikan naruto padanya dan mulai memantulkan bolanya pada lantai. Naruto membungkukan badannya memasang pose bertahan dan saat kise berlari ke arah kiri naruto segera membalikan badannya ke arah ring dan merasakan kise berada di mana. langsung mendapatkan kise yang ternyata melakukan crossover kembali seperti naruto. Naruto segera melangkah menghadang kise yang ternyata kembali mengarh kekiri.

"kaget, hah?". Tanya naruto di tengah pose bertahannya.

"kita lihat siapa yang akan kaget!". Dan kise segera berlari ke arah kiri naruto dengan drive biasa tanpa trick hanya mengandalkan kecepatan. Naruto yang melihatnya hanya mampu terdiam hingga.

Blush

Bola masuk tanpa perlawanan yang berarti dari naruto. 1 – 1.

~luar lapangan~

Team seirin yang melihatnya hanya terheran kenapa naruto tak menghentikan kise, padahal kemarin naruto mampu menghilang dari hadapan mereka seperti sihir dan bisa langsung berada di ring tidak lupa dengan dunk yang ia lakukan.

"apa yang terjadi dengan naruto?". Kagami bertanya pada hinata.

"saa naa (entahlah)". Hinata berucap dengan senyuman manis yang ia berikan pada kagami dan kagami hanya mendapatkan tubuhnya yang mematung tak bisa digerakan, bukan ini bukan karena pesona atau cinta. Tapi, lebih seperti seseorangyang kena kutuk. Kagami segera menggelengkan kepalanya dan kembali melihat pertandingan one on one yang berlangsung walau dengan bulu kuduk yang berdiri entah karena apa.

~lapangan~

TAP

Kise melakukan pass pada naruto yang kembali di terima dengan baik oleh naruto.

DUGH DUGH

Naruto kembali memantulkan bolanya berulang – ulang dan kise masih kukuh pada posisi bertahannya. Naruto membungkukan badannya, kise semakin memperkukuh pertahannya dengan memfokuskan mata pada bolanya. Naruto berlari lurus tepat ke arah kise, lalu langsung membelokan arah larinya ke kiri. Kise tak tinggal diam segera melakukan pertahanan agar naruto tak memasuki wilayahnya. Tapi, naruto hanya berlari di arah kiri dengan kise yang berada dikanan agar naruto tak memasukan bolanya. Naruto menghentikan langkahnya dan langsung melompat ke belakang dan langsung melakukan shot di saat ia melompat kebelakang –formles shot-.

Blush

Bola masuk tanpa halangan. Kise yang melihatnya hanya mampu terdiam, dia tak menyangka akan melihat gerakan itu di sini. Ia kira pemain Seirin hanya sebatas beberapa level dibawahnya, tapi ia salah ada yang bisa menyamai level kiseki no sedai juga di sini. Naruto berjalan ke arah ring untuk mengambil bola.

Splasshh

Sebuah bola meluncur dengan kecepatan yang bisa di bilang tinggi ke arah naruto yang tengah membelakangi naruto.

DUGH

Naruto menunduk untuk mengambil bola, sehingga bola yang akan mengenainya hanya melewatinya tanpa permisi dan menghasilkan suara cukup keras pada dinding.

"kau terlalu lama kise!". Ucap seseorang dengan otot yang sangat besar berkulit hitam dan rambut bergaya klimisnya.

"ahk aku hanya sedikit bermain dengannya!". Ucap kise dengan menunjuk naruto yang kini tengah menatapnya dan pria berotot itu secara bergiliran.

"naru-cchi, kita akhiri permainan ini! Aku hanya ingin menyapa pemain Seirin saat ini! Aku tunggu di Kaijou! Bye-ssu". Ucap kise dan langsung pergi meninggalkan naruto.

"ayo kise!". Ucap pria berotot itu dan segera mereka berjalan ke arah luar ruangan lapangan indoor milik Seirin.

"sialan! Dia malah langsung perg begitu saja!". Gerutu naruto.

"dan kau juga bermain seenaknya!". Ucap riko membalas gerutuan naruto.

"kenapa kau baru datang naruto?". Tanya hyuga santai berusaha untuk mengalihkan perhatian riko.

"ahk tidak kenapa – kenapa, senpai". Naruto berucap kembali dengan santai.

~skip~

Saat ini naruto sedang duduk di pinggir lapangan dengan keringat yang bercucuran karena latihan lima kali lipat yang di berikan riko benar – benar ampuh untuk membuat pemanasannya. Yah naruto menganggapnya hanya pemanasan sedangkan yang lainnya menganggap itu adalah latihan penjemput nyawa atau penyiksaan polos ala riko, senpai.

