Kushina pun mengusap keringatnya yang satu persatu turun kepelipisnya. Ia merasa belum pernah bermain musik hingga selelah ini, namun ia menikmatinya.

"Bagaimana, Kushina? Menyenangkan, bukan?" tanya Tsunade dengan senyumnya.

"Ya, kau benar Tsunade-san," jawab Kushina dengan senyumnya.

"Tadi itu hebat sekali, Kushina!" puji Hashirama diikuti oleh anggukan Tobirama dan Hiruzen.

"E-eh, benarkah? Terima kasih," ucap Kushina malu.

"Kau juga sependapat dengan kami kan, Minato?" tanya Hashirama.

Minato pun tersenyum dan berkata, "Ya, tadi itu Kushina hebat sekali."

"Kalau begitu..."

"Ya, Tsunade-san?" tanya Kushina.

"Bagaimana kalau kau menjadi anggota dari kami?" tanya Tsunade serius.

"Eh...?"

.

.

.

For Me, or For You?

By: Sekar Yamada

Naruto © Masashi Kishimoto

A Fanfic Requested(?)

.

.

Chapter 2

.

.

.

"Tu-tu-tunggu dulu, Tsunade! Kenapa kau seenaknya memutuskan begitu?!" ucap Hiruzen shock dengan apa yang dikatakan Tsunade.

"Hm? Tapi bukankah beberapa waktu yang lalu kita memang sempat berdiskusi kalau kita memang membutuhkan anggota baru?" tanya Tsunade polos.

"Tapi—"

"Lagi pula, kita memang membutuhkan seseorang yang jago di bagian keyboard, bukan? Ini akan membuat grup band kita tambah menarik," jelas Tsunade. Tobirama, Hashirama, dan Minato hanya bisa mengangguk setuju.

"Benar juga. Kalau begitu, lakukan sesukamu, Tsunade," ucap Hiruzen tersenyum.

"Nah Kushina, bagaimana denganmu? Kau mau ikut bergabung atau tidak? Keputusan kami serahkan padamu," ucap Tsunade.

"A-ano, Kushina! Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk masuk band kami kok, sungguh!" ucap Shizune dengan raut wajahnya yang sedikit khawatir.

"Ara? Anggap saja ini balas jasa untuk kami karena sekarang kau tinggal disini," ucap Tsunade polos.

"T-Tsunade-san! A-ano, Kushina, i-itu tidak benar kok, sungguh!" ucap Shizune tambah khawatir.

"Tapi aku rasa Shizune-san benar. Kalau kau tidak mau, kau bisa menolaknya," ucap Minato.

"Mi-Minato! Nanti dia benar-benar menolaknya!" ucap Tsunade setengah marah.

"Tapi bermain dengan orang yang setengah-setengah tak akan menghasilkan hasil yang bagus," ucap Minato.

"Tapi—"

Belum selesai Tsunade berbicara, Kushina tersenyum dan berkata, "Baiklah, aku ikut dalam band ini. Mohon bantuannya, minna-san."

"E-eh? Daijoubu, Kushina?" tanya Shizune.

"Umm. Daijoubu, Shizune-san," jawab Kushina dengan senyumnya.

"Yosh! Kalau begitu, ayo kita latihan lagi!" ucap Tsunade semangat.

"Eh? Apa?" tanya Kushina kaget.

"Tiga hari lagi kami akan ada konser, maka dari itu, kami berencana untuk berlatih terus. Mohon bantuannya, Kushina~! Ayo, kembali ke posisi kalian! Kita mulai lagi latihan kita!" ucap Tsunade.

"Ha-hai..." ucap Kushina lemas.

"Ah, Kushina!" cegah Shizune.

"Ada apa, Shizune-san?"

Kemudian Shizune mengeluarkan beberapa ikat rambut dari sakunya. Ia pun langsung mengarahkannya kearah Kushina dan berkata, "Ini. Aku rasa latihan dengan rambut tergerai akan mengganggumu, dan kalau kau mau, kau ikat saja rambutmu dengan ini."

