"Oi, oi, ini mau kemana lagi..." Rin berkata kedinginan sambil memeluk dirinya sendiri karena angin kapal yang kencang membuatnya kedinginan.

"Pulau penyu! Kamu udah lupa jadwal hari ini?" Gumi, sebagai penyusun jadwal karena dia gak akan keasikan main di laut gara-gara si bulan datang ke tempatnya (#ehh #kokgitu).

"Penyu?"

"Iya, aduh, shota, jangan bilang lu ga tahu penyu itu apa..." Kata Rin sambil mengeluarkan satu ikan dari belakang rambutnya.

"Tahu lah! Lha gue lulus SD dengan nilai, ranking dan perhargaan SAMA PERSIS DENGAN LU!"

"Kayaknya yang beda dari kalian tuh cuma kelamin sama makanan kesukaan ya..." Gumi sweatdrop. Rasanya seinget dia waktu ia datang ke pelepasan SD Rin dan Len, mereka harus berdiri di panggung berdua karena mendapat penghargaan nilai rata-rata UN yang sama persis... Penghargaan apa-apaan tuh?

"Ihh... Geblek lah, dingin banget..." Rin memeluk dirinya sendiri erat-erat sambil tiba-tiba Luka muncul dengan textbox ala pokemon di bawahnya Rin bertuliskan:

'BELITUNG use Icy Wind!'

'RIN is Frozen Solid!'

Seketika Rin tiba-tiba dijatuhi es balok dari atas oleh Shiro dan pingsan seketika di atasnya Len. Luka mengeluarkan textbox lagi.

'RIN use Body Slam!'

'It's Super Effective!'

'LEN Fainted!'

"Lha ini kok berubah jadi pokemon sih?" Gumi sweatdrop.


"Hnngggg~ badanku kaku~" Rin merenganggkan tangannya tinggi-tinggi, maklum, dia baru bisa keluar dari es yang membekukan dirinya sehabis dipukul pakai negi hammer-nya Miku tadi.

"GUE JUGA!" Len protes sambil memijat-mijat benjol yang tadi disebabkan Rin mem-Body Slam Len.

"Yak! Shiro Kembali!"

"GYAAAAA SI AUTHOR GAJE BALIK LAGI!"

"Hm? Kalian ga mau gue guide? Kalau gitu ayo kita ganti saja karakter-karakternya-" Shiro dicekik Meiko sebelum sempat mengeluarkan Laptop.

"Ah, ya sudahlah, kita jalan-jalan sendiri aja..." Meiko berjalan pergi sementara Neru sibuk menunjuk-nunjuk muka si Author yang udah mati (!).

"Kaito/Len/Piko ayo ke sana" panggil semua cewek bersamaan, sementara grup cowok-cowok plus IA dan Miku malah sedang asik nunjuk ke menara putih yang adalah mercusuar.

"Nii-San! Mercusuarnya mirip sama salah satu four battle tower!"

"Iya! Yang di Liberte kan?"

"Wah! Aku nggak tahu kalian main Final fantasy 4 heroes of light! Udh sampe mana?!"

"Ohohoho, gini-gini gue udah nyeleseiin ke-empat-empatnya lhoo~"

"Di Bravely Default nanti ada gak ya?"

"Tunggu aja sampe rilis nanti!"

'Aduh ini grup dasar otaku game...' Batin Gumi.


"Kyaaaaaa imuuuutt!" W

IA berteriak kegirangan sambil berhati-hati untuk tidak meremukan anak penyu yang sedang dia pegang sementara Meiko asik ngobrol dengan si penjaga penyu di sebelah kolam penyu... Yang cuma ada 1 penyu, yang dipegang IA.

sayang, mereka datang di waktu yang tidak tepat, masalahnya penyu-penyunya baru dilepaskan dan yang masih kecil yang lain masih di dalem telur dan belum menetas... Makanya sekarang IA berusaha keras untuk tidak meremukan penyu tersebut, daripada nanti dia makan daun kalau suruh gantiin.

"Lah, be-te-we, mana yang laen? Kok malah gue tiba-tiba kebagian peran sih?" Meiko bertanya setelah sadar dia cuma berdua sama IA di dalam.

