Mochi – mochi (eh salah, Moshi – Moshi!) Perkenalkan nama saya Rento, biasa dipanggil Rento (cukup panggil Rento karena di sekolah biasa dipanggil gitu)dan saya adalah author yang mengarang fanfic Gakuen Basara: Students Activities #PlokPlokPlok. Sebelum memasuki chapter 4, ada 2 pertanyaan dari teman – teman sekaligus pembaca:

Emangnya murid bisa jadi kepsek & wakepsek? (chapter 1)

Oke, untuk yang ini… Saya buat ngaco karena murid yang ingin mencalonkan diri jadi kepsek & wakepsek itu otaknya lari ke jurang (alias orang bodoh). Tadinya sih emang pengen kalo murid jadi kepsek ama wakepsek (aseeeek) tapi kalo dipikir – pikir emang sedikit membingungkan…=w=

Jogetnya jangan di masjid, di belakang masjid kan ada kuburan, joget aja disitu! XD (chapter 3)

Wow, Ide bagus! ^w^ Nanti saya cantumin di chapter ini (kalo bisa) abisnya lagi muter – muter keliling komplek nyari ide untuk chapter ini

Well, untuk chapter 4 saya tambahkan genre-nya horror & mystery jadi kalo ada yang gak kuat, lambaikan tangan ke kamera 1,2,3,4,5,6,7,8,9 sampai 1000000. Sekali lagi, thanks to para pembaca yang sudah men-support fic ini and thanks to teman – teman di sekolah yang sudah membantu untuk membuat fic ini (Cuma nyari bagian – bagian yang bisa membuat fic ini semakin greget dan kocak), tidak usah berlama – lama lagi, kita lanjut saja, HERE WE GO! (Warning: Mengandung arus maensetrum tegangan tinggi jadi hati – hati kalo lampu mati ya!)

.

.

"Hey, Fuuma. Kau tau rumor jurang sebelah Gakuen Basara?" Tanya Sasuke kepada Fuuma Kotaro (anggota klub koran). Mereka berdua sedang berjalan – jalan di sepanjang lorong seperti pasangan suami – istri (yaoi detected).

"…?"

"Katanya di jurang situ ada yang lihat penampakan hantu lho… Waktu itu ada anak kecil yang sedang membawa sebuah kancut dan terpleset jatuh ke jurang . Di jurang, dilihatnya sosok penampakan yang seperti kuntilanak yang mendekati anak itu sambil berkata "Kancut…cut…cut…" Anak itu langsung lari dan melempar kancut itu. Keesokan harinya, anak itu memberanikan diri ke jurang itu untuk mengambil kancut yang kemarin ia pegang dan… kancutnya ILANG. Sejak saat itulah, sosok itu diberi nama…

HANTU PENCURI KANCUT…"

.

.

Gakuen Basara: Students Activities

Day 4

.

.

DILARANG BUNUH DIRI DI JURANG ATAU BAKAL DISANTET AMA HANTU PENCURI KANCUT!

Sebuah pengunguman ditempel di papan pengunguman yang mengingatkan kepada murid – murid Gakuen Basara untuk tidak bunuh diri / jatuh ke jurang sambil membawa kancut.

"Apa itu, Hideyoshi – sama?" Tanya Mitsunari dari pintu masuk.

"Mitsunari, sekali – kali kau jangan membawa kancutmu kemana – mana!" Kata Hideyoshi.

"Apa maksud anda?! Biasanya orang kan pake kancut kemana – mana!"

"MAKSUDKU JANGAN MEMAMERKANNYA DI DEPAN PARA FUJO! POKOKNYA JANGAN LAMBAI –LAMBAIKAN KANCUTMU KESANA KEMARI, MEMAKAI KANCUT SEBAGAI TOPI DAN LAIN – LAIN ATAU KAU BAKAL DIHANTUIN PARA FUJO SEKALIGUS… HANTU PENCURI KANCUT…!"

"ya elah… Kaga percaya saya! Itu mana mung…"

"HEY! SANADA YUKIMURA! HOW'S YOUR KANCUT?!"

"JANGAN OMONGIN KANCUT CUT DAN KANCUT! MASAMUNE – DONO!"

"MY KANCUT BAUNYA REALLY APEK AND THE COLOR IS BUTEK, BUT I REALLY LIKE IT! YOU SEE?"

"DIAM KALIAN ATAU I WILL KILL YOU!" Mitsunari langsung mengejar Yukimura dan Masamune sampai ke Gunung Merapi.

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 11.00, memang hari ini adalah hari yang paling super sial bagi Mitsunari. Saat ini juga, ia dihukum oleh Magoichi – sensei (guru Fisika) dan disuruh hormat tiang bendera setengah jam karena bolos saat pelajaraannya (skor 20).

"HEY! LIHAT! SIAPA ITU?" Tanya Masamune yang kebetulan lewat sambil minum Seprit (aslinya Sprite).