"Arigatou, Shizune-san," ucap Kushina dengan senyumnya. Kemudian ia mengambil ikat rambut dari tangan Shizune.

"Sebenarnya dari beberapa alasan aku mencegahmu untuk tidak ikut band ini adalah karena dalam tiga hari lagi kami akan ada konser. Tapi karena kamu sudah berkata begitu, aku rasa aku tak dapat mencegahmu. Jangan paksakan dirimu ya, Kushina," ucap Shizune lembut.

Kushina pun tersenyum dan berkata, "Hai."

"Oi, Kushina! Ayo cepat kembali keposisimu!" bentak Tsunade kapada Kushina.

"H-hai!" ucap Kushina kaget. Kemudian ia langsung berjalan ketempatnya semula.

.

.

.

"Baiklah, latihan hari ini cukup sampai disini!" ucap Tsunade.

"Haaai~!" ucap Hashirama, Tobirama, Hiruzen, Minato, dan Kushina bersamaan.

Tsunade pun berjalan kearah Kushina dan berkata, "Permainanmu bagus, Kushina. Mohon bantuannya untuk besok ya."

"Ha-hai, Tsunade-san!" ucap Kushina sedikit kaget.

"Semuanya, ayo kita makan. Makanannya sudah aku siapkan," ucap Shizune.

"Hore, makan~!" ucap Hashirama, Tobirama, dan Hiruzen bersamaan. Kemudian mereka bertiga langsung melesat keruang makan.

"Menu hari ini apa, Shizune?" tanya Tsunade.

"Apa harus kuberitahu?" tanya Shizune cuek.

"Huh! Shizune pelit!" ucap Tsunade yang sekarang terlihat sedikit kesal.

Kushina yang dari tadi masih di tempatnya, kini mulai berdiri dan mulai berjalan meninggalkan tempat itu. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat Minato masih diam ditempatnya.

"Minato, kenapa kau—" ucapannya terhenti ketika ia mendengar bunyi dari gitar yang sedang Minato mainkan. Awalnya ia mencoba mendengarkan apa yang sedang dimainkan oleh Minato, namun... Bunyi itu...

"Ada ap—Kushina, kau baik-baik saja?" tanya Minato kaget ketika ia melihat air mata Kushina mulai jatuh satu persatu.

"He? Apa maksudmu, Minato? Eh? Tunggu, kenapa aku menangis?"

Kemudian, Minato berdiri dari tempatnya—dan juga menaruh gitarnya—lalu ia berjalan kearah Kushina. Ia pun mengeluarkan sapu tangannya dan mengarahkannya kearah Kushina.

"Pakai ini untuk membersihkannya," ucap Minato.

Dengan cepat, Kushina langsung mengambil sapu tangan itu dari tangan Minato dan langsung menggunakan itu untuk membersihkan air matanya.

"Ternyata aku memang tak bisa," ucap Kushina tiba-tiba.

"Apa maksudmu?" tanya Minato bingung.

"Lagu itu..."

"Lagu U&I yang dinyanyikan oleh Hou-kago Tea Time, band dari sebuah anime yang bernama K-ON!, benar begitu bukan?" ucap Minato.

"Ya, kau benar,"

"Aku tahu lagu itu karena kakakku memintaku untuk menyanyikan lagu itu untuk ibuku pada hari ulang tahun ibuku. Kakakku yang menyanyi, aku bermain gitar," ucap Minato.

"Souka," ucap Kushina tersenyum.

"Ayo kita kebawah, Kushina. Aku rasa—"

"Bisakah kau mainkan sekali lagi?" sela Kushina.

"Apa?" tanya Minato kaget.

"Bisakah kau mainkan sekali lagi?" ucap Kushina mengulang pertanyaannya.

"Tapi bukankah kau—"

"Tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa, sungguh," ucap Kushina tersenyum tipis.

Minato pun langsung kembali ketempatnya dan langsung mengambil gitarnya.

"Ayo kesini. Kau yang minta, 'kan?" tanya Minato.

"Iya," jawab Kushina. Kemudian ia langsung berjalan kearah Minato dan duduk didepan Minato.

