nararhezty : kenapa pendek? Karena ide saya mentok sampe situ hehe. Idenya malah jadi ke chapter ini semua hehe.. Ini udah lanjut ya. Selamat menikmati ;)
FlashRedPolka : ohohoho~ saya anak yang tepat janji B-) kalo Kengo seneng, emang anda tak senang juga? ._. Uwah, jahat nih si tante u.u ini udah lanjut eaaa :3
U. Icha-chan : Uwaaa! Aku terharu lho, sungguh! Soalnya baru kali ini hehe :') saya usahakan ga lama-lama kok updatenya. Cuma emang di chapter 3, saya bingung mau seperti apa ceritanya. Dan akhirnya malah lama update-nya. Gomenne… u.u sesuai keinginanmu, ini udah ku update ga lama seperti chapter sebelumnya ya. Happy reading :)
.
.
.
"Kushina,"
"Hmm?"
"Besok kita libur, bukan?"
"Kalau tidak salah, kita memang libur dari latihan dan konser. Ada apa memangnya?"
"Aku berjanji pada Kakashi untuk mengantarnya berkeliling kota besok. Apa kau sudah ada acara?"
"E-eh? A-ah, belum, tentu saja,"
"Baguslah kalau begitu," ucap Minato tersenyum. Kemudian Kushina pun ikut tersenyum.
"Ternyata kau memiliki teman yang unik ya, Minato,"
"Aku juga bingung kenapa mereka bisa jadi temanku,"
"...ha?" ucap Kushina facepalm.
"Ahahaha! Bercanda, bercanda!"
"Mou..."
"Bagiku, mereka adalah segalanya. Kalian di band Hokage pun termasuk itu,"
"Heee? Hebat ya, Minato bisa berkata seperti itu..." ucap Kushina tersenyum.
"Oh iya, kau ada janji 'kan denganku?"
"Janji... Ah! Maksudmu tentang itu, ya?"
"Aku jadi ragu kau bisa mengetahuinya," ucap Minato menghina.
"Aku pasti bisa!"
"Kalau begitu, tiga hari lagi, kau harus memberitahukanku jawabannya,"
"Huh! Besok pun aku bisa memberitahukanmu sampai kau bosan!"
"Oh? Benarkah?"
"Ya!"
.
.
.
For Me, or For You?
By: Sekar Yamada
Naruto © Masashi Kishimoto
A Fanfic Requested(?)
.
.
Chapter 4
.
.
.
Sampai di rumah, dengan izin dari Shizune, Kushina meminjam komputer Shizune untuk mencari pengertian 'blog' di internet.
"Ini teh untukmu, Kushina," ucap Shizune sambil memberi teh untuk Kushina. Ia pun menaruh teh tersebut tak jauh dari Kushina.
"Arigatou, Shizune-san," ucap Kushina tersenyum kearah Shizune. Namun kemudian ia kembali mengarahkan pandangannya ke arah komputer.
"Sedang mencari apa, Kushina?" tanya Shizune antusias.
"Ano... Aku punya janji dengan Minato untuk mencari pengertian 'blog' untuknya,"
"Hoo... Kalau begitu, sini aku bantu," ucap Shizune. Kemudian ia menuliskan beberapa kata di komputer itu.
"Lho, apa itu? Keren sekali!" ucap Kushina terkagum-kagum.
"Ini adalah contoh dari sebuah blog dan ini blog kita, band Hokage,"
"Hoo... Sou ne..." ucap Kushina mengerti.
"Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan yang dimuat sebagai posting pada sebuah halaman web umum. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari isi pengguna blog tersebut,"
"Hoo..." ucap Kushina takjub.
"Yang kutahu, banyak orang Jepang menggunakan blog sebagai tempat mereka curhat, layaknya buku diary. Namun kadang ada yang menggunakan blog untuk menawarkan produk, ataupun sekedar untuk mencari teman. Nah, kita biasanya menggunakan blog untuk memberitahukan kegiatan-kegiatan kita, seperti memberitahu kepada fans kita akan adanya anggota baru,"
"Uwaaa! Hebat sekali, Shizune-san! Kau memang banyak tahu, ya,"
"Ahahaha... Kalau hanya ini, aku bisa. Karena yang biasanya menulis update-an tentang band Hokage adalah aku,"
"Sou ne... Nah! Dengan ini aku bisa membuat kebosanan Minato hilang. Arigatou, Shizune-san!"
