.
BaekhyunSamaa Present
Of
.
.
.
-Sight-
Kris berjalan pelan melintasi lorong kecil dibelakang panggung, tempat para mahasiswa yang akan tampil bersiap-siap. Riuh ricuh orang berlalu-lalang, entah membawa kostum, peralatan, atau sekedar membawakan makanan para artis yang akan tampil.
"Yah, dasar orang-orang Korea menyebalkan! Hanya karena aku orang Cina, kau pikir kau raja? Kau bisa memerintahku untuk membawakan ini-itu, Heh? Kalian kan juga panitia! Dasar Gila!"
Seorang pria bersurai hitam mengomel tak jelas, dengan tumpukan kardus kostum menutupi wajahnya.
"Minggir-minggir! Aku orang mandarin harus membawa ini!"
Ia berteriak kepada beberapa orang yang menghalangi jalannya. 'Dasar bodoh. Yang punya kebutuhan bukan cuma kau!' pikir Kris sambil tersenyum miring melihat tidak adanya respon bagi pria itu. Jalan didepannya tetap saja ramai dan ia kesulitan lewat.
Pria itu kesulitan melewati grombolan akrobat yang akan tampil menuju panggung, hingga kardus-kardus yang dibawanya tersenggol dan menumpahkan seluruh isinya.
Brak
Baju Kostum, make up, dan beberapa peralatan yang dibawanya terlempar kelantai.
Kris menoleh, menatap kearah kanannya –tempat dimana pria itu terjatuh.
Bukan, ia menoleh bukan untuk menertawakan kesulitan pria itu seperti tadi.
Bukan,
Ia menoleh dan menatapnya -hingga tanpa berkedip- karena terpesona olehnya.
Pria muda itu –Kris mungkin lebih suka menyebutnya bocah-, sedang memunguti kostum-kostum yang berserakan dengan efek taburan butir-butir make up putih yang bertiup disekelilingnya. Memang penjabaran Kris agak berlebihan kelihatannya, Tapi baginya-
Ini adalah hal tercantik yang pernah ia lihat.
Deg Deg Deg
Ia jatuh cinta.
Kris tersadar ketika merasakan sebuah getaran aneh didadanya, segera mengikuti nasihat para pujangga.
'Segera tolonglah orang yang kau sukai saat ia dalam kesulitan wahai kaum muda!'
Kris membulatkan tekad dan mendekat kearah pria itu. Ia berjongkok hendak membantu pria itu memungut baju, namun terhenti ketika ia mendengar sesuatu.
"Hei Chagi, kau tak apa?"
Sesosok pria berkulit albino dengan cepat mengambil seluruh baju yang bersisa dilantai, lalu memasukkannya dalam kardus. Pria didepannya terlihat bingung, lalu menumpuk kembali barang yang dibawanya.
"Tao-chagi, ayo kita pergi. Disini berbahaya!"
Pria albino itu menarik tangan Tao mengajaknya pergi, lalu tersenyum setan dan menoleh kearah belakang.
Oh, Shit
Kris mengumpat. Ia lalu tersenyum miris sambil memungut sebuah bunga kecil, barang bawaan Tao yang masih tertinggal.
Kris, baru merasakan indahnya cinta pertama hari ini.
Namun, Kris juga harus merasakan yang namanya patah hati, saat itu juga
Miris.
.
.
.
-Find?-
Sehun menarik Tao menunjukkan arah, yang sejak tadi kesulitan melangkah karena membawa banyak tumpukan kardus.
"Yah, Oh Sehun, kenapa kau memanggilku Chagi? Aku merinding mendengarnya"
Tao menunjukkan ekspresi ngerinya –walau tak terlihat, karena tertutup kardus- pada Sehun. Sehun tertawa, lalu menjawab pertanyaannya.
"Ingin saja. Baru aku lihat orang itu berekspresi mengenaskan. Haha. Sungguh menyenangkan"
Tao mengerutkan alisnya, tak mengerti dengan perkataan sahabatnya ini.
"Orang itu? Siapa?" tanyanya bingung.
"Orang itu, Wu Yifan. Orang yang dikejar-kejar Luhan-hyung selama 2 tahun disini. Orang yang menyebalkan!"
