Candy Kisses Chap 3 (Sequel) -End-
Title : Candy Kisses
Author : Putri ChanBaek26
Casts :
- Byun Baekhyun
- Park Chanyeol
- Xi Luhan
- Sehun
- Kris
- Kai
- Others
Pairing : ChanBaek & HunHan
Genre : Yaoi! Boy x Boy.. Romance *Terserah reader aja deh.. -,-"
Length : 2 Shoot..
Happy Reading!
Namun langkah keduanya terhenti saat seorang namja berkulit susu berdiri tepat didepan mereka.
"Bibir manis! Aku merindukanmu"
"Mwo?! Sekali lagi kau katakan seperti itu kupatahkan lehermu!" – Chanyeol
Chap .3
"Santai bro! Haha." Tawa Sehun mengejek.
Chanyeol semakin naik pitam, kalau saja Baekhyun tidak menahan tangannya sudah pasti Sehun babak belur sekarang.
"Sudahlah! Pergi sana." Usir Baekhyun kepada Sehun.
Sehun kembali tertawa mengejek, sebelum pergi ia bahkan masih sempat melemparkan flying kiss pada Baekhyun.
"Aish! Namja sialan itu!" Gerutu Chanyeol, ia menjambak rambutnya karena kesal.
"Sudahlah Yeollie, kita pulang saja."
Chanyeol tidak menjawab, namun ia menarik tangan Baekhyun menuju parkiran.
-oOo-
"Hahaha.. Jadi seperti itu? Wah, aku jadi sangat ingin melihat wajah Chanyeol ketika cemburu. Pasti lucu." Ucap Luhan sambil tertawa keras setelah Baekhyun menceritakan kejadian kemarin pada namja cantik itu.
"Yak! Jangan lihat, nanti kau naksir." Cemberut Baekhyun.
"Apa? Aku naksir pada tiang listrik itu? Tidak mungkin. Imposibble." Kata Luhan sok inggris.
Baekhyun semakin cemberut, tangannya bersedekap didada.
"Baguslah kalau begitu. Oh iya Luhan~ah, please bantu aku." Tiba - tiba Baekhyun menangkup kedua tangannya didepan wajah.
"Bantu apa?" Bingung Luhan, ia menaikkan satu alisnya keatas.
"I-itu.. Temui Sehun diatas atap sekolah. Please, beri dia pelajaran agar tidak menggangguku lagi." Ucap Baekhyun memelas.
"Apa? Tidak mau! Aku bahkan tidak kenal dengannya."
"Please Luhan~ah, cantik." Rayu Baekhyun sambil mengeluarkan puppy eyesnya.
"Aku memang cantik. Dan aku sudah kebal dengan puppy eyes mu itu."
"Ish.. Tolonglah.."
"No! No! No!"
"Bbuing – bbuing."
"Ku bilang tidak ya—"
Luhan mengantungkan perkataannya saat melihat wajah Baekhyun yang luar biasa imut itu.
"Kau terpesona padaku Luhan~ah?" Tanya Baekhyun sambil mengerjap - ngerjapkan matanya imut.
"Tidak"
"Lalu?"
"Aku ingin melihat monkey eyesmu lagi."
Baekhyun memasang wajah datar. Ingin sekali ia menjambak(?) wajah polos Luhan.
"Memangnya kau lihat aku seperti monyet?" Baekhyun tak terima.
"Tidak."
"Lalu?"
"Mirip monyet."
"Yak! Xi Luhan!"
.
.
.
Luhan melangkahkan kakinya menuju atap sekolah dengan gaya urak - urakan, bekas sisiran rambutnya yang rapi sengaja ia hancurkan dengan cara menyuruh Baekhyun menjambaki rambutnya, bajunya yang putih cemerlang sengaja ia kotorkan dengan cara mengelap wajah penuh air mata dan ingus Baekhyun ketika menangis ke bajunya, keren bukan?
Ia menghisap permen tangkai rasa jeruk kesukaannya. Dengan gaya sengaja di cool - cool-kan ia pun duduk disalah satu kursi reyot yang berada disana.
"Hey, ada mangsa." Bisik seseorang. Luhan mendengar itu, namun ia tetap fokus menikmati permen yang sekali setahun ia beli.
"Ayo dekati orang itu." Bisik suara lain.
Kemudian terdengarlah derap langkah kaki yang mendekat kearah Luhan. Tapi Luhan tetap bersikap santai.
Orang itu berhenti tepat didepan Luhan, ia memegang sebuah rokok.
"Hai bro! Wassup?" Sapa Luhan sok kenal sok dekat.
Namja itu mematikan rokoknya dengan cara diinjak, kemudian kedua tangannya ia masukkan kedalam kantong.
"Mau apa yeoja sepertimu datang ketempat ini?"
Luhan membelalakkan matanya, jelas - jelas ia sudah bertindak layaknya seorang namja cool, tapi kenapa namja ini malah mengatainya seorang yeoja?
"A-apa? Memangnya kau lihat aku ini yeoja?!" Teriak Luhan yang kesal.
"Iya." Ucap Namja itu datar.
