Minna... Maaf ya Shiro updatenya telat banget, Shiro-

Disclaimer: Vocaloid itu punya crypton dan banyak prrusahaaan lain yang penting bukan punya saya.

-OOIIb! Ngomongnya belom seleseei!

...ah ya udahlah, silkan enjoy chapter 5!


Ch. 5: Hentai?

"Ikuo, ikuo, yo saa Pinku supidaa!"

"makkura heya nante tobidashi.."

"yukou yukou yo saa Pin-"

"BERISIK AMAT SIH DARI TADI!"

Suara Miku menggelegar sesaat setelah ia bangun dan otomatis membuat teman-teman semobilnya berhenti menyanyikan lagu yang masuk Hall of Fame Nico-Nico Douga itu. Miku pun memberikan mereka deathglare yang tak kalah dengan punya Meiko selama beberapa saat.

...

...

...

...

BRUK! "ZzzzZz" Miku pun kembali tertidur.

...

"Tuh kan! Udah kubilang jangan nyanyi lagu yang terlalu keras!" Len protes kepada kakak kembarnya.

"Ya terus kamu mau nyanyi apa? Heisei Catalysm?" Tanya IA yang serentak dilarang Rin dan Len karena lagu itu tingginya seperti suara tikus dicek- #dipukulIA-... Maksudku, seperti suara malaikat yang merdu dan tinggi sekaliii~ (Rin: -_-)

"Terus, kalian mau ngapain? Gue bosen..."

"Emmm... Bajak BB semua orang di sini?"

Serentak kedua kembar dan cewek berambut pink itu mengigil ketakutan membayangkan Meiko yang masih setengah mabuk bangun seperti setan dibangkitkan karena BB nya diketik oleh orang selain dia.

"Gak...gak..." Ujar mereka bertiga kompak.

"... Gue bosen tidur."

"Bosen gimana?! Di mimpi pun kamu tetep nyerang gue tanpa ampun!"

"Oh maaf ya, salah sendiri jadi adek kembar gue sampe-sampe kita bisa tuker pikiran! Salahin crypton sana!"

"SOK! Coba kita jangan baca pikiran satu sama lain selama 10 detik!"

IA mengeluarkan jam tangannya untuk menjadi 'wasit'.

"10..."

"..."

"..."

"9..."

"..."

"..."

"GHHAAAAH! SUSAH BANGET!"

"Kamu sendiri! Ngapain malah mikirin 'kokonose haruka lagi makan mikan gak ya?'?!"

"Mending daripada kamu mikirinnya fic rated M yang kamu baca kemaren! Dasar Hentai-Shota!"

"GYAAAA DARIMANA KAMU TAHUU! CRYPTON SIALAAANN!"

"Ada yang memanggil saya?"

"Howaa! Siapa kamu?!"

"Saya jin crypton cabang Belitung."

"HII! Pergi sana! Hush hush hush!"

"(;_;)~~~"

"Lagian, ngapain sih kamu nge fans banget sama mikan? Matamu jadi kayak fangirl tau waktu ngeliat mikan!"

"HAA?! Bagusan gue ngefans sama jeruk! Elu?! Ngefans sama PISANG! Kayak monyet aja!"

"Ap-apaa?!"

"..." IA hanya bisa melihat sementara kedua kembar kuning ini mulai berantem lagi.

"Permisi, mbak rambut pink."

"HYAAAAA! Ji-jin crypton ya? A-ada apa?"

"Anda mendukung 'kubu' mana? Mikan atau pisang?"

"Ah, ehm... Saya...itu, ehm ikutan... Gerakan Non Blok (•▿•")"

"Baik..." Jin crypton kembali melayang ke luar sambil kesetrum kabel sekali..

