Let's Just Fall In Love Again
Three
Author: Byunna Park
Rate: T
Genre: Romance
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Other Cast: Lu Han, Kris Wu, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehun
Warning: OOC/GS/typo(s)/gaje/pasaran/crack couple/don't like, don't read.
Let's Start
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
Gadis cantik itu perlahan membuka matanya saat mendengar jam weker berbentuk gajah berdering. Tangannya berusaha menggapai-gapai nakas dimana jam weker itu berada. Tak membutuhkan waktu lama untuk gadis bermarga Byun itu mematikan dering jam wekernya tersebut.
Baekhyun sejenak meregangkan otot-ototnya dan menguap sebelum bangkit dari tempat tidurnya dan menyibakkan tirai jendela, menyambut mentari pagi dengan senyum manisnya.
"pagi Sheero!" sapa nya pada seekor kucing gendut yang tengah meringkuk di sebuah keranjang beralaskan selimut tebal yang merupakan tempat tidurnya.
Setelah puas melihat pemandangan pagi sebagai kebiasaannya setiap hari, gadis itu segera berjalan keluar kamar menuju dapur tempat pertama yang ia kunjungi setelah bangun tidur dimana sudah terdapat gadis siluman rusa betina yang sepertinya sedang menyiapkan sarapan pagi.
Baekhyun sejenak menghentikan langkahnya, keningnya berkerut, menatap tidak suka ke arah Luhan yang ternyata tidak sendirian di dapur. Melainkan berdua bersama kekasihnya yang terlihat sedang mengganggu aktivitas Luhan dengan membisikkan kata-kata yang mungkin bisa membuat Baekhyun muntah.
Ini masih jam 6 pagi dan Kris sudah ada di apartemen mereka? Baiklah Luhan sepertinya perlu menjelaskan pada Baekhyun.
Baekhyun melipat tanggannya didada,"ekheem..." interupsinya yang berhasil membuat Kris gagal mencuri ciuman dari Luhan.
"eh, nona Byun sudah bangun ternyata. Bagaimana tidur anda nona, nyenyakkah?" tanya Kris dengan tampang tak berdosanya sedangkan Luhan lebih memilih melanjutkan aktivitasnya menyiapkan sarapan selagi tidak ada gangguan.
Baekhyun semakin menatap Kris tajam mengabaikan pertanyaan basa-basi dari pria itu,"ini masih jam 6 pagi tuan Wu, tapi kenapa anda sudah ada disini?"
"kenapa memangnya?" Kris balik bertanya masih dengan tampang tanpa dosa.
"jangan bilang kalau kau semalam tidur disini" Baekhyun meninggikan suaranya. Ia semakin geram dengan kekasih sahabatnya itu. Walaupun Kris sering berkunjung ke apartemen mereka bahan hampir setiap hari, tapi Baekhyun tidak akan pernah mengizinkan pria itu sampai menginap. Ia tidak mau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Luhan khususnya, karena bagaimanapun juga orang tua Luhan sudah menitipkan anak mereka pada keluarga Baekhyun. Jadi di apartemen ini, Luhan adalah tanggung jawab Baekhyun.
"yup tepat sekali" jawab Kris.
"LU!" teriak Baekhyun dan mengalihkan tatapan membunuhnya pada Luhan.
Luhan hanya memutar bola matanya,"sejak kapan kau percaya pada siluman jerapah itu Byun Baekhyun" ucap Luhan lalu memukulkan sumpit ke kening Kris. Kris pun meringis sejenak dan mengambil sumpit yang digunakan Luhan untuk memukul keningnya. Setelah itu tidak ada suara dari Kris karena pria itu sudah sibuk dengan sarapan paginya.
Baekhyun menghembuskan nafas lega mendengarnya. Ia pun akhirnya ikut duduk di meja makan,"lalu kenapa dia sudah ada disini pagi-pagi sekali?" tanya Baekhyun pada Luhan karena percumah bertanya pada Kris jika sedang makan.
"dia memang ada kelas pagi jam 7 jadi sekalian saja sarapan disini" jawab Luhan.
Dan Baekhyun membentuk bibirnya menjadi huruf 'O'
Baru saja Baekhyun akan mengambil lauk yang sudah terhidang di depannya tapi pukulan Kris ditanganya mengurungkan niatnya.
Plak
"aww...apa masalahmu tuan Wu?" protes Baekhyun.
"jorok sekali, mandi dulu sana!"
"haisshh" Baekhyun mendengus kesal lalu bangkit dari duduknya setelah sebelumnya ia menendang lutut Kris dari bawah meja.
"aaarrrggghh! Byun Baekhyun sialan" umpat Kris, sambil meringis kesakitan memegangi lututnya.
Luhan pun menatap iba kekasihnya,"apa sakit sekali?" tanya Luhan ikut meringis seolah bisa merasakan rasa sakit yang Kris rasakan. Dan Kris pun hanya mengangguk.
Gadis itu akhirnya ikut mengusap lutut Kris agar sakitnya berkurang.
"lain kali jangan membuat Baekhyun kesal saat baru bangun tidur, akibatnya bisa fatal sayang" ucap Luhan.
"tapi anak itu harus diberitahu, kebiasaan seperti itu jelek sayang, pantas saja tidak ada lelaki yang mau dengannya"
Luhan terkekeh kecil lalu memukul lengan Kris,"huuus kau tidak boleh bicara seperti itu Baekhyun itu cantik dan siapa bilang tidak ada yang mau dengannya? Kau lupa mantan Baekhyun lumayan banyak"
"iya tapi aneh semua" cibir Kris sambil memutar bola matanya.
"kenapa memangnya kalau aneh? Selama Baekhyun menyukai orang itu dan bisa membuatnya nyaman aku rasa tidak ada masalah"
"ya ya ya kau memang selalu membelanya"
Luhan hanya tertawa menanggapinya.
