Title : EXO's Love Story

Author : Lee Seoyeon

Main cast : EXO

Pair : All Official Couple in hereeeeee!

Genre : Friendship, Romance, Brothership, etc.

Rating : T

Length : Chaptered

Warning : YAOI, OOC, Typo(s), cerita ngawur, bahasa tidak sesuai EYD

Disclaimer : EXO punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Jongin punya Kyungsoo, Kyungsoo punya Jongin. KaiSoo punya saya /plak/ Cerita ini murni punya saya. Dan saya murni miliknya Dyo ._.

Summary : [Chap 5 Up!] "Jaga ucapan mu, Zi Tao! Aku tak menyukainya!"/ Jongie? Nama itukan hanya boleh 'dia' yang mengucapkan /"Sial! Sudah kehilangan kertas, sekarang kehilangan gebetan. Mimpi apa aku semalam?"/"Tuhan jangan sampai aku menyesal dengan keputusan yang aku pilih ini."/CHANBAEK KAISOO HUNHAN CHENMIN KRISTAO SULAY/RnR?

Baekhyun terus melihat ke arah jam tangan yang melingkar manis di tangan kirinya. Sesekali ia membuang nafas. Raut wajahnya menampakan kekhawatiran yang sangat besar. Pasalnya hari ini jam pertama diisi oleh Kim Seongsaenim, guru sejarah yang terkenal dengan hukuman beratnya – membersihkan seluruh sekolah selama seminggu penuh-. Dan Tao belum juga datang padahal jam sudah menujukan pukul 07.27 KST. Itu tandanya, 3 menit lagi bel akan berbunyi dan pelajaran sejarah akan dimulai.

Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan Baekhyun terlihat ikut khawatir. Ia tau Baekhyun sedang menunggu Tao, walau dirinya dan Tao baru kenal kemarin, tak salah bukan jika ia ikut bersimpati?

Teett… Teettt.. Teettttt…

Tepat saat bel berbunyi, Tao datang dengan nafas tak beraturan. Namja bermata panda itu sehyungra duduk di kursinya dan mengatur nafasnya. Baekhyun menghela nafas lega, begiitupun dengan Kyungsoo yang duduk tepat di belakangnya.

"Tao-ie, kau membuat ku khawatir. Kenapa kau bisa telat? Bukankah kau selalu bangun pagi, eoh?" tanya Baekhyun langsung.

"Ini semua gara-gara namja tiang listrik itu!" jawab Tao penuh emosi. Jika ini sebuah komik, mungkin Tao sudah mengeluarkan aura hitam di sekitarnya.

"Siapa yang kau maksud?"

"Tentu saja Park Chanyeol! Memangnya siapa lagi yang tingginya hampir menyerupai tiang itu?" Oh Tao tak sadarkah dirimu, jika kau juga mempunyai tinggi yang tak jauh berbeda dengan Chanyeol? Dan tak sadarkah dirimu bahwa orang yang tadi pagi kau tabrak mempunyai tinggi menjulang seperti tiang? -_-

Baekhyun membulatkan mata bereyelinernya itu. "Mwo? Park Chanyeol? Kau sekamar dengannya?"

Tao mengangguk malas. "Tidak usah sehiteris itu hyung. Aku tau kau menyukai Chanyeol."

Baekhyun semakin membulatkan matanya. Sepertinya uri baekkie ingin menyaingi mata doenya Kyungsoo -_-. "Jaga ucapan mu, Zi Tao! Aku tak menyukainya!"

"Terserah mu sajalah, hyung." Tao menolehkan kepalanya ke belakang. "Ah pagi Kyungsoo hyung!" sapanya pada Kyungsoo.

Kyungsoo mengerjapkan matanya lucu mendengar sapaan Tao – yang menurutnya mendadak itu-. Membuat Tao terkikik geli melihatnya. "Ne, p-pagi."

Dan baru saja Tao ingin bertanya seputar tentang roommate baru Baekhyun dan Kyungsoo, Kim seongsaenim datang menmpilkan wajah tegasnya. Tao segera membenarkan posisi duduknya menghadap Kim seongsaenim.