Tidak menginginkan jatuhnya 'korban' dari 'perang' ini, IA menaruh headphone super tebalnya dan memakaikannya pada Miku, Meiko dan Kaito. Lalu mencolek pundak Rin dan Len demi menghentikan mereka dan menggerakan badannya supaya mereka mengerti apa yang diomongkannya tanpa harus membangunkan 2 setan di mobil ini. Pertama dia menyilangkan tangan di dada dan berpose seperti orang mati, lalu dia menggerak-gerakan tubuhnya seperti orang yang sedang adu mulut sambil menaruh telapak tangan di atas kepala seperti bentuk pita. Lalu ia mengambil topeng onii yang dibelinya di DAISO sambil bangun pelan-pelan dengan memakai topeng itu.

"Emm... Maksudmu, kalo kita berisik, setan bakalan bangun, gitu?"

IA ngangguk.

"... Terus, kita mau ngapain dong? Ternyata gak berantem ngebosenin juga..."

"Emm... Main ace attorney-ace attorney an?"

"Oke... OBJECT-!"

"Woi dibilangin jangan berisik!" IA berbisik sambil menutup mulut Len. Ia pun setelah itu berhati-hati menaruh Miku di depan supaya dia bisa bertukar tempat mengawasi kembar gak bisa diem ini.

"Heemm... Truth or dare?"

"Dare juga bakalan bikin berisik. Jangan."

"Uumm... Lomba makan jeruk?"

"Lu mau nyari jeruk di mana, Rin?"

"DS atau baca komik?"

"Jangan. Nanti pusing. Kalo mabok di kapal nanti kan ribet juga."

"Hmmm..." IA, Rin dan Len melirik ke arah tas Miku yang berisi Negi.


"Huaaaahh nyenyak tidurku- KALIAN NGAPAIN?!"

"Hra-tsa-tsa, ia ripi-dapi dilla barits tad dillan deh lando.

Aba rippadta parip parii ba ribi, ribi, ribiriz den teahlando,... Ah! Miku-nee udah bangun!" IA, RIn dan Len sedang duduk bersila di kursi belakang sambil memutar-mutar negi seperti orihime sambil bernyanyi levan polkka dan satu tangannya lagi hompimpa bertiga.

"Kalian ngapain?!"

"Karena bingung mau main apa, akhirnya kita lomba memutar-mutar negi sambil nyanyi levan polkka sekaligus main truth or dare."

"... Aphoa?"

"Mbak berambut hijau."

"HIIIII SIAPA INI?!"

"Ah, ketemu lagi, jin crypton." IA menjawab pertanyaan Miku.

"Jin cryptoon?"

"Cabang Belitung. Untuk mbak berambut ijo, apakah anda akan ke pantai?" Jin Crypton bertanya.

"Ng... Iya?"

"Kalau begitu, bawalah sunblock merek 'Sunny Fullbuster Crypton.' Ini."

"Ng... Makasih..."

"Kalau anda perlu lagi silakan beli ke crypton dengan harga 30.000 rupiah."

"GEH! INI SAMPLE TOH!"


"Akhirnya sampai di pantaaaaaiii~" Gumi membuka kedua tangannya lebar-lebar sesaat setelah turun dari mobil untuk menghirup udara laut yang hangat.

"Gumi, pakai sunblock dulu. Nanti kulitmu jadi item."

"Iya, iya, kaito-nii...(‾3‾)"

"Miku-nee gak mau pake sunblock dari jin crypton tadi?"

"Gak ah buang aja. Jin itu gak kelihatan bisa dipercaya. Nii-saaaaann sunblock kita mana?!"

"Di tas warna biru yang ada gantungan es lilinnya, di pinggir baju-baju."

"Woi, shota! Jangan bilang kamu lupa bawa sunblock!"

"Bawa kok... Yang wangi jeruk."

"IA, kamu nyari apa?"

"Oh, iket rambutku tadi jatoh ke bawah kursi, Luka."

"IA, yang digigit kucing itu iket rambutmu bukan?"

"GHE?! BENER JUGA! KUCING SIALAN BALIKIN IKET RAMBUT GUE! #* ¥$!"

