Candy Kisses Chap .2

Title : Candy Kisses

Author : Putri ChanBaek26

Casts :

- Byun Baekhyun - Park Chanyeol

- Xi Luhan - Sehun

- Kai - Kyungsoo - Others

Pairing : ChanBaek

Genre : Shounen-ai! BoyXBoy! Romance!

Summary : Baekhyun dan Chanyeol telah bersahabat sejak Junior High School, namun keduanya tidak pernah akur. Bagai kucing dengan tikus. Apa jadinya jika keduanya berpacaran dengan cara tidak biasa?

Happy Reading!

"Hai manis"

Oh my..

'Tamat riwayatmu Byun Baekhyun!'

Chap. 2

"Si-siapa kalian?" Tanya Baekhyun takut - takut. Ia sedikit mundur dari tempatnya semula.

"Kami? Para namja tampan." Jawab seorang namja berlesung pipi. Teman - temannya tertawa mendengar jawaban namja berlesung pipi itu.

"Ah.. Y-ya. Kalian memang tampan." Kata Baekhyun berusaha agar namja - namja menyeramkan itu berbaik hati dan melepaskannya.

"Kami memang tampan, kau pun mengakuinya manis." Ucap seorang namja sambil tertawa senang. Tawa nya sangat lebar, ia bahkan tertawa sambil merangkul namja berlesung pipi. Sementara seorang namja bermata panda hanya tertawa kecil, sedari tadi ia hanya memperhatikan namja yang menurutnya imut itu.

Seorang lagi hanya memasang wajah datar dengan sedikit seringaian dibibirnya.

"Kalau begitu siapa paling tampan diantara kami manis?" Kembali namja berlesung pipi itu yang bertanya.

"E-eh.. Itu.." Baekhyun tampak berpikir, ia mencoba menemukan siapa kira - kira yang terlihat sedikit baik. Jadi ia memperhatikan wajah namja itu satu persatu. Ia mulai dari namja yang paling kiri, atau namja yang memiliki lesung pipi. Wajahnya tampan, hanya saja Baekhyun tidak suka dengan mata namja itu. Matanya tampak menggoda. Hell yeah~

Baekhyun beralih kepada namja yang tertawa lebar itu. Senyumnya manis, namun sepertinya ada yang aneh dari cara namja itu menatap. Baekhyun pun bingung.

Ia pun kini beralih kearah namja bermata panda, namja itu tampak seram sekali. Apalagi saat menatap Baekhyun, benar - benar menakutkan.

Terakhir ia menatap kearah namja berkulit susu, namja itu hanya diam sembari menatap Baekhyun datar. Jadi Baekhyun berpikir bahwa namja itu baik dan tidak tertarik padanya.

Tanpa berpikir panjang ia pun menujuk kearah namja berkulit putih susu itu.

"Aku memilih dia." Kata Baekhyun sambil mengeluarkan wajah polosnya, berharap namja itu tidak akan tega kalau ingin menyakitinya nanti.

"Wah, pilihan yang tepat. Haha.." Kata namja berlesung pipi.

"Ya! Kau benar Lay~ah!"

"Tentu saja Suho-ya" Kata namja berlesung pipi yang ternyata bernama Lay.

"Ah, kalau begitu kami pergi dulu ya. Selamat bersenang - senang manis." Kata namja bernama Suho itu seraya berlalu bersama Lay. Sementara namja bermata panda terlihat ikut dibelakang mereka.

Setelah kepergian mereka Baekhyun merasakan hawa yang tidak enak. Ia menggaruk kepalanya gugup.

Namja itu berjalan mendekat kearah Baekhyun, sementara Baekhyun malah mundur kebelakang.

"Ma-mau apa kau?" Tanya Baekhyun takut - takut.

"Tidak ada." Jawab namja itu enteng.

Baekhyun tiba - tiba berlari kearah pintu masuk keatap. Menarik kenop pintu sekuat tenaganya. Namun sial, pintu itu dikunci.

"Ke-kenapa bisa terkunci?"

"Teman - temanku yang menguncinya."

"Tapi kenapa?"

Namja itu diam. Namun seringai mesum muncul diwajahnya. Tangannya ia julurkan kearah Baekhyun.

"Namaku Oh Sehun, aku ingin mencium mu."

