Title : EXO's Love Story
Author : Lee Seoyeon
Main cast : EXO
Pair : All Official Couple in hereeeeee!
Genre : Friendship, Romance, Brothership, etc.
Rating : T
Length : Chaptered
Warning : YAOI, OOC, Typo(s), cerita ngawur, bahasa tidak sesuai EYD
Disclaimer : EXO punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Jongin punya Kyungsoo, Kyungsoo punya Jongin. KaiSoo punya saya /plak/ Cerita ini murni punya saya. Dan saya murni miliknya Dyo ._.
Summary : [Chap 6 Up!] "Aku…. Sedang patah hati."/"Huhahaha kau bercanda Kim Jongdae? Kau.. Haha patah hati? Mana mungkin! Haha"/Kyungie apa itu kau?/CHANBAEK KAISOO HUNHAN KRISTAO CHENMIN SULAY in here/ RnR please…
Baekhyun dan Tao baru saja memasuki area kantin yang sudah muali sepi. Pandangan mereka berhenti pada seorang namja yang sedang mengketuk-ketukan kepalanya pada meja. Mereka tau siapa namja itu.
"Ada apa dengan si bodoh itu?" tanya Baekhyun lirih dan mulai mendekati Chen – si namja 'bodoh' itu -. Tao mengikutinya di belakang.
"Yak Kim Jondae apa yang kau lakukan, eoh?!"
Chen menghentikan kegiatan ayo-hancurkan-kepala-ku-sekarang-juga. Ia mendongak dan menatap Baekhyun dan Tao yang sedang menatapnya dengan kening berkerut.
"Bakkie.. Tao-ie.. Huaaaa!"
Chen berteriak membuat seisi kantin menatapnya bingung. Tao dan Baekhyun menundukan kepala mereka karena malu.
"Chen hyung berhetilah bertingkah seperti itu. Kau sudah dikira gila oleh satu sekolah," ucap Tao pelan.
Chen makin menekukan wajahnya. Tapi ia sudah berhenti berteriak tidak jelas. Membuat Baekhyun dan Tao menghela nafas lega.
"Aku memang sudah gila!"
"Sebenarnya apa yang terjadi pada mu?" tanya Baekhyun.
Chen menghelas nafas berat sebelum menjawab pertanyaan teman satu clubnya itu. "Kertas ku… Hilang."
"Kertas? Kertas apa yang kau maksud?" Kali ini giliran Tao yang bertanya.
"Kau tau kan kalau aku sedang mencoba membuat lagu?" Dua namja manis di depannya mengangguk bersamaan. "Kertas yang berisikan lagu buatan ku…... hilang."
"Mwo? Bagaimana bisa? Hilang dimana kertas itu?" tanya Baekhyun histeris. Tentu saja Baekhyun bersikap seperti itu. Ia tau bahwa Chen sudah bersusah payah membuat lagu itu. Tekad Chen begitu kuat untuk menyelesaikan lagu itu. Tapi sekarang kertas itu….
Hilang.
Siapa pun yang ada di posisi Chen saat ini pasti akan merasa sedih. Usaha dan kerja keras yang kita lakukan terbuang dengan sia-sia. Itu begitu menyakitkan.
"Jika aku tau kertas itu hilang dimana aku tak mungkin seperti ini, hyung," ucap Chen ketus.
Baekhyun hanya tersenyum canggung menanggapinya. Sekarang yang harus dikatai bodoh siapa, eoh?
"Kenapa kau tak membuat pengumuman saja melalui speaker sekolah? Jika kau mau, aku akan meminta bantuan Suho hyung agar kita diizinkan menggunakan itu."
Chen terdiam mendengar usul Tao. Ia bersumpah jika Tao benar-benar cemerlang hari ini. Senyuman lebar sudah terpati di wajah tampannya, tapi sesaat kemudian senyuman itu kembali luntur. Digantikan dengan wjaah sedih ala Chen.
"Ada apa lagi? Bukankah usul Tao tadi sudah bagus?"
"Aku punya masalah lain selain kertas itu."
"Apa?"
"Aku…. Sedang patah hati."
Hening.
1 detik
5 detik
10 detik
"Huhahaha kau bercanda Kim Jongdae? Kau.. Haha patah hati? Mana mungkin! Haha" Baekhyun dan Tao tertawa keras hal itu membuat mereka kembali menjadi objek perhatian. Merasa dipandangi – mungkin- mereka menghentikan tawanya. Tapi tak dipungkiri, Tao dan Baekhyun terlihat sedang menhan tawa.
