Judul : Indonesia in Paradise [Chap 2]
Genre : Romance and Friendship
Rate : T
Cast : All member EXO
Warning : GS for Uke, TYPO, banyak tidak sesuai EYD, OOC, dll.
.
.
Zelus bahagia karena kalian sudah mau mereview, sekedar mampir, follow maupun favs ini fict T^T ternyata banyak juga yang suka dengan FF abal – abalan kayak gini.
XD karena ada yang minta di Madiun. Oke kita akan pergi ke Madiuuuun~
Happy Reading~
.
.
"MWOOOOOO!?"
Luhan menutup telinganya erat – erat. Bisa – bisa dia tuli karena mendengar suara berat di paksa nada tinggi. 2 namja yang berbeda warna kulit—Kai dan Sehun hanya menganga lebar dan terkejut. Heran sekali.
"Kenapa? Kalian tidak mau ke Madiun? Padahal banyak yang mengasyikkan loh di sana" kata Luhan sambil menyesap air tehnya yang sudah agak dingin.
Sedangkan Kai dan Sehun hanya menganga, padahal baru sehari mereka tiba di Bali, Indonesia ini. sekarang Luhan mengajak mereka mengunjungi salah satu sahabatnya di Madiun. Mereka memang sarapan pagi di Paradise Hotel.
"Aku juga sudah mengantongi ijin dari Suho, kemarin malam sehabis melihat pertunjukan tari kecak, aku menelpon Suho dan dia bilang 'bawa saja ke Papua dimana dia mempunyai teman yang sama dengannya, aku tidak keberatan jika kau benar – benar melakukannya'. Jadi kalian sudah di restui oleh Suho" kini Luhan mengunyah suapan nasi yang ada di mulutnya. Pagi ini mereka juga memakan makanan khas Indonesia. Dengan satu menu, Rawon.
"Apa pula Papua itu! kami kan berlibur Mbak Luhan! lagi pula kami tidak tahu apa itu Papua maupun Madiun?" kata Kai sewot. Bahkan dia lupa sendiri dengan sarapan—yang sebenarnya dia ngotot ingin makan rawon lagi.
"Aku mau ikut" Kata Sehun cuek sambil memakan Rawonnya. Kai hanya menganga[lagi] melihat Sehun yang dengan senang hati. Kai dapat melihat mata Sehun yang mengatakan bahwa dia ingin memodusi Luhan. Ck cari perhatian.
"Bagaimana denganmu Kai?" tanya Luhan. dia menyilangkan tangannya di dadanya. Meminta jawaban. Kai hanya merengut bosan. Luhan tahu bahwa Kai akan menolaknya, jadi dia sudah menyiapkan sesuatu.
"Aku tid—"
"Aku juga mengajak Kyungsoo" kata Luhan dengan seringaiannya.
Kai membatu.
Mengajak Kyungsoo?
"Dia juga menerimanya, berarti kau di sini saja ya, jaga Hotelku, aku, Sehun dan Kyungsoo tidak akan lama sampai seminggu kok" Luhan ingin tertawa melihat keringat dingin mengalir di pelipis Kai. benar – benar sangat menyenangkan menggoda orang yang suka menggoda orang lain. paham maksudku kan?
"AKU MAU IKUT!" teriak Kai. Yess! Rencana Luhan berhasil.
"Jadi kapan kita berangkat?!" kata Kai tak sabaran. Sedangkan Sehun hanya mencibir kelakuan Kai. tadi katanya tidak mau ikut, kok sekarang malah ngebut mau berangkat.
"Sekarang, jadi persiapkan semuanya ya!" kata Luhan mengakhiri sarapannya. Setelah itu dia melenggang pergi meninggalkan si arang dan si tembok putih yang tengah menganga lebar kembali.
.
.
"Kita kembali di bandara ini" kata Kai dengan lesu. Berbeda dengan Sehun yang tampak ceria. Bahkan Kai mengira Sehun sudah gila, dia tidak pernah melihat Sehun sesenang ini. bahkan sekelas menjuluki dia si tembok putih. Mengerti? Tembok karena wajahnya yang datar dan putih karena kulitnya yang memang putih sih.
