Let's Just Fall In Love Again

Two

Author: Byunna Park

Rate: T

Genre: Romance

Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Other Cast: Lu Han, Kris Wu, Do Kyungsoo, Kim Jongin

Warning: OOC/GS/typo(s)/gaje/pasaran/don't like, don't read.

Let's Start

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

"KYAAAAAAA MAMA DIA TAU NAMAKUUUU!" teriak Baekhyun sambil melompat-lompat kegirangan di atas kasur dengan jaket raksasa Chanyeol yang masih membungkus tubuhnya. Ia sungguh tidak menyangka kalau Chanyeol juga ingin mengenalnya. Kejadian sore tadi seperti mimpi bagi Baekhyun.

Bugh

Tapi tiba-tiba aktivitasnya terhenti saat sebuah bantal mendarat dengan mulus tepat di wajahnya.

"BERISIK! Kalau mau teriak-teriak dilapangan sana!" tegur sang pelaku pelemparan bantal yang tidak lain adalah kakak laki-laki Baekhyun, Byun Baekbeom.

Baekhyun meringis sambil mengusap hidungnya,"iiisshh… iya iya cerewet"

Baekbeom seketika itu memelototkan matanya,"apa kau bilang?"

"ah…iya kakakku yang tampan, sudah sana pergi, hush hush!" usir Baekhyun seperti mengusir ayam.

Hampir saja Baekbeom melempar sandalnya pada adik perempuan satu-satunya itu, tapi ia urungkan niatnya karena ia tidak mau cepat darah tinggi jika meladeni Baekhyun yang menurutnya sangat sangat menyebalkan.

Setelah Baekbeom keluar dari kamarnya, Baekhyun berhenti melompat-lompat di atas kasur dan beralih membaringkan tubuhnya. Pandangannya menerawang langit-langit kamarnya dimana sudah tercetak wajah bulat Chanyeol disana –tentunya hanya dalam bayangan Baekhyun. Sedangkan suasana di sekelilingnya sudah seperti taman bunga yang bermekaran, yeah… mungkin itu cocok untuk menggambarkan suasana hati Baekhyun saat ini. Tangannya menyentuh dadanya sendiri dan merasakan detakan jantungnya yang tidak beraturan. 'tidak nyaman, tapi menyenangkan…apa ini yang namanya cinta?'

"Chanyeol…Park Chanyeol…Yoda gendut…kuping gajah..aaaaarrrggghhh" Baekhyun kembali berteriak-teriak tidak jelas tapi kali ini dengan menangkupkan bantal ke wajahnya agar teriakannya teredam atau kalau tidak sandal Baekbeom akan benar-benar mencium wajahnya.

Gila, yaah Baekhyun merasa dirinya gila sekarang hanya gara-gara bocah gendut macam Park Chanyeol. Sekarang ia tau apa yang Kyungsoo rasakan saat temannya itu di dekati oleh Jongin. Ia seolah merasa mendapatkan karma karena dulu sempat mengatai Kyungsoo orang gila dan sekarang dia juga ikut gila. Tapi wajar saja jika Kyungsoo mendadak gila karena yang mendekatinya adalah siswa keren sekaligus popular macam Kim Jongin, sedangkan Baekhyun?

Yaah mungkin dia memang tidak beruntung mendapatkan nilai plus itu, tapi ini masalah hati dan hati Baekhyun telah memilih Chanyeol. Ia tidak peduli bagaimana fisik Chanyeol karena ia tau setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan Baekhyun juga merasa berutung karena dengan begitu risiko yang ia dapat nantinya tidak terlalu besar seperti bersaing untuk mendapatkan hati Chanyeol atau Chanyeol akan selingkuh kalau nanti mereka sudah berpacaran. Ia memang tidak perlu khawatir karena sepertinya tidak ada yang berminat dengan Chanyeol selain dirinya.

Tapi tunggu!

'apa? Pacaran?'

Mata Baekhyun melotot, tidak percaya dengan apa yang dia pikirkan. Pipinya merona hebat lalu ia tutup lagi dengan bantalnya karena merasa malu dengan dirinya sendiri. Tangan kanannya memukul-mukul kepalanya karena sudah berpikiran sejauh itu.

'hey Baekhyun kau jangan terlalu percaya diri dan jangan berharap lebih. Mungkin saja Chanyeol hanya ingin berteman biasa saja dengan mu. Ingat! TEMAN BIASA…. Haaah bodoh!' batin Baekhyun dengan sudut bibirnya yang tertarik ke bawah.

Gadis itu menghela nafasnya lalu membaca kembali kertas kecil yang berisi pesan singkat Chanyeol. Ia bingung juga harus membalas bagaimana pesan Chanyeol ini. Tapi tidak lama kemudian, cepat-cepat ia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju meja belajarnya, menyobek secarik kertas dan mulai menggoreskan tinta ke dalam kertas tersebut.