"ISHIDA MANUSIA IKAN!" Jawab Motochika yang juga sedang jalan berduaan sama Masamune untuk kencan di area sekolah (yaoi detected 2). Mereka pun mengejek – ejek Mitsunari tapi tak ada reaksi dari Mitsunari sampai akhirnya Motochika sengaja meproroti celananya Mitsunari dan diliatnya kancut Halo Kitti (aslinya Hello Kitty)

"OH MY GOD…"

"Kamu…Pake kancut Halo Kitti?"

"WOW! Tidak tau malu ya!"

"HEY KALIAN! JANGAN GANGGU MITSUNARI!" Ieyasu langsung mengusir Masamune dan Motochika dengan sapu (layaknya seperti ngusir kucing).

"Ciih… LET'S GO, Motochika!" mereka pun langsung melanjutkan kencan mereka (Karena mereka sudah 10000000000000000000 kali bolos pelajaran, jadinya terpaksa para guru membiarkannya).

"Fiiuh… Mitsunari, Magoichi – sensei bilang kalau kamu boleh masuk sekarang." Kata Ieyasu.

"hmm! Harusnya kau tidak usah menolongku!"

"Mitsunari…"

"Aku tidak akan betrima kasih!"

"Mitsunari!"

"…"

"MITSUNARIII!"

"WOI! BISA DIEM GAK SIH LU?! MAU NGAJAK RIBUT, HAAH?!"

"KANCUTMU HALO KITTI…!" Teriak Ieyasu sambil menunjuk ke arah kancut Halo Kitti.

"UDAH AH! GAK USAH TERIAK – TERIAK! MALU NIH!"

.

.

.

"AAARRGGGGG…! KENAPA AKU HARUS SIAL HARI INI SIIIIHHH?!" Teriakan Mitsunari terdengar sampai ke bulan yang menandakan bahwa dirinya lagi galau. Saat ini, ia sedang mencuci pakaian di jurang. Namun…

"Mencuci kancut...dipinggir jurang...
Kancut mengalir indah ke...samudra...
Bersama kancut cuci2…! "

Mitsunari mendengar orang menyanyi lagu opening Ninja Paktani (aslinya Ninja Hattori) ternyata itu suara Masamune dan Motochika dari atas yang sedang ngejek – ngejek Mitsunari.

"HEY! Lagi apa you? Nyuci kancut yang baunya…hmmm….uenak tenan!"

"Woi! Naik, bro! Ntar dihantuin lho!"

"I…WILL…KILL YOOOOOOOOUUUUUUUU…! *DUUAARRR!*" Mitsunari langsung mengeluarkan jurusnya yang mengubah wajahnya menjadi hitam merona seperti arang. Tapi, ia tidak sadar kalau kancut Minionnya kebawa arus.

"TUNGGUUUUU…! KANCUT KESAYANGANKUUUUU!" Mitsunari langsung berlari secepat mungkin seperti Ai'shit' 5000 (aslinya Eyeshield 21).

.

.

"YUU – HUU! KANCUUUT! DIMANA KAUU…?" Mitsunari masih menyari – nyari kancutnya hingga ia melihat kancut Minion yang terdampar di pinggir sungai.

"Aah! Itu diaa!" Mitsunari langsung berlari dan mendapatkan kancutnya yang sudah compang camping karena terkena ranting – ranting pohon.

"kancuuutt…cut…cut…"

"Haah? Siapa itu?!" Mitsunari langsung kaget ketika ia mendengar suara yang seakan – akan mengeluarkan gema.

"Kancuuut…cut…cut…"

"WOI! Jangan nakut – nakutin napa!" Mitsunari langsung menoleh ke belakang, namun ia tidak melihat apa – apa.

"EH! WOI! MANA SIH?!" Mitsunari segera menolehkan pandangannya ke depan dan…

.

.

.

JENG..JENG…JENG…JREEEENNGG!

.

Di depan matanya terlihat perempuan dengan rambut yang panjang dan aura – aura hitam, ia seperti…para kuntilanaks…

"Kumohon…Jangan ambil…kancut…cut…"

" #%&*^!(&*(% ^%#&^_^∞ᴥ‡Ω∂∑ …!" (artinya: SADAKO NYOLONG KANCUUUUUUTTTT…!) Mitsunari langsung berlari secepat kilat 'RUN! RUN FOR YOUR LIFE!'.

"Apakah…Ini…Kancutnya…nya…nya…?" Hantu itu langsung mengambil kancut yang ditinggalkan Mitsunari.

.

.

Malamnya, Motochika dkk sedang joget – jogetan. Kali ini ia joget – jogetan di kuburan belakang masjid. Kenapa? Karena ketika ia mau joget – joget di masjid, ketahuan ama si ustad Ujimasa dan disuruh keliling masjid 1000000 putaran.

"Pake lagu apa? Hefi Rotesion (aslinya Heavy Rotation)?"

"Ya elah…bosen…"

"Eh, Aniki! Kau tau tidak rumor jurang samping sekolah?"

"Haa…? Gak percaya tuh! Lagipula aku nemu kancut apek di dekat jurang!" Motochika melambai – lambaikan kancut nan apek itu.

Tiba – tiba…

"Kancuuut…cuut…"

"?"

"Itu…Jangan ambil…kancut yang itu…tu…tu…"

"Eh, woi! Siapa itu?!"

