.
BaekhyunSamaa Present
Moment Of Life 1
-Lens of my eyes-
.
.
.
.
"Ini tehnya tuan"
Ucap seorang pelayan kepadanya, seorang mahasiswa bermata lebar bernama Do Kyungsoo. Pria berwajah bulat ini senang sekali menikmati waktunya dikedai teh kecil dipersimpangan gedung fakultasnya, selain karena harganya yang murah untuk bocah berkantong tipis yang disebut mahasiswa, kedai ini juga sejuk, karena mengambil tempat disekitar pohon-pohon besar dengan tema outdoor.
"Hei Hyung kenapa kau ada disini? Mengerjakan apa lagi Hm?"
Tepukan seorang pria berkulit Tan membuatnya menoleh, lalu tersenyum seperti biasa. "Aku sedang mengerjakan tugas liputan kampusku, Kai-ah. Jangan bilang kau datang membolos?"
Pria itu tertawa segar lalu duduk disampingnya. "Aku hanya mencari udara segar Hyung. Nanti aku juga kembali. Lagi pula begitu bosan mempelajari 2 kali SKS mahasiswa biasa, kau tahu?"
Kyungsoo mengangguk. Tentu ia mengerti, mantan adik kelasnya yang akselerasi ini pasti kebingungan mencapai grade 1 nya hanya dengan 1 semester. Kai lulus sekolah menengah dengan 2,5 tahun, hal ini menyebabkannya harus melanjutkan program akselnya dikuliah dengan 0,5 tahun ditahun pertamanya.
"Kau masih suka fotografi Hyung?"
Ucap Kai sambil melihat-lihat foto jepretan Kyungsoo. Ia tahu, Hyungnya yang satu ini memiliki hobi fanatik soal foto, hingga pernah membuatnya jatuh dari sebuah pohon hanya kerena menemani Kyungsoo memanjat mengabadikan sarang burung.
Kyungsoo mengangguk, masih sibuk mengetik penjabaran dari tiap Foto yang diambilnya. "Hyung" Kai memanggil lagi.
Kyungsoo menoleh, mendapati Kai telah memegang foto hasil potretannya dipentas mahasiswa kemarin. Foto dimana Kai sedang menari dengan kilauan cahaya yang mengarah kedirinya, menyebabkan kilauan-kilauan putih yang entah karena efek apa.
Kyungsoo memerah, mengingat tak sengajanya ia mengambil moment sebagus itu saat memotret Kai. Potretanmu menggambarkan cara pandangmu terhadap benda itu, kau tahu? Jika ia memotret Kai dengan hasil seperti itu maka Kai bisa berfikir dirinya? Oh tidak. Kai tidak boleh salah paham.
"Jangan salah paham. Aku hanya kebetulan mengambil gambar grup dance yang sedang tampil. Tak kusangka kau tepat jadi centernya saat aku mengambil gambar"
Bohong. Bohong sudah.
"Hyung, aku tahu kau tidak sengaja mengambil ini. Kalau sengaja, mana mungkin potret diriku bisa sebagus ini? Setahuku obyek manusia pribadi yang selalu bagus saat kau potret itu adalah ketua asrama kita. Kau stalkernya kan?"
Kai tertawa. Tawanya dipaksakan kala itu.
Kyungsoo ikut tertawa, lega karena Kai tak salah paham. Tapi kenapa ia merasa aneh? Kenapa Kai tidak menggodanya seperti biasa?
"Kai, kau aneh hari ini, kau tak apa?"
Kyungsoo memegang dahi Kai, mencoba mengecek suhu tubuhnya. Kai terlihat tertawa patah, lalu menyingkirkan tangan Kyungsoo dan bangkit dari duduknya.
"Aku tak apa Hyung, Hanya sedang ada pikiran"
Kyungsoo mengangguk mengerti. "Oh, ada masalah lagi dengan Krystal Jung heh?"
Kai hanya mengangguk tak pasti, lalu melambaikan tangannya keHyung kesayangannya itu.
"Hyung aku kembali dulu kekelas. Sudah terlalu lama yang terlewat" ucapnya sambil berjalan.
.
.
.
Kai berjalan menuju kelas Sastra Inggisnya, yang merupakan kelasnya pagi ini. Ini hari yang cerah, secerah hatinya mengingat kejadian tadi malam dimana ia berhasil foto bersama Hyung kesayangannya.
"Jadi Suho yang terpilih jadi Presma? Lalu siapa dari wartawan kampus yang dipilih mewawancarainya?"
Kai tak sengaja mendengar perbincangan tiga orang mahasiswa yang kebetulan berjalan berlawanan arah dengannya. Kai memperlambat langkahnya, mencuri dengar.
"Wartawan kampus? Sepertinya Kyungsoo-hyung dari psikologi yang terpilih. Mereka bilang Human photographynya bagus. Ia juga yang memotret Suho yang diBanner kemarin kan?"
Tepat Kai bersisipan dengan tiga mahasiswa itu, ia mendengarnya dan membuatnya berhenti berjalan.
Ia mendengus.
Jadi Hyungnya yang terpilih ya?
Selamat.
