chapter2 hello


'terkadang orang yang paling dekat dengan kita adalah orang yang paling sering menyakiti kita'

2013? No, it's 1914

Naruto© Mashasi kishimoto

Story © Hikaroo Cherryn

WARNING

genre dichapter ini bakal masuk friendship/sakura POV

TYPO, OOC, AU, AT


'tap...'

langkah demi langkah gadis berambut pink itu langkahkan ditengah gelapnya langit padahal arlojinya baru menunjukkkan pukul 8.30 pagi. 'langit membodohi manusia'.

'tap...tap...'

ia mempercepat langkahnya menuju stasiun sebelum hujan turun.

'tap...tap...tap...BRUUKK!'

terlalu cepat melangkah, hanya menatap arlojinya, membuatnya terjatuh terduduk didepan umum. beberapa orang yang menatapnya tersenyum 'jadi ingat masa SMU dulu'...

"maaf nona, aku tidak sengaja menabrakmu..."

sebuah tangan yang terulur dihadapannya. pada awalnya ia hanya menatap uluran tangan itu tanpa melihat wajah orang yang menabraknya, akhirnya tanpa basa-basi diterimanya dan berdiri dengan bantuan orang yang menabraknya.

"maaf, saya yang salah...permisi"

gadis ini mengakui kesalahnya lalu membungkukkan tubuhnya, tanda bahwa gadis ini diajari etika yang benar. lalu melanjutkan tujuannya yang tertunda.

orang yang menabraknya hanya terpaku menatap punggung gadis berambut pink itu berlalu dengan cepatnya.

·

·


chapter2 hello

kediaman Namikaze

Ruangan yang terlihat seperti ruang kerja pribadi itu cukup besar bertatahkan jendela dan photo keluarga berukuran raksasa yang menempel di dinding ber cat golden brown yang menambah kesan agak canggung untuk seorang penghuninya yang berambut blonde dan mirip sekali dengan naruto.

dialah minato ayah naruto. minato yang sedang berdiri menatap jendela, raut wajahnya terlihat menyesal, menyesal atas apa yang terjadi pagi ini. tidak jauh darinya disitu ada kushina. istri minato yang menurut naruto wanita yang tidak pernah dianggapnya ibu.

kushina sedang santai santainya membolak balik album photo naruto ketika masih balita. raut wajahnya bahagia menatap senyuman anaknya yang tidak pernah menganggapnya ibu.

"ohh kushina, bagaimana caranya aku meminta maaf sekali lagi?"

minato membuka percakapan. dia sama sekali tidak menyukai kesunyian.

raut wajah kushina perlahan lahan berubah. kushina memasang pose berpikir, sepertinya dia kebingungan dengan apa yang harus ia jawab.

"minato..., aku tahu mikoto lah selama ini yang mengurusnya...ini yang menyebabkan naruto membenciku...tapi aku suka biarkan saja..."

·

·


"hmmm... KHS( KONOHA HIGH SCHOOL) dimana yaa?" "emhhh...pe permisi...AAAKKHHH!...aku tidak bisa melakukannya"

seorang gadis berambut pink yang sudah tidak asing lagi kebingungan mencari sekolah yang ditujunya. berkali kali dia mencoba bertanya pada orang orang yang lewat didepannya, tapi gagal. dia terlalu malu melakukannya. setelah sekian lama berputar putar ia melihat seorang gadis berambut panjang berwarna pirang pucat diikat kuda dari arah jam dua belas menatapnya.

'sepertinya aku pernah bertemu dengannya' gumamnya.

tiba tiba gadis itu berlari menghampirinya dengan cepat.

"sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana yaa?" ralat gadis itu buru-buru.

gadis berambut pink itu hanya menatapnya bingung.

·

·

beberapa menit terjadinya kesunyian sampai...

"ibu guru...sepatuku basah!" ke dua gadis itu mendengar suara seorang anak TK yang berada dibelakang gadis pirang pucat itu, ia mengeluh karena sepatunya basah.

·

·

setelah itu kesunyian terjadi sampai...

"AAAHHH, KAU SAKURA..., INGAT! BELLA GRACE LIMITED EDITION!"

"Hmmm...BELLA GRACE LIMITED EDITION?"

FLASHBACK ON

madison avenue. at cashier

ino:"ohh please, I'll give you a tip"

cashier:"forgive us but this is a statute department store"

ino:"be generous bit, if you do not believe just take my passport"

cashier:"sorry, but the queue is getting longer, if there is no need anymore please come back later"

ino:"but...but please!"

cashier:"hmmm...security"

ino:"you can't do this you just cashier"

cashier:"yes i can"

sakura:"please STOP, she's right you just cashier...i will pay".

·

·

"hey, aku tahu kau pasti orang jepang...terima kasih sudah membantuku membayar sepatu BELLA GRACE LIMITED EDITIONku..."

