Let's Just Fall In Love Again
Four
Author: Byunna Park
Rate: T
Genre: Romance
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Other Cast: Lu Han, Kris Wu, Kim Jongin, Oh Sehun
Warning: OOC/GS/typo(s)/gaje/pasaran/crack couple/don't like, don't read.
Let's Start
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
"AAAAAAAAA LUHAAAAAAAAAAAAN! DIA KEMBALIIIIIII!"
"MIAWW!"
BRAK
TAP
TAP
DUAGH
Baekhyun melompat-lompat kegirangan di atas kasurnya tanpa menghiraukan suara-suara aneh yang muncul setelah ia berteriak dengan volume penuh.
Tidak lama pintu kamar Baekhyun terbuka menampakkan seorang gadis dengan rambut berantakan serta tongkat baseball di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya terlihat memijit-mijit keningnya.
"kenapa Baek? Ada apa? Ada maling masuk? Mana malingnya?" tanya Luhan panik sambil menggeledah kamar Baekhyun.
Dengan girang Baekhyun berhambur memeluk Luhan sambil melompat-lompat tidak jelas. Luhan hanya mengernyitkan dahi dan menatap Baekhyun penuh tanda tanya.
"Dia kembali Lu, dia kembali….kyaaaaaa!" jerit Baekhyun kembali tanpa dosa.
Luhan semakin bingung saja, dengan paksa ia melepaskan pelukan Baekhyun padanya.
"dia? Dia siapa?" tanya Luhan bingung.
Baekhyun kemudian menyodorkan ponselnya, menunjukkan pesan yang membuatnya seperti orang kesurupan.
"lihat! Lihat siapa yang mengirim pesan padaku! PCY Lu, Park Chan Yeol kyaaaa Chanyeol gendutku!" dan lagi-lagi Baekhyun berteriak tidak santai.
Tapi tidak taukah Baekhyun kalau di depannya sekarang siluman rusa nan cantik sudah menjelma menjadi monster rusa. Muka Luhan memerah serta rahangnya mengeras, genggamannya pada tongkat baseball pun semakin erat.
"aku benar-benar tidak menyangka kalau–" Baekhyun tidak melanjutkan ucapannya saat menoleh kearah Luhan dan mendapati sahabatnya itu menatapnya tajam dengan muka memerah sambil memainkan tongkat baseball di tangannya.
Baekhyun menelan ludahnya susah payah. O..ow sepertinya kau dalam masalah besar nona Byun.
"BYUN BAEKHYUN!"
.
.
.
Senyum Kris semakin lebar saat pintu apartenmen itu terbuka. Tapi senyumnya mendadak luntur melihat wajah cantik kekasihnya itu kusut melebihi baju yang tidak di setrika.
Tanpa memberi ucapan selamat pagi seperti biasa, Luhan langsung berjalan kembali ke arah dapur meninggalkan Kris yang masih mematung di pintu. Pria itu menatap Luhan bingung. Seingatnya ia tidak melakukan kesalahan kemarin, tapi kenapa raut Luhan terlihat seperti ingin menelan orang hidup-hidup.
Segera saja Kris memasuki apartemen itu dan mengikuti Luhan menuju dapur. Tapi langkahnya sejenak berhenti saat melihat Baekhyun merengek-rengek seperti anak kecil sambil menarik baju Luhan yang saat itu sedang sibuk mencuci piring. Oh jangan lupakan handuk basah yang ada di tangan Baekhyun. Kris menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung.
"Lu… maafkan aku, aku tidak sengaja, ayolah jangan marah lagi! Huwee~ baby Lu, jangan diam terus begitu" rengek Baekhyun sambil terus menarik-narik baju Luhan. Tapi sayang rusa China itu tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
Baekhyun jadi ingin menangis saja karena Luhan masih mendiamkannya sejak tadi malam setelah insiden ia berteriak seperti orang kesurupan, menyebabkan Luhan yang sedang tidur saat itu mendadak bangun karena kaget lalu terjatuh dari tempat tidurnya. Luhan yang terlalu panik pun langsung keluar dari kamarnya tapi karena tidak hati-hati ia tersandung kakinya sendiri dan akhirnya kepalanya membentur pintu yang mengakibatkan keningnya benjol dan memar.
Pandangan Baekhyun lalu beralih menatap Kris yang masih bengong di tempat. Ia keluarkan jurus puppy eyes dengan sedikit berkaca-kaca pada pemuda itu untuk membujuk Luhan agar tidak marah lagi.
"Wu please help me!" ucap Baekhyun lirih sambil mengatupkan kedua tangannya.
Kris hanya menatap Baekhyun datar lalu berjalan mendekat ke arah Luhan.
"sayang…hey! Ada apa?" tanya Kris sambil menghentikan tangan Luhan yang sedang mencuci piring.
Luhan langsung menghadap Kris dengan bibirnya yang mengerucut. Gadis itu kemudian menunjuk keningnya yang memar dan sedikit benjol. Kris melotot dibuatnya.
"HAAAAH! KENAPA BISA BEGINI?" seru Kris tidak santai. Baekhyun semakin mengkerut dibuatnya.
"aaawww… jangan disentuh, sakit" rintih Luhan kesakitan saat Kris menyentuh keningnya.
"tanyakan saja pada nona Byun yang mendadak kesurupan hanya gara-gara mendapat pesan dari PCY" lanjut Luhan kemudian mengambil handuk basah berisi es batu dari tangan Baekhyun dan menoyor kepala Baekhyun, membuat gadis imut itu mengerucutkan bibirnya.
Kris mengerutkan keningnya bingung,"PCY? Siapa itu PCY?"
Luhan meringis kesakitan saat ia mulai mengompres keningnya dengan handuk tersebut,"Park Chan Yeol si gajah bengkak, siapa lagi yang bisa membuat nona Byun mendadak gila kalau bukan 'Park Chan Yeol'" Luhan menekankan nama Chanyeol dengan mencondongkan wajahnya tepat di depan wajah Baekhyun.
Baekhyun mendengus kesal dibuatnya dan semakin mengerucutkan bibirnya.
"jangan libatkan Chanyeol Lu, dia tidak bersalah tapi aku yang salah"
"jelas saja dia juga salah, kau berteriak malam-malam seperti orang kesurupan gara-gara dia"
"oke oke, aku minta maaf" ucap Baekhyun sambil mengangkat tangannya,"aku hanya kaget karena tiba-tiba dia mengirim pesan padaku, kau tau sendiri kan selama ini aku merindukannya setengah mati" lanjutnya dengan ekspresi memelas agar Luhan luluh dan tidak marah lagi padanya.
Luhan menghela nafasnya. Ia merutukuki dirinya sendiri yang tidak sanggup melihat muka melas Baekhyun.
"baiklah, aku maafkan,tapi ada syaratnya"
Mata Baekhyun berbinar mendengarnya,"apa?"
"jadi perawatku seharian ini"
Dengan semangat Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya. Kebetulan sekali hari ini ia libur kuliah,"dengan senang hati, aaaaaa thank you baby!" serunya sambil memeluk Luhan dan menciumi pipi gadis China itu, membuat Kris melotot ke arahnya.
"hey! Apa-apaan kau? Jauhkan mulut baumu dari rusa China ku Byun!" protes Kris sambil berusaha melepaskan dekapan Baekhyun dari Luhan.
"Kris benar Baek, kau bau, mandi sana!" titah Luhan kemudian dan berhasil membuat Baekhyun melepaskan pelukannya dengan menampilkan cengirannya.
