Chapter 5

'TEARS'

(bagian 2)

2013? No, it's 1914

Naruto© Mashasi kishimoto

Story © HIKAROO CHERRYN

WARNING

TYPO, OOC, AU

"Hei, aku dengar Uzumaki-sama memutuskan hubungannya dengan Haruno-sama"

"Hah?, aku tidak salah dengar kan?!"

"Mulutku tidak bicara dengan sendirinya bukan?"

"Kalau begitu kita harus merayakannya, bukan begitu?"

"Yah, aku setuju denganmu.. Ayo beri tahu warga desa!"

"Sa-kura ~ Sa-kura.."

Naruto menggesekkan ujung penanya diatas kertasnya yang sudah berubah warna menjadi biru yang tampak kotor, sambil mengalunkan nama Sakura. Yaa, gadis berambut pink yang baru masuk beberapa menit lalu ke dalam kelasnya menggantikan ICHIBI dan menjadi murid baru di sini. Mungkin saja Naruto menyukainya!

"Hmmm, aku seperti sudah lama mengenalnya.. Tapi siapa dia?"

Awalnya Naruto sama sekali tidak tertarik dengan Sakura, tapi setelah mendengar suara dan melihat langsung wajahnya, ntah bagaimana hatinya, jantungnya, otaknya, matanya, telinganya semua seperti tertuju pada Sakura seorang.. Ohh ini kah yang namanya CINTA pada pandangan pertama?.

Naruto boleh saja dikategorikan sebagai pria sempurna di sekolahnya. Tapi ini adalah bukti ditemukannya kelemahan bahwa anak tunggal dari tuan Namikaze dan nyonya Uzumaki yang terhormat terlalu bodoh jika memikirkan soal perempuan apalagi yang berkaitan dengan cinta.

"Mungkin aku harus menanyakannya pada Sasuke.."

Sepintas muncul lah saat-saat dimana ia menanyakan hal itu kepada Sasuke.

'Dobe Dobe Dobe Dobe Dobe Do-'

"Aaahhhhh, tidak mungkin aku akan menanyakannya pada si Teme"

"Bagaimana kalau Jiraiya jii-san"

'Kau sudah besar rupanya Naruto, temani aku ke klub malam sekali-kali.. Hitung-hitung sebagai pelajaran tambahan untukmu, heheheh'

Sekilas wajah Naruto berubah menjadi merah semerah tomat yang hampir saja membusuk kalau saja ia tidak melanjutkan pemikiran kotornya itu.

"Aaahhhhh, APA yang aku pikirkankan aku tidak akan menanyakan pada orang tua mesum itu!"

"Bagaimana kalau ayah?"

'Bagus sekali Naruto, kau harus berjuang.. Nahhh ini cek 10 juta yen bersenang-senang lah!'

"…no coment…"

"Kalau begitu aku akan bertanya pada Kyubi!"

'Jangan bertanya hal semacam itu padaku, kau pikir aku pernah jatuh cinta dasar bocah!'

"Yang Ini sangat mustahil, IMPOSIBLE!"

"Kalau begitu aku akan bertanya pada Ibu!"

Tunggu apa Naruto baru saja bilang Ibu?. Sontak wajah Naruto kembali berubah menjadi merah dan rasanya panas dingin, panas dingin… Naruto M-A-L-U!.

"A-apaa yang kupikirkan.. Ibu?, aku aku…AKU BELUM MENGAKUIMU!

Naruto tiba tiba saja berdiri dari bangkunya dan berteriak menyangkal apa yang sedang ia pikirkan sekarang, dan itu mengundang perhatian se-isi kelas.

"HAH? Mengakui? Siapa maksudmu Naruto.. AKU!"

Asuma sensei mengangkat jari telunjuknya 5 centi di depan matanya dengan pandangan penuh tanya 'APA KAU TIDAK MENGAKUIKU SEBAGAI GURUMU, OHH DAN OHH BETAPA SEDIHNYA DIRIKU'.

"Heeehhhhhhhh, bu-bukan begitu.. I-ITU KAU RAMBUT ANEH!"

Naruto berbalik 180˚ jari telunjuknya terangkat ke arah Rock Lee dan Sakura.

"Hahhh, aku?". Ralat Sakura cepat, ia tidak mau dianggap siswi berambut aneh dihari pertamanya bersekolah.

Naruto terdiam sesaat, ini kali pertamanya hatinya terhipnotis karena bertatapan mata langsung dengan seorang gadis. Biasanya ia akan terhipnotis dengan aroma ramen. Tapi yang ini berbeda, warna matanya seperti menarik Naruto untuk melihatnya lebih lama lagi.

. . .

. . .

. . .

. . .

Sepertinya Sakura juga begitu baru pertama kalinya ia bertemu orang Jepang yang memiliki warna mata blue sapphire.

. . .

. . .

. . .

Yahhh dan se-isi kelas terhipnotis mereka hanya menatap Sakura dan Naruto, bahkan Asuma sensei juga begitu.