"..."

"Oi patungan yuk, gue pengen beli minum nih tapi dompet gue disita nii-san (karena keseringan beli negi dan habis)"

"Nih gue punya aqua di sini"

"Oooh! Thanks, Luka!"

"Hmm... Kayaknya HPku mending taruh mobil ya, takut jatoh..."

"Ya udalah Neru, kalaupun jatoh palingan ikan-ikan pada jadi fansnya REVO setelah mendengar lagu-lagu mu"

"E?"

"Aahh... Ikan jaman sekarang... Sudah sangat pintar-pintar..."

"..." Neru menjauh sedikit dari Gumi.


Matahari bersinar, suara ombak berderu lembut diiringi suara burung-burung, seperti adegan prolog di Lost in Blue-

"YIIIIIIIHHHHAAAAAAWWW!"

"Hussiah Miku! Jangan alay deh!"

-gak jadi.

"Miku... Jangan berdiri di ujung kapal... Kalau jatuh bisa runyam lho..."

"Daijoobu, Piko! I'm the deep-sea girl! Watashi wa Shinkai-Shoujyo! Muahahahaha-GYAAA!"

"MIKU!"

Miku yang sudah hampir jatuh ditahan kedua kakinya oleh Len. Posisinya terbalik dengan kepala di bawah dan ujung jarinya sudah menyentuh air yang berwarna biru tua di bawah. Untung miku pakainya celana, bukan rok. Kalau tidak pasti Len sudah 'dimentalkan' oleh Rin sampai ke pesisir pantai lagi. Kaito sudah pingsan di geladak karena ketakutan pada adeknya yang suka cari masalah itu. Wajar sih, namanya juga overprotective brother. Rin malah asyik memotret adegan tersebut sebagai balas dendam tadi malam.

"waaa... Ba-bahaya..." Len sudah tegang berat dan sepertinya akan langsung pingsan setelah ia mengangkat Miku ke atas.

"A-ayayayay... Thanks, Len..." Miku juga sudah ketakutan hampir jatuh ke bawah. Sepertinya dia lupa kalau syuting PV 'deep-sea-girl' itu cuma hasil editan komputer. Setelah menarik Miku ke atas, Len langsung pingsan di sebelah Kaito, tempat yang sudah ditaruh bantal oleh Meiko yang 'memprediksi' tempat Len akan jatuh.

"Mi-miku! Kamu gak papa?" IA, Gumi, Neru, Piko dan Luka mukanya sudah penuh dengan garis-garis biru dan tangan sudah di dada, berusaha memperlambat detak jantung mereka.

"Ahahahaha... Ampun deh... Gak akan lagi... Kapok, man..." Jawab Miku.

"Mbak rambut hijau."

"GYAAAA JIN CRYPTON LAGII?!"

"Silakan pakailah sample pelampung ini, pasti akan berguna."

"Maaf aja ye, kagak usah. Dari kapal juga udah ada pelampung kok." Miku melempar pelampung tadi ke arah muka jin crypton.

"Ooh, kalau begitu, pakailah ini-"

"PERGI SANA JANGAN PERNAH BALIK LAGI!" IA, Rin, Len dan Miku berlomba melempari jin Crypton dengan barang-barang tak penting di sana.

"Bakauthor! Ngapain sih masukin tokoh gak jelas begini?!" Tanya Len.

"Ahahaha, saiia lagi gak ada ide sih..."

"He? Sejak kapan si Author ada di sini?!"

-Pulau batu berlayar-

"LASKAR DELAY KELINCIIIII!" Gumi berteriak di atas salah satu batu yang cuma setinggi lutut sementara Miku mulai memanjat batu yang lumayan besar di tengah. Wah banyak amit pasirnya.

