Chapter sebelumnya :

"Ada apa ya, Pak?"

"Ada kecelakaan tadi. Ada mobil yang menabrak motor seorang pemuda."

"NARUTOO!"

"Hai. Apa yang kalian tunggu bantu orang ini membanya ke rumah sakit. Aku sudah memanggil ambulance."

PRANGG

"Ada apa ini? Kenapa perasaanku tidak enak."

.

"Halo. Dengan kediaman Haruno disini."

"Hikss… Sakura-chan"

"Loh, Naruko-chan ada apa? Kenapa menangis?"

"Na-na-naruto-kun. Di-dia…"

"Kenapa dengan Naruto?"

"Naruto-kun ke-kecelakaan"

.

"Kalian, siapa?"

"Kau…"

"…siapa?"

DEG

Hanya Kau Yang Kucinta

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruSaku

Rate : T

Genre : Hurt/Comfort & Romance

Summary : Naruto dan Sakura adalah sahabat sejak kecil. Suatu ketika Sakura menjauhi Naruto. Tapi terjadi sesuatu yang membuat Sakura menyadari betapa dia sangat membutuhkan Naruto dan meyesali keputusannya.

WARNING : AU, OOC(maybe), gaje, abal, pemilihan kata yang kurang tepat dan typo(s)

DON'T LIKE DON'T READ

. "blablabla" : percakapan biasa

"blablabla" : percakapan telpon

.

.

.

THIS IS IT

Chapter 6 :

Mata emerald itu membulat sempurna ketika pemuda yang saat ini terbaring lemah di ranjang mengatakan hal yang tak pernah ia duga sebelumnya. Sakura berjalan mendekat ke arah Naruto dengan pandangan sendu.

"Kau tidak mengingatku Naruto?" Sakura bertanya, berharap kekasih pirangnya itu hanya bercanda.

Dahi Naruto mengkerut, seperti sedang berusaha mengingat. Tetapi, kemudian dia menggeleng.
"Sungguh. Aku tidak ingat kau," ucapnya, "dan aku juga tidak ingat kalian." pandangannya beralih ke teman-temannya yang menatap Naruto dengan pandangan yang seolah berkata 'kau-juga-tidak-mengingat-kami?'.

Emerald Sakura berkaca-kaca. Badannya mulai gemetaran.

"Ka-kau sungguh ti-tidak me-mengingatku, Naruto?" pertanyaan itu meluncur lagi dari bibir Sakura, tetapi dengan suara yang bergetar. Dan lagi-lagi hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Naruto.

Sakura mulai terisak. "A-aku Sakura, Naruto. A-aku ke-kekasihmu, i-ini a-aku, SAKURA!" gadis pemilik surai merah muda itu kalap, isakannya semakin terdengar.

Sedangkan Naruto hanya bisa terdiam dengan pandangan menyesal. Teman-temannya pun hanya bisa mendekati Sakura dan berusaha menenangkannya, begitu pula Karin dan Naruko yang tidak bisa berbuat apa-apa.

"Untuk apa minta maaf baka. Aku juga mencintaimu."

DEG

Suara seseorang terngiang di kepala Naruto. Sapphirenya membulat, tiba-tiba memori di kepalanya berputar cepat bagaikan kaset yang di forward. Dan disaat yang bersamaan dia merasakan sakit luar biasa.

"ARGGHHHH!" pemuda pirang itu memegang kepalanya dan berteriak kesakitan. Semua yang disana langsung menoleh.

"NARUTO!" teriak mereka bersamaan. Karin inisiatif langsung berteriak memanggil dokter.

"DOKTER, DOKTER!" tak lama kemudian dokter dan 2 orang suster masuk ke dalam ruangan.
"Cepat berikan obat penenang!" ucap dokter perempuan berambut hitam itu. Salah satu suster langsung menyiapkan suntikan dan menyuntikkannya ke tangan Naruto. Tak lama kemudian, pemuda beriris sapphire itu mulai tenang, dan memejamkan matanya. Dokter itu menghela nafas lega.