'Ayolah Naruto, kau terlahir dikalangan keluarga elit… ini akan jadi aib untukmu, KONYOL karena gugup bertatapan dengan seorang gadis bukan UZUMAKI namanya!. Ayo Naruto sadar lah sadar lah sadar lah sadar lah!'

"SADAR LAHHHH!"

Naruto berteriak dan se-isi kelas menjadi sadar, sekaligus bingung.

"HAH?"

"Maksudku sadarlah alis tebal, rambutmu sangat aneh dan aku belum mengakuimu!"

Penyangkalan yang bagus Naruto.

"Naruto-kun semangat mudamu hebat sekali! A-K-U"

Ada apa dengan rambut mangkok ini, kenapa ia mengeja kata aku, dan se-isi kelas juga tampak mengikuti gerakan mulutnya.

"A-K-U!"

Apa yang terjadi dengan rambut mangkok ini, kenapa ia menitikkan air mata dan tampak bahagia.

"HIKS, AKU SANGAT MENGAGUMIMU Naruto-kun!"

. . .

"BAIK SEMUANYA, LANJUTKAN PELAJARAN KALIAN!"

Setelah mendengar teriakkan maut dari Asuma sensei, tidak ada yang berkutip atau bergerak, mereka kembali duduk diam bahkan Lee juga, dalam hati ia bertekad akan melatih semangat mudanya dengan lebih giat.

"Mungkin aku memang harus bertanya padanya". Gumam Naruto.

Lalu Naruto memutar kepalanya untuk melihat Sakura sekali lagi sebelum dia menyetujuinya gumamannya.

"Seet!"

Ternyata Sakura juga menatapnya dan itu membuat wajah Naruto memerah dan memanas seperti sudah lewat 6 jam ia berendam dipemandian air panas.

Saphire bertemu Emerald, dan…

"EHHHEMMM, EHHHHEEMMMM!, Aku bilang Lanjutkan pelajaran dasar bocah TULI!"

"Ha-Hai sensei"

Asuma sensei memakai muka garang kepada Naruto, bagaimana dengan Sakura?. Ohh ayolah, perlakukan anak baru dengan baik.. Tunggu mereka lihat sisi baikmu baru keluarkan sisi buruk ibaratnya ranjau darat.

'Aku memang harus bertanya padanya'. Pikir Naruto.

'Lady don't angry to me please'

Seorang wanita, maksudku nyonya besar yang kita ketahui adalah ibu dari Karin dan Sakura berjalan setengah berlari wajahnya terlihat kusut, niatnya untuk jalan pagi menghilangkan stress pupus sudah. Ia pikir bisa bersantai di taman dengan memakai pakaian barunya yang tampak mahal dan tak lupa BELLA GRACE LIMITED EDITION. Cerita ini bermula pada saat:

Flashaback

"Ibu, siapa yang memasukkan Sakura ke sokolah Karin?"

"… Aku, bukan Sasori yang memasukkannya. Tapi aku yang memintanya, kenapa?!. Sekolah itu bukan milik Karin , aku tidak pernah ingat bahwa ayahku pernah mendirikan sebuah sekolah. Jadi apa itu bisa disebut sekolah Karin?"

Nyonya besar itu hanya menatap kesal wajah ibu mertuanya, dan ibu mertuanya menepis tangan nyonya besar itu dengan kasar menjauhkannya dari tangannya.

"Jangan ganngu aku, aku ingin bekerja. Dasar merepotkan!"

Ibu mertuanya hanya pergi setelah mengucapkan kata yang terdengar pedas meninggalkan nyonya besar yang sepertinya tidak menyangka hal ini akan terjadi padanya.

"Kenapa wanita tua itu masih saja membela Sakura, apa tujuan utamanya?!"

Dengan perasaan kesal yang meluap-luap, ia pergi meninggalkan area taman dan berjalan menyusuri koridor rumahnya berkali-kali ia mengutuk ibu mertuannya dengan suara yang cukup keras dan kau tahu apa konsekuensinya? MATI!. Yaa semua penghuni di rumah ini juga berharap begitu kecuali Karin, tidak ada anak yang menharapkan ibu kandungnya meninggal. Tapi ayolah, ini abad 21 orang-orang tidak akan memikirkannya lagi.

"Dasar wanita tua keriput, aku tidak akan memaafkanmu.. Lihat saja kau akan-"

"Akan apa?

Lihat ada juga yang mendengar ocehan nyonya besar itu, Pria bersurai merah berwajah baby face menatapnya dengan tatapan dingin .

"Ahhh, Sa..Sasori sama, kau sudah pulang?"

"Sepertinya nenek memperlakukanmu cukup buruk"

"Heeeehhhh, bu-bukan beg… A-akuuu"

"Huh". Sasori menyunggingkan bibirnya dengan sombongnya menatap nyonya besar atau harus aku katakan seorang wanita lagi?.

"…" wanita itu terlihat sangat panic, pasalnya ia adalah anak kesayangan suaminya.

