Chapter 2

Hallo hallo minna-san Hikaru's back *duakk*. Hikaru balik lagi nih dengan chapter 2 dari fic Hanya Kau Yang Kucinta. Maaf baru bisa update sekarang maklum banyak tugas mendadak sekaligus masalah yang harus dihadapi hehehhe. Bales bales ripiu dulu .

Nara Kazuki : Ini udh dilanjutin. Maaf telat ya.. :D

Natsuya32 : Arigatou.. hehehhe :-)

KENzeira : Heheheh jadi malu saya.. Arigatou gozaimasu.. :D

heru anggara : Arigatou..

celanadalammulepas : hehehhe maklumin masih anak baru. Wah buat permintaan yang satu itu kayaknya gak bisa maaf ya.. Tapi Sasuke juga gak terlalu banyak scenenya kok

magenta-alleth : ini udah dilanjut maaf agak telat.. hehehe. Arigatou :D

Lily Purple Lily : hehehhe entar juga happy ending kok.. ;)

OhhunnyEKA : weheheehhe bukannya gak setia, kan di chap 1 Sakura belum nyadar kalo Naruto cinta sama dia. Jadi maklum aja Sakura sukanya Sasuke.. Belum, di chap 1 belum keliatan apakah Sakura suka atau gak sama Naruto jadi ditunggu aja ya.. :D Kalo update kilat saya gak janji.. hehhehe

AkemiFutabatei : arigatou

Pokoknya makasih buat yang udah ripiu di chapter 1, buat yang gak login sama silent reader(kalo ada) makasih juga ya.. hehhe. Sehabis baca ini jangan pada berpikiran ini fic Sad Ending ya. Karena ini baru awal hehehe. Oke saatnya kembali ke cerita. Enjoy This :D

Hanya Kau Yang Kucinta

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruSaku

Rate : T

Genre : Hurt/Comfort & Romance

Summary : Naruto dan Sakura adalah sahabat sejak kecil. Suatu ketika Sakura menjauhi Naruto. Tapi terjadi sesuatu yang membuat Sakura menyadari betapa dia sangat membutuhkan Naruto dan meyesali keputusannya.

WARNING : AU, OOC(maybe), gaje, abal, pemilihan kata yang kurang tepat dan typo(s)

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

THIS IS IT

Chapter sebelumnya :

"Kenapa? Kau menyukainya?" tanya Naruto penasaran

Sakura tampak berpikir sejenak lalu menjawab dengan mantap.

"Ya. Aku menyukainya." Jawab Sakura mantap

DEG!

Chapter 2 :

Hati Naruto bagai dihujam baratus-ratus pedang. Bagaimana tidak? Seorang Uchiha Sasuke yang notabanenya adalah orang baru di kehidupan mereka sudah bisa membuat Sakura menyukainya. Sedangkan Naruto yang mencintai Sakura dari kecil sampai sekarang masih sulit untuk membuat Sakura menyukainya.

NARUTO POV

Dadaku sesak, hatiku sakit bagai dihujam beratus-ratus pedang. Lebih sakit dibandingkan ketika Sakura memukulku berkali-kali. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika sampai Sakura mencintai Sasuke.

Oh Tuhan, kuharap dia tidak akan mencintai Sasuke dan kuharap ini hanya rasa suka biasa.

Tapi, tapi bagaimana jika itu terjadi?

Arghhhh…. Lebih baik aku tidak terlalu memikrkan itu. Hal itu hanya akan membuatku tambah gelisah.

NORMAL POV

Karena terlalu sibuk dengan pikirannya, Naruto tidak menyadari Sakura sudah berpisah dengannya di pertigaan tempat mereka biasa berpisah.

"Naruto-kun" panggil Naruko. Tetapi Naruto masih melamun.

"NARUTO!" teriak Naruko yang sukses membuyarkan lamunan Naruto.

"Eh, i-iya, kenapa Sakura-chan?" ucap Naruto terbata-bata dan masih belum menyadari kalau Sakura sudah berpisah dengannya dan hanya tinggal Naruko seorang.

