Title : EXO's Love Story

Author : Lee Seoyeon

Main cast : EXO

Pair : All Official Couple in hereeeeee!

Genre : Friendship, Romance, Brothership, etc.

Rating : T

Length : Chaptered

Warning : YAOI, OOC, Typo(s), cerita ngawur, bahasa tidak sesuai EYD

Disclaimer : EXO punya Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Jongin punya Kyungsoo, Kyungsoo punya Jongin. KaiSoo punya saya /plak/ Cerita ini murni punya saya. Dan saya murni miliknya Dyo ._.

Summary : "Sebenarnya aku lapar, tapi melihat hyung di sini aku langsung kenyang."/ "Kau suka Bruno Mars?"/ "Aku akan membunuh mu duluan dengan tongkat wushu ku, Park Chanyeol!"/ "Hiks, kau membuat ku menangis, hyung."/All official couple/RnR?

****EXO****

Kyungsoo dan Jongin sama-sama duduk dalam diam. Setelah puas menangis dan berpelukan di kamar mandi, mereka memutuskan untuk pergi ke taman belakang sekolah. Tempat itu sepi. Mungkin karena suasan sudah mulai malam, atau mungkin karena murid-murid lain merasa enggan untuk menginjakan kaki mereka di taman yang begitu sepi itu.

Jongin terus memperhatikan Kyungsoo yang ada di sampingnya. Sungguh, Jongin begitu merindukan sosok mungil itu. Rasanya Jongin tetap tak percaya bahwa orang yang ada di sampingnya adalah Kyungsoo – hyungnya yang pernah ia tinggalkan.

Sedangkan Kyungsoo, ia merasa salah tingkah. Sedari tadi ia memang diam menatap ke depan. Tapi tentu saja, Kyungsoo tau bahwa Jongin terus menatapnya. Oh ayolah… jangan buat Kyungsoo merasa kikuk seperti itu. ia bahkan merasa sekarang dirinya seperti yeoja yang salah tingkah karena ulah kekasihnya.

"Hyung, kau tak lapar?"

Jongin membuka suara. Mencoba menghilangkan suasana sepi di antara mereka. Kyungsoo menolehkan kepalanya, ia menggeleng sebagai jawaban. Semenjak bertemu Jongin rasa laparnya hilang entah kemana.

"Kau lapar, Jongin?" Kyungsoo balik bertanya, yang langsung disuguhi dengan cengiran khas Jongin yang ia rindukan. Jongin memang berubah dalam segi fisik. Ia semakin tinggi, dan juga semakin tampan. Tapi sikapnya itu tak akan pernah berubah di mata Kyungsoo. Jongin yang sekarang, masih sama seperti Jongin'nya' yang dulu. Jongin masih sangat kekanakan.

"Sebenarnya aku lapar, tapi melihat hyung di sini aku langsung kenyang."

Kyungsoo tertawa mendengarnya. "Kau akan sakit jika tidak makan. Kau ingin membuat ku khawatir lagi, eoh?"

"Aniya! Aku memang sedang tak ingin makan. Tenanglah hyung, aku bukan Jongin yang mudah sakit seperti dulu. Sekarang aku kuat. Lihat otot-otot ku ini!"

Jongin memamerkan ototnya yang terbalut kaos hitam. Kyungsoo semakin tertawa mendengarnya. Jongin ikut tertawa.

"Aku benr-benar merindukan mu, hyung. Teruslah tertawa seperti itu dan jangan pernah menghindar dari yang lain. Angkat dagumu saat kau berjalan. Kau tak usah takut. Sekarang ada aku di sisi mu."

Mata Kyungsoo berkaca-kaca. Ia langsung memeluk Jongin dengan erat. Rasanya benar-benar hangat dan nyaman.

****EXO****

Baekhyun membuka matanya perlahan. Sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela kamarnya benar-benar mengusik tidur indah Baekhyun. Dengan malas, Baekhyun mengibaskan selimut tebal yang membungkusnya. Ia melirik ke arah kiri, ada Luhan yang sedang duduk di tepi tempat tidur dengan mata sedikit terpejam. Sepertinya sunbaenya itu masih terlihat mengantuk.