"Hahhh, sudahlah.. Aku malas berbicara dengan wanita sepertimu"

Sasori melangkah pergi melewati ibu tirinya, atau harus aku sebut wanita itu lagi?

Setelah punggung Sasori tidak terlihat lagi dibelakang, wajah ibu tirinya itu benar benar kusut.. Akhirnya kali ini ia mengunci rapat mulutnya dan berjalan menuju ruang ganti di dalam kamarnya. Kali ini ia harus melepas stersnya dengan memakai pakaian barunya dan tak lupa BELLA GRACE LIMTED EDITION milik Sakura sebenarnya.

"Aku dengar di dekat kompleks Mango Park sudah dibangun taman yang cukup indah dan kelihatan elegan, yaa tidak jauh sih dari sini aku bisa berjalan. Hitung-hitung jogging pagi"

Wanita itu bicara dengan siapa sihh?

Dan begitulah ceritaanya setelah wanita , atau nyonya besar itu berjalan menuju taman ia mendapat hadiah es krim dari seorang bocah 7 tahun padahal belum sempat ia melangkah masuk ke dalam taman. Akhirnya kepalanya kembali stress dan ia buat bocah itu menangis mengatakan maaf berkali-kali. Ada perasaan bersalah yang menjalar dihatinya pada saat itu, tapi ketika ia menatap BELLA GRACE LIMITED EDITION yang sedang ia pakai itu, rasanya hatinya akan meledak seperti gunung KRAKATAU. Dan akhirnya ia pulang dengan wajah yang lebih kusut dari tadi.

Sekian …

"Hnn, Naruto sepertinya rakyat desa mantan kekasihmu sedang merayakan pesta besar-besaran"

"Ohh yaa,.. Jadi apa kita diundang?"

"Dasar bodoh mereka merayakan putusnya kau dan Sakura"

"Ohh…"

"Hn.. Hanya Ohh, dan kau baik-baik saja?"

"Kau. . . Mengkhawatirkanku?"

"Tentu saja tidak bodoh!"

"Ohh.."

"Hnn.. Yaa ampun pria ini harus masuk rumah sakit sekarang"

"Baiklah anak-anak sekedar informasi, aku harap kalian tak membuat masalah nanti, akan ada guru baru pengganti Kurenai sensei.. Dan sekarang ayo kita lanju-"

"Ohh ya Asuma sensei, Kurenai sensei sedang hamil muda kan?, perempuan atau laki laki?". Tanya Ino memotong pembicaraan Asuma sensei.

"Heeehhhh, aduh aku malu!". Asuma sensei hanya mengaruk kepalanya sambil tertawa malu.

"AYOLAH SENSEI!". Serentak seluruh anak perempuan kecuali Sakura mengeluarkan jurus pamungkas mereka *kitty eyes no jutsu.

"A-aku juga tidak tahu.. Hahahahahahahahahahaha!"

"SIIIIING!"

Se-isi kelas langsung menjelek-jelekkan Asuma sensei yang kurang peka, tentunya dalam hati.

Ino: Dasar suami bodoh, kurenai sensei ceraikan dia!

Lee: Semangat muda sensei payah, tabahlah nak.. Ayahmu akan segera diceraikan

Sakura: Siapalah nama istrinya, pokoknya ceraikan suamimu!

Naruto: Aku tidak akan mencontohmu, suami payah!"

Kiba: Bagus, akhirnya Kurenai cuti.. Tidak akan ada pemeriksaan, jangan ceraikan dia Asuma!(?)

Shikamaru: Zzzzzzzzzz….

"Naruto, kita harus melanjutkan rencana penyerangan Konoha bukan?"

"Aku.. Harus memikirkannya matang-matang dulu"

"Kalau kau masih berdiam diri, maka habislah kita!"

"…"

"Baik, aku akan membiarkanmu berpikir dulu. Jika kau sudah sepenuhnya melupakan gadis itu.. Baru kita lanjutkan!"

"… Terima kasih kau sangat pengertian Orochimaru, tapi kau salah.. Aku sudah melupakannya!. Kita akan mengadakan rapat besok, kumpulkan para Jinchuriki dan Akatsuki jangan lupa panggil Jiraiya kumpulkan para tetua!"

"… Baik, tapi ingat pesanku.. Jangan memaksakan diri"

"BRAAK!"(Suara pintu tertutup)

"Yaa, aku sudah melupakannya!"

"Kata 'philanthropy' diambil dari dua kata Yunani, yaitu philo-pecinta; dan anthro-umat manusia. Jadi filantropis artinya pecinta kemanusiaan"

"Jadi, apa hubunganku dengan pecinta piala apalah itu!"

"Philanthropy, bukan trophy lovers!"

"... Terserah kau saja, aku ingin pergi dari sini"

"PLOK-PLOK-PLOk-PLOK!"

