"Yo...Tatsumi Oga, apa kau yang disebut sebagai preman penggendong bayi dari Ishiyama"
"Kau...siapa?"
Disaksikan seluruh siswa yang ada di lorong kelas, Oga dan Momoyo bertemu untuk pertama kalinya. Hasrat bertarung murni terasa sangat kuat di tempat itu. Beel tampak gembira saat melihat Momoyo. Wajar saja, Oga sedang bertatap muka dengan salah satu siswi terkuat di sekolah.
"Wah, Momo-senpai sedang menantang anak baru"
"Biasanya banyak orang yang menantang Momo-senpai"
"Ya..dan kalah"
Banyak orang yang percaya jika Oga akan kalah melawan cucu kepala sekolah yang satu ini. Sementara Oga masih tak percaya dengan perkataan Momoyo.
"Bagaimana kau tahu namaku?"
"Itu tak penting, untuk sekarang aku ingin mencicipi seberapa kuatnya dirimu, nak,. Aku ingin menantangmu bertarung satu lawan satu!"
"Tunggu...tunggu...tunggu, mengenalmu saja tidak, apalagi bertarung"
"Diam dan terima saja"
WUUSSHH
Momoyo melesat menuju Oga dengan kecepatan tinggi. Dia langsung melakukan serangan pembukaan. Oga terkejut dengan kecepatan Momoyo. Dalam hati dia berpikir kalo Momoyo seperti monster.
[Gadis ini, apa dia iblis?]
"Jangan melamun, Oga...Teknik Kawakami , Musou Seikenzuki!"
BUUMMMM
Dentuman pukulan Momoyo membuat jendela kaca bergetar. Debu beterbangan menutupi jalannya pertarungan. Orang - orang menutupi wajah mereka masing - masing. Perlahan tapi pasti debu lenyap sembari memperlihatkan Momoyo yang tampak kecewa setelah melakukan pukulan berat.
"Cuma inikah? Laki - laki memang sama saja"
"Kata siapa?"
Oga menghentikan pukulan Momoyo dengan tangan kirinya. Momoyo terkejut mengetahui serangannya ditahan begitu saja oleh anak baru tersebut. Dia tak percaya ada lelaki selain kakeknya yang bisa menangani pukulannya. Tak ketinggalan pula murid - murid yang ikut terperangah melihat pertarungan mereka.
"Mereka berdua hebat"
"Tak mungkin, bagaimana bisa?"
Momoyo masih terpana melihat kekuatan Oga. Tiba - tiba, ekspresinya berubah menjadi gembira. Beel tampak girang saat melihat seringai iblis Momoyo.
"AH AI HE HE HE"
"Baguslah...tampaknya kau senang sekali, Beel"
"DAH"
"Jangan senang dulu!"
BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG BUGG
Momoyo langsung menghajar Oga bertubi - tubi tanpa jeda. Sementara Oga diam saja berdiri dipukuli habis - habisan oleh Momoyo.
"Serangan terakhir!"
Momoyo langsung melancarkan pukulan terakhir dengan segenap kekuatan. Pada saat itu, Oga langsung bergerak cepat mendorongnya ke dinding. Dengan tenang, dia langsung melayangkan sebuah bogem mentah ke arah Momoyo.
"Ini hadiahku, nona"
DUUUAAAARRRR
Tembok di belakang Momoyo tampak hancur dan menyisakan lubang yang cukup besar. Sementara Momoyo masih terpaku di depan Oga. Rupanya penggendong bayi itu sengaja mengarahkan pukulan ke tembok dan tak memukulnya secara langsung.
"Kenapa kau tak memukulku"
"Maaf saja, nona... aku paling tidak suka memukul wanita"
"Kau..."
"Kenapa?"
"Menang, aku mengaku kalah"
"Terserah kau, yang jelas aku tidak akan meladenimu lagi"
"..."
"Ayo, Beel ... kita cari kroket di kantin"
"DAH"
Oga dan Beel meninggalkan Momoyo yang masih terdiam sembari memandangi mereka pergi. Tampak Momoyo sedikit tersenyum setelah melihat sikap Oga.
"Benar - benar menyenangkan ... kutunggu kau di kelas perang nanti"
#########
"Kau mengalahkan Nee-san!"
Orang yang paling terkejut adalah keluarga Kazama minus Furuichi dan Hilda. Mereka tak menyangka bahwa Momoyo dikalahkan Oga. Selama ini mereka mengetahui hanya kepala sekolah yang mampu menangani Momoyo.
"Itu benar"
"DAH"
"Benarkan, Beel?"
"DABUH"
"Aku juga mendengar kalau tembok kelas hancur oleh tangannya sendiri." kata Yamato
"HEEHHH?!"
"Jangan bercanda!"
Kazuko tampak sedih mendengar kakak angkatnya kalah oleh laki - laki selain kakek Tesshin. Furuichi yang melihat ekspresi Kazuko pun langsung menghiburnya.
"Kau jangan sedih, Kazuko-san ... Mungkin Momo-senpai hanya mengaku kalah, bukan dikalahkan langsung oleh Oga."
"Bagaimana kau tahu?"
"Oga itu tipe pria yang tak suka berkelahi dengan wanita. Aku tak pernah melihatnya berkelahi dengan wanita sejak bersamanya dari SD."
"Itu benar"
Tiba - tiba Momoyo muncul di ruang keluarga.
"Nee-san!"
"Kau tidak apa - apa?"
Kazuko dan Mayu menyongsong kedatangannya dengan suka cita. kemudian Yamato bertanya pada Momoyo.
"Bagaimana kau bisa kalah?"
"Baru pertama kalinya aku melihat lelaki yang mampu meladeniku selain kakek. Jadi aku mengaku kalah sebagai ucapan terima kasih."
"Jadi itu alasannya?"
"Yah, aku terkesan dengan tangan besinya itu. Benarkan, anak manis?"
"DAH...UUHHH"
"Kenapa kau?"
Momoyo terlihat agak takut dengan ekspresi Beel. Tiba - tiba Beel langsung melompat ke dada Momoyo.
BUUKK
Beel berusaha membuka resleting baju Momoyo. Sementara Momoyo berusaha melepaskannya. Oga langsung turun tangan membantunya.
"Bodoh, jangan biarkan dia menyusu padamu"
"Apa?"
"Menyusu"
Para gadis membeku mendengar kata itu.
"Tuan...jangan lakukan itu"
Hilda dan Furuichi ikut turun tangan menarik Beel. Pada akhirnya Beel menangis dan melepaskan setrum dahsyat.
"IIEEEEAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
BLLLLLAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRR
Seisi rumah hangus oleh tangisan listrik Beel.