"He? Sakura-chan?" Naruko menghela nafas sejenak."Dia sudah berpisah dengan kita dari tadi. Kau pasti kepikiran soal kata-kata Sakura-chan kan?" Tanya Naruko.

Naruto terdiam sesaat lalu mengangguk pelan.

"Sudahlah. Tenang saja Naruto-kun. Itu kan masih suka belum cinta jadi kau masih punya kesempatan. Ganbatte!" ucap Naruko. Dia tersenyum lembut kepada Naruto, menenangkan.

Naruto terdiam sejenak. Lalu nyengir lebar walaupun hatinya msih belum tenang. Tapi kata-kata Naruko setidaknya mengurangi kegelisahannya.

"Hehe… Arigatou gozaimasu Naruko" Ucap Naruto tetap nyengir.

"Doo-itashimashite." Balas Naruko tersenyum melihat saudara kembarnya kembali seperti biasa.


Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah dan langsung membuka pintu.

"Tadaima.." ucap mereka bersamaan. Suara mereka agak ditinggikan agar jika orang rumah ada di dapur dapat mendengar suara mereka.

"Okaeri.." jawab seseorang dari dalam rumah yang tak lain adalah Karin.

"Loh? Nee-san kapan pulangnya? Tadi kami cari pulang sekolah tidak ada di kelas?" tanya Naruko heran. Karena ketika mereka pulang, mereka menghampiri kelas XII-1, kelas Karin. Tapi, kelas sudah kosong.

"Ohh itu, tadi nee-san diantar Suigetsu-kun. Habisnya kalian lama sekali".

"Tadi kami harus piket dulu jadi agak lama. Hehehe" sahut Naruto nyengir. Karin hanya mengangguk memaklumi lalu beranjak pergi ke dapur untuk melanjutkan acar memasaknya yang sempat terhenti. Sedangkan Naruto langsung pergi ke kamarnya dan Naruko ikut ke dapur membantu Karin memasak.


"Tou-san dan Kaa-san mana? Kok belum pulang padahal sudah jam makan malam" tanya Naruto heran karena daritadi dia tidak melihat kedua orangtuanya. Dia baru saja menghabiskan makan malamnya.

"Ohh itu, Tou-san ada urusan keluar kota dan Kaa-san ikut bersamanya" jawab Karin. Dia juga baru menyelesaikan makan malamnya dan sekarang sedang membereskan meja makan bersama Naruko yang sudah selesai dari tadi. Naruto hanya ber'oh' ria lalu beranjak dari meja makan menuju kamarnya.


Naruto terus memandangi foto dirinya dan Sakura ketika liburan sekolah bersama sahabat-sahabatnya. Dan ingatannya pun memutar perkataan Sakura tadi sore.

"Ya. Aku menyukainya".

DIa tersadar dari lamunannya ketika kata-kata Sakura terngiang di kepalanya. Dia langsung merebahkan kasurnya di kasur empuk kesayangannya. Dia sepertinya tidak mau ambil pusing mengenai kata-kata Sakura itu. Tak lama kantuk pun melanda dan dia langsung terlelap.


"Huh, apa-apaan tadi itu. Membuat moodku hari ini jelek saja" gerutu Naruto. Dia sedang menyantap makan siangnya di kantin sekolah dan ingatan kejadian tadi pagi di dekat kelasnya berputar kembali.

FLASHBACK ON

Naruto berangkat ke sekolah seperti biasanya bersama Naruko dan Karin. Di perempatan jalan seperti biasa mereka bertemu dengan Sakura. Lalu merekapun berangkat bersama menuju sekolahnya.

Sepanjang perjalanan Naruto selalu saja dibuat kesal karena Sakura terus saja bercerita mengenai Sasuke kepada Naruko. Entah dia tampan lah, keren lah, dan sejenisnya. Tapi tentu saja dia tidak menunjukkan kekesalannya itu di depan Sakura. Sedangkan Karin yang sibuk dengan handphonenya sepertinya tidak begitu mendengarkan perbincangan gadis pink dan gadis pirang itu.