"Aku mulai, ya. 1, 2, 3,"

"Kimi ga inai to nani mo dekinai yo

Kimi no gohan ga tabetai yo

Moshi kimi ga kaette kitara

Tobikkiri no egao de dakitsuku yo

Kimi ga inai to ayamarenai yo

Kimi no koe ga kikitai yo

Kimi no egao ga mirereba sore dake de iinda yo

Kimi ga inai to nani mo wakaranai yo

Satou to shouyu wa doko dakke?

Moshi kimi ga kaette kitara

Bikkuri saseyou to omotta no ni na

Kimi ni tsui tsui amaechau yo

Kimi ga yasashi sugiru kara

Kimi ni moratte bakari de nani mo ageraretenai yo

Kimi ga soba ni iru koto wo atarimae ni omotteta

Konna hibi ga zutto zutto

Tsuzukunda to omotteta yo

Gomen ima wa kizuita yo

Atarimae ja nai koto ni

Mazu wa kimi ni tsutaenakucha

'Arigatou' wo

Kimi no mune ni todoku kana?

Ima wa jishin nai keredo

Warawanai de douka kiite

Omoi wo uta ni kometa kara

Arittake no 'Arigatou'

Uta ni nosete todoketai

Kono kimochi wa zutto zutto wasurenai yo,"

"Suaramu bagus," ucap Minato tersenyum.

"Ahaha, terima kasih," ucap Kushina malu.

"Aku tak memaksamu untuk mengatakannya, tapi apa yang membuatmu begitu sedih dengan lagu ini?" tanya Minato.

"Lagu ini... Lagu yang kunyanyikan untuk ibuku—"

"—pada sehari sebelum kematiannya,"

"Eh?"

"Aku menyanyikan lagu itu dalam rangka ulang tahun ibuku, namun keesokan harinya... Hiks..." ucap Kushina mulai menangis.

"Ma-maaf, aku tak bermaksud membuatmu sedih begini.. Dan aku tak bermaksud untuk menangis... Aku lemah, ya...?" ucap Kushina mengusap air matanya dengan sapu tangan Minato.

"Aku rasa tidak," ucap Minato.

"Eh?"

"Aku rasa, orang yang menangis untuk orang yang dicintainya bukanlah orang yang lemah. Dan aku rasa, itu adalah air mata tanda sayangmu kepada ibumu," ucap Minato tersenyum.

Kemudian Kushina kembali menangis. Air mata yang sedari tadi ia tahan, kini keluar satu demi satu. Minato pun mendekatkan jaraknya kearah Kushina. Ia mulai memeluk Kushina.

"Mina... to?"

"Maaf, aku membuatmu sedih begini, Kushina."

"Tidak... ini bukan salahmu, Minato..."

"Aku rasa, ibumu yang ada diatas sana sekarang sedang tersenyum karena—"

"Eh?"

"—kau menyanyikan lagu itu kembali. Dan itu hanya untuk ibumu," ucap Minato dengan senyumannya. Kushina yang masih dipelukannya pun hanya bisa berkata,

"Terima kasih..."

"Kalau begitu, akan kupersembahkan satu lagu untukmu," ucap Minato mantap.

"Eh? Benarkah?"

"Ya. Ini adalah lagu yang paling lancar kumainkan,"

"Eh? Benarkah? Wah, aku jadi ingin mendengarnya!" ucap Kushina mulai semangat.

Minato pun tersenyum dan berkata, "Sebenarnya lagu ini... untuk orang yang kucintai. Orang yang sudah lama kucintai, namun sekarang ia lebih bahagia dengan orang lain. Tapi sekarang akan kumainkan untuk menghiburmu. Nah, dengar baik-baik ya, Kushina!"

"Ya, Minato. I-ya..."

.

.

.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu tiba. Hari dimana pertama kalinya Kushina ikut tampil dalam konser. Kushina pun tampak gugup saat mereka sedang perjalanan ke tempat konser.

"Kau baik-baik saja, Kushina?" tanya Shizune khawatir.

"A-aku baik-baik saja, Shizune-san," jawab Kushina lemas.