Baekhyun terbelalak kaget, bukan karena mendengar nama namja itu. Tapi karena mendengar perkataan terakhir namja itu. Bagaimana mungkin ia mengatakan ingin mencium orang dengan seenteng itu. Seenaknya saja. Dia pikir ciuman Baekhyun gratis apa?!

"A-Apa? Yang benar saja! Kau bukan siapa - siapaku! Jadi mana mungkin aku mengizinkan mu untuk menciumku."

"Kalau begitu sekarang kita pacaran. Berikan aku ciuman mu."

Baekhyun hampir limbung, ia benar - benar tidak mengerti dengan jalan pikiran namja - namja ini. Mereka dengan mudahnya mengajak berpacaran tanpa ada kata cinta dan kata - kata romantis seperti yang sering ia lihat di drama. Apa sebenarnya yang mereka pikirkan?

"A-aku sudah punya pacar."

"Siapa?" Namja itu bertanya dengan wajah datar.

"Na-namanya Park Chanyeol."

Sehun tampak terdiam sebentar, sepertinya ia sedang berpikir. Tak lama kemudian ia menyeringai.

"Oh, si idiot itu?"

Baekhyun membulatkan matanya kaget, namja ini benar - benar cari masalah. Kalau Chanyeol mendengar itu, pasti namja bermarga Oh itu akan dihajar habis – habis-an.

"Dia bukan idiot." Bela Baekhyun.

"Bukan idiot, tapi bodoh, dan pecundang." Kata Sehun masih dengan wajah datarnya.

Baekhyun menyerah, lebih baik ia diam saja daripada dilanjutkan bisa tambah emosi.

"Dia tidak bisa merokok, tapi kuat minum dan bermain perempuan." Tambah Sehun.

Baekhyun semakin terkaget - kaget. WTF? Bermain perempuan katanya?

"Tidak mungkin! Kau berbohong!" Pekik Baekhyun kesal.

"Aku tidak berbohong. Aku melihatnya sendiri, ia menari dengan bodohnya bersama wanita murahan disana."

Saat itu Chanyeol pasti mabuk— batin Baekhyun meyakinkan dirinya sendiri.

"Aku tidak percaya!"

"Yasudah."

Keduanya terdiam, hanya Baekhyun sebenarnya. Karena Sehun sedang menatapnya.

"A-apa yang kau lihat?" Gugup Baekhyun.

"Bibirmu."

Baekhyun mempoutkan bibirnya. Bukan bermaksud untuk menggoda Sehun, hanya saja memang ia sudah terbiasa mempoutkan bibir mungilnya itu.

"Hanya satu detik." Kata Baekhyun lemah. Ia masih sedikit terguncang karena perkataan Sehun itu, yah walaupun ia mencoba untuk tidak percaya. Tapi kalau ia bertahan terus disini bisa bahaya. Lebih baik ia memberikan apa yang namja itu minta.

"Baik."

Sehun mendekat. Keduanya kini saling berhadapan, hanya berjarak beberapa centimeter.

Sebelum Sehun mendekatkan wajahnya, tiba - tiba Baekhyun menutup hidungnya. Alisnya saling bertautan.

"Kau bau rokok. Aku tidak suka."

Sehun menghirup napasnya sendiri. Kemudian ia mengambil sesuatu dari kantong celananya.

"Darimana lolipop itu?" Heran Baekhyun.

"Dari kantongku."

"Bukan, maksudku. Kenapa kau membawa lolipop?"

"Tentu saja setelah merokok kami menghisap permen untuk menghilangkan jejak." Jawab Sehun enteng tanpa rasa dosa.

Baekhyun mengangguk tanda mengerti.

"Kau mau?" Tawar Sehun.

"Mau. Ada yang rasa Strawberry tidak?"

"Ada." Kata Sehun sambil memberikan Baekhyun lolipop rasa Strawberry.

"Mm.. Nikmatnya" Ucap Baekhyun setelah memasukkan lolipop itu kemulutnya.

"Lebih nikmat bibirmu."

"Uhuk!" Hampir saja Baekhyun menelan lolipopnya saat mendengar perkataan Sehun barusan.

Namun Sehun hanya cuek menatap kearah Baekhyun.

Kembali keduanya terdiam, menikmati lolipop mereka masing - masing.

