"Yap! Selesai! Tapi entah kemana Nobunaga, mantan kepsek sini ya?" Sarutobi Sasuke langsung bernafas lega ketika mendengar kabar bahwa Nobunaga dan Nohime akan mengundurkan diri.
"WOI! PENGUNGUMAN INI KAN MASIH LAMA! LEPASKAN ITU SEKARANG! SOAL MURID BARU ITU JUGA! TUNGGULAH TAHUN DEPAN! MENGERTI, NYET?!" Nobunaga langsung datang entah muncul dari bawah tanah dan memarahi Sasuke, anggota klub koran yang tak berdosa dan tak bernoda.
.
.
Gakuen Basara : Students Activities
Day 2
Matahari yang terbit di sebelah timur, embun pagi mulai membasahi dedaunan hijau, orang – orang mulai memadati kota Kyoto, orang – orang mulai ramah menyapa siapapun. Namun, Itu tidak akan pernah terjadi di Gakuen Basara. Matahari terbit di sebelah barat, embun pagi mulai menjadi abu yang menyelimuti daun hitam, para berandalan mulai memadati Gakuen Basara, orang – orang mulai nge-bully siapapun yang lewat bahkan mbok – mbok numpang ke toilet pun di-bully juga.
"Aku…Tidak tahan dengan tindakan – tindakan yang tidak manusiawi! AKU, AZAI NAGAMASA! AKAN BERJANJI MELINDUNGI MURID – MURID TAK BERDOSA DAN TAK BERNODA BAHKAN MBOK – MBOK YANG NUMPANG TOILEET!" Azai Nagamasa, bisa dibilang ia adalah ketua OSIS yang cerewet ntah muncul dari WC secara mendadak.
"Nagamasa – sama…Ichi…Akan membantu…" Terdengar suara lembut lemah gemulai tapi tiba – tiba suasana berubah menjadi horror ketika perempuan itu menampakkan diri dari balik pintu kayu yang sudah mau ambruk karena dimakan 1000000000000 rayap. Perempuan yang bernama Oichi itu merupakan pacar Azai Nagamasa.
"Sudahlah, Ichi! Jangan ikut campur!
"Tapi…Tak ada yang bisa aku lakukan…Untuk Nagamasa – sama…" Oichi menangis histeris sampai keluar aura hitam bercampur ungu.
"Baik! Baik! Kau ikut membantuku!"
"Ichi…Sangat senang membantu Nagamasa – sama…" Oichi langsung berbicara dengan nada super slow.
.
.
.
Di depan pagar sekolah, terlihat seorang Maeda Keiji yang sedang menggodai wanita – wanita yang numpang lewat di sampingnya.
"Hai, cewe!" Dengan nadanya yang membuat orang ingin muntah darah dan rasanya ingin berteriak 'EEEEWWW! NUAAJIIZZZ!' di puncak pegunungan Himalaya.
"Haaah…Kenapa sekolah ini kebanyakan cowo-nya daripada cewe sekseh…?"
Sementara itu, Nagamasa dan Oichi mengintip dari balik pohon kelapa.
"Liat itu! Maeda Keiji! Ia sedang nge-gombal cewe lewat!"
"Maeda Keiji… Ia ada di daftar murid…"
"Kalau begitu kita kasih skor!" Nagamasa langsung menarik rambut Keiji dari belakang.
"Adaaawww! Addududududuuduh! –Akit! Hei! Siapa kau?!"
"AKU AZAI NAGAMASA! KETUA OSIS GAKUEN BASARA! 17 IS MY AGE!"
"Aku…Oichi…wakil ketua OSIS… Maeda Keiji, kau dapat skor 5…"
"HEEEH?! Apa salahku?! Apa salah diriku?!"
"SALAHMU NGE-GOMBAL WANITA SEKSEH ummm… maaf! SALAHMU MENGGODA CEWE LEWAT!" Nagamasa langsung menempelkan secarik kertas kecil di jidat Keiji yang bertuliskan 'DILARANG NGE-GOMBAL!'dan tiba – tiba datanglah 5 murid nan keker abis numpang lewat.
