Title : Mèmoire
Author : Lee Seoyeon
Main cast : EXO
Pair : All Official Couple in hereeeeee!
Genre : Friendship, Romance, Brothership, etc.
Rating : T
Length : Chaptered
Warning : YAOI, OOC, Typo(s), cerita ngawur, bahasa tidak sesuai EYD
Disclaimer : EXO punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Jongin punya Kyungsoo, Kyungsoo punya Jongin. KaiSoo punya saya /plak/ Cerita ini murni punya saya. Dan saya murni miliknya Dyo ._.
Summary : [Chap 2 up!] Cerita ini dimulai dari kisah yang sederhana/ Di sudut kanan kertas tersebut, tertulis jelas nama namja bersurai coklat itu. Ia…./ Kalian saling kenal?/ "Kau berharap aku akan menerimanya? Tentu saja aku mau! Ayo kita sedikit 'bermain' hari ini."/CHANBAEK KAISOO HUNHAN KRISTAO CHENMIN SULAY!
Ruangan musik terlihat begitu sepi. Hanya ada seorang namja bersurai coklat sedang diam di pojok ruangan. Tangannya mengambil sebuah biola yang sedari tadi ia diamkan di sampingnya. Namja bersurai coklat itu menarik nafas perlahan. Matanya menatap insten deretan tangga lagu di atas kertas yang ada di depannya.
Deoneun mangseoriji ma jebal nae
Simjangeul geodueo ga
Geurae nalkaroulsurok joha dalbit
Jochado nuneul gameun bam
Suara merdu keluar dari bibir tipisnya beriringan dengan nada dari biola yang dimainkannya. Ia terlihat begitu mendalami lagu yang ia nyanyikan. Tak ada keraguan dari namja itu saat menggesekan senar-senar di tubuh biola miliknya.
Na anin dareun namjayeotdamyeon
Huigeuk anui han gujeorieotdeoramyeon
Neoui geu saranggwa bakkun
Sangcho modu taewobeoryeo
Namja itu berhenti bermain. Ia tersenyum begitu manis dan meletakkan kembali biola itu ke dalam tasnya. Sepertinya ia sedikit puas dengan permainannya hari ini. Lagu tadi adalah lagu yang ia buat dengan susah payah. Lagu itu memang belum selesai dibuat, dan tadi ia bertekad untuk mencobanya terlebih dahulu. Takut-takut lagu yang ia buat ternyata gagal dan kurang enak didengar, tapi kenyataannya… lagu itu begitu indah. Membuat siapa saja yang mendengar ikut terhanyut ke dalamnya.
Ekor mata namja bersurai coklat itu melirik jam dinding yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan tergesa-gesa, namja tadi berlari meninggalkan ruang musik. Melupakan sebuah kertas yang begitu penting baginya. Kertas yang berisikan lagu hasil buatannya selama liburan kemaren. Di sudut kanan kertas tersebut, tertulis jelas nama namja bersurai coklat itu. Ia….
Kim Jongdae.
.
Tap Tap Tap
Seorang namja tan tengah berjalan sendirian di koridor yang sudah sepi. Sebuah earphone terpasang di kedua telinganya. Namja tan tersebut terlihat menggerak-gerakan kepalanya – mengikuti irama musik dari lagu yang ia dengar-. Langkahnya terhenti saat ia sudah berdiri di depan sebuah ruangan. Ia tersenyum, melepaskan earphone yang terpasang di telinganya dan mulai membuka pintu ruangan tersebut.
.
"Xingie, sepertinya pendaftaran hari ini sudah cukup. Ini sudah jam 4 sore, aku yakin anak club satu sudah kembali ke asrama," ucap seorang namja berwajah angelic.
Namja yang diajak bicara melihat jam tangan yang melingkar manis di tangan kanannya. "Hmm.. sepertinya kau benar. Ayo kita siap-siap! Besok pasti masih banyak yang ingin bergabung dengan club menari."
Namja berwajah angelic itu tersenyum. Ia membantu namja berdimple itu memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.
KREEET
Kedua namja yang berada di ruangan itu menoleh. Mendapati seorang namja berkulit tan tengah tersenyum ramah kepada mereka. "Apa pendaftarannya masih dibuka?" tanyanya memperlihatkan sebuah kertas yang ia bawa. Sepertinya itu adalah formulir.
"Ah, aniya. Kita baru saja akan menutupnya. Kau berniat masuk club menari?" tanya namja berdimple. Ia berjalan menghampiri namja berkulit tan itu.
Yang ditanya hanya mengangguk.
"Kalau begitu, kau bisa datang lagi besok. Siapa namamu?"
"Jongin. Kim Jongin imnida," jawab Jongin – namja tan – memamerkan senyuman tampannya.
"Ah baiklah Jongin. Aku Zhang Yixing, kau boleh memanggilku Yixing gege ataupun Yixing hyung. Ah Lay juga tak apa, sesuka hatimu. Dan namja itu.." Yixing – namja berdimple – menunjuk namja berangelic yang sedari tadi diam memperhatikan mereka. Jongin mengikuti arah telunjuk Yixing. "Dia Kim Joonmyeon. Kau pasti mengenalnya kan?"