Hai Chanyeol!

Salam kenal juga, namaku Byun Baekhyun

Terima kasih atas jaketnya, tapi maaf aku belum bisa mengembalikannya karena aku harus mencucinya terlebih dahulu. Mungkin lusa akan aku kembalikan.

Sekali lagi terima kasih.

.

.

.

Sama-sama.

Tidak apa-apa, pakailah dulu aku masih punya yang lain. Cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Kalau hanya memakai seragam saja bisa sakit. Ingat Baekhyun, sebentar lagi ujian kenaikan kelas maka dari itu jaga selalu kesehatanmu.

PCY

Baekhyun berjalan seorang diri di koridor sekolahnya, karena seperti biasa Kyungsoo selalu kabur terlebih dahulu untuk pulang bersama Jongin. Kalau sudah begitu biasanya bibir Baekhyun akan terus mengerucut sepanjang perjalanan pulang, tapi sepertinya tidak berlaku untuk hari ini karena faktanya sedari tadi bibir imutnya terus tersenyum sambil memandangi secarik kertas. Bukan tanpa alasan Baekhyun senyum-senyum tidak jelas seperti itu, pasalnya saat ia membuka lokernya tadi, ia dikagetkan dengan surat balasan dari Chanyeol yang terselip disana.

Tadi pagi Baekhyun memang menyelipkan surat balasannya untuk Chanyeol di loker bocah gendut itu dan sekarang Chanyeol melakukan hal yang sama. Dan yang membuat hati Baekhyun semakin berbunga-bunga adalah perhatian Chanyeol padanya. Well, gadis mana yang tidak berbunga-bunga hatinya jika diperhatikan seperti itu, apalagi oleh orang yang disukai.

Saat akan melewati kelas 8 E langkahnya tiba-tiba terhenti karena melihat sosok Chanyeol yang tengah berbincang-bincang dengan temannya di depan pintu kelas. Gadis itu menelan ludahnya susah payah, keringat dingin pun mulai membasahi kulitnya. Jaraknya dengan Chanyeol sekarang tidak terlalu jauh tapi beruntung karena Chanyeol sepertinya tidak menyadari kehadirannya. Kedua tangan Baekhyun tertaut ke belakang dengan meremas surat balasan dari Chanyeol. Ia bingung mana yang harus ia pilih, pilih maju atau mundur? Kalau ia memilih mundur dan menjauh dari kelas Chanyeol lalu bagaimana ia pulang, karena satu-satunya jalan utama untuk menuju gerbang adalah dengan melewati kelas Chanyeol.

Dan sepertinya Baekhyun memang tidak punya pilihan, mau tidak mau ia harus melewati kelas Chanyeol. Ia hanya harus berjalan cepat dan pura-pura tidak tahu kalau Chanyeol berdiri di sana. Tapi sial kenapa kakinya juga susah untuk melangkah

"baiklah Yeol aku pulang dulu, bye!"

Samar-samar Baekhyun mendengar teman Chanyeol berpamitan dan disambut anggukan dari Chanyeol. Sekarang tinggalah Chanyeol seorang diri dengan Baekhyun yang lebih terlihat seperti patung. Dalam hati ia berdoa agar Chanyeol tidak menyadari akan keberadaannya. Tapi kelihatannya Tuhan tidak mendengar doa Baekhyun karena Chanyeol sekarang menoleh ke arahnya dengan senyum yang membuat jantung Baekhyun seperti lari marathon.

"Baekhyun!" sapa Chanyeol sambil berjalan mendekat kearah Baekhyun.

Baekhyun hanya membalas sapaan Chanyeol dengan senyum gugupnya, penyakit bisunya kambuh lagi. Kakinya semakin bergetar saat Chanyeol berjalan semakin mendekat ke arahnya.

"kenapa berdiri disini? ingin pulang?" tanya Chanyeol dan Baekhyun mengangguk sebagai jawabannya.

"oh, aku juga ingin pulang, bagaimana kalau kita ke halte bersama?" tawar Chanyeol.

Baekhyun membulatkan matanya tidak percaya. Chanyeol mengajaknya ke halte bersama? Oh God, lagi-lagi Baekhyun bingung harus menerima tawaran Chanyeol atau tidak. Pasalnya ia tidak mau serangan jantung mendadak karena terlalu lama bersama Chanyeol. Oke sepertinya Baekhyun sudah mulai berlebihan.

Cukup lama Chanyeol menunggu jawaban dari Baekhyun tapi gadis itu belum juga membuka suaranya. Dan itu membuat Chanyeol merasa di tolak.

Chanyeol menggaruk tengkuknya dengan tersenyum canggung,"ee..tapi sepertinya kau sedang menunggu temanmu ya, kalau begitu aku pulang dulu, bye Baekhyun!"

Bukannya lega, Baekhyun malah terlihat panik.