KRIETT

Baekhyun maupun Luhan segera menoleh mendengar suara pintu terbuka. Kyungsoo keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk berwarna hijau. Ia tersenyum begitu manis melihat kedua roommatenya yang sedang menatapnya.

"Pagi Baekhyun hyung. Pagi Luhan hyung."

Baekhyun dan Luhan saling pandang. Merasa bingung dengan 'perubahan' Kyungsoo di pagi hari ini. Biasanya yang akan menyapa terlebih dulu adalah Luhan, dan itupun hanya dibalas oleh anggukan kepala oleh Kyungsoo. Hari ini sepertinya akan banyak kejutannya yang terjadi.

"Pagi juga, Kyungsoo," balas Baekhyun akhirnya. Ia tersenyum begitu lebar. Sepertinya Kyungsoo sudah berubah, dan aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan namja semalam, batinnya berbicara.

"Pagi, Kyungsoo-ah! Wah kau sudah mandi, padahal ini masih terbilang cukup pagi untuk berangkat ke sekolah," sapa dan ucap Luhan.

Kyungsoo terkekeh mendengarnya. "Ne, aku tau itu. Tapi tenang saja hyung, aku akan menunggu mu. Kita akan sarapan bersama di kantin. Iya kan, Baekhyun hyung?"

Baekhyun mengangguk dengan antusias. "Kalau begitu aku akan mandi duluan!" Dengan cepat, Baekhyun turun dari kasurnya. Berlari kecil ke arah kamar mandi.

"Ya! Byun Baekhyun! Biarkan aku yang mandi duluan! Keluarlah kau, Byun Baek!" Luhan berteriak. Mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi dengan sangat keras.

Kyungsoo terkekeh geli melihatnya. Ia tak salah, mereka benar-benar teman yang baik.

.

.

Di sebuah kursi tepat di taman belakang, terlihat Sehun yang sedang mendengarkan musik melalui handphonenya. Terlihat dari gerakan-gerakan kecil yang ia lakukan. Entah itu gelengan – ataupun – anggukan kepalan, dan juga ketukan-ketukan yang berasal dari kakinya.

Bibirnya juga sesekali terbuka. Seakan ikut bernyanyi lagu yang sedang di putar. Walau suaranya tak keluar, tapi sepertinya Sehun benar-benar bernyanyi saat ini.

Entah karena ia terlalu asyik, atau mungkin karena ia memang tak peduli, ia tak menoleh sedikit pun pada seseorang yang sekarang tengah duduk di sampingnya. Orang itu memperhatikan tingkah Sehun yang terlihat lucu di matanya.

"Kau suka Bruno Mars?"

Sehun terdiam. Ia menoleh dengan cepat dan mendapati seorang namja berkulit tan sedang duduk di banyak bicara, Sehun melepas earphone yang melekat di telinganya. Ia bangkit dan mulai berjalan menjauhi namja tan tadi.

Jongin – namja tan – itu, memutar bola mata malas melihat tingkah laku teman sebangkunya itu. Jongin tau, pasti teman sebangkunya masih belum terbiasa dengan sekolah barunya. Tapi bisa saja itu karena memang sikapnya yang kelewat dingin. Dan Jongin bisa pastikan, bahwa namja dengan kulit kelewat putih itu tidak tau bahwa Jongin adalah teman sebangkunya. Mengingat seharian kemarin, Sehun hanya diam memandangi jendela dan tak menoleh sedikit pun padanya.

Matanya melirik pada jam hitam yang melingkar di tangan kirinya. Sudah hampir pukul tujuh, tapi Jongin belum melihat Kyungsoo di sekitar sekolah. Apa mungkin Kyungsoo telat? Tapi Jongin tau, Kyungsoo bukan tipe orang yang dengan mudahnya melanggar peraturan. Mungkin saja Kyungsoo sudah datang sejak pagi, dan sekarang sedang diam di dalam kelas. Karena bel sebentar lagi berbunyi, Jongin memutuskan untuk masuk ke kelas saja.

.

.

"YA! PARK CHANYEOL! CEPATLAH SEDIKIT!"