Namun tiba - tiba Sehun mendekatkan wajahnya.

"Yak! Apa yang kau lakukan!" Pekik Baekhyun keras.

"Aku mau mencium mu."

"Habiskan dulu lolipopmu." Baekhyun berusaha untuk mengulur waktu. Bagaimana pun ia tidak mau memberikan ciumannya semudah itu.

"Sudah habis." Kata Sehun seraya menunjuk batang lollipop dibawahnya.

"Cepat sekali." Baekhyun mulai panik saat melihat batang lolipop yang tergeletak tak berdaya.

"Aku menggigitnya karena aku tidak sabar"

'Glek'

Baekhyun menelan ludahnya kasar. Sepertinya Sehun tidak sabaran sekali. Sehun juga menarik paksa lolipop Baekhyun lalu memasukkan kemulutnya.

"Kenapa kau ambil?"

"Aku ingin membantumu menghabiskannya."

Baekhyun hanya bisa diam, ia menggigit bibir bawahnya tanpa sadar.

Setelah beberapa menit kemudian Sehun pun sudah menghabiskan lolipopnya.

Kemudian ia kembali mendekatkan wajahnya, Baekhyun yang mengerti pun hanya bisa menutup matanya.

Sehun mendekatkan bibir mereka secara perlahan, membuat jantung Baekhyun berdetak lebih cepat. Apalagi saat ia merasakan deru napas Sehun diwajahnya.

Dan kemudian—

'Chu

Kedua bibir itu pun bertemu, menimbulkan perasaan aneh di hati keduanya.

Sehun pun mulai menggerakkan bibirnya, melumat habis bibir manis itu.

Tentu saja hal itu membuat Baekhyun kalang kabut. Ia segera mendorong Sehun menjauh.

"Hah.. Hah.. Kau gila! Ayo keluarkan aku cepat!" Teriaknya keras.

Sehun hanya tersenyum sambil mengusap pelan bibirnya, kemudian ia berjalan menuju pintu.

"Pintu ini tidak pernah dikunci." Katanya enteng sembari tersenyum mengejek.

"Mwo?!"

"Temanku hanya menahannya dari dalam."

Baekhyun menghentakkan kakinya kesal. Bagaimana mungkin ia bisa tertipu begitu?

"Kau jahat!" Pekik Baekhyun.

"Aku jahat dan aku bangga." Kata Sehun datar. Tangannya masuk kekantong, berpose sok keren menurut Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa mengacak - acak rambutnya kesal, ia ingin menangis. Ia telah ditipu, dan bahkan ia telah memberikan ciumannya untuk orang lain. Ia sangat – sangat menyesal.

"Aku jamin aku bisa berhenti merokok asal kau selalu menciumku." Ucap Sehun sembari tersenyum tulus untuk yang pertama kalinya.

"Siapa juga yang mau mencium mu? Idiot!" Baekhyun segera berlari turun. Ia bersumpah tidak mau kembali ketempat mengerikan itu.

-oOo-

"Darimana saja kau? Kenapa pelajaran pertama bolos? Kau tidak apa - apa kan? Aku menghawatirkan mu!" Rentet Luhan dengan banyak pertanyaan saat Baekhyun menampakkan batang hidungnya. Ia bahkan meneliti seluruh wajah Baekhyun.

Baekhyun hanya memutar bola matanya malas. Menurutnya Luhan terlalu berlebihan.

"Aku tidak apa - apa kok Luhan~ah."

"Benarkah?" Luhan heran karena biasanya Baekhyun tidak pernah bolos sekalipun.

"Ya!"

Luhan pun bernapas lega, ia mengelus - elus dadanya yang rata.

Baekhyun kemudian membuka bukunya, namun matanya tidak sengaja menangkap tatapan Chanyeol yang ditujukan padanya. Tatapan itu seperti mengatakan 'Darimana saja kau bodoh?'

Baekhyun hanya mendengus kesal. Hatinya kembali sakit saat melihat Chanyeol.

-oOo-

Saat bel tanda pulang berbunyi seorang namja tampan tampak berlari mengejar seorang namja yang tampak lebih pendek. Napasnya tampak terengah – engah.

"Yak! Baekhyun~ah! Tunggu aku!" Panggil Chanyeol. Ia berusaha menggapai namja pendek yang ada dihadapannya.

