yaoi dont like dont read

DARK SCECRET

CHAPTER 7

"Hmm" perlahan-lahan pemuda yang sedang tertidur itu membuka matanya karena merasakan sinar matahari yang seakan-akan membutakan matanya. Entah kenapa badannya terasa sangat berat dan etrasa nyeri di beberapa bagian apa yang terjadi kemarin pikirnya. "hello sweety kau sudah bangun rupanya" terdengar sebuah suara yang membuatnya mengingat kembali keadian kemarin. Ia pun mengerlingkan pandanganya kepada pria yang sedang bersandar di dinding dengan segelas mug ditangannya.

Melihat pemandangan yang ada didepannya membuat pipi tao bersemu merah pria yang berdiri didepannya terlihat sangat sexy hanya menggunakan sweatpants tanpa mengenakan kaos dan rambut yang masih basah dengan smirk yang tak hilang dari bibirnya tetapi tiba-tiba ingatan akan kejadian kemarin kembali " kau!... bagaimana kau bisa melakukan hal tersebut" teriak tao pada pemuda tersebut .

Tao pun berusaha untuk bangun dan menampar pemuda yang berada didepannya, dia benar-benar ingin membunuh pria yang berada dihadapannya itu. Tetapi tiba-tiba saja ia terjatuh "shit my back is killing me" pikir tao sambil meringis menahan sakit. "why so feisty kau sangat imut tadi malam membuatku ingin memakan mu lagi" kata pemuda tersebut dengan smirk yang tak pernah lepas dari bibirnya, pemuda itu pun meletakan mug yang dibawanya di ata meja dan melangkah perlahan kearah tao untuk membantunya berdiri

"aku tidak membutuhkan bantuanmu" kata tao marah sambil menepis tangan yang diulurkan pemuda tampan tersebut. " haha masih memiliki taring rupanya , tetapi kau butuh berdiri dan itu hanya data kau lakukan jika menerima bantuanku" kata pemuda itu sambil tersenyum evi l "ini semua tidak akan terjadi jika bukan karenamu" geram tao marah "hmm aku tidak mendengarmu complain tadi malam" kata pemuda bernama kris itu dengan senyum menggoda

"ARGGHHHH" tao hanya menjerit frustasi

.

.

.

.

Setelah mandi yang lama tao pun merasa segar kembali walaupun ia masih merasa sedikit kesakitan. Perlahan-lahan ia keluar dari kamar mandi dan menemukan kris yang sedang menunggunya "apa yang kau inginkan?" kata tao menggertakan giginya "tenanglah kitten aku hanya ingin membantumu, tentunya aku tak ingin sekertarisku kesakitan dihari pertama nya bukan" kata kris dengan sm irk khasnya

Melihat hal tersebut benar-benar membuat Tao ingin menampar kris … hmm tidak itu akan merusak wajah tampannya kurasa pukulan diperut akan cukup untuk memuaskan kemarahanku pikir tao. Ketika Tao sedang asik dengan pikirannya bagaimana cara menyiksa pemuda tampan itu tanpa merusak wajahnya, kris berjalan mendekati Tao sambil membawa segelas air putih dan obat

"minumlah, ini akan membantumu" kris memberikan obat dan minuman pada Tao, tao hanya memandang obat itu dengan pandangan curiga "apa ini?" Tanya tao dengan nada curiga " ini hanya painkiller ini akan mengurangi rasa sakitmu" jawab kris, tao masih melihat obat tersebut dengan pandangan curiga

"kalau kau tidak mau baiklah akan kubuang saja obat ini" kata kris "jangan" kta tao sambil meminum obat yang diberikan kris dan tenyata memang painkiller walaupun tidak sepenuhnya menghilangkan rasa sakit tapi cukup untuk mengurangi rasa sakitnya

"pakai baju ini" kata kris setelah tao selesai meminum obatnya sambil memberikan baju yan diambil dari lemarinya. "kenapa aku harus engenakannya, dimana kau letakan bajuku?" Tanya tao pensaran akan nasib bajunya. Kris pun berjalan mendekati tao dan mengangkat dagunya "apakah kau sudah lupa dengan deal kita kemarin? Kau akan menjadi sekertarisku dan aku akan memberikan mu kesempatan untuk membuhku tentunya jika kau gagal tubuhmu menjadi milikku" kata kris seraya mengusap bibir bawah tao