Tao menggeram kesal pada Chanyeol yang berjalan di belakangnya. Kalau saja bukan karena Suho yang menyuruh mereka berangkat ke sekolah bersama, Tao sudah ingin meninggalkan namja idiot itu. Dan lagi, Tao pasti sudah menolak keputusan Suho jika sang ketua OSIS itu tak mengancam akan menendang Tao juga Chanyeol keluar dari kamar dan tidur di lantai koridor asrama yang begitu dingin. Ihh… Tao benar-benar tidak mau!

"Kalau kau ingin pergi duluan ya duluan saja. Kau menganggu konsentrasi ku," ucap Chanyeol yang sibuk memainkan bola basket di tangannya.

Tao memutar bola mata malas. "Kau tak ingat dengan ucapan Suho hyung? Jika ia tak melihat kita datang bersama ke sekolah, ia akan mengusir kita. Aku sih tidak mau tidur di luar."

"Ya, ya, ya, aku ingat. Berhentilah marah-marah seperti itu. Jika aku tak ingat kau teman Baekhyun, aku sudah ingin melempar mu dengan bola ini." Chanyeol menatap Tao tajam.

"Aku akan membunuh mu duluan dengan tongkat wushu ku, Park Chanyeol!"

GLEK

Chanyeol menelan ludahnya. Ia langsung tersenyum sangat bodoh. Tao memutar matanya sekali lagi, sikap Chanyeol dan Baekhyun itu sama. Sama-sama idiot – menurutnya – walau Baekhyun 'sedikit' lebih waras.

"Hai, Baby!"

Tao dan Chanyeol menghentikan langkah mereka. Ditatapnya Kris, yang sekarang tengah berdiri tepat dihadapan mereka dengan senyum – yang menurut Chanyeol – sangat mengerikan.

"Siapa yang kau panggil 'Baby', hyung?" tanya Chanyeol menoleh ke kiri, kanan, dan juga belakang.

"Tentu saja namja manis di samping mu itu. Dia kan kekasih ku," jawab Kris dengan santainya.

Mulut Chanyeol terbuka lebar, sedangkan Tao memandang Kris dengan matanya yang membulat. Tapi lihatlah.. pipi Tao sedikit merona mendengar penuturan Kris barusan.

"Ke-ke-kekasih? K-kau tidak bercanda hyung?"

"Tentu saja tidak. Dia memang ke—"

"Anii! Aku bukan kekasihnya!" potong Tao cepat dan segera berlari menjauhi dua orang bertubuh tinggi itu.

Kris malah tertawa melihat tingkah Tao. Sedangkan Chanyeol masih sama seperti tadi. Menampilkan ekspresi cengoknya yang begitu konyol.

"Kau terlihat semakin idiot jika seperti itu," ucap Kris kembali dengan ekspresi datar dan so coolnya.

****EXO****

Memasuki musim dingin, suhu di kota Seoul semakin berkurang. Awan hitam mulai bermunculan di atas langit. Berkumpul dan bergelut dengan angin musim dingin yang membekukan. Chen menatap langit dengan tatapan kosong di atap sekolah.

Pelajaran masih berlangsung sekitar 2 jam lagi, tapi Chen memutuskan untuk membolos saja. Sebentar lagi natal akan tiba, tapi kertas lagunya belum juga ditemukan. Sebenarnya, bisa saja Chen membuat lagi lagu tersebut tanpa harus memusingkan kertas yang hilang itu, tapi tetap saja, Chen merasa kertas itu ada di dekatnya jadi ia tak mau bersusah payah . Ia memutuskan untuk menunggu. Menunggu sesuatu yang belum pasti adanya.

Tujuannya membuat lagu bukan tanpa alasan. Ia ingin sekali memberi hadiah kepada eommanya di hari natal nanti. Dan hadiah yang Chen pilih adalah dengan membuat lagu untuk eommanya. Tapi ternyata, Tuhan sedang tak ada dipihaknya. Kertasnya hilang dan entahlah Chen merasa bahwa ia tak berguna.

Tap Tap Tap

Chen tersadar dari lamunannya. Sayup-sayup ia mendengar suara langkah kaki seseorang. Dengan cepat, Chen bersembunyi di balik tembok dekat dengan pintu masuk. Jantungnya berdegup kencang, takut-takut jika itu adalah guru piket yang sedang berkeliling. Jika Chen ketahuan membolos, matilah sudah!

