Hm ANB : First day

Aku masih tertidur pulas di atas ranjangku ketika seseorang menggedor-gedor pintuku.
"Maaa~ 2 jam lagi~" Seruku malas,
Tetapi ketukan itu terus berbunyi dan semakin kencang. Merasa kesal dengan suara itu, aku langsung bangun dan membuka pintu.
"Berisik!" Bentakku.
Lalu aku sadar yang didepanku adalah Dunhill. Wajahnya shock ketika aku membentaknya.

'Gawat' Batinku. "Oh kek Dunhill, maaf, tadi aku kira ada kucing lagi berantem." Tawaku garing.
Dunhill juga tertawa garing, "Oh tidak apa-apa, malah saya yang harusnya minta maaf, bangunkan cu Rachel pagi-pagi."
Terjadi tawaan garing sebentar,
Lalu Dunhill berdehem,"Mari kita keliling desa. Akan kuperkenalkan kau ke penduduk disini."

'Aagh, malasnya..'Batinku. Aku Mengangguk "Baiklah."

Kami berjalan-jalan kelling desa. Sebenarnya gaada yang harus diperkenalkan. Toh semua penduduknya sudah ilang semua. Tapi ah sudahlah.

Kami bertemu dengan dua orang tersisa di desa ini. DUA ORANG. Ayah, kau benar-benar mengasingkan anakmu. Bahkan kuburan kelihatan lebih meriah daripada disini.

Aku mau pulang...

Hana adalah seorang nenek tua pendek yang memakai topi lucu. Wajahnya juga lucu. Pengen dicubit entah kenapa. Hana buka usaha jual bibit dan bahan-bahan makanan. Lalu di seberang rumahnya, ada Emma, Dia adalah wanita berumur yang ditinggal pergi anaknya. Dia masih disini untuk menjaga Hana. Emma adalah pedagang yang akan menjual hasil kebunku. Satu lagi adalah Dunhill. Sebenarnya sampai sekarang aku tidak mengerti apa gunanya kakek tua itu.

Setelah banyak tutorial, dan banyak pengenalan. Akhirnya aku bekerja untuk pertama kalinya sebagai petani. Awal-awal memang tidak banyak yang bisa dilakukan. Buang bibit trus siram. Abis itu...

Nunggu..

Nungguuuuuuuu...

AAGH ini membosankan! Aku sampai guling-guling di rumput.

Setidaknya ada hal lain yang bisa kulakukan.

Setelah mengumpulkan niat, aku bangun dan jalan-jalan. Aku menyapa tiga orang sisa di desa ini. Lalu..Apa?

Benar-benar desa ini tidak ada apa-apanya.

Ketika aku berjalan-jalan, aku melihat sebuah jalan. Oh iya, Dunhill pernah cerita tentang hutan di sekitar desa ini. Mungkin tidak apa-apa kalau aku jalan-jalan sebentar.

Aku berjalan-jalan di hutan itu, terdengar suara burung-burung menyanyi, monyet dan babi bermain di dekat pohon, beruang jones di pojokan. Tidak hanya hewan-hewan tetapi serangga juga memeriahkan hutan itu.

Suara merdu bercampur indahnya hutan membuat hati semua orang tersentuh dan ingin menikmati keindahannya. Seakan berada di dunia lain.

Hmmm...

Kalau aku nunggu taneman tunggu aku bisa gila setengah mampus dan mati kelaparan. Tapi...

Tiba-tiba bulu kuduk semua binatang dan tumbuhan berdiri secara serentak. Mereka memandang seorang manusia. Manusia itu tersenyum lembut bagaikan malaikat sebelum mengejar mereka dan menangkap mereka dan mengambil buah-buah mereka.

"Kuhuhuhuhu sebelum tanaman panen, kalianlah sumber uangku!"