"Nah, sebentar lagi kita take off, jadi apa yang ketinggalan? Oh ya! Sehun bisakah kau mengantarkanku ke minimarket di sana?" Sehun benar – benar merasa sangat bahagia. Sehun menanggapi perkataan Luhan dengan anggukan kepala antusias. Kai menggerutu. Sehun benar – benar beruntung.
"Kai.. ini ada minuman untuk mu" Kai mendongak melihat Kyungsoo yang menyerahkan plastik yang mungkin isinya es teh. Seketika itu dia menerimanya dengan sangat – sangat amat senang hati. Ternyata ada untungnya juga Luhan pergi bersama Sehun, dia bisa berduaan dengan Kyungsoo. Catat! BERDUAAN!
"Mbak Kyungsoo, aku mau tanya" Kyungsoo yang sekarang duduk di sebelah Kai hanya mengangguk pertanda memperbolehkan Kai bertanya.
"Papua itu apa?" Kyungsoo ingin tertawa mendengar perkataan Kai. benar juga Kai kan turis mana tahu tentang Papua?
"Papua itu semacam afrikanya Indonesia, orang di sana sangat baik, dan juga emh.. hitam.. tapi seninya sangat luar biasa loh~" kata Kyungsoo. Kai hanya manggut – manggut.
Loading….
Tunggu..
Afrikanya Indonesia.
Berarti orang kulit sana hitam dong?
'bawa saja ke Papua dimana dia mempunyai teman yang sama dengannya, aku tidak keberatan jika kau benar – benar melakukannya'
Terngiang perkataan Suho saat di telpon Luhan.
Itu berarti….
Asfghjkl—DASAR ANGEL EVIL!
KIM JUNMYEON BRENGSEEKKKK!
SUHO PENDEK!
Berarti secara tidak langsung Suho menghinanya! Awas saja saat pulang nanti, Dia akan membakar seluruh berkas – berkas perusahaannya! Lalu menghancurkan barang – barang berharganya. Dan jangan lupa piala – piala kebanggaannya akan dia hancurka dan—
"Kai? kenapa wajahmu seperti menahan pipis saja?" tanya Kyungsoo saat melihat tampang Kai, yang menurutnya aneh itu. Kai langsung sweat drop, hilanglah sudah bayangan mengerikan Kai tentang apa yang akan di lakukannya pada Suho.
"Ah! Ani – ani, bukan apa – apa kok Mbak Kyungsoo hehehehe" Kyungsoo hanya menaikkan satu alisnya. Kenapa Kai tertawa hambar sekali?
"Apa yang kalian lakukan? Sepertinya kalian sedang serius?" tanya Luhan sambil membawa sebuah bungkusan bersama Sehun yang menyusulnya. Kai hanya menggelengkan kepalanya.
Luhan tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya ada yang aneh dengan keringat pelipis di dahi Kai. heum.. tapi pikirannya harus sirna saat mendengar perkataan bahwa pesawat yang akan ke Surabaya. Luhan mengatakan kepada teman – temannya agar bersiap.
.
.
"Jadi ini yang namanya Madiun?" kata Kai saat berhasil keluar dari bandara.
"Bukan ini Surabaya" kata Luhan. dia menunjukkan sebuah papan nama bandara tersebut. Bandara Juanda. Oh.
"Lalu kita akan naik apa ke Madiun Mbak?" tanya Sehun. Luhan menunjuk sebuah mobil van putih yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Itu seperti mobilnya Mas Chanyeol deh" kata Kyungsoo dengan bahasa Indonesia. Kai membesarkan telinganya, Chanyeol di telinganya seperti nama Korea bukan nama Indonesia.