"sakura, namaku sakura dan kau..."

"namaku ino...sekali lagi terima kasih sakura"

"sama sama ino, aku hanya tidak suka dengan kasir sepertinya..."

flashback off

·

·

"ooouuuhhhhh, aku ingat kau ino!"

"akhirnya, aku bisa mengembalikan uangmu, hahahaha!" ino tertawa malu sambil menggaruk kepalanya.

"hahaha, lupakan...tapi aku rasa kita satu sekolah, seragam kita sama"

"jangan-jangan kau anak barunya?" ino tampak shock

"yaa mungkin saja...". 'anak baru...beritanya menyebar luas' gumam sakura

"iya, pasti iya...sakura ayo aku antar, tujuan kita sama...hitung hitung sebagai bayaran atas sepatunya hehehe..." canda ino

"hahaha... kalau begitu aku terbantu sekali...hahaha"

·

·

'jika jarum kompas berhenti, itu tandanya ia menunjukkan arah yang salah'

·

·

KHS(Konoha High School)

Sakura POV/

aku agak lega akhirnya bisa bertemu ino, menurutku dia orang yang pandai bergaul. diperjalanan kesekolah kami berbincang bincang, tertawa bahkan kami memberi julukan masing masing seperti teman karib yang tidak bertemu belasan tahun. aku dan ino melewati jalan setapak yang indah menurutku. disekelilingnya tumbuh pohon pohon sakura yang sakuranya sedang berguguran, maklum sudah pertengahan april walaupun begitu masih ada sisa sisa bunga sakura yang belum bermekaran.

tapi aneh, ditempat seindah ini aku jarang melihat ada orang yang lewat.

"ino, kok sepi sih?, kita salah jalan ya". kataku, takut takut kalau ini APRIL MOP, kan masih bulan april.

"hehehe..."

ino malah cengengesan, sekarang aku mulai curiga. jangan jangan aku dikerjai.

"kita gak salah jalan kok, tuh liat aja didepan"

ino menunjuk ke depan dan mataku mengikuti apa yang sedang ia tunjuk. sebuah bangunan yang hampir sebesar City Montessori School di kota Lucknow, India dari luarnya.

"KHS punya jalan sendiri makanya jarang ada yang lewat, hanya murid KHS itu sendiri yang diperbolehkan" jelas ino

"WOOOW, aku akan bangga bersekolah disini" jawabku masih terpaku dengan sekolah baruku.

"hahaha, ayo kita masuk. aku akan mengantarkanmu ke ruang guru, kau akan lebih bangga jika melihat guru guru di KHS"

aku dan ino memasuki halaman KHS. menurut perhitunganku luasnya dua kali lapangan bola.

·

·

"ino, masih jauh ya?, kakiku udah ngilu-ngilu nih!"

dari jam 8 lewat aku berangkat ke sekolah, berdiri di stasiun setelah itu berdiri lagi di shikansen gara gara gak kebagian tempat duduk, keliling keliling lagi mencari KHS lalu jalan kaki lagi ke KHS.

"kakiku serasa lepas dari tubuhku ino!" kataku dilebih lebihkan.

"ehhhmmm...kupikir kita sedang berkeliling keliling di KHS" ino memasang pose berpikir.

"baiklah kalau begitu ikut aku" ralat ino tiba tiba sambil menarikku masuk ke pintu masuk bangunan yang menjadi penghubung gedung gedung lainnya.

"h...hey pelan pelan i...wooowww!"

aku begitu terpaku saat ino menarikku masuk kesebuah gedung dan disana terdapat eskalator!

"ino, kau yakin ini sekolah?, kita tidak sedang di akihabara kan?" kataku sedikit norak.

"yaa ampun sakura untuk apa aku membohongimu, 1 april sudah lewat!"

aku hanya menganggukan kepalaku, lalu mengikuti ino menaiki eskalator.

·

·

"maaf sakura aku hanya bisa mengantarmu keruang guru saja, tidak apa apa kan?" ino berdiri didepan pintu masuk ruang guru layaknya ibu yang akan meninggalkan anaknya

"tidak apa apa ino, aku berterima kasih kau sudah repot repot mau mengantarku". kataku sambil mengembangkan senyumku.

"baiklah, kau tinggal menyerahkan surat surat kepindahanmu kepada guru BP/BK disitu, di yang akan mengurusmu?"

ino menunjuk seorang wanita yang sedang duduk sambil memakan bekalnya. ino pun melambaikan tangannya dan pergi menjauh. 'guru BP? BUKANNYA ITU GURU YANG MENANGANI MURID YANG BERMASALAH?!' gumamku histeris.

