debt to bring today

Mohon maaf kemarin ada kesalahan jadi ku hapus

Maaf ya

Ok sebagai permohonan maaf Afdofin akan membuat chapter ini lebih banyak 100 word dari kebiasaan Author yang pelit akan word ini.

Kemarin -kemarin adalah masa lalu sekarang adalah masa kini besok dan seterusnya adalah masa depan

Jadi ingat jangan suka mengungkit masa lalu karena itu sudah berlalu dan janganlah berharap kebahagian di masa depan akan tetapi masa kini mu penuh dengan masalah dan keburukan jadi ingat selalu ingat kebaikan ya untuk masa depan

Sakit , benar ia sakit bukan karena penyakit yang menggoroti tubuhnya tapi karena penderitaan hidup tanpa henti.

Ia iri dengan orang-orang bebas di luar sana.

Merdeka hidup dengan kebebasan tanpa siksaan karena kesalahan kecil yang kau tak tahu.

Perbudakan itu tabu, abu-abu, di anggap tak ada tapi sesungguhnya merajalela.

Hidup dalam kungkungan sangkar apartemen mewah bukanlah sebuah pilihan tapi sebuah kesalahan yang ia harus tanggung di dunia ini di usia mudanya kini.

Apa yang ia impikan dulu hanya sebatas mimpi, mimpi yang mustahil ia gapai walau mengarungi lautan luas di muka bumi karena hidupnya sudah dimiliki di serahkan pada tuannya sendiri yaitu Uchiha Sasuke.

DEBT TO BRING TODAY

Thanks to Rendra AB, Reza BP, Andre Endut, Bayu Baskara Anak angin, Raulies martha, Burhan Stoke city, Amar ma'ruf, Dan Charles cilok.

Terima kasih buat miszshanty05, yuichi,soee intana, Uzumaki love Hyuuga temanku yang ku tak tahu,Ryu Tanagawa, Uzumaki Akkie, Ara Uchiha, Neko Twins Kagamine, hanazawa kay, Tsuki Nigatsu No KinyoubiNatsu, neng Hyull, ,leny, , meteora, ghighichan twinsangels, anita. Indah. 777, Euishifujoshi, dll aku belum sebutkan saya ucapkan terima kasih sebanyak -banyaknya.

Pagi hari seperti pagi hari biasanya , hari ini hari senin hari permulaan untuk melakukan kegiatan seminggu penuh tanpa henti oleh hari libur karena sekarang bulan april bulan tanpa tanggal merah kecuali hari minggu.

Naruto dan tuannya keluar dari apartemen di kawasan elit itu dengan biasanya si tuan dengan tampang datar nan cool sedangkan sang budak berjalan menunduk mengikuti sang majikan yang berjalan mendahuluinya.

Bukan Sebab Naruto menunduk karena malu karena ia bukan seorang pemalu seperti temannya dulu ketika ia masih tinggal bersama Ayahnya tapi karena bingung ya bingung dengan apa yang dikenanakan di jari manisnya saat ini.

Benda itu cincin ya cincin tapi untuk apa tuannya memberikannya cincin apalagi cincin itu terlihat indah untuk dipandang dengan bahan emas serta di percantik dengan berlian berwarna biru membuatnya berpikiran pasti mahal harga cincin ini.

Tuannya ketika itu hanya bilang " Naruto bukalah kotak tersebut dan pakailah sesuatu yang ada dalamnya di jari manismu itu " tuannya memberikan sebuah kotak perhiasan berwarna merah pada Naruto ketika itu Naruto baru selesai memakai baju seragamnya di kamar mandi sesaat kemudian Naruto membuka kotak tersebut dan menganga lebar dengan apa yang ada di dalam kotak perhiasan tersebut.

"Ini cincin untukku Tuan" tanya Naruto heran maksud tuannya ini memberikannya sebuah cincin.

Tuannya hanya menjawab" Hn, jaga baik-baik cincin itu Naruto,karena itu

sebagai bukti pengikatan kita , Kau mengertikan Naruto? "

Naruto bingung maksud kata Bukti pengikatan kita yang tuannya lontarkan tadi tapi Naruto hanya mengangguk-angguk saja tanda mengerti daripada terkena hukuman tuannya lagi.

