****Sensitive****

. . . . . . . . .

Presented by angelteuk_bubhie

Genre :: Romance, Yaoi

Rated : T to M (maybe?)

Pairing :: Kyumin? Simin? Henmin? Haemin? Liat ajja deh ntar, ha ha

Warning : di chapter ini ada sedikit unsur yang mengandung *ehheum* di tengah-tengah. Oya, sekali lagi aku ingatkan ini merupakan fic yaoi. Jadi bagi yang tidak suka yaoi jangan memaksakan diri untuk membaca. DON'T LIKE DON'T READ okey! *kedipin mata*

. . . . . . . . .

.

.

CHAPTER 2

.

.

Pandangan mata sungmin menjadi kosong, tidak ada ekspresi apapun yang terpancar dari wajahnya. Namja yang tadi seenaknya saja menempelkan telapak tangannya di mulut sungmin hanya menatap sungmin bingung. Hingga beberapa saat berlangsung …

"hei! Kau tak apa?" tanya namja tersebut karna merasa sungmin tidak ada reaksi sama sekali dan ia pun melepas tangannya yang tadi menempel di mulut sungmin seraya mendekati wajah sungmin.

"KYAAAA!"

Sungmin refleks berteriak lagi untuk kedua kalinya, tapi kali ini dengan kedua tangannya yang mendorong namja tersebut hingga namja itu tersungkur jatuh ke lantai. Dengan cepat sungmin berlari keluar kelas tanpa menghiraukan panggilan songsaengnim yang memanggil-manggil namanya.

"ada apa dengannya?" gumam namja berpipi chubby seperti kue mochi ketika melihat sungmin berlari keluar kelas dengan wajah yang terlihat sangat shock.

"iya, kenapa aku melihatnya seperti ketakutan begitu?" kali ini pertanyaan yang terlontar dari namja yang berada di samping namja yang bergumam tadi.

.

.

.

.

"hosh.. hosh.. hosh.."

Sungmin berlari sampai ke taman belakang yang ada di Kyunghee High School. Ia mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah dan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dari mulutnya. Matanya memerah.

"ada apa dengannya? Kenapa dia senang sekali bersikap seperti itu?" tanya sungmin entah itu di tujukan pada siapa, karna saat ini sungmin hanya sendiri dan di temani beberapa pohon serta bunga yang ada di taman tersebut.

"aaaarrrrgggghhhh !" teriak sungmin melepaskan semua kekesalannya. Ia sudah tidak mau lagi mengingat kejadian-kejadian yang membuatnya takut dan juga trauma itu.

.

.

Sampai istirahat tiba, sungmin masih belum juga kembali ke kelas. Namja yang tadi pagi masuk ke kelas bersama dengan sungmin pun mulai khawatir, karna sungmin adalah teman pertama yang ia dapat di Kyunghee.

"apa kau mencemaskan sungmin, henry-ah?" tanya teman sebangku namja yang di panggil henry tadi.

"ne wookie-ya.. Aku khawatir padanya" jawab henry pada namja yang bertanya padanya.

"sebaiknya kita mencarinya, sekarang kan sedang istirahat. Apa lagi kita harus menyampaikan padanya kalau dia mendapat tugas dari Kim songsaengnim" ajak ryeowook yang langsung menarik tangan henry.

Pertama-tama dua namja tersebut mencari ke kantin sekolah namun tidak ada, lalu ke perpustakaan juga tidak ada. Hampir setiap tempat sudah mereka kunjungi, namun ada satu tempat yang terlupakan oleh ryeowook hingga akhirnya mereka pun menyerah untuk mencari sungmin.

"kenapa di setiap tempat tidak ada? Apa dia sudah pulang?" tanya henry. Henry dan ryeowook sudah kembali ke kelas untuk memastikan mungkin saja sungmin sudah ada di kelas, tapi ternyata sungmin masih belum kembali.

"tetapi tasnya masih ada" jawab ryeowook yang menunjuk ke arah tempat duduk sungmin. Henry yang memang sudah merasa sangat haus karna tadi mereka terlalu asik mencari sungmin berniat untuk membeli minum ke kantin. Namun belum sempat melangkahkan kaki keluar kelas, sungmin tiba-tiba masuk ke dalam kelas. Henry yang melihat sungmin langsung saja mendekatinya.