'tenang sakura, kau bisa menanganinya, anggap saja kau sedang membeli pasta kacang manis merah untuk ibumu' gumam sakura

ia menghembuskan nafasnya lalu berjalan menuju guru BP itu dengan membawa surat surat kepindahan dan data identitasnya yang ditaruh didalam map.

aku berjalan memasuki ruang guru yang tampak seperti kantor pemerintahan. didalamnya banyak murid maupun wali mereka yang sedang berdiskusi dengan guru pembimbingnya. saat melewati mereka beberapa pasang mata tampak menatapku, setelah itu tidak lagi, mereka sibuk dengan urusan masing masing. aku berjalan mendekati guru yang ino maksud.

"pe...permisi, saya ingin me-"

belum selesai akuu berbicara guru itu langsung memotong pembicaraankua dan menyambar mapku, mungkin aku mengganggunya.

"aahhh, kau murid baru itu ya?, namaku Anko Mitarshi..."

'hah! Anko Mitarashi bukankah itu artinya pasta kacang manis merah yaa?!' batinku menahan tawa.

"hey, apa kau mendengarku, kenapa senyum senyum sendiri? ada apa, apa karena pasta kacang manis merah?! kau pasti berpikir ini pasta kacang manis merah ya?"

pertanyaan bertubi tubi anko sensei membuatku tertegun 'guru ini bisa membaca pikiranku' gumamku. saking gugupnya aku malah mendengar "kau pasti berpikir aku pasta kacang manis merah ya?"

dengan gugupnya aku menjawab "i...iya sensei"

"wooow, rupanya kau suka makan dango ya, hobi kita sama, ini ambil dan silahkan duduk di ruang tunggu dekat jendela situ wali kelasmu akan menandatangimu"

'hoyy...guru ini tidak marah malah dia memberiku satu tusukan dangonya? batinku'

aku membungkukkan tubuhku lalu mengucapkan terima kasih dan pergi ke tempat yang ditunjukkannya.

·

·

'kau datang ke dunia ini sendirian, maka pergi pun sendirian'

·

·

"hah…guru ini benar benar gila, aku yakin ibunya membelikannya jam karet!. tentunya dia sudah tahu akan ada anak baru. Tapi lama sekali aku menungggunya!" geramku.

"waktuku sudah terbuang 30 menit karenanya, bel KHS pun sudah berbunyi dua kali!. Aku ragu aku akan bangga bersekolah disini, tapi karena fasilitasnya cukup memadai. Aku akan memberi pengecualian" kataku.

'tapi ini aneh, ruang tunggunya jadi sepi. Tadi saat masuk kesini aku harus berebut tempat duduk dengan seorang wanita berumur 30an, yang pasti agar bisa duduk. Sekarang aku sadar tidak ada orang disini selain aku, dan lihatlah betapa gelapnya tempat ini hanya ada jendela besar yang menjadi sumber cahaya disini, itu pun remang remang' gumamku.

Tiba tiba angin dingin berhembus dari arah jam 9. Hatiku sedikit gelisah. Ini seperti adegan film horror ASIA yang katanya lebih menakutkan dari film barat.

Pikiranku mulai melayang mengingat artikel horror di majalah fashionku. Diceritakan seorang mahasisiwa sedang duduk sendirian ditempat yang sepi menungui orang yang ditunggunya dengan sabarnya, tiba tiba angin dingin berhembus dari arah jam 9, membawa kabut tebal lalu muncul seorang wanita menggunakan masker, tangannya dimasukkan kedalam saku jubahnya. Tatapan datar yang keluar dari mata coklatnya yang indah dan rambutnya yang terurai panjang membuat mahasiswa ini curiga bahwa dia adalah salah satu urban jepang yang bermulut sobek yang biasa disebut kuchisake onna, akan tetapi karena dia menggunakan masker mahasiswa itu menghapus pemikiran anehnya. Wanita itu semakin mendekat lalu berhenti didepan mhasiswa itu ia lalu bertanya…

"bertanya apa yaa?, aku lupa ceritanya pada bagian ini" kataku. Kupasang pose berpikir, namun mungkin karena aku masih terperangkap di dunia khayalanku dan karena imajinasiku begitu tinggi atau penglihatanku yang kurang jelas.

Aku melihat kabut tipis dari arah jam 9. Membuatku sedikit merinding.

Samar samar aku melihat seseorang bertubuh tinggi memakai masker tangannya dimasukkan ke saku celanannya. Kakiku menjadi bergetar menatapnya.

Dia semakin mendekat, aku bisa melihat tatapan datar yang keluar dari matanya. Nafasku terhenti ditenggorokanku. Aku sudah tidak sanggup membuka mataku, kututup mataku rapat rapat. Aku bisa mendengar dari langkahan kakinya,dia berhenti didepanku.

"ohh, kamisama apa ini akhir dari hidupku?"


TBC

special thanks to the read

special thanks to review


A/N : bahasa inggris author pas-pas an jadi kalau ada kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi

untuk chapter ini author baru bisa nulis segini, author usahakan chapter depan lebih panjang lagi

yang udah review arigatou yaa...