Mereka berdua melewati beberapa flat apartemen sebelum menuruni gedung apartemen itu dengan lift.

Setelah sampai di lantai dasar mereka berdua lalu berjalan ke area tempat parkir di gedung apartemen tersebut tempat mobil Sasuke di simpan.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞»∞∞«›»»»»»›

Hening

Dua insan itu masih fokus pada kegiatan masing-masing individu.

Tuan Gadis itu melirik gadis miliknya yang berada disampingnya yang tengah memandang cincin pemberiannya di jari manis milik gadisnya itu.

Sasuke menyetir mobilnya dengan pelan ingin merasakan momen-momen seperti ini lebih lama lagi.

Tuan Gadis itu menghela nafas,akhirnya sebuah pengikatan bisa ia lakukan dengan gadisnya itu walaupun hanya Tuan Gadis itu yang tahu tapi sepertinya Tuan muda itu tak mau ambil pusing dengan masalah itu yang terpenting ia sudah memiliki ikatan dengan gadis yang membuatnya terheran-terheran dengan detup jantungnya ini.

Ya pengikatan bukan sekedar pengikatan yang ia biasa ia lakukan pada Naruto dengan Rantai ketika gadis milik nya itu melanggar perintah dan aturannya.

Ini pengikatan yang berbeda makna dengan hal-hal tersebut.

Hm bisa di bilang ikatan Hati dan jiwa raga saling memiliki.

Sebuah ikatan antara tuan dan budak menjadi ikatan emosional yang namanya pertunangan.

Dari ikatan rantai atau tambang di tangan Naruto kini menjadi ikatan Hati yang disimpul mati agar sulit terlepas.

Ya pertunangan tapi sepertinya hanya Uchiha ini yang tahu dan tak memberitahukan maksudnya memberikan cincinnya pada budaknya itu.

Ya Sasuke Uchiha tidak terus terang mengenai hal tersebut.

Tuan Gadis bernama Naruto itu fokus menyetir walau ekor matanya melirik gadis kepunyaannya di sebelahnya.

Selang tiga puluh menit berlalu mobil yang di kendarai Sasuke sudah tiba di tempat parkir sekolahnya.

Hari ini tampak sengang dan sepi ya mungkin masih terlalu pagi saat murid-murid berdatangan ke Sekolah tersebut.

Tuan Gadis itu keluar dari mobilnya lebih dahulu dari gadis miliknya ketika gadis itu hendak keluar Mobil tersebut tuan gadis itu telah terlebih dahulu membukakan pintu mobilnya sebelum miliknya itu mendahuluinya membukakan pintu mobil untuk gadis itu keluar.

"Terima kasih" ucap Naruto sedikit bingung dengan tindakan tuannya tapi yasudahlah ia tak mau ambil pusing'

"Hn" balas tuannya ala kadar nya.

Mereka berjalan beriringan menuju kelas yang mereka tempati, tangan Sasuke menggenggam tangan naruto walaupun begitu di antara keduannya tidak ada sebuah pembicaraan.

Di antara mereka hanya hening tak ada yang memulai sebuah pembicaraan, Naruto terlalu kikuk untuk memulainya walaupun sebenarnya ingin sedangkan Tuannya itu sudah menjadi ciri khas sekali seorang Sasuke yang cinta kedamain dan keheningan jadi mana mungkin tuannya ini memulai pembicaraan dengannya.

Naruto dan tuannya sesaat kemudian tiba di kelas mereka yang sepi karena belum adanya murid yang datang

di kelas itu.

Tuan muda itu berjalan menuju bangku paling pojok belakang tempatnya duduk bersama gadis miliknya yang tangannya di genggam olehnya.

Mereka duduk saling bersebelahan di bangku itu tanpa ada kata -kata yang terucap dari bibir mereka berdua.

Sepertinya mereka akan terus terdiam sebelum waktu nya istirahat tiba di sekolah tersebut.

Istirahat adalah waktu paling di tunggu semua murid sekolah di manapun mereka berada.

Termasuk juga Naruto karena jam istirahat ini ia bisa menghabiskan waktunya melihat Rock Lee berlatih lari dan melempar lembing di lapangan outdor yang sekolah Itu miliki.

