Cast: EXO Member, dll.
Genre: Mystery, Suspense, Romance dll
.
.
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
.
.
Disana adalah mayat dari seseorang yang menghukum Baekhyun saat dia telat masuk sekolah. Mayat dari seseorang yang dimaksud Baekhyun dengan '14 Februari 2014 sepulang sekolah'. Mayat itu adalah guru olahraga Baekhyun. Guru Wu.
Mayat Guru Wu terkapar di jalanan karena kecelakaan. Kecelakaan yang menyebabkan tubuhnya terlindas truk.
Kejadian itu terjadi ketika motor Guru Wu melintas di depan sekolah dan datangnya truk itu lalu melindas motor dan setengah badan Guru Wu. Jasad Guru Wu sudah tidak berbentuk. Hanya darah, jasad yang berluka, layaknya mayat pada umumnya. Naasnya, supir truk itu melarikan diri entah kemana.
Baekhyun terpaku, dia tidak percaya pada apa yang dia katakan enam jam yang lalu. Baekhyun merasa, bahwa dia lah sang tersangka. Dia yang menyebabkan Guru Wu meninggal sepulang sekolah. Dia semakin bimbang. Dia ragu apakah dia masih Byun Baekhyun yang dulu. Sepertinya, dia diberi suatu kelebihan oleh tuhan.
Baekhyun pulang meninggalkan teman temannya. Chanyeol mengejar Baekhyun yang berlari menuju apartemennya. Chanyeol mencari sosok 173cm itu, menoleh ke kanan dan ke kiri. Tapi dia tidak mendapatkan apa-apa. Dia akui bahwa Baekhyun berlari sangat kencang hari ini.
Baekhyun sampai di Apartemen. Dia merenung, dia berpikir bahwa sekarang dia bukan lagi pelajar yang ceria, pelajar yang hanya menunggu kelulusan. Dia sekarang adalah pembunuh. Pembunuh hanya dengan menyebut tanggal kematian. Byun Baekhyun adalah pembunuh, itu pikirnya.
Keesokan harinya, Byun Baekhyun datang sangat pagi. Sekitar jam 6 ketika sekolah hanya dihuni penjaga sekolah. Baekhyun datang dengan muka ditekuk. Tidak ceria lagi, tidak mengucap salam, tidak menyapa temannya.
Baekhyun akan segera di cap sebagai anak pendiam, Baekhyun si ceria sekarang sudah tiada. Petir itu sangat mujur untuk merubah hidup seorang moodmaker Byun Baekhyun.
Chanyeol datang sepuluh menit setelah kedatangan Baekhyun. Chanyeol duduk di sebelah Baekhyun. Menghampiri Byun Baekhyun yang melamun.
"Baekhyun-ah!~" kata Chanyeol mengageti Baekhyun.
"Ya! Chanyeol-ah, kau mengagetiku!" ucap Baekhyun.
"Itu tujuanku Baekkie!" jawab Chanyeol.
"Tumben kau pagi sekali?" tanya Baekhyun.
"Ya! Aku ini memang selalu datang pagi, tidak sepertimu. Kau kemarin saja telat, dan dihukum oleh Guru-" belum selesai Chanyeol menyelesaikan kalimatnya Baekhyun sudah pergi meninggalkannya.
"Ya! Byun Baekhyun! Tidak sopan sekali meninggalkan orang yang bicara di depanmu! Aish~ Orang nakal iniii!" teriak Chanyeol.
"Masa Bodoh." Bisik Baekhyun.
Baekhyun berjalan diikuti Chanyeol di belakangnya. Chanyeol mengikuti Baekhyun seperti Security Guard. Ya~ kau tau itu sangat risih. Chanyeol memang selalu membuat Baekhyun risih dengan cara apapun.
"Ya! Baekhyun-ah!" teriak Jongdae.
"Ada apa kau berteriak seperti itu Jong?" tanya Baekhyun.
Ada sesuatu yang aneh, Baekhyun melihat sebuah nomor diatas kepala Jongdae. Sebuah nomor yang sangat aneh. Baekhyun mencoba membacanya.
"Aku hanya menya-" ucap Jongdae.
"Lima belas... Februari.. Dua ribu... Empat belas... Kedua.." ucap Baekhyun aneh.
"Hah? Apa yang kau katakan?" tanya Jongdae.
Kemudian sehun datang ke kerumunan tiga lelaki itu, sehun datang dengan cool. Tentu saja dengan headset menempel di telinga dan tangan masuk ke saku celana. Sehun memang sangat cool.