EXO-EXO's LOVE STORY-EXO

Jongin menatap orang di depannya dengan malas. Jam istirahat baru saja dimulai, dan Jongin sudah ditarik seenaknya oleh Suho keluar kelas. Alasannya sih ingin mengajak Jongin keliling sekolah – yang jelas-jelas Jongin sudah berkeliling kemarin sendirian – tetapi malah berakhir di kantin yang mulai ramai.

"Hyung, bukankah kau ingin mengajak ku berkeliling? Tetapi kenapa malah mengajak ku ke kantin?"

Suho yang sedang asyik meminum bubble tea menoleh sebentar ke arah Jongin dan kembali menyeruput minumannya itu. "Aku haus, Kkamjong! Sudahlah kau diam saja!"

"Mwo? Haus? Bahkan berkeliling pun kita belum kau sudah bilang haus? Aku curiga dengan sikap mu hyung."

Jongin menatap intens pada Suho yang mulai salah tingkah. Ia memalingkan wajahnya dan tersenyum senang ketika melihat seorang namja manis yang baru saja memasuki kantin.

"Yixing-ah!"

Lay – namja manis tadi – menolehkan kepalanya dan tersenyum lebar melihat Suho yang tengah melambai-lambaikan tangannya itu. Ia membalas melambaikan tangan dan berlari kecil ke arah Suho.

"Annyeong Suho hyung." Lay menempatkan dirinya di samping Suho. "Annyeong.. hm… Jongin?" Satu alisnya terangkat. Seakan mengingat-ingat siapa namja tan yang duduk di hadapannya itu?"

Jongin tersenyum manis. "Annyeong Lay hyung," balasnya menyapa.

"Aku kira kalian tidak akur, ternyata kalian cukup dekat juga."

Suho tertawa kecil mendegar penuturan dari Lay. "Haha, kita memang sangat akur. Iya kan, Jongie?"

Jongin mendengus mendengar panggilan yang Suho berikan. Jongie? Nama itukan hanya boleh 'dia' yang mengucapkan. Dan lagi apa itu? Akur? Sejak kapan dirinya dan Suho akur? Jika bertemu saja selalu adu mulut, bagaimana bisa disebut akur? Sepertinya Jongin sudah tau apa yang dipikirkan oleh kakak sepupunya itu. Ia hanya tersenyum saja menanggapi pertanyaan Suho.

"Oh iya Jongin, bukankah kau ingin bertanya sesuatu kepada Lay?"

"Bertanya? Ani, aku tak mau ber – AW!" Jongin berteriak ketika merasa ada sesuatu menginjak kakinya. Ia menatap Suho yang juga menatapnya seakan berkata bilang-saja-iya-apa-susahnya-bodoh?!

"Jongin, gwenchana?"

"Eh? Hehe gwenchana hyung." Jongin tersenyum (dipaksakan). "Suho hyung benar, aku ingin bertanya sesuatu padamu."

"Apa itu?"

"Seputar club dance? Bagaimana club dance di sekolah kita ini? Dan siapa koreogrfainya? Apa kau sendiri?"

Lay mengangguk-anggukan kepalanya. "Oh itu. Sepertinya yang kau kethaui Jongin, sekolah kita ini kan sangat terkenal dengan bakat menari dan menyanyinya, tentu saja club dance kita itu sangat hebat. SEtiap tahunnya sekolah kita akan menjadi juara umum di acara kompetensi dance antar Korea. Tak jarang kita juga bisa menang di tingkat Internasioanl blablabla -"

Selama penjelasan yang diucapkan oleh Lay itu Jongin hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja. Sesekali matanya itu melirik ke arah Suho yang tak pernah berkedip memandang namja manis di sampingnya itu. Jongin tersenyum kecil melihatnya. Ia tau bahwa hyungnya sedang….

Jatuh cinta.

.

"Hari ini kau mau menemani ku tidak?"

"Menemani mu? Kemana?"

"Tadi pagi eomma menelpon ku dan menyuruh ku untuk pulang sebentar. Aku tak mau jika pergi keluar sendirian. Kau tau aku kan? Jadi maukah kau menemaniku?"

