ANDROID
.
.
.
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Rated T
Genre : Romance, Hurt and Comfort
Pairing : NaruHina
Warning : Typo, OOC, abal, gaje.
.
ENJOY~
Part 3 : Fight?!
Senyum tipis terlihat jelas di wajah cantik Hinata, gadis itu perlahan berjalan mendekati para berandalan yang masih kaget dengan kecepatan luar biasanya tadi. Mereka terlihat ketakutan.
"Ka..Kau! Sialan!" seru seorang berandalan lagi yang tidak terima dengan kelakuan Hinata, Ia berlari mendekati gadis itu sambil melayangkan tangan kekarnya. Senyum yang tadi terpatri di wajah Hinata perlahan-lahan menghilang digantikan dengan wajah datarnya.
"Kau!"
Dan ketika layangan tinju itu menghampiri Hinata,
Wush, wush!
Gadis itu menghindari pukulan bertubi-tubi berandalan di depannya ini dengan lincah dan gampang, membuat kemarahan pemuda itu memuncak, serangan pukulan itu semakin menjadi-jadi di tambah,
"Kau tidak akan bisa melawan kami semua!" berandalan yang tadi merasa takut padanya mulai bangkit kembali, Naruto, Sasuke dan Sakura yang melihat itu tentu saja tidak bisa tinggal diam.
Kedua pemuda yang badannya masih kesakitan itu segera berlari menghampiri Hinata, mereka tidak mungkin tega membiarkan seorang gadis melawan segerombolan orang seperti ini. Dan untuk Sakura, karena tidak ada lagi yang menjaganya, Ia bisa lari mendekati kedua temannya.
"Sasuke, Naruto!" teriaknya.
"Kalian pengecut kalau berani memukulnya!" seru Naruto keras, pemuda berambut pirang itu kini sudah berada tepat di depan Hinata. Membuatnya tersentak kaget,
"Hn, Dobe lihat. Sepertinya Sakura sudah bebas dari mereka." ujar pemuda raven di sampingnya, seringaian senang terlihat jelas di wajahnya. Tangannya yang tadi diam saja langsung terkepal keras.
Seringaian rubah juga mulai terlihat di wajah pemuda berambut pirang itu, "Benarkah?" nada suaranya terdengar senang.
"Kalau begitu ayo bersenang-senang!" lanjutnya dan dengan cepat menerjang kearah berandalan tadi dan memukul mereka satu persatu.
Buagh, buagh, buagh, suara pukulan-pukulan keras pun terdengar jelas di sana.
Hinata yang melihat kedua pemuda di depannya ini hanya bisa diam terpaku, 'Kenapa mereka tiba-tiba berubah, bukannya tadi mereka terlihat lemah?' batinnya bingung. Kedua alisnya mengernyit.
'Professor, sepertinya banyak sekali hal-hal yang belum aku ketahui..'
"..."
Sebuah tepukan kecil menyentakkan pikiran gadis itu, Hinata segera menoleh ke sampingnya dan mendapati seorang gadis berambut merah muda kini tengah tersenyum kecil melihatnya, senyuman yang Hinata tidak tahu apa artinya..
"Lebih baik kita menjauh dari sini." Ujarnya.
Hinata makin tidak mengerti, "Aku ingin menyelamatkan kalian..kenapa harus pergi?" tanyanya balik.
"Eh?"
"Bukannya tadi kau meminta tolong, makanya aku kemari.." jelasnya lagi.
Kini giliran Sakura yang tidak mengerti, Ia sedikit bingung dengan perkataan gadis yang baru ia temui ini.
"Ma..maksudmu?"
"Aku akan menolong kalian."
Mendengar perkataan gadis di depannya ini tentu saja membuat Sakura sweatdrop, Ia segera menarik kecil tangan Hinata dan menjauhi tempatnya sekarang.
"Kita serahkan pada kedua temanku, mereka itu pintar berkelahi lho~" ucapnya sambil menarik tangan Hinata.
"Pintar? Bukannya tadi mereka terlihat lemah sekali?"
Langkah kaki Sakura lagi-lagi terhenti, gadis itu menoleh dan menatap Hinata, Ia mengerling kecil. "Mereka tadi terlihat lemah karena berusaha melindungiku." Jelasnya.
"Melindungi?"
"Yap!"
oooooooooOOOoooooooo
Mata lavendernya teralih kembali melihat aksi kedua pemuda disana, para berandalan tadi terlihat tak berdaya di hadapan keduanya.
'Melindungi ya?'
Saking asyiknya melihat perkelahian kedua orang itu, Hinata tidak sadar dengan kedatangan seorang berandalan yang berlari sambil membawa sebuah kayu besar ke hadapan dirinya dan Sakura.
