****Sensitive****
. . . . . . . . .
Presented by angelteuk_bubhie
Genre :: Romance, Yaoi
Rated : T to M (maybe?)
Pairing :: Kyumin? Simin? Henmin? Haemin? Liat ajja deh ntar, ha ha
Warning : ini merupakan fic yaoi pertama ku. Bagi yang tidak suka yaoi jangan memaksakan diri untuk membaca. DON'T LIKE DON'T READ okey! Dan fic ini masih jauh dari kata sempurna *kedipin mata*
. . . . . . . . .
.
.
CHAPTER 4
.
.
Sungmin POV
Huuhhhh~.. Dasar teuk hyung menyebalkan! Pagi-pagi sudah menggoda ku. Dan ternyata dia malah tidak mengantarkan ku pergi ke sekolah, dia bilang ada urusan. Urusan apa sepagi ini? Pasti urusan dengan namjachingunya itu!
Awas saja kalau perhatiannya pada ku sampai berkurang, aku akan memisahkannya dengan namja bernama Kim Youngwoon itu. Kebaikan ku ada batasnya.
Eh!? Sepertinya sekolah masih sepi? Apa aku datang terlalu pagi?
"minimi!"
Siapa pagi-pagi begini sudah berteriak? Dan.. Tunggu! Dia memanggil siapa? Bukan kah hanya ada aku yang sedang berjalan disini?
"morning minimi!" aish.. Kenapa pagi seindah ini aku sudah harus bertemu dengannya? Aku masih ingin menikmati dunia pikiran ku sendiri tanpa ada gangguan.
"min.. minimi.."
"ya! Jangan panggil aku seperti itu.. Bukan kah aku sudah berulang kali menyuruh mu untuk memanggil ku hyung?" bocah ini benar-benar menyebalkan!
"panggilan itu cocok untuk mu. Aku tidak suka memanggil mu hyung" ucapnya pada ku. Mwo? Cocok? Kau pikir aku yeoja? Panggilan itu terdengar menjijikan untuk ku. Dari pada menghiraukan bocah evil ini, lebih baik aku segera menuju kelas mungkin sudah ada mochi dan juga wookie.
Tap
Tap
Tap
"tidak usah terburu-buru minimi" hyaa! Kenapa dia mengikuti ku? Bukan kah tadi aku sudah mengambil langkah secepatnya untuk meninggalkannya.
"henry-ah!" untunglah sekarang di kelas aku sudah bertemu dengan henry. Saatnya aku membujuk henry untuk pindah duduk bersama ku. Aku sudah tidak mau lagi duduk dengan namja evil di belakang ku ini! Dia bukan hanya mempunyai sifat yang dingin dan juga angkuh tapi ternyata egois, keras kepala, aneh dan juga sedikit MESUM.
"hyung! Tidak biasanya kau memanggil ku henry?" tanya henry dengan ekspresi yang sungguh imut dan menggemaskan. Aku jadi ingin mencubitnya.
"eh!?" omo! Aku baru ingat.. Aku biasa memanggilnya mochi. Ini semua karna kyuhyun!
"hehehee.. Tadi aku hanya sedang ingin memanggil mu dengan nama asli mu saja" hyaa! Sungmin! Alasan apa itu? Benar-benar aneh.. Kau tidak berbakat dalam membuat sebuah alasan.
"lalu kenapa kau seperti tergesa-gesa sekali hyung?" tanya henry pada ku. Benar! Tujuan ku cepat-cepat menuju kelas untuk bertemu dengan henry.
"mana wookie? Apa dia belum datang?" henry menggelengkan kepalanya, berarti ryeowook belum datang. Baiklah, ini saatnya tidak ada salahnya aku membujuk henry lebih dulu.
"mochi-ah.. Mulai hari ini kau duduk dengan ku, ne?" ucap ku lantang. Ku lihat sepertinya henry terkejut dengan perkataan ku?
"mwo? Ya! Kau mana boleh pindah tempat duduk!" protes namja evil atau kita sebut saja kyuhyun. Dia langsung berdiri tepat di depan ku sambil menatap ku tajam. Hei! Kenapa menatap ku seperti itu? Aku tidak takut!
"wae? Aku sudah tidak mau lagi duduk dengan namja yang tidak mau mendengarkan ku" ucap ku santai dan berjalan mendekati henry.
"kau mau kan mochi?" tanya ku pada henry.