"Mulai sekarang namamu Edea! Wahahahahah!" IA masih berteriak kegirangan sambil mengangkat anak penyu tersebut tinggi-tinggi.

"... Euh, IA, 3 hal... Itu jantan, kamu nggak bisa langsung ambil nama dari fandom lain begitu tanpa disclaimer, dan sepertinya kamu terlalu error buat diajak ngomong... Gue ke sana ya..." Meiko menjauh dari IA yang masih dalam dunia penyu (?) Nya.

"Rin? Len? Miku? Neru? Kaito? Gumi? Luka? Piko? Kalian kemanaa...?" Meiko keliling pantai mencari-cari grupnya yang tersebar.

"MEEEEII-CHAAANN!" Meiko tiba-tiba mendengar suara pacarnya dari belakang gedung.

"Kaito? Udah dibilangin jaga anak-anak, kamu ngapa-GYAAAAA! NGAPAIN LU GAGANTUNGAN DI POHON?!" Kaito tidak menjawab tetapi menunjuk ke arah pantai dengan tangan yang tidak dipakainya untuk melonggarkan syal yang menggantungnya di leher. Meiko langsung melihat ke arah pantai.

"GYAHAHAHAHAHA! BALIK SINI KAMU ELEFSSEUUUSS!" Rin lari-lari ngejar adeknya sambil bawa-bawa kapak dengan cosplay baju Artemisia dari Moira.

"OGAAAHH! LU MERANIN MISIA-NYA OOC WOOII! OOC BANGEET!" Len lari-lari dengan muka horror dan cosplay baju Elefeus yang ternyata didapet dari Elef dan Misia(*) asli(?) yang sekarang sedang pakai baju Rin dan Len sambil minum teh bulet (?) di bawah pohon.

"FUHAHAHAHA! KAU TAKKAN BISA LARI, PHOENIX WRIGHTT!" Miku tiba-tiba nodongin pedang negi ke Luka.

"SALAH NAMA WOOII! GUE KAGAK IKUTAN COSPLAAAYY! NGAPAEN LAGI LU COSPLAY JADI LUKE FON FABREE?!"

"Oh? Salah nama ya? Sori... Emm, oke, kau takkan bisa kabur... Euh, GATOTKACA!"

"*facepalm*"

"Emm... Neru, lu udah selesei belom nge-chargenya?" Piko bertanya sambil lari-lari dari Miku yang sudah jadi Luke sekarang.

"Bentaarr... Nanggung nih, hampir ketangkep Dialga(**)-nya..." Neru mengikuti dari belakang sambil tetap berlari dan megang DS.

"Yah ga berarti LU PAKE AHOGE GUA BUAT NGECAS (?) KALI?!"

"Eeeeh?! Satu-satunya alasan gue ngajak lu ke sini kan, karena lu bisa jadi power bank!" Piko langsung terbunuh di tanah setelah dikatai.

"..." Meiko speechless melihat kelakuan temen-temen calon adik iparnya #plak... Oke, temen-temen adik pacarnya, dan baru saja sadar ternyata si Kaito juga sudah dicosplay jadi Jellal dari Fairy Tail. Secara paksa, tentunya...

"RIIN! STOP KE-OOCANNYA MISIA! NGERUSAK KARAKTER TAUUKK!" Len berteriak sambil lari mundur.

"Ah, aku nggak pa-pa kok, ahaha" jawab Misia yang asli dengan muka polos sambil makan popcorn bareng Elef.

"TUH LIAT! ORANGNYA JUGA GAK PAPA! WAHAHAHAHA!" Rin tetap mengejar Len tanpa henti.

"Oke! Kalo lu minta begitu, semua salahmu ya!" Len lalu berhenti dan pasang kucing-kucing (?) (Rin: maksudnya kuda-kuda kali... -_-).

Tiba-tiba di belakang Len jadi muncul background music dan background item dengan gambar naga warna kuning... Kayaknya keren sih, TAPI MASALAHNYA SI NAGA INI MATANYA MATA SHOTA SEPERTI MOE TITAN!