"Douitashimashita, Kushina. Semangat untuk kencan besok, ya," ucap Shizune tersenyum.
Kushina pun blushing. Ia pun membalikkan badannya dan berkata, "Ke-kenapa Shizune-san tahu?"
"Ara? Ternyata benar kalau kau akan kencan dengan Minato besok. Padahal aku hanya menebaknya, lho,"
"H-he...? Benarkah?" tanya Kushina memastikan.
"Um. Karena kau terlihat bahagia sekali setelah pergi dengan Minato, jadi kupikir kau akan pergi kencan dengannya besok," ucap Shizune menjelaskan.
"Ta-tapi sebenarnya besok bukan kencan, kok. Be-besok aku hanya pergi menemani Minato yang disuruh temannya untuk menemaninya,"
"Yah, tapi aku rasa itu bisa disebut kencan, kok," ucap seseorang dari dibalik pintu. Kemudian ia membuka pintu itu.
"Tsu-Tsunade-san?!" ucap Kushina dan Shizune kaget.
"Gomen, aku ada perlu dengan Shizune. Tetapi saat aku ingin membuka pintu, sepertinya kalian sedang asyik mengobrol, jadi aku tak ingin mengganggu kalian,"
"A-ano! Apakah kau mendengar semua pembicaraan kami?" tanya Kushina memastikan.
"Hmm... Yah, bisa dibilang begitu," ucap Tsunade santai.
"So-sou na..." ucap Kushina kaget.
"Mou, Tsunade-san, sebaiknya kau hentikan kebiasaan itu," ucap Shizune sedikit marah.
"Ha? Apa yang kau maksud 'kebiasaan' itu, huh? Aku tak pernah memasukkan hal itu kedalam daftar kebiasaanku,"
"Tapi—"
"Mou, cukup Shizune-san,"
"Kushina?"
"Ano, Tsunade-san. Mohon rahasiakan hal ini kepada siapapun," ucap Kushina serius.
"Aku tak berniat mengatakan hal ini kepada siapapun," ucap Tsunade santai. Kushina pun lega mendengarnya.
"Tapi mungkin akan ada waktunya aku mengatakan hal ini kepada Minato," ucap Tsunade lagi. Raut wajah Kushina pun berubah derastis.
"Dasar..." ucap Shizune menggeleng-gelengkan kepalanya.
.
.
.
"Wah, kota ini mengalami perubahan yang cukup besar," ucap Kakashi santai.
"Hmm... Kau benar," ucap Beta yang disampingnya mengangguk-angguk.
"Ne, Minato!"
"Hmm?"
"Aku sudah mengerti apa itu 'blog'! Hebat bukan?" tanya Kushina bangga.
"Hoo? Benarkah? Ah, tapi aku yakin kalau aku akan mengantuk bila aku mendengarkan penjelasanmu,"
"A-apa?!"
"Tapi karena kau sudah bangga kalau kau bisa menjawabnya, akan kuberi kau kesempatan untuk menjelaskannya,"
"Huh! Aku yakin kau akan tertegun saat mendengarnya!" ucap Kushina bangga.
"Lalu, apa yang akan kau jelaskan kepadaku?"
"Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan yang dimuat sebagai posting pada sebuah halaman web umum. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari isi pengguna blog tersebut," ucap Kushina mengulangi apa yang diucapkan Shizune kemarin.
"Lali, banyak orang Jepang menggunakan blog sebagai tempat mereka curhat, layaknya buku diary. Namun kadang ada yang menggunakan blog untuk menawarkan produk, ataupun sekedar untuk mencari teman," lanjut Kushina.
"Hoo... Dari mana kau tahu itu?" tanya Minato.
"A-aku mencarinya di internet kemarin,"
"Sungguh? Kenapa aku tak yakin akan ucapanmu, ya?" tanya Minato santai.