Tanpa menoleh Baekhyun malah semakin mempercepat langkah kakinya. Ia tidak mau bertemu dengan Chanyeol.

"Baekhyun~ah!"

'Set'

Chanyeol menarik tangan Baekhyun. Kini mereka saling berhadapan.

"Mau apa kau?" Tanya Baekhyun ketus.

"Aku mau minta maaf. Aku tidak bermaksud mengatakan begitu padamu. Mianhae." Kata Chanyeol lirih. Ia benar – benar merasa bersalah telah mengatakan hal itu pada Baekhyun.

"Terserah." Baekhyun segera berlalu dari hadapan namja tampan itu.

"Baekhyun~ah!" Teriak Chanyeol keras.

"Kau mau aku berlutut?" Lanjutnya.

"Tidak perlu."

"Baek—"

Tanpa memperdulikan Chanyeol, Baekhyun kembali melangkahkan kakinya, namun langkahnya terhenti saat mendengar sapaan seseorang.

"Hai bibir manis."

Baekhyun membelalakkan matanya kaget, ia sedikit takut kalau Chanyeol sampai mendengar perkataan frontal Sehun itu.

"Se-Sehun."

"Aku merindukan bibirmu."

"Akh—"

"Apa maksudmu?" Tanya Chanyeol sembari mendekat. Ia mendengar dengan jelas perkataan namja berkulit susu itu.

"Aku merindukan bibir manisnya."

"Maksudmu?!" Teriak Chanyeol keras. Rahangnya mulai mengeras.

"Aku rindu ciuman nya bodoh! Kau benar - benar idiot!"

'Buk!'

Tepat setelah mendengar perkataan Sehun itu Chanyeol langsung meninju pipi namja berkulit susu dengan keras. Kemudian ia kembali menarik kerah baju Sehun, hendak menghajar namja itu lebih lanjut.

"Ini untuk kau yang berani - beraninya mencium pacarku!"

'Buk!'

"Ini untuk kau yang mengatakan aku idiot!"

'Buk!'

"Hentikan!" Teriak Baekhyun. Tanpa disadari ternyata mereka sudah menjadi pusat perhatian sekarang.

"Hentikan! Chanyeol!"

Baekhyun menepis tangan Chanyeol meskipun dengan susah payah, kemudian segera memeriksa wajah Sehun.

"Apa kau tidak apa – apa?"

"Y-ya," Ucap Sehun sambil mengaduh kesakitan. Bibirnya sudah sobek.

"Aish, ayo! Aku akan mengobati lukamu."

Namun belum sempat Baekhyun membawa Sehun, tangan besar Chanyeol sudah menggenggam tangannya erat.

"Jangan pergi."

"Lepas!"

Baekhyun kembali menepis tangan Chanyeol. Tapi jangan katakan nama nya Chanyeol kalau mengalah, karena ia tidak pernah mau mengalah sekalipun. Apalagi untuk hal yang satu ini.

"Ikut aku!"

"Tidak mau!"

-oOo-

'Blam!'

Chanyeol menutup pintu kamarnya dengan keras, dengan sedikit kasar tangan kanannya mendorong Baekhyun ketempat tidur.

"Kenapa kau membiarkan namja brengsek itu menyentuh bibirmu hah?!" Kata Chanyeol keras. Baekhyun mendengus pelan. Ia tidak mau menatap Chanyeol.

"Terserah. Ini kan bibirku."

Chanyeol menggeram, ia pun menggigit hidung mungil Baekhyun pelan.

"Bibir itu milikku!"

Baekhyun hanya memutar bola matanya malas. Tapi tangannya sibuk mengelus hidungnya yang kini memerah. Untung saja Chanyeol tidak terlalu keras menggigitnya.

"Aku tidak terima!"

"Kau tidak terima? Bibirku memang bukan hanya milikmu lagi! Lagi pula ciuman Sehun terasa lebih manis. Aku tidak pernah menyesal pernah berciuman dengannya." Baekhyun tampaknya semakin memancing emosi Chanyeol.

Chanyeol sekarang merasa emosinya berada diubun - ubun. Wajahnya memerah menahan emosi.

"Kau!"

Baekhyun hanya memasang wajah juteknya. Ia bahkan masih tidak mau menatap Chanyeol.