Tiba - tiba Luhan mendekati namja itu, kemudian ia menarik tangan namja itu menuju dadanya.
"Apa aku yeoja?" Tanya Luhan sinis.
"Ya."
"Apa? Aku namja!" Pekik Luhan frustasi.
"Buktikan!"
Luhan sedikit kebingungan, tidak mungkin kan ia menunjukkan bagian terhormatnya pada namja itu? -_-
"Dengan cara apa?"
"Cium aku."
Luhan membelalakkan matanya kaget, sebenarnya ia kesal karena namja ini ternyata sangat mesum. Tapi demi membuktikan 'kejantanannya' ia harus rela.
"Baiklah." Luhan berjalan mendekat, tangan kanannya menuju kepala bagian belakang namja itu. Menarik kepala itu agar mendekat kewajahnya.
"Ciuman pertamaku untuk namja ini.. Hiks' – Luhan
'Cup~
Dan kedua wajah itu pun menyatu.
Luhan memperdalam ciuman mereka walaupun ia sedikit terganggu karena mencium sedikit aroma rokok dari namja itu, namun ia merasa bahwa itu justru sangat manly.
Namja itu sepertinya juga semakin berani, ia melumat bibir mungil Luhan dengan ganas. Membuat Luhan terengah - engah karena kehabisan napas.
Luhan pun mendorong tubuh namja itu dengan keras.
"Hah.. Hah.. Aku hampir saja mati!" Teriak Luhan emosi.
Namja itu tiba - tiba tersenyum, ia mengulurkan tangannya kearah Luhan.
"Namaku Oh Sehun, aku sudah mendapatkan ciumanmu."
"A-apa?!" Pekik Luhan tertahan.
"Selamat datang ke zona ciuman manis, bibir asam."
"Apa?!"
"Bibirmu sedikit asam, tapi juga manis. Mungkin karena kau memakan permen jeruk"
"Apa?!"
"..."
"Jadi kau benar - benar mesum?"
"Maksudmu?" Sehun mengerutkan keningnya.
"Kau si mesum itu!"
Sehun terkekeh, ia memandang Luhan dengan pandangan sulit diartikan.
"Ya, sebenarnya aku hanya pura - pura mengatakan bahwa kau yeoja. Dan kau masuk perangkapku.. Haha."
Luhan mengepalkan tangannya, ia sangat emosi. Kalau bisa ia ingin memukul wajah tampan itu.
"Hiks! Baekhyun~ah! Aku tertipu!" Pekik Luhan seraya berlari keluar. Meninggalkan Sehun yang kini tertawa semakin keras. Hilang sudah wajah poker face-nya.
-oOo-
"Hya! Kenapa kau juga tertipu Luhan~ah! Dasar bodoh!" Pekik Baekhyun setelah Luhan menceritakan semuanya, membuat teman - teman sekelas menatapnya tajam.
"Hiks! Aku tidak tau kalau dia pintar menipu." Ucap Luhan terisak.
Baekhyun hanya mampu menepuk punggung Luhan lembut. Tapi Baekhyun sebenarnya luar biasa kesal, karena ia merasa martabat namja secantik dan seimut mereka jatuh ditangan preman sekolah yang gila ciuman itu. Ia sebenarnya sangat ingin memberikan namja itu pelajaran.
"Baekkie~ah, apa perlu namja itu ku beri pelajaran?" Tanya Chanyeol yang sedari tadi ternyata duduk memangku Baekhyun.
"Tidak usah Yeollie."
"Kenapa?"
"Tidak apa - apa, balas dendam itu tidak baik."
"Begitu."
"Emm."
Keduanya pun saling menggesekkan hidung mereka sebelum berciuman. Tentu saja melihat dua insan yang tidak tau tempat itu membuat siapa saja yang melihat akan memutar bola mata malas.
Termasuk Luhan, Kris, dan Kai.
"Aku diabaikan." Ucap Luhan kesal.
"Ah maaf Luhan~ah!" Sesal Baekhyun, ia mempoutkan bibirnya.
'Cup~
"Kau ingin menggodaku Baekkie~ah?"
"Tidak Yeollie."
Lagi, Ketiga orang itu kembali memutar bola mata mereka malas.
'Tok!
"Dasar mesum!" Ucap Kai seraya menjitak kepala Chanyeol.
Chanyeol hanya dapat menggerutu kesal. Tidak tahukah mereka bahwa ini moment yang langka? Jarang - jarang Chanyeol dan Baekhyun bermesraan begini. Biasanya juga mereka bertengkar.
"Sudah! Sudah! Jadi Luhan~ah, kita tidak balas dendam saja?" Tanya Baekhyun.
Luhan menggeleng ragu.
"Lebih baik aku saja yang balas dendam. Kita ikuti permainannya. Bagaimana?" Senyum licik jelas terpampang nyata dibibir Luhan, membuat empat orang itu sweat drop.
"Terserahmu saja." Pasrah Baekhyun.
"Hihihi."
Keempatnya kini mulai merinding.
Namun..
"Yeollie! Dibawah yang bergerak naik itu apa?!" Teriak Baekhyun heboh.
"Hehe.. Maaf aku khilaf." Chanyeol nyengir zebra.