KRIET

Pintu perlahan terbuka. Chen menengokan sedikit kepalanya. Keningnya berkerut saat melihat Suho masuk ke sana, di belakangnya ada Lay. Ini masih jam pelajaran, dan kenapa si ketua OSIS itu berkeliaran? Apa mereka membolos juga?

.

.

Suho berjalan dengan gugup. Sedari tadi ia terus membaca doa dalam hatinya. Ayolah Suho kau harus berani! Ingat kau harus berani! Jangan gugup seperti ini! Anggap saja kau sedang menjadi memimpin rapat di depan banyak orang.

Dengan satu tarikan nafas panjang, Suho membalikan badannya. Hal itu justru membuat Lay – yang sedari tadi di belakangnya – berhenti seketika.

Lay menatap Suho bingung. Ia tak mengerti dengan jalan pikir ketua OSIS AAS itu. Tadi saat Lay sedang menyalin tugas pemberian Lee songsaenim, Suho datang menghampiri mejanya dan menyuruh Lay ikut dengannya. Untung saja saat itu Lee saenim tidak masuk, jadi ia bisa ikut dengan Suho. Dan di sini lah Lay, diam berhadapan dengan Suho di atap sekolah yang sepi.

Sepi? Hmm….

"Xi-xingie… a-aku ingin bicara sesuatu," ucap Suho. Kegugupan terlihat jelas dari suaranya yang bergetar.

Lay semakin menatap Suho bingung. "Bicaralah, hyung. Kau terlihat sangat gugup. Ada apa?"

"Sebelumnya aku ingin minta maaf pada mu kare—"

"Minta maaf? Memang kau punya salah apa?" tanya Lay makin bingung dengan ucapan Suho.

"Ti-tidak tidak! Hmm begini.. kau dengarkan aku selesai bicara dulu. Ok?"

Lay mengangguk.

"Aku minta maaf karena aku tak membawa sesuatu untuk mu. Aku memang bukan lelaki romantis seperti Jongin, ya kau tau? Dia lelaki paling romantis menurut ku. Dan aku juga bukan Chen yang jago dalam hal bernyanyi. Aku juga tak setampan Kris yang dapat menaklukan semua orang hanya dalam satu kedipan mata. Aku.. aku hanya seorang Kin Joonmyeon yang sangat mencintai Zhang Yi Xing. Lay-ah, aku mencintai mu. Would you be my boyfriend?"

Mata Lay membulat. Bahkan mata itu terlihat berkaca-kaca. Sungguh, menurutnya, Suho benar-benar romantis. Mungkin yang Suho berikan hanya sebuah pengakuan, tapi Lay benar-benar menyukainya. Ia memeluk Suho dengan erat.

"Hiks, kau membuat ku menangis, hyung."

"Ma-maafkan. Seharusnya aku tau jika kau tak mencintai ku, maafkan aku karena sudah lantang mengucapkan kata-kata seperti tadi. Maafkan aku, Xingie. Berhentilah menangis." Suho mengelus-elus punggung Lay dengan lembut.

Lay melepaskan pelukannya. "Pabbo! Aku menangis bukan karena tak mencintai mu, aku menangis karena aku begitu senang atas pengakuan mu. Aku tak peduli kau tak romantis, kau tak bisa bernyanyi atau kau tak tampan. Yang aku tau kau punya satu kelebihan. Kau punya cinta untuk ku. Hiks.. aku mencintai mu, Joonma."

Lay memeluk Suho lagi. Untuk bentuk kasih sayangnya pada Suho, dan juga untuk menyembunyikan wajahnya yang merona. Suho terlihat masih mencerna kata-kata Lay barusan. Sedetik kemudian ia tersenyum, kemudian membalas pelukan Lay dengan erat.

"Saranghae, Lay-ah," bisik Suho dan mencium kening Lay lama. Menyalurkan rasa cintanya pada Lay melalui ciuman itu.

Hangat.

Rasanya benar-benar hangat.

.

.

Chen tersenyum kecil melihat pemandangan di depannya. "Kau memang tak bisa bernyanyi seperti ku hyung, tapi kau punya keberanian untuk menyatakan cinta mu itu. Sedangkan aku? Hhh.. Xiumin hyung, tunggulah aku," lirihnya pada diri sendiri.

