Title : Trust Me It Will All be Good

Author : Feodora Lee

Genre : Drama, romance

Rating : T

Summary : Kau yeoja murahan yang tidak ada bedanya dengan pelacur jalanan./Kyumin/GS/RnR please

Disclaimer : Cerita ini adalah semata-mata untuk menghibur dengan ide yang pas-pasan dan cerita yang biasa, dikupas secara tidak rinci tetapi mempunyai kesenangan sendiri baik penulis maupun yang membaca #disclaimer apa ini. Ok Kyuhyun dan Sungmin milik Tuhan YME begitu juga dengan author dan readers. Jadi berbahagialah kita sama-sama dimiliki Tuhan. ok

Warning : Ini fanfic GS. Karena untuk kebutuhan alur cerita. Jadi jika kalian yang tidak suka dengan ff GS langsung aja tinggalkan ff ini. Bukan bermaksud untuk mengusir tapi untuk menghindari adanya bash or flame. Romance, angst, typo

Don't like, don't read n don't copas


Pagi hari selalu membuat kepala Kyuhyun pusing. Selalu ada saja kejadian yang membuat dia stress dan emosi. Setiap berangkat ke kantor penampilannya tidak lagi rapi seperti biasa dia berpenampilan. Terkadang rambut yang sudah acak-acakan karena di jambak olehnya sendiri, baju yang sudah keluar begitu juga dengan dasi yang bergeser tidak lagi di tempatnya. Hal ini telah berlangsung 1 minggu tepatnya setelah Sungmin pergi. Setiap pagi Kyuhyun harus mengurus anaknya terlebih dahulu. Memberi sarapan plus minum susu, memandikan Minhyun, dan menenangkan Minhyun menangis karena Minhyun menginginkan eommanya ada bersamanya. Karena sekarang Minhyun hanya dirawat oleh Kyuhyun dengan terpaksa Kyuhyun membawa anaknya ke kantor karena Kyuhyun tidak percaya untuk menyerahkan anaknya untuk di asuh oleh pembantunya di rumah. Sekarang ruangan kantor Kyuhyun telah berubah. Ada banyak mainan anak, box bayi yang terkadang Kyuhyun terpeleset karena tak sengaja menginjak mainan anaknya. Malam harinya Kyuhyun juga merasakan yang lebih berat lagi. Minhyun yang tidak mau makan, Minhyun yang ingin di peluk oleh oemmanya saat tidur dan selalu berakhir dengan tangisan yang kencang. Kyuhyun sangat frustasi untuk menjaga dan merawat babynya. Kyuhyun tidak tahu bagaimana cara Sungmin sebelumnya merawat Minhyun hingga sampai sekarang.

"Sungguh sangat melelahkan", ucap Kyuhyun.

Setelah Sungmin pergi, Minhyun yang sudah bangun menyadari tidak ada eommanya di sampingnya langsung menangis sejadinya dan dimulai saat itu awal dari hidup baru Kyuhyun dimulai.

"Kalau seperti ini terus aku bisa gila" Kyuhyun meluruskan ototnya dan mengelus tengkuknya pertanda lelah setelah menidurkan anaknya sejak dua jam yang lalu. Kyuhyun menuju kamar miliknya dan ingin secepatnya beristirahat.

.

.


"Vic, bisakah kau menjaga Minhyun selama aku rapat?"

"Ne sajangnim" dengan membungkukkan sedikit badannya. Hal ini sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Ketika Kyuhyun harus rapat, kedatangan tamu dan pergi kontrol lapangan. Victoria selalu menjadi alternatif baru untuk menjaga Minhyun selama Kyuhyun bertugas dan pekerjaan ini menjadi pekerjaan tambahan untuk Victoria. Awalnya Victoria sulit untuk menangani Minhyun karena Minhyun yang tidak terbiasa dengan orang baru tetapi dengan kesabaran yang dimilikinya Victoria sudah dapat menjaga Minhyun. Minhyun sudah dapat menerima Victoria, tidak sepenuhnya menerima karena Minhyun selalu ingin berada di samping eommanya bukan orang lain.

.

Kyuhyun langsung pergi ke ruangannya setelah rapat selesai. Kyuhyun tak ingin berlama-lama meninggalkan anaknya yang sekarang dititipkan kepada sekretarisnya. Ketika Kyuhyun membuka pintu ruangannya Kyuhyun melihat Minhyun telah tertidur dipelukan sekretarisnya, Kyuhun tersenyum melihat pemandangan bagus untukknya.