Seperti yang kita dengar dari suara tepuk tangan yang memenuhi ruangan kelas, kelas Kakashi sensei sedang mengadakan pementasan drama pendek.. Tujuannya untuk mengetahui sampai dimana kemampuan tata bahasa dan otak kanan murid-muridnya.

"Baik selanjutnya Karin, Hinata dan Ten-ten silahkan maju ke depan!"

"Tunggu... Kakashi sensei, kenapa aku tidak dipasangkan dengan Tayuya atau Sasuke.. Kenapa harus dengan mereka berdua, lagi pula kami belum tahu apa yang harus dipentaskan!"

Kakashi sensei sepertinya sudah sangat menyerah untuk berhadapan dengan muridnya yang satu ini.

"Cobalah untuk tidak mengeluh Karin!"

"HuuuuH!"

"Sekarang maju ke depan atau kau tidak mendapatkan nilai sama sekali!". Ancam Kakashi sensei

"Baiklah!

Karin maju ke depan kelas dan menunggu Hinata dan Ten-ten mengikutinya, tapi rupanya mereka hanya diam di tempat.

"Heii, kalian berdua kemari!"

Hinata dan Ten-ten mendekati Karin dengan ragu-ragu, dan itu memancing emosi Karin keluar.

"Kalian pikir aku akan memakan kalian HAAAH!"

"Ma.. Maafkan kami Karin!"

"Jangan panggil aku seperti itu kemari!"

Karin memasang wajah garang yang membuat Hinata ketakutan dan hampir pingsan.

"Ba.. Baik"

Ten-ten berjalan diikuti Hinata yang bersembunyi di belakangnya. Saat dimana mereka sampai di depan Karin, Karin mendekat pada Hinata. Dan memegang kain atau sesuatu yang disebutnya syal.

"Wooow, indah sekali.. Bolehkah aku meminjamnya?"

Hinata hanya memasang ekspresi ketakutan begitu juga dengan teman-teman yang memperhatikannya, mereka tidak menyangka.. Bahwa drama singkat ini terlihat sangat nyata.

"Dasar kau Hyuga pengecut, Breettt!"

Apa yang dilakukan Karin benar-benar membuatnya dalam masalah. Walaupun ini hanya pementasan drama pendek, tapi berani-beraninya ia merobek syal seorang Hyuga. Hinata benar-benar syok dengan keadaannya sekarang, semua tubuhnya bergetar,keringat dingin mengucur deras lewat pelipisnya. Melihat itu, Ten-ten hanya menggenggam tangan Hinata yang terasa dingin. Jujur saja menurut Ten-ten itu sangat tidak adil, maka ia memanfaatkan kesempatan pementasan drama ini menjadi pembalasan untuk Karin.

"PLAK! Bruukkk"

Ten-ten tiba-tiba saja menampar Karin dan itu membuatnya terkejut sampai terjatuh.

"Berani-beraninya kau melakukan hal seperti itu sekarang!, apa kau belum puas-puasnya juga menindas orang yang lemah!.. Sudah cukup, aku tidak akan segan-segan melakukan apa saja untuk membuatmu menyesali perbuatanmu! Camkan itu.. Karin!"

"..."

Orang-orang yang berada di kelas termasuk Hinata hanya bisa tercenggang dengan mulut ternganga, baru pertama kali ini ada wanita yang berani melakukannya pada Karin, walaupun ini pementasan drama tapi tetap saja kelakuan Ten-ten terlihat nyata dan penuh emosi. Karin sendiri hanya terdiam kaku masih syok dengan posisinya sekarang.

"Ayo kita pergi Hinata!"

"... Ka-kalian baru saja mempermalukanku-"

Belum selesai Karin menyelesaikan kalimatnya Kiba datang dengan napas terengah-engah berteriak memanggil Kakashi sensei, sepertinya ada sesuatu yang gawat di kelas Naruto.

"KAKASHI SENSEI!"

Ruangan ini megah dan cantik, rapi sekali sepertinya ini kamar anak perempuan. Disitu terhias bingkai photo raksasa, didalam photo itu seorang gadis berambut pink tersenyum ceria. Tapi ntah kenapa setelah memasuki kamar yang cantik ini kalian akan merasakan kesuraman, disini kesepian dan kesedihan bercampur aduk menjadi satu. Apa lagi setelah melihat perbedaan wajah gadis diphoto dengan yang asli sekarang.

"Clek!" (Suara pintu kamar terbuka)

"Yaa ampun Sakura kau kacau sekali!"

Seorang gadis berambut pirang pucat diikat ekor kuda berlari mendekati Sakura yang masih duduk meringkup dikursi dekat jendela kamarnya.

"... Baiklah, lupakan. Sakura!, ayo kita pergi ke kota.."

".. Maaf Ino, mungkin... Lain kali saja!"

"Ayolah Sakura, kau akan jadi nenek-nenek kalau seperti ini terus!"

"..."

"Huh!, lupakan Naruto, aku dengar anak sulung klan Hyuga masih lajang!"

