Holla Minna-san tachi!~ Oh ya, rumus umur Author kemaren salah BESAR!~ Ini rumusnya: 1 dekade x 1 dasawarsa= (hasilnya) - 4 dekade= (hasilnya) dioverdosiskan 1 tahun. Okay~ Langsung saja Author akan balas Review sebelum balek lagi ke kampung air(?)
.7
Okay!~ Semoga chap kali ini seru ya~!
~Pidachan99
Nashi: GAK MAU, AKU MAUNYA INGATANKU SEKARANG BALIK! AUTHOR! AKAN KU CEKIK LEHERMU AGAR MATI JIKA TIDAK KEMBALIKAN INGATANKU!
Author: Kalau gw mati, lo gak dapet ingatanmu kembali donk!
Nashi: (diam tidak berkutik)
Author: Oalah, pendek ya? Ya, sepertinya begitu, habis bingung mau lanjutin apa(pdhl bingung mau berhentiin dimana-_-")
Nashi: Biarin aja pendek, biar gw bisa dapet kembali ingatan gw *mata berbinar*
Author: *sweatdrop* Updatenya gw lama-lamain aja dech, ya Pida-chan!
Nashi&Readers: TIDAK BISA, UPDATE KILAT! Nashi: Biar gw dapet kembali ingatan gw
Author: *bingung+sweatdrop* itu Readers dateng darimana?
~Mizuna-san
Mizuna-san Ripiu-nya sampe 4 kali, banyaknya!~ Bales satu" ya~!
~ Bisa jadi Bisa Jadi! Kurang bisa ngebikin romance sich, tapi ada kepikiran jga (DAN MEMANG IYA MAH ITU!-_-") Perasaan Author, banyak kali yang nge-fans sama Regret (Paman Boxer: Biasalah, anak gw!~||Author: Iya iya tahu, anaknya Playboy Boxer Berjalan, singkatnya anak PBB! *kena tinju sama PBB) GAK MAU~ *kena tendang Mizu-chan ampe mental ke Pluto lagi...?)
(?)
jadi!~ Tertarik sich, cuman ya, masih dalam proses di pabrik(?) Tidak mau apdet kilat ah, CIBUK~
telat Ripiw lagi itu namanya -_-" Udah berapa kali dibaca, ne, Mizu? Makasih dah puji~ Punya niat sih, tapi belum dikerjakan, masih dalam proses di pabrik(?) belum dikirim di ke kantor Author (ya elah, lu aja masih di Hawaii -_-") Ya, mudah"an aja bisa~
Oke, dah Author jawab SEMUA Review yang kebaca, sekarang...CHAPTER 3-NYA!
Sebelumnya:
Aku menyeruput Milkshake-ku. Lalu, menghela nafas sambil menyeruput minumanku. "Aku ingin cepat Amnesiaku kembali!" batinku.
Rated: T
Disclaimer: Hiro Mashima-sensei
WARNING(!): OOC, Typo bertebaran dimana-man di Fic satu ini (jadi dimohon hati-hati), Ketua GAJE dan Ketua ABAL tengah bertempur di Fic ini bersama Ras sekutu mereka (jadi dimohon hati-hati).
REMEMBER~!
Don't Like Don't Read
Regret POV
Aku memperhatikan dia. Dia menyadari aku memperhatikannya. Aku segera menoleh sambil menyeruput jus jeruk kotakku. Setelah beberapa detik menyeruput, aku menggoyang-goyangkan kotak itu. "Habis..." aku memandang datar kotak itu. "Dasar!" aku melempar kotak itu ke belakang. "WOI! HATI-HATI DONG, KAK REGRET!" teriak Vivi. Tapi, aku gak peduli.