"Hey! Ternyata dia jadi korban juga."
"Sasuke! Apa itu?"
"Entahlah, danna. Aku tak tau."
"Hehehe…Dia ternyata tertangkap basah! Betul tidak, Mouri?"
"Hmph…Idiot…"
Nagamasa langsung mendengar ejekan itu dan mengeluarkan api dari kepala sampai ke jari – jari kakinya yang baunya sangat mengenaskan dan bergemalah lagu 'THIS BOY IS ON FIRE!' (aslinya this girl is on fire, gak tau siapa yang tiba – tiba ganti lirik dan judul lagu dan tiba – tiba menjadi lagu dangdut)
"KALIAN… AKAN KUIRIS JADI BAWANG BOMBAY UNTUK LAUK MAKAN SIANGKU!" Teriakannya bahkan sampai kaca pecah semua.
"Ternyata…Hidup itu sulit…" Pikir Nagamasa.
.
.
.
Pukul 10.00, klub baseball akhirnya dangdutan di ruang musik dengan volume 1000000 dengan lagu 'TUTUP DIKE-NYOT' (lagu asli: Buka Dikit Jos). Kenapa? Karena ketika klub baseball vs klub sepakbola lomba hom-pim-pa, klub sepakbola akhirnya menang karena bantuan pelatihnya yang tiba – tiba mematahkan jari – jari tangan Masamune. Masamune masih menangisi ibu jarinya yang kehilangan anak – anak dan suaminya ketika tangannya dihajar habis – habisan oleh pelatih klub sepakbola sekaligus guru olahraga.
"Shit! Dari kemaren sampe sekarang sial terus!"
"Tenangkan dirimu, Masamune – sama! Lebih baik kita berjoget – jo-"
"DIAM SEMUA! APA – APAAN INII?!" Nagamasa langsung membanting pintu dengan kencang.
"haaa? WHO ARE YOU?"
"NAME IS AZAI NAGAMASA! 17 IS MY AGE!"
"lha lhi lhu lhe lho…Bahasa apaan tuh?!" Masamune langsung bangkit berdiri namun tiba - tiba tertawa terbahak - bahak ketika mendengar inggrisnya Nagamasa yang acak adul. Masamune langsung tertawa menangis bahkan berguling -guling di lantai. Maklum, nilai inggris Nagamasa sekitar 20, 30, 40.
"DILARANG DUGEM DI KELAS MUSIK! SAYA SEBAGAI KETUA OSIS MENGHUKUM KALIAN!"
"cieee… Ahay! Kakak OSIS!" Masamune langsung menggombali Nagamasa dengan matanya yang bling bling.
"SUDAH CUKUP! ICHII! CATAT MEREKA DI BUKU PELANGGARAN!"
"Anggota klub baseball…Kalian melanggar peraturan yang ke 100… Dilarang dangdutan di sekolah… skor 50".
"SIALAAAANNN! ITU TERLALU BANYAAAK!" Kojuro langsung menentang. 'Membela kebenaran tapi cuma numpang lewat' Kata Nobita dkk.
"A…APA KATAMU?! BERANI MENENTANGKU?! KAU SETAN!"
"SIAPA YANG SETAN?! LIHAT! SESUDAH INI KITA MAU BERKEBUN! TAU GAK?!"
Lagi – lagi dan berulang setiap hari, berantem ria terus menyelimuti Gakuen Basara. Sementara itu, Masamune hanya cuek dan memamerkan kebiasaannya tiap hari, yaitu mengupil.
"Weeek! MULAI MARAH~~MULAI MARAH~~" Gaya ala iklan biskuit 'snikers'. Kojuro langsung mengejek – ejek Nagamasa dan membuatnya lari dari kelas musik karena sudah tidak tahan.
.
.
.