Saat van itu berhenti tepat di depan mereka. dan terlihatlah wajah sang supir yang sangat seperti alien dengan senyuman lebarnya. Kyungsoo berteriak senang, sedangkan Luhan hanya tersenyum melihat kelakuan Kyungsoo. Sedangkan 2 namja di belakangnya itu hanya mengo doang.
"Ayo masuklah!" teriak namja senyuman pepsodent itu pada mereka dengan bahasa Korea. dengan secepat kilat mereka memasukkan barang – barang. Dan setelah itu membagikan tempat duduk.
Posisi duduknya, Kai berada di depan bersama Chanyeol. lalu di belakang ada Sehun, Luhan dan Kyungsoo. Sedangkan yang ada di belakangnya adalah barang – barang mereka bawa.
"Emh, apakah kau seorang warga negara Korea?" tanya Kai dengan suara pelan. Takut – takut salah. Chanyeol yang sedang mengemudi menoleh dan menampilkan senyum creepy-nya kepada Kai. sedangkan Kai yang melihat kejadian senyuman yang menyilaukan hanya bergedik ngeri. Ternyata ada yang lebih parah gilanya daripada dirinya.
"Ku anggap itu jawaban iya" kata Kai melihat pemandangan luar. Memang tidak ada yang menarik sih, selain gedung, dan jalanan. Mirip Seoul. Ah, dia jadi rindu dengan Seoul apa lagi dengan keluarganya. Tapi Suho tidak termasuk dalam daftar yang di rindukannya.
"Hei, Hitam!" Kai menoleh dengan wajah yang menyeramkan ke arah supir yang memanggilnya hitam. Oh! Hell! Dia tidak sehitam itu! lagi pula banyak yang hitam di sini selain dirinya. ternyata benar, Indonesia merupakan kumpulan para kulit berwarna exotis seperti dirinya. Nah loh kok melenceng?
"Hum" Kai tidak ambil pusing dengan perkataan Chanyeol. dari seberang dia mendengar tertawaan. Apa yang lucu dari dirinya hingga Chanyeol tertawa?
"Jadi kau yang di ceritakan oleh Mbak Luhan, sudah jatuh hati kepada bekas milik Suho hahaha" Kai melotot mendengar perkataan Chanyeol. dia buru – buru menoleh ke jok belakang.
"Tenang saja, Mbak Luhan dan Kyungsoo sudah tidur, tinggal teman pucatmu itu" kata Chanyeol. Kai menghela nafas lega. Sedangkan Kai juga mendengar tertawaan dari jok belakang. Dasar Sehun Setan Cadel! Batin Kai dalam hati.
"Lalu apa urusanmu?" tanya Kai.
"Oh Janc*k Macet! Apa pula ini!" Kai mengerutkan kening. Sepertinya Chanyeol menggumamkan sesuatu. Apa pula kata – kata itu. dia juga sepertinya menggerutu dengan bahasa Indonesia.
"Apa yang kau gumamkan?" tanya Kai. Chanyeol tersenyum creepy tidak menghiraukan Kai. "Tidak, kau tidak perlu tahu apa yang ku katakan" kata Chanyeol.
"Jadi kau orang Korea? Tapi kenapa kau ada di sini? apakah kau juga berlibur seperti kami?" tanya Sehun.
"Aku? Coba pikirkan dengan logika, kalau aku berlibur seperti kalian aku tidak akan tahu jalan di sini, dan juga tidak bisa berbicara bahasa Indonesia" Kai manggut – manggut mengerti. Tapi Kai heran kenapa di belakang sepertinya tidak ada suara. Padahal tadi Sehun bertanya.
Dengan bekal penasaran dia menoleh ke jok belakang. Dia dapat melihat wajah Sehun yang menegang sempurna dan berwajah pucat. Persis seperti orang yang akan di eksekusi mati.
Kai melihat ke pundak Sehun, oh itu masalahnya. Luhan tertidur dan tidak sengaja jatuh ke pundak Sehun. hahaha, wajah Sehun sangatlah lucu.
"Temanmu yang pucat itu suka dengan Mbak Luhan?" tanya Chanyeol yang kembali menyetir karena jalanan sudah cukup lenggang.