"Vic"

"Sittt, Minhyun sudah tidur", dengan suara yang pelan dan gerakan tubuh memberitahukan Kyuhyun agar tidak terlalu berisik.

"Baiklah, terimakasih sudah menjaga Minhyun selama saya rapat", ucap Kyuhyun dengan memberi senyuman terbaiknya untuk sekretarisnya.

"Ne sajangnim. Awalnya Minhyun sulit diatur tetapi Minhyun cukup dapat diatasi. Minhyun anak yang penurut jika diberi sesuatu yang disukainya", jelas Victoria

"Sepertinya kamu sudah dapat mengasuh Minhyun dengan baik"

"Ne, dia anak yang manis". Victoria tersenyum. "Kalau begitu saya permisi tuan Cho"

"Ne silahkan"

.

Sejak Victoria pergi Kyuhyun selalu memikirkan Victoria. Bagaimana kebaikan Victoria terhadapnya dan Minhyun. Bagaimana Victoria dapat menjaga dan merawat Minhyun dengan baik dan Minyun yang dapat menerima Victoria. Seperinya Kyuhyun menyukai Victoria. Mungkin Victoria dapat menjadi ibu yang baik untuk Minhyun.

.


.

Kembali ke satu Minggu yang lalu ketika Sungmin pergi meninggalkan rumah yang di dalamnya terdapat anak dan mantan suaminya, sekarang rumah itu bukan lagi tempat tinggal Sungmin. Sungmin telah pergi meninggalkan semua kebahagiannya yang terdapat di rumah mewah yang dulu ditempatinya bersama keluarga kecilnya. Cuma dia satu anggota keluarga yang pergi dari rumah itu meninggalkan kenangan manis dan pahit yang dirasakan oleh Sungmin sendiri.

Sungmin menyeret koper kecilnya. Tidak banyak barang yang berada di dalam kopernya kebanyaan baju rumah yang memang terdapat di lemari Minhyun. Sungmin melangkah ke suatu tempat dimana dia akan bertemu dengan seseorang yang merupakan sahabatnya sedari kecil.

Ketika Sungmin sampai disana Sungmin melihat sesosok namja yang membelakanginya yang saat ini menggunakan pakaian formal kelihatan sangat mahal dan berkelas dengan punggung tegap. Sepertinya namja tersebut menunggu seseorang kelihatan dengan sikapnya yang memandang lurus kedepan dengan memasukkan kedua tangannya dikantung celananya menikmati angin yang meniup wajahnya seketika itu namja tersebut menutup wajahnya menikmati angin yang menerpanya.

"Hae"

Seketika itu juga namja yang sedang menikmati angin tadi membuka kembali matanya ketika ada seorang yang memanggil namanya. Namja tersebut berbalik menatap seseorang yang memanggilnya tadi dan memberkan senyuman manis kepada seseorang tersebut.

"Min", ucap namja yang tadi disapa.

Sungmin berjalan ke arah namja yang bernama Lee Donghae sahabatnya sejak kecil yang sudah diketahui mempunyai perasaan suka atau lebih dari pada itu memiliki perasaan cinta terhadap Sungmin sahabatnya tersebut. Sungmin menghampiri Donghae yang sedari tadi menunggunya.

"Hi Min, apa kabar?", tanya Donghae kepada sahabat kecilnya

"Seperi yang kau lihat, aku baik", ucap Sungmin. Sungmin memberikan senyuman manisnya untuk Donghae

"Lalu bagaimana dengan keluargamu?", tanya Donghae lagi

"Mereka baik", jawab Sungmin sambil memandang kedepan

"Maksudku Kyuhyun. Bagaimana hubunganmu dengan dia? Walaubagaimanapun akulah penyebab pertengharan kalian. Aku yang merusak rumah tangamu min. Aku minta maaf", ucap Donghae. Sungmin yang mendengar hal ini kembali tersenyum kecut. Sungmin sendiri tidak tahu harus bersikap bagaimana. Yang dilakukannya sekarang memandang lurus kedepan menatap rerumputan yang menjadi pemandangan yang lebih menarik daripada memandang Donghae yang menyesali perbuatannya. Sungmin menutup mata mungkin menikmati angin yang menerpa wajahnya sama seperti Donghae tadi.

"Kenapa kau tak mau aku datang menjumpai Kyuhyun? Aku bisa menjelaskan kejadian itu meminta maaf kepadanya. Semua salahku dan kau menjadi korban atau kelakuanku terhadapmu". Donghae kembali berbicara dan Sungmin hanya diam menanggapi.