"aku hanya ingin melihat sekali saja ia berkencan dengan lelaki normal" lanjut Kris.
"kau pikir mantan-mantan Baekhyun tidak ada yang normal?"
Kris mengacak rambutnya,"haiish bukan begitu, setidaknya suruh dia mencari lelaki tampan seperti ku bukan lelaki aneh yang lain seperti mantan-mantannya yang terdahulu"
Luhan memutar bola matanya,"ya ampun sayang, kenapa kau jadi pikun sih, kau lupa lelaki tampan bukan tipe Baekhyun. Asal kau tau saja, selama ini lelaki tampan yang mengejar Baekhyun juga banyak tapi kasian sekali nasib mereka diabaikan oleh Princess Byun"
Kris menghela nafasnya,"oh Tuhan, aku mohon sadarkanlah sahabatku yang satu itu. Aku menyayanginya Tuhan, berikanlah lelaki tampan untuknya sekali saja. Aku tidak rela jika ia jatuh kepada lelaki yang aneh lagi. Tolong pertimbangkan doa ku ini Tuhan. Amin" dan Kris mengakhiri doa pagi nya.
Luhan sweatdrop melihat ke-lebay an kekasihnya,"amin" ucapnya mengikuti Kris,"sudah-sudah, sekarang cepat habiskan sarapanmu, aku siap-siap dulu"
Baru saja Luhan ingin beranjak dari duduknya tapi tangannya ditarik kembali oleh Kris.
"kau belum memberi morning kiss untukku sayang" bisiknya ditelinga Luhan yang membuat gadis itu tersenyum dengan pipi pink nya.
"apakah itu perlu Tuan Wu?" tanya Luhan dengan tangannya yang memainkan kerah kemeja Kris.
"tentu saja" jawab Kris dengan mendekatkan wajahnya dan segara mendapatkan bibir pink menggoda milik gadis yang sudah dikencaninya selama 4 tahun itu.
Baekhyun yang saat itu baru menginjakkan kakinya ke dapur kembali –kali ini sudah dengan pakaian rapi karena ia juga ada kuliah pagi– serasa ingin melempar dua sejoli itu dengan sepatu flat nya. Tapi ia urungkan karena ada cara yang lebih manusiawi selain melempar sepatu.
Tuk
Tuk
Dengan senang hati Baekhyun memukul kepala Luhan dan Kris dengan sumpit sehingga mereka menghentikan ciuman mereka. Luhan yang menyadari kehadiran Baekhyun hanya menampilkan cengirannya lalu bergegas meninggalkan dapur untuk bersiap-siap.
"iiisshh kau mengganggu saja" protes Kris dengan wajah kusutnya.
"dilarang berbuat mesum pagi-pagi" ucap Baekhyun sambil mengambil roti untuk sarapannya.
"siapa yang berbuat mesum, hey asal kau tau aku tidak mesum nona Byun"
"jangan menyangkal tuan Wu, kau memang menjadi mesum semenjak kuliah, padahal saat SMA kau sama sekali tidak pernah menciumnya"
"itu karena dulu kami belum cukup umur, dan kurasa sekarang kami sudah sama-sama dewasa lalu apa masalahnya?"
Baekhyun memutar bola matanya,"ya ya terserahmu saja asal jangan berbuat macam-macam pada rusa China-ku atau kau akan kujadikan makanan Sheero" ancam Baekhyun dengan mengacungkan pisau yang ia gunakan untuk mengambil selai serta tatapan yang mematikan pada Kris.
Dan Kris hanya bisa menelan ludahnya.
.
.
.
"mana bodyguard mu?" tanya Baekhyun pada Luhan yang saat itu baru datang mengahampirinya di cafetaria setelah jam mata kuliahnya usai.
"Kris masih ada praktikum, mungkin akan pulang sore, jadi kita pulang naik bus saja ya?"
Baekhyun mengendikkan bahunya,"tidak masalah"
Luhan meneguk jus milik Baekhyun sambil mengernyitkan dahi saat melihat apa yang ada ditangan Baekhyun. Undangan itu lagi. Dari kemarin Baekhyun memang galau dengan acara reunian itu.
"sudah datang saja" ucap Luhan.
Baekhyun pun mengalihkan padangannya pada Luhan,"tapi aku tidak punya teman untuk datang kesana" ucap Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.
"kau sudah coba menghubungi Kyungsoo?"
"sudah kemarin, tapi tidak diangkat" wajah Baekhyun pun terlihat lesu.
"coba lagi saja mungkin tadi malam Kyungsoo sudah tidur!"
Baekhyun sejenak mempertimbangkan saran Luhan dan akhirnya gadis itu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Kyungsoo teman SMP nya. Tidak lama syukurlah Kyungsoo mengangkat telepon dari Baekhyun.
"hallo! Kyung!" seru Baekhyun senang saat mendengar suara Kyungsoo.
"hai Baek bagaimana kabarmu?" tanya Kyungsoo yang tak kalah semangatnya.
"baik, kau sendiri bagaimana? Oh iya Kyungjae sudah bisa apa sekarang?"
"kabarku baik, Kyungjae sudah bisa berjalan sekarang. Kapan-kapan kalau ada waktu mainlah kerumahku, rasanya sudah lama sekali kau tidak kesini" Kyungsoo terkekeh diseberang telepon.
"haha baiklah, kapan-kapan aku akan main ke rumahmu, aku juga ingin bertemu Kyungjae pasti jagoanmu itu tambah lucu sekarang"
"haha oke kami tunggu kedatanganmu, oh iya ngomong-ngomong ada apa kau tiba-tiba menghubungiku?"
"euumm sebenarnya ada yang ingin ku tanyakan"
"ada apa Baek?"
"apa kau mendapat undangan reuni SMP?"
"oh itu, iya aku mendapatkannya, kenapa?"