"ya! Kemana saja kau? Aku dan ryeowook lelah sekali mencari mu kemana-mana" ujar henry kesal. Sedangkan yang di tanya hanya memasang wajah tanpa ekspresi.

"aku tidak meminta mu untuk mencari ku. Jadi kenapa kau harus mencari ku" sungmin mendelik. Henry yang melihat sikap sungmin seperti itu semakin kesal dan ingin membalas sungmin dengan memakinya. Tapi ryeowook lebih dulu berucap.

"karna kau adalah teman kami sungmin" ucap ryeowook sambil tersenyum manis pada sungmin. Sungmin terperangah mendengar ucapan namja yang sama sekali belum ia kenal itu. Tapi entah mengapa sungmin merasa tenang melihat senyuman dari namja tersebut, seakan-akan senyumannya itu memberikan ketulusan dari ucapannya.

"ka—kau menganggap ku teman?" tanya sungmin kemudian.

"ne.. Kau mau kan berteman dengan ku dan henry? Aku yakin, kita bertiga bisa menjadi teman baik" jawab ryeowook yang kembali dengan senyuman manisnya. Sungmin sempat terdiam mendengar ucapan ryeowook, namun tidak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya tanda ia setuju.

"oh ya, aku belum memperkenalkan diri ku pada mu kan? Kim Ryeowook imnida ^^ tapi kau bisa memanggil ku wookie saja"

"ehheum!" tegur henry yang merasa di acuhkan oleh sungmin. Sungmin pun menoleh ke henry "mian.. Tadi aku berkata kasar pada mu dan terima kasih karna sudah mengkhawatirkan ku…" ucap sungmin dengan senyum tulus di bibirnya.

"siapa yang mengkhawatirkan mu?" henry memalingkan wajahnya dari sungmin dan berlagak bahwa ia tidak mengkhawatirkan sungmin. Mendengar pertanyaan itu, ryeowook tersenyum dan berucap "jelas-jelas tadi kau sangat mengkhawatirkannya"

"m—mwo? A—aniyo …" pipi henry jadi terlihat memerah karna ucapan ryeowook yang membuatnya tidak bisa mengelak lagi. Sungmin yang melihatnya hanya bisa tersenyum dan kemudian mendekati henry "kau tidak usah malu tuk mengakuinya mochi … Jujur saja jika kau memang mengkhawatirkan ku …" goda sungmin dan tidak sadar sudah mengatakan henry dengan sebutan mochi.

"ya! Sungmin! Aku bukan kue mochi.. Kenapa kau memanggil ku mochi, eoh? Nama ku henry! Panggil aku henry!" ucap henry tidak terima karna di panggil mochi.

"ya! Ya! Kau lupa ya? Aku lebih tua dari mu, jadi panggil aku hyung" suruh sungmin.

"henry! Kau dan aku seumur kan?" tanya ryeowook tiba-tiba. Henry pun hanya menggangguk.

"berarti aku juga harus memanggil sungmin dengan sebutan hyung J" ucap ryeowook bahagia.

"ne wookie-ah.. Kau benar-benar namja yang penurut. Sekarang tinggal kau mochi! Cepat panggil aku hyung!" suruh sungmin lagi dengan sedikit memaksa henry.

"aku tidak mau memanggil mu hyung! Kau saja memanggil ku mochi. Apa-apaan itu? Huh!" gerutu henry dan kemudian cemberut ke arah sungmin.

"kau ini seperti anak kecil saja. Anggap saja mochi itu nama panggilan yang aku berikan khusus untuk mu" sungmin menahan gelinya saat melihat henry yang menggerutu sebal padanya.

"hahHhh~ baiklah cheng min hyung" ucap henry kalah.

"cheng min hyung?" tanya ryeowook dan juga sungmin bersamaan.

"ne! Nama china-nya sungmin hyung itu cheng min hyung. Jadi sudah aku putuskan, aku akan memanggil mu dengan sebutan cheng min hyung saja" ucap henry memutuskan.