"Min". Kini Donghae menarik lengan Sungmin agar Sungmin mau menatapnya dan menanggapi pekataannya. Sungmin mengalihkan padangnya kearah Donghae dan kembali memberikan senyumannya.

"Sudahlah hae, bukankah aku sudah memaafkanmu ketika kau terus menghubungiku dan memberi aku pesan terus-menerus setelah kejadian itu?", ucap Sungmin

"Yah, tetapi bagaimana dengan Kyuhyun? Dia pasti membenciku. Aku menyesal min. Aku Sungguh menyesalinya. Bagaimanapun aku tetap harus menjumpai Kyuhyun untuk minta maaf kepadanya min".

"Tak perlu. Kau tidak perlu menjumpai dia. Kau tidak salah sepenuhnya, dia yang tidak mempercayaiku hingga pertengkaran kami terjadi".

"Lalu bagaimana dengan hubungan kalian? Kalian tidak bertengkar lagikan?", tanya Donghae lagi.

Sungmin menggeleng "Tidak, kami tidak bertengkar lagi. Kami sudah selesai".

"Begitukah Syukurlah". Donghae bernafas lega. Tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka. Mereka hanya menikmati tempat yang mereka kunjungi dan duduk di bebatuan besar yang ada di sekitar mereka.

"Min". Donghae memulai pembicaraan diantara mereka. Donghae menatap Sungmin yang menikmati suasana nyaman ditempat mereka yang sedari tadi Sungmin memejamkan mata menghirup aroma segar.

"Ya"

"Aku mencintaimu min". Donghae mengungkapkan perasaannya kepada Sungmin yang masih menutup mata. Donghae menikmati wajah Sungmin yang menurutnya begitu indah.

"Aku tahu", jawab Sungmin masih dengan menutup matanya

"Lalu?" tanya Donghae menunggu jawaban Sungmin

"Lalu?", ulang Sungmin membuka matanya dan melihat Donghae yang menatapnya sedari tadi dengan begitu intens.

"Apa jawabanmu?" jawab Donghae

"Haruskah?", tanya Sungmin

"Tidak, kau tak harus menjawab karena ku tahu kau tidak mencintaiku. Aku tahu itu sejak kau tertarik dengan Kyuhyun. Kau yang selalu menceritakaannya, kau yang tergila-gila olehnya, kau yang bagai mendapatkan lotre ketika mendapatkan cintanya"

Sungmin tersenyum ketika meningat hal itu kenangan yang begitu indah menurutnya, tapi tidak menurut Donghae, Donghae tidak suka dengan senyuman Sungmin yang mengingat masa lalunya.

"Hae". Sungmin memanggil Donghae

"Ya"

"Kenapa kau mencintaiku?", tanya Sungmin

"Mungkin sama jawabannya ketika kau mencintai Kyuhyun. Aku menyukai sifatmu yang ceria, senyumanmu, sikapmu dan semua dari padamu", jawab Donghae

"Lalu kenapa kau melakukan hal itu terhadapku?"

"Maafkan aku Min, aku yang waktu itu begitu menginginkanmu dan cemburu dengan Kyuhyun yang mendapatkanmu. Aku yang selama ini tak pernah kau pandang sebagai orang yang mencintaimu menjai gelap mata", jawab Donghae. Sungmin melihat tak ada kebohongan dari diri Donghae, penyesalan yang diperlihatkan oleh Donghae membuat Sungmin tersentuh dan akhirnya memberikan pelukan sebagai respon untuk Donghae lebih kuat.

"Aku memaafkanmu Hae", ucap Sungmin dalam pelukan mereka.

"Terimakasih Min". Donghae mempererat pelukan mereka.

"Aku juga minta maaf tak pernah memandangmu sebagai orang yang mencintaiku"

"Tak apa Min". Donghae memberikan senyuman terbaiknya untuk Sungmin.

"Mulai hari ini kita kembali menjadi Sahabat. Dari dulu hingga sekarang kau sahabatku dan akan menjadi sahabatku untuk selamanya", ucap Sungmin

"Ya, kita tetap menjadi sahabat untuk selamanya". Donghae semakin melebarkan senyumannya. Hari ini akan menjadi hari terbaiknya setelah masalah yang diperbuatnya sendiri. Donghae akan membuka lembaran baru dan kembali menata hatinya. Donghae tidak menghapus cintanya untuk Sungmin karena itu perlu proses tapi dia melepas cintanya untuk kebahagiaan orang yang dicintainya. Begitu juga dengan Sungmin, setelah masalahnya dengan Kyuhyun hari ini adalah awal hidup barunya dengan menyandang status baru hari baru dan Sungmin telah mengisi hari ini dengan baik bersama sahabatnya sedari kecil. 'Tetaplah menjadi sahabatku hae dan maaf aku tidak membetahu keadaanku sekarang', batin Sungmin.