"Iya! Sungguh!"
"Hei, hei, kenapa kalian jadi ribut sendiri?" tanya Beta heran.
"So-soalnya dia menyebalkan, Beta-san!" jawab Kushina meminta pembelaan.
"Hah? Siapa yang kau panggil 'menyebalkan', hah?" tanya Minato yang sepertinya mulai emosi.
"Tentu saja kau, rambut durian!" ucap Kushina yang mulai emosi juga.
"Sekarang siapa yang kau panggil 'rambut durian', cabai?"
"Tentu saja kau! Memangnya siapa lagi? Dan apa-apaan kau memanggilku cabai, huh?"
"Sudah, hentikan kalian berdua!" ucap Beta mulai kesal.
"Tapi Beta-san, dia sungguh menyebalkan!" ucap Kushina.
"Tidak! Dia lah yang menyebalkan, Beta-chan!" ucap Minato.
"Beta... –chan?" ucap Kushina kaget. Dirinya yang tadinya kesal dengan Minato, sekarang merasa hampa setelah mendengar itu.
"A-ah! I-itu—!"
"Ano, Kushina, dulu aku dan Minato sering bermain bersama. Dan karena kami sering bersama, terkadang dia memanggilku 'Beta-chan' seperti yang barusan,"
"Sou ne," ucap Kushina datar.
"A-apakah kau marah, Kushina?" tanya Beta memastikan.
"Marah? Untuk apa marah?"
"Siapa tahu kau jadi kesal denganku karena Minato—"
"Aku tidak kesal, atau marah, atau apapun itu kepadamu, Beta-san, sungguh,"
"H-hontou?" tanya Beta memastikan.
"Yup," ucap Kushina mantap. Ia pun tersenyum kepada mereka.
"Yosh! Karena sudah waktunya makan siang, ayo kita cari makanan disekitar sini! Kushina, ayo aku traktir apapun yang kau mau!" ucap Beta semangat.
"E-eh? Sungguh?" tanya Kushina kaget.
"Um! Benarkan, Kakashi, Minato?" tanya Beta.
"Terserah kau," ucap Kakashi cuek.
"A-ah, benar, Beta-san,"
Kemudian mereka segera jalan untuk mencari tempat makan yang Kushina inginkan.
.
.
.
"Kushina, kau... serius?" tanya Beta memastikan.
"Um! Aku serius,"
"Ta-tapi kita bisa mencari makanan ditempat lain yang—"
"Aku hanya ingin makan siang disini, aku tak mau ketempat lain," ucap Kushina tegas.
"Tapi Kushina, apa kau yakin makan ramen disini? Aku akan meneraktir ketempat yang kau mau, lho?"
"Aku hanya ingin makan siang disini, aku tak mau ketempat lain. Apa perlu kuulang lagi, Beta-san?"
"A-ah, sepertinya tidak, Kushina,"
"Kalau begitu, aku masuk ya. Terserah kalau kau tidak mau atau teraktiranmu itu tidak berlaku bila aku makan di restoran ini," ucap Kushina tegas. Kemudian ia membalikkan badannya dan masuk ke restoran itu.
"Ne, Minato. Sepertinya dia menjadi badmood kepadaku," ucap Beta lemas.
"Sepertinya sih begitu,"
"Sudahlah, turuti saja dulu keinginannya. Mungkin dia bisa lupa kalau sudah terlalu senang," ucap Kakashi santai.
"Ya, mungkin..." ucap Beta dan Minato berbarengan.
.
.
.
Raut wajah Kushina berubah kembali. Yang tadinya ia senang karena ia sedang memilih ramen yang akan ia makan, sekarang raut wajahnya benar-benar berubah.
"Minato~! Aku ingin itu~!"
Mungkin semenjak adanya orang itu.
"Beta-san! Beta-san!" panggil Kushina.
"Ya, Kushina?"
"Ano... Apa kau mengundang mereka juga?" tanya Kushina ketus.
"Aku ditelefon Kakashi untuk segera menyusul kalian," ucap seseorang yang sudah ada dibelakang mereka berdua. Kemudian mereka berdua pun segera membalikkan badan mereka.