Chanyeol pun mendekatkan bibirnya kebibir Baekhyun, mengecup bibir mungil itu, melumat, menghisap, dan melakukan apapun untuk membuat bekas bibir Sehun menghilang. Baekhyun hanya bisa diam, wajahnya terlihat biasa saja. Seolah - olah ciuman itu tidak ada artinya sama sekali. Padahal jantung nya berdetak melebihi batas normal, hampir melompat keluar.

Chanyeol kembali menghisap bibir Baekhyun, ciuman itu telah berubah menjadi French Kiss. Bahkan saliva mereka telah menyatu dan meluber ke sekitar wajah mereka.

"Aku— Mencintaimu." Ucap Chanyeol setelah ciuman mereka terlepas.

'Deg'

Jantung Baekhyun bagai berhenti berpacu saat mendengar itu, tapi ia tidak begitu percaya dengan pendengarannya. Ia merasa seperti mimpi.

"A-apa?" Tanyanya memastikan.

"Tidak ada." Dan tiba – tiba ego Chanyeol mengeluarkan smirknya..

Baekhyun mengerutkan keningnya. Kemudian ia menghapus sisa saliva disekitar bibirnya.

Chanyeol kemudian beranjak dari tempatnya, berjalan menuju meja belajar untuk mengambil sesuatu dari sana. Kemudian ia kembali lagi dengan memegang benda itu.

"Apa itu?" Tanya Baekhyun heran.

"Kau tidak lihat? Ini permen." Jawab Chanyeol sambil membuka kulit permen itu. Kemudian ia memasukkan kemulutnya.

Baekhyun yang melihat itu hanya bisa menatap heran.

"Kenapa wajahmu? Tidak pernah melihat orang makan permen hah?"

"T-tentu saja pernah!"

Chanyeol mengeluarkan smirknya, kemudian ia menarik Baekhyun yang sebelumnya telentang menjadi duduk.

"Ayo buka mulutmu." Paksa Chanyeol.

"Tidak mau!"

"Buka!"

"Mpphhtt—" Baekhyun menggelengkan kepalanya. Ia tau Chanyeol akan memasukkan permen itu kedalam mulutnya, jadi ia menutup bibirnya rapat - rapat.

"Kau tidak mau permen rasa Strawberry ini?"

"Bohong! Itu bu—"

Chanyeol pun berhasil memasukkan permen itu kedalam mulut Baekhyun, tentu saja Baekhyun menerima itu dengan kaget. Ia berusaha mengeluarkan permen itu itu memakai lidahnya. Namun, lidah Chanyeol sangat gesit menahan dan memasukkan lagi permen itu. Perang lidah pun tak terelakkan, membuat keduanya terengah - engah karena kehabisan napas.

"Kau ingin membunuhku ya?" Pekik Baekhyun dengan cemprengnya, di sekitar wajahnya terdapat banyak saliva yang bercampur dengan permen.

"Tidak." Chanyeol tersenyum sambil menarik dagu Baekhyun. Ia pun menjilat sisa - sisa saliva itu dengan gaya yang seductive, membuat Baekhyun merinding ketakutan.

"Kita lanjutkan?" Bisik Chanyeol diikuti desahan.

"T-tidak! Aku tidak mau!"

-oOo-

Baekhyun dan Luhan terlihat duduk berdua dibawah pohon, keduanya terlihat asik bercerita. Wajah Luhan bahkan berubah - ubah mengikuti jalan cerita Baekhyun.

"Jadi Chanyeol itu ternyata sangat mesum ya? Ck! Aku tidak menyangka." Kata Luhan sambil menggeleng - gelengkan kepala.

"Ya! Semua namja memang mesum!"

"Bodoh! Kau tidak ingat gendermu ya?" Luhan menatap malas.

"Oh iya ya!" Seru Baekhyun sambil tertawa.

"Tapi dia tidak sampai menyentuhmu kan?" Curiga Luhan.

"Tentu saja tidak! Walaupun aku mencintainya tapi aku tidak akan pernah mengijinkannya untuk menyentuhku. Kecuali kalau sudah menikah." Jelas Baekhyun, wajahnya tampak memerah membayangkan menikah dengan Chanyeol.

"Jadi kau sangat mencintainya ya?" Goda Luhan sambil mencolek dagu Baekhyun.

