review reply (jawaban reply)
can you: Hello, there. I don't know whether you'll read this but at least I tried replying you. I don't know why you ask me that (I have a feeling you ask that to many random authors though) and who are you (are you an user, a guest or a challenge system). Maybe I can. Well why not. But maybe I won't, for reasons of course. But if I do, do you want me to write it in English? Or how'll I notify you. You know, you can just PM me. Thank you.
Disclaimer: penulis ff ini tidak memegang hak cipta anime/manga KHR
Warning: kemungkinan, shounen-ai, OOC, sedikit crack, genre gak jelas, lebih mirip drabble, timeline berantakan
Timeline:
I. Fiona / masa kecil yang menyenangkan (Reborn + Verde + Fon)
Keterangan lain:
Italic/miring: penulis lagi sarkatis/menyindir
KAPITAL: KARAKTER LAGI LEBAY
I. Bagaimana Verde Merasa Terkhianati
Entry: Jumat, 11 Maret 2016
Words: 578
Tidak lama setelah Renato dan Verde berteman-yang-tidak-benar-benar-teman, Verde mulai berpikir kalau si Renato yang 'itu' akan mulai membiarkan anak-anak lain mendekatinya. Tetapi, setelah beberapa tahun, Renato tidak pernah terlihat bersama anak lain selain dirinya. Mengetahui hal ini, Verde tidak yakin apa yang harus ia rasakan. Bangga? Karena hanya dia satu-satunya yang mendapat perlakuan lain. Senang? Karena dia bisa memonopoli perhatian Renato seharian. Sedih? Karena teman-yang-tidak-benar-benar-teman-nya itu tidak punya teman selain dirinya. Ngeri? Karena seiring berjalannya waktu, mau tidak mau Verde jadi mulai berpikir kalau Renato mungkin punya obsesi terhadapnya.
'Setidaknya kau tidak perlu mengusir mereka seperti anak ayam...' suatu hari Verde berkata setelah lelah dia melihat wajah-wajah sok imut yang selalu berubah drastis setiap kali Renato melakukan hal itu .
'Aku akan mencoba untuk lebih ramah jika kau memberitahuku nama aslimu, Verde,' sembur Renato setengah serius.
Sejak Renato mengetahui namanya, yang berarti berbulan-bulan sebelum mereka pertama kali bertemu, Renato mendapatkan bayangan kalau 'Verde', yang berarti hijau, adalah codename-nya, bukan nama aslinya. Jika seorang anak di Fiona mendapatkan nama samaran atau diperbolehkan untuk membuat nama samaran mereka sendiri, berarti lembaga telah mengakuinya sebagai professional. Anak tersebut sudah diharapkan untuk menerima misi-misi super rahasia dan mendapatkan berbagai macam hak yang diikutsertakan pada kepercayaan yang lembaga berikan pada sang anak. Renato sangat menginginkan semua itu dan dia ingin tahu cara mendapatkannya. Oleh sebab itulah, Renato sering melempar sinyal-sinyal padanya, berpura-pura dia benar-benar ingin mengetahui nama asli teman-yang-tidak-benar-benar-berteman-nya murni karena penasaran atau bahkan kepedulian. Alasan terakhir itu lah yang benar-benar membongkar aktingnya yang payah.
Hmm... jadi Renato yang itu merasa iri padanya. Mengetahuinya, sama sekali tidak membuat Verde merasa senang atau bangga. Apalagi kalau berpikir bahwa perasaan 'iri' adalah dasar obsesi Renato padanya. Kalau itu benar dan hal tersebut masih berlanjut, Verde khawatir kalau suatu hari nanti dia akan mendapatkan penguntit yang akan mencoba membuatnya selalu sial. Dan kapanpun dia melakukan sesuatu yang membuatnya iri, dia akan dibuat menyesal seumur hidup, dengan kata lain, trauma yang menghantuinya selama ia terbangun dan menyerangnya selama ia tertidur. Jika semua deduksinya benar. Tentu saja, Verde tidak berniat membuktikan kebenaran deduksinya atau mengujinya sedikit pun. Hasil terburuknya terlalu mengerikan.
Diam-diam Verde mengingat kembali percakapan pertamanya dengan Renato.
'Wow, kau benar-benar 'hijau'. Apa orangtuamu punya selera humor yang menarik atau orang lain yang menamaimu mempunyai maksud lain?'
'Enyahlah!'
Verde memucat. Ugh, sepertinya Renato memang benar-benar terobsesi pada - nama - nya. Dan dia sudah menggali kuburannya sendiri dengan bertindak kasar padanya. Sejak saat itu, Renato selalu mengikutinya (hanya delusi Verde). Dia tidak akan mendapatkan penguntit, dia sudah mendapatkannya.
Selama ini, setiap Renato mengungkit namanya, Verde selalu diam karena dia sungguh tidak ingin menceritakan tentang ibunya pada teman-yang-bukan-benar-benar-teman-nya itu. Tapi mulai saat itu - atau saat Verde berdelusi Renato terobsesi padanya - Verde tidak akan tinggal diam. Dia akan kabur, berpura-pura akan menangkap katak di rawa sebelah untuk eksperimen terbarunya. Jika Renato menyadari bahwa tidak mungkin untuk selalu melakukan eksperimen 'baru' dengan spesies katak yang sama sekitar seribu kali - sebanyak Verde kabur darinya DAN sebanyak Renato mengungkit asal-usul namanya - bahkan untuk seorang jenius sains seperti Verde sekalipun, dia tidak menunjukkannya. Oh, Verde tidak akan pernah tahu bahwa itu adalah alasan utama Renato mengira kalau dia bisa PMS.
Namun beberapa bulan kemudian, delusi Verde dihancurkan ketika ia melihat Renato mengulurkan tangannya dan tersenyum dengan manis pada seorang ANAK. LAKI-LAKI.
Verde membuat catatan - bukan di buku harian jika Renato yang bertanya - , bahwa hari itu adalah hari dimana dia merasa terkhianati untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
Endtry
AN: Judul cerita ini harusnya diganti jadi 'Delusi Delusi'... :P Chapter lalu, Fon berdelusi kalau Reborn dan Verde lebih dari teman. Di chapter ini Verde berdelusi Reborn terobsesi padanya (tapi delusinya sudah dihancurkan... mungkin) DAN Reborn punya delusi Verde bisa PMS. Phew, cerita ini mulai kacau, padahal aku cuma mencoba untuk jadi lucu (dan gagal).
PS: Aku menulis cerita ini karena menyenangkan... tapi sedih juga kalau gak diperhatikan :'| Kalau kalian berpikir membaca ini tidak menyenangkan, bisa kasih tahu kenapa? (meskipun mungkin aku sudah tahu kenapa...)
Next entry: paling lambat Sabtu, 19 Maret
