"Se…Serius tuh? Si Oda Nobunaga sudah keluar dari sini? Kalo gitu posternya aku tem…Lho? Kok pada balik lagi?" Sasuke melihat Nohime, Ranmaru, dan Akechi secara langsung dari jendela.
"Jangan ditempel… Kami berubah pikiran…Ingat itu, Nyet!" Tiba – tiba Nobunaga muncul dari dalam tanah dengan aura – aura horror bercampur wedus gembel.
"… Serius tuh…?" Sasuke langsung mencabut poster yang belakangnya sudah robek – robek karena dia tempel – lepas – tempel – lepas (lama – lama tempe – tahu) poster pengunguman itu.
"Tapi…Kemana Nagamasa?"
"AKU KURUNG DI BAWAH TANAH…!"Jawab Nobunaga.
*Sementara itu di bawah tanah, terdengar isak tangis dan teriakan histeris*
.
.
.
"Apaaaa…?! Mereka balik lagi?! Padahal besok kita harus memulai hari pertama di Gakuen Basara!"
"Sabarlah, kita liat keadaan besok!" 4 murid misterius itu menuju ke Gakuen Basara.
.
.
Gakuen Basara : Students Activities
Day 3
Hari yang indah di Kyoto, Burung – burung berkicau di atas dahan – dahan pohon, ayam berkokok untuk menyambut pagi hari di kota Kyoto. Namun, itu tidak akan pernah terjadi di Gakuen Basara. Hari yang menyeramkan di Gakuen Basara, burung – burung berkicau dengan suara yang seperti boneka rusak di atas dahan – dahan pohon yang sudah mati, ayam – ayam masih tidur bahkan ada ayam yang berkokok super kencang dari toak masjid. Namun, Gakuen basara sedangkedatangan murid – murid baru (semoga murid – murid baru ini tidak terkena pengaruh dari murid – murid lainnya *alias, jadi gila).
.
.
.
"Hideyoshi, apakah ini benar – benar Gakuen Basara?" Tanya seorang dari 4 murid misterius itu (kita sebut saja namanya Mister I).
"Hideyoshi – sama! Aku akan berada di sampingmu sampai mati! Bahkan aku ingin melihatmu memimpin sekolah ini!" Kata seorang lagi (kita sebut namanya Mister X)
"Aku akan memberitahukan kepada murid – murid tentang THE POWER OF BONDS!" Kata seorang lagi (kita sebut Mister Y).
"Hmmm…! Kita harus ubah sekolah ini secepat mungkin atau nantinya akan hancur lebur!" Kata seorang raksasa yang dipanggil Hideyoshi. Tingginya pun melebihi tiang listrik dan menara Tokyo.
"Hey, *Mister Y*!. Mana robot jelekmu itu?!"
"Oh! Dia akan menyusul!" Kata Mister Y ke Mister X.
"Bagus…Persiapan kita lengkap!" Kata Mister I, mereka langsung berjalan ke wilayah Gakuen basara yang serem, banyak kuntilanaks dan pocongs berkeliaran. Dan mereka segera masuk ke kelas karena takut bakal ada sadako dan cacing besar Afrika di belakang mereka.
.
.
.
"PERKENALKAN! AKU TOYOTOMI HIDEYOSHI! AKU AKAN MENYINGKIRKAN BERANDALAN – BERANDALAN INI KE TONG SAMPAH!"
"(Mister I) AKU TAKENAKA HANBEI, BABU HIDEYOSHI! AKU AKAN MEMBANTU HIDEYOSHI SAMPAI TEWAS DI TANGAN BERANDALAN!"
"(Mister X) AKU ISHIDA MITSUNARI, BABU NO.2 HIDEYOSHI! MAMPUSLAH KALIAN DI TANGANKU KALO ADA YANG MEMBANTAH HIDEYOSHI – SAMA!"
"(Mister Y) AKU TOKUGAWA IEYASU! MULAI HARI INI AKU AKAN MENGAJARKAN KEPADA KALIAN TENTANG 'THE POWER OF BONDS'! Benar kan, Honda Tadakatsu?"
"…! *Dziing…Dziiingg…!* (entah muncul robot jenis Gandam (aslinya Gundam) nan keker)"
"Ckckck… Toyotomi Rangers?" Kata Masamune yang duduk di paling depan.
"Uwoooh! Power Renjers (aslinya Power Rangers)!" Teriak Yukimura yang duduk di pojok paling belakang dan jauh dari Masamune karena kalo duduknya deket – deket bakal berantem ria 24 jam.
