Title : EXO's Love Story

Author : Lee Seoyeon

Main cast : EXO

Pair : All Official Couple in hereeeeee!

Genre : Friendship, Romance, Brothership, etc.

Rating : T

Length : Chaptered

Warning : YAOI, OOC, Typo(s), cerita ngawur, bahasa tidak sesuai EYD

Disclaimer : EXO punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Jongin punya Kyungsoo, Kyungsoo punya Jongin. KaiSoo punya saya /plak/ Cerita ini murni punya saya. Dan saya murni miliknya Dyo ._.

Summary : [Chap 4 Up!] Sekali lagi aku tak dihargai di sekolah ini/ Hari ini, esok dan seterusnya kita adalah teman. Aku, kau dan Baekhyun adalah teman/"SEHARUSNYA KAU YANG BERHENTI BERTINGKAH SEPERTI ITU KRIS! AKU INI HYUNG MU!"/ "Manis sekali….."/CHANBAEK KAISOO HUNHAN KRISTAO CHENMIN SULAY!

Tut Tut Tut

Di depan sebuah kamar nomor 10, terlihat Luhan yang tengah memasukan password agar bisa masuk ke dalam kamar barunya.

"…1302..." Luhan menekan angka yang disebutkan olehnya. "Selesai," lanjutnya dan mulai membuka pintu.

Saat pintu terbuka, Luhan dapat melihat 2 orang roommatenya sudah ada di dalam. Mereka terlihat sedang memasukan beberapa baju ke dalam lemari. Tak ada percakapan di antara mereka, bahkan Luhan yakin jika kedua roommatenya itu tak menyadari kehadirannya.

"Ehem!"

Berhasil. Kedua namja mungil itu menoleh ke arah Luhan yang sekarang tengah tersenyum begitu manisnya.

"Ah annyeonghaseyo sunbae," sapa namja bereyeliner – Baekhyun – sedikit membungkukkan badannya. Sedangkan namja mungil yang lain – Kyungsoo – hanya membungkukkan badannya.

"Annyeonghaseyo," balas Luhan tanpa menghilangkan sedikit pun senyumannya. "Tak usah seformal itu dengan ku, panggil aku Luhan hyung atau Luhan gege," lanjutnya.

"Oh ne hyung. Kau dari China?" tanya Baekhyun.

Luhan mengangguk seraya berjalan ke arah kasurnya yang berada di pojok kanan, karena kasur tengah telah diisi oleh Kyungsoo, dan kasur di pojok kiri sudah dimiliki Baekhyun. Awalnya Kyungsoo memilih kasur di pojok kanan, tetapi Baekhyun melarangnya dan menyuruhnya untuk tidur di kasur tengah. Alasannya kenapa? Hanya Baekhyun, author, dan Tuhan yang tau.

"Woaah! Berarti kau sama seperti Tao!" seru Baekhyun antusias.

"Tao?" Luhan mengkerutkan keningnya. Menatap Baekhyun bingung.

"Tao, teman ku hehe nanti aku akan perkenalkan Tao pada mu. Dia orang yang sangaaaat lucu. Kau tau? Dia memiliki mata seperti panda."

"Mwo? Panda? Aish aku harus cepat kenal dengannya. Pasti dia begitu menggemaskan." Luhan terlihat berbinar mendengar penuturan dari hoobaenya itu.

"Itu memang benar," ucap Baekhyun tersenyum memamerkan eye smilenya.

"Kau lucu sekali jika tersenyum seperti itu." Luhan semakin berbinar melihatnya. "Ngomong-ngomong siapa nama mu?" tanyanya.

"Aigo aku sampaii lupa mengenalkan diri. Nama ku Byun Baekhyun, tapi semua teman ku memanggil ke Baekhyun."

Luhan meng-oh-kan mulutnya. "Jangan lupa kenalkan aku dengan Tao, ne?"