"apa kau akan datang? siapa tau saja kau bertemu Jongin lagi nanti?" Baekhyun bertanya sambil terkekeh
Dan terdengar helaan nafas dari Kyungsoo,"sepertinya tidak Baek, karena suamiku baru pulang kerja malam dan aku tentu saja tidak bisa meninggalkan suamiku dan Kyungjae dirumah sendirian"
Wajah Baekhyun pun lesu kembali,"oh begitu ya"
"sampaikan saja salamku pada Jongin kalau kau bertemu dengannya dan beritahu aku apa dia masih setia dengan kulit tannya atau sudah putih sekarang haha"
Baekhyun pun ikut tertawa mendengarnya,"hahaha baiklah-baiklah akan ku sampaikan nanti kalau aku datang"
"apa kau ada rencana untuk datang Baek?" tanya Kyungsoo.
"entahlah, aku juga masih bingung"
"datang saja, siapa tau kau bertemu Chanyeol disana" goda Kyungsoo.
Pipi Baekhyun sempat merona dibuatnya,"sepertinya tidak mungkin Kyung, dia kan di Busan dan sepertinya undangan tidak sampai kesana"
"siapa tau Baekhyun, semuanya kan mungkin saja terjadi"
Baekhyun terkekeh,"kau ada-ada saja, ya sudah kalau begitu salam untuk suamimu ya"
"haha iya, nanti aku sampaikan, salam juga untuk Luhan"
"hai Kyungsoo aku disini!" seru Luhan di dekat ponsel Baekhyun.
"oh, hai Lu, kau juga kapan-kapan mainlah ke rumahku"
"pasti"
"baiklah kalau begitu, bye Kyung!" pamit Baekhyun.
"bye!"
Sambungan telepon pun terputus dan raut wajah Baekhyun masih saja lesu.
"Kyungsoo tidak datang?" tanya Luhan dan Baekhyun menggeleng.
Luhan menghela nafasnya,"ya sudah, kalau begitu nanti aku dan Kris saja yang akan menemanimu, bagaimana?"
Baekhyun melebarkan matanya,"kau yakin?"
Luhan pun mengangguk,"mau bagaimana lagi aku tidak mau saudara imut ku ini galau terus menerus"
"aaaaa... thank you baby!" seru Baekhyun girang sambil memeluk Luhan.
"eh, tapi apa siluman jerapah itu mau?"
"kau tenang saja soal Kris biar aku yang urus"
Baekhyun tersenyum lebar mendengarnya,"kau yang terbaik sayang"
.
.
.
Ini sudah jam 11 malam dan Baekhyun sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. H-1 membuatnya gugup dan berunjung tidak bisa tidur. Tubuh ramping itu terus saja berguling ke kanan dan ke kiri sambil mendekap boneka gajah yang terlihat sudah agak lusuh.
'bagaimana kalau ada Chanyeol, bagaimana kalau ada Chanyeol, bagaiamana kalau ada Chanyeol' kata itu yang terus terngiang di pikiran Baekhyun. Jujur ia ingin sekali bertemu lagi dengan Chanyeol, tapi ia juga bingung harus bagaimana jika bertemu dengan Chanyeol. Memikirkannya membuat Baekhyun hampir gila.
Memang dari sekian mantan-mantan Baekhyun, Chanyeol lah satu-satu mantan yang ingin ia temui. Soal kata-kata Kris yang menyebut mantan-mantan Baekhyun aneh memang benar. Saat kelas 2 SMA Kris dan Luhan hampir dibuat serangan jantung saat Baekhyun dengan santainya memberitahu mereka kalau ia sudah berpacaran dengan atlit sumo yang ada di sekolahnya, memang bukan atlit sumo sungguhan tapi badannya yang memang menyerupai atlit sumo dengan nafsu makan yang tidak terkontrol membuat Kris dan Luhan ingin muntah kalau melihatnya makan. Kris bahkan yakin kalau orang itu bisa mengangkat Baekhyun hanya dengan satu tangannya. Mantan ketiga adalah seorang pria nerd dengan gigi offside walaupun sudah dipagari (read: behel). Luhan dan Kris tidak habis pikir dengan isi kepala Baekhyun bisa-bisanya gadis itu bertahan berbicara lama-lama dengan orang itu, karena saat bicara maka semburan hujan lokal akan menyapa wajah lawan bicaranya. Kris sudah pernah menjadi korbannya, maka dari itu ia sangat menghindari mantan Baekhyun yang satu itu. Keempat Baekhyun menerima pernyataan cinta seorang laki-laki beraliran punk dengan piercing dan tattoo dimana-mana serta memiliki prinsip 'punker sejati, pantang mandi dan gosok gigi'. Kris dan Luhan selalu melarang keras jika Baekhyun di ajak pergi berkencan dengan anak punk itu. Alhasil mereka hanya berhubungan lewat alat komunikasi yang bernama handphone.
Lalu yang terakhir yang paling baru, 7 bulan lalu Baekhyun baru putus dari pria yang menurut Kris lembek karena sering mimisan dan pingsan saat bertemu Baekhyun. Oh ya satu lagi penyakit gagap orang itu membuat Kris dan Luhan gemas kalau mendengarnya bicara. Kedua sahabat Baekhyun itu hampir prustasi melihat Baekhyun yang tidak pernah beres memilih lelaki untuk dijadikan pacar.
Pria tampan memang bukan tipe Baekhyun. Menurutnya pria tampan suka seenaknya sendiri, banyak yang menyukai, rawan selingkuh dan Baekhyun tidak mau itu terjadi padanya, maka dari itu ia suka pria unik yang tidak disukai orang pada umumnya. Entahlah ia hanya tidak mau sakit hati karena pengkhianatan nantinya. Mempunyai pacar tampan itu banyak risikonya (menurut Baekhyun). Tidak jauh-jauh contoh nya Luhan. Jangan berpikir kalau hubungan 4 tahun yang Luhan jalani bersama Kris berjalan mulus-mulus saja karena pada kenyataannya mereka dulu sering putus nyambung sampai Baekhyun sudah tidak percaya lagi saat Luhan memberitahunya kalau ia sudah putus dengan Kris karena tidak lama setelah itu mereka kembali berdua.