"atau kau sudah menyerah?" lanjutnya sambil memasukan jarinya kedalam mulut tao. Tao pun mengulum jari itu perlahan pandangannya tak pernah lepas dari wajah kris kemudian ia pun menggigit jari itu keras "arggh" benar-benar seperti kucing liar tapi aku akan segera menjinakkan mu pikit kris "still feisty are you, yah mari kita liat sampai kapan kau bertahan dan untuk menjawab pertanyaanmu aku melaundrykan pakaianmu jadi sebaikanya kau kenakan pakaian yang kuberikan padamu" kata kris

Dengan menggerutu tao pun mengenakan pakaian yang diberikan oleh kris. Aku akan membuatnya menderita karena membiarkan k hidup dan tak membunuhku, dua orang dapat memainkan game ini.

.

.

.

Setelah tao dan kris selesai bersiap-siap mereka pun segera berangkat kekantor kris. Walaupun tao telah cukup lama memata-matai kris tapi ia belum pernah memasuki ruang kerja kris , ruanganya terlihat nyaman dengan design yang minimalize tetapi terlihat elegan. Dia memiliki selera yang bagus pikir tao sambil mengedarkan pandangannya.

Tiba-tiba pintu ruang kantor terbuka dan menampakan seorang pemuda jangkung dengan tawa lebar dibibirnya "hey whaatdup krease" kata pemuda tersebut " chanyeol kau sudah disini, akan kuperkenalkan kau dengan sekertaris baru ku Tao, ini bodyguard sekaligus sahabat baikku Chanyeol"

Kata kris memperkenalkan tao dan chanyeol . Tao pun memalsukan senyum dan bersalaman dengan pria yang bernama chanyeol. Hmm tentu saja ia mengetahui siapa pria bernama chanyeol itu tidak hanya ia memberikan penyadap dijam tangan yang dikenakan kris tapi juga karena ia telah mengenal pria itu dari beberapa pekerjaannya yang terdahulu, dan yang lebih mengesalkan adalah pria itu yang menjadi alasan kegagalannya. Selain itu chanyeol menyukai bael hmm tidak seperti tao akan membuarkan pemuda itu mendekati salah satu hyung kesayangannya itu

Chanyeol pun tersenyum dan bersalaman dengan Tao tak menampakan sedikit pun ekspressei bahwa ia mengenal Tao dihadapan Kris. Tiba-tiba pintu tuangan terbuka lagi kali ini menampakkan pemuda berambut pelangi yang sepertinya terengah-engah kelehan sehabis berlari

"ada apa sehun kenapa kau seperti dikejar setan?" Tanya Kris "hmm mungkin memang ada seta yang mengejarku ingin bertemu denganmu kris-hyung Ia sedang menunggumu diruang meeting" kata sehun sambil mengatur nafasnya "ingatkan aku jika aku salah tapi kurasa aku tak memiliki janji apapun dengannya" kata kris dengan wajah dingin

"yah aku tahu tapi ia memaksa ingin bertemu denganmu dan mengancam akan membatalkan kontrak jika kau tidak mau menemuinya sekarang" kata sehun "cih, pria menyebalkan. Baiklah ayo kita kesana" jawab kris kesal "tao kau temani chanyeol terlebih dahulu" kata kris pada sekertarisnya itu

"baiklah" jawab tao singkat ia merasa pemuda yang bernama sehun itu memandanginya "ayo sehun kita pergi sekarang" ajak kris " ehh baiklah" jawab sehun kemudian ia pun mengikuti kris keluar ruangan

Setelah Sehun dan Kris pergi chanyeol pun berjalan kearah pintu dan segera menutupnya "nahh jadi, bisakah kau jelaskan padaku mengapa kau disini Tao? Tergantung jawaban mu mungkin aku akan membiarkan mu hidup" kata chenyeol perlahan sambil menatap Tao dengan pandangan tajam


Maaf ya buat update yang lama. Btw ada kemungkinan author akan edit prolog sama chapter 1 karena author tiba-tiba dapet ide baru tapi gak akan terlalu mengubah jalan cerita yang sekarang kok ^^

Thank for reading and please review