Chuunibyou x KuroBasu
A/N: Gimana chapter 1 nya?... nah, sekarang chapter 2 update nih! Author sih gak tahu apa ini makin menantang dan dramatis… but,, please enjoy!~
Disclaimer: Ishihara Tatsuya (Chu2byou), Tadatoshi Fujimaki (KnB)
.
.
.
Chapter 2: Jealousy
.
.
.
"Diam saja!" sang Wicked Lord Shingan bertieriak. "Coba lihat saja nanti…"Kata salah satu anggota MiraGen. "Kau tidak tahu apa-apa! J-jangan remehkan aku!" Tiba-tiba saja sejumlah tetesan air mengaliri pipi Wicked Lord Shingan.
"Lihat disana….."
.
.
.
Yang pertama terpelentar adalah Dark Flame Master. Ia tak tahan menahan serangan Akashi tanpa sihir. Lalu, Kumin, tampaknya kekuatannya yang bisa dibilang luar biasa itu musnah begitu saja. Shinka tersisa, tampak dia berjuang sangat keras untuk mempertahankan sihir yang dimilikinya. "Mabi..nogion." Keluar buku berukuran cukup besar, itu adalah 'Mabinogion' , kitab suci MoriSummer. Shinka yang tadinya tampak dalam keputusasaan, sekarang ia terlihat sangat mudah menahan 'Akashic Record' milik Akashi yang begitu kuat. Tak berlangsung lama, 'Akashic Records' berhenti, sepertinya teknik itu hanya mampu bertahan selama sekitar 5 menit.
Akashi menyeringai entah apa yang ada dipikirannya, tapi ekspresinya menunjukan rasa amarah, kesenangan, haus darah. Apa yang sebenarnya terjadi? Ekspresi Akashi sangat membingungkan. Tapi Shinka tidak merasa takut lagi, ia seperti merasa kebih kuat dan percaya diri. Senyuman terpasang di wajah Shinka "Sekarang," senyuman itu pasti menyembunyikan sesuatu yang kuat "bolehkan giliranku menyerang?"
"Tentu," Sang Kapten malah tampak senang "Seranglah!". Shinka membuka buku tebalnya itu, "Frase 5; Bintang-bintang selalu melihat, Bulan-bulan selalu mendengarkan, Matahari selalu menghangatkan, Itu semua karena ada kedamaian, dan jalan menuju kedamaian hanya ada satu jawaban. Cinta. Dengan cinta kedamaian akan datang," Semakin lama aura disekitar Shinka berubah. Akashi dapat melihat sosok peri kecil yang sering disebut pixie "Maka dari itu, dengan kekuatan cinta! Aku bersumpah akan menghabisimu agar dunia menjadi damai!" awalnya lemah, tapi semakin lama cahaya yang keluar dari tubuh Shinka semakin terang dan kuat. Sinarnya menyilaukan. Hanya beberapa millimeter lagi, mungkin cahaya itu sudah akan menghabisi Akashi—
"Bodoh! Cepat hentikan!"
Tohka berteriak, lalu menghampiri para juri dan wasit, meminta time out.
[Time Out!]
"Apa kau bodoh?!" Tohka memarahi Shinka sambil memukulinya dengan mengetuk-ngetukkan 'sendok sup'-nya ke kepala Shinka sampai terdengar suara seperti Tung Tung Tung. Semua tunduk. Tohka mulai mengangkat suaranya kembali, "'Kan sudah kubilang! Jangan—"
.:XXX:.
Timeout selesai, semua kembali ke arena. Kuasa masih di pegang oleh DeluGen dengan skor 5. Yang membawa bola masih DeluGen, yaitu anggota berambut pink, Sophia "Nyahahaha!" Ia menggiringnya, tapi tiba-tiba anggota MiraGen dengan surai birunya menahan Sophia. Kuroko Tetsuya mengangkat tangannya sampai sejajar dengan dada. "Blindfold…Orchestra.." Awalnya tak ada reaksi apapun setelah Tetsuya mengucapkannya. Tapi secara tiba-tiba kain berwarna hitam pekat menutupi mata lawannya—Bukan hanya Sophia, tapi hampir semua anggota DeluGen—. Semua tak dapat melihat, Tetsuya pass ke Kise dan menshootnya ke keranjang DeluGen. Hal itu terjadi sampai berulang-ulang. DeluGen yang dibutakan tak tahu apa yang sedang terjadi. Kemampuan Tesuya ini membuat MiraGen sekarang memimpin 23:5.