"aku sih mau saja hyung. Tapi bagaimana dengan wookie?" yes! Ternyata aku tidak perlu merayu henry dengan susah payah agar mau, ternyata dia mau-mau saja! Jadi hanya tinggal membujuk ryeowook saja.
"aku tidak setuju! Kau harus tetap duduk dengan ku! Apa kau lupa dengan peraturan kelas ini bahwa tidak bisa lagi pindah-pindah tempat duduk?" dasar kuyu kuyu! Menyeret ku tanpa ijin. Walaupun kau membawa ku ke tempat duduk bersama mu, aku tetap akan pindah. Tekad ku sudah bulat untuk tidak duduk lagi dengan mu CHO KYUHYUN.
"aku tidak lupa dengan peraturan itu. Jika aku bisa membujuk songsaengnim aku yakin aku bisa pindah duduk bersama mochi" aku melepas genggaman tangannya secara paksa dan pergi menjauhinya. Sepertinya ia sangat tidak suka dengan sikap ku? Terbukti dengan wajahnya yang sekarang merengut. Ha ha, jangan berani melawan ku cho kyuhyun. Lagipula kemana hilangnya sikap dingin, angkuh, dan sombongnya itu? Kyuhyun yang sekarang terlihat sedikit berbeda. Apa karna waktu itu? Ani sungmin! Kau jangan mengingatnya!
"mochi! Aku akan menemui songsaengnim dulu jadi kau tunggu disini, mungkin saja nanti wookie datang" pesan ku pada henry sebelum meninggalkan kelas untuk mencari songsaengnim yang merupakan wali kelas kami.
Sungmin POV end
.
.
.
.
Sepeninggalan sungmin yang mencari songsaengnim keluar, kyuhyun dengan segera menghampiri namja putih seperti salju dan juga berpipi chubby itu.
"ya! Mochi! Kenapa kau mau saja di ajak sungmin untuk duduk bersamanya?" tanya kyuhyun yang berada tepat di depan namja yang diketahui bernama henry itu.
Mendengar kyuhyun berbicara seperti itu membuat henry yang tadinya asik memasang senyumannya langsung berubah menatap kyuhyun tidak suka.
"jangan memanggil ku dengan sebutan seperti itu!" titah henry.
"wae? Bukan kah sungmin juga memanggil mu seperti itu?" tanya kyuhyun yang tidak terima dengan suruhan henry padanya.
"cheng min hyung memang memanggil ku begitu dan aku tidak mau kau juga ikut memanggil ku mochi. Karna panggilan itu cheng min hyung yang membuatnya khusus untuk ku, jadi hanya dia yang boleh memanggil ku begitu" jelas henry. Mendengar ucapan henry tersebut membuat kyuhyun merasa sedikit aneh. Namun tidak lama berpikir, kyuhyun menyunggingkan senyum meremehkan. Bersyukurlah dengan otak cerdasnya kyuhyun yang bisa berpikir dengan cepat dan bisa menangkap maksud dari kata-kata henry.
"kau menyukai sungmin?" ucap kyuhyun tiba-tiba dan membuat henry terkejut.
"apa benar yang ku katakan?" lanjut kyuhyun yang seakan merasa dugaannya tepat dan benar.
"eoh? a—ani! Mana mungkin aku menyukai cheng min hyung! Kenapa kau berkata seperti itu?" ucap henry yang terlihat sedikit gugup. Melihat kegugupan henry tersebut, membuat kyuhyun semakin yakin bahwa henry memang menyukai sungmin. Wajah kyuhyun yang tadinya terlihat dingin berubah menjadi sedikit resah. Kenapa resah? Tentu saja ia resah, karna sekarang ia mempunyai saingan dan bukankah sungmin sangat senang dekat dengan henry?
"meskipun kau tidak mau mengakuinya. Aku juga tidak akan membiarkan mu mendapatkan sungmin! Karna sungmin itu hanya untuk ku" tegas kyuhyun yang merasa sungmin sudah menjadi miliknya seutuhnya dan tidak ada yang bisa mengambilnya darinya.
"mwo?" henry kembali menatap tidak suka pada kyuhyun. Kyuhyun seakan-akan mengajaknya untuk bersaing dalam hal sungmin. Ia tidak menyangka ternyata kyuhyun mempunyai perasaan untuk memiliki sungmin!?