Daripada di kelas ia hanya akan mendapati kesunyian karena tak ada yang mengajaknya mengobrol untuk sekedar berbasa-basa mengenai tren fashion masa kini walaupun ia tahu tak mungkin ia membeli atau setidaknya mengenakan pakaian -pakaian bermerk yang ia sering dengar dari beberapa siswi di kelasnya.

Ya semua murid-murid di kelasnya tak ada yang berbasa-basi sekedar menyapa dirinya semenjak insiden dua hari yang lalu ketika tuannya memukul beberapa orang murid yang menggoda dan menyatakan cinta padanya.

Bukan ia di jauhi oleh murid-murid di kelasnya tapi mereka tak berani berdekatan dengan Naruto karena tuannya selalu menatap garang jika mereka ingin mendekati Naruto termasuk juga perempuan yang hanya ingin sekedar berkenalan dengannya.

Dan itu semua adalah sebuah kerugian bagi Naruto karena ia tak bisa bebas sebentar saja dari kungkungan Tuannya itu yang selalu mengekangnya.

Ya terima lah saja Nasibmu Naruto

Naruto bangun dari bangku yang ia duduki.

Ia melirik tuannya sebentar lalu berjalan menuju pintu masuk kelas tersebut untuk keluar dari tempat itu menghindari Tuannya yang super menyebal menurutnya.

Sebelum Naruto beranjak pergi meninggalkan kelas tersebut Tuannya sudah menghadangnya di depan pintu keluar kelas tersebut tanpa banyak basa-basi tuannya menggiringnya kembali duduk di sebelah tempat duduk yang di tempati tuannya.

Sasuke menggenggam tangan Naruto begitu erat seakan takut dan tak rela gadisnya itu pergi dari sisinya.

"Naruto diamlah jangan beranjak dari sini temani aku di sini dan di mana pun ku berada karena ingat aku sudah mengikatmu semenjak tadi pagi dengan cincin yang sekarang ini kau kenakan di jari manismu, jadi kuminta tetaplah berada di sampingku mulai saat ini" Sasuke berkata seperti itu sangat lembut dan sedikit tersenyum membuat Naruto mengeryit bingung dengan Nada bicara Tuannya ini yang biasanya berbicara dengan nada yang datar dan pelit sekali berkata-kata dan lagi sebuah senyuman yang tak pernah ia lihat sebelumnya membuat hatinya meleleh ketika melihat senyuman tipis tuannya tadi.

"Baiklah jika itu yang Tuan mau saya akan menurutinya karena saya mengerti saya hanya milik Tuan Seorang sehingga harus mengabdi pada Tuan sampai kapanpun, benarkan itu Tuan?"

"Hn"

Naruto menghela Nafas atas tindakan Tuannya itu yang tidak memberikan ruang gerak bebas untuknya menghabiskan waktu hanya untuk sekedar mencari udara bebas 'Hah..tidak bisa ya ' batinnya kecewa.

Tuannya seakan sudah mendapat lampu hijau, ia lalu berbaring dengan paha Naruto sebagai bantalannya.

Setelah Tuannya berbaring di pahanya Tuannya itu lalu berkata

"Naruto pandanglah aku "

"Ada apa tuan"

"Hn, Bisa ku tanyakan sesuatu padamu"

"Apapun yang tuan tanyakan sebisa mungkin Aku menjawabnya dengan benar, lantas apa yang ingin tuan tanyakan padaku? "

"Hah... Naruto jawab pertanyaan ku dengan jujur adakah saat ini laki-laki yang kau sukai? " Sasuke menanyakan itu dengan ekspresi seakan takut kehilangan Seseorang membuat Naruto heran dengan Tuannya ini yang di luar kebiasaannya yang cuek dan tak berperasaan.

'Ekh Tuan kenapa menanyakan soal itu aku bingung harus jawab jujur atau tidak, Menjawab Salah hukuman menanti' batin Naruto bingung memilih jawaban yang benar.

'Naruto ayo berpikir maksimalkan otakmu ini'

"Cepat jawab pertanyaan ku tadi atau kau mau ku hukum lagi seperti kemarin di mandikan olehku"

'Arghh jangan di ingat lagi soal itu arrrrgh...baik Naruto tenang,tenangkan pikiran lalu jawab pertanyaan tuanmu tadi'

"Tidak Tuan, a-aku tidak sedang menyukai seseorang saat ini" jawab Naruto takut-takut jawaban nya Salah bisa berabe nantinya di hukum sang majikan.