"HASTUUUTTIIIII!" Miku berteriak dari atas batu yang paling besar di sana sementara Neru, untuk menenangkan suasana memainkan lagu 'summertime record' dan 'guren no yumiya~picnic version'

"Hastuti te naon lagi?" Meiko sweatdrop.

"Oke! Saatnya mengaktifkan tour guide Author!" Shiro tiba-tiba muncul sambil bawa-bawa bendera Indonesia.

"Gak mau! Ngapain punya tour guide author gaje begini?!"

"Oh? Kalian lebih pengen di guide jin Crypton?"

"... Jadi, gimana cerita di pulau ini, Shiro?"

"Ufufufufu~ mau tahu? Mau tahu ya? Ma- BHUGH! ...ampun deh Meiko."

"Eh-HEEM! Oke, nama pulau ini adalah pulau batu berlayar karena salah satu batu yang paling besar di sini bebentuk seperti layar kapal nelayan. Dari kejauhan sebetulnya 'pulau' ini terlihat seperti gundukan pasir yang di atasnya terdapat batu karang."

"Iyalah dasar si Shiro. Dapet 100 di sejarah sama geografi sih. #emangmanehpengenpamerhah"

"Pulau ini akan tenggelam ketika pasang datang. Kalian lihat batu-batu itu? Ada yang mempunyai 3 warna kan? Yang paling atas abu-putih, tengah kecoklatan dan bawah abu-tua. Itu karena pada malam hari, bagian yang abu-tua itu kerendem air laut, sementara yang bagian atas tidak terkena air 24 jam full!

Perlu lumayan banyak keberuntungan untuk menemukan pulau ini di malam hari.

Jika anda tidak bisa membayangkannya, silakan cari di mbah google!"

"Woy di sini gak ada sinyal tau..."

"Gue gak ngomong ke kalian, gue ngomong ke readers kok."

"Makaa... Saudara-saudara, jangan lama-lama main di pulau batu berlayar yaaaa~"

"GYAAA MIKU! JANGAN BIKIN SEREM GITU!"

"WOI CEPETAN FOTO-FOTONYA! GUE JUGA JADI SEREM NIH!"


-pulau gundukan pasir

"Eto... Kita ngapain ke sini?"

"Di sini ada bintang laut, kata 'supir' kapal."

"Bintang laut? Lumayan tuh! Shota! Kita praktikum nanti suruh bawa bintang laut kan?! Bawa ini aja!"

"Emm... Rin, kayaknya yang dimaksud Bu Sonika bukan bintang laut gede dan hidup ini deh..."

Kapal pun menepi ke arah gundukan pasir tersebut dan di sebelah bagian berlawanan pulau terdapat banyak bintang laut dan grup kapal lain.

"Waaa! Imuuuuttt!" Rin langsung lari ke arah salah satu bintang laut dan gemas sekali pengen memeluknya.

Sementara itu, Miku dan yang lain memfoto-foto para bintang laut dengan kamera bawah air sekalian membiarkan Len meneliti sedikit bintang laut untuk praktikum nanti.

"Oke! Mulai sekarang namamu... HENTAI!" Rin mengangkat bintang laut itu tinggi-tinggi.

"KENAPA HENTAI?!" Si hentai juga ikutan sweatdrop bareng yang lain.

"Oi! Miku! Lihat deh!"

"? Kenapa, Gumi?"

"Di pesisir situ... Ada mayat anjing!"

"HAAH?! Mana?!"

"Rin, Len. Kamu mending jangan lihat."

"Eeeh? Tapi, Kaito-nii! Kita sudah kelas 8!"

"Eh itu Miku-nee dan yang lain sudah balik."

"Gimana?"

"Ng.. Yah, bau bangkai..."

"Keren lho, Kaito-nii! Kepala anjingnya kebelah 2 gitu!"

"... Kutarik kembali ucapanku"

'Keren?'

'Ah bener juga Gumi kan suka hal-hal yang begitu'


"Nii-san! Mana snorkel kita?"