****EXO****

"Hei! Aku punya berita untuk kalian semua!" seru Chanyeol heboh menghampiri teman-temannya yang ada di kantin.

Baekhyun menatap Chanyeol malas. "Berita apa? Paling itu tak jauh dengan nilai ulangan mu yang naik 1 angka," jawabnya.

"Ini bahkan lebih seru dari pada itu!" seru Chanyeol lagi. "Ayolah tebak! Aku yakin salah satu dari dugaan kalian pasti benar."

"Kau berhasil mengintip namja-namja seksi lagi?" tanya Tao asal. Namun itu justru membuat Baekhyun yang berada di sebelahnya menatap Chanyeol tajam. Aura hitam sudah keluar dari dalam tubuhnya.

Baekhyun cemburu, eoh?"

"Aniya, bukan ini pasti akan menghebohkan seluruh siswa AAS."

"Memangnya berita apa? Cepatlah beritahu kita!" desak Kyungsoo tak sabaran.

Chanyeol menatap Kyungsoo tak percaya. "Sejak kapan kau pintar berbicara, eoh? Apa bergaul dengan Baekhyun membuat mu seperti ini, Kyungsoo?"

Kyungsoo mem-pout-kan bibirnya lucu. "Memangnya aku tak boleh berbicara? Aku kan punya mulut!"

Chanyeol tetap menatap Kyungsoo dengan wajah bodohnya itu. "Ya Baekkie, apa yang kau lakukan pada Kyungsoo hingga dia bisa bersikap seperti itu?" bisiknya pada Baekhyun.

"Itu sikap aslinya bodoh! Kau harus terbiasa dengan itu," jawab Baekhyun berbisik juga.

"Hey kalian! Tidak sopan berbisik-bisik di depan banyak orang. Dan kau Chanyeol hyung, cepat katakana apa yang tadi ingin kau sampaikan!" Suara Tao menghentikan kegiatan ayo-menggosip-tentang-Kyungsoo.

"Ck! Sabarlah sedikit Huang Zi Tao! Jadi begini… kalian tau?" Chanyeol mencodongkan badannya, hal itu membuat ketiga namja manis di sana ikut mencondongkan badan mereka. "Suho hyung dan Lay hyung sudah jadian!"

"MWO? SUHO HYUNG DAN LAY HYUNG SUDAH JADIAN?" teriak ketiga namja manis di sana secara bersamaan. Mata mereka membulat menyerupai Kyungsoo O_O

"JINJJA?! MEREKA BERDUA SUDAH JADIAN?!" Terlihat Luhan yang berlari ke arah meja Chanyeol cs dengan ekspresi yang sama.

"TADI ITU TAK BERBOHONG?" Itu suara Xiumin yang datang dengan banyak makanan di tangannya.

"SIAPA YANG SUDAH JADIAN? HEY! CEPAT BERITAHU AKU!"

Semua mata memandang Kris sweatdrop. Pasalnya Kris berteriak dengan ekspresi yang tak biasa. Kaget tidak, senang juga tidak. Mukanya datar-datar saja -_-

"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?"

Jongin datang dengan muka polosnya. Ia memandang orang-orang yang ada di sana. Seakan mengharapkan jawaban dari pertanyaannya.

"Jongin!" Kyungsoo berseru dengan semangatnya melihat Jongin. Membuat semua yang ada di sana sweatdrop kembali. "Suho hyung, di sud—"

Perkataan Kyungsoo terhenti ketika ekor matanya melihat Chen sedang berjalan menghampiri mereka. Mendadak kata-kata yang tadi sudah disiapkan oleh Kyungsoo hilang begitu saja. Ia jadi takut setiap kali bertatapan dengan Chen, tapi ia berusaha untuk tetap tenang.

"Suho hyung? Ada apa dengan Suho hyung?" Jongin mengangkat satu alisnya. Matanya mengikuti arah pandang Kyungsoo. Kenapa Kyungsoo hyung melihat Chen hyung dengan tatapan seperti itu? Pikir Jongin dalam hati.

"Hei, sedang apa kalian di sini?" tanya Chen memandang semua temannya satu persatu.

"Kau kemana saja, pabbo? Kau menghilang begitu saja saat jam pelajaran masih berlangsung. Beruntung kau punya teman sebaik ku, jadi kau tak dapat masalah dengan guru killer itu." Bukan menjawab, Chanyeol malah memaki-maki Chen.