"Yoo! Murid baru! Kebetulan nih! Di gakuen Basara punya ciri khas kalo ada murid baru disuruh joget bareng – bareng!" Kata Motochika yang duduk di ujung dunia.
"Haaah…? Goyang apaan?" Tanya Mitsunari sambil memasang tampang deathglare.
"Ikut kami di Lapangan depan!" Mereka langsung keluar dari kelas karena sudah bel istirahat.
.
.
"Siiip! Ayo joget – joget euuyyy!" Teriak Motochika sambil membawa radio yang beratnya 1 ton.
"Trus, joget apaan?" Tanya Mitsunari dan lagi – lagi pasang tampang deathglare.
"Ya elaah…Galak loe! Kita goyang 'Gosong' (aslinya goyang 'gaspol)"
"WHAT THE HELL?! Kenapa harus goyang tancap gas?!"
"RADIO! SPEAKER! MUSIK! CD! OOONN!" Motochika langsung menyalakan radio itu "IKUTI GERAKAN KAMII!"
Tereret terererereret terereret…
"WOI, KURANG AJAR! KENAPA KITA HARUS GOYANG BEGINIAN SIH! RIBEEETT!" Mitsunari langsung mengeluarkan aura – aura yang seperti asap kebakaran dan mukanya langsung seperti roti gosong.
"Hey! Kok musiknya jadi aneh begini?"
Tooeeetttoeeett terorettoeeettt… DUAAAARRRR!
"AAARRRGGGHHH! RADIO KESAYANGANKU!" Teriak Motochika sambil menangisi radio yang hancur berkeping – keping dan berubah menjadi butiran debu karena meledak.
"Mampuuuss…! Rasain tuh!" Mitsunari langsung mengejek – ejek Motochika dan kabur dengan kecepatan dewa.
"Ciih…! Sialan kau Ishida!"
.
.
.
"HURRY UP! PERBAIKIN RADIO-NYA! KITA MAU DANGDUTAN MALEM INI!" Masamune memarahi Motochika dan disuruh membetulkan radio itu secepat mungkin dan dalam waktu setengah detik.
"SABAR WOI! KITA JUGA MAU DISKO MALEM INI!"Jawab motochika sambil mengetuk radio – nya dengan gergaji.
"WOOOOIIII! JANGAN PAKE GERGAJI! MAU RADIONYA RUSAK PARAAH?! BIAYA OPERASINYA JUGA MAHAAALL!" Kata Kojuro yang berdiri di samping Masamune yang seakan – akan seperti jodohnya Masamune. Kenapa? Karena kemanapun masamune pergi, Kojuro selalu di sampingnya bahkan ketika Masamune sedang boker, Kojuro tetap di sampingnya (yaoi detected).
"KALIAN JUGA JANGAN YAOI-AN! NTAR DISKORS 100 LHO!"
"SHUT UP! KERJAIN GAK?! ATAU AKAN KUIRIS PANTATMU!"
"Iyaiyaiya… bentar lagi, bro…"
.
.
.
"SIALAAAAAAANNNNN! *DUAAAARRR*" Mitsunari yang sedang berada di toilet pun mengamuk entah gak jelas.
"KENAPA AKU JADI GAK TENANG DI SEKOLAH RESEK GINI SIIIH?! MASA SAYA DISURUH BERSIIN TOILET NAN BAUNYA...UUUUFFF! MENGENASKAAAAN!"
"Mitsunari - kun, kau harus bersabar..." Hanbei langsung dateng dan menenangkan keadaan.
"KENAPAAA...?! BARU MASUK LANGSUNG DISURUH BEGINIAAANNN?!" Teriakan Mitsunari membuat seisi toilet rusak parah.
"Sabarlah... Kerja yang bener yaa! Semangat 45000!" Hanbei menyemangati Mitsunari dengan tarian pom pom.
"KENAPA ANDA MALAH MENYEMANGATIKU?! SAYA TIDAK SU..." Ketika Mitsunari sedang teriak pake toak, tiba - tiba padukanya, Hideyoshi datang.
"Hi...Hideyoshi - sama!"
"Mitsunari... Kerja yang benar yaa...!"
"I...Iya...Hideyoshi - sama" Salah satu cara untuk menghentikan amarah Mitsunari yang semakin membara yang layaknya seperti batu bara adalah dengan cara membawa Hideyoshi ke hadapan Mitsunari.
.
.
.