"arraseo.. Terserah kau saja" ucap sungmin setuju. Namun tanpa sepengetahuan mereka bertiga, ada seorang namja yang tengah memperhatikan mereka dengan sebuah benda elektronik di tangannya yang biasa ia gunakan untuk bermain. Ryeowook yang seakan teringat sesuatu langsung saja menyampaikannya pada sungmin.

"oh ya hyung, tadi songsaengnim memberi mu tugas karna kau tadi tiba-tiba saja meninggalkan kelas. Ia tidak ingin ada muridnya yang tertinggal pelajarannya. Jadi ia memberi mu tugas untuk mencari bahan pelajaran di perpustakaan untuk pertemuan selanjutnya" ucapnya menjelaskan.

"ohh, ne.. Aku akan ke perpustakaan besok" ucap sungmin.

"tapi hyung! Kenapa hyung tadi tiba-tiba saja berlari keluar kelas?" tanya henry yang sejak awal memang sudah sangat penasaran.

"i—ituu.. Ka—karna.." sungmin menggerakkan kedua bola matanya gelisah dan menghentikan ucapannya yang sedikit terbata. Sedangkan henry dan ryeowook hanya memasang muka yang serius menunggu jawaban sungmin.

"apa kyuhyun melakukan sesuatu pada mu hyung?" tiba-tiba saja ryeowook bertanya dan menyebut nama namja yang merupakan teman sebangku sungmin.

"kyuhyun? Siapa kyuhyun?" tanya sungmin bingung.

"itu.. Teman sebangku hyung.. Jadi hyung belum tahu namanya?" tanya ryeowook. Sedangkan sungmin hanya menggelengkan kepala tanda ia tidak tahu.

"apa dia melakukan sesuatu pada hyung?" tanya ryeowook lagi.

"jadi namanya kyuhyun?" tanya balik sungmin tanpa menghiraukan pertanyaan dari ryeowook. Ryeowook yang merasa di tanya hanya menganggukkan kepalanya.

"aku tidak mau lagi duduk dengannya!" ucap sungmin kemudian lalu melihat ke arah namja yang sedang asik dengan dunianya di tempat duduknya.

"wae hyung? Apa yang sudah ia lakukan?" kali ini henry yang bertanya.

"dia namja yang sangat menyebalkan, sombong, dan juga tidak sopan. Aku tidak suka dengannya. Apakah aku bisa minta pada songsaengnim untuk pindah tempat duduk?" jawab serta tanya sungmin yang masih menatap namja tadi dengan tatapan kesal.

"benarkah hyung?" tanya ryeowook terkejut dan seakan tidak percaya. Karna setahu ryeowook, kyuhyun adalah namja yang pendiam dan tidak banyak bicara, tapi ya mungkin sedikit dingin. Sungmin hanya menggangguk cepat.

"tapi hyung! Sepertinya tidak akan ada namja yang mau bertukar tempat duduk dengan mu. Karna semua namja di sini tidak mau duduk dengan namja yang pendiam dan tidak banyak bicara sepertinya. Namja di kelas ini rata-rata banyak bicara dan suka bermain" ucap ryeowook. Sedangkan henry yang mendengarnya hanya menggangguk-anggukkan kepalanya.

Sungmin berdecak kesal "tuh kan! Namja lain saja tidak ada yang mau duduk dengannya".

"tapi para yeoja di kelas ini rata-rata ingin duduk dengannya hyung. Kyuhyun merupakan siswa terpandai di kelas ini jadi banyak yeoja yang mengaguminya karna kepandaian dan juga ketampanannya. Hingga banyak sekali yeoja di kelas ini yang ingin duduk dengannya" ucap ryeowook kembali dengan penjelasannya.

"tch. Tampan? Kalau begitu aku bisa bertukar dengan seorang yeoja?" sungmin mencibir karna mendengar ryeowook menyebut kyuhyun itu tampan.

"tidak bisa juga hyung! Songsaengnim menertibkan para murid agar duduk sebangku dengan sesama jenis. Yeoja dengan yeoja, dan namja dengan namja" ucap ryeowook.