"hehe oke" ucap Baekhyun lalu bergegas ke kamar mandi karena sejak bangun tidur tadi ia sibuk mengekor Luhan untuk meminta maaf sampai lupa mandi.
Luhan geleng-geleng dibuatnya.
"kau tidak masuk kuliah hari ini?" tanya Kris. Luhan pun menoleh ke arah pria itu lalu menggeleng.
"tidak, kepalaku pusing karena terbentur semalam, aku bolos sehari saja ya, please!" mohon Luhan dengan puppy eyes.
Kris terkekeh dibuatnya lalu mengelus kepala Luhan,"baiklah, kau memang harus istirahat. Kalau sampai nanti malam pusingnya belum hilang, kita ke dokter ya?"
Luhan tersenyum dan mengangguk.
"ya sudah kalau begitu, aku berangkat dulu, nanti sepulang kuliah aku kesini lagi" ucap Kris dan setelah itu mencium pipi Luhan sebelum pergi.
"hati-hati!" seru Luhan sambil melambaikan tangannya.
.
.
.
"lalu apa kau sudah membalas pesannya?" tanya Luhan pada Baekhyun yang saat ini sedang mengompres keningnya.
Mendengar pertanyaan Luhan, Baekhyun pun menepuk keningnya sendiri,"astaga! Aku lupa Lu"
"ck kau ini bagaimana, katanya kau merindukannya tapi hanya membalas pesannya saja lupa" cibir Luhan.
Baekhyun menatap malas ke arah Luhan,"memangnya siapa yang membuatku sibuk memohon-mohon sampai melupakan pesan yang hukumnya wajib aku jawab?"
Luhan memutar bola matanya,"salahmu sendiri kenapa berteriak malam-malam sampai mengakibatkan keningku bejol begini"
"Lu aku sudah meminta maaf" ucap Baekhyun jengkel.
"oke oke dan aku sudah memaafkanmu, ya sudah tunggu apa lagi, cepat dibalas!"
Baekhyun terlihat menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa ia menjadi gugup saat memandang ponselnya pasca Chanyeol mengiriminya pesan tadi malam. Memang hatinya berbunga-bunga tapi kegugupan juga tidak dapat dihindari.
"ponselmu tidak bisa secara otomatis mengirim pesan balasan untuk Chanyeol jika hanya kau pandangi terus-menerus Baek" ujar Luhan malas.
"kenapa? Kau gugup?" tanya Luhan dan Baekhyun mengangguk kaku. Luhan terkekeh melihatnya, pasalnya baru kali ini ia melihat Baekhyun gugup gara-gara laki-laki."ya sudah kalau begitu ikuti aku, sekarang ambil nafas"
Baekhyun pun mengikuti instruksi Luhan dengan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"hembuskan perlahan lalu ulangi sampai kau merasa gugupmu berkurang"
Baekhyun mengangguk dan benar-benar mengulangi apa yang Luhan ajarkan. Setelah merasa gugupnya sedikit berkurang, dengan tangan bergetar ia pun mengambil ponselnya dan tidak lama jari-jarinya sudah mengetik balasan untuk Chanyeol. Yaaah walaupun tidak semudah kelihatannya karena faktanya Baekhyun berkali-kali menghapus kata-kata nya yang sudah ia rangkai karena masih bingung kalimat bagiamana yang tepat untuk membalas pesan tersebut.
Dan Luhan hanya geleng-geleng melihatnya.
.
.
.
"Chan-Chan sebelah sini!" teriak Sehun sambil melambaikan tangannya saat melihat Chanyeol yang baru saja memasuki cafetaria.
Jongin hampir saja menyemburkan minumannya karena kaget oleh teriakan melengking Sehun yang tiba-tiba. Sedangkan Chanyeol sontak menoleh ke arah suara yang sudah familiar tersebut. Pemuda itu tersenyum dan langsung menghampiri Sehun dan Jongin yang duduk di pojok cafetaria.
"kau pasti belum makan, aku pesankan makanan ya?" tawar Sehun semangat. Tapi saat gadis itu akan beranjak dari tempat duduknya, buru-buru Chanyeol menahannya.
"tidak usah Hunna aku tidak lapar" tolak Chanyeol dan menarik Sehun untuk duduk kembali.
Sehun mengerucutkan bibir imutnya,"mana mungkin kau tidak lapar, tadi pagi kau kan tidak sarapan"
Chanyeol terkekeh lalu mengusak rambut Sehun,"aku sudah makan roti tadi"
Sehun berdecak kesal dibuatnya,"mana cukup hanya makan roti, aku tahu hari ini jadwalmu padat dan setelah ini kau masih ada kuliah lalu mengajar sampai malam, jangan keras kepala, pikirkan pencernaanmu juga. Lihat tubuhmu semakin kurus saja, kau mau melihat orang tuamu sedih karena melihat anaknya yang berubah menjadi tengkorak hidup saat pulang ke Busan? Sekarang tunggu disini aku akan memesankan makanan untukmu!" ceramah Sehun panjang lebar lalu benar-benar beranjak dari tempat duduknya.
"Sehun tidak usah, aku bisa pesan sendiri!" seru Chanyeol tapi tidak dihiraukan oleh Sehun.
"sudah biarkan saja, dari tadi ia terus mengkhawatirkanmu karena tahu kau belum sarapan" ucap Jongin yang sedari tadi diam karena masih sibuk dengan makan siangnya.
Chanyeol menghela nafas lalu membetulkan letak topi nya. Tunangan sahabatnya itu memang sangat perhatian padanya. Jika orang yang tidak kenal, Sehun terlihat seperti pribadi yang dingin dan tidak bersahabat tapi ternyata tidak, kenyataannya Sehun adalah gadis yang baik, perhatian pada semua orang terdekatnya.
Beruntung Jongin bukan tipe laki-laki pencemburu karena perhatian Sehun ke Chanyeol sama seperti pada pacarnya sendiri. Sebaliknya, justru Sehun yang mempunyai tingkat kecemburuan yang sangat tinggi. Jongin memang sudah paham betul sifat tunangannya itu karena mereka sudah mengenal cukup lama dan bagaimanapun Sehun, tidak akan mengurangi rasa cinta Jongin, karena Jongin sudah memantapkan Sehun menjadi pelabuhan terakhirnya.
Jongin tiba-tiba menghentikan acara makannya sejenak saat tidak sengaja melihat Chanyeol dengan tampang sedikit sendu melihat layar ponselnya. Berkali-kali juga ia mendengar Chanyeol menghela nafasnya.
"kau kenapa? Galau?" tanya Jongin kemudian terkekeh.
Chanyeol hanya melirik Jongin sekilas lalu beralih mendaratkan dagunya di meja dengan pandangan yang tak lepas dari layar ponselnya.
"oh iya, apa kau sudah mengirim pesan pada Baekhyun?" tanya Jongin sambil melanjutkan kembali makannya.
Chanyeol menghembuskan nafasnya lalu mengangguk,"tapi belum ada balasan darinya, mungkin dia sudah lupa padaku atau mungkin dia sudah punya kekasih Kim"
Jongin pun menepuk bahu Chanyeol,"hey bung jangan pesimis begitu, sabar saja mungkin Baekhyun masih sibuk dan aku yakin 100 % Baekhyun masih single, positive thinking lah kawan"
Chanyeol hanya diam. Sejak tadi malam wajah imut Baekhyun saat masih SMP terus menghantuinya. Masa lalu pun terputar kembali di otaknya. Bagiamana dulu ia diam-diam mengagumi paras Baekhyun yang mempesona. Yah, Baekhyun sangat popular waktu itu. Dan Chanyeol hanya sebutir debu yang tidak ada artinya. Hanya melihat Baekhyun dari jauh saja sudah bisa membuat ia tersenyum. Ia sadar dan tahu diri untuk tidak mendekati Baekhyun seperti teman-temannya yang berusaha mendekati Baekhyun dan mencari perhatiannya, bahkan ia merasa tidak pantas menunjukkan wajudnya di depan makhluk indah itu. Sampai hari itu, saat tiba-tiba rasa percaya diri Chanyeol muncul dan membawanya ke dalam impian yang nyata. Ya, dia merasa menjadi orang paling beruntung di dunia.
