Care & Custody

Author: Me!

Genre: Masukkan semua genre di sini Σ(゜ロ゜;) - kecuali mungkin supernatural & fantasy -

Pairing: R27, FonxVerde

Disclaimer: penulis ff ini tidak memegang hak cipta anime/manga KHR

Warning: BL/shounen-ai/boyxboy; update tidak sesuai timeline, lebih mirip drabble/chapter pendek tanpa plot

AN: Uugh cerita ini berantakan, tapi menurutku lumayan menarik KARENA aku penulisnya dan semua idenya ada di kepalaku, tapi bagi pembaca cerita ini pasti aneh... Tapi sekarang aku lebih mikirin gimana caranya agar cepat selesai, setelah itu baru diedit-edit karena aku punya masalah produktifitas. Kalau cerita ini gak berjalan, rasanya aku gak bisa nulis ff yg lain, jd mohon maaf sebelumnyaa.

Kalau ada pertanyaan PM aja, atau kalau ada yang mau tahu cerita tentang apa ini sebenarnya (berarti spoiler) tapi malas membaca tulisan aneh ini dan menunggu, aku akan dengan senang hati memberitahukannya lewat PM, oke?


I. Bagaimana Hijau (Verde) Mengatasi Monster Hijau (Kecemburuan)

Entry: Minggu, 13 Maret 2016

Words: 800+

Ketika Renato dan Verde berusia sebelas tahun, seorang anak bernama Fon muncul. Di hari yang sama, Verde merasa telah dikhianiti untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Malahan, kamunculan Fon lah yang telah membuat Verde merasa demikian.

Setelah Fon menerima ajakan makan malam bersama dari Renato (karena makan siang sudah berlalu, dan meskipun terdengar gay, Renato berusaha mendekati anak itu), dia pamit untuk mengatur urusan administrasi-nya

"Bukannya kau tidak bisa ramah pada orang lain, Pengkhianat?" sembur Verde sambil mengatur sudut lensa kacamata yang ia latih sejak usianya 8 tahun agar dapat memantulkan cahaya matahari dengan baik, membuat kilatan yamg ia harap dapat menandingi kilatan berbahaya di mata hitam teman-yang-bukan-teman-nya itu.

"Bukannya kau ingin aku ramah pada orang lain, Munafik?" Renato tidak membalas kilatannya. Ia bahkan tidak menoleh ke arah Verde seakan-akan dia benar-benar berniat mengacuhkan Verde.

Oke, jadi Renato tidak begitu terobsesi padanya seperti yang ia kira. Tetap tetobsesi, tapi sedikit, karena tidak mungkin dia bisa tahan bertahun-tahun mengganggu Verde tanpa menyimpan perasaan kurang sehat (karena kejeniusan Verde bisa membuat orang yang tidak sepintar dirinya gila, dan Verde selalu tahu kepintaran Renato tidak sebanding dengannya).

Lalu apa yang harus ia lakukan? Mengganti topik pembicaraan? Berpura-pura pembicaraan itu tidak pernah terjadi? Lalu apa yang akan terjadi dalam jangka panjang? Fon bergabung dengan mereka dan Verde terpaksa menerimanya dengan lapang dada? Fon bergabung dengan mereka, Verde yang tidak terima akhirnya meninggalkan Renato - atau Renato yang akan meninggalkannya? Untuk sesaat, keputusan yang terakhir itu terdengar sangat menggiurkan. Terutama apabila dia membayangkan berbagai macam percobaan berbahaya yang bisa ia lakukan tanpa gangguan atau halangan dari Renato. Tapi, Verde mengingatkan dirinya sekali lagi: kejeniusan Verde bisa membuat orang yang tidak sepintar dirinya gila, dan Verde selalu tahu kepintaran Renato tidak sebanding dengannya. NAMUN. Meskipun demikian, Renato tetap memutuskan untuk bersama dengannya sebagai teman-yang-bukan-teman-sebenarnya, berbeda dengan teman-teman-yang-ia-anggap-teman-sebenarnya yang meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu. Bukan berarti Renato akan terus bersamanya (memikirkannya membuat Verde merinding), tapi selama dia bisa mengusahakan Renato untuk tetap di sisinya, menertawakannya ketika ia melakukan hal yang sulit dimengerti (bukannya memanggilnya kutu buku dan meninggalkannya), mencemoohnya ketika ia gagal (bukannya menyuruhnya untuk berhenti dan menyerah), mengganggu jalannya penelitiannya (bukan menyerangnya dari belakang, merusak 'hasil' penelitiannya dan hati kecilnya), dan numpang membuat keributan di kamar-yang-juga-lab-nya (menemaninya melewati malam yang sulit), dia akan melakukan apapun.