"Oh, pantas saja tadi Kakashi terlihat seperti sedang menelfon," ucap Beta santai. Sedangkan Kushina hanya menatap sebal kearah Rin.
"Ne, Kushina-chan!" panggil Rin. Yang dipanggil pun hanya cuek dan kembali memakan makanannya.
"Kushina-chan!" panggil Rin lagi. Kushina pun tetap diam dan tetap menikmati makanannya.
"Kushina-chan, Kushina-chan, Kushina-chan!" panggil Rin lagi. Kali ini ia benar-benar serius untuk mengalihkan pandangan Kushina.
"Berisik! Aku dengar, tahu!" ucap Kushina mulai emosi. Rin dan Beta pun kaget mendengarnya.
"K-kau benar-benar marah padaku ya, Kushina-chan?" tanya Rin.
"Kalau kau memanggilku seperti itu, tentu saja aku marah!" jawab Kushina ketus.
"A-ah, benar juga ya..."
"Huh!" dengus Kushina. Kemudian ia mulai melanjutkan makannya kembali.
"Ano, Kushina-chan! Tapi yang kumaksud bukan hal itu!" sela Rin.
"Lalu apa?" tanya Kushina yang masih santai memakan makanannya.
"Entah mengapa kau terlihat sebal ketika aku ada. Bukannya itu menunjukkan kalau kau marah padaku?"
"Hoo... Begitu, ya,"
"A-aku serius, Kushina-chan!"
"Itu urusanku, bukan urusanmu. Dan apa bila kau tetap berfikir seperti itu, mungkin aku akan beneran marah padamu,"
"So-sou ne... Ah, aku akan mengambil beberapa makanan penutup. Beta-chan mau apa?"
"Buah saja sepertinya cukup,"
"Kushina-chan?"
"Sama seperti Beta-san saja,"
.
.
.
"Entah mengapa kau terlihat sebal ketika aku ada. Bukannya itu menunjukkan kalau kau marah padaku?"
'Aku juga bingung kenapa sikapku menjadi seperti itu bila aku bersama dia,' pikir Kushina.
"...shina? Kushina? Kushina?"
"A-ah, ya, Shizune-san?" ucap Kushina.
"Ada apa? Sepertinya semenjak kau pulang tadi, ada sesuatu yang sedang kau pikirkan," tanya Shizune antusias.
"Ah, tidak, tidak ada apa-apa," jawab Kushina tersenyum.
"Sungguh? Kau bisa bicarakan hal itu padaku,"
"Ya, Shizune-san,"
"Tapi Shizune benar. Kau tak apa, Kushina?" tanya Hashirama.
"Sungguh tidak ada apa-apa, Hashirama-san,"
"Tetapi anak yang cerewet seperti kau tiba-tiba diam itu aneh," ucap Tobirama.
"Benar!" ucap Hiruzen.
"Sepertinya Kushina sedang galau karena tadi Minato asyik dengan Rin," ucap Tsunade sambil memakan es krim.
"Uwaaa~? Benarkah~?" tanya Hashirama, Tobirama, dan Hiruzen berbarengan.
"Soalnya tadi ada yang memberitahuku kalau gadis yang bernama Rin Nohara tiba-tiba datang dan 'bermesraan' dengan Minato,"
"He-hei, Tsunade-san! I-itu tidak benar!" sela Minato.
"Hoo? Benarkah seperti itu? Ah, kisah cinta anak muda memang menarik, ya," ucap Hashirama.
"Jadi kita ini sudah tua, Hashirama?" tanya Tobirama, Hiruzen, dan Tsunade.
"Ti-tidak... Bukan begitu maksudku..." jawab Hashirama gugup.
"Lalu?" tanya Tobirama, Hiruzen, dan Tsunade serius.
"Ne, minna-san, tolong hentikan—"
"Ahahahaha!" tawa Kushina.
Hashirama, Tobirama, Hiruzen, Tsunade, Shizune, bahkan Minato juga refleks menengok kearah Kushina.