Oh ya, perkenalkan, Regret Fullbuster. Anak dari Gray Fullbuster dan Juvia Fullbuster. Aku mempunyai adik yang bernama Ui Fullbuster. Rambutnya yang mirip bibi Lisanna berambut biu tua menjadikannya perempuan TERIMUT~~ sepanjang masa. Umurnya 8 tahun, kami hanya berbeda 6 tahun. Tidak seperti Papa-ku, aku lebih suka memakai baju, dan juga jaket. Sedangkan Papaku, menjadi seorang PBB di Guild. Mau tau kepanjangan PBB? Playboy Boxer Berjalan. Dia udah playboy, dan hanya memakai boxer sambil berjalan. Kadang-kadang, Boxer-nya itu hilang entah kemana. Sungguh terlalu!
"Hai, Reg!" sapa teman setimku, Alex.
"Hai Lex!" sapaku lesu.
"Kok lesu sih?"
"Gak ada..."
"Pagi ini cerah dan indah lho! Kenapa memasang muka lesu gitu?"
"Kubilang gak ada..."
"Lagi galau ya?" Alex mencoba menggodaku.
"Tidak"
"Oh, aku tahu! Lagi galau karena Nashi sama sekali tidak mengingat dirimu!" merekah senyuman nakal di wajahnya.
Otakku menjadi mendidih, aku mengepal tanganku. "DIAM SAJALAH KAU, MUKA BESI!" aku menonjok Alex penuh amarah sampe meja bar terbelah menjadi dua. "Regret!" ujar Nashi. "Eh, ma..maafkan aku!" aku duduk kembali di kursi sambil menopang dagu. "Jalan-jalan yuk!" ajak Alex yang sudah ada di sebelahku dengan senyuman merekah di wajahnya. "Sejak kapan kau disitu!?" seruku kaget.
"Eh, beli jajan yuk! Laper!" ajak Alex sembari mengelus-elus perutnya. "Dimana?" tanyaku. "Itu disana!" jawab Alex menunjuk dengan kedua tangannya-menyilang-ke dua arah yang berbeda. "Ih, yang betul lha! Atau gak, aku balik ke guild!" seruku sewot. "Eh, iya iya" seru Alex, lalu bergumam. "Ah, disana aja!" Alex menunjuk salah satu restoran. "Oke, ayo kesana" aku menarik tangan Alex karena sudah keburu lapar. "Eh, tu..tunggu!" seru Alex.
Setelah memesan makanan. Kami langsung melahap makanan yang kami pesan. Aku memasang muka datar ketika melihat Alex makan. Ia makan dengan SANGAT lahap dan SANGAT berantakan. Aku segera melahap makanan ku dan ingin segera balik ke guild karena mendapat firasat buruk. "Huh? Adha apha Regh?" tanya Alex penuh makanan di mulutnya. "Ti..tidak ada..." Aku segera mengambil makanan ku dengan garpu. Ketika aku ingin melahap makanan itu, garpu itu terjatuh ke meja. Aku terbelalak melihatnya. Firasat burukku semakin menjadi. Alex menelan makanan di mulutnya, "ada apa, Reg?" tanya Alex. Aku masih diam menatapi garpu itu, "aku akan pergi ke guild sekarang!". Aku segera berlari meninggalkan Alex. "Hei, tunggu aku!" Alex lari mengejarku. "HEI! KALIAN BELUM BAYAR!" ujar si tukang kasir. "Oh ya, maaf!" Alex segera meninggalkan uang dan berlari mengejarku.
Aku terus berlari menuju guild dengan hati gelisah. "Ada apa sebenarnya? Apa yang akan terjadi selanjutnya?"batin ku.
~TO BE CONTINUED~
Author: Hah, siap sedia selesai!~ Seperti biasa, chap-chap nya pendek sekali~
Regret: Makanya, panjangin dikit
Author: KALAU BUKAN KARENA WAKTU, FIC INI TETAP DIKIT!
Regret: *sweatdop* sama aja kale...
Author: Hehehe...oh ya, apa yang akan terjadi selanjutnya?
Regret: Lha, kenapa tanya ama ane? Yang bikin ceita kan elu!
Author: Oh ya, lupa!
Regret: *sweatdrop* dasar...
*tirai di tutup*