Baekhyun tertawa kecil mendengarnya. Ia mengacungkan kedua jempolnya, membuat Luhan kegirangan dan memeluk Baekhyun tanpa sadar. Yang dipeluk terus meronta karena pelukan itu terlalu erat. Sekarang Baekhyun tau tentang Luhan. Namja bermata rusa itu mempunyai sifat kekanakan. Selain itu, ia juga memiliki wajah yang sangat cantik untuk ukuran namja kebanyakan. Benar-benar flower boy. Begitupun dengan Luhan, ia tau Baekhyun adalah orang yang mudah bergaul dengan orang lain. Ia akan bersikap ramah kepada siapa pun. Tak peduli orang itu orang yang baru ia kenal atau mungkin orang yang tidak ia kenal, Baekhyun akan tetap bersikap ramah.

Luhan melepaskan pelukannya dan mulai mencubiti pipi Baekhyun. Tak terima dengan perlakuan sunbaenya itu, Baekhyun balas mencubiti Luhan. Mereka terlalu asyik sendiri sehingga mereka melupakan seseorang yang sedari tadi memperhatikan tingkah konyol mereka. Kyungsoo tersenyum miris, ia kembali kepekerjaannya memasukan baju ke dalam lemari. Sekali lagi aku tak dihargai di sekolah ini, batinnya perih.

Orang yang pertama kali sadar adalah Baekhyun. Ia melepaskan cubitannya pada Luhan, dan menarik paksa tangan Luhan agar berhenti mencubitinya. Ia melirik Kyungsoo, mencoba member 'kode' kepada Luhan yang seakan bertanya ada-apa-denganmu? Luhan mengikuti arah mata Baekhyun, dan ia menepuk dahinya sendiri. Ia lupa bahwa masih ada seorang namja lagi di kamarnya itu.

Luhan berjalan menghampiri Kyungsoo, diikuti oleh Baekhyun di belakangnya. Namja bermata rusa itu menepuk bahu Kyungsoo.

Kyungsoo menoleh. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah senyum manis dari Luhan, dan senyuman lembut Baekhyun di belakangnya.

"Annyeong. Nae Xi Luhan imnida, kau boleh memanggilku hyung atau gege jika kau mau," ucap Luhan memperkenalkan dirinya.

"Ah n-ne. Na-nae D-do Kyungsoo imnida." Kyungsoo menundukan kepalanya. Luhan adalah orang asing ketiga (posisi pertama diambil oleh Baekhyun, dan kedua diambil oleh Tao saat perkenal di kelas tadi pagi) di AAS yang mengajak Kyungsoo berbicara.

Luhan tersenyum lembut dan mengusap rambut Kyungsoo halus. Perlakuannya tersebut sukses membuat Kyungsoo mendongakan kepalanya itu dan menatap Luhan. "Jangan terlalu takut kepada ku. Hari ini, esok dan seterusnya kita adalah teman. Aku, kau dan Baekhyun adalah teman. Arraseo? Anggap saja, aku adalah hyungmu."

Tanpa sadar Kyungsoo mengangguk. Merasa terhipnotis dengan tatapan Luhan yang begitu lembut. Luhan tersenyum melihat tingkah Kyungsoo yang menurutnya sangat polos itu.

"Begitupun dengan ku. Aku dan Luhan ge adalah hyung mu di sini. Walau kita baru saling kenal.. ah ani ani, karena aku sudah kenal dengan mu dari dulu… tapi kau boleh menganggap kami sabagai saudara mu. Mulai sekarang berbaurlah dengan kami, Kyung."

Rasanya Kyungsoo ingin menangis saat ini juga. Ini untuk pertama kalinya ada orang sebaik Luhan dan Baekhyun yang ingin berteman dengannya. Semenjak kejadian 7 tahun yang lalu, ia selalu diam dan seakan tak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Karena itu, banyak orang yang menganggap Kyungsoo aneh dan mereka tak mau berteman dengan Kyungsoo. Apalagi Kyungsoo tak pernah berbicara, membuat dirinya semakin terkucilkan. Tapi hari ini Kyungsoo mendapatkan teman baru….