Sasuke terdiam sejenak lalu menarik leher Naruto supaya gadisnya menunduk agar ia bisa berbisik di telinga sang gadis.

Sasuke tersenyum lalu berbisik pelan " terima kasih untuk jawabannya'' di telinga Naruto membuat sang gadis merinding mendengar bisikan tuannya yang begitu sexy di pendengarannya.

Sasuke yang telah puas mendengar jawaban Naruto semakin menarik leher Naruto supaya wajah Naruto agar lebih mendekat dengannya yang sedang berbaring di paha sang gadis.

Naruto yang ditarik lehernya oleh tuannya sama sekali tidak bisa melawan membuatnya seketika kepalanya menunduk dan matanya bertatapan intens terkunci oleh mata Tuannya yang sehitam batu onyx tersebut.

"Naruto mendongaklah ke atas!"

"Ekhh.." respon Naruto kaget mendengar perintah Tuannya yang tiba-tiba ketika ia masih terpaku dengan mata sehitam batu onyx tuannya.

"Ba-baik" Naruto mendongak ke atas menuruti perintah Tuannya akan tapi tak ada apapun di atasnya membuatnya kebingungan

Sasuke melihat perintahnya dilaksanakan oleh Naruto membuat nya ingin sekali tertawa akan tetapi mendapat kesempatan emas seperti ini dengan cepat ia mencium pipi bertada lahir kumis kucing Naruto yang terasa begitu kenyal di bibirnya sehingga yang dicium olehnya terbelalak kaget dan matanya melebar membuatnya semakin bulat membesar.

"Tu-tuan k-kena-pa menciumku" Naruto terbata-bata memegangi pipinya yang tadi di cium oleh tuannya dan menatap tuannya tak percaya dengan apa yang tuannya perbuat.

Sasuke menatap Naruto intens membuat yang di tatapnya merinding ketakutan 'mati aku' batin Naruto pucat pasi mendapatkan tatapan Tuannya yang begitu mematikan membuatnya tak berkutik.

"Naruto..."

"Ya tu-an"

"Naruto jadilah kekasihku hidupmu pasti bahagia" ucap Sasuke tanpa ano dan bunga seperti kebanyakan pria menembak sang pujaan hati.

Naruto masih memproses perkataan Tuannya kapasitas otaknya tak mampu mercerna perkataan Tuannya dengan cepat membuatnya harus loading beberapa saat.

"Ekhhh ...ekhhh" Naruto mulai mengenai titik terang mengenai perkataan tuannya semakin terang otaknya itu memahami dan akhirnya dash ia mengerti akhir nya, tuannya itu menyatakan cinta padanya.

Naruto tak percaya ini Tuannya memintanya menjadi kekasihnya , apakah ini kenyataan?, apakah ini hanya sekedar candaan Tuannya yang tak lucu atau apa?, ia bingung sekarang harus apa. Apa ia harus mengatakan "baiklah aku bersedia" atau "Maaf Tuan aku tak bisa" semuanya penuh resiko Naruto bingung membuat otaknya harus di overclock bukan pada waktu yang tepat.

Sasuke memperhatikan Gadis miliknya itu dengan seksama dari arah bawah, Ia ingin segera tahu apa jawaban gadis yang dijadikan budaknya itu.

Ya semenjak Naruto tinggal bersamannya di apartemen mewah miliknya, sasuke sering merasakan sesuatu yang tak biasanya pada dirinya.

Seperti marah karena Naruto berdekatan dengan seorang lelaki lain selain dirinya.

Sasuke merasa Naruto itu miliknya dan tak ada yang boleh menyentuhnya selain dirinya.

Jadi tidak ada kata menunda dalam kamusnya dan Naruto harus menjawab sekarang ini juga perasaannya pada Gadisnya itu dan ia tidak menerima kata penolakan dari gadisnya itu.

"Tuan serius?,"

"Ya dan cepat jawab kau menerima atau tidak"

Naruto semakin bingung untuk menjawab, ia terus berpikir dan berpikir membuat otaknya semakin di putar-putar oleh pikirannya sendiri.

Naruto menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dan sesaat kemudian ia telah mantap memberikan jawabannya pada Tuannya.