Dulu Luhan sering mendapat teror mengerikan yang mungkin berasal dari mantan Kris atau orang yang diam-diam menyukai Kris. Pesan dengan kata-kata kasar seperti menyebut Luhan sebagai gadis penggoda, murahan atau perebut pacar orang pun sudah biasa diterima oleh Luhan, belum lagi gossip murahan tentang Kris Wu yang selingkuh. Awalnya Luhan tidak menghiraukannya karena ia percaya pada kekasihnya itu tapi lama-lama Luhan tidak tahan juga dan akhirnya kata-kata putus pun terlontar walaupun itu tidak bertahan lama. Sekarangpun Luhan juga masih prustasi karena semenjak kuliah banyak mahasiswi modus yang mendekati Kris ditambah lagi mereka beda fakultas. Walaupun berkali-kali Kris meyakinkan Luhan kalau tidak ada yang bisa mengalihkan cintanya pada gadis itu tapi tetap saja rasa khawatir itu masih ada. Dan Luhan akhirnya mencoba untuk selalu positif thinking. Hasilnya... ia bertahan sampai sekarang. Baekhyun sungguh tidak mau itu terjadi padanya, mempunyai pacar tampan hanya akan membuat tekanan batin.
Dari semua mantannya memang Chanyeol lah yang masih terlihat normal walaupun gendut tapi kelakuannya tidak se aneh mantan-mantannya yang lain. Kris dan Luhan juga sudah tau tentang Chanyeol karena Baekhyun yang menceritakannya. Tapi mereka tidak bisa menilai bagaimana Chanyeol karena mereka belum pernah bertemu dengan pacar pertama Baekhyun itu.
Andai saja dulu ia dan Chanyeol sudah diberi izin oleh orang tua mereka untuk memiliki alat komunikasi seperti handphone pasti sampai sekarang komunikasi mereka tidak terputus. Haaah... sial sekali kenapa saat itu Baekhyun masih hidup di jaman primitif.
Baekhyun tiba-tiba saja bangkit dari tempat tidurnya. Ia sudah tidak tahan. Ia butuh teman sekarang. Segera saja Baekhyun keluar dari kamarnya dan menuju kamar Luhan.
Tok tok tok
"Lu! Apa kau sudah tidur?" tanya nya berharap Luhan belum menuju alam mimpi. Tapi mustahil juga Luhan sudah tidur di jam-jam seperti ini karena pasti Kris masih mengganggu nya di seberang telepon.
"belum Baek, masuk saja! Pintunya tidak dikunci" seru Luhan dari dalam.
Baekhyun pun perlahan membuka pintu itu dan segera saja berjalan menuju tempat tidur Luhan dengan masih memeluk boneka gajah kesayangannya.
"tidak biasaya kau belum tidur, padahal ini sudah malam sekali" ucap Luhan saat Baekhyun membaringkan tubuh di sampingnya.
"aku tidak bisa tidur"
"memikirkan acara reuni itu lagi?" tanya Luhan.
Baekhyun mengangguk,"bagaimana kalau Chanyeol juga datang?"
"bagus kan, bukannya kau ingin bertemu lagi dengannya?"
"tapi aku tidak tau harus bagaimana kalau bertemu lagi dengannya, kalau dia tidak mengingatku bagaimana?" raut wajah Baekhyun terlihat khawatir.
"hey, mustahil jika dia tidak mengingatmu kecuali dia terkena amnesia asal kau tau saja, pacar pertama itu sulit untuk dilupakan"
"benarkah?" tanya Baekhyun memastikan.
"yup, buktinya kau sendiri masih terus mengingatnya kan sampai sekarang?"
Baekhyun menghela nafasnya,"ya, kau benar"
"sudah, sekarang sebaiknya kau tidur, kau tidak mau kan terlihat buruk di acara reunian mu besok?"
"baiklah, kau juga cepatlah tidur jangan pedulikan siluman jerapah itu, matikan teleponnya sekarang!" tegur Baekhyun yang tau kalau sedari tadi sambungan telepon Luhan dengan Kris belum terputus.
Luhan pun nyengir dibuatnya,"hehe iya sayang sebentar lagi, kau tidur duluan saja, okay!"
.
.
.
"Lu, apa eyeliner ku tidak terlalu tebal?"
"lipstick ku bagaimana?"
"rambutku? Apa tidak sebaiknya di ikat saja?"
"Lu, kita tukar stiletto ya? Punyaku heels nya terlalu tinggi"
"astaga! Aku berkeringat, tissue mana tissue?"
Kris yang ada di kursi kemudi hanya bisa meringis sambil berkali-kali mengusap telinganya yang panas mendengar ocehan Baekhyun di sepanjang perjalanan menuju tempat reuni itu di adakan. Sedangkan Luhan yang sedari tadi meladeni kepanikan Baekhyun.
"tenang Baek, kau sudah cantik, aku yakin banyak kumbang yang akan hinggap padamu malam ini" Luhan mengeluarkan smirk nya saat melihat Baekhyun dari atas sampai bawah.
Sempurna.
Make-up yang tidak terlalu tebal, lipstick warna pink menggoda, rambut gelombang yang tergerai indah serta dress merah marun dengan panjang selutut dan berlengan sesiku hampir mirip dengan yang di pakai Luhan, bedanya dress Luhan berlengan panjang. Cukup simple memang. Karena Baekhyun tidak suka jika terlihat berlebihan.