"naruto-danna besok kau harus memakainya, un!". Naruto yang mendengarnya hanya tertunduk dan arwahnya seperti hilang di telan shinigami.

"apa tidak bisa di rubah?". Tanya naruto dengan lesu.

"no! You can't change the rule!". Hinata berujar dengan bahasa inggris yang tak tahu ia dapat entah dari mana.

"sok inggris!". Naruto berujar sinis pada hinata.

"hihihi...". hinata hanya cekikikan mendengar respon naruto.

"yeah, darimu untukmu terserahmu". Naruto kembali berujar dengan nada bosan.

"ayo kita pulang!". Naruto mengangkat tasnya di pundak sebelah kirinya dan segera memegang tangan kiri hinata dan langsung berjalan keluar.

"umm". Hinata hanya mengangguk dan mengeratkan genggaman tangannya.

"hinata kau tau siapa pria berotot tadi?". Tanya naruto dengan nada santai untuk membuka pembicaraan dengan hinata.

"yah, dia salah satu dari anggota kiseki no sedai". Hinata membalas ucapan naruto dengan santai kembali.

"apa dia juga dari kaijou?".

"ya, dan juga banyak yang lainnya yang masuk ke sekolah yang bagus".

"hoo ... jadi sekolah mana saja yang menerima kiseki no sedai?". Naruto kembali mengeluarkan pertanyaan seolah ia sedang mengintrogasi hinata.

"Seirin, Touou, Kaijou, Yosen, Rakuzan, dan satu lagi di apa yah ... u'umm". Mereka berjalan ke arah gerbang pintu yang sepertinya tengah di tunggu oleh empat orang lelaki.

"aku lupa, un". Hinata kembali berujar dengan tangan yang menggaruk pipinya 'padahal tadi ia tidak mengatakan un'. Batin naruto.

~gerbang~

"sedang apa kalian disini!?". Pertanyaan keluar dari mulut orang berambut merah dengan tatoo 'ai' di dahi kirinya dengan sinis.

"seharusnya aku yang berkata seperti itu!". Ujar orang yang memakai google hitam.

"dan juga kenapa kau ada di sini! Hah!?". Ujar orang yang memakai google pada orang yang terlihat dengan rambut hitam bob dengan poni yang menutupi setengah wajahnya.

"aku Cuma mau menemui hinata!" ujarnya simpel, tapi sukses membuat yang lainnya menatapnya tajam.

"untuk apa, hah!?". Si tatoo kembali menyahut dengan lantang dan keras.

"tentu saja menemuinya! Bodoh". Kembali jawaban simpel yang sangat menyakitkan keluar dari mulutnya.

Saat mereka membicarakan mengenai hinata dan saat itu pula lah orang yang di bicarakan datang. Sepertinya, tidak pada waktu yang tepat. Bukan bukan ... ini memang waktu yang kurang tepat karena saat ini tentu saja hinata tengah bersama naruto.

"hinata-chan!". Ujar orang dengan tatoo 'ai' menyoraki kedatangn hinata. Tapi, tak bertahan lama karena sosok yang tengah memegang tangan kiri hinata.

"siapa dia?". Pertanyaan yang keluar dari orang yang berambut bob sampai memenuhi mukanya.

"tentu saja calon suamiku!". Jawab hinata tanpa ragu dan semakin mengamit lengan kanan naruto.

"lepaskan!". Ujar seseorang dengan tattoo 'ai' geram.

"maaf, namaku namikaze naruto". Jawab naruto memperkenalkan diri.

"siapa kalian?". Jawab naruto santai.

"kau tidak perlu tau siapa kami!". Ujar orang ber-tattoo 'ai'.

"aku shikamaru!". Ujar orang dengan rambut bob yang hampir memenuhi wajahnya.

"aku shino!". Dan ini adalah orang yang memakai google hitam, Kedua orang ini tampaknya berbicara dengan emosi yang tertahan.

"dan ada apa perlu apa?". Tampak naruto dari tadi hanya bertanya dengan kesan sopan dan rapih karena bagaimanapun ia lelah dengan ketiga orang ini. Hinata sewaktu SMP pernah memiliki pacar selain dirinya dan tentu saja itu dengan persetujuan naruto. Bagaimanapun naruto mengerti ia tidak mungkin memaksa hinata untuk melakukan hubungan jarak jauh dengannya. Karena setiap orang memiliki yang namanya rasa bosan dan itu juga pasti dimiliki oleh hinata. Dan pastinya! Jika orang ini telah berlebihan naruto akan segera meminta putus pada hinata –miris banget- dan hinata putus dengan mereka juga naruto tau. Alasannya adalah karena ... naruto, hinata sering memainkan handphonenya meski tidak sering. Tapi, mantannya itu mengetahui karena sifat penasaran manusiawi mereka dan berakhir dengan putus dan naruto juga sama dengan hinata dia juga memiliki mantan pacar. Itu akan sangat membosankan jika hanya hinata yang memainkan perannya dan jika berlebihan sama halnya. PUTUS adalah jalanya. Tapi, mereka tau batasan mereka pacaran maka dari itu mereka adem anyem –pasangan yang aneh-.