"Hei Naruto. Dari tadi kau diam saja. Ada masalah?" Tanya Sakura heran melihat sepanjang perjalanan Naruto hanya diam dan menanggapi pertanyaan Sakura dengan cengiran, anggukan, atau gelengan saja. Dan juga irit kata.

"He? Tidak apa-apa Sakura-chan. Kau ini, aku diam salah aku berisik salah" gerutu Naruto. Sakura hanya nyengir mendengar jawaban pemuda pirang itu. Mereka sekarang sedang berjalan menuju kelas. Tapi tiba-tiba….

"HUAAAAA" teriak Sakura. Dia terpeleset karena lantai yang sepertinya baru dipel. Dia langsung memejamkan mata bersiap merasakan kerasnya lantai.

PLUKK

'Kok tidak sakit' batin Sakura. Karena setahunya, dia tadi terpeleset dan harusnya merasakan sakitnya lantai sekolah. Perlahan-lahan dia membuka matanya. Dia lalu melihat sesosok pemuda yang menahannya ketika akan menghantam lantai. Bukan Naruto, tapi Sasuke yang berhasil menahannya. Tak pelak wajah Sakura pun berubah warna sewarna tomat kesukaan Sasuke. Wajah mereka begitu dekat. Dan itu langsung jadi bahan tontonan murid-murid yang kebetulan lewat.

Para FanGirls Sasuke berteriak-teriak tidak jelas melihat itu. Padahal baru dia masuk sekolah 1 hari. Tapi sudah dapat banyak Fans. Sedangkan Naruto sendiri hanya mematung melihat kejadian yang sangat sangat tidak diinginkannya itu.

Sakura langsung berdiri begitu tau wajahnya sudah semerah tomat dan jadi bahan tontonan murid-murid.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke.

"I-iya, T-t-terima k-kasih Sasuke-kun" ucap Sakura terbata-bata.

"Hn" jawab Sasuke dingin. Dia langsung memasuki kelas.

Sedangkan Sakura masih harus menetralkan kemerahan di mukanya dan detak jantung yang memburu. Naruto tersadar ketika Naruko menyenggolnya dan langsung menghampiri Sakura.

"Sakura-chan, kau tidak apa-apa?" tanya Naruto cemas.

Setelah berhasil menetralkan muka dan detak jantungnya, Sakura menghela nafas sejenak.

"Tidak apa-apa Naruto, ya sudah ayo kita masuk. Aku malu dilihatin terus sama murid yang lain" jawab Sakura malu-malu. Naruto hanya mengangguk patuh walaupun sebenarnya dia msih kesal dengan kejadian barusan.

FLASHBACK OFF

Naruto menyantap makan siangnya dengan kesal karena kejadian itu. Dia mengunyah makanannya dengan kasar seolah-olah makanan itu yang salah.

"Yo, Naruto" sapa seorang pemuda berambut coklat jabrik dan memiliki tato segitiga berwarna merah yang selalu membawa anjing kemana-mana melambaikan tangan dan sedang berjalan ke arah pemuda pirang itu bersama sosok lelaki bertampang mengantuk dengan rambut yang dikuncir ke atas seperti nanas. Naruto hanya membalas sapaan mereka dengan sedikit melambaikan tangan lalu menyantap makanannya lagi. Mereka lalu mengambil tempat duduk kosong disebelah Naruto.

"Hei, Naruto. Kenapa mukamu ditekuk seperti itu?" tanya Shikamaru, pemuda berambut nanas tadi yang merupakan teman sekelas Naruto sekaligus sahabatnya sejak SMP.

"Hahh, moodku sedang buruk Shika" jawab Naruto lesu.

"He? Pasti karena kejadian tadi pagi di depan kelas ya?" sahut Kiba, pemuda bertato segitiga tadi sekaligus bertanya.

"Eh? Kalian juga melihatnya?" alih-alih menjawab pertanyaan Kiba, Naruto malah bertanya balik. Kedua lelaki itu mengangguk. Naruto menghela nafas sejenak lalu mengangguk pelan. Shikamaru dan Kiba menghela nafas prihatin. Mereka berdua sudah tau kalau Naruto sangat mencintai Sakura.

