NA : Hallo pembaca, jika anda tidak menyukai ini jangan baca aku tidak menyuruh anda membaca ini secara memaksa. Cerita ini tidak terlalu menarik untuk anda baca. Aku hanyalah author pemula, maaf jika ceritanya jelek. Aku tidak memasangkan seluruh Deisaku romance disini, Mungkin sedikit.
Saya tidak mengambil Naruto
'
'
'
'
'
Sakura menungu bus dengan cara membaca buku untuk ulangan nanti. Mendengar suara kendaraan berhenti membuat ia berhenti membaca. Menengok untuk melihat suara apa itu, ternyata bus yang selalu ia tumpangi ada di sana. Ia mulai berdiri dan memasukkan bukunya ke dalam tas dan berjalan menuju bus.
Di dalam bus suasana tampak sepi banyak kursi kosong dan ia mengambil kursi pojok belakang. Hari ini banyak orang yang tidak menggunakan bus untuk trasportasi, apakah semua orang mempunyai kendaraan pribadi untuk mengantarkan mereka ketempat yang mereka tuju? Itu merupakan pemborosan bensin, dapat membuat macet dan itu merugikan. Sakura hanya berpikir bahwa itu akan lebih baik untuk melakukan rutinitasnya menggunakan bus.
Bus mulai jalan, Sakura membuka jendela sampingnya, dan mengeluarkan wajahnya sedikit. Ia sangat mencintai bagaimana angin pagi menerpa wajahnya, itu membuatnya merasa geli dengan sentuhan angin.
Saat Sakura merasakan momen ini ia melihat sebuah Taksi ingin menyalip bus yang ia tumpanginya. Bertanya-tanya mengapa ada taksi yang melaju dengan cepat sepagi ini? Sakura mengamati taksi itu sampai taksi itu menghilang dari pandangan Sakura. 'Nah satu lagi orang yang melakaukan pemborosan' pikirnya sambil memutar matanya. Ia melakukan ini bukan karena ia tak mampu hanya saja, ia tak suka melihat seseorang merusak tempat yang kita pijak. Menurutnya, Itu akan berdampak negatif nantinya.
Sakura pun menarik wajahnya ke dalam bus dan mulai menarik sebuah buku dari tasnya yang ia baca saat ia di halte. Buku itu semua tetang sejarah ninja pada masa lalu mereka, menceritakan tentang peperangan dunia ke empat. Itu membosankan baginya, peperanggan yang akan dimenangkan oleh yang baik dan yang jahat akan kalah. Dan itu masih berlaku sampai sekarang.
Bus berhenti dan Sakura keluar dari bus. Sekolah sudah terlihat ramai ia tidak pernah berangkat pagi- pagi karena tidak ada jadwal bus untuk pagi. Ia masuk ke gerbang sekolah terlihat Zabuza penjaga sekolahnya dan Sakura menyapa
"Hai Zabuza- san" kata Sakura dengan senyum ramah melambaikan tangan kepada Zabuza. Memang ia begitu dekat dengan Zabuza. Karena sudah hafal betul, keseharian Sakura berangkat pas dengan bel sekolah dan Zabuza tahu apa alasannya. Mereka semua yang sekolah di sini kecuali Sakura akan menggunakan mobil pribadi, motor, jarang sekali mereka naik sepeda atau naik bus seperti yang dilakukan Sakura. Sakura kurang suka dengan itu akan tetap, Sakura tau juga jika orang tua mereka menyayangi mereka dan tidak mau terjadi apa- apa pada mereka.
"Hai Sakura- chan, ayo masuk sebentar lagi bel bunyi loh" kata Zabuza memperingatkan. Setiap hari Zabuza memperingatkan seperti itu, dan Sakura tak pernah bosan dengan itu. Itu adalah tanda bukti perhatian orang di sekitar untuknya.
"Iya Zabuza- san aku masuk dulu" kata Sakura dengan anggukan kepala dari Zabuza.
'
'
'
Saat ia berjalan menuju sekolahnya ia melihat laki- laki berambut pirang panjang di depan papan pengumuman. Ia memakai kemeja putih, jaket kulit hitam, celana jins hitam, ia menggunakan sarung tangan hitam, memegang tas kecil hitam di tangan kanannya. 'Sepertinya orang baru'pikir Sakura, Sakura berjalan lagi tidak mau mengganggunya dan
"Eh ... tunggu, hmm" Sakura menengok ke arah suara dan melihat si pirang berjalan mendekatinya. Si pirang itu memiliki mata biru. 'Mau apa dia?' pikir Sakura.
"Um ... ada yang bisa saya bantu?" kata Sakura menawarkan bantuan.
"Bisakah kau mengantarku ke ruang kepala sekolah, hmm?" Katanya. Sebenarnya di papan pengumuman sudah ada peta akan tetapi si pirang sepertinya masih sedikit kurang jelas dan takut jika ia salah masuk ruangan.