Untuk dress yang mereka pakai, itu semua dalam kendali Kris. Sebelum berangkat, Kris sempat menyuruh Baekhyun untuk mengganti bajunya karena awalnya Baekhyun ingin memakai dress tanpa lengan. Baekhyun pikir hanya Luhan saja yang tidak diperbolehkan Kris agar tidak memakai baju yang terbuka tapi ternyata dia juga. Apa boleh buat, Baekhyun pun menurut saja dari pada ia harus berangkat ke acara reuni sendirian karena Kris mengancam tidak mau mengantar Baekhyun kalau masih tetap memakai dress tanpa lengannya.
Mobil Kris tepat berhenti di depan gedung tempat acara itu berlangsung. Baekhyun mengamatinya dari dalam mobil dan terlihatlah orang-orang yang memasuki gedung itu. Ia semakin gugup saja.
"hey! Cepat turun!" tegur Kris pada Baekhyun yang memandang gugup gedung itu sambil menggigiti kukunya.
"e..e.. tiba-tiba saja aku ingin pulang" celetuk Baekhyun dan membuat Kris melotot ke arahnya.
"apa? Pulang? Aku sudah jauh-jauh mengantarmu kesini dan seenaknya saja kau ingin pulang? heeeh jangan bercanda nona Byun" Kris memutar bola matanya.
"Lu!" Baekhyun merengek pada Luhan dengan mata yang dibuat berkaca-kaca.
Luhan menghela nafasnya,"Baekhyun sayang, kenapa lagi? Kau masih gugup? Tenang saja, kami akan menemani mu ke dalam jadi kau tidak sendirian nanti"
"benarkah?" dan Luhan pun mengangguk.
Baekhyun menghirup nafas panjang,"baiklah, ayo keluar kalau begitu"
Luhan lagi-lagi mengangguk lalu bersiap akan membuka pintu mobil, tapi suara Kris mengurungkan niatya sejenak.
"kalian berdua saja yang masuk, aku akan menunggu disini" ucap Kris sambil melipat kedua tangannya ke belakang untuk menjadi sandaran kepalanya.
"sayang, mana bisa begitu, kau juga harus masuk" protes Luhan dengan mengerucutkan bibirnya, begitu juga dengan Baekhyun.
"aku ingin tidur sebentar di mobil sayang, nanti saja aku menyusul"
Luhan semakin mengerucutkan bibirnya.
"oke kalau itu mau mu tuan Wu... ayo Lu, kita berdua saja, nanti aku kenalkan kau dengan teman-teman SMP ku, asal kau tahu banyak siswa tampan di SMP ku dulu" ucap Baekhyun mencoba memanas-manasi Kris dan berhasil, pria itu langsung menegakkan tubuhnya serta memberi deathglare nya pada Baekhyun.
"kau jangan macam-macam Byun Baekhyun" geram Kris, sedangkan Baekhyun mengangkat bahunya, cuek.
"haiish baiklah aku ikut" Baekhyun pun menyeringai karena taktiknya berhasil.
"yeeeeyy!" sorak Luhan girang lalu mengikuti Kris keluar dari mobil.
Mereka bertiga pun akhirnya berjalan memasuki gedung tersebut yang sepertinya sudah dipenuhi tamu undangan. Luhan melingkarkan tangannya di lengan kiri kekasihnya sedangkan Baekhyun terlihat meremas lengan kanan Kris karena terlalu gugupnya. Ingin rasanya Kris menutup wajahnya dengan helm karena banyak pasang mata yang menatap mereka bertiga aneh. Pasalnya dengan posisi Luhan yang memeluk lengan kirinya dan Baekhyun yang tak melepas cengkeramannya di lengan kanannya membuat Kris terlihat seperti membawa dua orang istri. Oh Tuhan... bisakah Kris kabur sekarang juga.
"hey Byun! Bisakah kau berhenti membuat lengan kemejaku kusut?" bisik Kris pelan pada Baekhyun.
"aku gugup bodoh"
Kris memutar bola matanya,"sebaiknya kita duduk disini saja" usul Kris sambil menunjuk meja kosong dengan dikelilingi 6 kursi. Kedua wanita itu pun mengangguk.
"kau kenal semua orang yang datang ke sini Baek?" tanya Luhan melihat orang-orang yang memenuhi gedung itu.
"tidak semuanya, ada yang hanya sebatas kenal saja, teman dekatku saat SMP hanya Kyungsoo, Jongin dan Chanyeol" jawab Baekhyun yang mengedarkan pandangannya untuk melihat siapa saja yang hadir. Ada sebagian temannya yang masih Baekhyun hapal wajahnya dan banyak juga yang tidak dikenali oleh Baekhyun.
"kau sudah menemukan Chanyeol?" tanya Luhan, karena sedari pandangan Baekhyun terus mengeksplor seluruh ruangan namun sama sekali belum menemukan sosok gendut bertelinga yoda itu.
Baekhyun menghembuskan nafasnya lalu menggeleng,"belum, mungkin dia memang tidak datang"
Luhan memandang iba raut Baekhyun yang terlihat lesu,"sabar ya, mungkin dia terlambat"
Tapi tiba-tiba mata Baekhyun membulat melihat seorang pria dengan kemeja kotak-kotak biru berjalan memasuki gedung bersama seorang wanita berambut panjang sebahu yang sangat tinggi. Baekhyun sejenak menajamkan penglihatannya, memastikan kalau dugaannya memang benar dan saat pria itu mulai berjalan mendekat Baekhyun semakin yakin kalau orang itu...
"Jongin!" teriaknya sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah pria yang di duga Jongin itu.
Kris semakin menyesal tidak membawa helm ke acara ini. Pasalnya semua orang menengok ke arah mejanya karena teriakan Baekhyun. Sedangkan Luhan yang bertugas membungkuk meminta maaf pada orang-orang yang terganggu dengan teriakan melengking Baekhyun.
Pria yang di duga Jongin pun seketika menghentikan langkahnya lalu menajamkan penglihatannya ke arah Baekhyun. Namun tidak lama pria itu juga melambaikan tangan ke arah Baekhyun dan menarik wanita yang datang bersamanya berjalan ke arah meja Baekhyun.