"Kya! Mesum!"
-oOo-
Sehun membuang puntung rokoknya kesembarang arah, matanya bergerak liar kebawah gedung sekolah mereka. Walaupun tidak terlihat jelas namun Sehun mampu mengenali 2 orang namja yang sedang berkejar - kejaran itu adalah Baekhyun dan namja cantik yang ia cium kemarin.
Ia tersenyum kecil, sebenarnya ada perasaan aneh dirasakannya sejak pertama kali bertemu dengan namja cantik itu. Namun ia tidak tau apa itu.
Berbeda saat pertama kali bertemu dengan Baekhyun, jujur saja ia langsung menyukai namja itu. Bahkan ia sangat ketagihan dengan ciumannya. Tapi dengan namja cantik itu berbeda, ia tidak tau perasaan apa yang sedang bersarang didadanya.
"Siapa namanya ya?" Gumam Sehun dengan tawa kecil.
-oOo-
Chanyeol mengecup berkali - kali pucuk kepala Baekhyun, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Apalagi saat merasakan deru napas Baekhyun diwajahnya.
"Baekkie~ah." Bisik Chanyeol pada namja yang tertidur diatas tubuhnya itu.
Tak ada jawaban. Sepertinya Baekhyun sangat lelap.
"Aish.. Aku sesak." Gumam Chanyeol pelan.
Wajar saja ia merasa sesak, karena Baekhyun sudah 2 jam tidur diatas tubuhnya.
"Baekkie~ah."
"Euggh." Lenguh Baekhyun sambil menguap. Namun ia kembali tertidur.
"Baekkie~ah."
"..."
"Baekkie."
"..."
"Baekkie! Eyelinermu rusak!"
Baekhyun segera menegakkan tubuhnya karena terkejut, tak lupa ia mengucek matanya.
"Mana eyelinerku? Mana?!" Tanya Baekhyun sembari menengadahkan tangannya.
Chanyeol menatap malas.
"Memangnya kau punya eyeliner?"
"Tidak, itu punya Eommaku."
"Ya sudah."
"Hiks.. Belikan aku eyeliner yang mahal Yeollie." Melas Baekhyun, wajahnya memerah menahan tangis.
"Apa? Ish.. Aku tidak punya duit."
"Pelit."
"Daripada kau manja!"
"Jadi kau tidak suka kalau aku bermanja - manja? Baiklah! Hiks" Isak Baekhyun ia segera berlari dari kamar Chanyeol.
"Yak! Bukan begitu! Aku hanya bercanda. Aish." Chanyeol mengacak rambutnya frustasi karena Baekhyun sudah berlari keluar. Seharusnya ia tau kalau namja mungil itu sangat sensitif.
-oOo-
Luhan menatap Chanyeol yang baru masuk kekelas dengan wajah seram, ia berdecih ketika Chanyeol balik menatapnya.
"Kenapa dengan wajahmu itu, hah?" Tanya Chanyeol bingung.
"Kau jahat pada Baekhyun! Dasar tiang jelek!" Ejek Luhan.
Chanyeol ingin sekali menjitak kepala namja cantik itu, namun ia tahan ketika melihat Baekhyun dan Kris masuk kekelas dengan ceria.
"Yak! Kenapa kalian bisa bersama?" Geram Chanyeol, ia menatap Kris tajam, benar – benar tidak terima.
"Aku pergi bersama Kris. Wah ternyata mobilnya sangat bagus." Kagum Baekhyun seraya tersenyum manis kearah Kris.
Kris hanya mampu tersenyum kikuk.
"Kau berkhianat Kris." Ucap Chanyeol tajam.
Kris membulatkan matanya, tangannya ia gerakkan berkali - kali. Seolah mengatakan itu tidak seperti yang kau pikirkan. Namun Chanyeol tetap saja menatapnya tajam.
"Kris, nanti antar aku pulang ya?" Pinta Baekhyun, ia mengedip - ngedipkan matanya. Kris hanya mengangguk lemah. Dalam hati ia merutuki kebodohannya, karena Chanyeol sudah memandangnya seperti hendak memakannya hidup - hidup.
#Flashback
"Aigoo~ Kakiku sakit sekali. Ini karena jatuh kemarin, ish.. Park dobi jelek itu malah tidak mengejarku. Benar - benar jahat." Ucap Baekhyun dengan kesal.
Hari ini ia sengaja pergi duluan kesekolah agar Chanyeol tidak menjemputnya. Ia masih sangat kesal dengan namja tampan itu.
"Aish.. Aku tidak tahan." Baekhyun membungkuk memegangi lututnya yang terluka. Namun tiba - tiba ia dikejutkan oleh suara klakson mobil. Ia pun menolehkan kepalanya.
"Hei, Baekhyun~ah! Sedang apa? Ayo naik." Ucap seseorang.
Mata Baekhyun tampak berbinar senang, ia segera melesat masuk kedalam mobil namja itu.
"Kris, kau penyelamatku! Hiks." Kata Baekhyun terharu, ia mengelap ingusnya dengan lengan seragam Kris.
Namja itu atau Kris hanya mengangguk lemah.