"jincha? Aigoo kalau begitu.. Mochi-ya! Kau saja yang gantikan aku duduk dengannya" sungmin meminta henry untuk menggantikannya duduk dengan kyuhyun yang sudah membuat sungmin melabeli namja tersebut dengan 'bad boy', namun kemudian dengan cepat di tolak henry.

"andwae! Aku tidak mau" tolak henry. Sungmin mendengus sebal "ayolaahh.. Kalau kau mau, aku tidak akan lagi memanggil mu mochi" sungmin berusaha membujuk henry agar mau menerima tawarannya.

"aku tetap tidak mau! Biar saja hyung memanggil ku mochi, sepertinya panggilan itu juga tidak terlalu buruk untuk ku" henry tetap menolak tawaran sungmin padanya. Tatapan sungmin yang awalnya berbinar-binar langsung berubah menjadi sebal.

"aish! Kau bukan teman yang baik" ucap sungmin kemudian.

"hyung jangan begitu.. Kyuhyun sebenarnya bukan orang yang sombong, menyebalkan ataupun tidak sopan. Mungkin karna hyung belum mengenalnya saja makanya hyung menyebutnya seperti itu. Meskipun dia sedikit pendiam dan tidak banyak bicara, tapi dia juga mempunyai sisi baiknya hyung. Kau jangan berpikir hal-hal yang buruk dulu padanya" ryeowook mencoba menengahi perdebatan yang sempat terjadi antara sungmin dan henry. Dan menjelaskan bahwa kyuhyun tidak seburuk yang sungmin pikirkan. Sungmin terdiam beberapa saat.

"baiklah.. Aku akan mencobanya. Kalau begitu aku pergi ke tempat duduk ku dulu" ucap sungmin pasrah. Sungmin pun menuju tempat duduknya yang berada di samping namja –kyuhyun– yang masih asik dengan PSP di tangannya. Henry dan ryeowook hanya mengangkat tangannya seakan memberi semangat pada sungmin, sungmin yang melihatnya hanya mendesah lemah 'pandai? Apanya yang pandai? Lihat saja dari tadi dia hanya memainkan benda elektronik itu' batin sungmin.

.

.

*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*

.

.

Sepulang sekolah, henry dan ryeowook berencana untuk mengajak sungmin pulang bersama namun sungmin menolaknya. Sungmin merasa hari pertamanya di sekolah sangat melelahkan jadi ia tidak ingin berjalan-jalan sepulang sekolah, ia ingin cepat-cepat beristirahat. Ia sudah mencoba menelpon hyungnya untuk meminta jemput namun hyungnya itu sama sekali tidak menjawab panggilannya. Akhirnya sungmin pun pulang naik taksi.

Sesampainya sungmin di depan pintu apartemen yang merupakan tempat tingggal ia dan hyungnya, samar-samar dari luar sungmin mendengar suara desahan di dalam sana "emmpphh.. sshh.. a—ahh..". Karna sebelumnya leeteuk sudah memberitahu kode untuk membuka pintu apartemennya, jadi ia dengan mudah untuk masuk dan memeriksa apa yang sedang terjadi di dalam.

Setelah sungmin masuk, ia sengaja menutup pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara. Kemudian sungmin pun menuju ruang tamu untuk melihat siapa dua orang yang sudah membuatnya penasaran itu. Sesampainya ia di ruang tamu, betapa terkejutnya ia melihat dua orang namja yang tengah asik berciuman. Dan yang benar-benar membuatnya terkejut adalah salah satu pelaku ciuman itu merupakan hyungnya yang juga notabene seorang namja.

'bagaimana-bisa?-hyung-ku!-hyung-ku!'(batin sungmin menjerit tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat)

"sshhh.. kangin-ah.. hmm.. aahh *hwaaaa! sayya tidak sanggup membuat adegan seperti ini!#jambak rambut*" desah seorang namja yang kini juniornya di remas *O.o* oleh namja yang ia panggil dengan sebutan kangin itu.