Lamunan Chanyeol terhenti saat merasakan ponselnya bergetar dan layarnya menyala menampakkan pesan baru dengan nama kontak 'BaekkieHyun' si pengirim pesan. Mata dan mulutnya membulat, menatap tak percaya ke arah ponselnya. Tubuhnya bergetar begitu juga jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang.
Jongin pun mengerutkan keningnya karena mendapati sahabatnya yang tiba-tiba aneh,"kau kenapa Park? sakit? Atau kau baru saja melihat hantu?" tanya Jongin.
Chanyeol hanya menggeleng lalu tangannya menunjuk ke arah ponselnya. Jongin pun mengikuti arah telunjuk Chanyeol dan seketika itu tawanya pecah.
"bwahahaha apa kubilang, dia pasti membalas pesanmu Park, tunggu apa lagi cepat buka!"
Berkali-kali Chanyeol menelan ludahnya sebelum membuka pesan tersebut.
From: BaekkieHyun
Chanyeol! Maaf baru bisa membalas pesanmu.
Kabarku baik-baik saja, bagaimana denganmu?
Tentu saja aku ingat. Mana mungkin aku lupa dengan Yoda gendut yang jenius sepertimu, aku kira kau yang sudah lupa padaku Yeol.
Chanyeol tersenyum lebar membacanya. Jongin benar,Baekhyun tidak lupa padanya bahkan gadis itu masih ingat julukannya dulu. Baekhyun memang sering memanggilnya Yoda gendut atau gajah panggilan kesayangan saat mereka masih pacaran dulu.
Tidak membuang waktu lama, Chanyeol pun akhirnya mengetik balasan untuk Baekhyun.
To: BaekkieHyun
Kabarku juga baik Baek.
Sama denganmu,bagaimana aku bisa lupa dengan primadona pemalu sepertimu haha.
Aku jadi menyesal tidak datang ke acara reuni kemarin, kalau tahu kau juga datang, aku pasti juga akan datang karena jujur aku ingin bertemu denganmu lagi. Rasaya sudah lama sekali ya?
Pesan dikirim dan Chanyeol masih senyum-senyum sendiri dibuatnya.
"makanan datang!" seru Sehun yang baru datang dengan senampan makanan untuk Chanyeol.
"wow kelihatannya enak, aku makan ya?" seru Chanyeol dan langsung merebut nampan berisi makanan tersebut dari tangan Sehun.
"eh?" Sehun jadi bingung karena raut Chanyeol beda dari sebelumnya. Lebih cerah. Sehun pun menyikut Jongin dengan pandangan tak lepas dari Chanyeol yang tengah memakan-makanannya dengan lahap.
"dia kenapa?" tanya Sehun bingung.
Jongin hanya tersenyum lalu merangkul pundak Sehun,"cinta lama bersemi kembali, sayang" ucap Jongin dan semakin membuat Sehun bingung.
.
.
.
Baekhyun merasakan hari-hari nya 7 tahun yang lalu kembali. Dengan adanya Chanyeol yang mewarnai harinya. Yah, walaupun mereka belum saling bertemu tapi komunikasi lewat pesan masih terus berlanjut bahkan setiap hari. Tapi salah satu dari mereka belum ada yang meminta untuk bertemu. Baekhyun sendiri pun masih terlalu malu untuk meminta bertemu terlebih dahulu walaupun sebenarnya ia sudah gemas ingin bertemu dengan gajah gendutnya. Dan ia putuskan untuk menunggu sampai Chanyeol yang memintanya.
Tapi sejauh ini, walau hanya lewat pesan pun hatinya sudah dibuat berbunga-bunga meskipun pada kenyataannya Chanyeol sama sekali tidak pernah mengirim pesan gombal padanya.
Baekhyun menutup laptopnya setelah selesai mengerjakan tugas dan sejenak meregangkan otot-ototnya yang kaku. Setelah itu ia mengambil ponsel dan bibirnya mengerucut karena tidak ada pesan masuk dari Chanyeol. Gadis itu beralih merebahkan tubuhnya di kasur dan memandang langit-langit kamarnya.
'mungkin Chanyeol sudah tidur' pikirnya karena ini sudah lewat jam 10 malam dan Chanyeol belum membalas pesannya.
Baru saja ia memejamkan mata tapi bunyi yang berasal dari ponselnya berhasil membelalakkan mata Baekhyun kembali. O'ow Chanyeol belum tidur ternyata.
From: ChanYoda
Baek, maaf baru bisa membalas pesanmu.
Apa kau sudah tidur?
Baekhyun tersenyum lalu mengubah posisi tidurnya menjadi tengkurap.
To: ChanYoda
Tidak apa-apa aku tahu kau sibuk hehe. Aku belum tidur Yeol, ada apa?
From: ChanYoda
Apa aku mengganggu? Boleh aku meneleponmu?
Nafas Baekhyun tercekat membacanya. Jantungnya berdebar tak karuan. Pasalnya baru kali ini Chanyeol meneleponnya. Baekhyun sontak beralih mendudukkan tubuhnya sambil menggigiti kuku karena panik.
'bagaimana ini?' tanya nya bingung harus bagaimana. Walau hanya suara, Baekhyun tidak yakin kalau suaranya nanti akan terdengar normal oleh Chanyeol dan bagaimana kalau penyakit bisunya kambuh lagi. Tapi kalau tidak sekarang kapan lagi. Ini kesempatan langka –pikir Baekhyun galau. Gadis itu lalu menarik nafas panjang dan berkali-kali menelan ludahnya sebelum membalas pesan Chanyeol.
To: ChanYoda
Tidak yeol.
Silahkan saja.
Baekhyun meringis sambil mendekap ponselnya. Ia harus siap, ia tidak mau membuang kesempatan ini. Rasa rindunya sudah tak terbendung lagi. Mungkin hanya dengan mendengar suara Chanyeol saja bisa sedikit mengurangi rasa rindunya.
Sedetik kemudian Baekhyun menatap horror ponselnya karena benar saja Chanyeol meneleponnya.
Dengan tangan gemetar, jarinya menyentuh tombol hijau.
"ha-hallo!"
"Baekhyun?"
Deg
Mata Baekhyun melotot. Tangannya mengelus dadanya sendiri. 'inikah suara Chanyeol sekarang?' berat tapi terasa hangat di dengar.
"y-ya, i-ini aku" jawab Baekhyun tersendat-sendat.
Chanyeol terkekeh di seberang telepon,"suaramu masih sama seperti pertama kali kau bicara padaku"
Pipi Baekhyun merona dibuatnya. 'ugh! pengalaman memalukan itu'.
"aku memang tidak berubah Yoda gendut, tapi sepertinya kau yang berubah" Baekhyun terkekeh kemudian.
"tidak Baek, aku masih tetap sama"
Baekhyun lagi-lagi tersenyum. Tangan kirinya yang bebas sibuk memainkan boneka gajah di pangkuannya.
"kenapa kau belum tidur, padahal ini sudah malam"
"bagiku ini masih sore Baek" Chanyeol pun tertawa,"oh, apa kau sudah mengantuk? Kalau kau mengantuk aku akan menutup teleponnya".