"Kris, rahasiakan ini dari Chanyeol ya? Please" Baekhyun pun mengeluarkan jurus puppy eyesnya. Tentu saja Kris yang melihat itu tidak berkutik.
"Y-ya!"
"Thank's bule jadi – jadian!"
Kris hanya memasang wajah sedatar – datarnya.
-oOo-
Luhan tampak mengitari Sehun yang sedang duduk dibangku, tangannya ia lipat didada. Ia benar – benar seperti sedang menghakimi namja tampan itu.
"Hey! Apa kau bisa kalau tidak merokok?" Tanya Luhan penasaran.
"Tidak, kenapa?" Jawab Sehun seraya balik bertanya.
"Tidak apa - apa. Hanya saja aku merasa kasihan padamu, kau masih muda tapi sudah perokok berat. Hmm.. Malangnya dirimu.. Kasihan. Kau terlihat menderita."
Sehun menatap Luhan datar, ia tidak habis pikir dengan pikiran berlebihan namja cantik itu.
"Tidak usah berlebihan."
"Aku tidak berlebihan, tapi lihatlah dirimu. Tubuhmu terlihat seperti tinggal tulang dan kentut." Ucap Luhan tanpa rasa bersalah.
Sehun tiba - tiba membuang rokoknya, ia menangkup wajahnya yang terlihat seperti ingin menangis.
"Kenapa? Apa kau sedih? Maaf.." Luhan menepuk pundak Sehun dengan keras, membuat namja tampan itu meringis kesakitan.
"Yak! Kau itu!" Teriak Sehun tiba - tiba. Baru kali ini ia terlihat marah.
"Kenapa?" Luhan pura - pura memasang wajah polosnya, matanya sengaja ia kedip - kedipkan biar terlihat imut.
"Tidak usah sok imut begitu bibir asam!" Ejek Sehun. Ia kembali mengambil rokok dari kantongnya.
"Tapi aku memang imut."
"Tidak."
"Iya!"
"Tidak!"
"Iya!" Teriak Luhan keras, ia tampak terengah - engah.
'Ish.. Kenapa kami jadi seperti pasangan ChanBaek sih?' Batin Luhan kesal.
"Hey! Xi Luhan!" Panggil Sehun.
Luhan melebarkan matanya.
"Darimana kau tau namaku? Apa kau mencari tau tentang diriku? Ah! Kau naksir denganku kan? Aww.. Ayo mengaku!" Ucap Luhan bertubi - tubi. Sementara Sehun hanya diam tanpa ekspresi.
"Aku tau dari situ." Kata Sehun sembari menunjuk dada Luhan.
Luhan pun melihat kearah dadanya, kemudian ia tertawa kikuk.
"Haha.. Aku lupa."
Krik! Krik!
Suasana tiba - tiba menjadi cangung, Luhan tampak sedang berbicara sendiri. Sepertinya ia sedang merutuki kebodohannya. Sedangkan Sehun tampak menghisap rokok dengan penghayatan penuh.
"Hmm.. Si Luhan, kau ingin aku berhenti merokok?" Tanya Sehun tiba - tiba.
"Xi Luhan, pakai X, bukan S." Protes Luhan.
"Ya, aku tidak suka melihat perokok" Lanjutnya.
"Sebenarnya bisa, tapi kau harus membelikanku Bubble Tea 5 setiap hari"
Luhan membelalakkan matanya kaget, ia segera menjewer telinga Sehun.
"Kau ingin memerasku ya?"
"Aa.. Sakit! Aku tidak ingin memerasmu bodoh!"
"Lalu?"
"Aku ingin merampokmu!"
"Apa?"
"Merampok cintamu."
Krik! Krik!
-oOo-
Chanyeol terlihat berdiri didepan pintu kelas, ia menunggu agar semua teman - temannya segera keluar dari kelas. Namun ketika Baekhyun hendak keluar ia malah menghalangi.
"Minggir Park Dobi jelek!" Ucap Baekhyun jutek, tapi Chanyeol tak bergeming. Ia malah memanjangkan tangan dan kakinya agar Baekhyun benar - benar tidak dapat melewati pintu.
"Yak! Minggir." Pekik Baekhyun kesal, apalagi saat melihat Luhan sudah berjalan menjauh meninggalkannya.
Chanyeol tampak menyeringai, ia kemudian menutup pintu dengan perlahan.
"Ke-kenapa ditutup, hah?" Gugup Baekhyun, ia sedikit takut kalau Chanyeol menyerangnya dikelas. Kan tidak elit.
"Aku merindukanmu." Kata Chanyeol sembari berjalan mendekat.
"Apa? Ish.. Jangan mendekat!" Baekhyun memundurkan tubuhnya, namun semakin lama ia semakin tersudut ke tembok.
"Kau tidak merindukanku, hah?"
Baekhyun semakin gugup apalagi saat Chanyeol menatapnya seperti hendak menelanjanginya.
"T-tidak.. Sama sekali tidak!"
"Begitu?"
"Ya! Kamera! Tolong aku!" Teriak Baekhyun sambil melambai kearah CCTV disudut atas kelasnya.