Back to story

"aku hanya ingin bicara dengan hinata!". Ucap shino dengan shikamaru bersamaan. Orang yang berambut merah bata hanya melihat, karena emosinya yang dari tertahan. Orang ini segera berjalan dan memisahkan naruto dan hinata kemudian memegang tang hinata.

"kumohon kembalilah padaku!". Ujarnya dengan nada memohon berbeda dengan caranya tadi berbicara.

"aku tau waktu itu aku hanya khalaf karena melihat pesan singkat itu! Tapi kumohon kembalilah". Lanjutnya dengan wajah memelasnya.

"maaf gaara, aku tidak bisa!". Ucap hinata tegas.

"kau lihat sendiri! Aku bahkan tidak bisa memegang tanganmu lebih lama dari ini". Hinata melepaskan tangannya yang di pegang oleh gaara.

"bagaimana kalau kita bertaruh!". Ujar shikamaru yang melihat penampilan naruto dan cara ini berhasil mengalihkan semua atensi pada shikamaru.

"apa?". Ujar naruto yang merasa di perhatikan.

"kalau diantara kami berhasil mengalahkanmu!". Shino yang mengerti jalan pikir shikamaru meneruskannya.

"hinata menjadi milik salah satu di antara kami!". Ujar shikamaru berhasil membuat naruto membulatkan matanya dan gaara serta shino hanya menyeringai. Hinata juga ikut menyeringai mendengarnya.

BUKKHH

"sialan kau! Hinata bukan barang yang bisa ku pertaruhkan!". Naruto menempelkan bogemnya pada pipi shikamaru dengan kecepatan dan kekuatan penuhnya karena perkataan shikamaru dan shikamaru tanpa mampu membendung kekagetannya melihat kecepatan naruto. Itu juga terjadi pada shino an gaara juga hinata yang ikut kaget karena kecepatannya sangat cepat dibanding saat bertanding dengannya.

"apa kau takut hah!?". Tanya gaara memprovokasi setelah sadar dari kekagetannya dan saat naruto akan menghilang hinata segera menahan kedua tangannya dari depan naruto.

"...". hinata hanya menyeringai di depan wajah naruto dan naruto yang melihatnya entah kenapa merinding bahkan sampai tulang belakangnya ikut berjengit.

"khukhukhu... ini seru bukan!". Hinata berkata dengan seringai yang bisa di bilang seperti maniak?.

"baiklah jika diantara kalian berhasil menang melawan calon suamiku! Kalian boleh memiliki-ku".

"apa yang kau katakan!". Hinata berteriak pada naruto dan hanya dibalas dengan tatapan merendahkan dari hinata.

"sialan!". Naruto hanya mampu mengumpat pada hinata dengan sura pelan.

"winter cup!". Dengan itu naruto segera menarik hinata kembali pulang dengan wajah yang di tekuk dan hinata yang tampak antusias.

Tbc . . .

Haahh chap ini udah beres minggu lalu tapi saya gak bisa update soalnya saya kebetulan gak lagi maen ke warnet –saya buat di rumah update di warnet- sekalian download anime.

Dan juga chapter ini sedikit banget dan pas kejadian di gerbang naruto sama hinatanya agak ngawur soalnya saya lupa bagaimana sifat dan tabiatnya makanya jadi agak nista gitu..

Dan terakhir saya kasih list.

Gaara x shino x shikamaru x raikage x rock lee.

Akan memeriahkan fic saya karena gak adil kalo pemain terbaik di pegang seirin semua. Jadi? Gak rame kan? Maka dari itu saya tambahdan listnya masih belum selesai dan untuk sementara akan di rahasiakan. Setiap team akan mendapat tiga pemain dengan potensi zone. Gimana? Mungkin ada sedikit perguncangan pemain! Terutama kuroko yang gak bisa masuk zone! Dan bagaimana jika bisa? Khukhukhu ... tunggu aja!

Maaf kalo chap ini berantakan karena ini belum di chek dan saya akan re-publish jika kesalahannya banyak maaf juga kalo bahasa inggrisnya buruk..…

Review, saran, and flame please?

And then …

Causetoday turn off ...