"tidak usah seterkejut itu.. Kau dan aku menyukai orang yang sama! Sekarang kita menjadi rival dalam mendapatkan sungmin. Dan aku yakin, sungmin pasti akan jatuh kedalam pelukan ku" ucap kyuhyun sembari berjalan menuju tempat duduknya kembali dengan seringai yang menghiasi bibirnya. Henry yang mendengar ucapan kyuhyun itu hanya mendengus sebal.
"kita lihat saja! Cheng min hyung lebih senang berada di dekat ku" balas henry dengan suara yang sengaja di nyaringkan agar kyuhyun mendengar kata-katanya dan bermaksud meremehkan kyuhyun bahwa ucapan kyuhyun tadi itu tidak akan terwujud.
.
.
Setelah 10 menit berlalu, akhirnya sungmin kembali ke kelas bersama dengan ryeowook di sampingnya. Ia memasuki kelas dengan senyum yang lebar menghiasi wajahnya. Dengan cepat ia menghampiri henry yang sedang duduk manis di kursinya.
"mochi-ah! Kita jadi duduk berdua.. Kyaa! Senangnya.." seru sungmin bahagia dan langsung memegang kedua tangan henry. Tanpa sadar, pegangan tangan sungmin itu membuat pipi henry merona.
"lalu bagaimana dengan wookie?" tanya henry yang menoleh ke arah ryeowook yang saat itu berada di samping sungmin. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum manis.
"dia akan duduk bersama kyuhyun" sungmin melirik ke tempat duduk kyuhyun dan orang yang disebut itu tidak tahu bahwa sungmin sekarang sedang melihat ke arahnya karna sedang asik bersama dengan PSPnya "hyung sudah membicarakannya dengan wookie?" tanya henry lagi. Ia merasa sedikit tidak enak pada ryeowook.
"ne.. Tadi sewaktu aku ingin ke ruang guru, aku tidak sengaja bertemu dengan wookie. Lalu sekalian saja aku mengajaknya untuk menemani ku sambil menjelaskan maksud ku" jelas sungmin. Henry hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Tidak lama setelah perbincangan tersebut, bel masuk pun berbunyi dan songsaengnim pun memasuki kelas. Ryeowook dengan segera menuju tempat duduknya yang baru yaitu bersama dengan kyuhyun.
.
.
"annyeong" sapa ryeowook setibanya ia di tempat duduknya atau lebih tepatnya di samping kyuhyun.
"hm" balas kyuhyun datar tanpa menoleh ke arah ryeowook.
"kau tidak marah kan aku duduk disini?" tanya ryeowook hati-hati.
"kenapa aku harus marah? Kau tidak salah apa-apa" jawab kyuhyun tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya yang menghadap ke depan atau lebih tepatnya ke arah songsaengnim yang sedang asik berbicara di depan kelas.
"ne.. Tapi aku ingin tau! Kenapa kau sama sekali tidak mau memanggil sungmin hyung dengan sebutan hyung? Bukan kah ia lebih tua dari mu?" ryeowook kembali bertanya. Namun tidak ada jawaban dari kyuhyun.
"uumm.. Maaf! Bukan maksud ku untuk ikut campur urusan mu. Hanya saja aku—…."
Belum selesai ryeowook berucap, kyuhyun langsung memotongnya "aku hanya tidak ingin! Wajahnya terlalu muda untuk di panggil hyung" ia langsung menghadap ke ryeowook. Ryeowook mengangguk setuju dengan ucapan kyuhyun barusan.
"tapi.. Sungmin hyung itu orangnya sangat peduli terhadap sesuatu yang menurutnya harus di turuti. Ia tidak mau, ada namja yang umurnya berada di bawahnya tidak memanggilnya hyung" jelas ryeowook.
"dan aku tidak mau" ucap kyuhyun datar.
"walaupun kau tidak suka memanggilnya hyung, tapi cobalah.. Kalau kau terus keras kepala, maka kalian akan terus bertengkar. Dan aku yakin, sungmin hyung pasti akan menjadi semakin tidak suka pada mu atau bahkan ia akan membenci mu" ucapan ryeowook sukses membuat kyuhyun tidak lagi menampakkan ekspresi datarnya, namun sekarang ia memasang ekspresi seperti orang yang sedang bingung dan sedikit gelisah.
