Title : Trust Me It Will All be Good
Author : Feodora Lee
Genre : Drama, romance
Rating : T
Summary : Kau yeoja murahan yang tidak ada bedanya dengan pelacur jalanan./Kyumin/GS/RnR please
Disclaimer : Cerita ini adalah semata-mata untuk menghibur dengan ide yang pas-pasan dan cerita yang biasa, dikupas secara tidak rinci tetapi mempunyai kesenangan sendiri baik penulis maupun yang membaca #disclaimer apa ini. Ok Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan YME begitu juga dengan author dan readers. Jadi berbahagialah kita sama-sama dimiliki Tuhan. ok
Warning : ini fanfic GS. Karena untuk kebutuhan alur cerita. Jadi jika kalian yang tidak suka dengan ff GS langsung aja tinggalkan ff ini. Bukan bermaksud untuk mengusir tapi untuk menghindari adanya bash or flame. Romance, angst, typo
Don't like, don't read n don't copas
Happy reading
.
.
.
Perlahan tapi pasti sang matahari telah tenggelam meneggelamkan sinarnya yang akan diganti dengan rembulan. Ternyata sang marahari telah menyelesaikan tugasnya hari ini untuk menerangi kota Seoul dan sang rembulan menggantikan sinar matahari yang tidak kalah indahnya terpancar menemani malam kota Seoul walaupun sinarnya tidak seterang dengan matahari namun rembulan mampu menenangkan jiwa-jiwa yang penat akan keseharian masyarakat yang telah bekerja seharian. Malam ini begitu indah rembulan bercahaya penuh malam ini ditemani bintang-bintang yang tak kalah cermerlang melukiskan langit malam yang tampak sempurnah. Sungguh indah ciptaan Tuhan karya yang sangat luar biasa melampaui pikiran manusia. Seorang yeoja termenung di balkon rumahnya memandang langit malam. Indahnya langit yang menyuguhkan rembulan dan bintang-bintang bersinar sesuai tugasnya tidak mampu membuat yeoja yang memandangnya merasa tenang ataupun damai dihati dan pikirannya namun kenyataan yang dirasanya adalah rasa kekawatiran yang teramat sangat. Yeoja itu menampakkan raut kecemasan akan sesuatu yang dinantikannya. Sesuatu yang baikkah? Atau sebaliknya?.
.
.
Sungmin pov
.
Ku sekarang berada di balkon rumah memandang langit malam hari ini. Begitu indah menurutku ku yakin mahluk hidup yang menikmatinya sekarang terselip rasa nyaman dan kehangatan yang di pancarkan bulan dan bintang tetapi tidak denganku ada kecemasan dan kekawatiran yang luar biasa di benakku. Hari ini aku begitu gelisah menantikan seseorang yang ku kasihi pulang. Aku menunggu kedatangannya sekarang. Mendengar detakkan jam yang terus berputar membuatku semakin takut. Takut akan apa yang terjadi selanjutnya. Semoga hari ini tidak terjadi apa-apa. Sejam, dua jam, tiga jam aku menunggu. Tapi orang yang ku nantikan tak kunjung tiba. Apakah terjadi sesuatu? Semoga tidak.
Jam telah menunjukkan pukul 11 malam KST. Sekarang aku perpindah posisi di ruang tamu rumahku. Aku masih menunggu dengan raut cemas. Aku tidak lapar, aku juga tidak ngantuk yang ku inginkan sekarang bertemu dengannya. Orang yang teramat sangat ku kasihi yang telah mengisi hari-hariku selama bertahun-tahun, hidup bersama dan telah mempunyai anak hasil dari cinta kasih kami. Ku bersyukur atas apa yang ku peroleh sekarang. Aku selalu memanjatkan syukur setiap aku bangun melihat orang-orang yang ku kasihi berada di sisiku, dan sekarang aku harus memanjatkan doa agar hari ini, nantinya tidak ada sesuatu yang terjadi di antara kami. Ku dengar suara langkah kaki memasuki rumahku, ahh tidak rumah keluarga kecilku. Aku bertambah cemas, takut dan kini tubuhku bergertar. Tubuhku terasa kakuseketika itu juga. Kakiku tidak dapat ku langkahkan untuk mendekat dengan suara langkah kaki tersebut. Ku tahu itu pasti orang yang telah aku nanti-nantikan sedari tadi dengan cemas dan was-was. 'Aku harus menghadapi ini. Aku harus bisa menghadapi ini semua. Demi keluargaku. Demi keutuhan keluarga kami.' Ku tegarkan hatiku dan ku pastikan ini akan baik-baik saja. Setelah diriku tenang, aku melangkah menuju pintu depan rumahku membukanya untuk suamiku tercinta.