"Panggil dokter Kabuto." perintahnya kepada 2 orang suster itu dan dijawab anggukan. Pandangan dokter dengan nametag 'Shizune' itu beralih ke arah teman-teman Naruto yang tampak sangat khawatir.

"Kalian silahkan menunggu di luar, pasien harus diperiksa." ucapnya. Semua yang berada di sana menurut dan mulai berjalan keluar dari kamar. Tak lama, dokter Kabuto masuk, sedangkan Kushina dan Minato yang tadi dipanggil ke ruangan dokter diminta menunggu di luar seperti yang lainnya.


Pemuda dengan rambut merah itu bingung ketika dia sampai di depan ruangan sahabatnya. Dia dapat melihat teman-teman Naruto tertunduk lesu dan salah satu dari mereka yang diketahui Gaara sebagai kekasih Naruto, Sakura, tampak terisak. Padahal dia baru meninggalkan mereka kira-kira 45 menit, tapi keadaan sudah separah ini.

"Ada apa ini?" tanya Gaara entah pada siapa.

Semua mata langsung menoleh ke arahnya, Gaara dapat melihat sorot kesedihan dari mata mereka.

"Naruto, dia tidak mengingat teman-temannya." Karin lah yang langsung menjawab pertanyaan pemuda beriris jade itu.

Gaara sempat kaget, tapi kemudian kembali ke wajah datarnya. Tak dapat dipungkiri kalau sebenarnya dia juga takut Naruto lupa padanya.

CKLEKK

Semua mata langsung tertuju ke arah pintu ruang rawat Naruto yang dibuka. Begitu dokter keluar, Sakura langsung berdiri dari tempat duduknya begitupun yang lain kecuali kedua orang tua Naruto yang sudah mengetahui keaadaannya. Kushina masih terisak sedangkan Minato menenangkannya.

"Ada apa sebenarnya dokter? Kenapa Naruto hanya ingat saudaranya? Kenapa dia tidak ingat aku dan teman-temannya?" pertanyaan bertubi-tubi meluncur mulus dari mulut Sakura. Tapi jawaban yang diucapkan dokter Kabuto benar-benar membuatnya terpuruk dan kembali meneteskan liquid bening dari kedua manik emeraldnya.

"Dia kehilangan sebagian ingatannya akibat pendarahan mungkin dia hanya mengingat nama keluarganya tanpa mengingat hal-hal yang telah dilaluinya. Kemungkinan ingatannya dapat kembali hanya 40%. Kalian boleh menjenguknya tapi jangan sampai mengganggu tidur pasien." dokter Kabuto melenggang pergi.

Ino sebagai sahabat terdekat Sakura langsung berjalan ke arah gadis bersurai merah muda itu, berusaha menenangkannya.

"Sudah Sakura. Aku yakin walau hanya 40%, dia pasti dapat mengingat kita kembali." gadis blonde itu tersenyum.

"Ta-tapi Ino, a-aku takut di-dia tidak dapat me-mengingatku." suara Sakura bergetar.
Naruko pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kekasih adik kembarnya itu. Naruko mengelus lembut bahu Sakura, ikut menenangkannya.

"Yang dikatakan Ino-chan benar Sakura-chan. Naruto pasti dapat mengingatmu kembali." gadis beriris biru itu tersenyum.

"Arigatou Ino, Naruko-chan." balas Sakura lirih.


Gadis pink itu terus memandang kekasih pirangnya yang masih terlelap. Semua telah pulang dan tinggallah dia sendiri di ruangan itu. Minato menemani Kushina yang masih shock, begitu pula Karin dan Naruko yang mengkhawatirkan keadaan ibu mereka. Ino, Shikamaru, Kiba, Gaara, Suigetsu ada urusan tersendiri. Sebenarnya mereka hanya ingin membiarkan Sakura bersama Naruto, mereka berpikir siapa tahu dengan mendekatkan dua sejoli itu lagi, ingatan Naruto dapat pulih.