Saat Chanyeol akan berbalik, tangan Baekhyun secara tiba-tiba menarik tas Chanyeol dan membuat pergerakan bocah itu terhenti.

"eh…kenapa Baekhyun?" Tanya Chanyeol kaget karena tiba-tiba Baekhyun menarik tas nya.

Kepala Baekhyun terus menunduk dengan menggigit bibir bawahnya. Dalam hati ia terus merutuki tangan bodohnya yang secara tiba-tiba menarik tas Chanyeol. Belum lagi penyakit bisunya belum juga hilang.

'ayolah Baek buka suaramu aish'

"Baekhyun?" panggil Chanyeol sekali lagi.

"ak-aku…aku …ti-tidak sedang menunggu temanku" jawab Baekhyun akhirnya dengan nada yang gugup pastinya. 'yes berhasil' soraknya dalam hati.

Chanyeol tersenyum mendengar suara Baekhyun untuk pertama kalinya.

"kalau begitu, ayo ke halte bersama!" ajak Chanyeol.

Baekhyun pun mengangguk malu dan berjalan beriringan dengan Chanyeol ke halte dengan masih menundukkan kepalanya. Bukan ia malu berjalan bersama Chanyeol, tapi Baekhyun malu jika Chanyeol melihat wajahnya yang memerah.

.

.

.

Sejak saat itu hubungan mereka mulai semakin dekat. Penyakit bisu Baekhyun juga perlahan sembuh walaupun detakan jantungnya masih belum beres jika di dekat Chanyeol. Tak jarang mereka pulang bersama sampai Baekhyun sudah tidak peduli lagi jika Kyungsoo kabur darinya untuk pulang bersama Jongin.

Sejauh ini Baekhyun menilai Chanyeol sebagai laki-laki yang baik, ramah, dan selalu bisa menciptakan suasana yang menyenangkan. Dan… Oh satu lagi nilai plus untuk Chanyeol, pintar. Yup, kepintaran Chanyeol sudah tidak bisa di ragukan lagi. Tak jarang Baekhyun menahan Chanyeol agar tidak pulang terlebih dahulu untuk mengajari pelajaran yang belum ia mengerti dan Chanyeol pun dengan senang hati mengajarinya. Tidak salah Baekhyun memilih Chanyeol sebagai pujaan hatinya karena Chanyeol sangat bisa di andalakan dalam berbagai hal. Tentu saja membuat volume rasa suka nya pada Chanyeol semakin meningkat dan ia sungguh berharap Chanyeol juga merasakan apa yang ia rasakan.

Saat ini Baekhyun terlihat guggup dengan menggigiti kukunya, memandang rapor merah yang saat ini tergeletak di mejanya. Takut, ia takut jika nilai matematika yang dulunya C tidak berubah dan Baekhyun harus siap-siap diceramahi oleh kedua orang tuanya belum lagi kakaknya yang menyebalkan itu juga akan ikut-ikutan menceramahinya. Sebenarnya bukan hanya itu yang Baekhyun takutkan. Ia juga takut kalau Chanyeol akan kecewa jika nilai matematikannya masih jelek. Mengingat Chanyeol yang dengan sabar mengajarinya matematika menjelang ujian kenaikan kelas sampai mengurangi waktu belajar Chanyeol sendiri.

Kyungsoo yang ada disebelah Baekhyun hanya memutar bola matanya malas,"mau sampai kapan kau akan memandangi rapor mu terus seperti itu?"

Baekhyun masih saja menggigiti kukunya dengan brutal, kakinya sedari tadi juga tidak bisa diam,"aku takut Kyung bagaiamana kalau nilai matematikaku masih jelek?"

"lalu apa kau tidak akan membuka rapormu sampai satu minggu kemudian? Hey apapun hasilnya kau sudah berusaha dengan baik dan aku yakin orang tuamu pasti mengerti. Setiap anak pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kau memang tidak pintar dalam pelajaran matematika tapi nilai biologi mu sejauh ini sangat bagus dan itu kelebihanmu Baek" nasihat Kyungsoo membuat Baekhyun menoleh ke arahnya.

"kalau begitu, kau saja yang membukanya" Baekhyun menyodorkan rapornya pada Kyungsoo.

Langsung saja Kyungsoo mengambil rapor Baekhyun lalu membukanya. Mata bulatnya semakin membulat saat melihat nilai Baekhyun. Tubuh Baekhyun semakin bergetar melihat ekspresi Kyungsoo saat melihat nilainya.

"ba-bagiamana?" tanya nya gugup.

Kyungsoo memasang wajah sedih dan memandang Baekhyun dengan prihatin. Tangannya tergerak mengusap bahu Baekhyun dengan sudut bibir yang tertarik kebawah. Baekhyun jadi ingin menangis saja melihat Kyungsoo sepeti itu. Bibir Baekhyun mulai bergetar dan matanya sudah mulai memerah.