Lalu setelahnya close-up ke mata Len yang pupilnya memanjang seperti naga, lalu dia melompat sambil memacu tinjunya dan berteriak

"Shotaryƫ no TEKKEN!"

DUAAAARRRRR!

Pasir berterbangan kemana-kemana, membutakan semua yang ada di sekitar, tetapi, tiba-tiba seorang Misia berambut kuning keluar dari pasir itu!

"Ohhohoho, berani-beraninya kau, wahai kuning bodoh. Tidakkah kau tahu mengapa aku bawa-bawa kapak yang gagangnya panjang?" Rin mulai melepaskan ujung kapak yang dia pegang untuk menampakkan sebuah pedang Sword Master. Len yang melihat itu matanya langsung terbelalak, dia pun bersiap-siap untuk lari, tetapi, dia lupa kalau yang dia pakai itu jubahnya Elef, dia pun tersandung dan jatoh ala REVO, Readers!

"DEAATHHBLOOOOWW!"

DUAAAAAAARRRRRRRRRRRRRR

R.I.P Len-eh salah, ElefLen Kagamine

Meiko yang melihat itu semua facepalm sampai mati.

"Shiro, ini beneran terjadi waktu kamu ke Belitung?" Kaito nanya ke Shiro.

"Hahahah Shiro emang main di lautnya heboh-hebohan bareng temen-temen sih, tapi gak se'heboh' ini juga... Hahahah" jawab Shiro.

"Lu tuh kekurangan ide, lagi gila gara-gara baru aja mesen deluxe edition bravely default, atau error karena desember nanti udah mau UAS sih?"

"3-3nya!"

'Pantesan' batin Kaito dan Meiko.

Sementara itu Rin dan Len masih berantem terus.

"RIIIINN! APA-APAAN HEEH?!" Len nodongin senapan BRS ke Rin.

"LU PIKIR?! SIAPA JUGA YANG MULAI?!" Rin bales nodongin death scythe Sprits Albarn.

"ELU!"

"ELU!"

"ELUU!"

"ELU, SHOTA!"

"ELU KALI, DADA RATA!"

"MENDING DARIPADA TANTE-TANTE!"

"HALAAH! ITU MEIKO-NEE KALI!"

"ARTINYA?! GUE LEBIH MENDING DARIPADA TANTE ITU! LU GAK BERHAK NGEJEK GUE!"

Ctak.

'Ah...' Batin Kaito dan Shiro setelah melihat urat marah Meiko putus dan mulai menegeluarkan aura gelap.

"E-eh, Kaito, kita lihat penyu bareng I-IA yuk..."

"U-uh, iya, Ayo! Ahahaha..." Kaito dan Shiro pun pergi dari tempat 'calon' TKP ini.

Sementara Shiro, Kaito dan IA main dengan penyu Edea, dari belakang tembok dapat terdengar suara-suara yang kira-kira seperti suara histeris teriakan ayam dipotong hidup-hidup berbarengan dengan ledakan bom ranjau (?).

'Tunggu si IA kok ga sadar sama sekali sih ada perang di belakang?' Batin Shiro dan Kaito.


"Jadi? Kalian sudaj mengerti belom?" Meiko melipat tangan dengan aura gelap keluar di belakangnya sementara semua orang ada di depannya berlutut dan sudah babak belur. 'Lagian ini anak-anak kapan bawa cosplay coba?' Batin Meiko.

"I-iya, maaf, Meiko-nee..." Semua menjawab berbarengan.

"Bagus, kalau gitu kalian diem dan main aja sana di pantai, awas kalau kudengar rusuh lagi." Meiko berjalan menuju kolam penyu.

'Shota, kita ambil aja yuk bajunya Elef sama Misia, lumayan kalo dijual ke fansnya Revo seperi Neru...' Batin Rin berbisik ke batin Len.

'Etto... Rin, meiko-nee lagi marah besar lho-'

'Shota, lu mau beli 3DS XL yang Xerneas atau nggak?'

'OKEH OKEH ayo kita am-'

"Rin, Len, balikin tuh baju ke pemiliknya. Sekarang." Meiko tiba-tiba muncul dari belakang tembok.