"Akan kubuat salah satu dari kalian terluka!" teriak pemuda itu keras,
"Awas kalian berdua!" Naruto dan Sasuke yang berniat menghajar pemuda itu namun tidak bisa karena beberapa berandalan kembali mencoba memukul mereka.
Dan untuk Hinata..
Gadis itu segera menoleh ke arah sumber teriakan tadi,
"Rasakan!"
"Kyaa!" Sakura terpekik takut, gadis merah muda itu menutup matanya.
"Kalian benar-benar rendah." Gumam Hinata, dan tanpa berniat menghindar dari pukulan kayu itu,
Detik berikutnya juga..
BUAGH! Kayu besar itu mengenai tepat ke arah kepalanya, berandalan itu tersenyum penuh kemenangan. Sasuke dan Naruto yang melihat itu sudah tidak bisa menahan amarah mereka lagi,
"Kusoo!" teriak keduanya.
Sedangkan Sakura, "Kyaa! Ka..kau tidak apa-apa?!" gadis merah muda itu berteriak histeris ketika mendapati kepala Hinata yang terkena pukulan kayu. Ia dengan cepat mendekati gadis itu.
Dan Hinata..
Pluk, tiba-tiba saja kayu yang tadi di pegang oleh berandalan tadi patah menjadi dua. Membuat pemuda itu kaget setengah mati. Matanya segera melirik kearah gadis yang di pukulnya itu.
"Sudah puas?" tanya Hinata, nada suara gadis itu sangatlah dingin. Mata lavendernya terlihat datar, dan..
"Ke..kenapa kau tidak terluka!"
Tidak ada darah sedikit pun yang mengucur dari kepala Hinata, barang setetes pun. Hal itu tentu saja membuat pemuda berandalan tadi gemetar ketakutan, seberapa kuatnya gadis di depannya ini. Sampai-sampai kayu besar yang ia gunakan untuk memukul tadi tidak mempan!
"Kukatakan sudah puas?" tanya Hinata sekali lagi.
"Ke..kenapa?!"
"Tidak ada gunanya kau memukulku seperti tadi." seringaian kecil perlahan-lahan terlihat di wajah gadis cantik itu, dan detik berikutnya juga.
"..."
"Hii..Hiii! Di..dia tidak normal, Monsterl! Semua bubar!" teriak berandalan itu, mengintruksikan semua anak buahnya untuk pergi dari tempat itu.
"Awas kalian!"
...
Semua berandalan tadi berlari meninggalkan taman, pemuda raven dan pemuda pirang yang melihat itu mengernyit bingung. Apa yang mereka maksud tadi?
"Kenapa dengan mereka Teme?"
"Hn, Aku tidak tahu."
"Lebih baik kita melihat kondisi Sakura-chan dan gadis itu!"
"Hn," keduanya berlari secepatnya menghampiri teman mereka di jauh sana,
"..."
Dan untuk Sakura..
"Pi..pipimu.." tangannya tak sengaja menyentuh pipi putih Hinata dan seketika itu ia tersentak kaget.
Hinata yang melihat perubahan ekspresi gadis merah muda di depannya itu, mulai mengerti. Ia harus cepat-cepat pergi dari sini, sudah terlalu banyak ia menunjukkan kemampuannya. Dan ia tidak ingin mengingkari janji dirinya dengan kedua orang tuanya tadi. Tidak ingin!
"Maaf, kalau begitu aku pergi dulu." Ia menunduk sekilas dan segera berlari menjauh dari Sakura yang kini masih diam membeku. Kedua temannya yang melihat kepergian tiba-tiba Hinata merasa bingung, dan segera menghampiri gadis merah muda itu.
"Sakura-chan, kenapa dia malah pergi?" tanya pemuda pirang aka Naruto.
"Hn, kemana dia pergi?"
"..." Sakura masih tidak merespon pertanyaan kedua pemuda di depannya ini.
"Sakura-chan!"
"Ah, I..iya?!"
"Kenapa kau diam seperti itu?" Sasuke mencoba menghampiri lebih dekat, wajah Sakura terlihat sedikit pucat. Membuatnya semakin bingung.
"I..itu.."
"Wajahmu pucat Sakura-chan, lebih baik kita pulang sekarang!" Naruto yang melihat perubahan gadis itu langsung mengajaknya pulang, Sasuke mengangguk setuju.
"Sasuke, Naruto.."
"Ya?"
"Ke..kenapa wajah gadis tadi dingin sekali ketika aku menyentuhnya?" tanya Sakura tiba-tiba.