Dipandanginya wajah tampan kekasihnya itu, orang yang telah membuat dia bahagia selama beberapa jam yang lalu. Mata Sakura sembab karena menangis, entah karena lelah atau terlalu banyak menangis, kantuk mulai menyerangnya dan akhirnya dia pun tertidur dengan kepala berada di atas ranjang Naruto.


Mentari pagi mengantikan tugas sang bulan untuk menyapa seluruh warga Konoha. Tak terkecuali tokoh utama kita yang masih terbaring di ranjang kamar rumah sakit. Cahaya matahari yang menembus jendela membangunkan pemuda pirang itu.

"Nghh."

Perlahan-lahan kelopak mata itu terbuka menampakkan iris sewarna biru langit. Mengerjabkan mata untuk memperjelas penglihatannya, pemuda itu lalu menoleh ke samping. Dilihatnya seorang gadis berambut sewarna bunga sakura berbaring bersandarkan lengan gadis itu sendiri di samping ranjang.

'Apa benar dia adalah kekasihku? Tapi kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali?' batin pemuda itu. Sekali lagi dia berusaha untuk mengingat tentang gadis yang bernama Sakura itu. Naruto merasa gadis itu adalah orang yang penting dalam hidupnya walaupu dia tidak mengingat sama sekali.

"Ugh."

Bukan sebuah memori masa lalu yang didapatnya, melainkan rasa sakit di kepalanya. Perlahan-lahan sakit itu pun hilang setelah dia berhenti mencoba mengingat lagi. Iris sapphire miliknya melirik ke arah Sakura ketika dia merasakan ada gerakan kecil di sampingnya.

Perlahan kepala gadis itu terangkat dan menampakkan matanya yang sedikit sembab karena menangis.

"Ah. Kau sudah bangun Naruto?" tanya Sakura.

Raut wajah khawatir jelas terpampang di wajah anak ke 3 keluarga Namikaze itu.

"Kau tidak apa-apa?"

Sakura terdiam kemudian tersenyum, "ya, aku baik-baik saja. Bagaimana keadaanmu?".

Naruto teringat kembali peristiwa kemarin ketika Sakura mengaku kalau dia adalah kekasih Naruto.

"Apa benar kau pacarku?" Sakura hanya tersenyum miris mendengar pertanyaan itu.

"Aku tidak akan berbohong. Suatu saat kau pasti ingat Naruto." Jawab gadis itu lirih.

Naruto terdiam. Dadanya mendadak sakit ketika melihat ekspresi gadis di depannya.

'Apa ini? Kenapa mendadak sesak?' batin pemuda itu.

"Kalau begitu bisa aku minta bantuan?" tanya Naruto.

"Apapun akan kulakukan jika untukmu Naruto." Jawab Sakura dengan senyum tipis.

"Aku ingin keluar. Tampaknya hari tidak terlalu panas."

"Baiklah. Tunggu sebentar. Aku akan meminta izin dokter dulu." Naruto mengangguk dan gadis itu lalu beranjak dan berjalan keluar ruangan.

Tidak ada yang tahu bahwa setetes liquid bening jatuh tepat di dekat pintu.


Sarapan keluarga Namikaze hari ini terasa sepi. Hening menyelimuti meja makan. Hanya suara dentingan logam beradu yang terdengar. Hingga keheningan itu pecah karena suara lirih sang nyonya Namikaze.

"Padahal dia sudah mendapat kebahagiaannya. Tapi kenapa jadi seperti ini?" ucap Kushina lirih. Bahu wanita itu bergetar. Minato langsung berdiri dari bangkunya dan memeluk istrinya.

"Aku yakin suatu saat putra kita akan mendapatkan kebahagiaannya." Ucap Minato.

Karin dan Naruko hanya menatap sendu kedua orang tuanya. Mereka berharap Naruto cepat mengingat Sakura agar dia mereka berdua dapat bahagia.

Drrrtt Drrrttt

Ponsel Naruko bergetar.

"Moshi-Moshi.".

"Naruko, ini Gaara. Bisa temui aku?"

"Ah. Gaara. Baiklah, dimana?"

"Cafe dekat rumah sakit tempat Naruto dirawat. Ada yang aku mau tanyakan."