"Dia kekasih Ten-ten, kau tahu kalau kau menyuruhku merebut kekasihnya.. Aku rasa ia akan mematahkan tulang punggungmu Ino!"

"... Ka-kalau begitu pemimpin desa Sunagakure!, kau tahu dia sangat tampan dan masih lajang!"

"Dia seorang Jinchuriki dan teman Naruto, kau mau memicu peperangan yaa?"

"... Kau tahu, kau sangat pintar menelakkiku.. Bisa kah kita pergi sekarang?"

"Hahaha, kau selalu tahu bagaimana membuatku terhibur Ino, baiklah ayo!"

Sakura bangkit dari tempatnya sekarang dibantu Ino, sekarang ia harus merapikan diri dan melepas stres.

"Sasuke, kau bisa menjemput Gaara di Konoha?"

Seorang pria yang notabene seorang petapa mesum mendatangi Sasuke yang sedang bersantai di tepi kolam ikan.

"Hnn, aku sibuk!"

"Jangan menolak permintaan orang tua, lagi pula di sana sedang digelar perayaan"

".. Perayaan putusnya Sakura dengan Naruto"

Jiraiya hanya diam sesaat.

"Kau tahu, Hinata sebentar lagi akan dijodohkan.. Temuilah dia, untuk terakhir kalinya sebelum terlambat!"

"..."

Sasuke sama sekali tidak menjawab jawaban Jiraiya, ia hanya teringat kembali saat-saat dimana luka lama terasa kembali.

"Yahhh, pokoknya bantu aku memanggil Gaara kemari ok!"

"Hnn..."

Jiraiya berjalan pergi menjauh, tapi rupanya si bungsu Uchiha tidak akan dibiarkan kesepian.

"Yoo, Sasuke.. Ada apa?"

"Sudah semangat Naruto?"

"Heheheh, tadi Shion membelikanku ramen Ichiraku..."

"Aku rasa dia menyukaimu!"

"Maaf, tapi aku tidak menyukainya!"

"Jadi kau masih menyukai Sakura?"

"... Kau sendiri masih menyukai Hinata kan?"

".. Jangan mengalihkan pembicaraan bodoh"

"Kau sendiri tidak bisa menjawabnya kan Sasuke, HAHAHAHA!"

"Urusui!'

"Buagghh!"

Sasuke menendang Naruto dengan pelan sampai terjatuh.

"Ittai!"

"Baka, aku ingin ke Konoha kau mau ikut?"

"Untuk apa?"

"Menjemput kekasihmu"

"Aku tidak bercanda Sasuke!"

"Baiklah, menjemput Gaara.. Puas!"

"Belum, dia bukan kekasihku.. Sekali lagi aku tidak mencintai sejenisku!"

"Hn.."

"Baik anak-anak, aku akan memperkenalkan sensei baru yang akan mengajar menggantikan Kurenai sensei untuk sementara ini, jadi kalian harus menghormati seperti kalian menghormati Kurenai sensei"

"Aku rasa maksud Asuma sensei dengan menghormati Kurenai sensei itu ketakutan dengan Kurenai sensei, hihihihi". Gumam Kiba, tapi sepertinya Asuma sensei mendengarnya.

"Apa kalian MENGERTI!". Tegas Asuma sensei.

"Mengerti sensei!"

Asuma sensei mempersilahkan sensei pengganti Kurenai sensei masuk ke dalam kelas. Dan tanpa diminta Asuma sensei, ia langsung memperkenalkan dirinya secara formal, singkat dan dengan wajah yang datar pula. Tentu saja se-isi kelas memikirkan bahwa sensei pegganti ini kurang bersahabat.

"Konnichiwa, kalian bisa memanggilku Iruka sensei. Itupun kalau kalian mau, ada pertanyaan?"

"..."

"Baik kalau tidak ada ayo kita mulai pelajaran, Asuma san.. Arigatou atas bimbinganmu". Ujar Iruka sensei seraya membungkuk.

"Hai.. Aku rasa kau tidak butuh bimbingan sampai akhir pelajaran kalau begitu aku permisi dulu!"

"Hai... Arigatou"

Asuma sensei pergi tanpa pamit kepada murid-muridnya terlebih dahulu, ia hanya merasa sedikit tersinggung karena diusir oleh sensei baru secara halus tapi kedengarannya sangat dingin.

"Baik anak-anak sebelum pelajaran dimulai, kita akan melakukan pemeriksaan!"

'DHEG!'. Sontak saja suasana tegang memenuhi ruangan, apa lagi Naruto, dia memang sedang panik, bagaimana caranya menyembunyikan video hentai milik Kiba yang sekarang disimpannya?.

"Aku akan mengelilingi ruangan kelas ini, kalau ada salah satu dari kalian yang mencoba menyembunyikan barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan pelajaranku, aku tidak akan segan-segan melakukan hal buruk dengan kalian. Mengerti!"

"Ha.. Hai sensei!"