"ani! Dia tidak boleh membenci ku"
"kalau kau tidak ingin sungmin hyung membenci mu jadi ikuti saja apa permintaannya. Dia hanya meminta mu untuk di panggil hyung dan ku rasa itu tidak sulit" jelas ryeowook lagi.
"mungkin dengan kau memanggilnya hyung, sungmin hyung akan kembali duduk dengan mu" lanjut ryeowook tersenyum.
"ku rasa semua yang kau ucapkan benar" ucap kyuhyun yang kemudian menyunggingkan senyum khas seorang cho kyuhyun.
"apa kau mendukung ku?" tanya kyuhyun kemudian.
"eh!?" heran ryeowook. Ia hanya bisa menatap bingung kyuhyun.
"ne.. Apa kau mendukung ku untuk mendapatkan sungmin hyung?" kyuhyun sudah bisa menyebut sungmin dengan 'hyung' lagi dan ia melontarkan pertanyaan yang membuat ryeowook begitu terkejut.
"MWO?" pekik ryeowook nyaring dan langsung membuat semua pasang mata yang ada di kelas menatapnya.
"ada apa ryeowook-ssi? Apa ada masalah?" tanya songsaengnim.
"a—aniyo.. Gwenchanayo.. Lanjutkan saja songsaengnim pelajarannya. Mianhae sudah membuat semua terganggu" jawab ryeowook yang menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf. Songsaengnim pun kembali melanjutkan pembelajarannya. Sungmin yang merasa heran masih saja melihat ke arah tempat duduk ryeowook, namun tidak lama kemudian henry menegurnya dan mau tidak mau ia kembali memperhatikan songsaengnim.
"kenapa kau malah berteriak sekeras itu?" tanya kyuhyun yang kembali memulai perbincangannya dengan suara pelan.
"kau mengeluarkan kata-kata yang membuat ku terkejut" keluh ryeowook.
"kenapa kau harus begitu terkejut? Apa kata-kata ku salah?"
"tentu saja! Apa maksud mu dengan pertanyaan mu 'apa kau mendukung ku untuk mendapatkan sungmin hyung?'?.." cerca ryeowook kesal.
Kyuhyun pun mulai menceritakan semuanya yang terjadi padanya dari awal hingga sekarang pada ryeowook. Mereka berdua sama sekali tidak memperhatikan songsaengnim yang sedang mengajar di depan. Sesekali ryeowook menganga, melotot, dan berdecak kagum.
.
.
.
.
Kyuhyun POV
Sudah sehari berlalu tanpa sungmin hyung di samping ku, dan rasanya tidak nyaman tanpa menegurnya sama sekali. Aku hanya ingin melihat, bagaimana ia tanpa kehadiran ku sehari saja? Apa ia juga merindukan ku? He he.. Sepertinya hanya aku saja yang merindukannya.
Tapi duduk sebangku dengan ryeowook juga tidak buruk, ia bisa menjadi teman ku dalam hal yang berhubungan dengan sungmin hyung. Dia orangnya sangat baik dan juga perhatian.
Eh! Itu sungmin hyung, sebaiknya sekarang aku menghampirinya. Aku sudah tidak tahan apabila terlalu lama tidak dekat dengannya.
"sungmin hyung!" panggil ku. Ia pun berhenti ketika akan melanjutkan perjalanannya yang ku rasa menuju kelas dan segera menoleh ke arah ku. Sepertinya aku sudah membuatnya terkejut?
"k—kyu.." ucapnya terbata. Hei! Apakah panggilan ku tadi membuat mu begitu terkejut?
"wae hyung?" tanya ku setibanya di hadapannya.
"kau memanggil ku 'hyung' lagi?" tanyanya seakan tidak percaya. Aku kan hanya menuruti apa mau mu hyung! Dan ini berkat ryeowook yang sudah memberi saran pada ku untuk memanggil mu hyung jika aku ingin kau bisa dekat dengan ku lagi.
"ne. Wae?" jawab ku singkat.
"bukan kah kau yang paling tidak mau memanggil ku 'hyung'?" tanyanya lagi. Aish.. Kau ini banyak tanya sekali hyung! Sudah bagus aku mau memanggil mu begitu.
"sekarang aku sudah mau menuruti apa kata hyung" ucap ku sambil berusaha tersenyum manis padanya.