Lagipula, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup seorang diri. Jika Verde menolak fakta bahwa dia tidak bisa hidup tanpa orang lain (yang tidak merusaknya) -tanpa Renato - berarti sama saja dia menolak fakta bahwa dia adalah manusia. Meskipun ada yang sedikit aneh dengan logika itu, waktu itu Verde tidak menyadarinya. Ia terlalu sibuk berpikir dengan otak cemerlangnya yang mampu beroperasi dua sampai tiga kali lebih cepat dari orang biasa (yang berarti semua pemikiran ini terjadi hanya beberapa detik di dunia nyata, dan jelas tidak membuat Renato menguap kebosanan), cara untuk membuat semuanya seimbang.

Dia berpikir Renato terobsesi padanya - atau namanya - yang membuatnya tidak tertarik berteman dengan anak lain. Dia salah. Mau tidak mau, tinggal masalah waktu sampai Fon bergabung dengan mereka. Verde tidak bisa menerima Fon karena dia merasa Fon lah yang membuatnya terasa dikhianati. Tapi Renato tidak terobsesi pada - nama - nya jadi perasaan terkhianati-nya lah yang salah. Jadi, jika Verde bisa meyakinkan dirinya bahwa Renato memang tidak terobsesi padanya ATAU menghilangkan obsesi Renato pada nama-nya, dia bisa 'membenci' Fon dengan alasan yang lebih sehat, apapun selain perasaan menjijikan seperti cemburu. Jika ini cerita romansa gay, maka bisa dibilang dia dan Fon akan berada di start yang sama untuk mendapatkan perhatian Renato. Dan dia tidak perlu merasa sudah kalah atau Fon telah mencetak satu angka lebih darinya. Semuanya adil. Semuanya akan menjadi seimbang.

'Tentu saja ini bukan cerita romansa gay...' Verde meyakinkan dirinya.

Kembali ke kenyataan...

"Karena, itu tidak adil."

"?"

"…. aku kan belum memberitahumu nama asliku."

Verde akan melakukannya. Verde akan memberitahukan Renato - dan mungkin Fon - tentang ibunya. Tapi, sebelum itu, diam-diam Verde memikirkan betapa kacaunya mental anak-anak yatim piatu di Fiona, betapa kacaunya mentalnya. Betapa khawatirnya dia kehilangan Renato, betapa cepatnya dia berpikir dan mengambil keputusan sebelum si hiperaktif-Renato merasa bosan. Dia bukan anak biasa. Dialah si jenius sains dari Fiona. Si aneh yang membuat orang lain merasa bodoh atau inferior darinya.

'Pantas saja semua orang meninggalkanku.'

Tapi, Renato juga sama sepertinya. Bahkan mungkin lebih buruk jika nilai kemanusiaan dihitung.

Ujung bibir Verde terangkat sedikit ke atas, menunjukkan senyum yang memancarkan aura kurang baik, sambil melirik ke arah kemana Fon di bawa pergi oleh beberapa petugas. Mungkin anak bernama Fon itu juga tidak akan bertahan lama bersama mereka, bersama Renato. DAN apabila dia bisa melihat tanda-tandanya, dia jadi tidak perlu menceritakan masa lalunya.

"Yang mungkinakan kulakukan setelah makan malam bersama si merah itu," dia menyatakannya dengan lega. Lalu dia kabur sebelum Renato membuat beberapa lubang di kepalanya (karena satu saja tidak cukup).

Pada akhirnya, Verde tetap merasa berat hati menceritakan asal-usulnya pada satu-satunya yang-mungkin-adalah-temannya.

Endtry