Mendengar itu raut Baekhyun berubah panik,"ti-tidak Yeol, aku belum mengantuk sama sekali, sungguh"
"benarkah? Aku hanya tidak ingin mengganggu waktu istirahatmu"
Baekhyun tertawa kecil mendengarnya,"jangan berlebihan Yeol, sejujurnya aku juga butuh teman mengobrol"
"syukurlah kalau begitu, aku tidak datang di waktu yang salah"
"ck, kau ini ada-ada saja" tanggap Baekhyun dengan tersenyum.
Hening sejenak, sepertinya mereka masih sibuk merangkai kata-kata untuk mereka ucapkan selanjutnya.
"Baek!"
"Ya"
"ap-apa hari Jumat nanti kau ada waktu?"
Deg
Lagi, detakan jantung Baekhyun semakin tidak santai. Apakah Chanyeol ingin mengajaknya bertemu? Baekhyun harap 'iya'.
"hari Jumat waktu luangku banyak, a-ada apa Yeol?"
"bisa kita bertemu?"
BINGO!
Ini yang Baekhyun tunggu-tunggu. Gadis itu bersorak girang tanpa suara. Sejenak Baekhyun meletakkan ponselnya di tempat tidur, sedangkan ia melompat-lompat tidak jelas di lantai kamarnya. Hanya melompat tanpa berteriak.
"hallo! Baekhyun! Baek, kau masih disana, Hallo!"
Baekhyun tersentak mendengarnya. Walaupun lirih tapi Baekhyun bisa mendengar Chanyeol yang memanggilnya. Segera saja ia hentikan aktivitas 'lompat-lompat girangnya'.
"y-ya, Chanyeol"
"oh, aku kira kau sudah tidur hehe, eumm bagaimana? Apa kau bisa?"
"kalau kau tidak bisa–"
"aku bisa Chanyeol" sahut Baekhyun cepat.
"benarkah?"
"ya, aku juga ingin bertemu denganmu, katakan dimana kita bisa bertemu?"
Terdengar hembusan nafas lega di seberang telepon,"nanti aku hubungi kau lagi untuk tempatnya"
"baiklah, aku tunggu"
"e… sudah malam, sebaiknya kau tidur Baek"
"baiklah, kau juga. Jangan tidur terlalu malam"
"siap kapten!"
Baekhyun lagi-lagi tertawa,"good night Yoda"
"good night Baekkie, have a nice dream"
Dan sambungan telepon terputus. Baekhyun menjerit dalam hati. Chanyeol memanggilnya 'Baekkie' lagi. Panggilan sayang Chanyeol saat mereka masih pacaran dulu, yah walaupun jarang juga Chanyeol memanggilnya 'Baekkie' hanya di saat tertentu saja. Jadi apakah itu artinya…. Aah Baekhyun tidak mau terlalu percaya diri, bisa saja Chanyeol hanya iseng memanggilnya 'Baekkie'. Tapi…tapi…kenapa masih terdengar sama seperti saat pacaran dulu?
Ya, memang tidak ada yang berubah. Masih sama seperti yang dulu.
.
.
.
"wohoo, kau sudah wangi saja, bukankah jadwalmu mengajar masih jam 6 sore nanti, kenapa jam setengah 4 kau sudah rapi begini?" tanya Jongin heran saat baru saja memasuki kamar Chanyeol dan melihat sahabatnya itu sibuk mengancingkan kemejanya di depan cermin.
Chanyeol tersenyum sambil melirik Jongin lewat cermin,"kau tebak saja sendiri"
Jongin mengerutkan keningnya, memasang tampang berpikir,"tunggu, tunggu, apa jangan jangan kau…"
"aku mau bertemu Baekhyun" sahut Chanyeol cepat.
Jongin menjentikkan jarinya dan menghampiri Chanyeol yang masih berdiri di depan cermin.
"kau harus tampil sekeren mungkin bung, kesan pertama itu sangat penting" ujar Jongin yang langsung memungut sisir lalu menaikkan rambut depan Chanyeol membuat jambul yang keren menurutnya.
Chanyeol memutar bola matanya,"mau kau apakan juga, bentukku tetap seperti ini Kim"
Jongin menggeleng sambil mengamati Chanyeol dari atas sampai bawah,"tidak tidak, kau bisa lebih sempurna dari ini, aku yakin Baekhyun pasti tidak akan mengenalimu"
"Baekhyun pasti mengenaliku, telingaku masih sama" ucap Chanyeol sambil terkekeh.
"memang telingamu masih sama, tapi posturmu yang sudah berbeda"
"setiap orang yang mengalami masa pertumbuhan pasti juga mengalami perubahan dalam tubuhnya"
"tapi perubahanmu drastis Park, dulu kau gajah bengkak yang seperti ingin meledak, tapi sekarang kau berubah jadi jerapah kurang gizi"
Chanyeol tertawa mendengarnya,"kau terlalu berlebihan, tidak sedrastis itu Kim. Sudahlah, aku berangkat dulu, doakan aku ya!"
"tunggu! Apa Baekhyun sudah pasti datang nanti?"
Chanyeol mengangguk sambil memakai sepatunya,"katanya sedang bersiap-siap dan aku harus datang lebih awal karena aku tidak mungkin membiarkan seorang gadis menunggu, ya sudah, bye Kim!"
"hati-hati, sampaikan salamku pada Baekhyun. Good luck!" seru Jongin. Dan Chanyeol hanya mengangkat jempolnya.
Tidak lama setelah kepergian Chanyeol, Sehun memasuki apartemen Jongin dengan mengerutkan keningnya. Jongin kaget dibuatnya.
"astaga sayang! Kenapa tidak bilang mau kesini, aku kan bisa menjemputmu" seru Jongin dan langsung merebut tas belanjaan Sehun.
Sehun kemudian menoleh ke arah Jongin dan tersenyum,"aku bukan anak kecil lagi sayang, kebetulan tadi sepulang kuliah Krystal mengajakku berbelanja jadi sekalian saja dia mengantarku kemari, oh iya kenapa tadi Chanyeol sudah berangkat bukannya dia mengajar jam 6?"
Jongin tersenyum dan mengelus kepala Sehun,"Chanyeol mau bertemu Baekhyun terlebih dahulu"
"Baekhyun? Mantannya yang sok cantik itu?" tanya Sehun sedikit sewot. Jongin tertawa mendengarnya.
"Baekhyun memang cantik sayang" goda Jongin dan berhasil membuat bibir Sehun mengerucut.
Gadis itu melipat tangannya di dada dan memalingkan muka,"jadi menurutmu, masih cantik si Baekhyun itu dari pada aku?"
Jongin terkekeh dan memeluk Sehun dari belakang,"Baekhyun memang cantik, tapi bagiku kau yang paling cantik karena kau satu-satunya yang aku cintai" bisiknya di telinga Sehun.
"benarkah?" tanya Sehun memastikan dengan pipi merona.
Dan dijawab anggukan oleh Jongin, pria itu lalu menautkan tangannya dengan Sehun yang sudah terlilit cincin pertunangan.
"I love you too" jawab Sehun lalu mencium bibir tunangannya itu.
"aku harap si Baekhyun itu tidak memberi harapan palsu pada Chanyeol" ucap Sehun kemudian.
"kenapa kau sampai berpikiran seperti itu?"
"entahlah aku hanya khawatir"
Jongin lalu mengusap lengan Sehun,"tidak, Baekhyun tidak seperti itu, percayalah"
"yah, semoga saja"
"sudah sudah, sekarang aku lapar. Apa kau membawa makanan?" tanya Jongin sambil mengelus perutnya.