"Ne, begitulah.. namanya Sehun dan.. Hei! Kau belum menjawab pertanyaanku!" Kai merengut.
"Hahahahaha, kau seperti perempuan saja! Kau itu tidak pantas seperti itu, baiklah.. tapi tolonglah temanmu bernama Sehun, dia sepertinya mimisan aku dapat melihat dia dari kaca supir" kata Chanyeol. Kai menoleh ke belakang. Dan benar perkataan Chanyeol. Sehun mimisan!
Kai yang sayang Sahabatnya. Dengan senang hati memberi sebuah tisu. Dan Sehun menerimanya dengan senang hati. Tangannya pun gemetaran. Kenapa? Karena Sehun tidak sengaja melihat belahan dada milik Luhan. karena Luhan memakai jaket dan V-neck. Ternyata Sehun juga pervert.
"Sudah?" tanya Chanyeol.
"Ne"
"Baiklah, aku sudah pindah dari Korea ke Indonesia sejak umurnya 17 tahun, dan sekarang umurku 21 tahun. orang tuaku cerai, aku ikut appaku dan appaku menikah lagi dengan orang Indonesia yang beragama Islam. Jadi aku juga menganut agama Islam, sama dengan Kyungsoo. Dan tada~ aku tinggal di Jogja" kata Chanyeol. Kai mengangguk, "Tapi kenapa Mbak Luhan bilang kita akan ke Madiun?"
"Oh~ itu karena aku akan ke Madiun melihat 'REOG PONOROGO' yang khas. Jadinya dia ingin ikut" kata Chanyeol sambil membelokkan setirnya ke kanan.
"Apa itu Reog ponorogo?" Chanyeol hanya tertawa menanggapi pertanyaan Kai. orang Bule memang lucu dengan sifat kekepoannya. "Nanti juga tahu, kita ke Madiun menginap hanya satu malam dan melihat Reog ponorogo setelah itu kita akan ke rumahku di Jogja, tidurlah, perjalanan masih panjang. Dan sepertinya temanmu—sehun itu sudah tertidur". Kai hanya menghela nafas. Sepertinya dia harus tidur.
.
.
"Kaii~ kita sudah ada di Madiun~" Kai langsung membuka matanya saat melihat Kyungsoo yang berada di sampingnya—lebih tepatnya jendela mobil van milik Chanyeol. sedangkan Sehun yang berjarak beberapa langkah dari van hanya mencibir, "cih, kalau Kyungsoo baru bisa bangun".
Luhan hanya tertawa kecil. Benar – benar sepasang sahabat yang tidak akur. Tapi kalau di lihat – lihat Kai dan Sehun itu sangat kompak. Kompak dalam hal mengerjai satu sama lain. hahahahaha…
"Hei Mbak Kijang! Kau bawa apa saja? Kenapa kopermu berat sekali!" Luhan berhenti tertawa dan menatap Chanyeol dengan tatapan mengerikan—walau terlihat sangat lucu sih. Luhan menunjuk Chanyeol, dan mempraktekkan tangannya seolah membelah kepalanya bermaksud mengancam Chanyeol. tapi Chanyeol yang aslinya Bandel hanya tertawa dan memeletkan lidahnya.
"Apa yang kalian bicarakan? Aku tak benar – benar paham. Dan lagi pula ini di mana? Sepertinya kita berada di perkampungan?" kata Sehun. Luhan lagi – lagi tertawa kecil dengan ke-kepo-annya Sehun.
"Hanya bergurau. Jja! Kau bisa bantu aku untuk membawa koper – koper, lagi pula aku kasihan juga jika minta tolong Kai, dia kan lagi gencar – gencarnya PDKT sama Kyungsoo" kata Luhan sambil membawa sebuah tas. Dan Sehun melihat Kai yang tetap dalam posisi duduk sementara Kyungsoo yang berdiri di pintu van.
'ck! Benar – benar tidak gentleman sekali'
.