"Tentu saja.. Iya"

Luhan tertawa dengan lebar, giginya bahkan mencuat keluar.

"Ternyata kucing dan tikus ini saling mencintai, tapi kalian terlalu gengsi untuk mengakui. Ckck."

"Aish, aku mau dia yang mengaku duluan."

"Ya, ya. Tapi, kenapa kau membiarkan namja nakal itu menciummu? Apa kau gila?"

"Yak! Aku tidak gila! Waktu itu aku hanya takut kalau dia akan mencelakaiku, makanya aku membiarkan dia menciumku."

Luhan menganggukkan kepalanya tanda paham.

"Kau beruntung, sementara aku bertepuk sebelah tangan." Lirih Luhan sedih.

"Kau pasti akan menemukan namja yang tepat untukmu. Tenang saja, daripada si Kai mesum itu. Aku dengar Kyungsoo sering berjalan mengangkang kesekolah, kau tau maksudku kan?"

"Apa? Hii.. Ternyata Kai sangat mesum. Aku bersyukur tidak bersama nya."

"Ya.. Haha"

-oOo-

Baekhyun terlihat memasuki rumahnya yang bercat putih itu tanpa memberi salam. Ia benar - benar badmood hari ini. Kenapa? Tentu saja karena Chanyeol. Baekhyun kesal karena ia melihat Chanyeol lagi - lagi berboncengan dengan Suzy, padahal jelas - jelas kemarin Chanyeol sudah minta maaf, tapi apa? Chanyeol tetap saja berselingkuh.

Baekhyun mendengus kesal, ia pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

Sesampainya didepan pintu ia malah menendangnya pintu itu hingga terbuka lebar, tentu saja orang yang yang berada didalam kamar itu terperanjat kaget.

"Yak! Apa kau tidak bisa manis sedikit?" Ucap orang itu kesal.

"Apa? Yak! Kenapa kau berada dikamarku? Eomma! Ada Park Dobi dikamarku!" Teriak Baekhyun membahana.

Chanyeol, namja itu tentu saja sudah menutup telinganya rapat - rapat.

Kemudian terdengar suara aneh dari arah dapur.

"Itu suara Eomma?" Tanya Baekhyun sambil menanjamkan pendengarannya.

"Ya, suara Eommamu."

Baekhyun mengerutkan keningnya.

"Mana mungkin suara Eomma seperti suara hantu begitu."

"Mungkin, karena Eommamu kan hantunya kue. Aku membawakan kue coklat, jadi pasti Eommamu memakannya sampai mulutnya penuh. Haha. Seperti dirimu saja." Tawa Chanyeol mengejek.

Baekhyun mempoutkan bibirnya, kemudian menuju kearah Chanyeol dengan wajah kesal.

"Lalu buat apa kau kesini?" Tanyanya sambil melipat kedua tangannya.

"Aku? Mmm.. Mau bertemu calon istriku."

Mendengar itu Baekhyun hampir menangis, tiba - tiba dadanya terasa sesak.

"Siapa?" Tanyanya lagi berpura - pura cuek. Padahal air matanya hampir saja jatuh.

"Siapa? Tentu saja Suzy. Haha."

Baekhyun membulatkan bibirnya. Tanpa disadarinya airmatanya telah terjatuh.

"Ya sudah! Temui saja calon istrimu itu!"

"Aku sudah bertemu dengannya. Eh? Kau menangis?" Bingung Chanyeol, ia memperhatikan wajah Baekhyun dengan seksama.

"T-tidak! Aku tidak menangis!" Baekhyun berbohong, ia segera mengalihkan pandangannya kearah lain.

"Jangan bohong Baekhyun! Kau menangis! Haha."

Baekhyun menatap tajam kearah Chanyeol, namun kemudian air mata tiba - tiba membanjiri wajah cantiknya.

"Yak! Kau jahat Chanyeol! Hiks!" Tangis Baekhyun, ia berlari menuju sudut kamarnya, dan memeluk boneka beruang besar yang berdiri disitu.

"M-maaf Baekhyun~ah, aku tidak bermaksud membuatmu menangis." Bujuk Chanyeol, ia panik setengah mati, apalagi melihat Baekhyun yang terlihat menyedihkan dengan posisi memeluk boneka beruang itu. Bahkan tubuhnya saja kalah dari boneka itu.