Kai melanjutkan perjalanannya kekelas, lalu mendudukkan dirinya dikursi dan memandang kearah jendela. Tepat saat ia memandang kesana, ia mendapati Kyungsoo, sedang sibuk dengan Laptopnya sambil meminum teh dikedai favoritnya. Tanpa sadar ia meninggalkan kelas dan berjalan menyusulnya.
"Hei Hyung kenapa kau ada disini? Mengerjakan apa lagi Hm?"
Ia menepuk Bahu Kyungsoo, membuatnya menoleh dan tersenyum. "Aku sedang mengerjakan tugas liputan kampusku, Kai-ah. Jangan bilang kau datang membolos?"
"Aku hanya mencari udara segar Hyung. Nanti aku juga kembali. Lagi pula begitu bosan mempelajari 2 kali SKS mahasiswa biasa, kau tahu?" ia tertawa setelah menggunamkan alasan palsunya.
'Kaulah yang membuatku suntuk pagi ini, Hyung' racaunya dalam hati.
"Kau masih suka fotografi Hyung?"
Ia mendudukkan dirinya disamping Kyungsoo. Ia lalu sibuk melihat-lihat foto didepannya, sampai ia menemukan sebuah foto. Foto yang kembali membuat moodnya naik.
"Hyung" ia memanggil Kyungsoo, hendak bertanya tentang hal ini.
Setelah dua kali dipanggil, Kyungsoo terlihat terlonjak kaget, lalu merebut foto tersebut dan berkata "Jangan salah paham. Aku hanya kebetulan mengambil gambar grup dance yang sedang tampil. Tak kusangka kau tepat jadi centernya saat aku mengambil gambar"
Kai tersenyum kecewa. Moodnya turun lagi.
Jadi tidak sengaja ya.
Tentu saja, memang ia berfikir apa?
"Hyung, aku tahu kau tidak sengaja mengambil ini. Kalau sengaja, mana mungkin potret diriku bisa sebagus ini? Setahuku obyek manusia pribadi yang selalu bagus saat kau potret itu adalah ketua asrama kita. Kau stalkernya kan?"
Kai mencoba tersenyum, mencoba melegakan dirinya sendiri.
Kemudian tiba-tiba Kyungsoo memegang dahinya dan menanyakan keadaannya, yang membuat Kyungsoo pada akhirnya malah berfikir, ia ada masalah dengan Jung Krystal, teman dekatnya.
'Kaulah yang membuatku bermasalah Hyung, bukan dia' Batin Kai dalam hati.
.
.
.
"Kai"
Pria berambut kecoklatan itu memanggilnya, lalu meletakkan Cupcake yang dipegangnya dimeja.
"Foto kita telah dipasang dimedia kampus. Kau sudah lihat?"
Lay, senior digrup tarinya ini mengeluarkan benda elektroniknya, menggesernya beberapa kali, lalu menunjukkan beberapa foto yang ada disana. "Semuanya terlihat bagus Kai, tapi sayang tidak ada fotomu. Kau lihat, fotoku juga bagus disana"
Kai menggeser-geser benda berOS android itu, memperbesar, melihat Foto Lay yang diambil Kyungsoo. Foto ini bagus. Benar. Tapi bukankah harusnya Kyungsoo memotret Lay dengan jelek? Ia tahu Suho suka Lay kan? Setahunya ia memotret berdasarkan cara pandangnya.
Apa ini kebetulan juga?
Lalu kenapa Kyungsoo tidak memasang fotonya?
.
.
.
Kyungsoo kini terlihat tengah memilah-milah ulang foto stalk Suho yang diambilnya, sambil menunggu Suho selesai dengan rapatnya untuk diwawancarai. Disemua foto ini, Suho memang terlihat tampan dan berwibawa, bahkan saat ia tertidur ataupun bersin. Tapi mengapa ia merasa ada yang kurang?
Sekali lagi ia melihat foto-foto Kai yang bersamanya sejak kecil, yang entah mengapa membuatnya terlihat berbeda.
Foto-foto Kai memang terlihat biasa pada awalnya, namun foto itu terlihat lebih nyata dan apa adanya. Semakin lama ia memandangi foto-foto itu, ia merasa,
Kai semakin tampan dilihatnya.
Kyungsoo menggelengkan kepalanya.
Sial. Apa yang ia pikirkan?
"Kyungsoo. Maaf membuatmu menunggu lama. Apa sudah siap?"
Kyungsoo terlihat kaget saat melihat ketua asramanya –yang sebentar lagi menjadi mantan karena terpilih menjadi Presma- tersenyum padanya. Ia mengangguk, lalu mengeluarkan pena dan tape recordernya.
"Sudah, Hyung" ucapnya. Sesi wawancarapun dimulai. Kyungsoo menanyakan apa saja yang menjadikan Suho ingin menjadi Presma, atau hambatannya dalam Pemilihan dan seleksinya kemarin.
Semua telah selesai kini saatnya ia mengambil Foto wawancaranya.
Jepret
Kyungsoo menekan tombol shoot kameranya, lalu melihat hasil gambarnya.