"geurae? Hhmm.. Baguslah sekarang kau sudah menjadi anak yang pintar dan juga penurut" sungmin hyung terlihat senang sekali. Baguslah kalau begitu! Tapi!? Dia bilang sekarang aku sudah menjadi anak yang pintar dan juga penurut? Hei! Memangnya sebelumnya aku tidak pintar? Aku memang pintar hyung!
"aku memang pintar hyung"
"tapi kau tidak penurut" sanggah sungmin hyung. Hah, benar juga!
"ne.. Ne.." jawab ku membenarkan ucapannya.
Kyuhyun POV end
.
.
"ne.. Ne.." jawab kyuhyun yang membenarkan ucapan sungmin. Dan setelah itu, sungmin langsung tersenyum dengan memperlihatkan deretan giginya yang putih seperti kelinci manis.
"cheng min hyung!" panggil namja keturunan china –henry– sedang berlari ke arah sungmin dan juga kyuhyun. Melihat henry yang mendekat ke arahnya dan juga sungmin, membuat kyuhyun sedikit tidak suka. Karna acara berduanya dengan sungmin jadi terganggu.
"annyeong mochi-ah.." sapa sungmin setibanya henry di hadapannya. Henry membalasnya dengan tersenyum dan kemudian mendelik ke arah kyuhyun. Tanpa sungmin ketahui, di antara henry dan kyuhyun kini tengah saling menatap dengan tatapan deathglarenya masing-masing.
"hei! Kalian kenapa saling menatap seperti itu?" tanya sungmin yang menyadarkan henry dan kyuhyun dari dunia panas mereka yang sempat berkoar di sekitarnya.
"hyung! Sebaiknya sekarang kita ke kelas" ajak henry dan langsung menarik tangan sungmin. Sungmin pun hanya pasrah di seret oleh namja yang tidak kalah imutnya darinya. Dan bagaimana dengan kyuhyun? Tentu saja ia kesal.
.
.
Bel istirahat pun berbunyi dan semua murid langsung berlarian keluar untuk memenuhi napsu mereka untuk segera makan, ke toilet, ke taman untuk bertemu kekasih, bermain di lapangan basket, ke gudang untuk menyendiri, dan lain lain.
"aahh.. I'm very hungry! Kajja hyung, mochi-ya.. Kita segera ke kantin" ajak ryeowook di depan meja sungmin dan henry.
"kau tadi pagi tidak sarapan?" tanya sungmin dan di balas anggukan oleh ryeowook.
"mianhae.. Aku tidak bisa menemani mu wookie. Sekarang aku ingin ke perpustakaan, ada buku yang ingin ku pinjam" ucap sungmin dan membuat ryeowook menatap sungmin dengan berpura-pura cemberut.
"bagaimana kalau kau dengan mochi saja?" saran sungmin kemudian.
"tapi hyung, ak.." belum selesai henry berbicara sungmin langsung memotong apa yang hendak henry ucapkan "sudah.. Sana kau temani wookie saja. Kasian kalau dia sendirian"
"geurae.. Kajja mochi!" ryeowook langsung menyeret henry sambil tersenyum sumringah. Henry hanya bisa pasrah dan menatap sungmin tidak senang dengan keputusan sepihak sungmin. Sedangkan yang di tatap hanya menunjukkan senyumnya sambil melambai-lambaikan tangan.
"saatnya ke perpustakaan" seru sungmin dan langsung beranjak dari tempat duduknya. Belum sampai keluar kelas masih di ambang pintu kelas, tiba-tiba saja tangannya di tarik. Merasa ada yang menarik tangannya, ia pun menoleh ke samping untuk mengetahui siapa yang sudah menarik tangannya.
"kyu!" pekik sungmin.
"kau ingin kemana?" tanya kyuhyun to the point.
"aku ingin ke perpustakaan. Wae?"
"aku ikut" ucap kyuhyun yang langsung membawa sungmin menuju perpustakaan.
'bocah-aneh!-padahal-kan-aku-yang-ingin-ke-perpustakaan-tapi-kenapa-dia-yang-paling-bersemangat-membawa-ku?'(batin sungmin)
.
.
Setibanya di perpustakaan, kyuhyun masih saja menggenggam tangan sungmin. Dan sungmin pun sepertinya masih belum sadar bahwa tangannya masih dalam genggaman kyuhyun. Hingga pada saat sungmin ingin mencari rak buku yang terletak buku yang ia cari.
