Title : Trust Me It Will All be Good

Author : Feodora Lee

Genre : Drama, romance

Rating : T

Summary : Kau yeoja murahan yang tidak ada bedanya dengan pelacur jalanan./Kyumin/GS/RnR please

Disclaimer : Cerita ini adalah semata-mata untuk menghibur dengan ide yang pas-pasan dan cerita yang biasa, dikupas secara tidak rinci tetapi mempunyai kesenangan sendiri baik penulis maupun yang membaca #disclaimer apa ini. Ok Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan YME begitu juga dengan author dan readers. Jadi berbahagialah kita sama-sama dimiliki Tuhan. ok

Warning : Ini fanfic GS. Karena untuk kebutuhan alur cerita. Jadi jika kalian yang tidak suka dengan ff GS langsung aja tinggalkan ff ini. Bukan bermaksud untuk mengusir tapi untuk menghindari adanya bash or flame. Romance, angst, typo

Don't like, don't read n don't copas


Sungmin Pov

Apapun yang akan terjadi nanti mungkin ini yang terbaik namun dihati kecilku ini belum bisa melepas keluarganya yang telah di bina bertahun-tahun. Di sinilah kebahagiaanku tapi sekarang disinilah awal pendiritaan dan perpisahan. Ku tatap anakku yang tidur damai di sampingku. Ku elus surai hitamnya dan Minhyun tiba-tiba memelukku erat. Ini sangatlah berat. Tak bisa dibanyangkan meninggalkan anak yang sangat ku sayangi dan pergi dari sisinya dan nantinya aku tak bisa melihat perkembangan putra kecilku ini.

"Apa yang harus eomma lakukan? Eomma sangat menyayangimu. Sejak kau hadir di perut eomma, kau memberi kebahagiaan yang begitu besar bagi kami dan ketika kau lahir mengecap kehidupan kau melengkapi kebahagiaan kami yang semakin bertambah. Sejak kau hadir di bumi ini eomma menjadi wanita sempurna seutuhnya tetapi keadaan kita menjadi seperti ini. Kau yang membuat eomma sampai detik ini bertahan, Cuma kamu yang menjadi tempat penghiburan eomma. Terimakasih baby, kau selalu menjadi penyemangat eomma. Selalulah seperti ini menjadi kekuataan dan motivasi eomma. Selamanya eomma mencintaimu. Jangan pernah meragukan eommamu jikalau kita berpisah tapi kasih sayang eomma buatmu selalu menghampirimu selamanya. Kelak jadilah anak yang baik dan berbakti, doa eomma menyertaimu".

Sungmin pov end

Sungmin akhirnya tak kuasa membendung air matanya, setetes cairan bening keluar membayangkan bagaimana nantinya dia berpisah dan hidup jauh dengan anaknya. Tak dapat di ketahui bagaimana kehidupannya kelak jika semua mimpi buruk yang akan dihadapinya terjadi. Tak sengaja Sungmin memadang surat yang tadi dilayangkan Kyuhyun padanya.

'Tuhan jika perpisahan yang menjadi jalan terbaik beri aku kekuatan untuk melalui hidupku dengan kuasamu dan untuk saat ini beri aku penghiburan dan tenaga baru untukku memperjuangkan keluargaku', ucap Sungmin dalam hati. "Amin"

.

.

Hari ini telah dilalui Sungmin dengan baik, masih dengan mengurus anaknya yang semakin hari semakin lincah dan ingin tahu. Sungmin sedang dan bersyukur karena sampai saat ini dia masih dapat melihat pertumbuhan anaknya yang semakin menggemaskan. Sejak saat itu tak ada komunikasi diantara Sungmin dan Kyuhyun, meskipun begitu Kyuhyun tidak lagi pulang sampai larut malam. Setidaknya dia bisa melewati malamnyanya dengan keluarganya tepatnya dengan jagoan kecilnya.

.

.