"Kenapa Kyungsoo-ah?" Suho mendekat kearahnya, khawatir saat melihat adanya perubahan ekspresi dari Hoobae yang cukup dekat dengannya ini.
"A-anu Hyung, fotonya tidak bagus. Bagaimana kalau kita ulangi lagi?"
Suho asal mengangguk, lalu menampilkan senyum angelicnya.
Jepret
Kyungsoo langsung melihatnya lagi.
Hasilnya berbeda dengan yang dulu. Kenapa ini?
"Hyung, aku benar-benar tak tahu, kenapa hasilnya tidak sebagus dulu. Bagaimana kalau kita ulangi lagi?"
Suho tersenyum lagi. Ia lalu mengacak rambut Kyungsoo.
"Tidak perlu. Sampai kapanpun fotonya akan tetap seperti itu. Aku tahu suatu saat caramu memotretku akan berubah"
Kyungsoo membulatkan matanya, mencoba mencerna apa yang didengarnya.
"Tapi aku senang. Akhirnya Hoobaeku yang baik ini telah menemukan yang dicarinya" ia mengambil nafas. "Oh iya. Terimakasih karena masih menjaga cara memotretmu saat diBanner Presma. Aku menyukai fotonya"
Suho tertawa kecil, lalu meninggalkan Kyungsoo yang masih terdiam diruangan itu.
.
.
.
Kyungsoo mendudukkan dirinya, sambil meminum segelas cola yang dipesannya dikantin tadi. Energinya terkuras. Ia tak habis pikir, passionnya memotret Suho-hyung bisa hilang begitu saja. Kenapa?
Kyungsoo kembali meminum minumannya, menenangkan pikiran. Hingga ia menangkap sesuatu dipenglihatannya.
Kai dan Krystal
Entah kenapa ia merasa tak nyaman akan hal ini. Kai sedang bercanda dengan Krystal, yang kini malah terlihat sedang mengacak rambutnya, membuat Krystal mempoutkan bibirnya.
Sial. Kenapa disini panas ya?
Kyungsoo memandang sekeliling, lalu melambaikan tangannya kearah sang pelayan meminta tambahan es.
Ia lalu kembali menatap kearah yang sama.
Kai kini terlihat bangkit mengambil pesanan mereka, meninggalkan Krystal sambil berkomunikasi dalam teriakan. Terlihat Krystal sedang meneriakkan kata 'dingin' dari jauh.
Jepret
Tanpa sadar Kyungsoo mengarahkan dan memencet kameranya, memotret Krystal yang ada disana.
Zoom
Zoom
Zoom
Kyungsoo tersenyum senang. Tak ia sangka ia bisa mendapatkan gambar gadis cantik ini dengan posisi yang membuat ia terlihat seperti marah-marah.
Dan entah bagaimana caranya, ia berhasil membuat background dibelakang Krystal terlihat suram.
.
.
.
"Kai-ah, kau yakin aku tak mau kubantu?"
Krystal dan Kai berjalan beriringan, setelah sebelumnya mereka membahas tugas analisis sosio mereka. Mereka baru saja selesai mengerjakan tugas dan makan dikantin fakultas, lalu hendak pulang kerumah masing-masing.
"Aku bisa mengerjakan lanjutannya, kasihan kau jika harus kerumahku malam-malam"
Kai memberikan penjelasan. Krystal tersenyum setelah menoleh kearah samping sebelumnya. Ia mendapati sesuatu.
Cup
Ia mencium pipi Kai tiba-tiba.
"Sampai jumpa Kai. Kau berhutang padaku soal ini" ucapnya sambil mengedipkan mata.
Ia lalu pergi meninggalkan Kai.
Pria berkulit tan itu terlihat bingung dan kesal, lalu melanjutkan jalannya, hingga ia mendapati Kyungsoo yang mematung menatapnya didepan gedung fakultas.
Kyungsoo hyung ada disini?
Kenapa?
Kyungsoo kini memalingkan wajahnya, menyesal karena menunggu Kai yang malah kini bermesra-mesraan dengan gadis yang mulai dibencinya itu.
Mulai dibencinya?
Kenapa ia jadi membenci Krystal?
Apa ia menyukai Kai?
.
.
.
"Aku tak tahu, apa yang salah dengan diriku.
Entah aku yang bodoh, entah mataku yang tertutup.
Aku yang dulu sama sekali tak melihatmu.
Namun, kini aku bersyukur, melalui lensa kameraku, aku akhirnya menyadari sesuatu tentangmu.
Aku menyukaimu" –Kyungsoo
TBC
Special Thanks:
Brigitta Bukan Brigittiw, lanarava6223, Aswshn, HyunRa, Kim Hyunshi, blueacacias, Laibel, nananari, Novey, DwitaDwita, opikyung0113, kyeoptafadila, Reezuu Kim, Laibel, naranari, Novey, Yuseong Han, Yurako Koizumi, fykaisoo, Yeon-Sso.
Maaf karena kemarin sempat error. Saya bingung, jadi saya membuatnya per part pairing. Buat yang ini mohon kritik, pendapat dan saran, tentang fic ini dilanjut atau tidak.
Sekian, terimakasih.