"Kurasa ini hanyalah persoalan sepele, tapi kenapa kalian sampai bertengkar seperti itu? Kalian ini seperti anak kecil saja-ttebane,"
Hashirama, Tobirama, Hiruzen, Tsunade, Shizune, dan Minato pun diam menatap Kushina.
'Shimatta! Aksen bahasa yang dulu sering kugunakan untuk sehari-hari keluar lagi!' pikir Kushina panik.
"Ahahaha!" tawa Hiruzen. Kemudian, Hashirama, Tobirama, dan Tsunade ikut tertawa.
"Hei, hei! Kalian tidak sopan!" sela Shizune.
"Ano... Apakah ada yang aneh?" tanya Kushina antusias.
"Aneh? Tentu saja tidak!" jawab Hiruzen.
"Akhrinya kau mengeluarkan sifat aslimu itu," ucap Tobirama.
"...he?" ucap Kushina cengo.
"Selama ini kau terlihat gugup bila bersama kami. Jadi kami lega kau mengeluarkan sifatmu itu," ucap Hashirama. Tobirama dan Hiruzen pun mengangguk-angguk—tanda mereka setuju dengan Hashirama.
"Yosh! Kalau begitu, kita pesta malam ini!" ucap Tsunade.
"Ou!" ucap Hashirama, Tobirama, dan Hiruzen setuju. Sementara Minato dan Shizune hanya diam memandang mereka berempat.
.
.
.
"Halo?"
"Ah, akhirnya kau menelfonku juga,"
"Maaf, maaf! Aku kan harus mengumpulkan bukti dulu. Ya, 'kan?"
"Baguslah kalau kau mengerti. Lalu? Apa yang kau dapat?"
"Sepertinya ia sedang senang dengan kehidupannya yang baru,"
"Kalau begitu, coba kau biarkan saja dulu sampai ia puas. Setelah itu, baru kita tangkap,"
"Baik,"
"Kalau begitu, lakukan tugasmu dengan baik,"
"Saya mengerti,"
Tuuut— Tuuut— Tuuut—
"...dasar. Selalu saja hal yang merepotkan,"
.
.
.
"Kushina!" panggil Shizune. Kushina pun segera menghentikan makannya dan menghadap kearah orang yang memanggilnya.
"Ya, Shizune-san?"
"Ano..."
"Kau pasti ingin bertanya tentangku yang mengakhiri kalimat dengan '-ttebane' ya, Shizune-san?"
"Ah, ya kau benar,"
"Apakah itu aneh?"
"Eh?"
"Apakah itu aneh? Habis, orang yang baru mengenalku dan mendengar ucapanku yang diakhiri '-ttebane' pati akan menganggapku aneh-ttebane—eh? A-ano..."
"Sudahlah, Kushina. Itu memang khas-nya dirimu, tak perlu kau sembunyikan," ucap Shizune tersenyum.
"Tapi..."
"Kami disini tidak menganggapnya aneh kok, sungguh. Jadi bila kau terus seperti itu, tidak apa-apa. Itu kan hakmu, bukan hak kami,"
"Shi-Shizune-san..."
"Dia benar, Kushina," ucap Minato.
"Minato...?"
"Awalnya aku kaget, karena kau mengakhiri ucapanmu dengan '-ttebane', hanya saja, itu lah dirimu yang sesungguhnya. Kami tak membencinya, kok," ucap Minato tersenyum.
Kushina pun ikut tersenyum dan berkata, "Arigatou,"
.
.
.
To Be Continue
.
.
Author note:
Yatta~! Akhirnya selesai! x3
Sesuai janji saya, saya sudah menyelesaikannya sebelum lebaran. Yokatta na... -w-
Nah, karena bentar lagi lebaran, sebagai umat muslim, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Saya minta maaf karena chapter-chapter yang sebelumnya telat banget terbitnya. Semoga untuk kedepannya tidak ada kejadian seperti itu lagi, amin u.u
Untuk chapter 5, mungkin ada delay(?) sedikit, karena biasanya saya kalau udah mudik, jarang megang laptop. Tapi saya usahakan untuk cepat, tidak ngaret seperti chapter sebelumnya..
Sekian dulu untuk chaper ini! Mind to review? :3