Chanyeol dan Chen memang berada di kelas yang sama. Karena tadi Chen yang hilang tiba-tiba dari kelas, Chanyeol harus rela berbohong pada guru Bahasa Mandarinnya dengan mengatakan bahwa Chen sedang ada di UKS. Berterimakasihlah pada Chanyeol yang sudah menyelamatkan hidup mu Chen…

"Mianhae, tadi aku sedang malas ikut pelajaran. Ngomong-ngomong kalian sedang apa? Di sini ramai sekali, ada Kris gege juga. Tak biasanya aku melihat mu berbaur seperti ini, apa ada yang kau incar? Dan hey! Di sini juga ada Luhan ge dan Xi—"

Chen memandang Xiumin cukup lama. Ia baru sadar bahwa ada pujaan hatinya sedang duduk di sana. Merasa diperhatikan, Xiumin menoleh, matanya berkedip-kedip dengan lucu melihat Chen.

"Hai Chennie~"

BLUSH

Pipi Chen memerah seketika. Chennie? Manis sekali

"H-hai, hyung," balas sapa Chen dengan senyuman gugupnya yang malah disambut dengan senyuman manis dari Xiumin. Uhh.. Chen ingin menculik Xiumin sekarang juga.

Orang-orang di sana menatap dua orang itu dengan gemas. Apalagi ekspresi Chen yang begitu menunjukan bahwa ia menyukai Xiumin, membuat Chanyeol, Baekhyun, Luhan dan juga Tao menahan tawa mereka. Sedangkan Kyungsoo dan Jongin hanya bisa saling menatap dan tersenyum satu sama lain. Tunggu.. tunggu… di sini Chen dan Xiumin yang berperan, kenapa malah kalian yang saling melempar senyum manis begitu? Rasanya seperti dua orang yang sama-sama kasmaran. Manis sekali!

Lalu, bagaimana ekspresi Kris? Sedari tadi, ia hanya menatap namja manis bermata panda. Bahkan matanya tak berkedip sama sekali. Demi tingginya yang melebihi rata-rata itu, Kris bersumpah bahwa Tao adalah orang paling manis yang pernah ia temui!

.

.

Di pojok kantin yang masih ramai dengan orang-orang tadi, seorang namja tengah menatap mereka datar. Wajahnya tak berekspresi, tapi siapa pun yang melihat, mereka akan tau ada kesedihan di mata namja itu. Di dalamnya terasa sepi. Tak ada kehidupan, atau pun warna di matanya. Yang ada hanya awan kelabu yang siap menumpahkan isinya kapan saja jika sang empunya mau.

Ia iri.

Ia tak mau sendiri.

Tapi tak ada yang bisa mengubahnya. Semua sudah berjalan dengan seharusnya. Tak ada teman, tak ada sahabat, tak ada cinta. Bahkan ia berpikir, hidupnya tak ada di sini. Raganya hilang. Jiwanya mati.

.

.

Luhan mengalihkan pandangannya menatap seluruh kantin yang mulai sepi. Pandangannya terhenti saat melihat Sehun sedang duduk sendirian di pojok kantin. Saat ia akan membuka mulutnya untuk memanggil Sehun, namja itu sudah bangkit dan pergi. Luhan menatap punggung Sehun sampai hilang di belokan. Entah kenapa, semenjak pertemuannya dengan Sehun waktu itu, membuat Luhan ingin mengenal Sehun lebih jauh lagi.

Apa ini yang Baekhyun rasakan dulu? Saat ia ingin menjadi lebih dekat dengan Kyungsoo? Apa mungkin Luhan harus mengikuti jejak Baekhyun? Hanya Luhan, Tuhan, dan author yang tau akan jawabannya.

.

.

