DARK SECRET
CHAPTER 5
"maaf apakah aku bisa duduk disini?" tedengar suara pria yang menanyakan tempat duduk didepan kris kris yang saat itu sedang melamun terlonjak kaget ia pun segera menjawab "tentu saja bangku ini ko.." kata-kata dimulut kris tiba-tiba terhenti
Ia mengenali siapa sosok yang ada didepannya ini walaupun mereka telah lama sekali tidak bertemu "chanyeol?.."
.
.
.
"kris, sudah lama kita tidak bertemu ya?" kata sesosok pria tinggi yang berdiri didepan kris, kris masih tidak dapat berkata-kata melihat sosok yang perna hilang dari hidupnya itu "chanyeol ini be..nar benar kau?" Tanya kris setengah tidak pecaya dengan sosok yang berada didepannya itu "tentu saja haha kau kira aku hantu?" kata pria tinggi bermata besar yang bernama chanyeol itu seraya meggerlingkan matanya kearah kris
"haha maaf tapi ini sudah lama sekali dan terakhir kali aku bertemu denganmu adalah saat kita smp, tapi kau sama sekali tidak berubah chan" kata kris sambil tersenyum "haha yah kau bilang setelah kejadian itu kita sama sekali kehilangan kontak" kata chanyeol tersenyum pahit "maafkan aku chanyeol" kata kris pelan "tidak apa-apa kris kejadian waktu itu memang bukan salahmu" kata chanyeol tersenyum tipis
Kris yang merasa bersalah hanya dapat terdiam mendengar jawaban chenyeol, mereka berdua dulunya adalah sahabat dekat tapi karena suatu kejadian mereka berdua harus berpisah, kejadian itu pula yang menyebabkan kris menjadi tidak suka dengan bodyguard-nya
Flashback
"dengan ini 5-4 dengan kemenangan ditanganku" kata kris yang sedang memegang bola basket dengan senyum kemenangan diwajahnya kepada chanyeol yang sedang terengah-engah "sial kau kris apa kau tidak mengenal kata lelah kita sudah bermain selama 4 jam" kata chanyeol
"itu hanya alasanmu saja chan, sudahlah akui saja kalo aku memang lebih kuat dari mu jadi kau harus mentraktirku" kata kris sambil tertawa "cih, baiklah ayo kita pergi" jawab chanyeol sambil berjalan menuju bangku lapangan untuk mengambil tas nya yang ia letakan disana
"dimana bodyguard yang biasanya mengikutimu itu kris?" Tanya chanyeol kepada kris yang berjalan disampingnya "entahlah ia menghilang kemana ia sudah tidak mengikutiku sejak jam sekolah berakhir tapi siapa yang peduli malah akan lebih baik jika mereka tak ada" kata kris sambil berjalan santai
"kris mereka ada untuk melindungimu mengingat posisimu sebagai orang penting dibandingkan aku yang hanya merupakan anak tukang kebun ini" kata chanyeol sambil tertawa "sudahlah hentikan saja sekaang ini aku hanyalah kris bukan tuan muda keluarga wu dan kau adalah sahabat baik ku chanyeol, berkata seperti itu lagi dan aku akan benar-benar marah padamu " kata kris
"haha baiklah aku tak akan bisa membantah perkataan tuan muda wu" kata chanyeol sambil tertawa dan berlari menjauhi kris "yah kau park chanyeol !" teriak kris sambil berlari mengejar chanyeol tanpa kris sadari bahwa ia menabrak sekumpulan orang berwajah preman
"kau anak kecil, mau apa kau menabrak ku heh?" kata salah seorang pria bermuka sangar kris yang melihat wajah pria itu hanya terdiam ketakutan "heh kau tak bisa berkata apa-apa berani-beraninya kau menabrak ku" kata pria itu sambil menarik kerah baju kris
"sial kau nak mencari gara-gara ketika aku sedang frustasi kau akan kujadikan bantal tinjuku" kata pria itu sambil memukul kris, kris berusaha membrontak tapi apa daya dia hanyalah murid smp sedangkan pria didepannya memiliki badan yang besar ia hanya bisa pasrah dipukuli pria itu lebih sialnya lagi jalan yang ia lalui dengan chaneyol adalah jalan kecil yang arang dilewati orang
Ketika kris sedang meringis kesakitan tiba-tiba ia mendengar pria sangar itu berteriak kesakitan ternyata chanyeol melemparkan baru kearah pria itu "kris ayo pergi dari sini" kata chanyeol sambil membopong kris keluar "sial kau anak kecil kembali kesini" kata pria itu kepada mereka, " tidak akan pernah" kata chanyeol sambil berlari dan berusaha menopang kris untuk ikut berlari dengannya.