Sehun terkekeh,"aku tidak membawa makanan, tapi aku tadi membeli sayur-sayuran dan daging. Bagaimana kalau aku memasaknya sekarang?"
Jongin tersenyum cerah mendengarnya. Sehun akhir-akhir ini lebih sering memasak. Mungkin gadis itu ingin belajar menjadi istri yang baik,"ide bagus, ayo ke dapur!" ajak Jongin lalu membawa tas belanjaan Sehun dan menarik Sehun ke dapur.
.
.
.
Baekhyun dengan tergesa-gesa keluar dari taksi. Sial! Ia terlambat setengah jam dari acara janjiannya dengan Chanyeol dan lebih parahnya lagi ia salah mengambil ponsel milik Luhan. Berkali-kali ia mengumpat tidak jelas saat sambungan teleponnya tidak di angkat oleh Luhan. Gadis China itu memang sudah lupa pada ponselnya jika sudah ada Kris didekatnya dan malangnya tidak lama kemudian ponsel Luhan mati. Baekhyun menjerit-jerit prustasi dalam hati.
Jika saja Luhan tidak heboh memilihkan baju yang pantas untuk Baekhyun kenakan sehingga memakan waktu lama mungkin kekacauan ini tidak akan terjadi –walau pada akhirnya Baekhyun hanya mengenakan kemeja kotak-kotak dengan celana jeans. Baekhyun terlalu terburu-buru saat berangkat tadi sampai tanpa sadar mengambil ponsel Luhan yang sedang low batt dan meninggalkan ponselnya di kamar. Kalau sampai acara ketemuannya dengan Chanyeol kacau, Baekhyun sepertinya harus membuat perhitungan dengan Luhan.
Baekhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya. Kepalanya mendongak menatap horror papan nama cafe di depannya ini. J&C Cafe. Cafe di mana tempat ia bertemu dengan Chanyeol. Tanpa membuang waktu, Baekhyun segera merapikan baju dan rambutnya yang sedikit berantakan. Gadis itu lalu menghirup nafas panjang sebelum melangkah memasuki cafe tersebut.
Beruntung sekali ia masih mengingat pesan terakhir dari Chanyeol yang berisi baju apa yang pemuda itu kenakan. Matanya menjelajah seluruh pengunjung cafe yang terlihat sangat ramai.
Kemeja garis-garis warna abu-abu.
Ya, pemuda yang mengenakan kemeja motif garis-garis warna abu-abu yang ia cari. Matanya yang dihiasi eyeliner dengan fokus meneliti satu persatu pengunjung. Tidak lama pandangannya terpaku pada 3 orang pemuda yang memakai baju dengan motif garis-garis warna abu-abu. Dipojok kanan terdapat pemuda tampan dengan tubuh tegap yang tengah memandangi ponselnya.
Kepala Baekhyun menggeleng. Tidak tidak… Chanyeol tidak setampan itu, lagi pula tubuh Chanyeol tidak sekurus itu.
Lalu pandangannya beralih pada pemuda yang duduk tidak jauh dari tempatnya berdiri. Lagi-lagi Baekhyun menggelengkan kepalanya. Pemuda itu terlihat sedang suap-suapan mesra dengan seorang wanita. Tidak mungkin Chanyeol membawa teman wanitanya juga.
Dan terakhir pemuda yang duduk di pojok paling kiri. Baekhyun menjentikkan jarinya dengan senyum merekah melihat pemuda super gendut berkaca mata dimana mejanya di penuhi dengan berbagai macam makanan. Tidak salah lagi, itu pasti Chanyeol. Yah, Baekhyun yakin itu.
Dengan langkah lebar, Baekhyun mendekati pemuda tersebut.
"Chanyeol?" tanya Baekhyun saat berada tepat di depan meja pemuda gendut itu. Tapi ia merasa aneh. Kenapa ia tidak gugup? Jantungnya juga berdetak normal. Baekhyun sedikit menggelengkan kepalanya mencoba mengabaikan keanehan pada dirinya. Mungkin karena sudah bertemu jadi gugupnya perlahan menghilang –pikir Baekhyun.
Pemuda gendut itu sejenak menghentikan aktivitas makannya dan memandang Baekhyun bingung dengan spaghetti yang belum sepenuhnya masuk ke dalam mulut.
"Chanyeol?" tanya Baekhyun sekali lagi karena pemuda itu belum meresponnya.
Pemuda itu terlihat berpikir sejenak dengan memandangi Baekhyun dari atas sampai bawah dan itu membuat Baekhyun risih.
"kau Chanyeol kan? Aku Baekhyun, Byun Baekhyun kau ingat?" lagi Baekhyun bertanya dan kali ini ia ikut membuka identitasnya.
"ahh ya ya, Baekhyun silahkan duduk" ucap pemuda itu dan mempersilahkan Baekhyun untuk duduk di depannya.
Karena terlanjur senang, Baekhyun tanpa ragu menarik kursi di depan pemuda itu untuk ia duduki. Sedangkan pemuda itu melanjutkan acara makannya.
"kau sudah menunggu lama?" tanya Baekhyun.
"hmm, lumayan" jawab pemuda itu cuek.
"maaf ya, tadi ada sedikit gangguan sehingga aku terlambat" ucap baekhyun merasa bersalah.
"tidak masalah"
Baekhyun sedikit sakit hati saat respon pemuda di depannya ini yang terkesan tidak peduli dan terus sibuk memakan makanan yang ada di depannya. Sejujurnya Baekhyun ingin muntah melihatnya. Seingatnya dulu Chanyeol tidak serakus itu. Walau gendut, porsi makan Chanyeol masih wajar. Tapi kenapa sekarang jadi rakus begini. Sikapnya juga aneh, tidak seperti Chanyeol yang ia kenal belakangan ini.
"ayo Baekhyun dimakan, jangan sungkan-sungkan" tawar pemuda itu dan Baekhyun hanya mengangguk kecil tanpa selera melihat berbagai macam makanan di depannya.
"oh iya bagaimana dengan–"
"tunggu Baekhyun, biar aku selesaikan makanku dulu, baru kita mengobrol, okay!" potong pemuda itu.
"o-oh begitu, baiklah"
'ugh! kenapa Chanyeol jadi menyebalkan seperti ini' rutuknya dalam hati. Ia lama-lama jengkel juga dengan sikap pemuda di depannya ini yang terkesan tidak menghargai kedatangannya.
Cukup lama Baekhyun masih sabar menunggu pemuda itu makan dan akhirnya selesai juga. Tepat setelah membersihkan mulutnya dengan tissue, pemuda itu melirik jam tangannya.
"oh astaga! Aku terlambat. Maaf Baekhyun aku harus pergi. Lain kali saja ya kita ketemu lagi. Sampai jumpa, bye!" pamit pemuda itu dengan tergesa-gesa lalu beranjak dari tempat duduknya meninggalakan Baekhyun.
"tap-tapi… hey tunggu!" seru Baekhyun tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh pemuda gendut itu.
Baekhyun menggeram kesal di tempatnya duduk. Pertemuannya dengan Chanyeol sama sekali tidak seperti yang ia harapkan. Ia menyesal sudah datang. Tahu begini ia tidak usah datang saja, buang-buang waktu hanya untuk melihat orang makan. Ugh! Chanyeol sudah berubah, menyebalkan.
Tidak mau lama-lama berada di tempat menyakitkan ini, Baekhyun segera bangkit dari duduknya untuk pulang. Tapi belum ada 5 langkah, seruan pelayan cafe berhasil membuat Baekhyun berhenti..