"Baekhyun?" tanya pria itu mencoba memastikan. Baekhyun tersenyum dan mengangguk.
"astaga! Sudah lama sekali kita tidak bertemu, apa kabar?" tanya Jongin lagi sambil menjabat tangan Baekhyun.
"haha baik, kau sendiri?"
"seperti yang kau lihat aku juga baik"
Dan mereka berdua pun tertawa. Baekhyun lalu mempersilahkan Jongin dan teman wanitanya untuk bergabung di mejanya.
"oh iya Baek, perkenalkan ini tunanganku" ucap Jongin yang memperkenalkan wanita yang tadi datang bersamanya yang ternyata adalah tunangan Jongin.
Baekhyun pun tersenyum sambil berniat menjabat tangan tunangan Jongin. Tapi sedetik kemudian ia bergidik ngeri karena ekspresi dingin tunangan Jongin itu. Cantik sih, tapi tatapannya tajam seperti pisau dapur. Baekhyun yakin sekali kalau tunangan Jongin ini adalah tipe wanita yang tingkat kecemburuannya sangat tinggi.
"Baekhyun" ucapnya memperkenalkan diri.
Tunangan Jongin pun juga menjabat tangan Baekhyun,"Sehun"
Setelah itu Baekhyun juga memperkenalkan Kris dan Luhan pada Jongin dan Sehun.
"apa Kris dan Luhan ini juga alumni SMP kita?" tanya Jongin dan Baekhyun terkekeh.
"bukan, mereka temanku sejak SMA, karena aku tidak punya teman, ya sudah aku ajak mereka saja"
"ooh" tanggap Jongin singkat.
Kris yang melihat Baekhyun sudah mendapat teman untuk mengobrol, akhirnya memutuskan untuk mengajak Luhan berkeliling gedung untuk mengusir bosan. Dan Baekhyun dengan enteng mengizinkan mereka karena sudah ada Jongin dan Sehun yang menemaninya.
"kau masih gosong saja Jongin" goda Baekhyun sambil terkekeh karena kulit Jongin yang tidak bisa seputih orang Korea pada umumnya.
Jongin tertawa menanggapinya,"tapi aku masih keren kan? haha"
"jadi, apa kegiatanmu sekarang?" tanya Jongin.
"masih kuliah, kau sendiri?"
"sama sepertimu"
Mereka berdua pun terkekeh dan mulai larut dalam obrolan-obrolan masa lalu cukup lama sehingga membuat raut Sehun bertambah kusut karena merasa di abaikan oleh kekasihnya. Ditambah lagi saat Baekhyun tanpa sengaja bercerita tentang Kyungsoo –mantan Jongin– membuat raut Sehun semakin mengerikan.
"ekheem" deheman Sehun berhasil membuat Jongin menoleh ke arahnya.
"e.. sayang kau tau, Baekhyun ini dulu adalah pacarnya Chanyeol" ucap Jongin bermaksud menggoda Baekhyun.
Deg
Jantung Baekhyun berdetak cepat mendengarnya. Kenapa Jongin memberitahu Sehun kalau dulu Baekhyun adalah pacar Chanyeol? Apa Sehun mengenal Chanyeol? Begitulah kira-kira pertanyaan yang ada di pikiran Baekhyun.
Mata Sehun terlihat membulat,"Chanyeol dulu pernah punya pacar?" tanyanya dengan ekspresi tak percaya.
Jongin terkekeh melihat raut terkejut kekasihnya yang sangat lucu,"tentu saja, jangan meremehkan Chanyeol sayang, Baekhyun ini dulu salah satu primadona sekolah dan Chanyeol satu-satunya yang bisa mendapatkan Baekhyun" goda Jongin lagi, tapi tidak ada tanggapan dari Baekhyun karena gadis itu masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"ap-apa Sehun mengenal Chanyeol?" tanya Baekhyun agak ragu.
Jongin tertawa,"tentu saja, Chanyeol tinggal se-apartemen denganku jelas saja Sehun mengenalnya"
Deg
Detakan jantung Baekhyun semakin tidak santai.
"tap-tapi, bukankah Chanyeol ada di Busan?' tanya Baekhyun lagi.
"memang saat SMA dia pindah ke Busan tapi setelah lulus dia mendapat beasiswa kuliah di Seoul Baek dan kami bertemu kembali karena kami satu universitas dan fakultas kami berdekatan, lalu aku mengajaknya untuk tinggal bersama di apatemenku, tapi sayang dia tidak bisa datang malam ini. Menjadi asisten dosen semakin membuatnya sibuk"
Mata Baekhyun membulat sempurna mendengar cerita Jongin.
'jadi Chanyeol ada di Seoul?' tanya nya tak percaya dalam hati.
"eumm begitu ya" tanggap Baekhyun, kecewa karena malam ini ia tidak bisa bertemu dengan Chanyeol gendutnya.
"ahh iya Baek, boleh aku meminta nomor teleponmu?"
"tentu sa–" Baekhyun tidak meneruskan ucapannya karena melihat Sehun yang melotot ke arah Jongin.
Tapi tidak lama tatapan Sehun datar kembali setelah Jongin membisikkan sesuatu pada Sehun.
"baiklah Baek, bacakan nomormu aku akan mencatatnya"
Baekhyun menelan ludahnya sebelum membacakan nomornya. Sungguh dimata Baekhyun, Jongin seperti memelihara macan betina.
.
.
.
"iya sayang aku baru saja sampai, kau cepatlah tidur ini sudah malam" ucap pria berkulit tan yang saat ini berjalan menyusuri lorong apartemennya pada orang di seberang telepon.
"sebentar, kau tidak akan macam-macam kan dengan nomor telepon temanmu tadi?" tanya suara wanita di seberang telepon.