Berpikir ini akan berlanjut terus menerus adalah hal yang sia-sia. Karena ada seorang anggota DeluGen yang matanya tak tertutup, Kumin Tsuyuri. Ia tertidur saat Testuya mengucapkan mantranya itu. Jadi kemungkinan besar, mantra itu akan kalah melawan orang yang tertidur. Tak tahu apa yang terjadi, Kumin hanya memperhatikan lalu berpikir. Setelah itu, ia mengayunkan kapak raksasanya yang menimbulkan gerakan angin yang sangat cepat sehingga dapat memotong kain-kain yang menutupi mata anggota-anggota DeluGen. Semua baru tersadar mereka telah ketinggalan jauh. Dengan gerakan cepat mereka mencoba mengejar ketinggalan. Sophia membawa bolanya kembali, untuk kedua kalinya ia berhadapan dengan Tetsuya. Tapi sekarang dia berhasil menemukan jalan keluar agar tak kena teknik tetsuya untuk yang kedua kalinya. Tetsuya mengucapkan mantranya, tapi Sophia menutup matanya. Kain yang turun dari atas tadi, tiba-tiba tertarik lagi ke atas menjauhi Sophia. Cara menghindarinya bukanlah tidur, tapi permainan dengan mata, kau harus menutupnya. Sophia dengan entengnya melewati Tetsuya. Tapi sekarang ia berhadapan dengan Midorima, ia terkenal dengan teknik-tekniknya yang menggunakan tumbuhan-tumbuhan alam dengan mantra yang tak diketahui bahasa apa. Midorima membetulkan posisi kacamatanya, "Aora De Luxe." Tumbuhan-tumbuhan yang terlihat tajam siap menerjang Sophia dengan kecepatan tinggi, akan fatal jika terkena serangan itu. "—Bodoh! Apa yang kau lakukan!?" Yuuta melompat kea rah Sophia dengan cepatnya lalu melindunginya. Langsung mengepass bola ke Rikka. "Kau bodoh, tapi.. apa kau baik-baik saja?" Tanya Yuuta dengan lembutnya. "Sophia hanya menjawab "Terima kasih," dan tersenyum dengan tulusnya. Ini pertama kalinya Yuuta melihat senyuman tulus dan indah dari wajah Sophia. Wajahnya memerah, lalu memalingkan wajahnya. Tampak yuuta sangat speechless karena Sophia.
Rikka hanya bisa melihat dari jauh. Amarah meluap tapi tak bisa lakukan apapun. Ia menahan tangisannya. "Sakit ya, diduain seperti itu." Aomine memanas-manaskan keadaan. Rikka tak punya kata-kata. Ia tak menghiraukan perkataan Aomine dan berlari maju, pada awalnya. Ia berhadapan dengan Akashi dan Kise. Sepertinya mereka berdua juga memanas-manaskan Rikkan sehingga air mata jatuh dari mata biru Rikka. Bola terlepas, dan tanpa ragu-ragu lagi MiraGen mengambil kesempatan yang bagus ini. Tak akan pernah mereka lewatkan. Hal yang terjadi berulang-ulang sampai quarter 1 selesai yang hanya menghasilkan skor 32 untuk DeluGen dan 84 untuk MiraGen
Pluit dibunyikan, pertanda quarter 1 habis. Setiap anggota tim kembali ke timnya masing-masing. Mereka kembali ke locker room untuk menyusun strategi baru.
.:XXX:.
"Kita kacau…"
"Anu… aku ingin mengucapkan sesuatu.."
"Aku yang memutuskan untuk diriku sendiri!"
"Apa kau baik-baik saja?"
"jangan ikuti aku!"
"Tak ada apa-apa di antar kami..! aku bersumpah!"
"Aku suka kamu—"
.
.
.
A/N: Waaahhh! Author seneeng! Tapi maafnya ternyata gk sepanjang yang Author kira. Ohiya, Author suka bgt sama Kagerou Days, jadi maaf-maaf kalo banyak nama-nama kagerou days aku jadiin mantra disini! Dan.. karena temen-temen author bilang fic crossover Chu2byo sama KnB jarang… jadi kalo kalian suka ceritanya tolong di promote ke temen-temen kalian ya~! Author masih tunggu reviewnya juga~!
Next Chapter: Light