"Oh ya Min, untuk apa kau membawa koper ini?", tanya Donghae

"Ini?", Sungmin menunjuk kopernya

"Ya, jangan bilang kau mau pergi?", ucap Donghae

"Ya, aku akan pergi Hae", jawab Sungmin

"Kemana? Apakah jauh?, Apakah lama? Apa kyuhyun tahu kau pergi?", Tanya Donghae bertubi-tubi.

"Rahasia. Hehehehe. Aku hanya membawa koper kecil, kau kira aku kemana? Aku hanya ingin menjernihkan pikiran setelah masalahku ini".

"Lalu, Kyuhyun tahu kau pergi Min?". Donghae kembali mengulang pertanyaannya yang belum dijawab oleh Sungmin.

"Ne, dia tahu kok". Dengan Senyum getir yang tidak dilihat oleh Donghae

"Begitu, kalau begitu hati-hati dan bersenang-senanglah Min"

"Ne"

Setelah itu mereka menghabiskan waktu bersama. Donghae mengajak Sungmin berjalan-jalan sebelum Sungmin pergi. Malam harinya Donghae mengantarkan Sungmin ke Halte Bus karena Sungmin menolak tawaran Donghae untuk mengantarnya sesuai dengan keinginan Sungmin. Setibanya Bus Sungmin pamit dengan Donghae.

"Sampai Jumpa Min", ucap Donghae melayangkah tangannya

"Selamat Tinggal Hae", ucap Sungmin. Donghae bingung dengan kalimat Sungmin barusan. Tetapi ketika dia ingin menanyakan perkataan Sungmin tadi bus sudah berjalan melaju meninggalkan Donghae yang mematung sendiri di Halte. "Selamat Tinggal?", Ucap Donghae untuk dirinya sendiri.

.

.


.

Dua Bulan Kemudian

.

"Vic, maukah kau menikah denganku?", tanya Kyuhyun.

"A.a..apa?"

"Ne, maukah kau menikah denganku menjadi ibu buat anakku?"

"B..ba..bagaimana bisa?", tanya Victoria. Victoria sangat kaget dengan lamaran Kyuhyun yang menjadi bos ditempatnya bekerja sekarang.

"Victoria, aku mencintaimu. Maaf sebelumnya, seharusnya aku mengatakan perasaanku ke kamu lalu menjalin hubungan dulu setelah itu melamarmu, tetapi aku tak bisa menunggu lama. Aku perlu seseorang untuk menjadi ibu bagi anakku Minhyun. Ku tahu Minhyun suka dan sudah nyaman denganmu dan aku juga mencintaimu maka dari itu aku langsung melamarmu". Perkataan Kyuhyun penuh dengan keyakinan. Dan kini Kyuhyun mengeluarkan cincin yang sudah dibelinya beberapa minggu yang lalu untuk melamar Victoria.

"Will you merry me?", Kyuhyun menyerahkan cincin dari kantung celananya ke Victoria dengan berlutut. Sangat romantis. Orang-orang yang belihatnya terharu dan menantikan adengan berikutnya yang diperankan oleh dua orang yang sekarang menarik perhatian mereka.

Victoria tidak tahu harus berkata apa dan melakukan apa. Karena dia sangat terkejut tidak menduga hal ini akan terjadi. Ini diluar dugaannya. Bagaimana bisa seorang direktur perusahaan ternama berlutut dihadapannya lalu melamarnya. Sulit untuk dipercaya.

" ", Victoria tidak dapat melanjutkan perkataannya

"Jawablah Vic", kata Kyuhyun dengan senyuman yang mengembang.

"Aku minta maaf". Alis Kyuhyun mengkerut bingung dengan perkataan Victoria.

"Kenapa minta maaf Vic?", tanya Kyuhyun

"Aku tak bisa"

"Ma..maksudnya?", Tanya Kyuhyun lagi.

"Aku tak bisa. Aku tidak bisa menerima lamaranmu. Aku tak mencintaimu sajangnim. Aku menghargaimu sebagai atasanku yang memberikan aku pekerjaan. Aku menganggapmu hanya sebagai seorang atasan begitu juga dengan Minhyun sebagai anakmu dan karena aku menyukai anak-anak. Terimakasih karena kau mencintaiku tetapi aku juga mencintai orang lain".