Waktu terasa berputar sangat lambat, Ino yang tadinya tidak mau melepaskan Kotak yang berisi alat-alat kecantikkannya akhirnya menangis saat Iruka sensei mencaci makinya dengan kata-kata yang sangat pedas. Tentu saja Shikamaru tidak tinggal diam. Ia datang mendekati Iruka sensei, melempar kotak rokoknya dan disambut hangat oleh Iruka sensei. Lalu Shikamaru mendekati Ino dan menenangkannya.

Jujur saja tidak ada yang akan menganggap kejamnya guru ini. Perasaan Iba dan kesal campur aduk menjadi satu, mungkin bulan ini Iruka sensei akan mendapatkan peringkat teratas guru pengganti yang paling dibenci dan tak dianggap. Ayo kita berikan selamat atas penerimaan Trophy dihari pertama ia bekerja.

"Sakura, kau mau makan apa?"

"Apa saja, asalkan jangan bayi gurita!"

"Kau tidak menyukainya ya?!, padahal orang yang makan bahan mentah itu awet muda lho. Aku dengar di Uni Soviet wanita berumur 70 tahun yang katanya saarapan paginya makanan mentah tapi sehat membuatnya terlihat 50 tahun lebih muda lhoo!"

"... Berhenti menghasut!, terakhir kali aku makan makanan mentah itu, aku tak bisa menelan bayi gurita yang menyangkut ditenggorokanku, dan untung saja ada Naru-to"

".. Lupakan Naruto, aku mau beli Takoyaki dulu. Kau tunggu disini! jangan kemana-mana!"

Setiap waktu, setiap tempat dan setiap saat dipikiran Sakura terpenuhi nama Naruto, kenapa?!.

. . .

"Karena aku mencintaimu Naruto, makanya aku tidak bisa melupakanmu... Benarkan?". Gumam Sakura sedih.

Tidak jauh dari tempat Sakura berada, 1 kelompok Yakuza yang berjumlah kira-kira 4 orang pemuda kelihatannya sedang membicarakannya. Mereka sesekali curi pandang ke arah Sakura dan itu membuatnya tidak nyaman.

"Aduhhh Ino, dimana kau.. Lama sekali!"

Hati Sakura tambah gelisah saat seorang pemuda dari kelompok Yakuza tersebut datang menghampirinya, walaupun Sakura itu kuat tetap saja ia seorang wanita. Akhirnya Sakura memilih untuk menjauh dari posisinya. Merasa masih diikuti Sakura berlari lebih jauh dan semakin jauh semakin sepi pula jalan yang ia lewati dan masuklah ia di satu gang yang kecil dan gelap yang ternyata jalan buntu. Sekarang bagaimana caranya ia keluar?.

Disaat kegelisahan memenuhi hatinya 4 orang pemuda tadi langsung masuk ke dalam gang yang tadi ia masuki, sepertinya kelompok Yakuza tadi berhasil menemukan jejaknya yang sempat hilang tadi.

"Ouhayoo Haruno sama, bagaimana kabarmu setelah putusnya kau dengan Uzumaki sama?"

Pria berambut hitam yang terlihat seperti ketua kelompok Yakuza itu membuka percakapan yang sebenarnya hanya dianggap basa-basi oleh Sakura.

"Berhenti basa-basi atau-"

"Atau apa?"

Ketua Yakuza berambut hitam itu mendekati Sakura seperti menyogoknya dengan ancaman dibalas ancaman.

"Ja-jangan mendekat!"

Sakura sangat panik keadaannya sekarang sudah diujung tanduk. Dia benar-benar tak bisa melakukan apa-apa, disaat Naruto tidak ada lagi disisnya ia benar-benar merasa kesepian sampai tidak bisa melakukan apa-apa dengan benar.

Ketua Yakuza itu memanfaatkan kesempatannya untuk membuat keadaan Sakura makin terpuruk dalam keadaan dan saat itulah mereka beraksi.

"Ayolah Haruno sama, aku tahu kau patah hati karena Uzumaki sama. Pria kaya memang hobi memutuskan hubungannya dengan wanita, apa lagi ia tidak segan-segan memutuskan hubungannya dengan seorang bangsawan terhormat sepertimu"

"..."

Sakura makin terpuruk saat ketua Yakuza tadi mengatakan bahwa Naruto lah yang memutuskannya, itu benar-benar berbeda dengan kenyataan yang terjadi.

"Kami akan mengobati luka-luka mu yang-"

Belum selesai ketua Yakuza itu berbicara Sakura sudah berbicara duluan sepertinya ocehan Ketua Yakuza barusan sama sekali tidak didengarkan oleh Sakura.

"Naruto, dia... Bukan, AKU LAH YANG MEMUTUSKAN HUBUNGANKU DENGANNYA!". Teriak Sakura didekat telinga ketua Yakuza itu, sontak saja membuatnya kehilangan kesabarannya dan menarik lengan Sakura sampai memerah.