"Benarkah?" tanya Shizune memastikan.

"Iya," jawab Kushina.

"Kalau begitu, akan kuberitahu. Grup kita mendapatkan urutan keempat dan kesembilan. Tapi aku mohon tidak ada yang berpencar sampai kita tampil," ucap Shizune.

"Hai~!" ucap Hashirama, Tobirama, Hiruzen, Tsunade, Minato, dan Kushina berbarengan.

Tak lama kemudian, mereka sampai. Kushina sangat terkejut karena banyak gadis yang amat sangat menantikan mereka.

"Kyaaa~! Tuan Hashirama sudah datang~!"

"Kyaaa~! Tobirama-saaaan~!"

"Hiruzen-senpai~!"

"Tsunade-sama~!"

"Minato!"

Namun dari sekian teriakan itu, hanya tatapan khawatir, benci, akan-kubunuh-kau, dan tatapan-tatapan lainnya yang diterima Kushina. Kushina hanya bisa speechless.

"Baiklah semuanya, ayo kita turun!" ucap Shizune.

Lalu mereka turun dari mobil secara bergiliran dan sudah seperti artis yang menghadiri acara red carpet atau apapun itu namanya dan teriakan-teriakan yang tadi Kushina dengar tambah banyak dan tambah kencang. Mereka pun mulai berjalan yang dengan dituntun oleh para security.

"Lihat, itu band Hokage!"

"Band yang katanya sedikit berbeda dari biasanya itu, 'kan?"

"Oooh, band yang itu! Wah, aku jadi tak sabar untuk melihat penampilan mereka!"

"Tapi katanya hari ini band Hokage akan mempunyai penampilan yang berbeda lho!"

"Oh, kau benar! Aku dengar mereka mendapatkan anggota baru!"

Kushina yang mendengar itu langsung menarik baju Minato—karena dia adalah orang yang ada didepannya—dan bertanya, "Kenapa mereka bisa tahu kalau mau ada anggota baru?"

"Oh, aku lupa. Tsunade-san adalah orang yang bertugas mengupdate blog kami, dan kemaren Tsunade-san menulis di blog kalau grup Hokage mempunyai anggota baru," jawab Minato.

"O-oh, begitu... Tapi... Blog? Apa itu?" tanya Kushina dengan nada penasaran.

Minato yang sedikit terkejut, refleks menengok Kushina yang ada dibelakangnya dan bertanya, "Kau tidak tahu?"

"Tidak," jawab Kushina cepat.

Minato pun hanya bisa berkata, "Haaah... Kau ini..."

"Aku serius tidak tahu, Minato," ucap Kushina.

"Cari sendiri 'apa yang dimaksud dengan blog', ok?"

"Hah?" tanya Kushina mulai kesal.

"Atau kau tidak bisa?" ucap Minato dengan nada setengah meledek.

"Tentu aku bisa! Akan kutunjukkan nanti!" ucap Kushina semangat.

"Hoo... Aku tunggu lho..." ucap Minato.

"Ok!" ucap Kushina sambil mengacungkan jempolnya. Hashirama, Tobirama, dan Hiruzen hanya bisa menggeleng-geleng pasrah ketika melihat mereka berdua.

Tsunade pun tersenyum dan berkata, "Yosh, minna! Ayo kita berjuang di konser ini!"

"Ou!" ucap Hashirama, Tobirama, Hiruzen, Minato, dan Kushina bersamaan.

.

.

.

Penonton menyambut dengan meriah lagu terakhir yang dinyanyikan mereka. Tanggapan positif—ah, bahkan lebih positif dari pada sebelumnya itu, membuat Kushina menitikkan air mata. Tadinya ia pikir, ia tak akan diterima oleh fans-fans Hokage karena melihat reaksi yang amat sangat negatif dari mereka, namun setelah dia tampil, para fans itu bahkan mulai tersenyum dan berkata, "Kushina! Ayo semangat!"

Setelah turun dari panggung, mereka langsung melihat seorang gadis berambut pendek sebahu.

"Tsunade-san," panggil Kushina.

"Hm?"