Kyungsoo menggigit bibirnya kuat, menahan air mata yang akan jatuh saat itu juga. "Go.. goma.. wo… hiks." Air mata itu jatuh membasahi pipi chubbynya. Kyungsoo menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Luhan dan Baekhyun membulatkan kedua mata mereka. Refleks keduanya langsung memeluk Kyungsoo. Memberikan kehangatan dan ketenangan kepada namja bermata doe itu. "Menangislah," bisik Baekhyun.

"Hiks… Hiks… Hiks…"

EXO-EXO's Love Story-EXO

"Jadi kau itu sepupunya Suho?"

Jongin mengangguk mendengar pertanyaan Minseok. Sekarang mereka sedang berbincang-bincang seputar AAS. Pertanyaan ini dimulai dari Minseok yang penasaran kenapa Jongin memilih bersekolah di sekolah ini. Dan Jongin menjawab jika ia ingin seperti hyungnya, yaitu Suho, yang membuat pertanyaan yang dilontarkan Minseok ngelantur kemana-mana(?)

"Tapi kenapa kau dengan Suho berbeda," ucap Minseok polos.

Jongin memutar bola matanya. Penyataan seperti itu sudah sering ia dengan dari banyak orang. "Ya aku tau maksud mu itu hyung, kau ingin bilang bahwa Suho hyung itu putih, tampan, dan sangat angelic. Sedangkan aku? Hitam dan urak-urakan."

"Bukan aku yang berbicara lho, kau sendiri yang mengatai dirimu seperti itu." Minseok terlihat menahan tawanya.

"Kau menyebalkan," ucap Jongin datar.

BRAK

"Ya Kris! Kau bisa menghancurkan pintu itu jika kau tersu mebantingnya seperti tadi bodoh!" Minseok berteriak kepada namja tiang yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Tinggal perbaiki saja, apa susahnya?" ucap Kris cuek.

"Tentu saja susah. Itu dapat merugikan sekolah!"

"Lalu apa urusannya dengan ku? Yang rugikan sekolah, kenapa harus bawa-bawa aku?"

BUK

Sebuah bantal sukses mengenai wajah tampan Kris. Kris terlihat geram, ia menatap tajam ke arah Minseok. "XIUMIN BERHENTILAH MEMBUAT MOOD KU SEMAKIN BURUK!" teriaknya.

"SEHARUSNYA KAU YANG BERHENTI BERTINGKAH SEPERTI ITU KRIS! AKU INI HYUNG MU!" Minseok atau terkenal dengan nama Xiumin ikut berteriak.

Jongin menatap keduanya malas. Ia memasangkan earphone ke telinganya dan mulai memejamkan matanya itu. Tak mempedulikan kedua sunbaenya yang masih saja berteriak dan saling melempar bantal. Jongin tersenyum dengan mata terpejam. Semoga hari esok aku dapat bertemu dengan mu, hyung, batinnya berdoa.

Xiumin, Kris dan Jongin adalah roommate. Mereka menempati kamar nomor 27. Mereka masuk secara bersamaan ke dalam kamar baru ini. Bersamaan disini maksudnya, saat salah satu dari mereka sedang memasukan password, dua yang lainnya datang secara bersamaan. Dan dari awalpun mereka sudah saling beradu mulut. Dari mulai berebut tempat tidur sampai kejadian yang tadi baru saja terjadi.

EXO-EXO's Love Story-EXO

Malam semakin larut. Waktu terus berjalan. Tak terasa jam sudah menujukan pukul 11 malam. Hampir 3 jam semua murid AAS membereskan kamar baru mereka. Sebagian besar penghuni asrama ini sudah terlelap, menyisakan beberapa murid lainnya yang masih betah mengobrol dengan roommate baru. Seperti halnya Baekhyun dan Luhan. Setelah menenangkan Kyungsoo yang menangis dan membantu membereskan beberapa barang Kyungsoo (karena yang punya barang sudah terlelap akibat menangis), mereka tidak memutuskan untuk tidur. Keduanya malah sedang duduk di pinggir ranjang Kyungsoo. Memperhatikan wajah polos dan damai Kyungsoo yang tertidur. Bisa dilihat, ada raut takut dan sedih ketika melihat wajah Kyungsoo yang terlelap. Sebenarnya kenapa dengan namja bermata doe itu? Pikir Luhan.

