Tour de Indonesia : East Java (Jawa Timur)
.
.
.
.
.
Disclaimer Masashi Kishimoto
Story from Akemi Miharu
Team Seven
Advanture, Friendship, Traveling
Rate : K
Warning : AU, geje, OOC, OC, alur cepat, mainstream, typo(s)
Tidak berkenan silahkan tekan 'back' dan cari yang sesuai selera
.
.
.
.
.
Happy reading ^-^
.
.
.
.
Note : disini ada karakter luar (OC) dengan ciri-ciri
Nama : YuraYuki (pen name)
Kulit kuning langsat khas orang indonesia, tinggi, rambut hitam panjang, sedikit tomboy
.
.
.
.
.
Chap 4 : Welcome to Kota Batu
.
.
.
.
"Yura-chan, bangun!" seru Sakura sembari menepuk pelan pundak gadis bersurai hitam yang masih tertidur dibalik selimut tebal.
"Ada apa Sakura? Ini masih pagi," ucap Yura pelan.
"Bangunlah Yura, udara di sini segar sekali. Ayo kita jalan-jalan," pinta Sakura dengan keukehnya.
"Hem, baiklah. Biarkan aku mandi dan bersiap dulu, oke?" dengan enggan gadis itu berjalan menuju kamar mandi, meninggalkan gadis bersurai merah muda yang nampak berseri.
Tiga puluh menit kemudian kedua gadis itu telah siap dengan setelan kaos serta celana jeans panjang. Tak lupa jaket untuk menghangatkan tubuh mereka.
"Kalian lama," gerutu Sasuke ketika melihat Sakura dan Yura keluar dari kamar mereka.
"Wanita memang selalu lama," sambung Naruto dengan santainya.
"Kalian berdua minta dihajar?" tangan kanan Sakura sudah terkepal, siap melayangkan 'ciuman mesra' pada dua pemuda itu.
"Sudahlah Sakura. Maaf karena membuat kalian menunggu,"
"Kau terlalu baik pada mereka, Yura,"
"Yura-chan memang baik, tidak sepertimu Sakura-chan,"
"NA-RU-TO!"
"Bisakah kalian berhenti bertengkar atau kita akan disini sampai siang," ujar Sasuke tiba-tiba, membuat dua remaja berbeda jenis (jenis kelamin maksudnya) itu terdiam.
Yura terkekeh pelan, pagi-pagi sudah disuguhi drama yang lucu antara ketiga sahabat asal Jepang.
"Sudah sudah. Jika kita tidak bergegas, kita bisa ketinggalan bus pariwisata,"
Ketiga remaja itu mengangguk pelan. Sakura segera berjalan berdampingan dengan Yura, diikuti Naruto dan Sasuke dibelakang.
Tak butuh waktu lama, mereka telah kembali ke taman yang semalam mereka singgahi. Dari kejauhan nampak beberapa bus berwarna hijau yabg terparkir cantik dipinggir jalan. Bus tingkat dua dengan atap yang terbuka pada tingkat atas.
"Pagi ini kita akan berkeliling kota dengan naik ini. Bus ini gratis karena memang diperuntukan untuk para wisatawan,"
"Ternyata ada yang seperti ini juga ya?"
"Yah, salah satu fasilitas untuk memperkenalkan kota Malang. Lebih baik kita segera naik," pinta Yura diikuti anggukan setuju dari yang lain.
"Lantai dua -ttebayo!" seru Naruto sangat, membuat mereka berempat menjadi pusat perhatian penumpang lain yang mayoritas adalah wisatawan asing.
"Naruto! Sudah berapa kali kubilang jangan berteriak sembarangan!" geram Sakura sedikit berteriak.
Sasuke menepuk pucuk kepala gadis merah muda itu, menenangkan. "Kalau kau juga berteriak, kau sama dengannya, baka,"
"Baiklah, kita dapat tempat duduk diatas. Loh! Kalian kenapa?"
"Tidak ada apa-apa," ucap Sasuke datar, kemudian menyeret Sakura untuk naik ke tingkat dua.
"Mereka menyebalkan!" gerutu Naruto yang terdengar jelas oleh Yura.
"Hah, mereka ini ada-ada saja,"
.
.
.
.
.
Perjalanan dengan bus pariwisata memakan waktu 30 menit, mengitari beberapa jalan di kota Malang. Sepanjang perjalanan, Sakura sibuk dengan kamerenya sedangkan Naruto sibuk bertanya ini dan itu pada Yura. Sasuke? Oh, dia sedang menikmati pemandangan dan sesekali melirik gadis merah muda yang duduk disampingnya.
Tour singkat itu berakhir di taman balai kota, tempat pertama mereka naik.
"Baiklah, setelah ini kita harus cek out dan kembali melanjutkan perjalanan," ucap Yura ketika mereka dalam perjalanan kembali ke hotel.