Jongin terkekeh kecil mendengar pertanyaan Yixing. "Tentu saja aku mengenalnya. Siapa yang tidak kenal dengan Suho hyung? Ketua OSIS paling menawan di sekolah ini."
Joonmyeon – atau mungkin Suho - memutar bola matanya malas. "Kau berlebihan, Kkamjong!"
Yixing menatap tak percaya pada dua namja itu. Ia memandang Joonmyeon dan Jongin bergantian. "Kalian saling kenal?" tanyanya mengerjap-ngerjapkan mata sipitnya. Terlihat lucu dan menggemaskan.
EXO-Mèmoire-EXO
Wu Yi Fan – yang terkenal dengan nama Kris – memandang datar pada Park Seongsaenim yang sedari tadi terus berceloteh tidak jelas. Park seongsaenim bukan sedang menjelaskan sebuah rumus integral, tetapi ia sedang menceramahi Kris yang sudah berbuat onar di hari pertama ia sekolah setelah liburan panjang. Padahal suadh jelas-jelas bukan hanya Kris yang terlibat di dalamnya, tetapi malah ia yang paling kena imbasnya.
Selagi Park seongsaenim menceramahinya, Kris terus memutar bola matanya. Namja dengan tinggi di atas rata-rata itu mulai jengah dengan semua ocehan sang guru. Bagaimana tidak? Park seongsaenim sedari tadi hanya membahas soal itu-itu saja. Tak ada yang lain. Membosankan.
"Seongsaenim, bisakah aku pergi ke toilet?" Kris mengangkat tangan kanannya.
Park seongsaenim yang masih berbicara mendadak berhenti dan menatap Kris tajam. "Aku tau kau membohongi ku Kris-shii. Jangan harap aku dapat mengizinkan mu untuk bisa keluar dari ruangan ini!"
Kris mendengus. Menyebalkan, batinnya dan kembali memperhatikan Park seongsaenim.
Sebenarnya apa yang dilakukan Kris hingga membuat Park seongsaenim marah? Ayo kita putar waktu menjadi beberapa jam yang lalu….
Kris terlihat serius memainkan bola di tangannya. Ia terus memantulkan bola basket itu ke lantai lapangan indoor di sekolahnya. Matanya melirik tajam ke arah lawannya bermain saat ini. Seorang namja dengan tinggi tak berbeda jauh dengan Kris. Namja itu terus tersenyum – memamerkan giginya yang putih bersih-.
"Park Chanyeol! Bisakah kau berhenti tersenyum aneh seperti itu, eoh?" Kris menghentikan permainannya. Ia menatap lawannya itu – Chanyeol – dengan tajam.
"Kau kan tau aku hyung. Jika aku tak tersnyum, bukan Park Chanyeol namanya," jawab Chanyeol kembali tersenyum lebar.
"Kau membuat mood ku semakin buruk!"
Chanyeol diam memperhatikan Kris yang berjalan keluar lapangan. "Mood mu sedang hancur, eoh?" Chanyeol berjalan mengahampiri. "Bagaimana jika kita mengintip anak club renang berganti? Hari ini akan ada pemilihan murid club satu yang akan masuk club itu."
Kris menatap Chanyeol yang masih tetap memamerkan senyum pepsodentnya. "Kau berharap aku akan menerimanya? Tentu saja aku mau! Ayo kita sedikit 'bermain' hari ini." Kris menunjukan smirknya, ia berjalan menuju tempat ganti anggota club renang. Chanyeol mengekorinya di belakang.
.
Di sinilah Chanyeol dan Kris berada, di depan sebuah kaca kecil yang menghubungkan jendela itu dengan keadaan di dalam ruang ganti. Kris terlihat begitu tergiur dengan apa yang ia lihat. Sedangkan Chanyeol terus mengumpati Kris yang tak mau diajak bertukar tempat dengannya. Yeah, sedari tadi Chanyeol belum mengintip sedikitpun sesuatu di dalam sana(?). Kau menyebalkan Kris, batin Chanyeol berlalu meninggalkan Kris.
Kris terlihat tak peduli saat ia melihat Chanyeol meninggalkan dirinya sendiri di sana. Ia kembali mengeluarkan smirknya melihat beberapa 'uke' di dalam sana. Sampai seseorang di dalam sana melihat sosok Kris yang mengintip lewat jendela.
"KYAA! APA YANG KAU LAKUKAN DISANA?!"
.
Begitulah seputar kejadian yang membuat Kris diceramahi oleh Park seongsaenim. Namja keturunan China-Kanada itu ketahuan mengintip teman-temannya. Lalu bagaimana nasib seorang Parck Chanyeol? Sepertinya namja berjulukan 'happy virus' itu harus bersujud syukur karena tak dapat ceramahan yang sama seperti Kris. Poor Kris…
.
.
.
.
TBC
.
.
Itu yang di atas apaan dah, aduh saya merasa gagal ngebuat ff. Aneh? Pasti aneh banget banget. Makasih buat yang udah review di chap 1 :) dan semoga reviewnya bertambah ne? Hehe
Ini balasan review saya :
Reka ELF : Ini dilanjut kok, makasih reviewnya :)
Kyuji : Adak o ada, tunggu aja ne. Makasih ya /bow/ :)
RnR please…..
