Makasih buat yang udah review di chapter kemarin ini lanjutannya :D
Don't like don't read !
Dark Secret
chapter 2
Senin, 1 oktober 20xx
Rumah Sakit Asan Medical Center
Terlihat seorang pemuda yang menggunakan pakaian serba hitam membawa sekeranjang buah menuju sebuah kamar yang berada di bagian ujung lorong tersebut
"gege bagaimana kabarmu?" Tanya namja yang walau kelihatan garang tetapi jika tersenyum ini terlihat sangat manis, senyum itu kini tersungging diwajah pemuda tersebut tak kala melihat gege-nya yang sedang terbaring diatas tempat tidur
"Tao-er, gege sangat merindukanmu bagaimana kabarmu? selama seminggu ini kau tidak datang mengunjungi gege" jawab seorang namja cantik yang jika kau hanya nelihatnya sepintas pasti salah mengenalinya sebagai seorang yeoja
"luhan ge maafkan Tao , Tao sedang sibuk dengan pekerjaan Tao mian ne?" jawab Tao dengan senyum yang dapat membuat siapapun yang melihatnya ingin langsung berlari memeluknya " maafkan gege, baby panda seharusnya aku ikut bekerja seandainya saja gege tidak sakit pastiā¦.." jawab luhan dengan tertunduk lesu
"sudahlah ge jangan dipikirkan Tao senang kok bisa membantu gege , yang perlu gege lakukan hanyalah sembuh" jawab Tao sambil memeluk gegenya, dengan lembut "Tao sangat menyayangi gege" kata Tao dengan lembut "gege juga selalu menyangimu baby panda" kata luhan dengan senyumnya mereka bedua pun melanjutkan percakapan mereka dengan bahagia.
.
.
.
Waktu didinding telah menunjukan pukul 8 malam, terlihat Tao yang sedang membelai rambut luhan yang sedang tertidur "ge akan ku pastikan bahwa kau akan sembuh walaupun dengan segala macam cara" gumam Tao dengan pandangan mata sendu
teringat olehnya masa-masa ketika mereka berdua masih bahagia ketika ia masih merupakan seorang bocah polos yang selalu dilindungi oleh kasih saying orang tua dan gegenya, aman dari dunia luar yang kejam ini
tetapi semua hal itu berubah ketika orang sialan itu menghancurkan kebahagian mereka ditambah dengan luhan divonis mengidap penyakit jantung yang membuat tubuhnya menjadi lemah "kali ini aku yang akan melindungimu ge" janji Tao pada dirinya
Kemudian ia pun berjalan keluar dari kamar luhan, sambil mengeluarkan sebuah foto namja berambut pirang "kau cukup hebat bisa menghindari tembakanku Yifan tapi keberuntunganmu akan segera berakhir karena perburuan sebenarnya baru akan dimulai" senyum Tao dengan tatapan mata seorang pemburu yang siap menangkap mangsanya.
.
.
.
Dihari yang sama,
Di suatu gedung perkantorang mewah yang berada di seoul,
Terlihat seorang namja tampan yang sedang sibuk berbicara di telponnya "appa aku tidak membutuhkan seorang bodyguard, aku dapat menjaga diriku sendiri mereka hanya akan menjadi pengganggu bagiku " kata namja berparas tampan itu
"its final Kris, appa hanya tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu apalagi setelah percobaan pembunuhan yang terakhir" jawab suara dari telpon tersebut
"tapi appa, aku berhasil menghindari peluru itu jadi kau tak perlu cemas dan menyuruhku mencari bodyguard" kata Kris masih berusaha agar appanya berubah pikiran
"stop it, itu adalah keputusan appa yang terakhir dan itu final" jawab appa Kris dengan suara tegas "cih, baiklah appa aku akan menggunakan bodyguard tetapi jika hanya aku yang memilihnya sendiri" jawab Kris dengan nada tidak mau kalah "baiklah, tapi appa akan memberimu batas waktu 1 minggu kau sudah harus menemukan bodyguard mu Kris atau appa akan mencarikan bodyguard untukmu" jawab suara dari telpon tersebut " baiklah appa" Kris menjawab dengan menghelai nafasnya pasrah
"cih kenapa appa begitu keras kepala" katanya dengan nada kesal"
"yaaa hyung kenapa kau berbicara sendiri dengan muka masam seperti itu, kau sudah terlihat seperti gunung yang akan meledak saja" tawa seorang namja yang ketampanannya tidak kalah dengan Kris
"diamlah Sehun appa memintaku untuk menggunakan bodyguard" jawabnya dengan muka masam yang membuatnya keliahatan ooc "hyung kau ini aneh kenapa persoalan bodyguard saja seperti memilih jodoh untuk kau jadikan istri" kata Sehun sambil menghempaskan badannya ke sofa yang berada di ruangan Kris
"seperti kau tidak tahu saja, aku memiliki kenangan buruk dengan pengawal" jawab Kris dengan muka kesakitan seperti mengingat kenangan yang sangat menyebalkan.