Pria tan bernama Kim Jongin itu menghela nafasnya. Beginilah nasib mempunyai kekasih yang mempunyai tingkat kecemburuan yang sangat tinggi, selalu saja curiga.
"astaga sayang, harus berapa kali aku jelaskan padamu kalau nomor itu bukan untukku, apa perlu nanti aku suruh Chanyeol untuk menjelaskannya padamu?"
Sehun terdiam sejenak,"baiklah, aku percaya padamu, tapi awas saja jika kau macam-macam"
"aku sudah menjadi tunanganmu Hun-Hun dan aku sangat sangat sangat mencintaimu, mana mungkin aku macam-macam dengan wanita lain" ujar Jongin meyakinkan agar Sehun tidak marah lagi padanya.
"ya ya ya tuan Kim aku mengerti, ya sudah cepat istirahat, i love you"
Jongin pun tersenyum karena Sehun sudah menghentikan kecurigaannya,"good night baby and i love you too!"
Jongin memutus sambungan teleponnya dan langsung membuka pintu apartemennya. Sepi, seperti biasa. Setelah melepas sepatunya, ia langsung saja menuju sebuah kamar namun bukan kamar miliknya. Ia memang tidak tinggal sendiri di apartemen ini.
Perlahan ia memutar kenop pintu kamar tersebut dan melongokkan kepalanya ke dalam. Jongin menghela nafasnya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat seorang pemuda yang hanya terlihat punggung bidangnya, sedang berkutat di meja belajar bersama tumpukan lembar jawaban ujian. Posisi yang sama sejak Jongin berpamitan untuk pergi ke acara reuni tadi.
Jongin akhirnya berjalan ke arah tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya dan setelah itu mengambil bantal untuk ia lemparkan ke kepala pemuda itu.
Bugh
Lemparan pun kena sasaran.
"oh, kau sudah pulang" respon pemuda itu dengan suara bass nya, tanpa menghentikan pekerjaan mengoreksi jawaban junior-juniornya.
Jongin memutar bola matanya,"benar kan apa ku bilang, kau pasti menyesal tidak ikut aku pergi ke acara reuni tadi Park"
Park Chanyeol sejenak menghentikan aktivitasnya. Ia lalu melepas kaca matanya dan memutar tubuhnya mengahadap Jongin yang tengah duduk bersandar di tempat tidurnya sambil memainkan ponsel.
"memangnya kenapa?" tanya Chanyeol.
"apa kau percaya kalau tadi aku bertemu Baekhyun?"
Deg
Mata Chanyeol membulat dan jantungnya seperti tersengat listrik. Jongin menyeringai melihat Chanyeol dengan ekspresi kagetnya.
"jangan membohongiku Kim"
"terserah kau mau percaya atau tidak yang penting aku sudah mendapatkan nomornya" ucap Jongin sambil menunjukkan deretan nomor telepon dengan nama kontak 'Baekhyun' di ponselnya.
Mata Chanyeol semakin ingin copot melihatnya. Ia pun menegakkan tubuh tingginya dan beringsut mendekati Jongin.
"Kim Jongin tolong katakan padaku kalau kau berbohong!"
"dan asal kau tau, Baekhyun semakin cantik sekarang" lanjut Jongin menggoda Chanyeol.
"berikan padaku!" pinta Chanyeol sambil ingin merebut ponsel Jongin. Namun dengan gerakan cepat Jongin menjauhkan ponselnya dari jangkauan Chanyeol.
"eits...tidak semudah itu Park Chanyeol, ada syarat yang harus kau penuhi"
Chanyeol mendengus kesal. Selalu saja tidak ada yang gratis.
"baiklah, sebutkan apa syaratnya!"
Jongin melebarkan seringainya,"Rabu besok gantikan aku masuk di 3 mata kuliah karena aku ada kencan dengan Sehun seharian penuh, bagaimana?"
"haaa? Kau gila Kim, hari Rabu jadwalku padat, kuliah dari pagi sampai siang dan setelah itu aku harus mengajar semester 1 sampai sore menggantikan Dosen Chang yang sedang cuti, bagaimana kalau Kamis saja? Hari Kamis aku libur" tawar Chanyeol.
Jongin mengelus dagunya, terlihat sedang mempertimbangkan tawaran Chanyeol,"hmmm baiklah, aku akan mengundur acara kencanku, tapi kau yang harus menjelaskan pada Sehun alasan aku mengundur acara kencan kami"
Chanyeol tersenyum mendengarnya,"kau tenang saja, Sehun selalu percaya apa yang aku katakan"
Jongin memutar bola matanya, mengetahui fakta kalau Sehun memang lebih mempercayai Chanyeol dari pada kekasihnya sendiri. Pria tan itu pun menyerahkan ponselnya pada Chanyeol.
"thanks Kim"
Segera saja Chanyeol menyalin nomor Baekhyun ke ponselnya.
"apa dia tadi datang bersama seseorang?" tanya Chanyeol.
Jongin mengangguk membuat raut Chanyeol berubah lesu.
Jongin tertawa melihatnya lalu menoyor kepala Chanyeol,"haha kau tenang saja. Baekhyun datang dengan dua orang temannya dan sepertinya dia juga masih single, jadi aku rasa ini kesempatanmu bung"
Dan raut lesu Chanyeol berubah menjadi cerah, membuat pria berambut gelap itu terlihat tampan berkali-kali lipat dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.
"apa lagi sekarang kau..." Jongin menggangtungkan kata-katanya sambil melihat Chanyeol dari atas sampai bawah sambil sedikit bersiul dan itu membuat Chanyeol risih. Di pukulnya kepala pria tan itu dengan bantal.
"jangan melihatku seperti orang mesum Kim" sungut Chanyeol lalu memutar bola matanya. Jongin hanya tertawa menanggapinya.