"Kenapa tidak kau nyatakan saja?" tanya Kiba enteng. Tak pelak Naruto menghadiahinya satu buah jitakan di kepala Kiba.

"Tidak adakah pertanyaan lain selain itu? Sudah kubilang kan aku takut merusak persahabatan kami" jawab Naruto kesal. Jelas saja Naruto kesal karena itu adalah pertanyaan yang terus diulang-ulang sahabatnya itu. Kiba hanya cengengesan tidak jelas sembari mengelus kepalanya yang masih sakit.

"Kiba benar Naruto. Lebih baik kau katakan kepadanya sebelum Sasuke merebutnya" sahut Shikamaru. Kali ini Naruto terdiam. Yang Shikamaru katakan memang benar, Harusnya pemuda pirang itu menyatakan cintanya pada Sakura. Kalau dulu memang Naruto tidak dapatkan saingan berarti sehingga Naruto tetap mempertahankan alasannya itu hingga tiba saat yang tepat. Tapi, bagaimana dengan sekarang apakah dia yakin masih mau mempertahankan alasannya itu?

"Kau takut ditolak, eh? Yah kalau dipikir-pikir Sasuke memang banyak kelebihan daripada kau".

BLETAKK

Tak pelak kata-kata Kiba sekali lagi membuatnya mendapat jawaban manis dari Naruto berupa sebuah jitakan.

"Sahabat macam apa kau, bukannya menyemangatiku malah meledekku" geram Naruto.

"Iya-iya. Aku hanya bercanda hehehe" ucap Kiba cengengesan. Naruto akhirnya bisa nyengir juga karena daritadi mukanya selalu ditekuk.

Shikamaru hanya mengelengkan kepala pelan melihat kelakuan duo jabrik itu.

'Setidaknya mengobrol dengan mereka mengurangi rasa kesalku' batin Naruto. Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi dan mereka bertiga langsung beranjak dari kantin menuju kelas.


Hari ke hari telah terlewati. Bulan ke bulan telah dilalui. Tak terasa sekarang Naruto sudah kelas 2. Dia berhasil masuk jurusan IPA walaupun nilai yang begitu pas-pasan. Sekarang dia sedang melihat papan pengumuman pembagian kelas di koridor.

"Wah, kita sekelas lagi Naruto-kun. Kita sepertinya memang sulit dipisah ya hehehhe" ucap Naruko nyengir ke arah Naruto. Diapun hanya bisa ikut nyengir karena memang sepertinya dua orang kembar ini tidak akan terpisahkan.

Tapi cengiran naruto tidak bertahan lama setelah mendengar teriakan yang tidak terlalu keras dari Sakura.

"Waa, aku sekelas dengan Sasuke-kun" ucap Sakura kegirangan.

Tak pelak hal itu membuat kegelisahan Naruto yang sempat hilang kini kembali lagi karena Sakura sekelas dengan Sasuke dan lebih parahnya lagi dia tidak sekelas dengan Sakura sehingga dia tidak bisa melihat apa yang akan Sakura dan Sasuke lakukan.


Semenjak menginjak jenjang kelas 2 SMA, Sakura jadi jarang terlihat bersama dengan Naruto dan Naruko. Itu karena sekarang dia sedang mencoba mendekati Sasuke dan lebih sering menghabiskan waktu bersama pemuda berambut raven itu. Dan itu membuat Naruto merasa tidak nyaman. Dia takut Sakura akan jatuh cinta kepada Sasuke dan membuat kesempatannya menyatakan cinta kepada Sakura akan menipis.

Saat ini Sakura sedang membaca buku di dalam kelasnya.

"Sakura.." panggil Sasuke sambil berjalan ke arah Sakura dan duduk di bangku di sebelah Sakura yang biasa diduduki Ino.

Sakura tersentak. Tapi dia segera kembali ke posisi tenang. "Ada apa Sasuke-kun?" tanya Sakura.

"Pulang nanti, temui aku di taman belakang taman sekolah ya. Ada yang mau kubicarakan" jawab Sasuke. Tanpa menunggu jawaban dari Sakura, dia langsung beranjak dan berjalan kembali ke tempat duduknya. Sepertinya dia tidak menerima jawaban tidak.