Kyuhyun Pov

Ketika jam menunjukkan jam pulang kantor aku langsung melesat ke rumah. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu aku ingin merasakan saat-saat terakhir bersama keluargaku sekarang walaupun nantinya aku hanya terfokus kepada jagoan kecilku setidaknya Sungmin masih menjadi istriku. Ku tahu tindakanku selama ini kepadanya kasar terkadang aku juga tak menyangka akan berbuat seperti itu memperlakukannya tetapi aku tak kuasa setaip kali melihatnya rasa cembutu dan terhianati selalu menghampiriku. Aku juga terkadang menyesali perbuatanku yang menyakitinya dan yang menjadi korban selalu anakku. Setiap kali kami bertengkar aku selalu pergi dan jarang pulang ke rumah, anakku yang masih dalam pertumbuhan dan memerlukan kasih sayang ekstra orangtuanya harus merasakan ketidaknyamanan perdebatan orangtuanya dan selalu kehilangan sosok appa dalam beberapa waktu. Setidaknya sampai akhirnya kami cerai dengan Sungmin menandatangani surat cerai aku ingin melalukan yang terbaik untuk anakku untuk mendapatkan moment dan kasih sayang kedua orangtuanya yang masih utuh.

Ku pandangi tingkah lucu anakku yang begitu menyenangi mobil yang baru ku beli untuknya, senang dan senyum yang mengembang tak luput dari wajahnya. Ekspresi bahagia yang di torehkannya membuatku damai dan hangat seperti keluarga utuh yang bahagia tanpa ada masalah yang menghadang. Sungmin berada di samping anak kami menemani jagoan kecil kami bermain begitu bahagia sesekali tertawa melihat mobilnya melaju dan terjatuh membuat senyum terpancar di bibir Sungmin. Ku sadari Sungmin adalah ibu terbaik untuk anakku, begitu menyayangi dan melindungi dan dulu Sungmin menjadi istri yang terbaik juga untukku. Tapi keadaan sekarang sudah berbeda, tak ada lagi Sungmin yang memenuhi kebutuhanku memang aku yang menyuruhnya tidak mengurusi segala kebutuhanku dirumah bahkan tak mengizinkannya memasuki kamarku yang dulunya menjadi kamar miliknya juga. Jika kami telah berpisah anakkulah yang menjadi korban utama dalam kehancuran rumah tangga ini. Siapa yang akan menggantikan posisi Sungmin nanti untuk mengurus anakku? Apakah Minhyun annti dapat menerima orang lain yang mengganti ibunya? 'Maafkan appa baby, appa sungguh bersalah kepadamu', batin Kyuhyun.

Jika nanti kami resmi bercerai kuharap kehidupanku bersama anakku kelak akan lebih baik dan mendapatkan kebagaiaan kembali bersama orang yang akan menjadi eomma baru buat anakku Minhyun. Jujur kalau ditanya apakah aku mencintai Sungmin, aku akan menjawab ya karena masih ada rasa cinta dariku untuknya. Sejujurnya aku tak rela melepasnya, seorang yeoja yang telah kuperistri selama tiga tahun dan berpacaran selama kurang lebih lima tahun tak begitu mudah untuk melupakannya tapi ku tahu ada orang yang selalu mencintainya lebih dari aku mencintainya yang sudah terlalu lama mencintainya sejak mereka kecil. Sahabatnya yang menjadi sainganku sejak aku pertama kali bertemu dengan Sungmin. Sekarang atau nanti tak ada bedanya ku tahu dia merebut Sungmin dariku dan akhirnya Sungmin pergi, jadi lebih baik aku melepasnya. Aku tak tahu jalan yang ku tempuh ini baik atau tidak, semoga ini jalan yang terbaik.

.

.

0o0o0o0o0o0o0

.

.

"Kyu, aku telah memutuskan", ucap Sungmin yang berada di dekat pintu kamar Kyuhyun

"Apa", Kyuhyun hendak memasuki kamarnya"Aku tak akan menandatangani surat itu". Seketika Kyuhyun menggeram marah

"Wae?"

"Aku ingin mempertahankan rumah tangga ini"

"tidak ada yang harus di pertahankan, cepat selesaikan dan tak ada lagi masalah"

"Tidak, aku tetap akan mempetahankan rumah tangga kita, aku tak sanggup melepasmu dan anak kita. Aku begitu mencintai kalian, aku mencintai keluargaku"

"Cih, pergilah aku mau masuk", ucap Kyuhyun memasuki kamarnya dan hendak menutup pintu kamarnya.

