Lu In Love!

Pairing : HunHan!

By : Styli

Happy Reading! ^^

.

.

.

Suasana sangat hening di perpustakaan, ruangan yang sejuk saat udara dari air conditioner tersebut menyentuh setiap permukaan kulit Luhan yang sedang asik tertidur, ia membiarkan air liurnya mengalir dibuku bacaannya. Ia terbangun dari tidurnya yang lelap dan melihat kesekitarnya sambil menguap, dia membersihkan air liurnya dengan mengusapnya. Saat Luhan ingin merentangkan tangannya lagi untuk tidur, ia terkejut mendengar suara laki-laki disebelahnya.

"Kamu menggangguku dengan dengungan tidurmu" mendengar seseorang berbicara seperti itu, Luhan langsung mengangkat tubuhnya dan menatap ke orang yang disebelahnya. Betapa terkejutnya, ternyata orang yang menegurnya barusan adalah Oh Sehun si pria dingin misterius itu.

"Ma-maaf" Luhan menunduk sebentar, Sehun hanya memalingkan wajahnya dan membaca bukunya lagi dengan serius.

'mengapa dia muncul sih dihadapanku?' Luhan mengernyitkan wajahnya, dia terkaku, jujur saja Luhan sangat gengsi, 'kalau aku sekarang pergi, pasti dia pikir aku menyukainya' ucap Luhan dalam hati.

"Mengapa wajahmu seperti itu?" Sehun berbisik pada Luhan, dengan sontak Luhan terkejut dan menggoyahkan tubuhnya dengan refleks.

"Astaga. K-kau membuatku kaget" Luhan dengan refleks memandang wajah Sehun disampingnya, lalu memalingkan wajahnya lagi.

"Kau aneh" Sehun berdiri dan mengatakan sepatah kata yang membuat Luhan membuka matanya dengan lebar, lalu ia meninggalkan ruangan perpustakaan tersebut.

"Apa katanya? Aku aneh? Dasar sombong! Bilang saja kau suka denganku- aww" Luhan yang berbicara dengan nada tinggi langsung disapa oleh lemparan bolpoin dari orang didepannya. Luhan menatap kesal ke orang tersebut, tetapi dengan segera ia menarik nafas dan tersenyum.

"mianhae" ucap Luhan sambil tersenyum manis dan meninggalkan perpustakaan.

.

Luhan berjalan kekelasnya di lorong yang sepi dengan wajah bertekuk, Luhan merasa ada langkah orang lain yang mengikutinya. Tetapi saat ia lihat kebelakang tidak ada siapapun, lalu Luhan tidak mempedulikan hal tersebut dan tetap berjalan.

"Semua karena Oh Sehun, setiap dia berada didekatku pasti aku melakukan hal yang aneh. Aish- aku benar-benar takut dengan tatapan itu, mengapa ia terus muncul dihadapanku?" Luhan tetap melangkahkan kakinya dengan gerakan lebih cepat.

"Lu-!" Teriak laki-laki bertubuh tinggi dan kurus dari belakangnya, Luhan yang melihat kebelakang segera memasang wajah malasnya dan terdiam.

"Aku sudah tahu bahwa yang mengikutiku pasti Park Chanyeol" ucapnya dengan Chanyeol yang sedang berlari kearahnya.

"Aku tadinya ingin mengejutkanmu, tapi kamu berjalan cepat sekali hahaha" Chanyeol sekarang sudah berdiri disampingnya, Luhan hanya menatapnya dengan sensi.

"Langsung saja pada topiknya, ada apa?" tanya Luhan.

"Emm- kau kan tahu, aku menyukaimu. Tapi jelas saja aku sudah punya Baekhyun. Jadi-", "Jadi apa? Aku harus pindah sekolah agar aku tak muncul lagi dari hadapanmu?" tanya Luhan yang memotong pembicaraan Chanyeol serta tatapan yang tajam.

"Ti-tidak begitu, maksudku jadi... kamu pasti mau kan bermain dibelakang Baekhyun? Aku kan banyak digemari disekolah ini, tapi yang aku suka hanya kamu." Mendengar perkataan Chanyeol barusan, Luhan hanya mengangkat satu alisnya dan menyilangkan kedua lengannya didepan dadanya.

"Sombong sekali ya, sudah bagus masih ada yang menerimamu. Kau pikir aku mau denganmu jika Baekhyun bukan kekasihmu" ucap Luhan, Chanyeol tersenyum kaku mendengar kata-kata Luhan yang menusuk dadanya.