Sehun membantu Tao meletakkan kardus itu diruang make up, lalu menariknya pergi menuju kursi penonton.
"Tapi aku senang bisa mengerjainya tadi. Haha. Senang melihatnya berekspresi patah hati saat memanggilmu tadi"
Tao terdiam. Sedetik kemudian ia sadar siapa dan apa yang Sehun maksud.
Pria tadi, pria tampan tadi.
Jadi Sehun memanggilnya Chagi karena ingin mematahkan hati pria yang baru saja tertarik padanya?
Sialan.
"Yo, Tao. Luhan-hyung bilang ia akan duduk dibaris nomor 3 diseberang sana. Kita duduk disini saja. Akan kutunjukkan padamu dari sini yang mana orangnya."
Sehun menarik Tao untuk duduk dikursi yang telah dipilihnya. Sehun datang kepentas ini karena Luhan-hyung bilang ia juga datang. Sehun ingin menunjukkannya pada Tao.
Tao menurut dan ikut duduk, namun seulas senyum setan terukir dibibirnya. Ia lalu mengetikkan sesuatu di smartphonenya.
"Aish. Bukankah Luhan-hyung bilang ingin menonton Baekhyun-hyung tampil? Baekhyun-hyung akan tampil 5 menit lagi, dimana dia?"
Sehun menatap kursi kosong diseberangnya dengan khawatir.
Tiba-tiba saja dua orang berjalan dan berhenti didepannya. Salah satu dari mereka pergi, lalu meninggalkan yang lainnya berdiri disana, dan menghalangi pandangannya kearah calon kursi Luhan.
Cih
Sehun kesal. Ia lalu menepuk pundak pria didepannya, sambil memarahinya.
"WOI! Kalau mau duduk, cepat duduk! Jangan menghalangi pandangan! Aku sedang mencari seseorang, KAU TAHU? Dasar bodoh"
Pria didepannya menoleh, membuat Sehun meneteskan keringat dingin. Sial, bibirnya tak bisa berhenti mengomel tadi.
"Sehun-ah, maaf. aku tak tahu kalau aku menghalangi pandanganmu. Maaf, Maaf."
Luhan tersenyum kikuk. Ia lalu cepat-cepat pergi dan mencari tempat duduk lain. Sehun, kini melihatnya melangkah duduk di seat yang cukup- malah sangat jauh dibelakangnya.
"Oh Sehun-ah, dia siapa?" Tao bertanya sok manis.
Sehun bermuka masam, dengan lemas menjawab. "Dia Luhan-hyung. Orang yang kusukai. Orang yang ingin kutunjukkan padamu"
Ia lalu tersenyum miris.
Tao menepuk pundaknya, kemudian dengan dramatis membisikkan.
"Oh Sehun. Aku sudah tau. Luhan-hyung ternyata kakak angkatan sejurusanku. Kami tidak sengaja bertemu, dan bertukar nomer Handphone kemarin"
Ia mengambil nafas panjang. "Oh Sehun, kau tahu kenapa Luhan-hyung tak duduk dikursi diseberangmu?"
Sehun menoleh, mendapati Tao yang giliran tersenyum setan.
"Aku menyuruh Xiumin-hyung diloket tiket masuk untuk mengganti seatnya, dan menyuruhnya duduk didepan kita. Oh sayang aku tadi berniat baik untuk mendekatkanmu dengannya, tapi kau malah memarahinya tadi"
Ia berkata dengan intonasi menyesal yang dibuat-buat membuat Sehun menampilkan ekpresi ingin membunuhnya.
"Oh Sehun, 1-1. Kita adil sekarang"
Tao kini tertawa terbahak-bahak.
TBC
Special Thanks to : naranari, DwitaDwita, lanarava6223, SyJessi22, Brigitta Bukan Brigittiw, jettaome, Peachzt, HyunRa, Ranijung Xoins, Kim –Jung- Hyewon, dan Panda ZiTao atas review, favorites, dan follownya.
Cerita ini bentuknya Drabble sampai Chapter 3, untuk penggambaran masalahnya. Untuk official pair atau tidak, jawabannya iya, walaupun beberapa nanti ada cracknya. Setelah Chap 3, saya tidak tahu, saya berharap masih bisa melanjutkannya. Mohon dukungannya *bow*
Review, please?