"kau benar-benar sudah berusaha dengan baik Baek" ucap Kyungsoo.

Oke mata Baekhyun sudah mulai berair dan ia harus mempersiapkan diri untuk hukuman yang sudah menantinya dirumah sampai…

"DAN AKU BANGGA PADAMU!"

…seruan Kyungsoo membuyarkan bayangan horror nya. Hampir saja tubuh Baekhyun terjungkal kebelakang karena Kyungsoo menerjangnya secara tiba-tiba. Gadis itu shock dibuatnya.

"ap-apa maksudmu Kyung?" tanya Baekhyun bingung.

Sontak Kyungsoo melepaskan pelukannya dan menyodorkan rapor merah itu pada Baekhyun, "ini, lihat ini Baek, nilai matematikamu A" sorak Kyungsoo gembira.

Baekhyun semakin shock saja. A? dia mendapat nilai A? sungguh sulit dipercaya.

"Kyung, aku tidak mimpi kan?" tanya nya dengan tampang yang masih tidak percaya.

"tidak sayang, kau tidak mimpi, nilai matematikamu memang A"

"KYAAAAAA!" jerit Baekhyun kegirangan dan berhambur memeluk Kyungsoo sangat erat sehingga gadis bermata bulat itu kesulitan bernafas.

"terima kasih Tuhan, akhirnya aku mendapat nilai A"

"uhuk…lep-pas Baek, aku ti-dak bisa bernafas" ucap kyungsoo tersendat-sendat. Langsung saja Baekhyun melepas pelukannya dan Kyungsoo pun bernafas lega.

"Chanyeol… Chanyeol mana Chanyeol? Aku harus menemuinya" racau Baekhyun sambil beranjak dari tempat duduknya.

"hey Baek, kau mau kemana?" teriak Kyungsoo saat Baekhyun berjalan keluar kelas.

"Jongin, kau tau dimana Chanyeol?" tanya Baekhyun mengabaikan pertanyaan Kyungsoo saat mendapati Jongin memasuki kelasnya.

"aah syukurlah kau belum pulang Baek" ucap Jongin. Baekhyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.

"kenapa?" tanya Baekhyun.

"tadi Chanyeol menitipkan ini untukmu"

Jongin menyerahkan sebuah kotak kado berwarna cokelat pada Baekhyun. Dengan ragu Baekhyun pun menerimanya. Gadis itu kemudian berjalan kembali ke tempat duduknya di ikuti oleh Jongin yang langsung duduk disamping Kyungsoo.

"apa itu Jongin?" tanya Kyungsoo.

Jongin mengangkat bahunya tanda ia juga tidak tau,"aku juga tidak tau"

Baekhyun masih terus saja memandangi kotak itu, belum ada niatan untuk membukanya.

"apa yang dikatakan Chanyeol saat menitipkan ini padamu? Dia tidak mengira kalau hari ini ulang tahunku kan?" tanya Baekhyun pada Jongin.

"tidak, Chanyeol hanya menitipkan itu saja untukmu"

"sudah Baek, cepat buka saja!" seru Kyungsoo tidak sabaran.

Perlahan-lahan Baekhyun membuka kotak kado tersebut dengan disaksikan Kyungsoo dan Jongin yang sepertinya juga penasaran.

Lagi-lagi kening Baekhyun berkerut saat mendapati ada dua cokelat batangan di dalam kotak tersebut.

'haah cokelat? Untuk apa Chanyeol memberiku cokelat? Dan kenapa tidak memberikan cokelat ini langsung padaku? Kenapa harus lewat Jongin?'

"huwaaaaaa cokelat!" seru Kyungsoo dengan mata berbinar melihat dua cokelat batangan tersebut. Baru saja tangannya akan mengambil cokelat tersebut tapi buru-buru ditahan oleh Jongin.

"tunggu! Sepertinya ada surat terselip di dalam, bacalah Baek! Mungkin ada sesuatu yang ingin Chanyeol sampaikan" ujar Jongin sambil menunjuk lipatan kertas yang berada di antara cokelat tersebut.

Tanpa banyak bertanya Baekhyun menuruti perkataan Jongin. Ia mengambil surat tersebut dengan tangan bergetar. Entah kenapa jantungnya berdebar sangat kencang padahal tidak ada Chanyeol di dekatnya.

Lipatan pun akhirnya terbuka dan mata Baekhyun mulai menelusuri setiap tulisan yang tertera di kertas tersebut.

Hai Baekhyun!

Kau pasti bingung kan kenapa aku memberimu cokelat?

Baiklah, aku akan jujur padamu tapi aku harap setelah ini kau tidak akan marah padaku dan kita masih tetap berteman seperti semula. Aku juga terlalu malu untuk mengatakan ini padamu secara langsung.

Baekhyun… maaf.

Aku menyukaimu…lebih dari seorang teman.