"Dingin? Bukannya sama saja dengan suhu tubuh si Teme ini."
Sakura menggeleng kecil, "Bukan, pipi gadis itu dingin sekali, seperti es..melebihimu Sasuke.." ujarnya sekali lagi. Seakan tak mengerti maksud temannya yang satu ini, mau tak mau membuat Sasuke dan Naruto penasaran juga.
"Ah! Tadi dia kan sempat terpukul oleh kayu, bagaimana keadaannya Sakura-chan?!" Naruto menepuk keras keningnya, Ia melupakan hal tadi.
"Pukul..kayu..."
"Sakura?" oke, Sakura mulai terlihat aneh di mata Onyxnya.
Tangan mungil Sakura, menggenggam erat kedua tangan sahabatnya itu. Mata emeraldnya terlihat sedikit ketakutan.
"Tidak ada.."
"Hah?"
"Aku melihatnya sendiri.."
"Tidak ada setetes darah pun darinya yang jatuh akibat pukulan tadi!" lanjutnya.
Perkataan singkat gadis itu mampu membuat reaksi otak kedua temannya yang tadinya lambat, berjalan cepat. Ketiga orang itu saling bertatapan tak percaya..
"..."
"Kau bercanda kan Sakura!?"
.
.
.
.
Hinata melangkahkan kakinya dengan cepat, gadis itu tidak ingin membiarkan Neji dan Hanabi menunggunya lama. Kacamata dan sebuah syal yang ia dapatkan tadi sengaja ia buang, untuk menghindari ketiga orang tadi mengetahui dirinya.
Dan setelah kembali lagi ke taman itu, mata lavendernya melihat Hanabi serta Neji yang tengah melambaikan tangan padanya.
"Hinata Nee-chan!" seru gadis kecil itu, seraya berlari menghampiri Hinata dengan sebuah es krim di tangannya.
Hinata hanya bisa tersenyum tipis dan mendekati adiknya.
"Kemana saja Nee-chan tadi, kami benar-benar khawatir tahu?!" gadis kecil itu mengembungkan pipinya kesal, terlihat sangat manis bagi Hinata.
"Maaf, tadi Nee-chan ada sedikit urusan." Jelasnya, kedua alis Hanabi bertaut bingung, sebelum gadis itu menanyakan kembali maksud kakaknya ini. Neji tiba-tiba menghampiri kedua adiknya.
"Ayo kita pulang, pasti Kaasan dan Tousan sudah menunggu kita." Ujarnya seraya menggenggam kedua tangan Hinata serta Hanabi.
Hinata mengangguk kecil, dan Hanabi masih merasa penasaran dengan perkataan Nee-channya.
...
"Urusan apa sih, Nee-chan?" tanyanya kembali.
"..." Hinata berpikir sejenak, apa ia harus memberitahu tentang masalah tadi pada Hanabi. Tapi setelah di pikir-pikir kembali, Ia tidak ingin adik kecilnya ini ikut terlibat dengan perkelahian dan membuat gadis itu takut.
Jadi yang bisa ia katakan hanya..
"Rahasia~"
TBC...
Hikaru update, :D maaf membuat semuanya menunggu. Dan untuk part ini mungkin belum terlihat NaruHinanya karena mereka kan baru bertemu, hehe. Untuk part selanjutnya, Hinata akan mulai masuk sekolah! Yei, yei! :D
Makasih banyak atas riviewnya, Hikaru jadi semakin semangat ngelanjutin cerita ini! :D
Big Thanks Too..
fazrulz21, hikari mafuyu, aftu-kun, uzumakimahendra4, baladewa loveless, kensuchan, Shei-chan, Black market, Rin Keitami, The Nirvash Destruction, Lavenderamesthy, Trio Riuricky, Mushi Kara-chan, imink-chan, AN Narra, fazrulz21, bleack djarrum, vewtwo, namikaze immah-chan sapphire, Ryn NaruHina, AnnisaIP, and all silent readers :D
Sesi tanya jawab yukk! :
Fokusnya ini kemana : Nah untuk fokus, karena masih part baru mungkin diambil ke familynya dulu, di part empat baru kehidupan sekolah Hinata dan teman-temannya :D
Naruto Android : Hehe, nggak kok, Narutonya manusia :D Hikaru udah buat plot ceritanya, jadi belum bisa diubah-ubah dulu, sorry :3 :D
Konflik? : Belum terlihat jelas, Hikaru masih susah buat cerita yang ada konfliknya, hehe ada yang mau ajarin nggak? :3 :D
.
.
.
Jangan lupa ya meninggalkan jejak berupa RIVIEW ya
Sampai jumpa di part selanjutnya! :D