"eh kyu!? Kau mengikuti ku?" ucap sungmin terkejut ketika melihat kyuhyun yang berdiri di sampingnya.
"bukan kah dari tadi aku bersama mu hyung?" tanya kyuhyun heran.
"benarkah? Lalu kenapa kau tidak pergi ke tempat lain? Kau pasti ingin mencari buku juga kan?" tanya sungmin balik.
"bagaimana aku bisa pergi ke tempat lain? Tangan kita masih bergandengan hyung" jawab kyuhyun dan kemudian terkekeh. Sungmin pun langsung melihat ke arah tangannya, dan benar saja tangan mereka berdua masih bertaut. Dengan segera sungmin melepasnya dengan pipi yang merona karna malu.
"he he.. Mian. Aku tidak sadar" ucap sungmin.
'sebenarnya-aku-memang-sengaja-hyung-tidak-melepaskannya-karna-aku-ingin-berada-di-dekat-mu'(batin kyuhyun)
"sekarang kau bisa pergi. Jika buku yang kau cari sudah dapat, langsung temui aku di meja baca" lanjut sungmin memberi perintah pada kyuhyun. Namun kyuhyun sama sekali tidak beranjak dari tempatnya dan itu membuat sungmin bingung.
"ya! Kyu!" panggil sungmin sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah kyuhyun.
"aku tidak akan jauh dari mu hyung" ucap kyuhyun tiba-tiba yang langsung menatap ke dalam manik mata sungmin.
"ne!?" sungmin tidak mengerti ucapan kyuhyun dan ia hanya mengerjap-ngerjapkan matanya.
"aku disini saja hyung, menemani mu" tambah kyuhyun. Sungmin semakin bingung, namun ia tidak mau terlalu lama berpikir dengan keanehan yang terjadi pada kyuhyun. Jadi ia lanjutkan saja mencari buku yang hendak ia pinjam.
.
.
"chaa! Ini dia buku yang aku cari" seru sungmin bahagia setelah menemukan buku yang dari tadi ia cari-cari. Kyuhyun kemudian melihat ke arah nama yang tertera di rak buku itu.
'MATEMATIKA DASAR' ucap kyuhyun ketika membaca tulisan yang tertera.
"hyung! Untuk apa kau meminjam buku itu?" tanya kyuhyun kemudian.
"aku tidak bisa matematika kyu.. Jadi aku meminjam ini untuk bahan ku belajar" jawab sungmin lirih.
"seharusnya hyung katakan dari awal kalau kau ingin mencari buku matematika itu"
"kau kan tidak bertanya"
"sebaiknya kau tidak usah meminjam buku ini!" suruh kyuhyun yang langsung mengambil buku yang ada di tangan sungmin dan menaruhnya kembali ke rak buku.
"ya! Kenapa kau taruh kembali? Memangnya kenapa aku tidak usah meminjam buku matematika dasar itu?" gerutu sungmin yang tidak terima atas sikap kyuhyun.
"lebih baik hyung belajar dengan ku saja" suruh kyuhyun atau lebih tepatnya sebagai perintah untuk sungmin?
"belajar dengan mu?" tanya sungmin bingung. Dan hanya mendapat anggukan dari kyuhyun.
"kenapa harus dengan mu? Bukan kah ada buku?"
"karna aku yakin, jika kau belajar dengan ku kau akan lebih cepat mengerti" jawab kyuhyun bangga sambil menyunggingkan senyumnya.
"yakin sekali" cibir sungmin.
"tentu saja. Aku adalah murid terpandai, di mata pelajaran matematika aku ahlinya" ucap kyuhyun. Sungmin hanya mencibir mendengar ucapan kyuhyun tersebut. Beberapa menit keadaan sunyi karna tidak ada percakapan di antara keduanya. Sungmin yang sibuk dengan pikirannya menimbang-nimbang dan kyuhyun yang sibuk memandangi sungmin.
"hyung! Kau terlalu lama berpikir. Kita kembali ke kelas saja. Sudah ku putuskan aku saja yang akan mengajari mu" kyuhyun lalu menarik tangan sungmin tanpa memperdulikan sungmin yang sedang bergumam hal-hal yang tidak jelas.
Sudah hampir keluar dari perpustakaan atau lebih tepatnya berada di ambang pintu, tiba-tiba saja ada seorang namja yang baru akan masuk ke dalam perpustakaan dan langsung memberhentikan langkahnya.