.
"Heumm~"
"Ah!"
"Em.."
"Mbak Luhan, berhenti gumam yang aneh – aneh dong!" teriak Kyungsoo. Kyungsoo benar – benar tidak mengerti dengan Luhan. bermaksud liburan apa tidak, dia malah masih membawa berkas – berkas Hotelnya di Bali itu.
"Aku sedang berpikir Kyungsoo" kata Luhan sambil menulis sesuatu di kertas – kertas yang berserakan di meja ruang tamu. Yah, Chanyeol menyewa sebuah rumah.
"Kalian berbicara apa sih, aku tidak mengerti sama sekali, jangan pakai Bahasa Indonesia dong" kata Sehun sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Luhan memalingkan wajahnya dari kertas – kertas yang dia bawa ke asal suara Sehun. dan setelah melihat keadaan Sehun. Luhan buru – buru melihat kertas – kertas itu. wajahnya sangat – sangat panas melihat Sehun.
Perlu ku jelaskan?
Sehun memakai tank-top, dengan keadaan masih agak – agak basah. Dan dia memakai celana jeans robek di bagian lututnya. Jangan lupakan wajahnya yang sangat sexy dengan rambut yang basah dan handuk yang bertengger di lehernya.
Benar – benar sexy.
'Mana mungkin aku suka yang brondong sih?!' teriak Luhan dalam hati.
"Kyung? Kau sudah Sholat?" tanya Luhan. dia benar – benar harus menjernihkan pikirannya. Walaupun dia berbeda agama dengan Kyungsoo. Tapi yang penting dia harus mengalihkan pikiran bahwa Sehun itu sexy—walau sebenarnya Luhan juga setuju bahwa Sehun itu sexy.
"Aku sih sudah sholat Ashar, kalau Mbak Luhan itu sholatnya pada hari minggu ya? Berarti hari tidak ya?" kata Kyungsoo sambil menerawang. Luhan sangat tahu bahwa Kyungsoo sangat menghargai dirinya beragama Kristen.
"Kalau Kai itu agamanya apa?" tanya Kyungsoo pada Sehun yang sekarang duduk di samping Luhan. dan Luhan harus benar – benar kosentrasi pada kertas – kertasnya sekarang.
"Kristen?" kata Sehun. lalu melihat apa yang Luhan lakukan, tanpa dia sadari bahwa dia semakin dekat dengan Luhan. dan itu membuat Luhan benar – benar harus menggandakan kadar kosentrasinya.
"Waaah.. sama dengan Mas Suho, berarti gak bisa juga jadi suamiku dong, aku kan harus menikah dengan seagama denganku" kata Kyungsoo.
BRUUUUUUSSSS….
"Yak! Hitam! Jangan main sembur dong!" kata Chanyeol yang entah kapan nongolnya bersama Kai yang sama dengan Chanyeol yang entah kapan nongolnya. Lucunya sekarang kaos putih Chanyeol ternodai dengan semburan dahsyat Kai yang tadinya sedang meminum jus jeruk buatan dirinya dan Chanyeol.
Sehun memandang Kai dengan tatapan seolah dia berduka cita. Padahal dia tertawa habis – habisan. Belum nembak sudah sepertinya akan di tolak. Tapi ada yang aneh dengan perkataan Kyungsoo.
'…Gak bisa juga jadi suamiku dong..'
Berarti secara tidak langsung Kyungsoo itu berminat dengan Kai. waow. Kesimpulan yang menarik sekali Sehun.
"Mianheyo hyung!" kata Kai sambil sepertinya hendak menyembah. Dan Chanyeol hanya memandang jijik kepada Kai.
"Sudahlah, tak apa. Hei semuanya! Aku bawa Brem Madiuuuun~" mendengar kata Brem di perkataan Chanyeol, mata Kyungsoo langsung berbinar.
"Breeem!" Kyungsoo meloncat.