"saranghae eteuk hyung.." ucap kangin di sela ciumannya dengan tangan kirinya yang masih setia meremas junior namja yang ia sebut eteuk hyung itu. Sungmin yang sudah tidak tahan melihat adegan di depannya tersebut mulai terisak dan terduduk lemas di lantai sambil menutup mulutnya untuk menahan suara isakannya agar tidak terdengar oleh hyungnya.

Tapi ternyata isakannya tetap terdengar di telinga leeteuk. Leeteuk pun menghentikan ciumannya dan menoleh ke arah sumber suara tersebut, betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang kini sedang menangis.

"sungmin-ah!" kaget leeteuk dan langsung mendorong kangin karna bingung. Ia segera menghampiri sang dongsaeng yang sekarang sedang terisak pilu. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa dongsaeng tersayangnya itu telah melihat apa yang baru saja ia lakukan. Sekarang pikirannya menjadi kacau dan bingung.

"hy.. hyuunngg.." panggil sungmin terbata. Ia tidak sanggup lagi untuk berkata. Leeteuk langsung memeluk sungmin erat.

"mianhae.. Mianhae sungmin-ah.."

"hy.. hyuunngg.."

"mianhae minnie-ah.. Sekarang kau sudah mengetahuinya, bahwa hyung mu ini tidak normal dan menyukai sesama namja" ucap Leeteuk lirih.

"hy.. hhyyuunngg.." hanya panggilan hyung yang bisa sungmin ucapkan di balik bahu leeteuk. Kangin yang berstatus sebagai namjachingu leeteuk hanya bisa menatap sedih pada dua bersaudara tersebut.

"ke.. Kenapa h—hyung? w—wae?" tanya sungmin kemudian. Leeteuk melepas pelukannya pada sungmin dan pergi untuk menghampiri kangin.

"kangin-ah.. Apa kau bisa pulang dulu? Aku akan menjelaskan semuanya pada dongsaeng ku" pinta leeteuk pada kangin. Kangin pun menganggukkan kepalanya lalu kemudian pergi keluar dari apartemen leeteuk. Setelah kangin keluar, leeteuk kembali menghampiri sungmin yang masih terisak. Ia membawa sungmin untuk duduk di sofa dan kemudian memeluknya erat.

"sungmin-ah.. Mianhae.. Jeongmal mianhae. Aku memang bukan contoh hyung yang baik untuk mu.." leeteuk terdiam untuk beberapa saat dan kemudian melanjutkan "Kau tahu? Setahun yang lalu hyung mu ini masih normal dan masih menyukai seorang yeoja. Namun, sewaktu hyung sudah sangat mencintai yeoja itu, ia malah mengkhianati hyung. Saat itu hyung benar-benar terpuruk. Hingga akhirnya ada seorang namja baik datang di kehidupan hyung. Ia mengisi setiap kesedihan yang hyung rasakan, ia juga sangat perhatian. Pada akhirnya namja itu mengatakan kalau ia mencintai hyung. Awalnya hyung sangat terkejut atas pernyataannya itu, hyung sempat menolaknya. Tapi ia menyuruh hyung untuk mencobanya, yaitu menjalani cinta dengan seorang namja. Pada akhirnya pun hyung juga mencintainya" leeteuk menceritakan semua yang terjadi padanya dahulu. Tangis sungmin kembali meledak, ia mencengkram kuat baju Leeteuk.

"ta—tapi hubungan sesama jenis itu salah hyung" ucap sungmin di sela tangisannya.

"ne, hyung tau itu memang salah. Tapi jika 2 orang sudah saling menjalin cinta, maka gender bukanlah suatu penghalang bagi mereka" ucap leeteuk. Sungmin yang mendengar pernyataan tersebut langsung melepas pelukannya dan menatap hyungnya dalam.

"aku tau, kau pasti sangat kecewa pada hyung mu ini. Hyung hanya minta satu hal pada mu, yaitu kau jangan sampai membenci hyung. Hyung akan sangat sedih apabila dongsaeng kesayangan sekaligus dongsaeng hyung satu-satunya membenci hyung" pinta leeteuk lirih. Air matanya pun mulai jatuh, ia tidak bisa membayangkan jika nantinya sungmin akan sangat membencinya. Sungmin yang melihat hyungnya meminta seperti itu menjadi tidak sanggup dan tidak tega apabila harus melarang hubungan cinta hyungnya itu.