Deg

Jantung Baekhyun serasa ingin melopat keluar saat membacanya.

Aku memang tidak tau diri karena telah lancang menyukaimu, tapi aku sudah tidak sanggup menyimpannya Baek. Aku tidak berharap kau akan membalas rasa sukaku padamu tapi berilah jawabanmu padaku setidak nya aku bisa tenang setelah tau jawabanmu.

Kalau kau juga menyukaiku pilihlah cokelat caramel dan kembalikan cokelat kacang padaku.

Kalau kau tidak menyukaiku lebih dari seorang teman pilihlah cokelat kacang dan kembalikan cokelat caramel padaku.

Aku menunggumu di taman belakang sekolah

PCY

Tubuh Baekhyun bergetar seketika dengan mulut yang sedikit menganga memandangi kertas tersebut. Apakah benar saat ini ia sedang bermimpi? Setelah tadi mendapat nila matematika A dan sekarang … ia dikejutkan dengan pernyataan bahwa Chanyeol menyukainya….'tidak salah lagi, aku pasti mimpi'

"Baek…kau kenapa, apa isinya? Baekhyun, hallo!" Kyungsoo terus mengguncang-guncangkan tubuh Baekhyun agar temannya itu sadar dari acara mematungnya.

Melihat tubuh Baekhyun yang belum bergerak langsung saja Kyungsoo merebut kertas itu dan membacanya bersama Jongin.

"KYAAAAAAA ternyata Chanyeol menyukaimu Baek, benar kan kata ku kalau Chanyeol itu sebenarnya juga menyukaimu, aaaaaaa selamat ya sayang!" seru Kyungsoo sambil memeluk Baekhyun dari samping. Sedangkan Jongin sudah tertawa terbahak-bahak setelah membaca surat dari Chanyeol untuk Baekhyun. Entah apa yang ia tertawakan sebenarnya.

"tampar aku Kyung… tampar!" gumam Baekhyun dengan pandangan yang masih lurus ke depan.

Kyungsoo mengerutkan keningnya tidak mengerti kenapa Baekhyun minta di tampar. Gadis itu terkekeh kemudian melihat raut bengong Baekhyun yang seperti orang idiot.

Plaaak

Dan akhirnya Kyungsoo pun mengabulkan permintaan Baekhyun.

"aaaaww…. Sakit Kyungsoo" protes Baekhyun karena Kyungsoo menamparnya lumayan keras.

"berarti kau tidak mimpi Baek" ujar Kyungsoo.

"bagaimana ini Kyung, apa yang harus aku jawab?" Tanya Baekhyun panik sambil menggigiti kukunya.

"tinggal pilih saja, kalau kau menyukai Chanyeol ambil cokelat caramel, kalau kau tidak menyukai Chanyeol ambil cokelat kacang, tapi aku yakin kalau kau akan mengambil cokelat caramel" ucap Kyungsoo sambil tersenyum lalu melirik Jongin yang masih belum selesai tertawa.

"jadi ternyata…astaga hahaha ternyata selama ini dia menyukaimu Baek hahaha sulit dipercaya hahaha"

"tapi aku malu Kyung" ujar Baekhyun lirih sambil menundukkan kepalanya.

"kau lebih memilih malu mu atau Chanyeol?"

Baekhyun meringis sambil menggigit bibir bawahnya kuat. Dalam hati tentu saja ia akan mengambil cokelat caramel, tapi ia benar-benar masih malu untuk mengakuinya di hadapan Chanyeol.

"ini kesempatan emas untuk mu Baek, jadi jangan kau sia-siakan" bujuk Kyungsoo.

Baekhyun sejenak terdiam dan memejamkan matanya berusaha menghilangkan rasa malu nya untuk hari ini saja. Setelah itu ia bangkit dari duduknya dan membawa lari kotak berisi dua cokelat batangan tersebut.

.

.

.

"Chanyeol!" teriak Baekhyun sambil berlari menghampiri Chanyeol yang tengah menunggunya di taman.

"Baekhyun!" Chanyeol menyambut Baekhyun dengan senyumnya.

"apa kau benar-benar menyukaiku?" tanya Baekhyun sambil mengatur nafasnya.

Chanyeol pun menundukkan kepalanya, ia sungguh malu menatap Baekhyun saat ini,"ya…seperti apa yang aku tuliskan di surat" jawab Chanyeol

"maaf karena aku telah lancang menyukaimu" lanjut Chanyeol.

"Chanyeol!" panggil Baekhyun. Chanyeol mendongakkan kepalanya menatap Baekhyun.

"maafkan aku" ucap Baekhyun sambil memberikan cokelat caramel pada Chanyeol yang artinya ia menolak pernyataan Chanyeol.

Hati Chanyeol hancur saat itu juga. Dengan tangan gemetar ia pun mengambil cokelat itu dari tangan Baekhyun dan berusaha untuk memberikan senyumnya pada gadis imut di depannya itu.