Naruto mulai menunduk menatap tuannya yang berada di bawahnya dengan mantap ia menjawab "Aku..."

Hayimpor kuleisna wakaliri ihafarajatauks

"Hah sial sulit sekali mendekati gadis cantik berambut kuning yang selalu memanggil Sasuke Tuan itu." Kiba memukul-mukul meja kantin yang terbuat dari kayu ketika suasana kantin sedang ramai ramainya membuat beberapa murid menengok kepadanya .

"Diamlah Shaggy-doo...doo...doo ..kau membuatku tak bisa konsen memakan makananku lihat semua belum masuk di perutku" Neji yang merasa terganggu dengan maniak anjing ini tentu saja memprotes tindakan temannya itu.

"Kau yang diam Neji kau tak lihat temanmu ini dalam keadaan darurat karena cinta melanda" kiba berujar tak terima perkataan Neji yang menganggapnya mengganggu.

Saling sindir dan ejekpun tak terhindar kan dari mulut kotor ke dua jenis manusia tersebut membuat tensi kedua manusia itu meningkat.

Dua jenis manusia itu masih juga bersitegang membuat keempat orang lain yang duduk di situ merasa terganggu.

"Ckkk, ..Neji, kiba Hentikan pertengkaran konyol kalian, bersikaplah sedikit dewasa jangan bertindak kekanak- kanakan, kita sudah bukan anak-anak lagi yang meributkan sesuatu yang tak ada untungnya, sebaiknya kalian diam dan mekanlah makanan kalian cepat karena bel masuk pelajaran sebentar lagi berbunyi." lerai salah satu diantara keenam orang tersebut yang berperawakan lumayan menakutkan berambut merah dan bertato ai di jidatnya.

"Iya...iyaaa..Aku mengerti..." ujar Kiba lesu.

Keenam manusia segeder itu setelah keributan memskan makanannya dengan tenang sampai waktu istirahat berlalu dan mereka kembali ke kelas masing-masing

Hari ini senin hari paling membahagiakan baginya saat ini. Ya hari yang bersejarah baginya, Hari yang penuh keistimewaan baginya dan hari yang ia tunggu semenjak mengenal gadisnya itu.

Ya gadis itu yang bernama Naruto sudah menjadi sepenuhnya miliknya bukan hanya raganya saja tapi hati dan jiwanya juga.

Dengan pemberian cincin dan lamaran tadi pagi di sekolah membuatnya tenang untuk saat ini.

Ya hanya untuk saat ini karena mungkin besok-besok banyak yang mengganggu hubungan mereka yang sudah meningkat dari sebelumnya.

Hari ini senin Naruto mengiyakan permintaan Tuannya untuk menjadi kekasihnya.

Dengan status Naruto saat ini bukan berarti Naruto menyukai Tuannya malah sebaliknya ia sangat membenci tuannya dan ingin membalas perbuatan tuannya dulu padanya dengan balasan yang setimpal.

Dan mulai saat ini Uzumaki Naruto akan membalas perbuatannya Tuannya secara perlahan-lahan membuatnya tuannya sakit dan mati sekali hantam dengan perasaan benci itu ia bisa membalas semuannya

Termasuk

Meniadakan Tuannya sendiri

Dari kehidupanya

Yang dulu tenang di dunia

Tbc

Hancur ini yang paling hancur dari sekitar empat chapter yang telah ku ketik mohon maaf bila reader semua kecewa.

Ok tadi tidak ada adegan siksaan karena ini masa transisi dari majikan yang menyiksa budak menjadi kebalikannya.

Dan mohon maaf author biasanya update nya malam jarang sekali siang hari karena sibuk sendiri membaca fanfic karya orang lain

Chapter berikut adegan berdarah-darahnya dimulai dengan kemunculan Sakura yang mengincar Naruto sebagai pemuas nafsunya

Aku tidak menolak flame tapi alangkah lebih eloknya kata-kata yang kurang mengenakan jangan di keluarkan di kotak review membuat author patah arah saja

Hargai sedikit usaha orang

Mentang-mentang pembaca adalah raja penulis di jadikan sapi perah yang di perah ceritanya tanpa tanda terima kasihnya

Ok sekian dulu sesudah perang update minggu depan

Dadah minna-san