"tunggu nona, kau belum membayar semua makanan ini" seru pelayan cafe sambil menunjuk meja yang baru saja ia duduki.
Mata Baekhyun melotot dan mulutnya terbuka lebar menatap tak percaya meja yang dipenuhi dengan piring bekas makanan,'WHAT?'
.
.
.
Meanwhile
Chanyeol berkali-kali melihat jam tangannya. Sudah jam setengah 6 dan itu artinya sudah 1 setengah jam ia menunggu. Tapi Baekhyun sama sekali belum datang. Chanyeol masih berusaha sabar. Mungkin Baekhyun terjebak macet –pikirnya. Berkali-kali ia juga berusaha menghubungi Baekhyun tapi tidak di angkat. Apa Baekhyun ada urusan mendadak? Tapi Baekhyun tidak memberitahunya. Dengan itu Chanyeol meyakinkan dirinya, Baekhyun pasti datang. Tidak mungkin Baekhyun membatalkan kedatangannya tanpa konfirmasi.
Tak terasa 2 gelas orange juice sudah ia habiskan. Chanyeol menghela nafas lalu meletakkan kepalanya di meja dengan pandangan mengarah kepintu dan ia selalu mendapati pasangan-pasangan yang terus memasuki cafe.
"maaf tuan, apa anda tidak ingin memesan makanan?" tanya seorang pelayan.
Chanyeol menegakkan tubuhnya lalu tersenyum,"nanti saja, saya masih menunggu teman saya"
"oh baiklah kalau begitu" pelayan itu membungkuk sebelum meninggalkan meja Chanyeol.
Jari-jari Chanyeol terus mengetuk-ngetuk meja. Jarum jam terus beputar dan tak terasa sudah 2 setengah jam ia menunggu. Ia sebenarnya ingin menyerah karena harapan Baekhyun akan datang sangat tipis. Tapi tubuhnya terasa berat untuk meninggalkan cafe tersebut. Ia takut kalau Baekhyun tiba-tiba datang saat ia sudah pergi.
Tidak lama Chanyeol tersentak saat mendengar ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan. Mungkin Baekhyun –pikir Chanyeol. Dengan gerakan cepat ia mengambil ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja. Tapi setelahnya bahu Chanyeol melorot karena bukan Baekhyun yang meneleponnya. Dengan lesu ia pun menekan tombol hijau.
"hallo!"
"hallo oppa!" sapa seorang gadis di deberang telepon.
"ada apa Cassie?" tanya Chanyeol.
"oppa ada dimana? Kenapa belum datang? Teman-teman sudah menunggu dari tadi. Apa hari ini libur?"
Mata Chanyeol terbelalak lebar mendengar pertanyaan dari gadis itu. Ia pun menepuk keningnya. Astaga! Bagaimana ia bisa lupa kalau ada jadwal mengajar jam 6 dan ini sudah hampir setengah 7.
"Cassie, tolong beritahu teman-temanmu untuk mengerjakan latihan 14 di buku kumpulan soal matematika nanti kita bahas bersama-sama. Maaf oppa sedikit terlambat"
"oh, oke oppa" jawab gadis itu dan sambungan telepon terputus.
Mau tidak mau Chanyeol harus pergi. Ia tidak bisa melalaikan tanggung jawabnya sebagai pengajar di suatu lembaga bimbingan belajar tempat ia bekerja. Dan lagi pula sepertinya Baekhyun memang tidak datang. Sejujurnya ia masih bertanya-tanya kenapa gadis itu tidak datang padahal ia ingat betul pesan terakhir Baekhyun yang berisi kalau gadis itu akan segera berangkat tapi kenapa 2 setengah jam belum sampai juga? Chanyeol sungguh takut terjadi sesuatu pada Baekhyun saat di perjalanan.
'ya Tuhan, semoga Baekhyun baik-baik saja'
.
.
.
BRAKK
Baekhyun membanting kasar pintu apartemen Luhan membuat Kris yang saat itu sedang fokus menyaksikan acara televisi terlonjak kaget dan hampir saja menumpahkan popcorn yang ada ditangannya.
"GAJAH BENGKAK MENYEBALKAN! AKU BERSUMPAH TIDAK MAU BERTEMU DENGANMU LAGI!" teriak Baekhyun penuh emosi sambil melempar high heels-nya kesembarang arah dan dengan langkah tidak santai ia pun duduk di sebelah Kris yang masih melongo menatapnya.
Luhan yang kaget mendengar teriakan Baekhyun, langsung saja keluar dari dapur dan menghampiri sahabatnya itu dengan raut khawatir.
"astaga baby! Ada apa?" pekik Luhan yang melihat Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan jangan lupakan bahu gadis itu bergetar yang menandakan kalau Baekhyun menangis. Langsung saja Luhan memeluknya.
"ssstt sudah, sudah, sebenarnya ada apa? Ceritakan padaku!" tanya Luhan sambil mengusap punggung Baekhyun.
"hiks Chanyeol jahat Lu, dia sudah berubah, sikapnya selama ini palsu hiks"
Luhan mengerutkan keningnya,"berubah bagaimana?"
"hiks dia sama sekali tidak menghargai kedatanganku, selama berjam-jam aku hanya disuruh menunggunya makan, setelah itu dengan tega ia meninggalkanku sendiri dan lebih parahnya lagi aku yang harus membayar semua makanan yang ia makan hiks, Chanyeol jahat"
Kris yang mendengar hanya memutar bola matanya malas,"sudah kuduga, selera mu memang tidak ada yang beres Byun" celetuk Kris dan setelah itu ia mengaduh kesakitan karena Luhan memukul kepalanya.
"huweeeeeee" tangis Baekhyun pun semakin kencang mendengar ucapan Kris.
"sssstt sudah-sudah jangan menangis, tenangkan dirimu dulu" ucap Luhan dengan masih membelai lembut punggung sahabatnya. Sebenarnya Luhan masih tidak percaya Chanyeol seperti itu mengingat cerita Baekhyun soal Chanyeol yang perhatian, baik dan menyenangkan tapi kenapa setelah bertemu jadi berubah 180 derajat. Ini pertemuan pertama mereka setelah 5 tahun lebih tidak saling bertemu, apa Chanyeol yang kata Baekhyun jenius bisa sebodoh itu memberi kesan pertama yang buruk kepada Baekhyun?
Hmm Luhan mencium bau keanehan.
"apa kau yakin itu benar Chanyeol?"
"hiks aku yakin sekali itu Chanyeol, orang gendut yang memakai kemeja motif garis-garis berwarna abu-abu hanya dia"
"kenapa kau bisa yakin sekali? Kau sudah menghubungi Chanyeol sekali lagi saat sampai di cafe untuk memastikan?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya,"aku salah mengambil ponsel. Yang aku bawa ponselmu sedangkan ponselku tertinggal di kamar. Aku masih ingat pesan terakhir Chanyeol yang memberitahuku kalau ia memakai kemeja garis-garis warna abu-abu"
"dan kau asal tebak saja?" sahut Luhan. Baekhyun pun mengangguk lalu menundukkan kepalanya.
"astaga Baek! Bagaimana kau bisa dengan asal menebak orang. Bisa saja itu bukan Chanyeol dan hanya orang yang memanfaatkan keadaan"
"mana ku tahu pengunjung cafe sangat banyak dan aku tidak mungkin memeriksa satu persatu ditambah lagi ponselku tertinggal, aku bisa apa? hiks" ucap Baekhyun prustasi.