Ya Kris dengan nama lain Wu Yifan merupakan putra tunggal dann pewaris kekayaan keluarga wu yang tidak terbatas jumlahnya bahkan menurut kabar hingga generasi ke-tujuh pun harta keluarga mereka tak akan berkurang sedikitpun, sebagai putra mahkota wu enterprise yang menguasai perekonomian korea ini sudah sepantasnya ia didampingi bodyguard semenjak kecil untuk menjaga kemanannya
tetapi Kris tidak menginginkannya ia merasa hal itu membuatnya terlihat seperti orang aneh selain itu keberadaan bodyguard-bodyguard itu membuatnya susah untuk mendapatkan teman. Apalagi mereka terus mengikutinya selama 24 jam tanpa henti ayoolah Kris juga hanya seorang manusia bisaa yang membutuhkan waktu untuk sendiri
yah bisa dibilang Kris mengalami masa kecil yang buruk karena keberadaan bodyguard sehingga ia merasa enggan untuk menggunakan jasa bodyguard dan melatih fisiknya agar ia tidak perlu menggunakan jasa pengawal lagi.
"haha hyung paman hanya tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali apalagi setelah kau resmi dianggkat sebagai pengganti paman siwon" kata Sehun dengan gaya bijaknya (yang jarang sekali muncul)
"cih, hal itu hanya kecelakaan kecil tak perlu dibesar-besarkan" jawab Kris dengan coolnya "hyung ada peluru yang berusaha menembus kepalamu dan kau mengannggapnya sebagai kejadian kecil?" kata Sehun dengan tidak percaya membuat
"sudahlah lupakan saja, dan Oh Sehun apa yang kau lakukan disini?! kembalilah bekerja hanya karena kau sepupuku bukan berarti aku akan memberikan mu keringanan dengan deadline mu kau harus segera menyerahkan laporannya kepadaku" jawab Kris dengan memasang wajah professionalnya
"hyung kau menyebalkan!" teriak Sehun sambil menghentakan kakinya ketika keluar dikantor Kris , Kris hanya menggeleng-menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya yang terkesan childish yah walaupun sebenernya Sehun memang masih sangat muda. Tetapi di usia mudanya itu ia telah berhasil menduduki jabatan manajer keuangan perusahaan di perusahaan yang dipimpin Kris
"seandainya saja kejadian kemarian tidak ada" gumam Kris seraya menyentuh keningnya yang terbalut perban, sebenarnya Kris selalu bisa menjaga dirinya sendiri walaupun ia telah banyak mengalami percobaan pembunuhan tetapi tidak pernah ada yang berhasil hingga melukainya selain kejadian kemarian tentu saja
ia berada dilantai 28 demi tuhan, jarak gedungnya dengan gedung lainnya pun berjauhan hanya seorang snipper handal sajalah yang bisa melakukan itu tapi untuknya Kris memiliki indra yang cukup peka karena bisa menghindarinya tepat waktu walau peluru tersebut masih bisa menggores pelipisnya dan perkataan lai mengenai sinar merah yang ada di kepalanya
"yah sepertinya mau tidak mau aku harus berusaha untuk mencari pengawal yang tidak akan menggangguku, tapi sniper itu sepertinya benar-benar orang yang handal aku jadi ingin tau siapa dia" gumamnya dan Kris pun kembali menekuni pekerjaannya yang terhambat karena telpon ayahnya
Please read and review
Don't be sider pleasee