"Hahaha.. Kamera itu rusak, dasar bodoh!" Tawa Chanyeol meledak saat melihat tingkah bodoh Baekhyun.
Dengan kesal Baekhyun pun mempoutkan bibirnya.
"Aish.. Kau jahat sekali!" Pekik Baekhyun ingin menangis.
Karena tidak tega, Chanyeol pun menghentikan tawanya. Kemudian ia tampak merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru. Ia pun menyerahkan kotak itu kepada Baekhyun, membuat namja kecil itu bingung.
"Untuk siapa?" Tanya Baekhyun menunjuk kotak itu.
"Untuk Suzy."
"Aish! Kris saranghae! Saranghae!" Teriak Baekhyun hingga membuat Chanyeol cemburu setengah mati.
"Ya! Ya! Untukmu Chagi~ah."
Blush~
Wajah Baekhyun kini merona bak tomat.
"Apa isinya?" Bingung Baekhyun setelah menerima kotak itu.
"Lihatlah."
Baekhyun pun segera membuka kotak itu, sesekali pandangannya menatap kearah Chanyeol.
Ia membulatkan matanya saat melihat isi kotak itu, tampaknya ia terharu.
"Yeollie—"
"Kau suka?"
Baekhyun menganggukkan kepalanya, kemudian ia mendekat dan memeluk tubuh Chanyeol.
"Terima kasih Yeollie."
"Ya, tapi itu tidak gratis."
"Apa?!"
Chanyeol terkekeh, ia mencubit hidung Baekhyun pelan.
"Itu sangat mahal tau, aku rela tidak jajan selama sebulan demi membeli itu."
"Benarkah?"
"Ya, maka dari itu aku minta bayarannya."
Baekhyun segera menunduk, ia mempoutkan bibirnya karena sedih.
"Aku tidak punya uang Yeollie."
"Haha.. Tentu saja bayarannya bukan uang. Tapi ini." Ucap Chanyeol seraya menunjuk bibirnya.
"Apa? Aish! Kau mesum!" Baekhyun kembali merona, ia memukul kecil dada Chanyeol.
"Karena Eyeliner yang ku berikan 5, otomatis kau juga harus menciumku 5 kali."
Baekhyun menunduk untuk menutupi rona diwajahnya, tangannya bergerak usil dikancing Chanyeol.
"Wah! Kau menggoda ku ya?"
Baekhyun segera menggeleng.
"T-tidak!"
"Lalu kenapa memainkan kancing bajuku?"
"Aku hanya malu."
"Eh, memangnya kau punya kemaluan Baekkie~ah?"
"Apa?! Yak! Tentu saja punya!"
"Benarkah? Aku mau lihat."
Blush~
Lagi - lagi pipi Baekhyun tampak memerah, namun kali ini iya berani melihat tepat kemata Chanyeol.
"Mau lihat?" Chanyeol menganggukkan kepalanya antusias.
Dengan perlahan Baekhyun pun mendekati Chanyeol, kemudian tangannya menarik wajah Chanyeol agar mendekat. Dan..
Cup~
Baekhyun mencium bibir Chanyeol dengan lembut, tangannya menuju kearah resleting celana Chanyeol. Bermain sebentar untuk menggoda. Tentu saja Chanyeol tidak menyia - nyiakan kesempatan langka itu, ia pun memperdalam ciuman mereka. Sengaja ia keluarkan desahan mautnya yang sexy.
Ketika Baekhyun hampir menurunkan resleting Chanyeol tiba - tiba sebuah suara menghentikan kegiatan mereka.
"Yak! Jangan bermesraan disini."
Refleks Chanyeol dan Baekhyun menoleh kearah orang itu.
"Kai!" Jerit Baekhyun seperti seorang gadis keperawanannya.
"Sejak kapan kau disitu?" Tanya Chanyeol heran.
"Sejak pelajaran berakhir aku tidak keluar."
"Jadi kau melihat semuanya?" Kini Baekhyun yang bertanya.
"Ya! Semuanya.."
"A-apa? Yak!" Teriak Baekhyun membahana.
-oOo-
"Woah! Jadi hari ini kau memakai eyeliner pemberian Chanyeol?" Tanya Luhan sambil meneliti mata indah Baekhyun.
"Ya."
"Wah, pasti harganya sangat mahal."
"Ya.. Ini memang sangat mahal, Yeollie sangat baik." Ucap Baekhyun sambil melirik kearah bangku Chanyeol. Disana terlihat Chanyeol yang sedang tertidur dengan mulut terbuka, dari mulutnya keluar air liur.
"Iuuhh.." Kedua namja cantik itu menatap jijik.
"Sekarang aku merasa menjadi sangat cantik Luhan~ah, melebihimu dan yeoja paling cantik sedunia sekalipun!"
Luhan memutar bola matanya malas, ia merasa sahabatnya itu terlalu kepedean.
"Huh! Dasar pede!"
"Kau iri ya? Haha." Baekhyun tertawa dengan keras.
"Ish—"
'Brak!
Pintu kelas tiba - tiba ditendang seseorang dengan keras, membuat siswa yang berada dikelas terperanjat kaget. Tak terkecuali Chanyeol, ia malah sudah terjungkal kebelakang.