"Dia sia—"

"Rin?" ucap Minato tiba-tiba.

"Minato!" ucap gadis itu. Kemudian ia langsung memeluk Minato. Dan hal itu langsung membuat Kushina kaget plus speechless.

"Rin, lepaskan," ucap Minato malu-malu. Saat Minato mengatakan itu, entah mengapa Kushina kesal melihatnya.

"Oh, maaf!"

"Ah, Penampilan kalian tadi bagus sekali! Kerja yang bagus!" ucap gadis yang bernama Rin itu lagi.

"Terima kasih," ucap Hashirama, Tobirama, Hiruzen, dan Tsunade berbarengan. Kushina yang kesal dengan kejadian tadi, mengalihkan pandangannya kearah lain.

"Ara? Bukankah ini anggota baru yang sedang hangat diperbincangkan itu?" tanya Rin.

"Ya. Perkenalkan, namanya Kushina Uzumaki," ucap Minato.

"Kushina Uzumaki desu," ucap Kushina. Ia pun membungkukkan badannya seperti orang kebanyakan.

Rin pun tersenyum dan langsung menggenggam tangan mungil Kushina. Ia pun langsung berkata, "Uwaaa~! Nama yang manis! Hajimemashite! Watashi wa Rin Nohara desu! Yoroshiku, Kushina-chan!"

Kushina yang masih kesal dengan kejadian tadi hanya bisa mengangguk dan berkata, "Yoroshiku," dengan sangat datar.

"Rin!" panggil seorang lelaki berambut hitam.

"Ah, Obito!" ucap Rin ketika ia menengok kearah lelaki itu. Ia pun langsung berlari kearahnya.

"Kemana saja kau ini? Aku cari kemana-mana namun kau tidak ada," ucap pria berambut hitam yang dipanggil Obito itu.

"Aaah! Kan aku ingin menemui Minato!" ucap Rin dengan mengembungkan pipinya.

"Kushina," panggil Tsunade.

"Ya, Tsunade-san?" jawab Kushina sambil menengokkan kepalanya kearah Tsunade.

"Dia itu Rin Nohara—ah, iya, tadi baru saja dia memperkenalkan dirinya, ya? Aku lupa. Ah tapi, satu hal yang perlu kau ketahui, Kushina," ucap Tsunade.

"Apa itu, Tsunade-san?"

"Dia..."

"Ya?"

"Teman masa kecil Minato. Sekaligus... Orang yang dicintainya," ucap Tsunade tegas.

Kemudian Kushina teringat omongan Minato saat itu. "Sebenarnya lagu ini... untuk orang yang kucintai. Orang yang sudah lama kucintai, namun sekarang ia lebih bahagia dengan orang lain."

'Jadi orang itu—orang yang dicintai Minato?!' ucap Kushina dalam hati.

"HEEE?"

.

.

.

To Be Continue

.

.

Author note:

Yaaak! Akhirnya selesai juga~ *tiduran*

Maaf agak lama untuk update, karena pas mau update, lappie daku tiba-tiba rusak, dan UKK nista itu menjadikan daku lupa dengan ini... *curhat*

A-aah! Dari pada saya lama-lama curhat, ini balasan reviewnya~

Uchiha Tachi'4'Sora: Minato ooc? Memang saya sengaja buat begitu hehehe~ Ini lanjutannya~ Silahkan~

HaaniieRyee: Uwaaa~ Sankyu! Ini sudah diupdate ya. Salam kenal juga, HaaniieRyee-san ^^

FlashRedPolka: Hmmm? Kasih tau ga yaaa? B-) Uwaaa, kan daku memang tak begitu minat bikin fanfic buat kaichou-baka itu B-) *eh* Arigatou! :'D

Aika Licht Youichi: Hmm? Idenya terpaksa? Mungkin, hehe... Ah iya, terima kasih untuk peringatannya. Ini sudah update, maaf menunggu ^^

U. Icha-chan: Uwaaa... Ittai, ittai! I-ini udah diupdate kok, silahkan dibaca ya ^^

Nah, sekian untuk chapter ini. Mind to RnR?