Kris pun berlari tertatih-tatih mengikuti chanyeol tetapi setelah beberapa menit ia ta kauasa lagi menahan tubuhnya yang terasa berat terdengan olehnya sayup-sayup suara chenyeol yang memangggil namanya "kris hey kris ayolah kita masih harus berlari lagi" kris ingin menjawab bahwa ia sudah tak kuat lagi namun tiba-tiba semuanya menjadi gelap
.
.
.
Perlahan-lahan kris membuka matanya, pemandangan yang menantinya sungguh terasa asing baginya langit-langit putih yang tinggi, lampu yang bersinar dengan terang dan bau obat-obatan yang tercium samar olehnya, "dimana aku?" gumam kris sambil memperhatikan ruangan tempatnya berada, jika dilihat dari ruangannya sepertinya ia berada di rumah sakit.
Tiba-tiba pintu ruangan kris terbuka menampakan sesosok wanita yang walaupun sudah tua tetapi masih terlihat segar, "yifan akhirnya kau sadar, bagaimana keadaanmu?" Tanya perempuan tersebut "nenek? Kenapa kau disini? Kurasa aku baik-baik saja" jawab kris sambil bangun dari tempat tidurnya tetapi tiba-tiba Ia merasa kesakitan di sekujur badannya dan merintih pelan, "yofan apa kau tidak apa-apa" jawab perempuan itu yang ternyata adalah nenek kris seraya menuju kearah dan mengelus punggung cucu semata wayang nya itu
"aku tidak apa-apa nek" jawab kris sambil tersenyum lemah "apa ku bilang kau harus lebih berhati-hati dalam memilih teman liat apa yang disebabkan oleh anak tukang kebun itu padamu, untung saja aku telah mengirimkan mereka keluar sehingga anak itu tak akan bisa mengganggu mu lagi" kata nenek kris
"apa maksudmu nek? Siapa yang kau maksud?" Tanya kris tak mengerti "rupannya mereka memukulmu cukup keras hingga kau menjadi pikun begini, tentu saja cjanyeol kalo bukan karena dia kau tak akan terlibat dalam perkelahian tersebut, pengawalmu telah menceritakan semuanya padaku bahwa pemuda itu mencari masalah dengan geng dan membuat mu terlibat didalamnya dan kemudian lari meninggalkanmu hingga kau babak belur begini"
"nek kau salah paham jika bukan karena chanyeol aku kemungkinan sudah mati sekarang ini, mr. kim bahkan taka da saat itu bagaimana bisa ia mengatakan seperti itu" teriak kris "sudahlah kris tak usah membela anak seperti itu, dan kau harusnya berterima kasih pada karena ia yang membawamu kerumah sakit"
"itu tidak benar nek ia berbohong padamu, chanyeol aku harus bertemu dengannya" kata kris sambil beranjak dari tempat tidurnya dan berlari menuju kearah pintu tetapi sebelum ia sampai Ia kehilangan kesadarannya dan terjatuh pingsan.
.
.
.
Esoknya ketika disekolah Ia mengetahui bahwa chenyeol telah pindah dan tak berapa lama kemudian terungkap bahwa pengawalnya adalah mata-mata yang dikirim musuh perusahaa n ayahnya untuk mengawasinya tetapi semua itu terlambat ia telah kehilangan sahabat terbaiknya yang tak bisa ditemukan keberadaanya walaupun ia sudah meminta informasi kepada neneknya dimana keberadaan chanyeol.
Tetapi setelah ia kesana ternyata chanyeol dan keluarganya sudah tidak berada ditempat itu lagi. Hal inilah faktor utama yang membuatnya memiliki fobia akan bodyguard hingga akhirnya memilih untuk tidak memiliki pengawal.
.
.
.