"Tidak mau! Kau jahat! Kau menghianatiku yang lemah ini! Hiks."

Antara mau tertawa dan kasihan, itulah yang dirasakan Chanyeol. Mau tertawa karena perkataan Baekhyun yang berlebihan itu, dan kasihan melihat kekasihnya itu bersedih.

"Jangan menangis calon istriku yang cantik." Rayu Chanyeol, dan ternyata rayuannya itu berhasil karena Baekhyun sudah membalikkan tubuhnya.

"Kepada siapa kau katakan itu?" Tanya Baekhyun sambil menghapus ingusnya yang meleleh keluar. Benar – benar menggemaskan.

"Kepada Suzy."

"Apa?! Hiks!" Baekhyun kembali memeluk bonekanya, menenggelamkan kepalanya dalam - dalam.

Chanyeol hanya mampu menepuk dahinya dengan keras. Ia kesal karena tidak menyadari kekasihnya itu ternyata sangat bodoh dan tidak peka. Bahkan gampang ditipu.

"Baekkie~ah, jangan menangis.. Cup.. Cup." Bujuk Chanyeol lagi - lagi.

Baekhyun melepaskan pelukannya, kemudian menatap dengan wajah penuh airmata kearah Chanyeol.

"Kenapa kau memanggilku semanis itu?" Bingungnya, ia tampak berpikir dengan cara yang menggemaskan. Membuat Chanyeol ingin segera menggigitnya.

"Panggilan manis untuk orang semanis dirimu Baekkie~ah." Ucap Chanyeol dengan tampang menggoda.

"Kau merayu ku ya?"

"Tidak, tapi merayu Suzy."

'Apa? Hikssss!"

Chanyeol hanya mampu memasang wajah datarnya, kalau ia bisa ia ingin segera menerkam namja cantik itu karena gemasnya.

"Kau jahat sekali! Kenapa selalu Suzy? Hiks.."

Melihat kesedihan Baekhyun itu membuat Chanyeol tidak tega, ia pun memeluk tubuh mungil itu dari belakang.

"Jangan menangis. Maksudku itu adalah kau Baekkie~ah, kau saja yang tidak peka."

Baekhyun membalikkan tubuhnya, membuat keduanya menjadi berhadapan.

"B-benarkah?" Tanya Baekhyun ragu.

"Ya! Apa kau tidak tau bahwa selama ini mencintaimu?" Chanyeol balik bertanya.

Baekhyun menggeleng.

"Jadi kau mencintaiku?"

"Tidak, tapi mencintai Suzy."

"Yak! Hiksss!"

Chanyeol dengan tertawa keras. Namun sedetik kemudian ia memeluk tubuh mungil Baekhyun. Mengecup pucuk kepala namja mungil dengan lembut.

"Aku sangat mencintaimu Baekkie~ah. Mian, karena membuatmu menangis. Aku hanya gemas melihat betapa bodohnya dirimu itu, bahkan sangat mudah ditipu."

Baekhyun mencubit pinggang Chanyeol dengan keras, membuat namja tampan itu menggeliat seperti cacing.

"Itu balasan untuk pembohong sepertimu." Kata Baekhyun sambil mendongak.

Cup~

Chanyeol langsung menyambar bibir mungil itu, ia benar – benar tidak tahan melihat wajah namja mungil yang menggemaskan itu.

"Kau kan memang idiot!"

"Yak! Aku tidak idiot!"

"Idiot!"

Baekhyun menundukkan kepala, dengan keras ia menggigit bibirnya.

"Ya, aku memang idiot karena juga mencintaimu."

Chanyeol membulatkan matanya, kemudian menaikkan dagu Baekhyun.

"Benarkah?"

Baekhyun mengangguk kecil.

"Manisnya."

Blush~

Wajah Baekhyun sukses memerah. Ia memukul dada Chanyeol dengan pelan.

"Aku memang manis."

Chanyeol tertawa dengan lebar. Ia pun membawa tubuh Baekhyun ke tempat tidur, merebahkan tubuh mungil itu dengan perlahan.

"Aku mencintaimu." Bisiknya lembut.

"Aku.. Aku juga mencintaimu Park Dobi-ku."

Keduanya pun terkekeh.