'Bruk!
"Yeollie!" Pekik Baekhyun sembari berlari kearah Chanyeol, membantu namja tampan itu berdiri.
"Aish~ Sakit sekali Baekkie~ah." Ringis Chanyeol kesakitan sambil memegang pinggangnya yang terbentur kursi.
"Yang mana yang sakit?"
"Ini Baekkie." Kata Chanyeol sambil menunjuk bibirnya.
"Yak mesum!"
"Hehe."
"Hai bibir manis dan bibir asam! Dari tadi aku diabaikan." Seru seorang namja yang berada didepan pintu, ternyata ia yang menendang pintu itu.
Baekhyun dan Luhan membelalakkan mata mereka kaget. Ya, mereka tidak habis pikir namja itu berani mengatakan julukan itu didepan umum.
"Yak! Apa yang kau katakan!" Teriak Chanyeol emosi. Baekhyun segera memeluk tubuh Chanyeol, mengelus punggung lebar itu agar tenang.
"Memangnya kenapa? Kau cemburu?" Ujar namja itu, Sehun, ia melipat tangannya didada.
"Aish! Kau! Minggir Baekkie, aku ingin menghajar wajahnya."
"Tidak boleh! Kalau kau kesana, tidak ada kissue selama setahun." Ancam Baekhyun. Chanyeol membulatkan matanya. Tidak mungkin ia bertahan tanpa mencium Baekhyun, sehari saja rasanya ia tidak tahan, apalagi setahun.
"Baekkie~ah—"
"Tidak!"
Chanyeol hanya mendesah pelan, mau bagaimana lagi, Baekkie nya kan sangat keras kepala sekali. Kalau ia katakan tidak, ya tidak.
"Suami takut istri ya?" Sehun tertawa mengejek, tentu saja Chanyeol kembali naik pitam.
"Kalau tidak karena Baekkie, gigimu mungkin sudah habis sekarang!" Teriak Chanyeol keras.
Baekhyun sangat tau bahwa Chanyeol sangat emosi, terbukti dari tubuh Chanyeol yang bergetar hebat.
"Yeollie, tenang lah." Ucapnya lembut.
"Tidak bisa Baekkie! Dia itu harus dimppthh—"
Baekhyun sudah membungkam bibir Chanyeol dengan ciuman, dengan perlahan Baekhyun memundurkan tubuh Chanyeol agar mereka bisa kesudut kelas. Dan melanjutkan aksi ciuman beringas mereka.
Luhan hanya menghela napas panjang melihat adegan itu, sudah biasa pikirnya.
"Bibir asam, ayo ikut denganku! Kau pasti rindu dengan bibirku kan?" Ucap Sehun pede. Luhan kembali memutar bola matanya malas.
"Bilang saja kau yang merindukanku."
Sehun tersenyum malu.
Ketika Sehun hendak berjalan mendekati Luhan, gerakannya terhenti ketika dua orang namja menahannya.
"Wah! Ternyata ini yang bernama Oh Sehun. Hm, ternyata masih ingusan." Seru seorang namja berkulit tan setelah melihat papan namja Sehun.
"Benar, aku kira ia lebih tinggi dariku. Ternyata tidak, kurus kering, ceking, seperti kurang gizi." Ucap seorang namja tinggi. Sehun hanya memasang wajah datarnya.
"Aku tidak punya urusan dengan kalian." Kata Sehun datar.
"Tentu saja punya, Luhan dan Baekhyun itu sahabat kami. Kenapa? Kau takut ya?"
"Biarkan saja dia Kai, dia itu masih kecil. Kasihan!" Seru Luhan dari bangkunya.
Ia cukup malas melihat adegan didepannya itu.
"Aku tidak kasihan!" Ucap Sehun agak sedikit keras.
"Kau dengar Kris? Dia tidak merasa kasihan. Haha." Dua namja itu, Kris dan Kai tertawa dengan hebatnya.
Sehun hanya diam, namun dari pancaran matanya tersirat dendam. Ia pun segera mendorong kedua namja itu, ia sedikit berlari ketika keluar.
"Kris! Dia ngambek." Lagi, kedua namja itu tertawa.
Luhan menunduk, ada sedikit rasa bersalah saat melihat wajah Sehun tadi. Namun ia bingung kenapa ia merasa bersalah.
"Eh? Sudah selesai?" Bingung Baekhyun yang tiba - tiba muncul dari bawah meja, penampilannya sangat berantakan.
"Errr~ Baekhyun~ah, kau sangat sexy." Kata Kai yang segera diangguki oleh Kris.
"Apa? Apa kau bilang? Mati kalian berdua!" Seru Chanyeol yang tiba - tiba juga muncul dari bawah meja.
"Huaaah!"
-oOo-
"Xi Luhan!" Panggil Sehun ketika melihat Luhan hendak masuk kekelasnya.
"Eh? Kau memanggilku?" Tanya Luhan sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Memangnya ada Xi Luhan lain disampingmu?" Geram Sehun.
"Tidak ada." Kata Luhan polos.
"Ya sudah berarti itu kau."
"Oh."
Hening~
Keduanya sangat terlihat kikuk, terlebih lagi Sehun.