Xiumin mengeluarkan puppy eyesnya kepada Luhan. Membuat namja bermata rusa itu tak bisa menolak ajakannya. Ia menghela nafas. "Hhh.. Baiklah, tapi kau harus mentraktir bubble tea pada ku. Ok?"

"Hmm baiklah! Kau memang yang terbaik, Lu!" Xiumin mengecup pipi Luhan cepat.

"Ya! Baozi! Itu menjijikan!" teriak Luhan mengusap-usap pipinya yang baru saja dicium oleh Xiumin. Sedangkan sang pelaku hanya tersenyum lebar. Sama sekali tak berdosa dengan apa yang ia lakukan.

.

Beberapa meter dari tempat Luhan dan Xiumin, seorang namja menatap mereka tajam. Ia menggenggam erat kertas yang ia pegang. "Sial! Sudah kehilangan kertas, sekarang kehilangan gebetan. Mimpi apa aku semalam?"

Ia menarik nafasnya dan menjatuhkan kepalanya itu di atas meja. Mengetuk-ngetukan kepalanya itu pada meja yang tak berdosa.

"Pabbo! Pabbo! Pabbo!"

EXO-EXO's LOVE STORY-EXO

Sehun memandang datar dengan apa yang dilihatnya. Orang-orang berkeliaran kesana kemari, bergosip dengan teman sepermainan mereka, dan makan bersama kekasih masing-masing. Hal-hal seperti itu memang wajar terjadi di sekolah. Ada juga murid yang sedang asyik memainkan laptopnya di bawah pohon rindang dekat lapangan bola. Murid lainnya terlihat asyik bermain bola di lapangan tersebut. Membosankan, pikir Sehun. Namun tetap saja, ia tak mau mengalihkan pandangannya itu.

Pandangan Sehun berhenti pada 2 orang namja yang tengah bercengkrama di kantin. Wajahnya menampakan tidak kepedulian, tetapi entah kenapa hatinya merasa tertarik pada hal itu. Ketika satu namja – yang Sehun yakini – mempunyai pipi tembam mencium pipi namja yang lainnya membuat Sehun sedikit err… Sedih? Cemburu? Atau bahkan jijik? Entahlah, yang pasti Sehun langsung mengalihkan pandangannya itu.

Sehun bangkit berdiri dari tempat yang ia dudukki. Ia mulai melangkah menjauhi tempat tersebut. Tak lama setelah Sehun hilang di ujung koridor, seorang namja duduk menempati tempat itu. Ia menatap intens kertas putih di depannya. Lalu mendongak dan menatap seorang namja yang sedang mengetuk-ngetukan kepalanya di pojok kantin.

"Aku ingin mengembalikan kertas ini, tapi kenapa hati ku selalu berkata tidak?" gumamnya lirih. "Tuhan jangan sampai aku menyesal dengan keputusan yang aku pilih ini."

.

.

TBC

Annyeongggg akhirnya aku kembali dengan part 5. Kependekan ya? Updatenya lama? Wajar baru beres UTS hehe :D gimana dengan part 5 ini? Makin aneh kah? Mau lanjut apa end aja nih? Di chap ini udah ada yang bisa nebakan 'sesuatu-sesuatu' di couple-couple itu. Dan chap depan itu kayanya udah masuk ke couple-couplean hehe.

Aku makasih banget buat yang udah review. Makasih sebanyka-banyaknya. Tanpa kalian aku bisa apa coba? Aku Cuma bisa bersyukur :') #lebayluthor

Baekkie : Hehe makasih ya? Tadinya juga mau buat mereka sekamar tapi kayanya kalau mereka sekamar bakal ada suara-suara aneh deh #hayoapaitu? XD makaih ne. Review lagi ya:*

Puputkyungsoo : Ditunggu aja pasti kejawab ko kenapa kyungsoo jadi kaya gitu. Gomawo ne. Review again? :*

Jikookie : gomawo chingu:* maaf ya aku lama update :(

ChoYeongie : makasih ne :)

Channie : Kalau penasaram? Ayo dibaca terus dan jan lupa review ya hehe gomawo chingu:*

9493room : Di chap ini dan seterusnya udah bakal keluar couple couplenya ko :)

Mind to review again pleaseee