"Nih, nih... Punyamu yang warna ijo..."

"Untung di pantai tadi kita sudah ganti baju renang ya."

"Iya, baju pasti langsung tembus kena air."

"SHOTA! Turun sini dari kapal! Ikannya banyak lho!" Rin meneriaki adiknya dari bawah laut.

Snorkling mungkin memang ada yang dari pantai, tapi, di sini mereka turun ke laut langsung ke laut yang penuh terumbu karang dari kapal. Tentu, tali sudah dilemparkan supaya mereka tidak terbawa arus laut.

"Iya, iya, saba- GYAAA!"

"Ahahahaha!" Rin langsung menarik Len ke bawah air.

"... Gak adil! Sini! Miku-nee juga!"

"GYAAAA!"

"GYAAA!" Miku jatuh ke air sambil masih memegang snorkel yang dipegang Kaito, menyebabkan Kaito juga ikutan jatuh ke air. Dan perang tarik-menarik tersebut berlanjut.


"Minna... Sudah jam 2! Naik dulu sini makan!"

"Gumi, kamu terdengarnya kayak ibu deh." Luka naik duluan ke atas kapal masih di dalam baju renang biru miliknya.

"Woi kalian basah-basah jangan sampai kena bajuku dong! Nanti lengket!"

"Lapeeeeeeeeerrr..." Para Kagamine berceloteh bersamaan.

"Nih, Rin, Len, nasi box punya kalian! aku sudah mintain jeruk dan pisang tambahan." Seru Gumi sambil menyerahkan nasi box yang dituliskan 'Rin' dan 'Len'.

"Kenapa gak ada negi/es krim/ sake?" Seru Miku, Kaito dan Meiko bersamaan.

'Dasar kakak adek dan (calon) istri yang berselera aneh...' Batin Gumi.

"GUE BUKAN CALON ISTRI BAKAUTHOR!"

"Rin! Rin lihat! Ikannya langsung ngumpul banyak kalau kita lempar nasi!"

"Yah tapi ikannya mah yang kecil-kecil... Coba aja ada hiu..."

"Kalau Tuna mau gak?" Luka tiba-tiba muncul di permukaan air membawa seekor Tuna besar yang masih segar.

"HIIE?! Luka kamu dapet itu dari mana?!"

"Hm? Oh nggak kok, aku cuma berenang 'sedikit' ke samudra pasifik."

"Tunggu Belitung itu di sumatra kan? Kamu beneran berenang ke samudra pasifik yang deket papua itu?"

"Begitulah."

"Shota! Shota! Ayo turun! Kalo kamu lihat ikannya, mereka banyak banget lho!"

"RIN! Awas itu nasinya Neru-nee..."

Nasi yang dilempar Neru dengan sangat tidak sengaja masuk ke dalam pelampung Rin. Para ikan-ikan matanya mulai bersinar.

"GYAAAAAA! IKANNYA MASUK KE DALEM BAJ- GYAHAHAHA! GELI WOOI! SHOTAA! ANGKAT GUE CEPETAAAAANN!"

Dan begitulah sekarang Miku membawa banyak koleksi ikan ke rumah.


Yooshhh... Capek... Yah ini ngerjainnya juga berhari-hari sih, gak cuma sehari-2 hari seperti biasanya...

Maaf banget ya updatenya lama! Shiro lagi banyak kerjaan sekolah!

Ngg... Ngomong apa lagi ya?

Mamanya Shiro: wooii! Shiro (pen name) cepetan tiduuur!

Shiro: hii! Oke2, maam!

Yah walaupun postnya siang shiro selesai nulis ini... Weker dimanakah engakau?... Setengah sepuluh... Yah kira2 jam segitu lah.

Oke, apa lagi ya...

Miku: udahlah author kalau ga ada pesan lagi ke review aja...

Oke deh. Baik! Silakan berikan kesan anda di kolom review! Makasih sudah membaca yaaa! X3