"Kyu, mari kita memperbaiki semuanya. Ku mohon. Ini semua salah paham". Sungmin mencoba menghalangi pintu kamar Kyuhyun dengan kedua tangannya.

"Tidak, sudah ku bilang tak ada yang perlu diperbaiki. Aku sudah melepasmu. Pergilah sesuka hatimu", ucap Kyuhyun sambil melepas tangan Sungmin dari pintu kamar Kyuhyun.

"Ayolah Kyu, sudah kubilang tak seperti pikiranmu. Itu semua tidak benar. Aku tak menyangka peristiwa itu terjadi". Sungmin berusaha memperkuat pengangannya pada pintu kamar Kyuhyun yang pada saat itu Kyuhyun mencoba melepas tangan Sungmin

"Ku bilang tidak ada lagi yang harus dibicarakan. Lepas pintu ini. Aku lelah". Dengan kekuatan seorang laki-laki Kyuhyun menarik paksa tangan Sungmin dan menghempaskan sampai Sungmin terjatuh ke lantai. Kyuhyun langsung menutup pintu kamarnya setelah terlepas dari tangan Sungmin.

TOK..TOK..TOK

Sungmin mengetok pintu kamar Kyuhyun yang dibanting sangat keras oleh orang yang menghuninya. Sungmin menangis

"Kyu, hiks.. megertilah. Aku membutuhkanmu begitu juga dengan Minhyun. Tak ada yang berpisah. KYU DENGARKAN AKU. KU MOHON". Tak ada jawaban dari Kyuhyun.

"Hiks..hiks.. Kyunie, aku sangat mencintaimu tak akan menghianatimu. Percayalah". Sungmin mengedor-ngedor pintu kamar Kyuhyun dengan posisi Sungmin masih di bawah lantai sama seperti saat Kyuhyun menghempaskan tubuh Sungmin agar menjauh dari kamarnya.

TOK..TOK..TOK

"Baiklah Kyu, aku minta maaf,. Jika itu maumu. Mianhae ne? Aku bersalah. Aku mengaku bersalah. Jangan seperti ini. Hiks..hikss.. Kyu". Sungmin masih berusaha mencoba

"Kyuhyun, apa lagi yang harus aku perbuat. Pikirkan Minhyun, dia masih terlalu kecil untuk menghadapi ini. Pikirkan anak kita, dia membutuhkan kita sebagai orangtuanya"

"Kyu...KYU..KYUUU..KYUHYUN" Sungmin berteriak dan menggedor makin kencang pintu kamar milik Kyuhyun.

"JEBAL KYU". Tak ada jawaban. Sungmin menangis

"Hiks..hiks... kyu". Masih dengan isak tangisnya Sungmin menutup mukanya dengan telapak tangannya beberapa lama sampai tak terdengar lagi isak tangis Sungmin. Sungmin menyerah. Sejauh ini dia sudah berusaha.

.

Dengan langkah yang tertatih Sungmin memasuki kamar anaknya. Di bukanya Knop pintu kamar lalu meringkuk di kasur milik anaknya yang sekarang menjadi kasur miliknya juga.

"Minhyun baby, maafkan eomma yah, eomma sudah berusaha, eomma sudah mencoba mempertahankan kita tapi sepertinya tak ada hasil apapun. Eomma sudah melakukan yang terbaik. Mungkin inilah jalan untuk kita. Eomma tak bisa lagi menjagamu, eomma tak bisa lagi menemanimu. Maafkan eomma". Sungmin memeluk anaknya erat, seakan tak ingin pisah.

"Baby, jangan pernah membenci eomma. Berjanjilah, kita hanya berjarak tempat tapi hati eomma selalu dekat denganmu. Jangan pernah lupakan eomma. Semoga kita bertemu lagi. Jadilah yang terbaik yang selalu menjadi kebanggaan eomma. Jika suatu saat kita betemu rasakan cinta dan kasih sayang eomma yang selalu ada dihatimu. Hiduplah dengan baik ne?" Sungmin menciumi kening anaknya. Air matanya tumpah.