Kris yang sedari tadi menjadi penonton hanya geleng-geleng lalu melanjutkan acara nonton tv nya dengan mengunyah popcorn.
"ya sudah, kita telepon Chanyeol saja sekarang, bagaimana?" usul Luhan.
Sejenak Baekhyun berpikir tapi tidak lama ia mengaggukkan kepalanya. Pandangan Luhan lalu beralih menatap Kris yang dengan asiknya memakan pop corn. Segera saja ia rebut pop corn dari tangan Kris.
"hey!" protes Kris.
"berhenti makan, dan ambil ponsel Baekhyun di kamarnya, cepat" titah Luhan pada Kris.
Dengan malas, Kris pun beranjak dari tempat duduknya.
"ada 11 panggilan tidak terjawab dari ChanYoda" seru Kris saat sudah mengambil ponsel Baekhyun.
Baekhyun pun membelalakkan matanya. Luhan langsung merebut ponsel Baekhyun dari tangan Kris.
"jam berapa kau sampai di cafe?" tanya Luhan.
"sekitar jam setengah 5"
"disini Chanyeol meneleponmu saat jam 5.10, apa kau lihat pemuda yang kau duga Chanyeol itu memainkan ponselnya?"
Baekhyun menggeleng,"ia sama sekali tidak mengeluarkan ponselnya, ia hanya sibuk makan tadi"
Luhan menjentikkan jarinya,"sudah bisa dipastikan, itu bukan Chanyeol dan artinya kau salah orang baby"
"APA?"
Baekhyun rasanya ingin pingsan saja.
.
.
.
"aku pulang!" seru Chanyeol lalu menutup pintu apartemen dengan tampang lesu.
"Chan-Chan, akhirnya kau pulang juga, bagaimana acara kencanmu, lancar?" tanya Sehun dengan semangat sambil menarik Chanyeol duduk di sofa dimana Jongin tengah menyesap tehnya.
Chanyeol tidak menjawab dan hanya memberi senyum tipis pada Sehun. Raut ceria Sehun luntur melihat Chanyeol yang lesu.
"kau kenapa? Apa Baekhyun datang?" tanya Jongin.
"Baekhyun tidak jadi datang mungkin ada urusan mendadak tapi aku takut kalau ternyata terjadi sesuatu saat diperjalanan menuju café karena jelas-jelas ia bilang akan datang"
Mendengar itu rahang Sehun mengeras,"APA? Kau sudah menunggunya berjam-jam tapi seenaknya saja dia tidak datang? Gadis macam apa dia membatalkan janji seenaknya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sekarang berikan nomor teleponnya padaku, aku akan membuat perhitungan dengannya"
"tidak Hunna, jangan! Baekhyun tidak membatalkan janji mungkin ada sesuatu yang terjadi dan aku akan menanyakannya sendiri nanti" cegah Chanyeol. Gawat kalau Sehun benar-benar menghubungi Baekhyun. Bisa-bisa tunangan Jongin itu melabrak Baekhyun habis-habisan.
Jongin pun segera mengusap lengan kekasihnya agar sedikit tenang,"Chanyeol benar, sayang. Baekhyun pasti punya alasan kenapa ia tidak datang. Jangan berburuk sangka dulu"
Sehun berdecak sebal mendengarnya,"kalian berdua sama saja, segampang itu dibodohi perempuan" ucap Sehun tanpa sadar kalau ia juga seorang perempuan. Gadis itu lalu beranjak dari tempat duduknya untuk pergi ke dapur.
Jongin terlihat menahan tawanya begitu juga dengan Chanyeol.
"sekarang sebaiknya kau mandi dulu lalu coba hubungi Baekhyun sekali lagi" saran Jongin dan dijawab anggukan oleh Chanyeol. Pria tan itu lalu berjalan menuju dapur untuk merayu tunangannya agar tidak marah lagi.
Chanyeol mendudukkan tubuhnya di pinggiran tempat tidur lalu melepas tas ranselnya. Sejenak ia meregangkan otot-ototnya. Pemuda itu merasa kelelahan setelah mengajar tanpa jeda karena tadi datang terlambat sampai ia lupa makan malam. Tapi entah kenapa ia tidak selera makan sebelum mengetahui alasan kenapa Baekhyun tidak datang. Jujur saja ia kecewa, tapi Chanyeol tidak mau berburuk sangka dulu karena mungkin saja ada sesuatu yang terjadi pada Baekhyun.
Tanpa mandi terlebih dahulu, Chanyeol langsung saja mengambil ponselnya. Ia tidak akan tenang melakukan apapun sebelum mendapatkan alasan dari Baekhyun.
Mata besar Chanyeol terlihat semakin membesar saat mengtahui 23 panggilan tidak terjawab dari 'BaekkieHyun'. Tanpa membuang waktu lama ia pun menelepon Baekhyun kembali.
"ha–"
"Chanyeol! Hiks"
Chanyeol pun semakin panik saat mendengar suara Baekhyun yang memanggilnya dengan disertai isakan.
"Baek! Baekhyun! Kau kenapa? Apa yang terjadi?"
"hiks maafkan aku"
"tidak Baek, tidak apa-apa, sudah jangan menangis!" ucap Chanyeol yang merasa dada nya sesak mendengar tangis Baekhyun.
"sebenarnya tadi aku datang hiks tapi hiks aku menemui orang yang salah"
"APA? Astaga Baekhyun, kau tidak apa-apa? Apa orang itu berbuat yang tidak-tidak padamu?" tanya Chanyeol yang semakin terlihat khawatir.
"aku tidak apa-apa Yeol, hanya saja aku merasa bersalah padamu hiks, maafkan aku"
Chanyeol pun menghembuskan nafas lega,"hey bukan sepenuhnya salahmu Baek, aku juga salah karena memberi informasi yang mungkin masih membuatmu bingung, maafkan aku dan berhenti menangis. Kau pasti jelek saat menangis" Chanyeol terkekeh kemudian.
"kau tidak marah padaku?"
"untuk apa aku marah, mungkin memang belum waktunya kita bertemu. Kita kan masih bisa bertemu lain waktu"
"bagaimana kalau besok?"
Chanyeol segera membuka note-nya lalu tersenyum lebar karena hari sabtu ia tidak ada jadwal kuliah, tidak ada jadwal mengajar semester 1, maupun mengajar dibimbingan belajar.
"baiklah, kau yang tentukan waktu dan tempatnya"
Hening sejenak, mungkin Baekhyun sedang berpikir.
"jam 3 sore di taman kota, bagaimana?"
"siap kapten!"
Dan mereka pun tertawa bersama. Chanyeol pun akhirnya lega setelah mendengar alasan Baekhyun. Mungkin Jongin benar, Baekhyun sepertinya tidak mengenalinya.
.
.
.
Baekhyun mengayun-ayunkan kakinya di sebuah bangku taman, sebelumnya ia sudah memberitahu Chanyeol kalau ia duduk di bawah pohon sakura tepat di depan air mancur.
Sepulang kuliah ia langsung bergegas menuju taman kota tanpa menghiraukan Luhan yang terus memaksanya untuk makan terlebih dahulu karena pagi tadi Baekhyun hanya makan selembar roti. Entahlah Baekhyun tidak selera makan, perutnya seperti di aduk-aduk karena terlalu gugup. Ia bertekad hari ini harus sukses, tidak boleh gagal seperti kemarin. Tapi ia juga harus waspada pada orang-orang modus yang memanfaatkan kesempatan seperti orang gendut di cafe kemarin.
