Yo minnaaa Shiro di sini akhirnya kembali setelah update yang telat! Terimakasih anda semua masih mau membaca fic aneh nan gaje saya...

Untuk jawaban kebanyakan review kemaren, iya, sepertinya Len memang jelmaan Hime.

Maaf ya, shiro gak bikin jawab review di sini... Sebetulnya sih, mau... Tapi sudah sampe 3 chapter, rasanya nanggung banget... Jadi saya kebanyakan akan jawab review lewat PM. Shiro janji, di Fic lain Shiro akan jawab review di chapter selanjutnya.

Okay! Without further ado, here is chapter 4!

Disclaimer: I do not own vocaloid nor any other fandom listed below.


Ch. 4: Female-Slender-Titan.

Sinar mentari pagi kembali menyinari Belitung pagi ini. Diiringi suara laut (yang ada di depan hotel) dan nyamannya AC, Miku dan teman-temannya tertidur pulas tak dapat memaksa diri untuk bangun-

Wohlan Freund!

Jezt hier ist ein Sieg.

Dies ist der erste Gloria.

-sampai alarm super keras dari HP neru menggema ke seluruh hotel dan serentak membangunkan semua penghuni dan membuat penghuni kamar Neru tuli mendengar lagu super keras-nya Jiyuu no Tsubasa tepat di sebelah telinga mereka.

"Huaaaaahhhhhh... Paghi Rhin..." Miku mengangkat tangannya sambil menguap selebar kuda nil #plak. Rambut panjang teal-nya ia singkirkan dari muka supaya gak terlalu berantakan.

"Paghi... Eh, mana Len?"

"Lho? Belum bangun?"

Miku dan Rin langsung melihat ke arah sofa dan melihat bahwa si cowok shota ini belum bangun juga padahal tadi ada alarm-nya Neru, melainkan terlihat seperti pingsan dengan muka pucat.

"...shota?" Rin melambai-lambaikan tangan di depan muka Len.

"Leeeennn... Bangun woooiii" Miku mulai memain-mainkan pipi Len supaya dia bangun. Tidak ada hasil. Miku berpikir sebentar, lalu dengan nada menggoda ia berkata;

"Leeeeeennnn-kuuuunn~ banguun dong... Nanti aku habisin loh banana split-nyaaa~"

"EALAH SLENDERMAN!"

"BUOGH?!"

Serentak Len langsung bangun dan menabrak kepala kakaknya yang dari tadi memperhatikan Len.

"Yei berhasill!"

Len terlihat diam sebentar untuk menyadari apa yang baru saja terjadi, lalu ia mulai memasang pose mikir alay dan terlihat kaget dan masuk ke dalam selimut lagi sambil gemeteran.

"...Len?"

"Slendermaaan... Ya Allah Bapa kami di dalam surga... Salam Maria penuh rahmat...Levi Heicho nari pretty cure... (?)" Len mulai terdengar membisikan doa Bapa Kami dan Salam Maria berulang kali di dalam selimut.

"Eh bentar. Mana Rin?"

"Berilah kami rejeki pad- Rin? Tadi rasanya kejeduk kepalaku deh..."

"...Riiiiinnn?"

"Eto... Miku-nee, kayaknya di bawah Miku-nee ada rambut pirang deh..."

"GYAAAAA! RIN?!"

"Kakak pingsan ya?"

"Waduh kemarin Rin yang nitip voucher breakfast ke receptionis lagi!"

"Emang kita gak bisa ngambil?"

"Nanti orangnya gak kenal kita, bego. Gak akan dikasih..."

Mereka berdua berpikir sejenak. Voucher breakfast itu tidak tertera nomor kamar (lupa ditulis) maka yang bisa mengambil cuma Rin. Miku dan Len saling bertatapan sejenak.

"Hmmm..."

"AH!"

"Permisi mbak, mau ngambil voucher breakfast yang dititipkan kemarin."

"Ooh, adik yang kemarin ya? Kamu lagi batuk?"

"Eh... I-iya, mbak. Suara saya jadi agak serak... Ahaha..."

"Ini vouchernya. Terimakasih ya..."

"I-iya, makasih... Ahahahahahaa-EH ANJRIT! ... Eh ahahahahahaha..."

Gadis yang ada di depan meja tersebut langsung lari menuju kamar lantai 1 bahkan sempat terpeleset juga membuat mbak tersebut bingung. Sesampainya di kamar ia langsung memasuki kamar tersebut dan menutup pintu dengan keras. Kalau pintu itu bisa bicara mungkin dia sudah memaki-maki tiada henti sekarang...

"Fyuuh..."

"Ah, dapet gak, Len?"

"Dapet nih. Miku-nee kejam, masa aku harus pake baju Rin?"

"Kenapa emang? Bagus kok! Gak ada bedanya sama Rin."

"..." 'Gue gak tahu harus seneng atau sedih.' Batin Len

"Yuk, kita bangunin yang lain, Len."

"Oke..."