"Baiklah. Aku segera kesana."

Tekpon ditutup lalu Naruko beranjak dari kursinya.

"Kaa-san, tou-san, nee-san. Aku pergi dulu."

"Bukankah kuliahmu sedang libur?" tanya Karin.

"Aku mau menemui teman. Aku pergi dulu." Karin hanya mengangguk begitu pula kedua orang tuanya. Kushina yang sudah tenang beranjak dari kursinya dan segera membereskan piring bekas sarapan.

.

"Udaranya sejuk."

Gadis berambut pink itu menoleh ke pemuda yang menggunakan kursi roda disampingnya.

"Ya. Cuaca tidak terlalu panas." jawab Sakura.

"Sudah berapa lama kita pacaran?" tanya Naruto.

Sakura terdiam sebentar kemudian berujar lirih.

"Belum lama." Ucapnya. Naruto hanya mengangguk.

"Baiklah. Ayo Naruto kau masih butuh istirahat. Dokter juga hanya mengijinkan kita keluar sebentar." Sambung Sakura. Naruto hanya mengangguk.

Gadis bermarga Haruno itu lalu mendorong kursi roda Naruto memasuki rumah sakit. Pemuda itu merasa sesak ketika mendengar ucapan lirih gadis itu. Dia lalu memegang dadanya.

'Semoga aku dapat mengingatmu kembali...

Sakura-chan'

TBC


Yo minna-san. I'm back.. *ditendang*.

Gomen ne kelamaan update. Banyak masalah. Hehehe

Tapi sekarang saya akan berusaha update fic-fic saya. Maaf jika chapter kali ini banyak kekurangan karena ini dibuat dengan sangat terburu-buru disebabkan file aslinya ke format di flashdisk.

Owned .by .indohackz : Yoo gomen ne. Baru bisa update sekarang. Arigatou.

DeathCheater : Arigatou ne. Fic mu juga bagus author-san

mendokusai144 : gomen baru update. Yap diusahakan

Dear God : Arigatou

cah .kene .967 : gomen baru update. Arigatou.

Akira Kurazawa : gak pasti. Ini juga baru update. Gomen ne

Zee : namanya juga ngarang. :D ah bisa jadi ada NarukoGaara. Arigatou reviewnya.

Soputan : dia Cuma ingat sama keluarganya aja. Arigatou.

Guest 1, 2 ,3 : well Naruto benar2 amnesia tapi gak sepenuhnya karena dia Cuma ingat keluarganya.

Lily tsuki hoshi : well saya juga gak minat bikin rumit juga sih. Rencananya paling 8 atau 9 chap. Arigatou

NS : Arigatou reviewnya.

Viva La Vida : sekedar bocoran. Cerita ini happy ending kok

dhita Uzumaki : Arigatou. Buat chap depan diusahakan update cepat.

DenizzLight : Arigatou gozaimashu

KENzeira : heeheh namanya juga hurt/comfort. Arigatou ya ken-san :D

ran haruno uzumaki : diusahakan update cepat buat chap depan.

Ryuzaki : diusahakan.

Fang dragonoise : ah Arigatou

Mrs. cho : perkiraan chap 8 atau 9. Arigatou

nsl : ini udah lanjut

Karaguya : ini udah update. Maaf lama

rini melyanti : Arigatou reviewnya

Darmawan Ryoshi : ini udah update. Maaf lama

Meika NaruSaku : Ah arigatou. Boleh kok sebar di fanspage tapi cantumin nama authornya ya.. hehe. FB saya liat aja di bio. Ada kok.

Pokoknya buat para reviewer, silent reader, para guest, Arigatou gozimahu. Dan saya juga update fic baru lagi dengan judul Driver (padahal yang lama aja belum pada selesai *ditabok reader*).. hehhee imajinasi saya kebanyakan :D

Maaf jika chapter ini banyak kekurangan karena saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari segala macam bentuk kekurangan.

Kritik diterima disetai alasan yang jelas. Saran pun diterima.

Well see you next chap minna

RnR?