".. Hehehehe, ternyata kami salah informasi, sepertinya kau terlalu bodoh mengambil keputusan. Bagaimana kalau kau ikut kami saja!, kita akan bersenang-senang dan kau akan langsung melupakan kekasih lamamu"Ketua Yakuza itu menarik lengan Sakura lebih kuat.

"..."

Sakura benar-benar tidak tahan dengan keadaan lengannya sekarang. Sakit itulah yang ia rasakan, tapi Sakura bukanlah tipe gadis yang akan meraung-raung kesakitan minta dilepaskan seperti wanita kebanyakan. Ia hanya bisa menutup matanya menahan sakit dalam diam dan berdoa pada kamisama agar semua kegilaan ini berakhir.

Ketua Yakuza itu memutar lengan Sakura tak beraturan. Bagus sepertinya lengannya akan memar nanti.

"Tolong!"Sakura akhirnya bisa meminta tolong walau hanya terdengar setengah bisikkan.

"Dasar kau wanita keras kepala tidak akan ada yang akan mendengarkanmu sekarang, teman-teman ayo kita-! Ehhhhhhhh"

Ketua Yakuza itu terkejut saat melihat teman-temannya terbaring dengan leher yang terbuka cukup lebar.

"Lepaskan Wanita itu!"

'Suara itu terdengar seperti suara Naruto, apa aku sudah berada di Surga'. Pikir Sakura.

"Ba.. Bagaimana cara"

"Maksudmu caraku menemukan wanitaku?". Kata Naruto membetulkan kata-kata ketua Yakuza yang terputus-putus.

'Itu memang Naruto!'. Pikir Sakura cepat-cepat ia membuka matanya lagi, dan yang ia lihat Naruto yang terlihat berbeda matanya berwarna merah, diiringi 2 orang dibelakangnya Sasuke dan Gaara.. Kalau ia tidak salah lihat.

"Bag.. Bagaimana- Te.. teman"

"Maksudmu Teman-temanmu?". kali ini Sasuke yang menolong ketua Yakuza atau lebih terdengar mengejek ketua Yakuza itu untuk membetulkan kata-katanya.

"...". Ketua Yakuza itu sama sekali tidak membuka suaranya, ia masih syok melihat teman-temannya.

"Kami pengikut seorang Naruto Uzumaki, bertarung dalam diam dan membunuh dalam diam adalah rahasia kami!". Ujar Gaara.

"Ka-Kalian... Persetan dengan Uzumaki, akan kubunuh gadis ini".

Ketua Yakuza itu memindahkan tangannya menuju leher Sakura dan mencekik Sakura dengan sekuat tenaga, Sakura tidak tinggal diam dia memukul-mukul lengan ketua Yakuza itu dengan tenaganya yang masih tersisa.

"JREESSHHH!"

"Jangan sentuh Sakura!"

Darah segar mengucur dari leher ketua Yakuza itu memuncratkan beberapa tetes darah diwajah putih Sakura.

"Hentikan Naruto, kau tidak perlu mencabik-cabiknya lagi. Satu goresan kecil sudah cukup". Kata Sasuke kepada Naruto yang masih terbalut emosi.

"Cihh, apa kau buta Uchiha, itu cukup besar sampai hampir membelah punggungnya!". Ucap Gaara sambil melipatkan tangannya didadanya.

"Hn.."

"Kau tidak apa-apa Sakura?". Tanya Naruto mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura yang kotor terkena darah lalu mengelapnya dengan tangannya sendiri.

Emerald bertemu lagi dengan Saphire, apa yang akan terjadi setelah ini?

"Taruh barang berhargamu disini nona jidat lebar"

Iruka sensei benar-benar miskin tata krama, apa ia sadar dengan kata-katanya barusan?

".. Maaf saja sensei sialan, aku bersih!, ingin coba memeriksanya?"

"..."

Iruka sensei hanya diam dan baru saja ia akan melangkah pergi, Sakura menghentikannya.

"Aahhh, tunggu sensei... Aku punya saran!. Jaga kata-kata sensei, kalau ingin keluar dengan selamat dari kelas ini!"

Iruka sensei memasang wajah sombong."Akan kuingat dan terima kasih atas saranmu, tapi aku akan keluar dengan selamat lihat saja nanti!"

Sakura menyunggingkan bibirnya dan mengulang kata-katanya ."Aku sudah memperingatkanmu, pokoknya lihat saja nanti!"

Tanpa berkata apa-apa lagi Iruka sensei berjalan melewati Sakura, teman-teman disekitarnya hanya menatap Sakura dengan pandangan Histeris.

Saat yang paling menegangkan, Iruka sensei berjalan ke arah Naruto, Kiba hanya bisa berdoa dengan pasrah. Sementara Naruto dia sudah tak peduli lagi yang paling penting adalah video hentai itu bukan miliknya.

"Sekarang giliranmu bocah!"

Naruto sedikit kesal dengan Iruka sensei yang memanggilnya bocah."Aku pikir kau bisa lebih menghormatiku sensei!"