-kamar Kaito, Meiko, Piko-

"Permisi... Meiko-san? Kaito-san? Piko? Udah bangun?" Seru Len sambil mengetuk pelan pintu kamar 101. "... Haloo?"

Masih tidak ada jawaban.

"PERMISIiiiiii... Miku-nee pegang negi apaan tuh ditangan?" Len mulai menurunkan suaranya dan menunjukan muka kaget (kalau di iconkan mungkin seperti ini: =_=) setelah melihat Miku memegang Negi raksasa yang diarahkan ke arah pintu kamar 101.

'Eh tunggu rasanya Rin pernah bilang Miku-nee dapet hadiah grand prize dari blog negi-lovers deh... Kalo gak salah nama hadiahnya itu...' Batin Len

"Miku no negidoriru chimei todome kōgeki!"*)

"GYAAAAAAA!"

Sementara itu di receptionis...

"Haaahh... Pagi ini rasanya aneh banget deh..." Keluh seorang mbak yang sedang berdiri di belakang meja resepsionis dengan muka kusut dan rambut di up-do seperti menara eiffel #plak

"Ng? Kenapa emang?" Jawab temannya yang juga seorang staff di sebelahnya.

"Pertama, gue pagi ini bangun kesiangan. ввм Gue habis masa aktif, fic yang lagi gue baca, 'a trip to belitung' update-nya telat pisan (membaca fic di dalam fic?). Baju gue ketumpahan kecap asin, harvest moon gue ke-corrupt, terus pagi ini gue didatengin anak aneh yang ketawa-ketawa terus sambil ngambil voucher breakfast."

"Woh sial bener lu"

"Iya, makanya jangan dibahas la-"

DUAAARRRR!

"?!"


"Oh, Miku! Kita udah nungguin nih, ayo sarapan!"

Neru melambai-lambaikan tangannya untuk menunjukan bahwa grup Luka, Gumi, Neru dan IA sudah menunggu sabar di depan tempat breakfast.

"Lho? Kaito, Len dan Piko kenapa kepalanya diperban?"

"Itu karena adek gue kegilaan negi dan dapat hadiah konyol dari blog-nya."

"?"


"LEN! DAGING ITU PUNYA GUE!"

"AMBIL LAGI AJA NAPA?!"

"UDAH ABIS GOBLOK!"

"GYAAAAA GAK ADA NEGI DI SINI!"

"Woi, woi, Rin, Len, Miku, tenang oi, kita dilihatin lho-"

"BERISIK LU PIKO! MAU GUE AMBIL NEGI ROLLER GUE?!"

"Ichiban o hime-sama, mohon ampuni hamba."

"MANA TUNAAA?!"

"TIDAAAKK! HARUS NUNGGU LAGI BUAT SHINGEKI NO KYOJIN EPISODE 19!"

Gumi, IA, dan Kaito, sebagai grup yang masih 'normal' melakukan percakapan biasa dan pura-pura gak kenal mereka yang sekarang sedang ribut (terutama Rin dan Len sudah mulai mengeluarkan 'Mikan ryū no hōkō' & 'Shota ryū no hōkō' **) Dan jadi bahan perhatian semua orang di situ. Bahkan sudah ada yang pasang taruhan di dekat counter omelet. Lengkap dengan announcer juga.

"Anu... Gumi mau roti punyaku? Kayaknya roti di situ udah abis dilemparin Luka dan Miku yang Panik..."

"Ah, iya... Makasih, IA."

"Kaito-san, Meiko-san gak ikut?"

"Kemaren sempet minum sedikit bir. Tadi pagi pusing katanya."

"Kita hari ini mau snorkling lho, gak apa-apa tuh?"

"Gak lah... Namanya juga Meiko."

"..."

"..."

"..."

"Ah... Mau nonton TV di kamarnya IA dan tinggalin orang-orang ini?"

"Boleh"

"Semua makanan sudah dilempar mereka, lagian."


"Oke, jadi pembagian mobil hari ini adalah: Kaito-Meiko-IA-Rin-Len-Miku dan Luka-Piko-Gumi-Neru." Gumi memegang notes kecil di tangannya dan membacakannya pada Kaito dan IA. "Ada pertanyaan?" Tanya Gumi berlagak seperti guru. IA pun mengangkat tangan.

"Kenapa gak Meiko-san yag di mobil satu lagi biar anggotanya seimbang?"

"Kata Kaito-san, takut-takut Meiko-san nanti sakit atau apa di tengah jalan. Jadi, sekalian semobil."

"kalau gitu kenapa gak salah satu dari Kagamine?"

"Mereka harus berdua! Biar asyik! Kalian bisa punya Radio gratis lhoo"

"Uh... 2 hal, pertama, siaran radio emang gratis, kedua, kalo gitu kenapa gak gue atau Miku?"

"Miku kan tokoh utama fic ini. Lagian kamu itu vocaloid favoritnya author, jadi Author ketik bahwa kamu harus selalu muncul bareng Miku."