"Hargailah orang yang menyayangimu Chanyeol" Luhan mengusap bahu Chanyeol dan pergi meninggalkannya.

"Kau akan menyesalinya rusa" ucap Chanyeol sambil berdecik emosi dengan mengepalkan kedua tangannya.

.

.

Luhan sampai kekelas, dia tidak mau menatap Sehun sama sekali kali ini. Sehun terduduk malas dikursinya dan melihat Luhan yang jalan dengan menutupi setengah wajahnya untuk memalingkan wajahnya dari Sehun. Luhan duduk dikursinya ia mencoba mengintipi Sehun, apakah ia masih memandangnya atau tidak. Saat dia melihat sedikit kearah Sehun, ia terkejut ternyata Sehun masih memandangnya dengan tatapan dinginnya. Dengan segera Luhan membeku dan melihat kearah buku yang ada dihadapannya dengan cepat.

"Astaga! Rusa buduk. Aku mencari buku itu kemana-mana, dasar pencuri!" Baekhyun menarik buku tersebut dan menatap Luhan dengan penuh emosi.

"Haiss- bocah ini benar-benar, aku tidak mencuri buku mu, tadi bukumu ada di mejaku" Luhan menjitak kepala Baekhyun. Baekhyun yang emosi hampir saja merauk wajah Luhan, tetapi dengan cepat Chanyeol menangkisnya.

"C-Chanyeol?! Mengapa kamu menangkis tanganku?!" Baekhyun berdecik emosi, wajahnya merah seketika.

"Berhentilah membesar-besarkan masalah Baekhyun" Chanyeol segera duduk dibangkunya, Baekhyun menatapnya dengan tatapan bingung dan emosinya lalu segera duduk. Luhan terdiam bingung dengan sikap Chanyeol, Sehun yang ada didepan hanya melirik-melirik sebentar kearahnya.

'Chanyeol aneh sekali' ucap Luhan dalam hati dan terduduk dikursinya.

.

.

.

Bel pulang telah tiba, semua murid berpergian untuk keluar dari gerbang sekolah. Luhan memasukan bukunya ke tas dan berdiri dari bangkunya, ia melihat kearah Sehun yang menatapnya dengan dingin dan meninggalkan kelasnya.

'dia masih menatapku seperti itu' ucap Luhan dalam hati.

Luhan meninggalkan ruangannya, dan berjalan keluar gerbang. Bukankah ini aneh? Sekarang Sehun lah yang berjalan mengikutinya dari belakang, bahkan terus mengikutinya selama perjalanannya menuju halte. Luhan mempercepat jalannya.

'mengapa ia terus mengikutiku sih?' ucapnya dalam hati sambil mempercepat langkahnya, dan berhenti di halte. Ia melihat kearah sekitar dan menghela nafasnya.

"Mengapa tadi ia mengikutiku sih?" Ucap Luhan sambil menghela nafasnya sekarang dan sendirian.

Bus datang, Luhan merasa tenang sekarang. Ia kali ini benar-benar merasa aneh dengan murid baru yang tampan tersebut. Mengapa dia menatap Luhan dan terus saja muncul dihadapannya?.

Luhan segera naik ke bus tersebut, dan bus tersebut penuh, sehingga Luhan sekarang harus berdiri dan desak-desakan. Betapa terkejutnya ia, ketika ternyata orang yang berdiri disampingnya adalah Sehun lagi.

'astaga dia lagi, bagaimana bisa kita bertemu lagi' ucap Luhan dalam hati sambil menundukan kepalanya.

"Seharusnya jika kamu tahu di dekat sekolah ada halte, untuk apa berjalan jauh?" ucap Sehun dengan earphone yang tetap ada di daun telinganya. Membuat Luhan terkejut dikit

"A-aku, hanya ingin berolahraga" jawab Luhan sambil menatap Sehun sebentar.

"Bukan karena kamu tidak tahu dan malu untuk bertanya?" tanya Sehun dengan tatapan dingin, kali ini Luhan benar-benar berkeringat gugup dibuat oleh Sehun. Entah mengapa rasanya lemas dan ketakutan melihat Sehun dengan tatapan tajam seperti pisau yang baru saja diasah tersebut.

"A-aku.. benar aku tidak tahu" ucap Luhan sambil berusaha menggeser tubuhnya agar menjauh dari tubuh Sehun yang terus-terusan semakin mendekat membawanya ke sudut dinding bus karena banyaknya orang yang mendesak dan menyudutkan mereka.