"aku tidak akan membenci mu hyung. Aku sangat menyayangi mu" ucap sungmin sambil menghapus cairan bening yang mengalir dari mata leeteuk.

"jalanilah cinta mu hyung. Aku akan ikut bahagia jika melihat mu bahagia" lanjut sungmin dan langsung memeluk leeteuk.

"gomawo sungmin-ah.. Jeongmal gomawo" ucap leeteuk bahagia. Sungmin hanya tersenyum di balik punggung leeteuk.

"kau benar-benar dongsaeng terbaik ku.." leeteuk merasa sangat terharu pada sungmin. Keduanya larut dalam hangatnya pelukan masing-masing. Setelah selang beberapa lama berpelukan, sungmin melepas pelukannya.

"hyung, aku lapar!" ucap sungmin memasang wajah innocentnya. Leeteuk yang mendengar ucapan dari sang dongsaeng hanya terkekeh.

"arraseo.. Aku akan buatkan makanan untuk mu" leeteuk pun segera berjalan menuju dapur. Sedangkan sungmin berjalan ke arah tv untuk menghidupkannya dan menonton acara tv.

.

.

*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*

.

.

in Kyunghee High School.:

Pagi ini suasana di kelas XI-B sangat ramai karna tidak ada songsaengnim yang mengisi pelajaran di kelas itu. Kemungkinan songsaengnim yang sekarang seharusnya sudah mengajar sedang sakit, oleh karna itu tidak ada yang mengajar di kelas tersebut.

"hm.. Karna ini jam kosong lebih baik aku ke perpustakaan saja" gumam seorang namja manis pada dirinya sendiri.

"kau berbicara pada ku?" tanya seorang namja yang merupakan teman sebangku namja manis tadi.

"ani. Aku berbicara pada diri ku sendiri" jawabnya yang kemudian pergi menghampiri kedua temannya. Sedangkan namja yang tadi bertanya hanya menyunggingkan senyumnya menatap kepergian namja manis tadi.

.

.

"mochi-ya! Wookie-ya! Kalian mau tidak menemani ku ke perpustakaan?" tanya namja manis tadi pada kedua temannya yang ia panggil mochi dan juga wookie itu.

"ne hyung!" ucap mereka berdua. Mereka bertiga pun pergi meninggalkan kelas dan menuju perpustakaan.

Sesampainya mereka di perpustakaan, mereka berpisah untuk mencari masing-masing buku yang mereka ingin pinjam. Setelah beberapa saat, namja manis yang kita ketahui bernama sungmin itu sudah mendapatkan buku yang ia cari. Karna merasa sudah mendapatkan bukunya, ia pun berniat untuk mencari kedua temannya tadi. Ketika sungmin berada di bagian rak buku khusus fisika, tiba-tiba ada seorang namja yang berjalan ke arah sungmin dan membawa banyak sekali buku. Namja tersebut tidak dapat melihat jalannya karna terlindung banyaknya buku yang ia bawa, akhirnya ia pun menabrak sungmin yang sebenarnya ingin melewatinya dan mengakibatkan semua buku yang namja itu bawa terjatuh berhamburan ke lantai.

BRUK! DUK! DUK! DUK!

Bersama dengan jatuhnya buku-buku itu, namja yang tadi membawanya pun ikut terjatuh ke belakang dan terduduk.

"aww!" ringisnya karna pantatnya yang sakit akibat jatuh tidak etis di lantai.

"kau tidak apa-apa?" tanya sungmin khawatir. Namja itu pun mendongakkan kepalanya dan kemudian ia hanya bisa tercengang setelah melihat siapa yang bertanya padanya. Sepertinya sikap lembut sungmin yang dulu mulai kembali.

"hei! Gwenchana?" tanya sungmin lagi karna merasa namja di depannya itu tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Lama sungmin menunggu jawaban, namun tetap tidak ada sedikit pun respon dari namja tersebut. Karna bosan, akhirnya sungmin berniat pergi meninggalkan namja aneh yang ada di hadapannya itu.