Tiba-tiba saja kepala Baekhyun mendongak ke atas karena ada sepasang kaki yang berdiri di depannya. Sedetik kemudian mulutnya terbuka menatap takjub seorang laki-laki tampan yang berdiri di hadapannya dengan tersenyum lebar. Baekhyun lagi-lagi merasakan keanehan dalam tubuhnya, pipinya merona merah, jantungnya berdetak sangat cepat, perutnya semakin terasa di aduk-aduk. Ya, memang aneh karena selama ini tubuh Baekhyun tidak bereaksi seperti itu jika melihat orang tampan. Tapi kenapa kali ini aneh sekali.
"Baekhyun? Baekhyun kan?" tanya pemuda itu memastikan.
Baekhyun akhirnya tersadar dari acara bengongnya. Tidak, ia harus waspada. Siapa tahu saja orang di depannya ini penipu karena justru yang tampan-tampan begini yang berbahaya –menurut Baekhyun. Bisa saja orang ini mendengar pembicaraannya dengan Chanyeol saat ditelepon tadi sehingga tahu namanya.
'cih, sok kenal, modus murahan. Aku tidak akan masuk ke lubang tikus untuk kedua kalinya tuan'
"Ini aku Chanyeol" ucap pemuda itu masih dengan senyum lebarnya.
Baekhyun memandang sinis pemuda itu,"maaf tuan, anda salah orang" ucap Baekhyun ketus lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan bangku taman tersebut untuk menghindari pemuda tampan itu.
"hey tung-tunggu! Aku yakin kau Baekhyun. Aku masih ingat karena wajahmu tidak banyak berubah Baek!" seru pemuda itu sambil mengikuti Baekhyun dari belakang.
Baekhyun pun berbalik mengahadap pemuda itu dengan tatapan jengkel,"dengar ya tuan, jangan mentang-mentang kau tampan lalu kau bisa dengan mudah menipuku. Maaf, aku tidak sebodoh itu" ucapnya lalu berjalan kembali kali ini dengan langkah cepat.
Pemuda itu terlihat mematung sambil membelalakkan matanya, sepertinya ia kaget dengan ucapan Baekhyun. Tapi tidak lama kemudian ia tersadar kembali dan nampaknya ia juga tidak mau menyerah karena pemuda itu mengejar Baekhyun kembali.
"tidak Baek, aku tidak menipumu. Aku benar Chanyeol, Park Chanyeol dari Busan yang sering kau panggil Yoda gendut"
Deg
Baekhyun sontak menghentikan langkahnya. Mematung dengan pandangan lurus ke depan. Bagaimana pemuda itu tahu nama julukan Baekhyun untuk Chanyeol dan daerah Chanyeol berasal?
"Yoda gendut yang mengajak bicara seorang Byun Baekhyun untuk pertama kalinya di halte saat hujan, Yoda gendut yang lancang menyatakan rasa sukanya kepada Byun Baekhyun dengan cokelat kacang dan cokelat caramel, dan Yoda gendut yang meninggalkan Byun Baekhyun saat kelulusan SMP"
Tubuh Baekhyun semakin bergetar, keringat dinginpun sudah mulai membasahi kulitnya. Ia bingung harus percaya atau tidak dengan ucapan orang di belakangnya itu dan bagaimana orang itu bisa tahu semuanya? Atau jangan-jangan orang itu memang…
Pandangan Baekhyun beralih menatap tangan kirinya yang sedang menggenggam ponsel. Ia mendengar ponselnya berbunyi dan matanya semakin membulat saat mengetahui ChanYoda memanggil. Dengan tangan gemetar jarinya menyentuh tombol hijau.
"Yoda gendut ada di belakangmu"
Deg
Mulut Baekhyun semakin menganga. Ia seperti merasakan banyak panah cupid yang menancap di jantungnya. Dengan tubuh gemetar Baekhyun perlahan berbalik menghadap pemuda itu dan menatapnya tak percaya. Apakah benar pemuda tinggi dengan postur bak pemain basket dihadapannya ini adalah Chanyeol gendutnya?
Baekhyun tidak bergeming saat pemuda itu berjalan mendekat ke arahnya.
"percayalah Baek, aku Chanyeol" ucap pemuda itu dengan raut meyakinkan. Baekhyun menatap lekat matanya dan ya, ia sulit menemukan kebohongan di sana.
"Chan-Chanyeol?" tanya Baekhyun.
Pemuda itu mengangguk,"Ya, ini aku Chanyeol"
"Park … Park Chanyeol?"
Lagi lagi pemuda itu mengangguk kali ini dengan tersenyum. Dan entah sadar atau tidak tangan Baekhyun perlahan terangkat untuk menelusuri setiap lekuk wajah tampan yang ada di hadapannya ini. Mata lebar, hidung mancung, bibir yang semakin menawan jika tersenyum, dan… oh satu lagi telinga ini, telinga Yoda kesukaan Baekhyun.
"Chanyeol" gumam Baekhyun.
Tapi setelah itu tiba-tiba semuanya menjadi gelap untuk Baekhyun.
"BAEKHYUN!"
Tbc
Maaf ya update lama, ternyata saya gak bisa update cepet karena semakin kesini saya susah dapet inspirasi #halah, jadi harap maklum ya kalau saya sering update ngaret -_-, dan moga chap ini gak ancur banget ya *kkaebsong~
park lili: reaksi baekhyun? Tuuhh #tunjuk atas kkkkk, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
SHY Fukuru: haha ini mereka udah ketemu, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Guest: hehe ini lanjutannya, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
461 may: jadinya flashback yak cinta pertama emang masih malu-malu kucing kkkk, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Lili: haha saya juga mau jadi baekkie XD, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
jung oh jung: ini udah dilanjut cin hehe, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
inggit: makasih doa nya cin #hug, ini mereka udah ketemu kkkk, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
pcy65: hehe ini lanjutannya, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
suchy: oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Byunbaekchan: ini mereka udah ketemu cin hehe, tersepona sampe pingsan itu tolong -_-,waaah bagus dong udah ada kemajuan haha chukka, oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
QQ: oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Pblove: ini mereka udah ketemu hehe, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Parkbyun: hehe ini mereka baru ketemu, oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Guest: haha gak tau kenapa saya lagi pengen nge-GS in sehun cin kkkkk #plak, oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
shin il kwang: laaah kenapa nangis cin ini bukan ff angst kog hehe, oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Xyla23: hehe iya gpp makasih udah mau baca, maaf ya update nya lama, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Guest: nih udah nambah chapternya, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Guest: ini udah di lanjut cin n mereka udh ketemu hehe, makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Park Byun Joon: iya gpp makasih udah mau baca, oke makasih reviewnya #bow bareng chanyeol
Review yang lain sudah saya balas lewat PM, ada yang ketinggalan gak?
Big thanks to: Meriska-Lim, sayakanoicinoe, chanbaekeu, SyJessi22, chanbaekjjang, ChanBaekLuv, rachel suliss, indaaaaaahhh, bellasung21, tarizaexotic, Shouda Shikaku, chanchan10, Lee Ah Ra, Park Oh InFa FaRo, KIMJUNMONEY, rezztu.yutha, nur991fah, chenma, chanbaekalogy, VitCB92, park lili, Sehun-kun, SHY Fukuru, Guest, 461 may, lili, edogawa ruffy, bubblechanbaek, stitchun, jung oh jung, inggit, ByunXi, pcy65, suchy, Byunbaekchan, jaengiePark, hanalu93, QQ, Pblove, parkbyun0627, ssoulmate, Parkbyun, kimei135, Guest, Nisa0517, shin il kwang, Xyla23, Guest, kahunxo, Guest, Park Byun Joon, Selichious ZeLuS
Oke see u next time…..!