"Aneh- dasar sombong" ucap Sehun dengan singkat, Luhan benar-benar merasa bahwa laki-laki ini seperti mengincar kematiannya.

'ia selalu datang, menatapku, dan membunuhku dengan kata hinaannya' ucap Luhan dalam hati sambil berusaha menjauhi Sehun yang sekarang menyudutkannya.

.

Mereka turun dihalte yang sama, Luhan benar-benar muak pada Sehun yang terus mengikutinya. Ia merasa sedang dibuntuti oleh psycopath. Luhan berjalan cepat menjauhi halte tersebut, begitupun Sehun.

'kali ini aku harus menegornya. Dia benar-benar membuatku tidak nyaman' ucap Luhan dengan wajah kesalnya. Di perbelokan rumahnya, akhirnya ia berbalik kebelakang dengan mata tertutup dan berteriak.

"Hey- Oh Sehun!" Luhan berteriak dan membuka matanya dengan cepat, betapa terkejutnya ia ketika Sehun sudah tidak ada di kasat matanya, lalu Sehun memundurkan langkahnya dari perbelokan arah barat dari tempat Luhan sekarang.

"Ada apa?" tanya Sehun dengan wajah datarnya. Luhan benar-benar malu, ia salah ternyata.

"Apa rumahmu disekitar sini?" tanya Luhan dengan menundukan wajahnya. Lalu Sehun hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya kedepan untuk melanjutkan jalannya.

.

.

Luhan sedang berada dikamarnya dan memukul dirinya sendiri dengan bantal sekarang, ia telah merasa bodoh karena hal tadi.

"Lu- Kamu bodoh!" Luhan terus menggulingkan badannya dikasurnya secara terus menerus.

"Bagaimana jika dia tahu bahwa kamu mencurigainya? Aiss- kau benar-benar memalukan, kau salah menilai orang lain" ucap Luhan sambil terbaring malas melihat kearah kamarnya yang acak-acakan.

"Tetapi tatapan itu, membuatku merasa aneh" ucapnya dengan lirih dan memandang langit-langit dikamarnya.

"Luhan! Ada temanmu nih" Seseorang berteriak dari depan kamar kontrakannya, dengan segera Luhan bangkit dan keluar dari kamarnya.

"Halo" sapa seorang laki-laki bertubuh pendek, bermata besar dan berwajah datar.

"Kyungsoo-ah, apa kabar?" Luhan segera menyambutnya dengan pelukan.

.

.

.

"Apa? Pindah kesekolahku?" tanya Luhan dengan wajah kagetnya didapurnya.

"Iya, kamu kan tahu aku orang korea yang sempat tinggal di China lalu pindah lagi ke Canada, aku tidak biasa berteman dengan orang Korea walaupun aku bisa berbahasa dan warga asli Korea" ucap Kyungsoo.

"Tapi, bagaimana dengan biayanya? Kau kan disana dapat beasiswa. Mengapa kamu pindah kesini?" tanya Luhan sambil meletakan gelas berisi teh hangat tersebut kemejanya lalu ikut duduk disamping Kyungsoo.

"Aku- membawa kabur uang ayah ibuku, mereka sudah kaya tidak perlu lagi uang sedikit ini. Kamu juga mengapa meninggalkan ku di China?" Ucap Kyungsoo dengan nada tingginya kearah Luhan.

"Aku kan ingin berkeliling dunia" Luhan tersenyum manis kearah Kyungsoo. Kyungsoo hanya menatapnya dengan mata yang besar tersebut.

"Oia, Luhan. Ngomong-ngomong, apa disekolah mu- Apa ada yang bernama Kim Jong-In?" tanya Kyungsoo yang membuat Luhan sedang meminum tehnya menjadi tersedak.

"Kenal dari mana kamu?! Jangan bilang kamu membuka friend list ku?!" Luhan membuka matanya dengan lebar.

"hehehe" Kyungsoo tertawa manis, membentuk lekukan bibirnya menjadi bentuk hati ketika ia tertawa.

"apa hubunganmu dengannya?Hah?! Jawab pertanyaanku, apakah kau pindah kemari karenanya?" tanya Luhan sambil menggoncangkan pundak teman disampingnya dan menatapnya dengan tatapan serius.

.

.

.

eyo~ annyeong~

Jujur aja, ga bisa pastiin setiap hari update.

Jadi semoga kalian sabar dan suka sama ceritanya.

review, please?