"hei tunggu!" panggil namja tadi pada sungmin. Sungmin pun kembali berbalik ke arah namja yang tadi hanya diam dan pada akhirnya mengeluarkan suaranya. Sungmin hanya menatap namja itu dengan ekspresi bingung karna namja itu saat ini sedang tersenyum padanya.

"apa kau baru di sekolah ini?" tanyanya. Sungmin hanya mengangguk.

"kelas berapa?" tanyanya lagi.

"XI-B. Wae?" jawab serta tanya sungmin yang masih bingung.

"annyeong haseyo.. Lee Donghae imnida. Kelas XI-A. Kelas kita berseblahan" ucap namja tadi yang ternyata bernama donghae. Sungmin semakin menunjukkan mimik muka bingungnya, sungguh benar-benar lucu dan menggemaskan mimik mukanya saat ini.

"jadi apa kau bisa membantu ku membawa buku-buku ini ke kelas ku?" tanya donghae kemudian sambil merapikan kembali buku-buku yang tadi berserakan di lantai.

"ne, baiklah" jawab sungmin yang langsung membantu donghae mengambil beberapa buku tadi. Sungmin sudah lupa akan niat awalnya yang ingin mencari kedua teman baiknya. Donghae yang kini berjalan berdampingan dengan sungmin terlihat senang dan menampakkan senyumnya sambil membawa buku di masing-masing tangan mereka.

"kau tinggal dimana?" tanya donghae.

"aku tinggal di apartemen Sun Nyoung. Kau tau?" jawab serta tanya sungmin. Donghae pun menganggukkan kepalanya.

"kau tinggal bersama siapa?" tanya donghae lagi.

"bersama hyung ku. Wae?" jawab serta tanya sungmin juga.

"aku hanya ingin tau" jawab donghae sambil tersenyum manis ke arah sungmin.

"oh ya, nama mu siapa?" lanjut donghae bertanya lagi.

"Lee Sungmin" jawab sungmin singkat.

"nama yang manis" ucap donghae yang langsung membuat sungmin menatap donghae. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum sangat lembut. Melihat itu membuat pipi sungmin jadi merona, apalagi dengan ucapan donghae yang menyebut namanya manis.

.

Place.:

.

"cheng min hyung mana?" tanya namja china pada temannya yang bernama ryeowook.

"kita sudah berkeliling mencarinya di setiap sudut perpustakaan. Tapi sungmin hyung tidak ada" sambung ryeowook yang juga heran.

"apa mungkin cheng min hyung meninggalkan kita?" tanya namja china itu lagi.

"apa menurut mu begitu henry-ah? Tega sekali jika benar sungmin hyung meninggalkan kita"

"hm. Sebaiknya sekarang kita kembali saja dulu ke kelas" ajak namja china –henry– yang langsung menarik tangan ryeowook pergi keluar perpustakaan.

'awas-saja-jika-cheng-min-hyung-benar-benar-sudah-ada-di-kelas!-aku-akan-benar-benar-marah-padanya'(batin henry kesal)

.

.

.

.

"gomawo" ucap donghae sesampainya ia di depan kelasnya. Sungmin pun lalu menyerahkan buku-buku yang tadi di bawanya pada donghae.

"ne cheonmaneyo" balas sungmin seraya berjalan menuju kelasnya.

"senang bertemu dengan mu sungmin-ah" teriak donghae ke sungmin sebelum ia memasuki kelasnya. Sungmin hanya tersenyum mendengar teriakan dari namja yang baru hari ini ia kenal.

.

.

"OMO! Aku lupa! Aku sudah meninggalkan mochi dan juga wookie" pekik sungmin setibanya ia di dalam kelas.

"aish! Ottok'e?" lanjut sungmin cemas. Ia berniat untuk kembali ke perpustakaan untuk mencari kedua temannya itu. Namun belum sempat satu langkah berjalan, henry dan ryeowook tiba di kelas. Dengan cepat henry melangkahkan kakinya menuju sungmin.