"Jadi" Kyuhyun tertegun. Lamarannya ditolak oleh sekretarisnya sendiri. Selama ini Kyuhyun beranggapan mereka sudah cukup dekat dan Victoria sudah sangat paham posisi Kyuhyun saat ini. Sering bersama tidak berarti apa-apa dimata Victoria karena Victoria selama ini hanya menghargai Kyuhyun sebagai atasan dan sangat tidak sopan menolak ajakan sang atasan ketika diajak keluar hanya sekedar makan bersama, menghabiskan waktu luang dan mengurus Minhyun selama sang atasan sibuk.

"Aku tidak bermaksud melukaimu, tapi aku tidak bisa menerima ini. Menurutku ini terlalu aneh bahkan aku tahu sajangnim telah cerai dengan istri anda satu bulan yang lalu. Terimakasih atas kebaikan dan ajakanmu selama ini sajangnim, maafkan aku. Aku sekarang telah memiliki tunangan". Kyuhyun membeku. Tak tahu harus berbuat apa dan bersikap bagaimana. Semua ini tidak sesuai dengan perkiraannya. Victoria telah bertunangan dan kedekatan mereka tidak berarti apa-apa. Selama ini Kyuhyun salah mengartikan kedekatan mereka.

"Sekali lagi saya minta maaf sajangnim". Victoria menunduk dengan segala hormat sebagai permintaan maaf terdalam. Kyuhyun berdiri dan tersenyum datar.

"Baiklah. Tak apa" Kyuhyun duduk lagi dibangkunya. Kembali diam. Mereka sekarang berada direstauran terkenal dan elite. Setelah mempertimbangkan hubungannya dengan Victoria Kyuhyun sudah menyusun rencana untuk melamar sang sekretaris cantiknya. Mulai dengan membeli cincin, memilih tempat dan memboking tempat tersebut. Untunglah restaurant itu tidak terlalu ramai karena memang tempatnya yang mahal dan elite saat itu telah selesai waktunya jam istirahat makan siang jadi tidak terlalu ramai orang mendatangi restaurant tersebut karena memang biasanya restaurant penuh pada saat malam hari, malam minggu dan hari libur.

"Aku tahu, aku telah menyakiti hatimu. Ku harap sajangnim mau mengerti", ucap Victoria sopan.

"Ya, aku mengerti. Tapi kenapa kau mau ku cium ditaman waktu itu? Ku kira kau juga menyukaiku", tanya Kyuhyun

"Aku terbawa suasana dan saat itu aku lagi bertengkar dengan kekasihku. Maafkan aku, ini semua salahku".

"Ya sudah. Lupakan. Aku juga bersalah disini". Selanjutnya Kyuhyun diam dan Victoria pun ikut terdiam. Selesai makan mereka kembali ke kantor dengan suasana hati yang hancur bagi Kyuhyun dan cangung buat Victoria.

.

.

.


.

Kepalaku sudah mumet, sudah stress dan hampir gila jika mengingat penelitianku. Sedih selalu menghampiriku. Mengingat teman-temanku sudah sidang dan aku hanya mencari kurikulum yang tak kunjung dapat. Setiap malam dan bangun tidur selalu kepikiran dengan skripsi. Tak banayak yang ku perbuat. Bawaannya selalu aja mau nangis dan tak jarang meneteskan air mata jika melihat perjuanganku yang tak kunjung ada hasilnya. Tinggal sedikit lagi, menyelesaikan bab 4 dan 5 skripsi ini, sidang, wisuda, selesai.

Readers sekalian. Mohon doanya yah... Saya lagi kesusahan dalam mendapatkan data. Tak tahu lagi mesti ngapain dan mencari kemana lagi itu data. Diriku lagi frustasi. Dari pada tak ada kerjaan saya lanjutkan aja fic ini.

Maafkan saja juga terlalu lama update. Saya kemarin sibuk untuk cari data. Mohon pengertiannya. Pelajaran juga untuk kalian yang akan nyusun skripsi.

Mungkin Chap selanjutnya akan cepat di publis karena saya tidak ada kerjaan. Dari pada stress mikirin skripsiku mending mengalihkan pikiran.

Baiklah, TERIMAKASIH BANYAK untuk kalian yang review dan membaca. Bagi yang jadi readers baru selamat datang.