"Aku serius Byun Baekhyun! Dan kau Zi Tao berhenti lah tertawa seperti itu, kau terlihat lebih mengerikan!" seru Chen yang malah semakin membuat Tao dan Baekhyun ingin tertawa lagi.
"Hei kalian bertiga! Bisakah kalian bertiga diam? Kalian mengganggu makan siang orang-orang di sini."
Seorang namja dengan tinggi menjulang datang mengahmpiri ketiga orang itu. Senyuman lebar terlukis indah di wajahnya. Membuat siapa saja akan ikut tersenyum melihat senyuman itu. Namja itu – Chanyeol – duduk di samping Chen – yang kebetulan kursinya kosong.
"Jika kau merasa terganggu kenapa kau malah datang kemari?" tanya Baekyun sinis.
"Karena aku melihat kau di sini," jawab Chanyeol semakin melebarkan senyumannya.
"Tapi aku tak mau melihat mu di sini," balas Baekhyun memalingkan wajahnya yang mulai memerah.
"Oh ya? Bahkan wajah mu saja memerah Byun Baekhyun. Haha."
"Diam kau Park Chanyeol!"
"Kenapa kalian malah bertengkar? Seharusnya kalian membantu ku, bukan malah seperti itu." Chen kembali menekuk wajah kotaknya. "Tao-ie, bisakah kau membantu ku?"
"Membantu apa?"
"Kau kenal dengan mereka?"
Chen menunjuk ke arah Xiumin dan Luhan – yang ternyata masih ada di sana -. Sontak Tao, Baekhyun, dan juha Chanyeol tentunya mengikuti arah telunjuk Chen.
"Ani, aku tak meng….
"Aku mengenal yang satunya! Namja cantik itu Luhan hyung. Ia satu kamar dengan ku," ucap Baekhyun cepat memotong ucapan Tao.
"Jinjja? Kau mengenalnya? Bisakah kau membantu, eoh?"
"Apa itu?"
"Tanyakan padanya. Ada hubungan apa ia dengan Minseok hyung. Mereka sangat dekat."
"Wahh ap kau menyukai namja berpipi tembam itu? Haha selera mu boleh juga, hyung. Dia cantik tapi Baekhyun lebih cantik," ucap Chanyeol mengedipkan satu matanya pada Baekhyun yang kembali merona.
"Aku itu namja! Dan panggil aku hyung, bodoh. Aku itu lebih tua darimu!" seru Baekhyun emosi. "Sudahlah Chen abaikan saja si tiang listrik itu. Aku akan membantu mu."
Chen tersenyum mendengarnya. Rasa sesak yang tadi ia rasakan mendadak menghilang. Mungkin ini adalah sebuah tanda bahwa bantuan Baekhyun akan sangat menguntungkan untuknya nantinya. Chen berharap semoga itu benar. Dan harapan lainnya adalah kertas itu. Semoga kertas itu akan kembali ke tangannya.
"Kau memang baik Baekhyun-ah. Jeongmalgomawo."
Baekhyun balas tersenyum. Ia memandang ke segala arah kantin. Siapa tau ada pemandangan menarik. Karena biasanya, ia akan menemukan hal-hal unik di kantin. Seperti acara penembakan tahun lalu. Saat Jinki – salah satu seniornya yang baru lulus – mengatakan cinta pada Kibum – seniornya juga yang hanya berbeda 1 tahun dengannya.
Tapi sekarang tak ada yang menarik untuk Baekhyun, bahkan Chanyeol yang biasanya membuat keributan hanya diam memainkan PSP-nya. Baekhyun mengerutkan keningnya melihat itu. Sejak kapan Chanyeol suka bermain games? Ia mengangkat bahu, dan kembali menatap sekitar. Matanya menatap seorang namja manis yang duduk di taman sekolah. Baekhyun tersenyum melihatnya.
"KYUNGSOO!"
.
.
Jongin masih setia menemani Suho yang sedang 'PDKT' dengan Lay. Untuk kali ini saja Jongin ingin menjadi dongsaeng yang baik pada hyungnya. Karena rasa bosan yang tiba-tiba saja datang, Jongin memilih untuk memeperhatikan tiga orang namja yang duduk di dekat pintu masuk kantin. Dua dari ketiga namja itu terlihat sedang tertawa begitu keras. Membuat beberapa pasang mata menatap mereka tajam. Mungkin karena mereka merasa terganggu, makanya mereka bersikap seperti itu.