"hya! Cheng min hyung! Kenapa kau meninggalkan kami berdua? Aku dan wookie sampai berkeliling perpustakaan untuk mencari mu. Tapi ternyata kau sudah berada di kelas" ucap henry membentak sungmin. Ia tidak perduli sudah membentak orang yang lebih tua darinya satu tahun itu.

"tenanglah henry.. Kau jangan membentak sungmin hyung seperti itu" ryeowook mencoba menenangkan henry karna ia melihat air muka sungmin yang tiba-tiba berubah ketika henry membentaknya.

"a—aku.. mi.. mianhae.. hiks" isak sungmin. Ia tidak menyangka henry akan membentaknya seperti itu. Silahkan saja orang-orang yang melihat sungmin sekarang akan mengatakan bahwa sungmin cengeng. Karna itu memang kenyataannya, bahwa ia memang cengeng. Ia memang tidak bisa jika menerima bentakan.

"hy—hyung kau tidak apa?" tanya ryeowook khawatir melihat sungmin yang sekarang sedang terisak. Henry yang awalnya memasang mimik muka sangar pun tiba-tiba berubah menjadi khawatir. Ia tidak menyangka sungmin akan menangis karna bentakannya.

"henry! Kau keterlaluan" marah ryeowook pada henry.

"mi—mian hyung, aku tidak bermaksud untuk membentak mu. Tadi aku hanya kesal saja" ucap henry.

"gwenchana mochi-ah.. Seharusnya aku yang meminta maaf pada kalian berdua" sungmin menghentikan isakannya dan menatap henry dengan puppy eyesnya.

"ne hyung. Aku sama sekali tidak marah pada mu" ucap ryeowook sambil tersenyum ke arah sungmin. Kemudian ia melirik ke arah henry dan mengisyaratkan agar henry mengucapkan hal sama dengan yang ia ucapkan. Henry pun hanya menghela nafasnya.

"aku juga tidak marah lagi pada mu hyung" henry berucap setengah terpaksa. Sebenarnya ia masih sedikit kesal dengan sungmin.

"gomawo wookie-ah.. Mochi-ah" ucap sungmin seraya mengusap bekas air mata yang sempat menetes tadi.

.

.

"tch. Namja yang lemah" celetuk seorang namja yang saat ini berada di samping sungmin. Sekarang sungmin memang sudah kembali ke tempat duduknya dan mencoba mengerjakan tugas yang di berikan songsaengnim kemarin padanya. Ia tidak menghiraukan celetukan dari namja itu.

"kau itu lebih mirip seorang yeoja dari pada seorang namja" ia kembali mencibir. Sungmin yang mendengar ucapan tersebut langsung menghadap pada namja yang tadi mencibirnya.

"ya! Kyuhyun-ssi.. Apa kau tidak bisa bersikap ramah pada ku?" tanya sungmin yang berusaha sedikit lembut dan menahan emosinya.

"ramah? Ku rasa aku tidak bisa bersikap ramah pada mu" ucap namja yang bernama kyuhyun itu.

"mwo? Jadi kau ingin bermusuhan dengan ku?" kaget sungmin atas ucapan kyuhyun padanya.

"ani" jawab kyuhyun cepat.

"lalu? Kenapa? Bukan kah aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun pada mu? Lalu kenapa kau membenci ku?" tanya sungmin heran.

"aku tidak pernah mengatakan kalau aku membenci mu" sanggah kyuhyun.

"lalu kenapa kau bilang kau tidak bisa bersikap ramah pada ku? Itu berarti kau membenci ku?" tanya sungmin lagi.

"terserah" ucap kyuhyun sedikit ketus dan langsung mengeluarkan PSP dari kantung celananya.

"mwo?" sungmin memandang bingung pada kyuhyun. 'dasar-namja-aneh!' (batin sungmin)

.

.

T(o)B(e)C(ontinued)

.

.

Ahahahaa gimana kelanjutannya? Pasti kalian bakalan bilang ni fic aneh .. gaje .. mana kyumin nya? Ini fic kyumin bukan sih?

Iya, ini fic kyumin .. Kyumin moment bakalan sering muncul seiring jalan ceritanya bagaimana .. Jadi ditunggu dengan sabar ajaa .. hehee *peace*