"MINGGIR, BROO! *tet tet tet"
WHUUUSSSSSHHHH…
Rupanya Chosokabe Motochika dkk mulai beraksi sambil menaiki motor merek 'Skupi' berwarna ungu dengan hiasan bunga – bunga dan lambang geng-nya.
"TUNGGUU! CHOSOKABE MOTOCHIKAAA!"
"haaah…? Apaan sih?"
"Chosokabe Motochika…dan geng-nya 'The Bandels'…Kalian melanggar peraturan ke 70 yaitu, dilarang mengendarai motor di depan pintu kelas…Skor 50…"
"UUAAAPPUUAAA?! KEBANYAKAN, BRO!"
"Yap! Bentar lagi, kau akan dipecat dari sini!" Nagamasa langsung pasang tampang deathglare sambil menggosokkan lehernya dengan jari telunjuknya dan menempelkan secarik kertas 'ANAK BANDEL JANGAN DIKASIHANI' ke mulut Motochika.
DING DONG DENG DUNG
Ketua OSIS dan wakil ketua OSIS mohon segera menuju ke ruang kepala sekolah, Trims!
"Uukkh…Sial…" Mereka pun bergegas ke ruang kepsek
.
.
.
Suasana tegang menyelimuti ruangan kepala sekolah. Di ruangan itu hanya ada kepala sekolah (Oda Nobunaga), wakil kepala sekolah (Nohime), dokter UKS (Akechi Mitsuhide), seorang murid yang mengabdi pada Nobunaga (Mori Ranmaru), sekaligus ketua OSIS (Azai Nagamasa) dan wakil ketua OSIS (Oichi).
"Nagamasa…! Kita akan pindah!"
"T…Tapi! Bukankah anda bilang tahun depan mau pindah?!" Tanya Nagamasa dengan gemetar seperti mau mati.
"KITA TIDAK PUNYA WAKTU LAGI! AYO KITA PERGI DARI SEKOLAH MENGERIKAN INI!" Nobunaga langsung meninggalkan ruangan, menyeret Nagamasa sampai keluar dari Gakuen Basara. Semua yang tadinya ada di ruangan kepala sekolah, kini mengikuti Nobunaga, kecuali Oichi…
"ICHIIIIII! AKU TIDAK AKAN MELUPAKANMUUUUU!"
"NAGAMASA – SAMA! ICHI JUGA TIDAK AKAN MELUPAKANMUUUUU!" Isak tangis diiringi dengan hembusan angin yang kencang di bawah panasnya matahari. Kini, kedua pasangan pun harus berpisah, murid – murid yang melihat perpisahan mereka pun menangis, menghabiskan 100 tisu merek 'Tesse', berguling – guling, bahkan ada yang pingsan karena tidak tahan melihat kisah yang sangat mengharukan.
"TUNGGU!" Teriak Sasuke sambil menaiki burung gagak. "KATA ANDA TAHUN DEPAN! KOK SEKARANG?!"
"DIAM, NYET! TEMPELKAN SAJA PENGUNGUMANNYA LAGI! SEKALIGUS MURID BARU-NYA!"
Sasuke langsung diam sejenak, suasana hening (mengheningkan cipta, mulai!) dan Sasuke masih berpikir dan membayangkan…
Siapakah murid baru itu?
.
.
.
Sementara itu, di bukit belakang Gakuen Basara, tampak 4 orang pria, yang 1 seperti raksasa. Wajah mereka tidak terlihat jelas karena tertutup oleh pohon – pohon tinggi.
"Huum… Keliatannya mereka sudah pindah dan kabarnya Nobunaga dan pengikut – pengikutnya akan pindah ke Maou Gakuen. Sudah saatnya kita harus ambil tindakan dan mengubah sekolah ini menjadi sekolah yang layak! Kau sependapat denganku kan, Hideyoshi…?"
Siapakah yang berkata demikian? Dan siapa 4 orang murid itu?
To be continued…
RnR please! ;w;