"tidak apa-apa, aku mengerti, tapi kau masih mau berteman denganku kan?" walaupun sakit Chanyeol juga merasa lega karena sudah menyampaikan persaan yang ia pendam selama ini pada Baekhyun.

Senyum Chanyeol perlahan memudar saat Baekhyun menggelengkan kepalanya,"maaf aku rasa aku juga tidak bisa lagi berteman denganmu"

Chanyeol pun tersenyum kecut mendengarnya. Mungkin Baekhyun marah padanya. Ia merasa bodoh, wajar saja Baekhyun tidak menyukainya. Siapa dia berani menyukai seorang gadis cantik dan popular seperti Byun Baekhyun, parahnya lagi ia juga berharap terlalu berlebihan bahwa Baekhyun akan membalas perasaannya. 'kenapa kau begitu bodoh Park Chanyeol' rutuknya dalam hati.

"kau pasti marah padaku, aku minta maaf Baek dan tolong biarkan aku tetap menjadi temanmu, aku janji akan–"

"KARENA AKU INGIN MENJADI PACARMU CHANYEOL, APA KAU MAU MENJADI PACARKU?" seru Baekhyun lantang.

Chanyeol tersentak mendengarnya. Matanya membulat sempurna. Ia pastikan kalau telinganya ini masih berfungsi dengan baik, masih sangat baik yaah Chanyeol yakin itu.

"Ba-Baek apa kau yakin dengan yang baru saja kau katakan?" tanya Chanyeol gugup.

Baekhyun menganggukkan kepalanya,"aku juga menyukaimu sejak pertama kali melihatmu, jadi apa kau mau menjadi pacarku?"

Entah kerasukan setan apa sampai Baekhyun seberani itu meminta Chanyeol menjadi pacarnya.

Jantung Chanyeol serasa ingin melompat-lompat karena ternyata perasaannya terbalas. Sungguh ia sulit mempercayainya kalau ternyata Baekhyun sudah menyukainya dari dulu. Ia pun akhirnya memberikan senyum manisnya pada Baekhyun.

"harusnya aku yang memintamu menjadi pacarku Baek"

Baekhyun tersenyum dan beralih menundukkan wajah merahnya karena malu.

"jadi apa kau mau menjadi pacarku?" pertanyaan yang sama namun kali ini Chanyeol yang mengatakannya.

Dengan tersenyum malu-malu Baekhyun pun mengangggukkan kepalanya tapi pandangannya terus menatap kebawah, ia masih belum berani menatap Chanyeol.

Chanyeol semakin mengembangkan senyumnya. Hari ini ia bahagia, bahagia karena perasaaannya terbalas.

"terima kasih"

Baekhyun semakin terlihat menggemaskan jika sedang malu seperti ini, haaah beruntungnya Chanyeol bisa mendapatkan gadis secantik Baekhyun.

"ayo pulang!" ajak Chanyeol sambil mengulurkan tangannya pada Baekhyun. Perlahan Baekhyun pun menautkan tangannya pada Chanyeol dan ia dapat merasakan kehangatan yang untuk pertama kalinya menyelimuti jari-jarinya. Ya… ini memang pertama kalinya mereka menggenggam tangan satu sama lain.

.

.

.

Hari-hari Baekhyun menjadi lebih berwarna dengan adanya Chanyeol yang berstatus sebagai pacarnya. Gadis itu selalu bersemangat untuk ke sekolah, karena sekolah adalah satu-satunya tempat ia bertemu dengan sang pujaan hati. Tak jarang juga Baekhyun pulang telat karena ingin menghabiskan waktu sebentar saja bersama Chanyeol dan biasanya setiap sabtu pulang sekolah, Chanyeol selalu mengajaknya jalan-jalan.

Ternyata Chanyeol tidak hanya manis di awal hubungan mereka tapi sampai hampir setahun hubungan mereka Chanyeol masih saja bersikap manis padanya. Baekhyun benar-benar merasa beruntung dengan sikap Chanyeol yang lebih dewasa darinya, selalu mengalah pada Baekhyun dan memperlakukan Baekhyun layaknya seorang putri. Dan perlu diketahui juga lelaki itu masih takut untuk berkontak fisik dengan Baekhyun. Sejauh ini Chanyeol hanya berani menggenggam tangan Baekhyun, itu pun juga jarang hanya dalam keadaan tertetu saja. Tapi itu justru membuat Baekhyun lebih nyaman bersama Chanyeol.

"akhirnya kita lulus Yeol, yaaaayyy!" sorak Baekhyun gembira.

Hari ini memang pengumuman kelulusan. Chanyeol dan Baekhyun berhasil lulus dengan nilai yang baik. Baru kali ini Baekhyun bisa bangga dengan dirinya sendiri karena mendapat nilai yang sangat memuaskan dan itu tidak lepas dari peran Chanyeol yang menjadi tutor terbaik untuknya.