"sungmin-ah" sapanya pada sungmin. Sungmin menahan tangan kyuhyun untuk berhenti. Dan mau tidak mau kyuhyun mengikutinya. Namun kyuhyun sama sekali tidak berniat untuk melepaskan genggaman tangannya.
"hai donghae-ya" balas sungmin yang tersenyum manis pada donghae. Melihat itu kyuhyun jadi merengut kesal.
"kalian berdua baru selesai dari perpustakaan?" tanya donghae.
"kau tidak lihat kami keluar dari mana, eoh?" jawab kyuhyun sarkastik. Mendengar ucapan kyuhyun, sungmin langsung melotot ke arah kyuhyun.
"aku tau.. Tapi ku lihat kalian tidak membawa buku satu pun? Apa kalian tadi hanya membaca-baca saja?" jawab donghae santai sambil melihat ke arah tangan kyuhyun dan sungmin. Ada sedikit perasaan tidak suka ketika melihat tangan kyuhyun yang menggenggam tangan sungmin erat.
"rencananya kami memang ingin meminjam buku, tapi tidak jadi" ucap sungmin ramah.
"oohhh.. Uumm, sungmin! Sepulang sekolah nanti apa kau ada kegiatan?" tanya donghae.
"ani.. Wae?"
"aku ingin mengajak mu pergi bermain. Kau mau?" jawab serta tanya donghae lagi.
"jincha? Hwaa! Aku mau.." seru sungmin girang dan langsung melepas tangannya yang sedari tadi digenggam oleh kyuhyun kemudian bertepuk tangan layaknya anak kecil yang gembira di ajak bermain.
"tidak bisa!" sanggah kyuhyun. Sungmin pun langsung menolehkan kepalanya menatap kyuhyun.
"sepulang sekolah nanti sungmin hyung harus belajar dengan ku" lanjut kyuhyun yang membuat sungmin terkejut akan kata-katanya.
"tapi aku ingin bermain bersama hae, kyu! Aku belajarnya besok saja" ucap sungmin tidak terima dengan puppy eyes ala bunny cute sungmin.
"andwae. Aku maunya sore ini" kyuhyun tetap tidak mau dengan tawaran sungmin. Sebenarnya maksud utamanya adalah menjauhkan sungmin dari donghae.
"aisshhh kau menyebalkan!" sungmin lalu menoleh pada donghae dengan tatapan meminta maaf. Entah kenapa ia jadi tidak bisa melawan kyuhyun sekarang.
"gwenchana.. Kita masih bisa bermain di lain waktu. Lain kali aku akan mengajak mu lagi" jawab donghae sambil tersenyum pada sungmin dan kemudian menatap datar kyuhyun.
"kajja" ajak kyuhyun yang langsung menyeret sungmin.
"dah hae-ya.." ucap sungmin sambil melambaikan tangan kirinya yang tidak memegang apa-apa.
.
.
:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*:*
.
.
Sepulang sekolah kyuhyun langsung saja mengajak sungmin ke apartemen sungmin untuk belajar. Awalnya henry ingin ikut, namun kyuhyun tidak mau dan tidak memperbolehkan henry ikut. Akhirnya dengan sangat terpaksa henry mengalah, meskipun ia tidak terima kalau sungmin berada berdua dengan kyuhyun.
Setibanya sungmin dan kyuhyun di apartemen. Kyuhyun langsung saja menuju sofa yang ada di ruang tamu dan merebahkan dirinya disitu.
"tch. Dia pikir ini apartemennya" cibir sungmin yang melihat kyuhyun seenaknya seakan berada di rumahnya sendiri.
"mana eteuk hyung? Apa dia belum pulang?" tanya kyuhyun. Dan sungmin menjawabnya hanya dengan berdehem.
"sekarang apa yang harus aku lakukan?" tanya sungmin setelah menyiapkan buku dan juga bolpoin di atas meja.
"pertama-tama kita mulai dari deret bilangan.. Lalu seperti ini.. Kemudian kita kerjakan begini…" kyuhyun menjelaskan dengan sangat baik sampai sungmin memperhatikannya dengan sangat serius.
"bagaimana? Apa hyung sudah mengerti?"
"ne!" jawab sungmin sumringah.
"kalau begitu aku akan memberi mu latihan dan coba hyung kerjakan" ucap kyuhyun yang menuliskan beberapa soal di kertas dan kemudian menyodorkannya pada sungmin.