Satu namja – yang sepertinya – ditertawakan terlihat menekuk wajahnya. Membuat Jongin menahan tawa, karena demi apapun namja itu terlihat lucu. Tak berapa lama, ekor mata Jongin melihat seorang namja tinggi menghampiri ketiga namja tadi.
Namja itu tinggi sekali seperti Kris hyung, batin Jongin.
Matanya tak sekali pun berheti menatap segerombolan namja itu. Bahkan ia merasa bahwa ia sedang bergabung di dalam sana. Mengingat bahwa Jongin sedari tadi mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Tidak heran dengan hal itu, karena jarak meja Jongin dan meja 'mereka' hanya diselingi satu meja saja.
Bahkan saat salah satu dari keempat orang tadi menunjuk dua orang namja yang duduk di pojok kantin, Jongin ikut melihatnya. Senyum kecil terlukis di wajah tampan Jongin. Satu kesimpulan yang Jongin dapat adalah…
Namja bersurai coklat yang tadi menekuk wajahnya – Chen – sedang patah hati melihat 'gebetan'nya dekat dengan orang lain. Hhh… rasanya mudah sekali mengetahui rahasia orang lain. Hanya dengan menguping saja kita akan tau semuanya. Dan author mohon buat para readers jangan ngikutin apa yang Jongin lakukan.
Kali ini Jongin sudah tak memperhatikan keempat namja itu lagi. Sekarang pandangannya beralih pada Suho yang sedang tertawa bersama Lay. Jongin memutar bola mata malas. Kau terlalu bertele-tele hyung, pikirnya.
"KYUNGSOO!"
DEG
Jongin terdiam mendengar seseorang menyebutkan nama itu. Jantungnya langsung berdegup dengan kencang. Ia menoleh, ternyata salah satu dari keempat namja tadi yang memanggil nama 'itu'. Jongin mengikuti arah pandangnya.
DEG
Jantungnya semakin berdegup. Kyungie apa itu kau?
"KYUNGSOO!"
Kyungsoo mendongak saat di rasa ada yang memanggil namanya. Ia melihat Baekhyun sedang melambai-lambaikan tangannya. Memberi isyarat agar Kyungsoo datang menghampirinya.
Jujur saja, Kyungsoo ingin berlari dari situ dan tak mau menemui Baekhyun. Melihat bahwa Baekhyun tak sendiri di sana. Ada Tao, seorang namja dengan kuping agak lebar dan… Chen? Kyungsoo menelah ludah dengan susah payah. Ia melipat-lipat kertas yang ada di genggamannya dengan cepat dan memasukannya ke dalam saku celanany. Dengan ragu dan takut, Kyungsoo berjalan ke arah kantin..
.
.
DEG
Kaki kanan Kyungsoo baru saja mencapai pintu kantin. Mendadak ia berhenti dan merasakan detakan di jantungnya yang tidak normal. Jantung itu berdetak begitu cepat. Tangannya terulur untuk memegangi dada kirinya. Kenapa dengan ku? Batinnya. Tapi ia segera menepis pikiran itu saat lagi-lagi Baekhyun menyerukan namanya begitu kencang. Mungkin hanya perasaan takut saja. Dan Kyungsoo kembali berjalan – menundukan kepalanya seperti biasa.
.
.
TBC
Apa itu yang di atas? Saya tau itu pasti ancur banget. Aku malu updatenya. Huaaa semakin aneh aja ini cerita. Dan mana moment para couplenya? Ok aku tau itu pasti pertanyaan dari kalian semua. Mianhae, aku belum dapet banyak inspirasi. Tapi sebenarnya ada, Cuma malah jadi bingung apa yang harus aku ketik. Mungkin cahp-chap berikutnya akan muncul. HunHan belum dipertemukan ya? Chap kemaren kan baru Sehun doang yang liat. Semoga chap depan akan ada moment HunHan dan moment KrisTao juga ChenMin /lagi/. Ah sepertinya semua couple *maybe* Hehe
Makasih buat reviewnya sebelumnya. Mian gabisa dibalesin, tapi aku makasih banyak banget sama kalian. Ketjup basah buat kalian semuaaa muacchhhh:**
.
.
.
Mind to review again pleaseeee