GREK
Telah ku buka pintu itu dan begitu terkejutnya aku melihat suamiku tercinta pulang dengan keadaan yang tidak bisa di bilang baik. Ini buruk. Sangatlah buruk. Dia mabuk dan memeluk seorang yeoja. 'Siapa yeoja itu?' ahhhh itu tidak penting untuk saat ini yang terpenting keadaan suamiku sekarang. Haruskah dia seperti ini? Dengan bermabuk-mabukkan? Kali ini aku tidak bisa mengetahui bagaimana cara pikir suamiku.
Ku hampiri suamiku dan ku bopong dia untuk masuk ke dalam rumah kami. Ku lihat yeoja ini masih saja ikut membopong suamiku.
"Aku saja yang membawa suamiku," ucapku kepada yeoja yang tak ku kenali itu. Dia langsung melepas suamiku dan berhenti diam melihatku terus melangkah membawa masuk suamiku. Ku rebahkan tubuh suamiku ke sofa ruang tami kami. Untuk sementara ku biarkan dia di situ dank u hampiri lagi yeoja itu. Aku penasaran dengan yeoja yang membawa suamiku. Apa hubungan dia dengan suamiku.
"Kau siapa dan apa hubunganmu dengan suamiku?" ucapku bertanya dengan kata penekanan kepadanya.
"Victoria imnida. Bangapseumnida. Saya sekretaris baru tuan Cho," ucapnya lalu menunduk member hormat kepadaku.
"Apa suamiku mabuk bersama mu? " aku masih penasaran dengannya. Jujur aku tidak suka ada yeoja yang berdekatan dengan suamiku apalagi memeluknya. Oh tidak, yeoja ini tidak memeluknya tetapi membopong suamiku tapi tetap saja ada rasa tidak suka di benakku melihat dia memegang erat suamiku.
"Tidak, Tuan Cho mabuk dan pihak bar menghubungi kantor untuk membawanya pulang. Waktu itu saya masih di kantor mengangkat panggilan tersebut dan langsung menuju tempat tuan Cho setelah membayar tagihan saya membawa kesini. Ini tagihannya " yeoja itu memberikan bil minuman itu kepadaku. ku tak tahu maksud yeoja itu. Memberikan bukti atas perkataannya atau mau menagih minuman yang telah di minum suamiku.
"Terima kasih kau telah mengantarkan suamiku ke sini. Besok akan ku bayar tagihan minuman suamiku. Terima kasih atas waktu dan kerelaanmu." Aku coba untuk tersenyum kepadanya.
"Sama-sama. Senang bisa membantu. Kalau begitu saya pulang dulu nyonya Cho. Selamat malam." Setelah mengatakan itu dia berbalik dan meninggalkan rumah kami. Sebelum semakin menjauh aku mengucapkan selamat malam kepadanya dan masuk menemui suamiku.
" Kyu, kau tidak apa-apa?
"Eenghh!" Suara lenguhan Kyuhyun menandakan dia masih berada dalam kendali minuman memabukkannya. Sebagai istri yang khawatir akan keadaan suami hanya bisa membeli lembut pipi tirus suaminya. Dibawanya suaminya ke dalam kamar mereka lalu merebahkan di ranjang king size mereka. Dengan telaten Sungmin membuka sepatu dan pakaian suaminya dan menggantikannya dengan piyama suaminya. Setelah selesai Sungmin hanya memandang keadaan suaminya tersebut.
" Begitu sakitkah perasaanmu sampai kau mabuk seperti ini? Mianhae.." Lalu pergi meninggalkan suaminya di kamar mereka menuju kamar Minhyun anak laki-laki mereka.
.
.
.
.
0o0o0o0o0o0o0o0o0
.
.
Pagi menjelang mentari dengan gagahnya memancarkan sinar menerangi seluruh penjuru bumi yang bisa di sentuh olehnya, terangnya sinar pancarnya sampai menusuk keretina namja tampan yang lagi tertidur pulas.
"Eenghh!" Eluhnya karena sang mentari menunjukkan ketangguhannya di pagi hari seakan membangunkan namja tampan yang bermalasan di ranjangnya. Mentari bagai berbisik 'bayak hal yang dapat kau laui hari ini'. Sadar akan sinar mentari namja tanpan itu pun bagun dan bergerak meninggalkan kamar.