Selagi sungmin mengerjakan, kyuhyun terus saja memandangi wajah sungmin yang begitu lucu ketika berpikir. Kyuhyun memperhatikan sungmin dari matanya yang bulat bening, hidungnya yang mancung, pipinya yang chubby putih bersih tanpa noda, hingga akhirnya ia melihat ke arah bibir mungil sungmin yang bershape-M itu sedikit terbuka. Melihat itu membuat kyuhyun ingin sekali mencicipinya. Ia memang pernah sekali merasakannya dan itu membuatnya ingin lagi. Menikmati bibir itu lebih lama. Namun ia selalu berusaha menahannya setiap melihat bibir itu, karna apabila ia melakukannya lagi bagaimana kalau sungmin marah padanya? Pikirnya.
"hyung" panggil kyuhyun yang berusaha memecah kesunyian serta mengusir pikiran yang sempat hinggap di kepalanya. Sungmin hanya berdehem, sepertinya ia sangat berkonsentrasi dengan soal yang ia kerjakan.
"apa boleh aku bertanya?" tanya kyuhyun meminta ijin.
"ne" jawab sungmin singkat tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari kertas.
"apa kau pernah berciuman?" mendengar pertanyaan kyuhyun itu sontak membuat sungmin langsung menatap kyuhyun. Sedangkan kyuhyun menatap sungmin dengan tatapan seseorang yang meminta jawaban.
"ke—kenapa kau bertanya itu?" tanya sungmin yang sedikit gugup.
"jawab saja" perintah kyuhyun yang semakin menatap sungmin intens.
"ti—tidak pernah"
"kalau yang mencium mu?" tanya kyuhyun lagi.
Sungmin nampak berpikir, namun tidak lama kemudian ia menjawab "hanya kau yang pernah berani mencium ku". Setelah mengatakan itu, sungmin langsung mempoutkan bibirnya pertanda ia tidak terima tapi dengan pipi yang merona merah. Mendengar jawaban polos sungmin tersebut, membuat kyuhyun tersenyum senang, namun senyum yang ia tunjukkan itu lebih tepat dikatakan sebagai seringaian.
"harusnya itu tidak terjadi. Dan aku sudah melupakan kejadian waktu itu, jadi kau juga harus melupakannya" lanjut sungmin dan kemudian melanjutkan mengerjakan soal yang tadi sempat tertunda.
"aku tidak akan melupakannya! Itu juga merupakan kali pertama aku mencium seseorang" jawab kyuhyun menolak suruhan sungmin.
"jadi sebelumnya kau tidak pernah mencium seorang yeoja?" tanya sungmin yang kembali menatap kyuhyun.
"ne.. Meskipun aku tidak pernah mencium seorang yeoja sekalipun tapi bagi ku bibir hyung sangat manis! Bahkan mungkin melebihi seorang yeoja!?" mendengar ucapan kyuhyun tersebut membuat sungmin blushing, ia pun menggigit bibir bawahnya. Dalam hatinya ada perasaan senang atas pujian kyuhyun itu, namun di sisi lain ada perasaan tidak suka karna apa yang dilakukan kyuhyun waktu itu salah! Yaitu menciumnya yang juga merupakan seorang namja.
"apa aku boleh mencium mu lagi hyung?" tanya kyuhyun kemudian.
"mwo?"
.
.
T(o)B(e)C(ontinued)
.
.
Bagaimana kah chapter 4 ini? Apakah semakin aneh dan membosankan?
Haa mian *peace* di chapter 3 ada yang bilang kalo alur nya kecepetan ..
iyaa~ ak memang bikin cepet soalnya bingung kalo mo memperpanjang gimana .. akhirnya jadinya gitu deh~
terus soal sikap kyuhyun .. yang diawal bersikap dingin trus sekarang kok jadi bersikap manja .. ? Yaa itu karna sikap sungmin yang openheart pada siapapun, makanya aku bikin kyuhyun jadi ga mau sok bersikap dingin lagi dihadapan sungmin apalagi kan dia udah nyatain perasaannya ama sungmin. Dan sungmin juga ga menjauh atau pun jijik setelah tau kyuhyun suka ma dia. Dia fine-fine aja~~
Tebar kissu ahh buat yang udah review .. hihihihihi~~ chu~ chu~ chu~ chu~
Gomawoooooooo~~~~