Kembali ke masa sekarang
"apa kau benar-benar memaafkanku?" kata kris terbata-bata hilang sudah tampang cool yang slalu dipasangnya "ya ampun kris sudahlah itu masa lalu, lihat aku baik-baik saja sekarang jadi kau harusnya lupakan saja hal itu dan aku tak pernah merasa kau melakukan kesalahan jadi tak ada yang perlu dimaafkan" jawab chanyeol dengan senyum khas nya
Kris pun beranjak dan memeluk sahabat baiknya yang telah lama menghilang " heh kau tidak berubah sama sekali aku bahkan masih bisa mengenalimu" jawab kris sambil menepuk punggung chanyeol "kau juga tak berubah sama sekali kris masih memasang wajah sok cool mu itu" jawab chanyeo "heh apa kau bilang aku bukan sook cool tapi memang keren" jawab kris sambil tertawa pemandangan yang sangat mengherankan seluruh isi kafetaria saat itu melihat boss mereka tertawa dengan bebasnnya mengingat reputasi kris yang pelit senyum itu.
"haha bagaimana kabarmu sekarang?" Tanya chanyeol "tak terlalu baik ayah memaksaku untuk mempekerjakan pengawal tetapi sejak kejadian itu aku benar-benar tak bisa mempercayai pengawal lagi, bagaimana denganmu apa yang kau lakukan disini ?"
"seharusnya kau lupakan saja hal itu kris itu sudah lama terjadi dan kau membutuhkan pengawal mengingat posisimu, damn aku harus pergi sekarang" kata chanyeol seraya elihat jam nya dan segera berlari keluar
"hai chanyeol tunggu sebentar" teriak kris seraya mengejar temannya itu tapi ternyata kemampuan lari sahabat karibnya itu tak berubah baru beberapa menit saja dan kris sudah kehilangan jejaknya, ia hanya berharap dapat bertemu dengan sahabat nya itu lagi "setidaknya ada satu hal yang membahagiakan hari ini pikirnya sambil pergi menuju ruang audisi.
.
.
.
Ruang audisi terlihat mulai ramai lafi di sana telah berkumpul suho, sehun dan kai yang duduk , melihat formulir para peseta yang mendaftar
"ahh semoga hari ini kita mendapatkan bodyguard yang tepat bagi kris-hyung, aku sudah tak sabara ingin berpesta lagi" kata kai sambil meletakan kepalanya diatas meja dan menghembuskan nafas panjang "yah aku juga berharap kita segara mendapatkan orang yang tepat , sebelum tenggang waktu yang ditentukan tiba" jawab suho
tiba-tiba saja sehun berkata "hyung kurasa aku melihat pemandangan yang aneh" kata sehun sambil menatap kearah pintu ruang audisi " apa maksudmu sehun-ah?" Tanya suho sehun tidak menjawab ia hanya mengarahkan pandangan matanya kearah pintu masuk ruang audisi
suho yang penasaran pun mengikuti arah pandangan sehun "kau benar ini memang bukan pemandangan yag biasa" kata suho tertegun "memang apa yang….." tiba-tiba perkataan kai terhenti setelah ia melihat kris masuk dengan wajah yang penuh tawa sungguh suatu pemdangan langka yang bisa dikatakn terjadi setahun sekali.
"hyung ada apa? Apakah kau membenturkan kepalamu ketika kesini?" Tanya kai cemas takut bahwa hyung yang satu ini mendapat cedera kepala yang menyebabkanya menjadi seperti ini. Kris hanya memandang mereka dengan tatapan heran "apa maksud mu kai?, dan kenapa wajah kalian seperti melihat hantu saja?" kata kris tertawa kecil melihat ekspresi teman-temannya
"kurasa ia sedang kerasukan sesuatu" kata sehun pelan "yah sepertinya begitu" jawab suho masih melihat temannya yang masih tertawa kecil itu. " sudahlah hentikan ocehan kalian lebih baik kita lanjutkan audisi-nya" kata kris kembali memasang wajah stern-nya "in lebih mirip seperti kris-hyung" celetuk kai, kris hanya melirik kai dengan tatapan tajam dan segera menempati tempat duduknya disamping sehun.