Siapa yang tidak tahu Brem Madiun? Yah pengecualian dengan Bule asia dengan perbedaan warna kontras. Kyungsoo langsung mengambil beberapa brem yang di bawa Chanyeol. Luhan pun mengambil walau tak sebanyak Kyungsoo. Sedangkan hitam dan putih itu dengan ragu – ragu mengambil sebuah Brem.
"Enaaaaak~" kata Kyungsoo sambil menyesapi rasa dingin di Brem itu. Luhan pun menyesap juga potongan brem di tangannya.
"Apa yang harus kami lakukan? Kenapa kalian berdua menyesap 'Brem' itu?" tanya Sehun dengan wajah agak kebingungan—atau malah bingung beneran menatap sepotong brem di tangannya. Sedangkan Kai ragu – ragu untuk menyesap sebuah brem itu. Dia mulai memasukkan sepotong brem, dan mulai terasa dingin. Rasanya agak manis dan dingin.
"Mashita~" kata Kai sambil memegang pipinya, seakan – akan brem tersebut sangatlah enak.
Sehun yang sedang menilik brem itu dengan ragu – ragu memulai memakannya.
Dan ternyata...
"ENAKKKK!"
Yang anehnya dia berkata dalam bahasa Indonesia seperti yang di katakan Kyungsoo.
Hahahaha
Hebat.
.
.
TBC
Yak Cut sampai di sini dulu XD nanti Baeknya keluar ya? Hehehehe
EXO—We Are One
Itu selogannya bukan? Jadi hampir mirip dengan Bhinneka tunggal ika XD kan? /maksa banget/
Balasan Review:
Ritaanjani4 : hahahahaha... iya XD Zelus juga bayangin juga loh.. antik mungkin ya? Nah ini Chanyeol nya keluar, nanti bakal keluar kok Baeknya. Di chap 3 /Duak/ Trims dah review ne? ^^
Yeolrascal : Oalah.. pindah ke medan toh? Aku juga orang jawa, setengah madura hehehe... trims dah review ne?
oxweareonexo : hahah iya... belum aku pasangin dulu :p nanti aku pasangin.. gomawooo dah review...
Jong Kyudo : ini udah di lanjut iya sih, aku juga sempet ketawa ngetiknya XD gomawoo dah review nde?
Aswshn : Hahaha.. iya kan di sini pake penekanan bahasa Indonesia Xp Gomawoo dah review
Dobichan : ini udah keluar Channya, Baeknya nanti di chap 3 heheheh /duak/ Gomawo dah review~
Pandarkn : lagian satu – satunya bahasa daerah yang Zelus bisa itu Cuma Jawa doang hehehe.. gomawoo dah review
exoticsannha13 : Nah brem madiunnya dah keluar, tinggal reog dan juga pecelnya.. :D trims udah berpartisipasi untuk memberi saran ^^
dshaiqila : Ini udah di lanjut XD gomawooo dah review
asroyasrii : maaf tapi hanya bahasa jawa yang saya bisa, lagi pula kalaupun di Bali mereka (Red, Luhan, Kai Sehun) adalah orang Korea, jadi mungkin lebih ke bahasa Indonesia. Lalu tentang Kyungsoo kan ada perkawinan Jawa :D jadi pake bahasa jawa.. trims dah review
Brigitta Bukan Brigittiw : nanti kalau kembali ke Bali pasti mereka berdua (kai dan Sehun) akan ke pantai itu X3 tapi sekarang masih di Madiun untuk di ajak jalan – jalan oleh Chanyeol dan Luhan hehehe.. trims dah review
ByunnaPark : XD hahaha iya... gak mau balas gimana, :/ tapi yang pasti gomawo dah review :D
Laibel : :D ini udah di lanjut XD gomawooo dah review
KaiSoo Fujoshi SNH : heheheh iya perdana :D untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, kamu bisa kok saran tempat – tempat di kota mana gitu tapi yang penting gomawo~ dah review :D
.
Jja! Ada yang mau request tempat di sini? Atau saran untuk FF ini? Review nde? :D