'SHIIIT!'

'ARGGHHHHH!'

Sementara itu di percakapan batin Elef dan Misia...

'Lef, lu mau ambil aja nggak baju ini?'

'Hmm... Yah, mungkin agak nggak cocok buat nyanyi doreitachi no eiyuu, tapi minimal kita bisa beli Wii pake ini'

'Lef kita udah punya wii.'

'Oh iya'

'Jadi? Mau dibalikin?'

'Tauk ah napa lagi karakter kayak kita muncul di fic vocaloid?'

'Halah ya udahlah balikin aja, bahkan thanatos mungkin bisa dikalahin tuh tante'

'Oi misia lu jadi OOC tuh'

'Wae'

"HAAAASSSTUUUUUUTTTIII!"

"?!"

Tiba-tiba terdengar suara IA, Shiro dan Kaito bareng-bareng teriak dari lantai paling atas mercusuar.

"EEEEH! IA SAN LICIIIKK!" Rin bales teriak dari bawah.

"Apa yang keliatan dari sana?!" Len ngikutin kakaknya.

"Keren lho! Pantainya kelihatan semua! Wahahahha kita baru aja nge clear satu tower nih!" IA berteriak-teriak sambil masih bawa-bawa penyu Edea (Shiro nggak kok, shiro nggak... Bisa mati nanti penyunya...)

"Wahahahhahaha! Ayo, minna! Sekali lagi! Ichi, ni, san..." Shiro menghitung aba-aba.

"HASTUTIIIIIIIIIII!" Lalu melempar ramen (?) Yang entah darimana kebawah yang dengan sangat tidak keren mendarat di atas rambut kuning ElefLen.

"... NECROMACHIAAAA!"

"LEENN JANGAN NGAMBIL DIALOG GUE! GUE YANG ELEF ASLI SIALAAAN!"

Dan, sementara kedua cosplayer ini bertengkar, mari kita lihat aktivitas para cewek yang ada di pantai.

"Misia, kamu gimana caranya bisa ke fandom ini?"

"Oh, nggak kok! Si Bakauthor cuma ngundang gue jadi karakter tamu (?) Aja buat chapter ini!"

"Miku-nee! Lihat-lihat gimana penyu dari pasir ini?" Rin menunjukan hasil karyanya, yang tiba-tiba dibasuh oleh air laut yang semakin lama makin tinggi. "ARGH SIAL!"

"Rin, mestinya kamu bikin parit di depannya, biar air gak bisa masuk... Begini caranya..." Miku mulai menggali pasir.

"Hmmm? Rin-chan bikin penyu?" IA tiba-tiba nongol.

"Hn? Nape?"

"Ikutan!" IA pun duduk di sebelah Rin dan menarik napas lalu mulai membuat penyu+parit yang sedalam palung mariana (?) Dengan tangan buddha (?)Nya.

"Uwooohh IA pro, ma' men!" Kata Rin begitu melihat hasil penyu bikinan IA yang PERSIS dengan yang asli.

"Muehehehehhehe"

-tetapi ternyata mother nature iri dan membasuh pergi penyu pasir itu.

"..."

"I-IA?" IA tiba-tiba berdiri dan ngeluarin bom gabus (?) buat nyerap semua air yang ada di dunia(? Emang bisa? -_-).

"IAA! IAA KALEM BROH KALEM!" Rin sekuat tenaga menahan si-yandere-IA ini dibantu oleh Miku dan Misia. Pada akhirnya bom gabus malah kelempar ke dalam botol coca cola 3 liter milik seseorang yang tidak beruntung sekali yaitu slenderman yang lagi piknik(?) sama mba kunti dan Len yang harus menyaksikannya pingsan kaget sementara IA-nya sendiri kepeleset ke dalam air.

"Ne, ne, Miku! Coba deh pelampungnya diapungkan begini dan kita duduk di atasnya! Bisa ngambang lho!"

"Wah iya! Asik!"

"Hm? Apaan tuh ijo-ijo?"

"Lembut banget... Lebih halus daripada rambut... Apa ini?"