Iruka hanya berpikir bahwa Naruto sedang mengalihkan pembicaraan, padahal itu peringatan."Kenapa apa kau takut aku menemukan apa yang kau simpan?"

"Aku tidak perlu takut padamu, seorang sensei pengganti sepertimu lebih rendah dariku!". Ujar Naruto seraya memasukkkan tangannya ke saku celananya,

"HUUUUUU, kau hebat Naruto!. Lanjutkan!"

"Diam kau bocah bodoh!". Teriak Iruka sensei pada Lee.

"Dan kau cepat keluarkan tanganmu dari saku celanamu sekarang!"

"Orang sepertimu tidak berhak mengintimidasi diriku!"

"Grrrrrrr... Cepat lepaskan!"

Iruka sensei menarik tangan Naruto secara paksa dan ada sesuatu yang jatuh dari saku celana Naruto.

"ITU VIDEO HENTAI!"

Iruka sensei langsung saja mengambil kaset yang terjatuh dan memegangnya erat.

"Heheheheh, sekarang siapa yang menang.. Kau akan aku hukum!". kata Iruka sensei sambil memperlihatkannya didepan wajah Naruto.

"Iruka sensei tidak perlu menghukum Naruto! sensei juga manusia, dan laki-laki biasanya juga menontonnya!". Bela Sakura.

"Kau, gadis jalang!.. Aku sudah bersabar tapi kau tidak memberiku kesempatan"

Iruka sensei mendekati Sakura mengangkat tangannya yang ingin menampar wajah Sakura.

"Zrepp!"

Naruto menahan tamparan dari Iruka sensei.

"Di kelas ini seorang sensei tidak diperkenankan menghajar muridnya, apa lagi perempuan!"

"Kau benar-benar membuatku sakit kepala!". Sebagai gantinya Iruka sensei menghajar Naruto tepat diwajahnya dan cairan berwarna merah berbau anyir mengucur disela-sela bibir Naruto dan semua teman-temannya setuju menjadi saksi bahwa Iruka sensei lah yang mengawalinya duluan.

Awalnya Naruto hanya diam tak berbuat apa-apa, tapi setelah Kiba mencoba melerai dan malah Kiba yang dihajar. Naruto tidak tinggal diam, ia menghajar-hajar Iruka sensei secara membabi buta. Sementara yang lainnya, tentu saja tidak tinggal diam mereka berusaha keras melerai Naruto yang notabene lebih kuat ketimbang Iruka sensei. Kiba yang masih kesakitan di area pipi kananya akhirnya berlari keluar kelas menuju kelas Kakashi sensei yang saat itu sedang melakukan pementasan drama.

"KAKASHI SENSEI!"

~TBC~

HC/N:

Hikaroo: "Kon'nichiwa Hikaroo balik lagi!"

Maou: "Gak ada yang nyuruh balik, Sana pergi"

Hikaroo: "Huhuhuhu, kejam!"

Maou: "Ratu Iblis memang kejam, Hahahahah!"

Hikaroo: "Hiiiiiiii!"

Ok back to..

Mohon dimaafkan karena keterlambatan hikaroo mengupdate, mungkin karena Hikaroo terlalu menikmati liburan panjang , Hikaroo jadi lambat, Gomenasai(sembah sujud). Moga-moga gak ada bosannya baca fic yang Hikaroo bikin... Juga yang udah review. Review kalian adalah motivasi buat Hikaroo, tapi buat silent readers juga makasih banget udah mau baca!, Hikaroo terharu! Arigatou minna, Arigatou!

Ok back to...

Ada beberapa penjelasan yang akan dijelaskan oleh Hikaroo, diantaranya sebagai berikut:

BELLA GRACE LIMITED EDITION itu akan banyak muncul disetiap chapter, merk sepatu yang hanya dijual di New York, Spanyol dan Brazil(Hanya karangan Hikaroo semata)

Hikaroo masih bingung dengan identitas asli nyonya besar atau wanita itu atau ibu tiri(kebanyakan atau nya coiii) tapi bagi yang masih bingung Hikaroo tegaskan lagi bahwa nyonya besar atau wanita itu adalah ibu kandung dari Sakura dan Karin yang juga ibu tirinya Sasori. Hikaroo minta sarannya ya untuk siapa identitas asli si nyonya besar.

Yang dimaksud dengan syal Hinata adalah haori yang sering bertengger dilehernya Hinata . Di fic ini di buat sebagai syal.

Mohon dimaafkan jika ada kata-kata yang tidak diperkenankan didalam fic ini.

Wanita berumur 70 tahun yang awet muda karena memakan bahan makanan mentah itu asli dan nyata di dunia, tapi bedanya bukan tinggal di Uni Soviet(Hanya karangan Hikaroo semata.. Tapi asli lhooo)

Iruka sensei aku buat jahat diawal baik di akhir, maaf yaa fans Iruka(Hikaroo sembah sujud lagi)

Baik sekian untuk penjelasan.

~Special thanks to the read~

~Special thanks to review~

^o^See yaa in the next chapter ^o^