TBC

Oke oke aku tau ini ngaret paraaaah! Buat yang udah nunggu FF ini, mianhae karena aku telat banget ngepostnya. Aku bukan orang yang punya banyak waktu luang, jadi beginilah. Bukannya aku so sibuk, tapi sekolah aku punya sistem yang yah gitulah, aku aja pusing setiap bulan dikasih waktu full ulangan selama seminggu. Tugas numpuk asdfghjkl-_- Sudah aku gamau curhat lagi. Wkwkw

Hmm… gimana sama chapter ini? Memuaskan? Kira-kira siapa yang akan nyusul SuLay ke jenjang yang lebih tinggi/? Apa mungkin KrisTao atau mungkin ChenMin? Atau jangan-jangan KaiSoo? Wkwk saat aja gatau-_- dan jujur, itu Kyungsoo berubah drastis banget. Ya ampun aku gatau mau komen apa tentang Kyungsoo. Dan gimana nih sama kertas Chen? Yang punya udah galau, kira-kira bakal dibalikin gay a? terus-terus gimana sama HunHan? Masa lalu Sehun? Tunggu ajalah! :D

Dan mau ngasih tau aja nih. BUAT SEMUA KAISOO SHIPPER! HAPPY KAISOO DAY! AKU PUNYA FF KAISOO KHUSUS UNTUK ULTAH KAISOO DAN KAISOO DAY LOH TAPI DI POSTNYA GA BISA SEKARANG, SOLANYA MASIH PROSES :D TAPI SEBELUMNYA TOLONG BACA FF AKU YANG "NOONA, SARANGHAE!" DULU YA, KARENA YANG KAISOO ITU SEQUEL DARI FF ITU. JADI STAY TUNE TERUS YAW!

AKU JUGA MAU NGUCAPIN "HAPPY BIRTHDAY DO KYUNGSOO! HAPPY BIRTHDAY KIM JONGIN! BE THE BEST FOR YOU:*** SEMOGA KALIAN ALWAYS TOGETHER FOREVER/?"

AKU JUGA MAU BERTERIMAKASIH BUAT SEMUA YANG UDAH SETIA SAMA FF INI. THANKS TO KALIAN SEMUA :''

Yang mau kenal aku lebih deket bisa kok ngobrol sama aku di

Twitter/line : fzhdryn

WA : 08891254786

Pin : 7AD8A1A8

Dijamin bakal puas kalau chat sama aku wkwk

Makasih kalian semuaaaa:**

.

.

: ini sudah dilanjut. Maaf ya telat post:( makasih buat reviewnya, review lagi ya:*

Kyungie : wah makasih:* review lagi ya:*

Jikooki : PM udah di jawab kan? Ayo kamu pens no satu aku review dan baca terus ya! Makasih:*

Park Hyun-Re Chanbaek : emang ChanBAek itu happy virus. Ngga di ff ga di real bawaannya pengen ngakak XD wkwk Tao belum mau ngaku Kris cowonya, lagian Kris kepedean-_- iya bener, lagi tumbuh benih-benih di hati mereka bertiga/? Makasih ya buat reviewnya! Kamu juga daebak! Momentnya bakal bertamabh seiring berjalannya cerita. Muah maksih banyak:**

OhSooYeol : Yey! KAISOO bersatu semua KAISOO shipper bersorak XD Kyungsoo nyimpen kertas itu? sebenernya ga nyimpen, tapi… tunggu aja di cahp chap selanjutnya XD thanks buat reviewnya:*

GreifannyGS : Wkwk LuBaek kan laper makanya sambil nyomotin makanan. ChanBaek emang pasangan manis sama happy virus juga, yang liat pasti gemes deh hehe usaha Lulu belum berhenti sama situ. Dia akan berjuang buat Sehun. Yeay ayo HUNHAN! Kris kan emang semau dia orangnya-_- wkwk ciee yang blushing juga haha yeaey Kyungsoo ga alone lagi. Yeay KAISOO bersatu/? XD makasih reviewnya. Review dan baca terus ya:**

ArraHyeri : Moment kaisoo disini masih dikit ya? Hmm tunggu aja ya^^ di cahp chap selanjutnya bakal banyak kok. Kalau mau makin banyak lagi baca FF special kaisoo aku makanya #promo haha thanks buat reviewnya:*

Opikyung0113 : kaisoo berlanjut di chap depan. Makasih reviewnya:*

LoveHEENJABUJA : kurang? Tunggu aja di chap chap selanjutnya :D thanks reviewnya:*

Amoebbang : wkwk tebakan kamu benar! Sulay is the first couple in this ff. kaisoonya ditunggu aja. Makasih reviewnya:*

.

.

Mind to review again?