"I-ini rumput laut!"

"HEE?! Kerenn!"

"Ayo! Taruh di sini dan isi air! Kita bawa pulang!" Neru menyodohkan botol kosong.

"Iya! Iya! Ayo bawa!"

"Ah! Di sana ada lagi!"

"Ada lagi juga nih di sini!"

Dan perburuan rumput laut itu pun berlanjut.

... Walau pada akhirnya rumput laut itu 'dilepas' lagi di pantai Belitung


"EEh? Gak ada tempat bilas?" Miku memandang kakaknya dengan pandangan apa-apaan-ini-dasar-gila-lu-ngapain-aja-dari-tadi.

"Ya, kalau mau paling cuma ada toilet satu ini yang ada sumur di sini, tapi..."

"GYAAA APAANN NIH AIRNYA COKLAT BANGET!" Rin langsung melempar ember sumur tersebut ke atas yang ketika mendarat membuat benjol kepala Len-wah untung embernya gakpapa... #digaplokpisang

"Terus? Di kamar mandinya?"

"Ya, pertama, tempat itu gak ada tegel lantai, jadi kotor banget... Dan air cuma keluar di satu tempat..."

"Aduuhh ya sudahlah apa boleh buat!"

Ternyata yang di dalam lebih parah lagi dari yang dijelaskan Kaito-penuh pasir, gak ada kunci pintu, sempit, bau pesing, kotor, tidak ada gantungan baju lagi! Akhirnya semua harus mandi berdua-dua, yang satu memegangi barang/baju sementara yang satu mandi... Untung mereka bawa handuk dan baju ganti, kalau nggak bisa gawat tuh. Airnya bersih sih, lumayaan...

"Eh katanya di hotel ada karaoke lho!"

"Gumi? Lu beneran mau karaoke sehabis semua ini? Capek gue..."

Mobil langsung berisi tawaan semua cewek yang sekarang ada di dalam 1 mobil.

"Yah, besok aja kali, kan besok kita cuma akan keliling belitung pakai mobil..."

"Ya deh, kalau hari ini angkat tangan gue..."

"Eh eh! Daripada kurang kerjaan gini nyanyi yuk!"

"Heee? Nyanyi apa?"

"Ehmm... Krik krik krik, krik krik krik, krik krik krik krik krik~ /bernyanyi dengan nada jingle bells/"

"Bahasa belalang?"

"Oke! Semua berurutan ya! 1, 2, 3!"

"Krik krik krik" (jingle bells)

"Krik krik krik" (jingle bells)

"Krik krik krik kri-" (jingle all the wa-)

"Krik"

Semua langsung menoleh ke arah Neru yang tiba-tiba mengeluarkan suara rendah sendiri dan ketawa-ketawa bareng Nerunya sendiri.

"Oke! Ayo kita mulai lagi!"

"sora o ooi tsudku-krik! Kuroi tori no- krik krik krik! Kimi no nawa sorei-krik!"

"AHAHAHAH SERIUS ITU LAGU SOLEIL GUE JADI NGAKAK EDAN!"

"Oke, gimana kalo gini? Eh-heem!"

"Senbonzaku-krik! Yoru ni- krik krik krik! Kimi no krik krik wa, todokanai krik!"

"AHAHAHA!"

"SIE SIND KRIK ESKRIK WIR SIND KRIK JAEKRIK!"

"ADUUH STOP! SAKIT PERUUUT!"

Dan mobil benar-benar me-stop di depan restoran, ternyata mau makan malam di sini rupanya... Di dalam, ada AC (tentunya, kalau tidak mah penyiksaan) (dan mendinginkan tubuh juga soalnya bada masih lembab) meja-kursi (rin: ya iyalah ini author te baka atau apa...), dan-biasalah koleksi barang seperti 'setrika jaman dulu', wajan gede banget, pokoknya yang kayaknya dulu dipakai masyarakat belitung. Dan, begitu melihat seragam pelayannya, Miku yang paling kaget, soalnya dulu waktu dia drama jadi Malin Kundang, ibunya memberikan kostum yang (awalnya dia gak terlalu percaya) sama persis dengan seragam pelayan disini yang berupa baju (shirt) dan celana yang dipinggangnya diikatkan kain batik yang menjulur sampai lutut dan ikat kepala yang depannya segitiga itu lho... Susah dijelasin nih topinya... (Moral, anak-anak, percayakanlah penentuan kostum drama legenda kepada ibu kalian yang orang jawa.)