"Baekhyun-ah, boleh aku bertanya sesuatu pada mu?" tanya Luhan sepelan mungkin. Ia tak mau membuat Kyungsoo terbangun karena suaranya.

"Nde. Kau ingin bertanya apa, ge?"

"Kyungsoo… Jika aku tak salah dengar kau sudah mengenal Kyungsoo sejak dulu. Apa kau tau kenapa tadi Kyungsoo menangis?"

Baekhyun tersenyum kecil mendengarnya. "Aku memang kenal dia sedari dulu, tapi bukan kenal seperti sahabat dekat. Aku hanya tau bahwa ia adik kelas ku dulu."

"Mwo? Bukankah dia seangkatan dengan mu?" Luhan membulatkan matanya lucu.

"Ya, dia mengikuti kelas percepatan saat SMP, sama seperti Tao…." Baekhyun terdiam sesaat. "Soal Kyungsoo yang tadi menangis… hhh sepertinya ia hanya terharu dengan perlakuan kita."

Luhan mengerutkan keningnya. Ia benar-benar tak mengerti dengan apa yang tadi diucapkan Bakehyun. Kyungsoo terharu? Memangnya apa yang tadi Luhan dan Baekhyun lakukan sampai-sampai Kyungsoo terharu seperti itu? Apa Kyungsoo terharu karena mempunyai teman setampan Luhan? Pikiran Luhan terus bertanya-tanya. Ia juga terlihat senyum-senyum sendiri memikirkan pertanyaan terakhir yang barusan ia pikirkan.

"Gege jangan memikirkan yang aneh-aneh!"

Luhan tersadar dari lamunannya. Ia tersenyum menampilkan senyuman polosnya.

"Suatu saat nanti kau pasti akan tau jawaban dari semua pemikiran aneh mu itu. Sudahlah aku mau tidur. Jaljayo ge!"

Baekhyun beranjak dari duduknya dan mulai membaringkan diri di atas kasur empuknya. Ia mulai memejamkan matanya, tanpa mempedulikan Luhan yang masih memandangnya dengan tatapan bertanya. Sebenarnya ada apa dengan mereka?

EXO-EXO's Love Story-EXO

Matahari sudah memunculkan sinarnya dari arah timur. Tao terslihat sedang berjalan tergesa-gesa menuju ke kelasnya. Bibirnya bergerak-gerak – seperti menggumamkan sesuatu yang tidak jelas-. Ia terus mengumpati Chanyeol yang membuatnya terlambat datang ke sekolah. Namja dengan tinggi menyerupai tiang itu dengan seenak jidatnya memakai kamar mandi hampir 1 jam. Jika saja Suho tak kembali ke asrama karena ada barangnya yang tertinggal, mungkin Chanyeol tak akan keluar dari kamar mandi dan membiarkan Tao terlambat ke sekolah. Tao bersumpah bahwa ia akan membalaskan dendamnya itu pada Park Chanyeol!

BRUK

Karena terus berjalan tanpa fokus pada jalan yang ia lalui, Tao menabrak seseorang yang berjalan berlawanan arah dengannya.

"YA! JIKA JALAN LIHAT-LI… Ah sunbae. Mi-mianhae, a-aku tak sengaja." Tao terlihat menundukan kepalanya ketika melihat siapa orang yang tadi berani menabraknya – lebih tepatnya ia yang menabrak orang tersebut-.

Namja yang arusan di tabrak Tao hanya menatap Tao tajam. Merasa dirinya sedang ditatap tajam oleh sunbaenya itu, Tao semakin menundukan kepalanya. "Mi-mianhae sunbae. A-aku pe-permisi dulu."

Dengan cepat Tao melangkahkan kaki jenjangnya itu meninggalkan Kris – orang yang tadi ia tabrak -. Sedangkan Kris terlihat tersenyum tipis melihat tingkah Tao yang menurutnya menggemaskan. "Manis sekali….."