"A…Aniki…! Liat!"

"haah…?"

.

.

.

Motochika melihat ke arah kuburan – kuburan dan muncul tangan – tangan hitam dan berlumuran darah dari dalam kubur.

"hiiii…. Apaan tuh… APAAN LAGI TUUUHH?!" Segerombolan tangan – tangan mulai menyerbu Motochika dkk.

"GYAAAA…! MAAFKAN KAMI…! KAMI TIDAK AKAN JOGET – JOGETAN DI KUBURAN! KUMOHON…DEMI TUHAAAANNNN…!"

"Harusnya… Kalian jangan ambil kancut itu…tu…tu…"

.

.

"se…SETAAAAANNNN…! KUNTILANAK…! ALIEEENN…! LARIIIIIII…!" Motochika langsung kabur dengan motor skupi-nya bersama dengan gerombolan – gerombolan anak buahnya dan alien. Kancut yang tadi dipegang Motochika langsung kelempar jauh – jauh…tinggi… ke langit… yang terror…

.

.

"Alhamdulilah… Hari ini gak ada yang gangguin…Gak ada Chosokabe yang sukanya ribut – ribut kagak jelas…" Motonari sedang berjalan di dekat jurang seorang diri…

Syuuuuutt…PLOK!

"Haa…Apa ini?" Motonari merasa ada sesuatu yang nemplok di mukanya yang ganteng sekale(masa?).

"…Kancuut…Kembalikan…kan…kan…"

"Haa? Cih, aku gak akan takut! Siapa itu? Chosokabe?"

.

.

Puk puk puk…

.

"Chosokabe, aku bilang jangan sentuh pundak-"

.

.

.

JREEEENNGGG…!

.

.

"A…A…"

"Kumohon… Kembalikan…"

"A…A…A…A…Aku…"

"Kumohon...hon…hon…" Lagi – lagi muncul tangan – tangan yang menyeramkan dan berlumuran darah dari dalam tanah, kali ini lebih banyak dan ada induknya (ada yg besar).

"… Aku permisi dulu…" Motonari langsung lari secepat kilat dengan mulut yang berbusa – busa.

.

.

"^*#^) *!)#)*#_!^#*&(*$..."

"Ada apa denganmu, Mitsunari…?" Ieyasu menanyai Mitsunari yang mukanya pucat berwarna pink dan mulutnya berbusa – busa, detak jantungnya sangat besar sehingga dadanya terlihat maju – mundur – maju mundur dengan sangat jelas.

.

.

"Se…Se…Se…"

"HEY! Ada apa denganmu, Chosokabe Motochika?"

"Masamune – dono! Mori Motonari pingsan dengan sangat mengenaskan!" Yukimura langsung membawa Motonari kembali ke Gakuen Basara dengan kain kafan.

"Oi, Sanada Yukimura, ia tidak mati, jadi bisa gak bawanya gak usah pake kain kafan?"

"Gak mau! Nanti dikira fujoshi – fujoshi saya yaoi ama Motonari!"

"Sepertinya mereka abis disantet sama hantu pencuri kancut…"

"WELL, Gimana…?"

"Masamune – dono, Ieyasu – dono! Kita gak bisa mengumpulkan informasi dari mereka karena mereka seperti kesamber listrik."

"Bagaimana kalo kita jalan – jalan di sekitar jurang dengan membawa sebuah kancut?" Usul Ieyasu.

"GREAT! DAN KITA LAWAN HANTU ITU!"

"Aku Sanada Genjirou Yukimura sangat setuju dengan usulanmu, Ieyasu – dono!"

"Nanti jam 21.00, kita ngumpul disini, gimana?"

Masamune dan Yukimura mengangguk – angguk – angguk –guk – guk.

"Baiklah! I'M TOKUGAWA IEYASU! I WILL USIR THE HANTU WITH THE POWER OF IKATAN!"

"YEEEEAAAAHHH…!"

.

.

.

Pukul 21.00, lapangan depan Gakuen Basara.

"Kalian sudah bawa kancut masing – masing?"

"Aku Sanada Genjirou Yukimura membawa kancut merah!"

"Date Masamune, bawa kancut warna Blue! Bagaimana denganmu, Tokugawa Ieyasu?"

"eeem… Kancut beruang bisa?"

"Terserahlah! Yang penting, kita usir makhluk kasar itu!"

"Baiklah! Ayo! Kita masuk ke…sana!" Ieyasu menunjuk ke arah tangga jurang.

"Sampai kapanpun, urusan selanjutnya aku serahkan padamu, Kojuro!"

"Oyakata – sama! Maafkan Yukimura, Tapi pasti Yukimura akan berjuang!"

"Aku yakin semuanya akan damai setelah aku mati…!"

Mereka pun bersama – sama memasuki jurang itu tanpa adanya rasa takut.

Bagaimana kelanjutannya? Siapakah hantu pencuri kancut itu? Dan apakah Ieyasu, Yukimura, dan Masamune akan kembali dengan selamat?

To be continued…

Berjam – jam menyelesaikan fanfic ini…RnR please! ^w^