Akhirnya, begitu duduk semua langsung pesen-pesen, dan begitu teh manis dan es jeruk belitung sampai, tehnya asem seperti lemon tea, tapi rasanya beda gitu, seperti rasa asem jeruk tapi enak! Sedangkan es jeruknya bukan orange seperti es jeruk yang ada disini, es jeruknya dari jeruk kunci jadi warnanya bening-putih-keruh, dan biji2 hijaunya masih ada di sana sini (rekomendasi nih kalau kalian ke belitung! Selain enak, bijinya bisa disedot dan disemprotkan ke teman seberang, hehehe...). Dan-oh- betapa kangennya IA sama makanan sunda kesukaannya, buat dia makanannya gak terlalu berasa... Kasian... Kapan ya dia bisa kembali ke gurame goreng, cumi saus mentega dan udang bakar kecap/madu nya? (Shiro+IA: *ngiler*)

Akhirnya, setelah makan mereka dapat kembali ke hotel dan, seperti biasa langsung lari secepat Sonic ke kamar mandi. Untuk kali ini para cowok dipersilakan dulua karena para cewek tahu mereka akan mengahabiskan waktu lama-LAMA BANGET- di kamar mandi karena rambut mereka yang lengket kena air laut.

tanpa disadari, Len tiba-tiba sudah tidur di sofa begitu Miku dan Rin selesai mandi dengan muka masih terbakar matahari, seremnya dia terus-terusan bilang "Bintang laut Hentai Roy mustang..." Gitu waktu mengigau, mimpi apa dia?

Di lain pihak, Miku dan Rin gak bisa tidur setelah mengoleskan krim ke pipi len dan Rin dengan (sangat) sengaja mengoles tebal-tebal lalu digambari, mereka pun menyalakan TV dan seperti biasa, nonton Animal planet dan discovery channel... Eh tiba-tiba malah ketiduran kurang dari 30 menit setelah acara spesial yang mereka tonton selesai. Satu hari lagi selesaai...


A/N: oke desu! Saya lagi sgt sibuk akhir2 ini! Maaf! Mengapa? Mohon kalau mau silakan temui orang yang telah membuat UAS... Dan saya akhir-akhir ini lagi banyak pikiran nih, inspirasi gak bisa datang-datang! Hontouni gomenasai! Akhirnya saya cuma menulis yang ada dipengalaman tanpa humor... Beneran kehilangan inspirasi nih...

Rin: makanya, jangan dibawa stress cuma mau beli game doang...

Shiro: cuma?! CUMA?! Ini tuh BDFF deluxe collector's edition tahu! Dan sampe sekarang belom order! Di computeruniverse tiba2 bilang udh sol out pdhl udah pesen!

Len: tenang... Shiro... Masih bisa nunggu yang di play-asia dan eBay kan? Pasti bisa kook...

Shiro:... Huweeeeeee Leeeeeenn...

Rin: yak, mari tinggalkan si Author ke Len dan kita teruskan note nya!

IA: ah, iya, Shiro waktu itu bilang dia lupa nambahin scene di chap 1 tentang makan mi belitung dan melihat es jeruk belitung untuk pertama kalinya! Nanti dia akan reupload secepatnya! Dan, makanan yang saya pengenkan itu makanan sunda kesukaan si Author juag! Hehe...

Miku: iya, ibu shiro juga orang jawa dan kejadian kostum itu beneran terjadi, haha... Iya, shiro cewek tapi temen-temenya bilang dia aja yang jadi Malin kundang... (Miku kamu juga dong artinya?)

Semua: author akan segera mencari inspirasi baru! Mohon bersabar ya untuk chap selanjutnya! Terimakasih telah membaacaaa!

All reviews are appreciated!