Seorang yeoja manis sedang berkutat di dapur, memasak untuk orang yang di cintainya. Sedangkan Minhyun anak laki-lakinya duduk di meja makan menandang ibu yang sibuk dengan apa yang di kerjakan. Seorang namja yang tak lain adalah Kyuhyun suami dari Sungmin menghapiri mereka. Tak ada senyuman hangat yang di lontarkannya untuk sang istri ataupun anknya seperti biasanya, yang ada hanyalah tatapan yang menakutkan yang bisa dirasakan oleh sang istri. Istri yang dapat melihat ketidak sukaan sang suami kepadanya hanya bisa tersenyum getir.
"Pagi Kyunnie." Istrinya mencoba menyapa sang suami tapi tak ada tanggapan dari suaminya. Hanya rasa kecewa dan kepedihan yang di rasakan sang istri di pagi yang begitu indah ini. Sang suami menghampiri sang anak yang duduk manis masih memandang sang eomma yang kembali melanjutkan masaknya.
" Pagi baby " sapa sang appa untuk buah hatinya
" Pagi appa " lalu kembali memerhatikan sang eomma tercinta. Kyuhyun yang merasa dicuekin melihat siapa yang tegah di perhatikan anak kesayangannya ini dan begitu tak sukanya dia melihat ternyata istrinya yang tegah di tatap anaknya. 'cihhh'.
.
.
.
Siang harinya Kyuhyun yang ingin menuntut sang istri membawa paksa istrinya ke ruang pribadinya yaitu ruang kerjanya yang berada di sebelah kamar mereka.
BRUG
Kyuhyun mancampakkan sang istri dan mencampakkannya.
"Kau wanita jalang. Apa yang kau lakukan kemarin itu? kenapa kau berada di kantor namja sialan itu?"
"Aku.. aku diajaknya makan siang dan aku tak menyangka dia melakukan hal itu terhadapku"
"Shit " maki Kyuhyun.
"Kenapa kau mau di ajaknya makan siang? Bukankah sudah ku katakan kau menjauhinya? Tak menyangka kau bilang? Bilang saja kau suka dengan kegiatan kalian yang biadap itu. "
"Tidak Kyu. Sungguh. Dia minta maaf kepadaku telah mengganggu rumah tangga kita dan sebagai tanda maafnya aku diajaknya makan siang bersama. Aku tidak enak untuk menolak sehingga ku terima ajakkannya itu. Aku tak bermaksud lain. Kau harus percaya dan kejadian itu. Dia yang mendorongku, memelukku dan mencium paksa aku kyu. Aku tak menyangka akan seperti ini dan kau langsung datang. Tolong mengertilah "
PLAK
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi kiri sang istri. Mata Kyuhyun memerah. Menandakan dia telah dirasuki cemburu, marah, emosi yang tinggi dan iblis mengiuasai dirinya sekarang sehingga sang istri habis di siksa oleh sang suami beruntung ketika sang anak menyelakatkan ibunya dan menghentikan kekerasan yang dilakukan sang suami oleh istrinya. ( baca yang sebelumnya )
.
.
Kyuhyun Pov
.
Dia telah menghianatiku. Teganya kau menghancurkan kepercayaanku kepadamu. Aku tak menyangka melihat istriku bergumul dengan namja lain. Aku melihat langsung apa yang telah mereka lakukan di ruang milik namja brengsek tersebut. Mereka berciuman panas, istriku yang membuka mulutnya untuk dimasuki oleh namja brengsek itu. Hatiku sakit, sangat sakit. Lee Sungmin bertahun-tahun aku mencintaimu, hidup bersama menjalani sebuah rumah tangga yang begitu manis bersama dan kini ku terluka oleh kelakuanmu yang nista itu. Kau anggap aku ini apa?'
Ku teringat kembali keadaan yang membuatklu terbakar cemburu. Kejadian itu benar-benar menguras hati, jiwa dan perasaanku.
Flashback
Aku yang masih sibuk di kantor berkutat dengan pekerjaanku yang masih bayak dan menunpuk. Aku dengar ada nada panggil yang menghentikan aktifitasku ternyata aku mendapatkan sms dari nomor yang tidak di kenal
dear : 0xxxxxxxxx
'Istrimu sedang berada di kantor namja yang mencintai istrimu. Ku rasa dia mau menyerahkan dirinya untuk namja itu.'