"Huah... Bisakah kita disini untuk beberapa hari Yura-chan," pinta Sakura. Wajahnya ia buat semelas mungkin, berharap hati Yura akan luluh.
"Tidak bisa Sakura. Kau akan ketinggalan sesuatu yang menyenangkan jika kita disini lebih lama,"
"Hem, baiklah~"
"Setelah ini kita kemana?"
"Ke tempat wisata Sasuke-san, tapi kita tidak akan menginap disana. Hanya transit sebelum ke tujuan akhir," kata Yura dengan senyum mengembang.
"Tumben sekali, ada apa Yura-chan?"
"Tidak ada apa-apa, Naruto-kun. Aku hanya tidak mau kalian melewatkan acara yang menarik. Baiklah, segera bersiap!" Seru Yura semangat.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang ketika keempat remaja itu keluar dari hotel. Mobil mereka segera melaju menuju tujuan selanjutnya.
.
.
.
.
.
"Museum-ttebayo! Eh tunggu, sejak kapan kita sampai di sini?"
Bletak!
"Ittai~ Kenapa kau memukulku, Teme?!"
"Tanganku gatal ingin memukulmu, Dobe," jawab Sasuke dengan santainya.
"Dalam perjalanan kau hanya tidur, Naruto no baka!"
"Tehee~" mendengar itu Naruto mengeluarkan cengiran terbaiknya.
"Tapi kenapa kita ke museum Yura?" tanya Sakura penasaran. Astaga! Aku jauh-jauh ke Indonesia masa harus masuk ke museum, batin gadis itu.
"Ah, ini museum angkut, Sakura. Bukan museum biasa, didalamnya banyak macam-macam alat angkut. Mulai dari amgkutan darat sampai udara. Dari berbagai jaman juga. Kupastikan kalian tidak akan menyesal ke sini," ucap Yura semangat.
"Ehm, baiklah~" ucap Sakura setengah malas.
"Sudah, nikmati saja," bisik Sasuke yag dibalas anggukan pasrah dari Sakura.
Dan ketika mereka masuk, Sakura langsung membuang imej buruk tentang museum. Museum bukan tempat yang menyeramkan dan membosankan seperti yang selama ini Sakura bayangkan.
"Oh lihat! Mobil itu bukankan buatan Jepang? Sekitar tahun 1963, kalau tidak salah?" seru Sakura girang ketika melihat sebuah mobil berwarna hitam mengkilat yang berjejer apik dengan mobil-mobil kuno lainnya.
"Entahlah, aku tidak tahu Sakura-chan,"
"Ayo kita lihat Yura!" dengan kekuatan entah darimana, gadis bermarga Haruno itu menyeret Yura. Memaksa gadis bersurai hitam itu untuk mengikutinya.
"Museum ini ternyata keren juga," guman Sasuke, yang tak sengaja terdengar oleh Naruto.
"Nani?! Wah, tumben sekali seorang Uchiha Sasuke memuji sesuatu selain Sakura-chan -ttebayo," goda pemuda bersurai pirang itu.
"Aku hanya menyatakan yang sebenarnya," balas Sasuke santai, walaupun terlihat pipinya memerah. Yah, walaupun hanya samar.
"Benar juga -ttebayo. Jarang-jarang ada tempat yang mengusung tema seperti ini," ucap Naruto.
"Hoi kalian berdua! Jangan hanya berdiri disana," teriak Sakura.
"Tch, sekarang dia yang membuat keributan," gerutu Sasuke.
"Andai aku bisa memukul Sakura-chan, seperti dia memukulku ketika aku ribut," ucap Naruto tanpa sadar. Ah, Naruto, kau mengatakan hal yang salah, sangat salah karena kau mengatakannya didepan seorang Uchiha Sasuke. Pasti sebentar lagi kau akan-
Bletak!
"ITTAI~"
-kena pukul.
"Berani kau memukulkan, kau berurusan dengaku, Dobe!" ucap Sasuke santai, berjalan meninggalkan Naruto yang meratapi sakit di kepalanya.
"Aku kan hanya bercanda Teme!"
"Ada apa dengan Naruto-kun, Sasuke-san?" tanya Yura penasaran.
"Otaknya sedang jalan-jalan," jawab Sasuke asal, yang tentu saja membuat Yura tidak paham.
"Em, baiklah! Disini ada 9 zona berbeda, kalian boleh menjelajahinya sesuka kalian. Dan tentu saja kalian boleh berfoto untuk kenangan,"
"Tapi Yura, kenapa ke sini? Apa tidak ada tempat lain?"
"Eh, sebenarnya ada, Sasuke-san. Kota wisata Batu punya berbagai macam tempat wisata, mulai dari taman bunga, kebun buah, taman bermain, museum, dan wisata alam. Kalau ditanya kenapa disini? Yah, kerena aku belum pernah ke sini. Jadi aku ingin kesini," jawab Yura dengan polosnya. Sasuke dan Naruto yang mendengar itu hanya bisa bersweat drop ria.