Chanyeol hanya tersenyum getir melihat Baekhyun yang tak henti-hentinya bersorak gembira. Tangannya meremas rumput taman yang sekarang menjadi alas duduknya. Rupanya ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, sesuatu yang berat untuk ia sampaikan pada Baekhyun tapi bagaimanapun juga harus ia sampaikan. Lelaki itu terus saja memandangi Baekhyun yang masih tersenyum membuat gadis itu menoleh ke arahnya.

"setelah ini kau ingin melanjutkan ke SMA mana?" Tanya Baekhyun masih dengan senyum manisnya.

Chanyeol hanya menggeleng sebagai jawabannya. Alis Baekhyun pun tertaut, ia tidak mengerti kenapa Chanyeol menggeleng.

"sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu Baek" ucap Chanyeol.

"apa? Katakana saja!" senyum Baekhyun sudah berbeda sekarang. Jantungnya berdebar tidak sepeti biasanya. Ia takut jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi padanya. Entah kenapa perasaannya berubah menjadi tidak enak.

Chanyeol menundukkan kepalanya sebelum menjawab,"maaf Baek, aku tidak melanjutkan SMA di Seoul"

Deg

Jantung gadis itu berdenyut sakit. Tidak, Baekhyun tidak mau mendengar kelanjutannya.

"orang tuaku memintaku untuk tinggal bersama mereka di Busan dan melanjutkan SMA disana"

Baekhyun memang sudah tau selama ini Chanyeol tinggal bersama nenek dan keluarga bibi nya di Seoul sementara kedua orang tua dan kakak Chanyeol tinggal di Busan. Semua itu karena Chanyeol yang dari kecil di asuh oleh neneknya saat sang nenek masih tinggal di Busan bersama orang tuanya. Tapi 3 tahun lalu neneknya pindah ke Seoul karena sang bibi yang tidak lain adalah adik ibunya meminta nenek Chanyeol tinggal bersamanya di Seoul. Karena Chanyeol yang saat itu belum bisa jauh dari sang nenek, bocah itu pun merengek kepada orang tuanya untuk ikut pindah bersama neneknya di Seoul. Apa boleh buat mengingat Chanyeol yang sangat lengket dengan neneknya mau tidak mau orang tua Chanyeol pun mengizinkan anak bungsunya itu ikut pindah bersama neneknya. Dan sekarang orang tuanya benar-benar ingin Chanyeol kembali pada mereka.

Gadis itu beralih menundukkkan kepalanya dengan mata yang tiba-tiba memanas.

"jadi kau akan pindah ke Busan?" tanya Baekhyun lirih. Raut kesedihan terpancar jelas di wajah Baekhyun.

"maafkan aku Baekhyun" Chanyeol tidak tau harus menjawab apa lagi, rasa bersalahpun datang. Sebenarnya ia juga tidak mau meninggalkan Baekhyun. Gadis itu sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup Chanyeol tapi keluarganya juga tidak kalah pentingnya dan ia harus mengorbankan salah satunya.

Greb

Chanyeol menoleh kea rah Baekhyun saat merasakan tangannnya di genggam oleh gadis itu.

"tidak apa-apa, jangan meminta maaf, aku mengerti Chanyeol" sebisa mungkin Baekhyun memaksakan senyumnya pada Chanyeol agar laki-laki itu tidak merasa bersalah.

Chanyeol menggenggam balik tangan Baekhyun,"aku mohon jangan membenciku Baek, jujur aku juga tidak ingin meninggalkanmu, kau hadiah terindah yang Tuhan berikan padaku"

Walaupun sedih Baekhyun masih bisa terseyum senang mendengarnya,"aku mengerti dan kau juga hadiah terindah yang Tuhan berikan padaku…"

"…satu lagi, aku juga tidak akan membencimu Yeol" Baekhyun terkekeh pelan.

Terlihat wajah Chanyeol yang semakin muram, sungguh ia tidak rela jika harus kehilangan Baekhyun.

"kapan kau berangkat?"

"lusa"

Baekhyun menggigit bibir bawahnya dan medongakkan kepalanya untuk menahan air matanya yang sudah mendesak ingin keluar.

"untuk yang terakhir, maukah kau bersamaku disini sampai matahari tenggelam?" pinta Baekhyun yang diangguki oleh Chanyeol.

Baekhyun pun tersenyum,"terima kasih" gadis itu lalu menyandarkan kepalanya di bahu Chanyeol dengan tangan yang masih tertaut, menikmati sisa waktu terakhirnya bersama Chanyeol. Kebahagiaan dan kesedihan mendatangi Baekhyun secara bersamaan. Bahagia karena ia berhasil lulus dengan nilai yang baik, sedih karena harus berpisah dengan sang pujaan hati.