"Alhamdulilah... Hari ini cerah..." Motonari yang sudah selesai sholat Jumat pun langsung memancarkan wajah fresh-nya yang bling - bling bercampur sifatnya nan tsundere.
"Sekarang aku mau pulang."
"Yaa elaah... Pelajarannya masih dimulai. Udah sholat sekarang malah berdosa. Euuuyy...Sok suci!" Motochika langsung menghampiri Motonari yang sudah segar dari masjid sebelah.
"Apanya yang sok suci?! Kamu itu yang sok suci! Udah gak pernah sholat pula!"
"UUAAAPPUUAAA?! KAMU BERANI MENENTANGKU, MORI?!"
"COBA SAJA KALO BISAAA, HAAH?!" Mereka berdua berantem ria di depan masjid dan diliat beberapa fujo yang tidak berdosa dan hanya memotret dan menyaksikan aksi Motonari vs Motochika.
"Sudahlah...anak muda... Jangan berantem disini, Oke?" Kata seorang ustad yang habis memimpin sholat yang bernama bernama Hojo Ujimasa.
"Ciih! Kau akan tau rasanya, Mori!"
"Rasa apaan, Chosokabe? Coklat? Stroberi, Vanilla, Melon?"
"Iiissh...Terserah loe dah! Ntar kita lomba dangdut di masjid ya!"
"Oke! Tidak Masalaah!"
"HEY KURANG AJAR KALIAN!" Ustad Ujimasa tidak kuasa menenangkan keadaan yang sudah semakin parah.
.
.
.
"Ieyasu - dono! Apa itu temanmu?" Tanya Yukimura kepada Ieyasu yang sedang bersantai di lapangan.
"Oh! Ini Honda Tadakatsu! Dia temanku!"
"Teman yaa..."
"Ngomong - ngomong, Sanada. Bukankah Masamune juga temanmu?" Tanya Ieyasu kepada Yukimura yang sedang memakan dangonya kesayangannya.
"A...APAAAAA?! DIA RIVALKU! MUSUHKU! LAWANKU! BABUKU...eh... MAKSUDKU...DIA MUSUH BUYUTANKUU!" Wajah Yukimura langsung berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus.
"Ahahaha..." Ieyasu hanya tersenyum namun ia ingin cepat - cepat tertawa berguling - guling sampe berguling keluar dari rumah sampai jalan tol.
"Oh iya! Aksimu tadi keren sekali! Ternyata kamu Power Renjers!" Kata Yukimura kepada Ieyasu sambil menampakkan wajah bling - bling di antara para kuntilanaks dan pocongs sampai mereka klepek - klepek saking gantengnya (eeewww...).
"Oh ya? Tapi aku bukan Power Renjers kok..."
"Boong! Tadi kamu berlima kan?!"
"Oh iya, Sanada! Kamu ingin mendengar tentang 'THE POWER OF..."
"Gak ada waktu! Kita ngobrol - ngobrol tentang tokusatsu yuk! Aku suka Kamen raider dan Power Renjers! Katanya nanti ada Kamen Raider Baim!"
"..." Akhirnya rencana Ieyasu gagal (mengajarkan POWER OF BONDS kepada teman - temannya hari ini) dan malah ngomongin tentang tokusatsu - tokusatsu.
.
.
.
"HHHMMMPPP..." Aura hitam semakin membara di ruangan kepsek karena rencananya ia mau pindah tapi ia tak punya uang.
"Nobunaga - sama! Bagaimana kalau anda kerja jadi tukang odong - odong? Seru lho! Banyak duit!" Tanya Ranmaru dengan semangat.
"Hmmm...? Benarkah...Maru?"
"Yap! Dulu waktu kecil, aku dan Mitsuhide naik odong - odong tapi tiba - tiba Mitsuhide membunuh membunuh tukang odong - odong karena odong - odongnya gak ada yang gambar Doremon (aslinya doraemon)..."
"Hmm! Kalo begitu...Aku akan ngumpulin uang dengan cara jadi tukang odong - odong!"
"YEEEEYYY! Smoga berhasil Nobunaga - sama!"
"Tapi...Gimana caranya buat odong - odong?"
"..." Mereka pun masih berpikir 'gimana caranya buat odong - odong' sampai otak mereka konslet.
Bagaimana kelanjutan kisah yang sampai mencengangkan dunia ini?
To be continued...
RnR please ;w; tapi anehnya knp Mori, Chosokabe, ama Ujimasa jadi orang islam ya? (padahal authornya sendiri khatolik)