"Luhan~ah."
Luhan mendongakkan kepalanya untuk melihat Sehun, karena sebelumnya ia menunduk.
"Ma-maukah.. Ka-kau jadi pa-pacarku?" Ucap Sehun gugup, ia tidak pernah merasa segugup ini sebelumnya.
Luhan langsung membelalakkan matanya kaget saat mendengar pernyataan cinta Sehun tersebut. Apalagi ia menyatakan cinta didepan orang yang tiba – tiba berkumpul mengelilingi mereka. Entah dari mana datangnya.
Terdengar sorak sorai dari siswa – siswa yang menyaksikan siaran langsung tersebut, ada yang berteriak terima, dan ada juga yang berteriak agar tolak. Membuat Luhan pusing seratus keliling.
"Ka-kau serius?" Tanya Luhan memastikan.
"Aku sangat serius. Sebenarnya aku tidak tau awalnya ini cinta, namun ketika aku bertanya pada Kakek-ku ia mengatakan bahwa ini cinta. Xi Luhan, aku mencintaimu." Tutur Sehun yang langsung membuat seluruh siswa yeoja memekik heboh.
Blush~
Pipi Luhan kini terlihat merona, ia bahkan tidak tau harus membuat wajahnya kemana. Ia benar – benar malu.
"Hiks! Terima Luhan! Terima! Aku suka pria romantis.. Hiks."
Luhan menoleh ke sumber suara dan mendapati Baekhyun tengah menangis haru.
"Yak! Aku juga romantis!"
Dan itu Chanyeol yang berteriak keras karena cemburu.
"Luhan! Pikirkan masa depanmu! Tidak mungin kau bersama namja ceking itu!"
Luhan pun memutar bola matanya.
"Yak! Kau juga kurus ceking Kai!" Teriak Luhan tidak terima Sehun nya di ejek oleh Kai begitu.
Kai hanya tertawa malu, apalagi saat melihat Kyungsoo menatapnya datar dari kerumunan para siswa itu.
"Jadi bagaimana Luhan~ah?" Tanya Sehun yang mulai bosan.
Luhan menundukkan kepalanya, tangannya sibuk memilin – milin ujung baju.
"Eum.. Ba-baiklah Sehun~ah." Mau tidak mau ia pun menerima Sehun, daripada single terus lebih baik terima yang ada. Begitulah pemikiran Luhan.
"Woaaaa!" Begitulah sorak sorai yang terdengar ketika Luhan menerima Sehun. Bahkan Baekhyun pun sudah menangis hebat didalam pelukan Chanyeol.
Sementara Kai mendengus pelan 'Hilang sudah satu fansku' Batinnya.
Sedangkan Kris tersenyum bahagia, ia jadi mengingat pacarnya yang bernama Tao, yang masih berada di China.
-oOo-
"Lulu Baby?"
"Emm?" Luhan mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Sehun yang sedang memeluknya.
"Aku haus."
"Haus? Aku ambilkan minum ya?" Ucap Luhan yang hampir beranjak, namun Sehun segera menahannya.
"Bukan haus air, tapi haus ciumanmu."
Blush~
Luhan pun memukul dada Sehun pelan.
"Yak! Kau ini sangat mesum, tadi kan sudah."
"Itu kan tadi, aku mau sekarang." Sehun segera menarik tengkuk Luhan, mengecup lembut bibir mungil itu.
"Lulu baby~" Ucap Sehun sedikit mendesah ketika ciuman mereka terputus.
"Ya?"
"Aku tidak tahan."
"Apa?"
"Ayo kita lakukan itu sekarang." Sehun segera merebahkan tubuh Luhan, kemudian ia menyerang bibir Luhan dengan penuh nafsu.
Namun—
Plak!
Luhan menampar Sehun tepat dipipi, membuat namja tampan itu meringis kesakitan.
"Kau mau melakukan itu ditempat ini? Benar – benar tidak elit!" Pekik Luhan sedikit kesal.
Sehun segera menolehkan kepalanya kesekitar, dan mendapati banyak sampah dan barang – barang rongsokan di tempat itu. Mereka memang sedang berada diatas gedung sekolah, tempat tongkrongan Sehun.
"Lalu kau mau dimana?"
"Di hotel bintang lima. Setelah itu belikan aku baju dan tas yang mahal. Eitss tapi bukan berarti itu bayaranku, karena aku bukan pelacur. Setelah itu belikan aku sepatu, woaa! Aku melihat sepatu limited edition kemarin. Pasti mahal sekali! Terus bla bla bla."
Sehun memasang wajah datar kearah pacar barunya itu. Ia tidak menyangka kalau pacarnya yang cantik dan manis itu ternyata sangat matre.
'Matre' – Bathin Sehun ingin menangis.
-oOo-
"Oppa!" Pekik seorang yeoja cantik kerarah seorang namja tampan. Terlihat namja itu melambai senang.
"Suzy~ah!"
'Plak!'
"Berani sekali kau melambaikan tanganmu kearah Yeoja itu!" Pekik namja mungil kearah namja tampan yang baru saja ia tampar itu.