"eh, tapi apa dia masih mau bertemu denganku? Atau jangan-jangan dia sudah lupa padaku" tapi ternyata pikiran parno masih muncul di otak Chanyeol.
"yang aku lihat, saat aku memberitahunya kalau kau tidak bisa datang dia terlihat kecewa, jadi aku rasa dia juga ingin bertemu denganmu"
Mendengarnya semakin menambah semangat Chanyeol untuk berusaha menyambung kembali hubungannya dengan Baekhyun.
"ya sudah kalau begitu, selamat berjuang bung, good luck!" Jongin mengepalkan tangannya lalu meninju lengan Chanyeol pelan dan beranjak meninggalkan kamar Chanyeol.
Chanyeol masih termenung memandangi nomor Baekhyun yang ada di ponselnya. Jantungnya berdegup kencang. Apakah ini waktu yang tepat untuk mengirim pesan pada Baekhyun? Apa sebaikanya besok saja? Tapi tangan Chanyeol sudah gatal ingin mengirim pesan pada Baekhyun. Chanyeol mengacak rambut pendeknya prustasi. Mengirim pesan pada wanita yang disukai lebih membuatnya prustasi dari pada ujian semester.
.
.
.
Baekhyun memandang langit-langit kamarnya sambil memeluk boneka gajah pemberian Chanyeol yang sekarang sudah terlihat agak lusuh. Sudut bibirya tertarik kebawah. Sungguh ia menyesalkan semuanya. Di saat Chanyeol sudah ada di Seoul, kenapa Tuhan tidak mempertemukan mereka di acara reuni itu? Dan kenapa ia juga sangat bodoh sehingga lupa tidak meminta nomor telepon Chanyeol pada Jongin. Salahkan saja otaknya yang terlalu lamban.
Lagi-lagi ia menghela nafas berat, entah sudah keberapa kalinya. Mencoba ikhlas kalau memang Tuhan tidak menjodohkannya dengan Chanyeol. Entah kenapa ia selalu berharap kalau Chanyeol yang menjadi jodohnya.
Baekhyun mengacak-acak rambutnya prustasi. Lagi-lagi ia tidak tahan sendirian di kamar, ia butuh teman. Tapi sayangnya Luhan sudah tidur pulas di kamarnya bahkan gadis itu sudah tertidur saat di perjalanan pulang, membuat Kris yang tidak tega membangunkan kekasihnya harus menggendong Luhan sampai kamar. Sedangkan Sheero, kucing gendut itu selalu saja tidur, ia bangun hanya saat makan atau membuang kotoran. Benar-benar tipe kucing yang malas tapi Baekhyun sangat menyayanginya karena itu adalah hadiah pemberian dari mendiang kakeknya.
"hey gajah! Kenapa kau tidak datang? Apa kau sudah lupa padaku? Apa kau sudah punya kekasih sekarang? Kau tau, perasaanku padamu masih sama seperti yang dulu. Tapi, apa perasaanmu padaku juga masih sama?" tanya nya pada boneka gajah yang masih ada di pelukannya.
Baekhyun menghela nafas berat lagi. Sedetik kemudian ia dibuat kaget oleh bunyi dari ponselnya yang menandakan ada pesan masuk. Ia merutuki siapa orang bodoh yang mengirim pesan malam-malam begini.
Tapi akhirnya ia buka pesan itu dan terlihatlah sebuah nomor tidak dikenal dengan pesan...
Hai Baekhyun!
Lama ya kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?
Masih ingat aku?
PCY
Dan bolehkah Baekhyun berteriak kencang malam ini?
"AAAAAAAAA LUHAAAAAAAAAAAAN! DIA KEMBALIIIIIII!"
Tbc
Hallo! saya balik lagi sama cerita ini. Maap kalo bikin kecewa karena ternyata Chanbaek gak ketemu kkkk dan maap kalau tidak memuaskan #digorok mantri sunat -_-
Hehe saya minta maaf lagi nih buat ff B&S sama SS2 yang sampai sekarang belum bisa update juga dikarenakan saya harus fokus buat persiapan ujian skripsi. Buat saya 2 ff itu ngerjainnya perlu berpikir keras (lebey) –eh tapi sebenernya udah dilanjut kemarin-kemarin, salahkan saja hard disk saya yang rusak dan bikin ff udah setengah jalan ngetiknya itu ilang T_T #plak. Kayaknya saya baru bisa update 2 ff itu setelah ujian skripsi. Jadi mohon doa nya ya teman-teman . #Buseeet curcol panjang bener -_-
Ya udah deh waktunya bales review:
Eve: iya saya usahain deh hehe, makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Inggit: hehe iya maap lama ya, tapi ini gak lama kan update nya kkkk, ia makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Nanat: oh iya boleh follow aja kufima mantion ya biar aku follback nanti hehe, aahh maap alasannya kedua ff itu belum dilanjut ada diatas T_T, oke deh makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Dobaek: hehe maap mereka ternyata gak ketemu tapi bakal ketemu kog tenang aja #plak, oke deh makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Echatami: perpisahan memang selalu menyedihkan T_T, oke makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Byunbaekchan: hehe ini emang udah smt akhir beb, suara om-om kayak canyol? Kenapa malu kan sexy haha #plak, oke makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Synshine: yuhuuu, makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Park FaRo: hehe yoi saya kambek #plak, oke makasih reviewnya #bow bareng baekhyun
Thanks for your review: SHY Fukuru, Shouda Shikaku, sayakanoicinoe, younlaycious88, Meriska-Lim,rachel suliss, bellasung21 , chanbaekjjang , SyJessi22, KIMJUNMONEY, wlywyf, chanbaekalogy, chenma, indaaaaaahhh, Lee Ah Ra , eve, inggit, nur991fah, Nanat, dobaek , Echatami, Shallow Lin. Byunbaekchan, synshine, Park FaRo, tika. karisma. 18
See you next time...