"Baik ... ikut aku" kata Sakura melangkah memimpin pirang, si pirang mengikutinya dari belakang. Orang- orang menatap mereka dan berbisik 'Ada orang baru'. Si pirang mengabaikan mereka dan terus berjalan.
Mereka mulai memasuki lorong- lorong sekolah dan mulai belok ke kiri. Ruang kepala sekolah sebenarnya tempatnya terpencil dan bisa dikatakan susah untuk ditemukan oleh murid- murid baru. Kebanyak sekolah ruang kepala sekolah strategis dan dapat langsung ditemukan
Mereka berjalan diam tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut mereka. Merasa jangguh dengan kesunyian ini, si pirang mulai memecahkan ke sunyian
"Jadi, siapa Namamu, hmm?" kata si pirang kepada Sakura. Sakura memandang pirang.
"Aku Sakura" kata Sakura meperkenalkan diri.
"Aku Deidara, aku pindahan dari Iwagakure, hmm" kata Deidara memperkenalkan dirinya.
"Sudah berapa lama anda pindah ke sini?" tanya sakura.
"Tidak lama, tadi pagi aku baru pindah ke sini, hmm" jawab Deidara sambil menggosokkan matanya. Berjalan tanpa memandang lagi ke arah Sakura.
'Baru tadi?'
"Jadi, apakah anda merasa lelah?"
"Sedikit, aku merasa sedikit mengantuk, hmm"
"Mengapa anda selalu menggunakan kara 'Hmm' pada kalimat terakhir anda?"
"Anggap saja itu sebuah kebisaan, hmm"
'Orang ini benar- benar cuek kepadaku ... ugh sebel' pikir sakura sedikit kesal.
Mereka sudah tiba di pintu putih yang tendapat tulisan kecil di pintu 'Ruang kepala sekolah'
Teeeeeeeeeeeeeeeet teeeeeeeeeeeeeeeeet ...
'
'
'
"Deidara- san, aku pergi dulu, sampai jumpa bertemu kembali" kata Sakura kepada Deidara. Tidak mau menunggu jawadan Deidara, Sakura langsung lari tergesa-gesa. Ia tidak ingin telat masuk kelas. 'Apakah aku telat? Sebaiknya tidak karena, Kakashi biasanya telat dan mungkin akan membuat beberapa alasan yang bodoh untuk mengulur waktu. Semoga saja Sasuke tidak mencemaskanku itu membuatku tidak enak hati kepadanya' Sakura melewati lorong- lorong yang terlihat sepi, orang- orang mungkin sudah masuk kelas. Ia pun mulai menaiki tangga Berlari lebih cepat.
'
'
'
'
'
Deidara masih menatap pintu putih itu tak mau menunggu lama, ia megetuk pintu. Dari balik pintu terdengar suara 'Masuk' deidara pun membuka pintu dan mulai masuk. Di ruangan itu terlihat seorang wanita terlihat cukup muda, rambur pirang diikat menjadi dua, dan di dahinya terdapat titik kecil berwarna ungu. Wanita itu sedang duduk di kursinya sambil membawa kertas di tangan kanannya. Di sebelahnya ada seorang wanita berrambur hitam dan ia sedang memegang babi, mungkin hewan peliharaanya.
"Selamat pagi eng..." Kata Deidara tidak tau harus memanggilnya apa.
"Panggil saja aku Tsunade- sama, ah ... murid baru, siapa nama anda?"
"Deidara" kata Deidara. Tsunade mengambil kertas di lemarinya, kertas di dalam sana ada ribuan bahkan lebih. Tsunade mengambil selembar kertas dari ribuan kertas yang ada di lemari. Tidak tahu apa yang dibawanya.
"Nama Deidara, pindahan dari iwagakure. Apakah benar?" kata Tsunade membaca tulisan yang tertera di kertas.
"Hai" kata Deidara sambil menganggukan kepalanya.
"Baik ini jadwal untuk anda dan ini kunci loker untuk anda" kata Tsunade sambil meyerahkan kunci loker dan jadwal pelajaran kepada Deidara. Deidara hanya mengamati kedua benda yang sekarang berada di tanganya. Terlihat kunci loker bertuliskan nomor 70 dan menatap jadwal pelajaranya tertulis, pelajaran pertama sejarah dengan Hatake Kakashi.
"Sizune!" perintah Tsunade kepadanya.
"Hai" jawabnya.
"Antarkan Deidara-san ke ruang Hatake Kakashi" Sizune mengangguk dan berjalan ke pintu.
"Ayo datang kesini, aku akan menunjukan anda ruangan Kakashi" Deidara mengangguk dan berjalan mengikutinya.
,
,
,
,
,
FIN