"Baekkie~ah! Aku—"
"Stop! Aku tidak butuh penjelasanmu." Namja pendek itu, yang akhirnya kita ketahui bernama Baekhyun segera berlari. Ia sangat kesal melihat pacarnya itu bersikap baik kepada saingannya.
Namun baru setengah jalan ia berlari, langkah nya tiba – tiba berhenti.
Ia menolehkan kepalanya kearah Suzy dan pacarnya, Chanyeol. Ternyata dua orang itu tidak peduli sama sekali dengannya.
Ia pun kembali berlari kearah dua orang itu, membuat napasnya terengah – engah.
"Yeolli! Kau jahat sekali!" Pekik Baekhyun setengah terisak.
"Baekkie~ah! Itu tidak seperti yang kau pikirkan!"
"Lalu? Kenapa kau tidak pernah mengejarku? Ah! Atau kau memang tidak mencintaiku ya? Hiks.." Baekhyun kembali terisak. Kemudian ia menatap Suzy tajam.
"Kau! Yeoja genit! Kan sudah ku peringatkan kau untuk tidak mengganggu Chanyeol-ku!" Pekik Baekhyun sambil menunjuk Suzy.
"Mi-mian—"
"Diam!"
"Baekkie~ah! Tenanglah! Akan ku jelaskan!"
"Tidak! Lihat ini Yeoja jalang!"
Baekhyun menarik lengan bajunya hingga ketiaknya yang berbulu terlihat, kontan saja Suzy memekik ketakutan. Namun lain halnya dengan Chanyeol, ia malah meneguk liurnya dengan susah payah. Menurutnya ketiak Baekhyun itu sangat sexy.
"Hiks.. Mianhae oppa aku tidak bermaksud." Dan kemudian Yeoja cantik itu pun berjalan menjauh, bahunya bergetar menandakan bahwa ia menangis.
"Lihat! Kau membuatnya menangis." Ucap Chanyeol sedikit kesal.
"Apa? Jadi kau lebih peduli padanya daripada dengan pacarmu sendiri yang juga menangis? Hiks.. Kau tega!" Baekhyun segera memukuli dada bidang Chanyeol. Ia terisak hingga air mata memenuhi wajahnya.
"Baekkie~ah."
"Hiks."
"Kau salah paham. Ia hanya mengantarkan makanan ini untukmu, ini dari Eomma. Sebenarnya tadi pagi Eomma ingin aku yang membawakan makanan ini untukmu. Namun karena aku terburu - buru menjemputmu membuat aku lupa membawa makanan ini. Jadi Eomma menyuruh agar Suzy menyerahkan padaku." Jelas Chanyeol panjang lebar.
Baekhyun terlihat mengusap air matanya dengan perlahan, sepertinya ia cukup menyesal karena telah menuduh Chanyeol yang tidak - tidak.
"Maaf, Yeollie." Ucap Baekhyun mempoutkan bibirnya.
"Tidak apa – apa, ini untukmu."
Baekhyun segera menerima makanan itu dari tangan Chanyeol, matanya sedikit berbinar karena mendapatkan makanan gratis.
Greb!
Chanyeol memeluk tubuh Baekhyun dengan lembut, bibirnya ia arahkan ketelinga Baekhyun.
"Jangan pernah cemburu lagi ya?"
Baekhyun mengangguk. Tangan kanannya ia gunakan untuk menarik dagu Chanyeol.
"Untukmu."
Cup~
Baekhyun mengecup kilat bibir kissable milik Chanyeol, membuat namja tampan itu bersmirk ria.
"Sekali lagi?"
"Tidak mau!"
"Kalau begitu tidur denganku saja ya?"
"Apa? Yak!"
"Kenapa?"
"Nikahi aku dulu."
"Baiklah, tunggu 3 tahun lagi. Tapi aku mau sekarang Baekkie."
"Apa?!"
Pukulan bertubi - tubi segera mendarat di tubuh Chanyeol, tentu saja namja itu meringis kesakitan.
"Kau sangat mesum!"
"Kau yang membuat aku mesum Baekkie~ah."
"Benarkah?"
Keduanya pun tersenyum. Baekhyun kini bahkan sudah menggigit bibir bawahnya untuk menggoda Chanyeol.
"Kau menggodaku ya?"
"Tidak, tapi kau yang tergoda."
"Sama saja."
Cup~
Baekhyun kembali mencium Chanyeol, lidahnya malah sudah terjulur untuk menjilat - jilat bibir Chanyeol. Membuat ciuman manis itu menjadi memanas.
"Eugh.. Ah.. Baekkie~ah, aku tidak tahan."
Keduanya hanyut didalam ciuman panas mereka, sesekali tangan Chanyeol bergerak nakal mencubit puting Baekhyun. Tak memperdulikan sekeliling mereka yang merupakan taman belakang sekolah.
"Ah.. Yeolliehh~~"
"Baekkie~~"
"Yak? Siapa itu berbuat mesum disekolah? Hey! Hey! Jangan lari kalian! Dasar anak nakal!"
Ternyata itu pasangan ChanBaek yang sudah lari terbirit - birit setelah dipergoki penjaga sekolah. -_-
-End-