"Baekkie~ah, jangan cemburu lagi ya? Aku tidak pernah berselingkuh. Semua hal buruk yang kau dengar tentangku itu tidak benar. Aku dan Suzy baru bertetangga, jadi Eommaku menyuruh agar aku bersamanya pergi kesekolah. Tapi tenang saja, Eomma sudah tau kok bahwa calon menantunya adalah kau. Hehe." Tutur Chanyeol sambil nyengir lebar.

"Mmm.. Ya, aku percaya kok. Tapi mulai sekarang kau harus selalu mengantar jemput aku."

"Ya, ya. Tapi kiss dulu." Kata Chanyeol seraya menujuk bibirnya.

"Aish! Dasar mesum!" Pekik Baekhyun, namun ia mengecup kilat bibir Chanyeol membuat namja tampan itu menyeringai mesum.

"Lagi?"

"Yak!"

'Akan ku selidiki Park Dobi.. Hihi.'

-oOo-

Baekhyun dan Luhan terlihat sedang menatap kearah seorang yeoja cantik berambut panjang, tatapan mereka lagi – lagi memancarkan kebencian. Tangan Baekhyun pun terlihat mengepal.

Kemudian keduanya terlihat berjalan mendekat kearah yeoja cantik itu.

"Rambut sapu, lihat sini." Kata Baekhyun sambil mencolek punggung yeoja itu.

"Aww~ Geli" Pekik yeoja itu manja.

Baekhyun dan Luhan hanya saling menatap dengan wajah datar.

"Langsung saja, apa hubunganmu dengan Chanyeol?" Tanya Baekhyun dengan wajah seseram mungkin, padahal wajahnya malah terlihat semakin menggemaskan.

Sementara Luhan sudah siap sedia dengan pena dan bukunya, seolah sedang mewawancara. Padahal ia sedang mengerjakan tugasnya yang belum selesai.

"Chanyeol Oppa? Dia calon suami ku." Jawab yeoja itu sembari tersenyum manis.

Tangan Baekhyun yang semula terkepal kini malah terlepas, sepertinya ia shock mendengar perkataan yeoja itu.

"Be-benarkah?" Tanyanya lagi memastikan.

"Ya, dia calon suami impianku."

Mendengar itu sukses membuat Baekhyun dan Luhan bernapas lega. Namun wajah datar kembali terpatri diwajah cantik keduanya.

"Oh begitu. Tapi sayang sekali bahwa dia itu adalah calon suamiku. Jadi kalau kau macam - macam, ini untuk mu." Ancam Baekhyun sambil menunjukkan bulu ketiak Luhan. Kelemahan yeoja itu—Suzy adalah bulu ketiak namja, mereka tau setelah menanyakan langsung kepada Eomma Suzy. Mereka benar – benar menyelidikinya.

"Tidak! Jauhkan bulu – bulu menjijikkan itu!" Ucap Suzy dengan bibir bergetar, bulu romanya sudah berdiri tegak.

"Ya sudah! Kami pergi!" Ucap Baekhyun ketus, ia memasukkan bulu ketiak Luhan kekantongnya untuk berjaga - jaga apabila yeoja itu mendekati kekasihnya lagi.

Sebelum pergi ternyata Luhan masih sempat menepuk - nepuk bokongnya kearah Suzy. Bahkan ia sempat mengarahkan jari tengahnya.

-oOo-

"Baekkie!" Panggil Chanyeol dengan wajah berseri, seolah - olah ia baru saja memenangkan undian.

"Ada apa Chanyeollie oppa?"

"Haha.. Manisnya." Chanyeol mencubit hidung Baekhyun dengan gemas. Baekhyun pun ikut tertawa sambil mengelus - elus hidungnya yang kini memerah.

"Kita pulang bersama ya?"

Baekhyun mengangguk kecil, senyum lembut terpatri diwajahnya.

Kemudian pasangan berlovey dovey itu terlihat saling berpegangan tangan, tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang - orang yang memandang kearah mereka.

Namun langkah keduanya terhenti saat seorang namja berkulit susu berdiri tepat didepan mereka.

"Bibir manis! Aku merindukanmu."

"Apa?! Sekali lagi kau katakan seperti itu kupatahkan lehermu!" – Chanyeol

TBC

Tinggal satu Chapter lagi siap kok. Terima kasih buat yang nge-review, follow, and favorit.