"hmm baiklah sebaiknya kita mulai saja audisinya" gugup suho "sehun panggil peserta selanjutnya" kata kris, sehun pun segera memanggil peserta selanjutnya telah beberapa jam berlalu tetapi kris masih belum mendapatkan bodyguard yang ia inginkan "aku menyerah kita tidak akan pernah menemukan bodyguard seperti keinginanmu hyung selalu ada saja alasan yang kau katakana kurang cakap, genit dll" kata kai sambil memegang kepalanya frustasi
"kenyataannya memang begitu" jawab kris dengan wajah cool-nya suho dan sehun yang mendengar ucapan kris hanya menggeleng-gelengkan kepala "apakah sebaiknya kita tutup saja audisi harai ini? Sepertinya kita tidak akan menemukan kandidat yang cocok" kata suho pelan " aku setuju, aku ingin segera pulang" jawab kris ketika mereka semua beranjak pergi tiba-tiba saja pintu ruang audisi terbuka menampakan rambut keriting milik seorang pria yang rupanya sangat dikenal kris yang saat itu hanya bisa terdiam karena kehadiran pemuda itu
"apakah audisi masih dibuka" Tanya pria itu "maaf tetapi kami sudah selesai untuk hari ini" jawab sehun "tidak kau masih bisa melakukan audisi" tiba-tiba kris berkata sehun, kai , dan suho yang mendengar ucapan kris menatap kris dengan pandangan heran
"hehe terima kasih kris, kita bertemu lagi" kata pemuda itusambil tertawa dengan tawa khasnya "chanyeol seharusnya kau berkata padaku bahwa kau kesini untuk audisi ini" kata kris sambil tersenyum pada sahabatnya itu
"aku ingin membuat kejutan untukmu haha" kata chenyol "jadi apa yang harus kulakukan?" tanyanya "kau harus menunjukan kemampuan beladirimu, tapi sebelumnya apakah kalian sudah kenal?" Tanya suho penasaran melihat kedekatan kris dengan pria asing ini
"yah dia sahabatku dari kecil" kata kris "hmm pantas saja kalian terlihat dekat" kata suho sambil; mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. "baiklah sekarang kau bisa memulai"lanjut suho kepada chenyeol
Kemudia dengan sigap chanyeol menunjukan kelihaiannya dalam beladiri tanpa senjata denga n berpura-pura melawan musuh bayangan tidak hanya itu ia menunjukan kemampuan yang mengaggumkan pula dalam menggunakan senjata dari tongkat pisau dan pistol (tentunya pistol yang berisi peluru mainan) yang disediakan disana
"hyung kurasa aku setuju dengan yang ini" celetuk kai "yah kau benar kemampuannya bagus dan penampilannya menarik pula walaupun tentu saja aku lebih tampan darinya: kata sehun dengan pedenya "dan yang terpenting ia tidak flirting dengan mu kris" kata suho "jadi bagaimana menurut pendapatmu" Tanya mereka bertiga bersama –sama kepada kris dengan mata penuh harap "biklah aku setuju denganya" jawab kris sambil tersenyum
"yey akhirnya" sorak mereka bertiga dengan wajah gembitra "kau diterima chanyeol" kata suho dengan senyum terpampang diwajhnya "yak au bisa mulai bekerja besok pagi chan" kata krsi sambil tersenyum kearah chenyeol "horeee" teriak chanyeol "tapi kuharap kau tidak menerimaku karea aku temanmu kris" lanjut chanyeol "tentu saja tidak kau memenuhi semua kriteria yang ku tetapkan" jawab kris "kau dapat bekerja mulai besok dan harus tepat waktu aku tIdak akan mentolerir keterlambatan walaupun kau temanku" lanjut kris tegas
"siap boss" kata chanyeol dalam sikap hormat "kris yang melihatnya hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya yang sama sekali tidak berubah "sebaiknya kita pulang sekrang" lanjut kris
Kemudian mereka pun berjalan bersama keluar kantor "chanyeol bagaimana kalo kita pergi ke bar aku ingin mendengar apa yang terjadi padamu setelah kejadian waktu itu" ajak kris "baiklah ayoo kita sudah lama tidak hang out bersama, aku ingin mendengar apa saja yang terjadi padamu" kata chenyeol dengan senyum khasnya
Sehun, suho dan kai memutuskan unrtuk langsung pergi kerumah mereka masing-masing sedangkan kris dan chanyeol pergi ke bar langganan kris untuk catch up setelah lama tidak bertemu seteleh jam menunjukkan pukul 10malam kris memutuskan untuk kembali ke apartemennya
Setelah ia sampai digedung apartemennnya ia langsung pergi menuju lantai tempat tinggalnya senyum masih terpasang diwajah tampannya karena pertemuannya dengan chanyeol tanpa menyadari pandangan tajam yang ditujukan kepadanya oleh seorang pria bermata panda.
R&R PLEASE