Malam ini Sungmin berkemas. Tak banyak baju yang ada di kamar anaknya mengingat lemari pakaiannya ada di kamar Kyuhyun. Dengan sisa ketegaran yang dimilikinya Sungmin berusaha untuk menghadapi ini semua. Malam ini Sungmin tidur memeluk Minhyun sangat erat untuk terakhir kalinya. Lelah dirasakannya terutama hatinya yang teramat lelah. Besok pagi-pagi sekali Sungmin harus meninggalkan rumah ini. Meninggalkan anak dan seseorang yang melepaskannya.

.

"Selamat tinggal Minhyun baby, tumbuhlah dengan baik". Sungmin mencium anaknya dengan bertubi-tubi sebisa mungkin disetiap jengkal wajah anaknya dan terakhir di tangan kanan anaknya. "Jangan menangis. Eomma mencintaimu".

.

.

0o0o0o0o0o0o0

.

.

Matahari menampakkan cahyanya. Kyuhyun dengan enggan bangun untuk bersiap-siap berangkat ke kantor. Setelah yakin penampilannya sudah tampan dan siap untuk berangkat Kyuhyun melangkahkan kaki keluar dari kamarnya. Pintu Kyuhyun terbuka dan terlihat map coklat di dekat pintu kamarnya. Diambilnya map tersebut lalu dibukanya. Map yang berisikan surat tersebut dengan jelas menampakkan surat cerai yang sudah lengkap dengan tanda tangan kedua belah pihak. Itu artinya Kyuhyun dan Sungmin telah resmi bercerai. Mengetahui hal tersebut Kyuhyun segera berlari ke kamar anaknya. Berbagai macam pemikiran dipikirkan Kyuhyun, tapi begitu kamar Minhyun terbuka terpampanglah tubuh anaknya yang masih tidur dengan nyamannya tak lupa selimut yang tertutupi sampai keleher. Perasaan lega dirasakannya setelah melihat anaknya berada di kamar. Kyuhyun mendatangi anaknya, dielusnya surai hitam anaknya.

"Baby", ucap Kyuhyun. Sedari tadi Kyuhyun berada di kamar anaknya, Kyuhyun tidak melihat tanda-tanda keberadaan eommanya Minhyun yaitu mantan istrinya setelah Kyuhyun melihat tanda tangan Sungmin yang tertera di surat tersebut. Dengan perasaan was-was Kyuhyun melihat lemari anaknya yang telah merangkap menjadi lemari Sungmin juga, tak ada lagi pakaian Sungmin.

"Berarti Sungmin telah pergi". Kyuhyun tak percaya dengan ini. Masih semalam mereka bertengkar lagi masalah perceraiannya begitu gigihnya Sungmin mempertahankan rumah tangga mereka dan sekarang Sungmin pergi dengan hanya meninggalkan Map Coklat yang berisikan Surat Perceraian mereka. Kyuhyun melihat sekeliling dilihatnya sebotol susu untuk anaknya lalu disentuhnya botol susu itu.

"Hampir dingin". Berarti Sungmin sudah agak lama meninggalkan kediaman mereka.

"Semuanya selesai?", tanya Kyuhyun yang ntah ditujukan kepada siapa. Tak berapa lama setetes air mata jatuh di pipi pemuda tampan yang sudah memiliki anak ini dengan status baru yang disandangnya kini.

"Tak ada kata perpisahan?"

"Kau meniggalkan kami begitu saja.."

.

.


.

.

Aduh sebenarnya saya tak kuat ngetiknya. Tapi di setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Ok. Terimakasih sudah membaca. Saatnya review.

Terimakasih bagi yang sudah mereview chapter kemarin, saran dan masukan lainnya dipertimbangkan. Terimakasih buat semangat yang kalian berikan. Tak ada curhat saya untuk chap ini walaupun banyak peristiwa yang membuat perjalanan penelitian terhambat *#Tuh curhat tor!# yah sudahlah

maaf telat 1 hari updatenyakarena beberapa hal