"Kenapa kalian disini? Kita belum mengunjungin semua zona," seru Sakura.
"Baiklah, kita kunjungin zona yang lain,"
.
.
.
.
.
Selama sehari penuh keempat remaja itu mengelilingi kota Batu. Setelah dari Museum angkut, mereka segera beranjak ke daerah paralayang. Tempat dimana mereka bisa melakukan olahraga parayalang.
Setelah puas, mereka berkunjung ke Selecta. Dimana terdapat banyak bunga disana. Dengan sedikit memaksa, Naruto memfoto Sasuke dan Sakura ala-ala foto pre-wedding. Yang pada akhirnya berakhir dengan kepala Naruto yang benjol bertumpuk kerena dijitak Sasuke.
Perjalanan mereka hari itu berakhir di aloon-aloon kota Batu. Malam mulai menjelang dan udara mulai dingin. Segelas minuman hangat dan jagung bakar menemani malam mereka.
"Astaga, ini perjalanan non-stop yang menyenangkan," kata Sakura dengan wajah berbinar.
"Aku senang jika kalian menikmatinya," ucap Yura.
"Apa yang menikmati? Kepalaku sampai benjol bertumpuk begini," gerutu Naruto sembari mengelus kepalanya.
"Salahmu sendiri," kata Sasuke tajam.
"Kau tega Teme!"
"Apa masih sakit Naruto-kun?" tanya Yura yang kini ikut mengelus kepala Naruto.
"Tehee~ tentu tidak -ttebayo! Aku kan strong!"
"Tch, dia cari kesempatan,"
"Berani macam-macam, akan kuadukan pada Hinata-chan," ancam Sakura.
"Eh eh, aku tidak macam-macam -ttebayo!"
"Oh, jadi Naruto-kun sudah punya kekasih?"
"Yups~ Dia Hime-chan kutersayang, Hinata," ucap Naruto dengan nada bangga dan penuh cinta.
"Sepertinya aku pernah mengenal nama itu," ujar Yura seperti mengingat sesuatu.
"Hinata-chan juga seorang author, Yura. Pen name-nya Blue Lily, kalau tidak salah,"
"Ah ya! Aku ingat sekarang, Blue Lily. Jika tidaksalah nama aslinya Hyuga Hinata,"
"Betul betul betul -ttebayo,"
"Tak kusangka Hinata-chan punya pacar seperti Naruto-kun,"
"Cinta itu buta, Yura," Yura mengangguk paham dengan kata-kata Sakura.
"Well, setelah ini kita akan segera pergi ketempat selanjutnya,"
"Baiklah, sebelum itu aku ingin naik itu dulu," ucap Sakura, menunjuk sebuah ferish wheel yang ada tak jauh dari mereka.
"Etto~ aku disini saja. Minumanku belum habis," kata Yura.
"Aku juga disini -ttebayo. Kasian jika Yura-chan sendiri, diakan perempuan," ujar Naruto.
"Kalian tidak seru, lalu aku dengan siapa?"
"Teme!/Sasuke-san!" jawab Naruto dan Yura kompak.
"Tch, aku tidak mau!" tolak Sasuke cepat. Mendengar itu, Sakura tertunduk lesu.
"Baiklah, aku akan kesana sendiri," seru Sakura berdiri, berniat meninggalkan mereka bertiga. Belum lagi melangkah jauh, tubuh Sakura tertahan.
"Tch, baiklah! Akan aku temani," ucap Sasuke.
"Jika tidak ikhlas, mending tidak usah saja. Aku bisa sendiri," kata Sakura dengan wajah cemberut.
"Cih, jika terjadi apa-apa denganmu, aku bisa dicincang Kizashi-jiisan," kata Sasuke datar. Tangannya segera menarik gadis itu menuju ferish wheel.
"Ah, mereka lucu," gumam Yura.
"Andai mereka segera jadian -ttebayo. Aku lelah melihat mereka selalu seperti itu, tidak mau jujur pada perasaan masing-masing,"
"Yah, mungkin mereka masih perlu waktu Naruto-kun,"
"Ya sepertinya,"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
A/N :
Yoyoyo! Akemi kembali-ssu! Ada yg kangen? (Readers : kagak ada!)
Hidoi~~ Maaf ya Akemi menghilang begitu saja selama beberapa waktu, biasa tugas menumpuk dan Akemi sekarang beralih bahan tulisan. Bukan hanya ff tapi Akemi juga nulis Skripsi. Tolong garis bawahi, SKRIPSI!. Yups, terima kasih :)
Jadi mohon dimaklumi jika chap ini pendek dan absurd (perasaan emang selalu gitu #pundung) Dan akan sering menghilang tak jelas XP
Do'akan semua lancar ya minna~ Jadi Akemi bisa nyambi-nyambi nulis ff juga disela-sela nulis skripsi.
Yosha~ sekian dulu... sampai jumpa di kota selanjutnya. Jaa nee~~