Ku coba menelepon nomor tersebut tetapi tidak aktif. Aku yang semula berkutat dengan pekerjaanku menjadi memikirkan istriku. 'Apakah itu benar'. Aku tak bisa bekerja seperti ini, dengan sangat penasaran aku datang ke kantor namja brengsek itu untuk memastikan kebenaran yang ada dan apa yang ku lihat di dalam ruangan namja brengsek itu? Ku lihat dia telah bercumbu dengan istriku. Seakan tak tahu dengan kedatangan orang atau tidak peduli mereka masih saja saling memangut bibir. Aku sungguh marah ku lepaskan istriku dari namja itu dan langsung ku pukul wajahnya dengan tinjuku. Satu pukulan telak mengenai pipinya. Ku pukul terus menerus namja brengsek itu sampai aku puas melihat dia terkulai lemas dan ku seret istriku dari kantor namja brengsek itu sampai ke halaman kantor namja itu, dengan sangat emosi dan marah ku tampar pipi istriku hingga dia terjatuh ke lantai dan ku tinggalkan dia begitu saja. Aku tidak ingin lagi kembali kekantor. Ku nayalakan mobilku dan ku cari ketenanganku sendiri untuk melupakan persoalan yang sangat menguras otak dan hatiku. Sampai malam tiba aku terus minum. Ku tumpahkan semua rasa kesal dan sakitku pada minuman itu sampai aku tertidur pulas.
Flashback and
.
Sekarang apa yang harus ku perbuat. Ini terlalu tiba-tiba. Hatiku teramat sakit dengan kenyataan ini. Kenapa ini harus terjadi. Istriku berselingkuh. 'Bagaimana denganku? Apakah kau tidak memikirkan aku?' hatiku masih sakit dengan semua ini. Aku tidak terima atas perlakuannya. Terlebih lagi dia tidak mengakui. Aku sekarang membenci istriku. Teramat sangat membencinya. Apa yang terjadi setelah ini? Aku tidak tahu.
.
Kyuhyun Pov End
.
.
.
Sungmin Pov
.
Sakit semua badanku tak sebanding dengan rasa sakit hati yang ku rasakan. Walaupun kini aku penuh akan luka dan lembam tapi ini tak sesakit hatiku. Dia namja yang selalu ku cintai melakukan hal seperti ini terhadapku. Untuk pertaman kalinya dia memukulku. Dia seperti orang yang lagi kesetanan saat memukulku. Andai dia tahu apa yang terjadi. Ini tidak seperti yang dibayangkannya.
flashback
Aku mendapat telepon dari namja yang sudah lama ku kenal. Ku tahu dia punya perasaan terhadapku tapi cintaku terhadap Kyuhyun menepis semua perasaannya. Namja itu bernama Lee Donghae, temanku sewaktu Junior High school sampai sekarang. Dia mengajakku makan siang sebagai tanda maaf karena dia yang tak kunjung berhenti mencintaiku dan Kyuhyun tahu itu sejak lama. Aku tahu Kyuhyun pasti tidak akan memberiku izin untuk menemuinya tapi aku juga tidak tega menolak ajakannya karena dia bersikap baik untuk meminta maaf dariku. Dia selalu menjadi permasalahan hungunganku dengan Kyuhyun. Setiap kali kami bertengkar, pertengkaran kami hanya seputar namja yang mencintaiku ini. Aku yang menyambut niatan baik seorang Lee Donghae menyanggupi permintaannya. Dia memintaku menemuinya ke kantornya karena dia masih sibuk dengan pekerjaannya yang masih ada. Aku yang telah berada di depan ruangannya mengetuk pintu namja itu seakan ada sautan aku masuk dan menghampirinya. Senyuman manis di berikannya kepadaku dan tidak menggurangi rasa hormat ku balas senyumannya itu. Tapi sungguh tak ku sangka dia menarik tanganku dan memelukku. Mungkin itu adalah pelukan seorang teman. Ku balas pelukannya. Aku mulai merasa ada keganjilan dari pelukan ini, semakin lama semakin erat dan sesak. Aku mencoba untuk melepas pelukannya tapi apa daya kekuatanku tak sebanding dengannya, dia semakin erat memelukku hingga membuatku susah bernafas. Ku pukul dadanya untuk melepas pelukan ini. Ku rasakan pelukannya melonggar dengan cepat dia menciumku. Aku menolak ciumannya itu dengan