Tes

Air matanya jatuh mengiringi tenggelamnya matahari dan itu tandanya waktu bersama Chanyeol telah habis.

Cepat-cepat Baekhyun menghapus air matanya sebelum Chanyeol mengetahui kalau Baekhyun menangis. Setelah Baekhyun mengeringkan matanya, ia pun berdiri lalu di ikuti oleh Chanyeol.

"baik-baik disana ya, jaga selalu kesehatanmu dan jangan lupakan aku" pesan Baekhyun dengan suaranya yang bergetar dan Chanyeol pun mengangguk.

"pasti, kau juga ya, jaga kesehatan dan jangan malas, belajar yang rajin, mengerti?" Baekhyun pun tertawa kecil mendengarnya lalu mengagguk.

"oh iya, ini untukmu" Chanyeol mengeluarkan sebuah boneka berbentuk gajah berwarna abu-abu dan menyerahkannya pada Baekhyun.

"boneka gajah itu yang akan membuat mu terus mengingatku, karena aku tidak mau kau melupakanku"

Baekhyun tersenyum senang menerimanya,"terima kasih"

"eumm sepertinya sudah waktunya aku pulang, selamat tinggal Chanyeol"

"tunggu!" belum sempat Baekhyun membalikkan tubuhnya, Chanyeol cepat-cepat menahan tangan Baekhyun dan…

Cup

Baekhyun membulatkan matanya saat Chanyeol mencium pipinya. Ini pertama kalinya Chanyeol mencium Baekhyun. Mata gadis itu pun memanas kembali dan ia semakin berat untuk pergi dari tempat ini.

Tapi tanpa di duga Baekhyun juga mencium pipi Chanyeol dan setelah itu ia berlari meninggalkan Chanyeol yang masih mematung ditaman.

Dari jarak 10 meter Baekhyun membalikkan tubuhnya kembali menghadap ke arah Chanyeol yang masih setia memandang kepergiannya.

"AKU MENCINTAIMU BAEKHYUN!" teriak Chanyeol.

Baekhyun tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca mendengar kata cinta pertama di pertemuan terakhir mereka,"AKU JUGA MENCINTAIMU CHANYEOL!" balas Baekhyun lalu melambaikan tangannya pada Chanyeol,"SELAMAT TINGGAL, SAMPAI JUMPA LAGI!"

Flashback off

Tbc

Hallo! Masih ada yang inget cerita ini? Haha maap sepertinya saya menghilang cukup lama ya kkkk tapi sekarang saya kembali membawa chapter 2 yang masih dalam mode flashback. Semoga tidak terlalu mengecewakan ya, dan maap kalo kurang greget karena ini emang ff ringan #yang mungkin terkesan datar-datar aja hehe #plak

Saya juga minta maap ni belum bisa ngelanjutin ff saya yang satunya, soalnya file ff nya ilang gara-gara hard disk saya rusak padahal udah diketik lanjutannya dan sekarang saya lagi ngumpulin semangat buat ngetik dari awal lagi #ya ampun sumpee ini curcol lebeey banget -_- maap maap #bow bow bow

Oh iya, happy valentine's day to you all! #tebar abu cinta gunung kelud #plak -_-

Oke waktunya balas review:

cho kyuminyeol: hehe makasih, iya ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

tomatocherry: haha oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

mumu: oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

nanat: hehe iya maap saya lagi pengen krishan #plak, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

chanchan10: haha iya ini udah ada lanjutannya, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Park KyungMi: iya chingu ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Triaa: haha iya tapi maap disini krishannya blm muncul lagi soalnya masih flashback mungkin chapter depan baru muncul, oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Naraaa: iya ini udah dilanjut tapi maap lama, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Jannah: haha syukur deh kalo kamu suka makasih and makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Inggit: chanyeol disini OOC nya pake bgt haha -_- makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Byunbaekchan: haaaah temen kamu pasti kece #plak, tapi kenapa anti social? Oke deh makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Guest: oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Always ChanBaek: hehe oke tapi maap update saya lama, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Shouda Shikaku: hehe rencananya emang mau dibikin oneshot beb, tapi entah kenapa saya selalu gagal bikin oneshot -_-, oke deh makasih reviewnya #bow bareng chanyeol

Thanks for your review: dobichan, SyJessi22, Ikki Ka Jung99, ritaanjani4, Park Young Min-chan, indaaaaaahhh, SHY Fukuru, Xiuminyeo, cho kyuminyeol, tomatocherry, FSRifiqa, mumu, nanat, chanchan10, Deer Panda, Park KyungMi, chanbaekalogy, Park YeonChan, triaa, naraaa, jannah, inggit, bellasung21, byunbaekchan, baekberry, Guest, Always ChanBaek, parkbyun0627, edogawa ruffy, chanbaekjjang, Shouda Shikaku, chenma, sayakanoicinoe

See you next time…Yehet!