"..."

"Euh.. Gumi, gimana dengan mereka yang masih berantem di luar?"

"Oh itu, aku udah panggil sekuriti kok."

"Sekuriti...?"

Setelah itu terdengar suara banyak orang dari luar;

"Ayo semuanya! Menurut informasi kita akan menangkap mahluk-mahluk yang lebih kuat dari Titans! Persiapkan pedang kalian! Ekspedisi ke-57 di luar tembok... MAJUUUU!"

"..."

"Kenapa? Sekuriti begini lebih bagus kan? Gue gak nemu-nemu polisi sih di sekitar sini."

"Tapi jangan malah manggil Recon Corps dari fandom lain atuh... Ini fic Vocaloid, oi! Vocaloid!"

"Wah aku denger suara ledakan tuuh... Kita ke mobil yuk, bentar lagi pasti kita bakal dibawain Miku dkk."

"Sebentar aku bangunin Meiko dulu."

"Kita di mobil ya, Kaito-san!"

Sesampainya di mobil akhirnya mereka dibawakan 'mayat-mayat' bekas perang ke mobil oleh para Recon Corps. Nah, seperti yang dijelaskan Gumi tadi, mari kita persempit pengelihatan kita ke arah tokoh utama: Miku.

"Lho...? Ini Dimana?"

Miku membuka dan mengucek-ngucek matanya untuk melihat bahwa ia sudah ada di mobil dengan urutan duduk: IA di depan, Rin dan Len duduk bersamanya di tengah sedangkan Kaito dan Meiko di belakang. Dia melihat keluar sebentar dan melihat bahwa mereka sedang menuju pantai setelah melihat penunjuk jalan.

IA yang di depan sudah tertidur dengan earphone masih tertempel di telinganya. Rin dan Len juga masih tertidur dengan pulas, tapi mukanya terlihat seperti sedang berantem satu sama lain. Kayaknya si Kembar ini melanjutkan pertarungannya di alam mimpi. Meiko yang masih mabuk dan masih di dalam bajunya yang kemarin tertidur di kursi belakang dengan berbantalkan paha Kaito, yang juga tertidur. Untung saja supir juga gak tertidur! Kalau ketiduran mati kita...

Miku pun melihat ke belakang sebentar dan melihat ada tas jinjing masing-masing yang sudah diisi baju ganti. Sudah ditaruhin, rupanya.

Sudah tak mengantuk lagi, Miku memastikan jadwal di Belitung hari ini; ke pantai, sewa perahu, kunjungi pulau batu bergerak, pulau pasir, pulau penyu dan satu lagi pulau apa-itu-namanya, lalu snorkling di tengah laut. Makan siang hari ini nasi kotak yang dibelikan pak sopir tadi pagi. Malam akan makan di restoran. Lalu dari siang sampai sore snorkling dan main di pantai.

Miku pun sudah malas mau ngapain lagi kembali tertidur.

Di lain pihak, Len yang sudah capek berantem dengan kakaknya di alam mimpi kembali ke alam nyata setelah Miku tidur lagi. Kakaknya yang juga capek tetap tertidur untuk memimpikan tentang mikan***) tersayangnya

Len pun melihat ke luar jendela untuk menikmati pemandangan tak terkena polusi Belitung.

Begitulah maunya... Tapi sesaat setelah dia melihat keluar dia merasa tanah sedikit berguncang. Dan, sepertinya tak terlihat pak sopir karena itu ada di belakang, Len melihat ada Female Titan berwajah slenderman yang tadi malam mengejar-ngejar mobil itu.

Len langsung kembali ke alam baka.


*) cuma nyari di goggle translate. Artinya "Miku's Negi Driller Deadly Finishing attack"

**) pelesetan dari karyūnohōkō (roar of the fire dragon) punya Natsu dari Fairytail. Mikan ryū no hō kō= raungan naga mikan (mikan itu jeruk itemnya Rin). Shota ryū no hō kō= raungan naga Shota. Iya, shiro memang ga pinter bahasa jepang, jadi mohon maklum...

***) mikan= jeruk sapporo yang juga adalah item Rin.

Oke! Itulah chapter 4! Maaf sekali kalau humornya garing dan updatenya lama...

Mulai sekarang, Len akan banyak melihat mahluk-mahluk aneh! Jadi jangan kaget kalau dia tiba-tiba melihat Slenderman berwajah kapten Tsubasa atau Kolonel Roy Mustang pake baju Miku!

Soal Miku yang menghancurkan tempat breakfast... Tenang, saya nggak kok... Itu sekadar humor biasa. Jangan diambil hati, ya, hotel Belitung... -_-"

Selamat ulang tahun ke 68, Indonesia! Semoga di tahun-tahun depan kita gak usah upacara di tanggal 17... \(TTvTT)/

Terimakasih bagi semua yang telah mem favorite, mem follow, me review dan membaca fic gaje ini! Arigatou gozaimasuu~

Terakhir...

Review? :3