menggeleng-ngelengkan kepala tapi tak ku sangka dia semakin bernafsu menciumku, mungkin dia berfikir aku membalas ciuman yang di layangkannya, dengan tendangan keras aku menendang kemaluan namja yang tengah asik menciumku, ku dengar erangannya yang cukup keras. Ku rasa dia telah gelap mata di dorongnya aku hingga terjatuh di sofanya dengan segera dia menindihku, membuka kancing bajuku. Aku tak terima ku tepis tangannya yang mencoba membuka kancing ketiga di baju yang ku kenakan tapi yang terjadi dia menamparku menciumku kembali. Aku merasa di lecehkan ku tendang 'itu'nya lagi hingga aku menuju pintu ruangannya dengan cepat. Sebelum aku berhasil meraih kenop pintu dia menarik lenganku mendorong tubuhku ke dinding dan kembali melumat bibirku dengan rontahan yang ku lakukan dia semakin memperdalam ciumannya. Aku merasa ada tarikan kuat di lenganku dan
BRUG
Kyuhyun datang memukul Donghae sampai namja itu terjatuh ke lantai. Kyuhyun terus memukili Donghae sampai dia puas dan menarikku meninggalkan Donghae yang terpuruk lemas sesampainya di halaman kantor kerja Donghae, Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya dan melepaskanku hingga aku terjatuh ke lantai parkiran, masih dengan sakit yang ku rasakan di tangan dan sakit tercium lantai ku pandang Kyuhyun pergi meninggalkanku.
Flashback and
.
Ku tidurkan anakku setelah menghabisi susunya, aku mengobati lukaku masih berada di kamar anakku . Dengan rasa yang begitu perih dan sakit ku menangis di sela-sela kegiatanku mengobati diriku sendiri. Ku menangis dalam diam agar anakku tak mendengar tangis yang memilukan dariku.
"Kyu, jangan seperti ini. Ku mohon," rintihku.
.
.
Sungmin Pov And
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
.
Bagaimana di Chap ini?
Semuga tidak mengecewakan.
Disini masih dengan perasaan yang di rasakan oleh masing-masing cast.
Ku harap kaian menyukainya.
Apa chapter ini terlalu singkat? Menurutku tidak.
Saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai chapter selanjutnya.
Di chapter depan mengenai tindakan Kyuhyun terhadap Sungmin. Ini bukan bentuk pemukulan dan kekerasan lainnya tetapi bagaimana tindakan yang harus dihadapin Kyuhyun untuk istrinya.
Apa kalian mau memberi saran?
.
..
.
Terima kasih telah membaca fic ini.
Panggil saya Feo aja yahhhhh
Salam kenal untuk kalian yang baru mengenal saya
Saya sendiri tak menyangka mendapat respon baik dari kalian.
Tetap stay di fic ini yahhhh
.
.
Bales Review
skyMonkey 3012 : hi Sena. Senang kenal kamu. Terima kasih udah jadi reviewku yang pertama. Ini udah lanjut. Semoga mengobati rasa kebingungan kamu yah.
LEETEUKSEMOX : ini udah lanjut chingu. Gumawo udah penasaran
Isnaeni love sungmin & Evil thieves : yap udah ne. gumawo udah review chingu ^ ,^)
WindaaKyuMin : udah di jawabkan di chapter ini. Kyuhyun kejam banget, lebih kejam dari fic lain (?) benarkah? Aku juga ngerasa keg gtu. Hehehhe. Sesuai dengan alur cerita Kyuppa harus seperti itu.
Cho Kyuri Mappanyukki : min akan selalu bersabar. Thanks yah
Kim Soo Hyun : demi cinta. Hahahaha. Feo sendiri juga ngeri nulisnya
Nikyunmin : happy and (?) lum tau juga. Ne udah lanjut.
Sunghyunnie : semoga rasa penasarannya terobati. Gumawo udah review
.
.
.
Sebelum nulis ini fic author dengerin lagu padi terbakar cemburu. Bagus banget lagunya dan langsung dapet ide tuk lanjut ini fic. Adakah yang masih menyukai lagu-lagu band yang dulunya berjaya di kancah musik indonesia?
.
.
Saya ingin menyampaikan dirgahayu Indonesia yang ke 67. semoga indonesia lebih baik lagi. amin
.
Ok deh sampai sini dulu cuap-cuapnya.
Sampai ketemu di chapter depan yahhh…..
.
.
Akhir kata
REVIEW