Baekhyun juga melihat sebuah nomor diatas kepala Oh Sehun.
"Lima belas Februari dua ribu empat belas pertama" ucap Baekhyun.
"Ya! Baekhyun! Apa yang kau lakukan lagi?" Tanya Jongdae.
"Kau aneh." Ucap Sehun.
"Aku.. hanya, mengucapkan apa yang aku baca" jawab Baekhyun.
.
.
KRINGGGGGGGGGGGGGGGGGG!
.
.
"Sudahlah, ayo masuk kelas." Ajak Chanyeol.
Mereka pun masuk kelas dan duduk di tempat masing masing, Baekhyun di sebelah Chanyeol.
"Sehun, duduklah di depanku!" ucap Baekhyun.
Sehun lalu pindah tempat duduk di depan Baekhyun. Kebetulan kursi di depan Baekhyun kosong.
"Ya! Sehun kenapa kau pindah?" teriak Jongdae yang tadi ada Sehun di sebelahnya.
Kelas biologi berlangsung sangat sepi, karena memang guru yang satu ini tidak bisa membuat rame suasana di Kelas. Guru yang satu ini memang sangat membosankan.
Satu...
Dua...
Tiga...
.
.
.
BRUKKKKK!
.
.
.
Lampu di kelas itu jatuh. Lampu itu jatuh mengenai salah satu siswa di kelas 12-A. Mereka semua memandang ke arah temannya yang kejatuhan lampu.
Kepalanya berdarah sangat deras, dia pingsan dan semua menghampirinya dengan raut wajah penuh rasa khawatir. Mereka khawatir dia tidak akan baik baik saja.
Gurunya segera menelpon rumah sakit untuk segera datang ke sekolahnya.
Suasana ramai mencekam itu sangat membuat semua siswa takut, mereka sangat takut, akhirnya guru pun menyuruh mereka keluar dari kelas sekarang juga.
Petugas rumah sakit datang dan membawa siswa itu masuk ke mobil ambulance dan segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Temannya berharap bahwa dia baik baik saja, bahwa dia tidak mengalami cedera. Temannya berdoa bagi kesembuhan siswa itu.
Siswa itu sekarang memasuki ruang Unit Gawat Darurat. Kepalanya terbentur sangat keras dan mengenai saraf di otaknya. Dia sangat tidak tertolong.
Dokter keluar dari ruang Unit Gawat Darurat diikuti kekhawatiran teman temannya, guru serta kepala sekolahnya. Temannya setia menunggunya sampai dokter itu keluar.
Dokter itu dihujati pertanyaan tentang keadaan siswa itu. Dokter itu tersenyum. Dan menjawab.
"Dia baik baik saja" ucap dokter sambil tersenyum.
Mereka semua bahagia dan merasa lega.
Akan tetapi...
Dokter itu berkata lagi..
"Kalian mempercayaiku?" ucap dokter.
"apa maksudnya?" tanya kepala sekolah.
"Aku berbohong, hahahahahaha" kata dokter itu lalu pergi meninggalkan mereka.
Temannya, guru, dan kepala sekolah pun kaget. Mereka segera melihat keaadaan siswa itu. Siswa itu terbujur kaku, pucat dan banyak darah disekitar sana, terlihat bahwa penunjuk detak jantung lurus horizontal tidak berdetak menandakan bahwa siswa itu sudah meninggal.
Dia meninggal dan semuanya mulai menangis. Belum selesai duka dari Guru Wu, ditambah dengan duka oleh kematian siswa ini.
Siswa ini termasuk siswa pintar di kelasnya, siswa yang lumayan rajin, dia sangat tampan dan mudah bergaul.
Kau tau aku tidak menyebutkan siapa siswa itu sedari tadi, dan kemungkinan dari siapa siswa itu ada dua, kalian akan menjawab mana?
Yang jadi pertanyaan sebenarnya adalah...
Siapa...
Siswa...
Yang..
Kuceritakan...
Sejak tadi?
SIAPA...?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
PART KE DUA SELESAAAAAI~~ SEPERTI BIASA SAYA AKAN MEMBERI TAU KALIAN DI PART KETIGA. SAYA AKAN MULAI MENJELASKAN DI PART KE TIGA. DI FF YANG 'Unsuspected Criminal' SAYA JUGA AKAN MENJELASKAN DI PART KE TIGAAA~
KALO KALIAN PENASARANN, REVIEW DONG~
SAYA AKAN SEGERA MELANJUTKAN JIKA REVIEWNYA BANYAK OKEEE! GOKAAAAAI YANG BAIK HATI PAMIIIT!~