Sakura mematung sesaat lalu kembali sadar ketika Sasuke sudah kembali ke tempat duduknya.

'Apa yang mau dibicarakannya ya?' batin Sakura. Dia tersenyum sekilas kemudian kembali melanjutkan aktivitas membacanya yang sempat terhenti.


Bel pulang yang ditunggu oleh para murid pun berbunyi. Mereka lalu menyusun perlatan belajarnya dan menghambur ke luar kelas. Tak terkecuali untuk Sakura, Naruto, dan Naruko. Bedanya Sakura langsung berjalan menuju taman belakang sedangkan Naruto mengobrol dengan Naruko sesaat.

"Kau yakin sudah siap?" tanya Naruko memastikan. Ya, Naruto berniat menyatakan cintanya kepada Sakura.

"Tentu saja, dattebayo!" jawab Naruto mantap lalu nyengir. Naruko hanya tersenyum melihat tingkah Naruto.

Cengiran Naruto hilang ketika dia melihat Sakura berjalan sendirian menuju taman belakang. Naruto yang memang mau menembak Sakura akhirnya mengikutinya berjalan tanpa lupa meminta Naruko menunggu saja di gerbang sekolah.

Naruto terus berjalan mengikuti Sakura hingga langkahnya terhenti di dekat pohon dan bersembunyi sekaligus menguping melihat Sakura sekarang berjalan ke arah Sasuke. Pohon itu memang dekat dengan lokasi Sasuke dan Sakura berdiri, tapi cukup besar untuk orang yang ingin menguping pembicaraan orang lain.

'Apa yang mau mereka bicarakan?'batin Naruto. Sakura akhirnya membuka mulut dan itu membuat pemuda pirang itu harus benar-benar menyimak setiap kata yang dilontarkan kedua orang itu.

"Ada apa Sasuke-kun?" tanya Sakura.

Sasuke tersenyum tipis. "Aku…" Sasuke sengaja menggantung kata-katanya sehingga membuat Sakura penasaran. "Aku mencintaimu Sakura. Maukah kau jadi pacarku?" lanjut Sasuke tegas.

Sakura mematung. Dia sedang berusaha mencerna tiap bait kata yang dilontarkan oleh pemuda Uchiha itu. Setelah mengerti apa maksud Sasuke, gadis pink itu tersipu sesaat lalu mengangguk.

"A-aku juga m-mencaimu S-Sasuke-kun. Y-ya a-aku mau" jawab Sakura mantap walaupun sedikit terbata-bata karena gugup. Dia lalu tersenyum lembut dengan pipi yang sudah merona dan tentu saja itu membuatnya bertambah manis. Sasuke tersenyum lalu menarik Sakura ke pelukannya.

Awalnya Sakura kaget. Tapi dia langsung bisa menguasai dirinya dan membalas pelukan pemuda itu.

Sasuke melepas pelukannya lalu menatap Sakura kemudian mencondongkan wajahnya dan memiringkan kepalanya sedikit seraya memejamkan mata. Sakura yang mengerti apa arti tindakan Sasuke awalnya merona tapi dia langsung memejamkan matanya.

Tak lama kemudian bibir mereka berdua bertemu. Sasuke mencium Sakura begitu lembut. Sakura juga membalas ciuman kekasih barunya itu. Mereka berciuman cukup lama.

Tanpa mereka sadari sepasang mata saphire menatap kedua sejoli itu dengan tatapan sedih.

"Kenapa?"

TBC

Huaaa. Maaf baru bisa update sekarang. Banyak urusan yang harus saya selesaikan dulu -_-. Pasti sudah banyak yang lupa dengan fic abal ini. Tapi setelah update semoga para reader yang baik hati kembali mengingat fic ini.

Mohon maaf bila ada kesalahan pada chapter 2 ini ya. Untuk update berikutnya kemungkinan gak bisa cepet. Bisa seminggu atau 2 minggu kemudian. Atau mungkin lebih lama lagi karena urusan yang harus saya selesaikan.

Thanks for reading..

See you next chap minna :D

RnR?